Wednesday, January 8, 2014

Tentang Konsultan


Ada beberapa lessons learned yang bisa diperoleh di awal-awal karir sebagai konsultan, dan itu dapat membentuk karakter kita sebagai konsultan. 

Tugas konsultan adalah problem solving, jadi konsultan adalah part of solution, bukan menjadi part of the problem. Tugasnya meringankan beban klien, bukan menambah beban klien. Jadi, dalam berkomunikasi dengan klien, selalu berikan solusi, jangan menggunakan bahasa yang menambah beban klien.

Jangan menunda pemecahan persoalan. Persoalan hari itu sebisanya dipecahkan hari itu juga. Penundaan dilakukan kalau memang diperlukan suatu koordinasi, yang tidak bisa diselesaikan hari itu juga.

Menjaga hubungan baik dengan klien itu penting. Jika sikap saling percaya atau trust sudah terbentuk, maka pekerjaan akan sangat mudah dilakukan. Dahulukanlah kepentingan klien. Walaupun demikian, konsultan tidak boleh didikte oleh klien, selalu bersikap profesional dalam memberikan solusi.

Keterampilan teknis itu penting, tetapi keterampilan komunikasi antar manusia, itu lebih penting. Kemampuan itu mencakup bagaimana meyakinkan klien, bagaimana melakukan negosiasi, dan sebagainya.

Semua informasi mengenai klien adalah rahasia, bukan untuk konsumsi publik, melainkan hanya untuk konsumsi konsultan semata. Profesionalisme konsultan mengharuskan dia menjaga semua informasi mengenai kliennya. Jika dia ingin memberikan informasi kepada publik, maka harus seizin klien tersebut.

Walaupun ada teman sesama konsultan dalam team berbuat salah, jangan pernah berdebat, apalagi bertengkar, di depan klien. Semuanya harus diselesaikan dalam rapat internal tim konsultan. Ini masalah reputasi dan kredibilitas tim konsultan di mata klien.

Bersiaplah untuk setiap penugasan yang tidak terduga, bahkan kita tidak pernah tahu ke mana kita harus travelling keesokan harinya … Apalagi kalau klien kita tersebar di berbagai wilayah.

Konsultan adalah knowledge worker, jadi selalu harus membuat dirinya up to date dengan pengetahuan dan keterampilan baru di bidangnya. Kemampuan untuk belajar secara mandiri mutlak diperlukan.

Sumber :
http://ririsatria40.wordpress.com