Wednesday, January 15, 2014

Kiat Sukses Menjadi Konsultan Bisnis


Bagi Anda yang merasa memerlukan tantangan baru dalam bekerja dan ingin mengasah naluri bisnis, pilihan sebagai pembicara publik atau konsultan pengembangan usaha adalah salah satu hal yang bisa dipertimbangkan. Dalam salah satu edisinya, Majalah Swa menempatkan profesi pembicara publik/konsultan sebagai salah satu profesi dengan pemantapan tertinggi di Indonesia. Bayaran per jam untuk setiap konsultan bisa mencapai puluhan juta rupiah, beberapa diantaranya bahkan ada yang minta dibayar dimuka. Hal ini menjadi salah satu pilihan favorit bagi karyawan yang berminat untuk berpindah karier atau sebagai pilihan karier di masa pensiun.

Selain Barry Lesmana, kita masih mengenal Rudjito, mantan Direktur Bank Rakyat Indonesia yang menikmati masa pensiunnya dengan “manggung” di berbagai seminar dan pelatihan. Ada juga Tung Desem Waringin, mantan professional BCA yang sekarang menjadi motivator ternama di Indonesia. Mereka adalah sebagian dari para professional yang kemudian banting setir menjadi konsultan di belantika bisnis Indonesia. Pilihan untuk menjadi konsultan tentu saja diawali kesadaran bahwa sebagai mantan CEO atau professional di tempat kerjanya dulu, mereka memiliki akses kompetensi yang mumpuni sehingga hal tersebut menjadi intanginbel asset mereka yang layak dijual. Mereka “menjual” pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang selama ini telah menjadi bekal dalam mendukungnya mencapai karier puncak di berbagai organisasi.

Secara garis besar, pembicara publik/konsultan bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu konsultan pengembangan pribadi dan konsultan pengembangan bisnis. Area konsultasi diantara keduanya berbeda, yang satu di level mikro, yang satu di level makro. Yang pertama lebih fokus pada upaya untuk meningkatkan kinerja individu, sedangkan yang kedua lebih fokus pada bagaimana menata sistem dan strategi organisasi dalam memenangkan persaingan usaha. Tung Desem Waringin, Adreas Harefa, Andre Wongso, dan Janson Sinamo adalah beberapa pembicara publik yang banyak memotivasi individu guna meningkatkan semangat dan kinerjanya. Sementara Barry Lesmana dan Rudjito lebih banyak memberikan solusi dalam pengembangan organisasi.

Untuk menjadi seorang konsultan yang mumpuni dibutuhkan proses yang tidak mudah. Selain memiliki prestasi menonjol, Anda juga dituntut untuk memiliki pemahaman dan perspektif bisnis yang komprehensif, dan mampu memberikan solusi berdasarkan kondisi aktual di perusahaan klien. Anda dituntut untuk memiliki interpersonal skill yang baik sehingga bisa berkomunikasi secara efektif dengan klien sehingga dapat menggali kebutuhan dan mengidentifikasi permasalahan yang mereka hadapi sekaligus meyakinkan mereka untuk mau menjalankan solusi yang Anda tawarkan. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, Anda juga dituntut untuk memiliki problem solving skill yang mumpuni agar dapat membantu menganalisa masalah yang dihadapi klien dan menyodorkan berbagai solusi alternatif yang cocok dengan kondisi individu dan organisasi mereka.

Beberapa prinsip dasar untuk menjadi seorang konsultan yang sukses antara lain:

1. Solusi untuk setiap masalah yang dihadapi klien Anda, “ada” di hadapan Anda dan Klien, tidak ada solusi yang universal dalam setiap proses konsultasi, baik itu untuk level individu maupun level organisasi. 

Setiap individu dan organisasi memiliki latar belakang dan permasalahan berbeda dan membutuhkan solusi yang khusus. Anda dan klien dituntuk untuk mengklarifikasi isu, menemukan akar permasalahan, dan mengelaborasi berbagai alternative solusi sampai memilih solusi yang cocok. Dibutuhkan kerja sama kedua belah pihak untuk dapat menentukan solusi.

2. Menghargai setiap perbedaan perspektif dan nilai, cara pandang dan system nilai klien terhadap masalah perlu dipahami dengan baik sehingga bisa membantu dalam mencari solusi yang tepat. 

Dalam membantu klien, mulailah dari kondisi mereka saat ini, sebagai konsultan, Anda membantu klien untuk berubah ke arah yang lebih baik, baik secara personal maupun organisasi. Sebelum melangkah jauh, Anda perlu mengidentifikasi apa yang sudah dilakukan klien, kendala apa saja yang mereka hadapi, dan mengenali kelebihan dan kekurangan mereka. 

Hindari untuk menyalahkan satu pihak atas masalah yang terjadi, tidak ada gunanya menyalahkan satu pihak atas kondisi yang saat ini terjadi. Anda perlu membangun rasa percaya dan komitment mereka bahwa perbaikkan bisa dilakukan.

3. Milikilah kerangka berpikir, ibarat kompas dalam setiap perjalanan membantu klien. Kerangkan berpikir membantu anda untuk memilih jalur mana yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum mencapai garis finish. 

4. Siapa Anda sama pentingnya dengan expertise Anda. Sebagai konsultan, Anda dihargai bukan semata-mata karena kepandaian, melainkan juga karena memiliki integritas profesionalisme dalam bekerja. Bagaimana Anda berprilaku dan menampilkan diri sama pentingnya dengan keahlian Anda.

5. Persuasif dalam meminta klien untuk menjalankan nasihat Anda, akan diterima secara lebih efektif jika klien bisa lebih memahami keuntungan apa yang bisa mereka dapatkan dengan menjalankannya dibandingkan dengan mengabaikannya. Berbicara secara persuasif merupakan kunci sebagai konsultan sukses.

Klien akan memutuskan apakah mereka akan melaksanakannya atau tidak, hal ini merupakan prinsip terberat yang perlu dipahami seorang konsultan baru. Membutuhkan waktu lama untuk dapat memahami mengapa orang tidak mau melakukan sesuatu yang sebenarnya baik untuk mereka. Ingatlah bahwa orang akan mau belajar dan melakukan sesuatu jika mereka telah siap.

Sering kali klien memiliki berbagai kepentingan dalam setiap masalah yang mereka hadapi. Mereka bisa saja menolak solusi atau bantuan yang Anda tawarkan. Kalau demikian adanya, ingatlah selalu bahwa respon mereka itu merupakan pilihannya, bukan pilihan Anda.

Sumber :
http://prosperomanagement.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts