Tuesday, November 6, 2018

5 Story

Kisah berawal dari:


● Story 1:
Nokia menolak tawaran Android di tahun 2011 karena dianggap sebagai system newbie yang tidak lebih baik dari Windows yang mereka gunakan dan tidak akan sukses.

Yahoo menolak tawaran Google di tahun 2002 dengan alasan kemahalan dan saat itu reputasi Google masih dianggap "anak bawang" oleh Yahoo.

○ Fakta yg terjadi kemudian:
Nokia tenggelam dalam sekejap oleh pamor Android. Hal yang sama terjadi pada Yahoo, yang terlibas mentah mentah bila dibandingkan dengan Google, terutama sekarang ini.

☆ Pelajaran yang bisa di petik:
Sukses mengandung keberanian mengambil resiko, terus mengikuti perubahan & perkembangan teknologi dan lingkungan yang ada, terus beradaptasi, dan memutuskan dengan analisa yang tepat TANPA merendahkan pendapat/ ide orang lain. Seseorang yang kita anggap lebih rendah dari kita sekarang, bisa jadi akan menjadi jauh lebih besar di masa depan.


● Story 2
Facebook memutuskan meng-akuisisi Whatsapp (2014) dan Instagram (2012), yang sebelumnya adalah kompetitor, walau saat itu baru merintis dan berada jauh di bawah Facebook.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Facebook, Whatsapp dan Instagram adalah 3 raksasa aplikasi social media yang sangat besar dengan value akumulatif lebih dari 1000 trilyun.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Sukses itu menjadi lebih kuat lagi dengan merangkul pesaing,  menjadikannya kolega dan bersama2 ber-inovasi menyatukan goal dan tujuan. Kadang menganggap kompetitor sebagai musuh yang harus dijatuhkan tidaklah benar.


● Story 3
Bill Gates mendirikan Microsoft di usia 21, Mark Zuckerberg mendirikan Facebook di Usia 22, Jack Ma mendirikan Alibaba di usia 35, demikian halnya dengan Jeff Bezos mendirikan Amazon di usia 35. Sementara Ray Kroc memulai Mc.Donalds di usia 52, John Pemberton menemukan Coca Cola diusia 55 dan Harland Sanders dengan KFC-nya di usia 65.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Semua perusahaan tersebut diatas, sekarang ini adalah perusahaan raksasa dan super power di Dunia.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Usia hanyalah angka. Jangan jadikan usia sebagai alasan bahwa anda tidak mampu, entah karena terlalu muda, atau terlalu tua. Karena kemudian psikologi anda akan mulai menciptakan batasan, bagi anda, utk mencapai goal, mimpi dan cita cita dalam hidup anda.


● Story 4
Brenda Barnes, CEO Sara Lee, mengawali karirnya sebagai seorang waitress restaurant siap saji.

Indra Noyii, CEO Pepsi.co mengawali karir nya sebagai operator produksi di sebuah pabrik kimia Jhonson&Jhonson di India.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
2 nama tersebut diatas, di sebut Forbes sebagai 2 wanita paling powerful dan berpengaruh besar pada dunia bisnis sekarang ini.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Tidak satu orang pun bisa memprediksi masa depan. Akan kecil atau besar masa depan anda, semua ada ditangan anda dan anda yang meng-kontrol. Semua harus di barengi dengan perjuangan keras.


●Story 5
Perusahaan produsen luxury car, Lamborghini, bisa ada karena "balas dendam" seorang pembuat traktor yang di tertawakan dan di hina, oleh Enzo Ferari, pendiri Brand Luxury Car, Ferari.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Lamborgini dianggap lebih prestisius dan memiliki harga yang lebih mahal di banding Ferari, walaupun lebih muda dan keduanya adalah Luxury Car Brand

Pelajaran yang bisa diambil:
Menerima hinaan dan cemooh orang lain dengan lapang dada, akan menjadi motivasi besar bagi kita untuk melakukan pembuktian bahwa kita mampu sukses. Saat sukses tetaplah rendah hati dan banyak membantu orang2 yg lemah ...


Summary
Teruslah bekerja keras dan pantang menyerah. Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak pernah akan kembali. Jangan takut dengan kegagalan, takutlah kalau kita tidak berjuang terhadap kesempatan yg telah Tuhan berikan.


stay humble, innovative, open minded, and be smart ...

Have a blessed and productive day..

(diambil dari postingan grup WA)

Tuesday, October 16, 2018

5 Tips Jitu Dongkrak Bisnis Online

Di dunia yang kini serba internet, memiliki bisnis online sudah hal lazim. Tapi, mempertahankannya dan menjadikannya yang paling unggul jadi tantangan tersendiri.

Apalagi, kompetitor juga menjadi-jadi. Anda harus mengetahui trik yang tepat agar pelanggan bisa menuju langsung ke situs anda dan jadi konsumen setia. Dikutip dari Entrepreneur.com, berikut adalah beberapa kiat yang bisa diikuti setiap pelaku startup atau bisnis online untuk membantu untuk meningkatkan customer.



Membangun situs web 
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 83% pelanggan di 60 negara percaya rekomendasi. Jadi buat rekomendasi Anda sendiri di situs web Anda yang merupakan deskripsi pertama Anda tentang pekerjaan dan portofolio Anda.

Tambahkan testimonial dari klien Anda, logo dari klien terbesar dan tentu saja studi kasus yang dapat membantu dalam menghasilkan faktor kepercayaan. Di situs web Anda, sebutkan pesannya dengan sangat jelas, karena pengunjung memiliki rentang perhatian yang pendek. Tambahkan tautan ke saluran media sosial dan hyperlink ke sub-halaman lain sehingga konten dapat diarahkan dan pengunjung tetap untuk jangka waktu yang lebih lama.


Kembangkan blog 
Buatlah blog bagi bisnis Anda dan selalu diperbarui dengan pencapaian dan kejadian yang terbaru. Meskipun memiliki situs web adalah prasyarat bahkan dari kesadaran dasar tentang produk atau layanan Anda, itu tidaklah cukup.

Para pembaca Anda ingin terlibat dan belajar tentang apa yang terjadi di balik layar, ini akan membantu mereka terhubung dengan merek / produk Anda dengan lebih mudah dan membuat angsuran. Jadi buatlah blog dan diskusikan kejadian, penawaran dan budaya baru, yang akan memberi pembaca Anda sebuah platform untuk lebih terhubung.

Gunakan kata kunci yang tepat dan deskripsi yang benar di blog Anda untuk menghasilkan lebih banyak pembaca. Blog adalah platform terbuka 24x7 untuk terhubung dengan semua orang di dunia.

Pastikan bahwa konten yang diperbarui tidak dijiplak karena mesin pencari cukup mahir dalam mengenali itu.


Saluran media sosial
Saluran media sosial Anda harus bekerja dengan baik, tidak masalah berapa banyak koneksi yang Anda miliki di platform ini, tetapi yang penting adalah harus menjangkau pelanggan yang tepat. Dengan demikian idenya adalah untuk mempromosikan keterlibatan yang cerdas di antara audiens yang relevan.

Jika pembeli produk / jasa Anda ingin menemukan layanan Anda, maka pasti mereka akan melakukan pencarian di google. Pertahankan saluran media sosial yang aktif dengan demikian pikirkan tentang apa yang akan dicari pelanggan saat mencari layanan Anda.

Tambahkan beberapa kata kunci di situs web Anda karena ini akan menjadi semacam informasi bagi mesin pencari yang dicari pada kontennya.


Buatlah tautan 
Pernah berpikir tentang menulis banyak konten berbasis bantuan dan mengirimkannya ke situs web yang relevan ? Jika iya inilah saatnya Anda lakukan.

Dan, sebagai imbalan Anda akan mendapatkan tautan balik yang diarahkan ke situs web Anda. Ketika diarahkan ke situs web, mesin telusur memahami bahwa situs web yang diarahkan memiliki relevansi. Sehingga meningkatkan kepentingan domain untuk jangka yang lebih panjang.

Mempertahankan kehadiran online bukanlah tugas yang sulit, tetapi memakan waktu, karena dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk membuat konten dan menghasilkan prospek. Bahkan jika otoritas domain mencapai 20, maka dibutuhkan waktu dan kerja keras untuk membuatnya mencapai 30 dan seterusnya.


Buat konten yang dibaca semua orang
Akhirnya, kekuatan utama adalah konten, tanyakan pelanggan Anda tentang apa yang ingin mereka baca dan buat konten berbasis bantuan untuk mereka. Buat cerita menarik dan cerita pertumbuhan agar mereka dapat mengetahui informasi lebih lanjut.

Pertahankan semua bantuan yang tersedia untuk membantu mereka tumbuh. Setelah konten dibuat, sebarkan melalui blog Anda dan buatlah ini untuk menjangkau pelanggan Anda


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20181016120825-25-37575/5-tips-jitu-dongkrak-bisnis-online

Sumber foto :
http://www.zoomyourtraffic.com/blog/take-your-business-online/

Tuesday, October 2, 2018

Engage Motivate Drive


Engage
Keterikatan kerja (work engagement) merupakan faktor psikologis yang penting bagi individu dalam bekerja, hal ini memberikan manfaat positif bagi pekerja, misalnya kinerja menjadi lebih baik, mencegah burnout, dan mengurangi turn over.

Keterikatan kerja merupakan komponen secara psikologis bukan bersifat fisik. Maksudnya pekerja yang masih bekerja di suatu posisi belum tentu memiliki keterikatan kerja. Keterikatan kerja adalah sebuah konsep yang menggambarkan individu memiliki semangat (vigor), fokus (absorption), dan memiliki dedikasi (dedicated) dalam bekerja.

Individu yang bekerja secara disiplin, memenuhi jam kerja, menjalankan pekerjaannya sesuai tugas dan tanggungjawabnya dalam deskripsi pekerjaan bisa saja memiliki work engagement yang rendah.


Motivate
Motivasi menuntut agar pemimpin mengetahui bagaimana harus selalu memberi informasi kepada staf, agar ia menyediakan waktu dan melakukan usaha yang diperlukan untuk memperoleh saran-saran dan rekomendasi-rekomendasi dari stafnya mengenai masalah yang menyangkut kepentingan bersama.

Dorongan untuk melakukan perbuatan tertentu tersebut dikarenakan oleh hasil proses pemikiran dari dalam diri pegawai (faktor internal) maupun berasal dari luar dirinya (faktor eksternal).

Faktor internal (internal factor) bersumber dari dalam diri individu itu sendiri, disebut akumulasi aspek-aspek internal individu seperti kepribadian, ciri-ciri fisik, kebiasaan, kesadaran, minat, bakat, kemauan, spirit, antusiasme dan sebagainya.

Sedangkan faktor eksternal (external factor) bersumber dari luar individu yaitu lingkungan, apakah itu lingkungan fisik, sosial, tekanan, dan regulasi keorganisasian.


Drive
Driver – pemimpin mampu memberi arahan kepada rekan kerja tentang tujuan dan fokus yang harus diselesaikan tepat waktu dan pemimpin harus bertanggung jawan atas kinerja pribadi atau kelompok.

Penggerak (drive), pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. Mereka memiliki keinginan yang relative tinggi terhadap keberhasilan, ambisius, memiliki banyak energy dan menunjukkan inisiatif.


Sumber :
http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/143/Self-Leadership-dan-Work-engagement.html
http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-manajemen/743-motivasi-dalam-kepemimpinan
https://www.dictio.id/t/sebagai-seorang-pemimpin-bagaimana-menginspirasi-to-inspire-team-kita/1288
https://www.kompasiana.com/azizahzahra/56fb7f1f7297736c0aae9c8c/kepemimpinan?page=all

Thursday, September 20, 2018

Jurusan yang Paling Banyak Dicari dalam CPNS 2018

Update CPNS 2018, Inilah 5 Jurusan yang Paling Banyak dan Paling Sedikit Dicari dalam CPNS 2018


Proses rekruitmen calon pegawai negri sipil (CPNS) sudah resmi dibuka pada hari Rabu (19/9/18) lalu. Terdapat 238.015 formasi dalam CPNS 2018. CPNS dari tahun ketahun tidak pernah sepi akan peminat.

Seakan menjadi kebanggan tersendiri apabila kita bisa menjadi salah satu Pegawai Negeri Sipil.
Masyarakat Indonesia seakan berlomba-lomba untuk mencari informasi mengenai pendaftaran CPNS 2018.

Dalam mendaftar pastikan kamu tahu betul berapa kuota dari formasi yang akan kamu ambil.
Hal tersebut bisa memperbesar peluang diterima kalian.

Dikutip TribunStyle dari Kompas.com, tahun ini fokus perencanaan dan rekrutmen diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa dengan prioritas pada bidang pelayanan dasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Lalu, jurusan yang paling banyak dibutuhkan dalam CPNS 2018 kali ini adalah:

1. Jurusan Pendidikan Guru
Tenaga pendidik mendapat prioritas terbesar dalam rekruitmen CPNS 2018.
Dalam formasi CPNS tahun ini dibutuhkan guru kelas dan mata pelajaran untuk pemerintah daerah (pemda) sebanyak 88.000 formasi.
Serta guru madrasah Kementerian Agama bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi.

2. Jurusan Pendidikan Guru Agama
Secara khusus Pendidikan Guru Agama, baik agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu juga mendapatkan porsi besar dalam formasi CPNS untuk kebutuhan 525 pemda.
Tahun ini CPNS untuk tenaga Pendidikan Guru Agama dibutuhkan sebanyak 8.000 formasi.

3. Jurusan Kedokteran dan Tenaga Medis
Selain tenaga pendidik, CPNS 2018 juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan jabatan tenaga kesehatan untuk pemda sebanyak 60.315 formasi.
Tenaga kesehatan tersebut meliputi dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis.

4. Jurusan Teknik
Selain tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, tenaga teknis juga menjadi kebutuhan dalam CPNS 2018.
Tenaga teknis CPNS 2018 akan diperoleh dari pelamar umum 30.429 formasi dan akan mengisi kebutuhan di pemerintah pusat maupun daerah.
Teknik sebagai studi lanjutan dari sekolah menengah atas memiliki banyak penjurusan mulai dari Teknik Sipil, Teknik Elektro, Tekni Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Pertambangan, hingga Teknik Komputer.

5. Jurusan Magister Pascasarjana
Formasi untuk posisi dosen dalam CPNS 2018 juga mendapat porsi besar.
Setidaknya dibutuhkan sebanyak 14.454 formasi dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama untuk tahun ini.

Formasi ini membutuhkan kualifikasi akademik dan juga kualifikasi pendidikan.
Kualifikasi akademik maksudnya dosen minimal telah melalui pendidikan tinggi program pascasarjana terakreditasi sesuai dengan bidang ilmu keahlian.

Sedangkan kualifikasi akademik yang dimaksud adalah telah lulus sertifikasi yang dilakukan perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan Pemerintah.

Dengan demikian, jurusan yang harus diambil jika ingin menjadi dosen adalah jurusan sesuai bidang dosen tersebut.

Contoh, untuk menjadi dosen di pendidikan dokter, jurusan yang diambil adalah jurusan-jurusan dalam ilmu kedokteran, bukan manajemen, bisnis atau lainnya.

Jurusan yang paling sedikit Formasinya dalam CPNS 2018 kali ini adalah:

1. D3 Metrologi
Kementerian Perdagangan, Jabatan Penera Terampil, terdapat 8 formasi umum.

2. D3 Grafika
Kementerian Keuangan, Jabatan Operator Grafis, terdapat 1 formasi umum.

3. S1 Ilmu Olahraga
Sekretariat Kabinet, Jabatan Analis Kesejahteraan Rakyat, terdapat 2 formasi umum.

4. S1 Bahasa Indonesia
Kementerian Keuangan, Jabatan Analis Keuangan, terdapat 7 formasi umum.

5. S1 Matematika
Kementerian Keuangan, Jabatan Analis Keuangan, terdapat 2 formasi.

6. S1 Elektro Arus Lemah 
Kementerian Perdagangan, Jabatan Penera Ahli Pertama, 2 formasi umum

7. S1 Pengembangan Kurikulum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jabatan Analis Kurikulum dan pembelajaran, terdapat 2 formasi (1 unit pusat di Poltekim & Poltekip BPSDM Hukum dan HAM).

8. S1 Studi (Ilmu) Pemerintahan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jabatan Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, terdapat 86 formasi.

9. S1 Perpustakaan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jabatan Pustakawan Ahli pertama, terdapat 3 formasi


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Update+CPNS+2018+Inilah+5+Jurusan+Yang+Paling+Banyak+dan+Paling+Sedikit+Dicari+dalam+CPNS+2018-gJrXpz/?utm_source=oa&utm_medium=all&utm_campaign=1809201136&utm_term=6

Strategi Pebisnis ala Sun Tzu Art of War

Strategi Paling Ampuh untuk Para Pebisnis Menang Persaingan Dari Sun Tzu Art of War, Filsuf Tiongkok

Apa strategi paling ampuh agar menang persaingan dari Sun Tzu Art of War? Gaya kepemimpinan ini memang sudah sangat tua umurnya, namun teruji waktu dan seringkali mendasari berbagai pemikiran tentang kepemimpinan.

Inilah gaya kepemimpinan seorang penasihat kerajaan ternama di zamannya bernama Sun Tzu yang dikenal sebagai The Art of War. Praktikkan setiap gaya kepemimpinannya untuk memenangi persaingan bisnis yang semakin sengit.

Senjata Ampuh Tercipta Berabad-abad Lalu

Senjata terkenal sejak zaman dahulu kala bukanlah terletak pada senjata yang digunakan atau seberapa besar armada perang dan prajurit bahkan kekuatan dari pemegang senjata. Strategi adalah senjata terampuh yang sudah diperkenalkan sejak 500 tahun sebelum masehi oleh seorang filsuf praktis asal Tiongkok bernama Sun Tzu.

Seni berperang yang ia tuliskan dalam bilah-bilah bambu sudah diakui oleh dunia internasional sebagai sebuah resep yang handal untuk meraih sebuah kemenangan. Banyak pemimpin dan raja-raja zaman terdahulu yang sudah mengadopsi cara berpikir dan setiap strategi ampuh dari Sun Tzu untuk memenangkan setiap pertempuran.

Strategi Sun Tzu digunakan oleh Genghis Khan di abad ke-13 dalam menaklukkan wilayah kekuasaannya mulai dari Mongol, China, Siberia hingga mendekati Eropa.

Napoleon di masa muda membaca dan mempelajari buku itu dari para rahib Jesuit yang menterjemahkannya dari bahasa China di tahun 1782.

Cara berpikir dan bertindak Mao Tse Tung juga sangat dipengaruhi strategi Sun Tzu, seperti terlihat dalam buku Merah Mao.

Hitler juga mempelajari strategi Sun Tzu, dan menggunakannya saat merebut Polandia dalam operasi ‘Blitzkrieg’ yang berlangsung 2 minggu.

Di tahun 1991, dalam operasi Desert Storm dan Desert Shield di kawasan Teluk, setiap anggota Marinir Amerika memiliki dan mempelajari buku strategi perang Sun Tzu. Strategi itu terbukti tetap relevan walau telah melewati rentang waktu ribuan tahun.

Mari kita simak Strategi Sun Tzu, The Art of War

Seni tertinggi perang adalah untuk menaklukkan musuh tanpa pertempuran.
Tampak lemah ketika Anda kuat dan kuat ketika Anda lemah.
Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut hasil dari seratus pertempuran. Jika Anda mengenal diri sendiri, tapi bukan mengenal musuh, untuk setiap kemenangan yang diperoleh, Anda pun akan menderita kekalahan. Jika Anda tidak tahu akan musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap pertempuran.
Keunggulan terbesar terdiri dari memecah perlawanan musuh tanpa pertempuran.
Semua perang didasarkan pada tipu daya.
Biarkan rencana Anda menjadi gelap dan tak tertembus bagaikan malam, dan ketika Anda bergerak, bergeraklah layaknya petir menyambar.
Usahakah memiliki teman dekat, begitu juga musuh Anda tetap di dekat Anda.
Seorang pemimpin memimpin dengan contoh, bukan dengan kekuatan.
Untuk mengetahui Musuh Anda, Anda harus menjadi musuh Anda sendiri.
Bisakah Anda bayangkan apa yang akan saya lakukan jika saya bisa melakukan semua yang saya bisa?
Peluang akan berkembang biak saat peluang tersebut direbut.
Bahkan pedang terbaik jatuh ke air garam, pada akhirnya akan berkarat.

Ada lima hal penting untuk kemenangan:
Sang pemenang tahu kapan harus melawan dan kapan tidak melawan.
Sang pemenang tahu bagaimana menangani keduanya kekuatan superior dan inferior.
Sang pemenang adalah mereka yang memiliki tentara dengan semangat yang sama di seluruh jajarannya.
Sang pemenang adalah mereka yang mempersiapkan dirinya sambil menunggu keadaan dimana musuh tidak siap.
Sang pemenang adalah mereka yang memiliki kapasitas militer dan tidak diganggu oleh penguasa.

Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah suara sebelum kekalahan.
Libatkan orang dengan apa yang mereka harapkan; Itulah yang bisa mereka lihat dan diproyeksikan dalam pikiran mereka. Pikiran tersebut mengendap dan memenuhi pikiran mereka.
Bila musuh terlihat kuat, hindari mereka. Jika mereka memiliki semangat tinggi, tekan mereka. Perlihatkan diri Anda dengan rendah hati agar mereka merasa berbangga diri. Jika mereka bersatu, pisahkan mereka. Serang kelemahan mereka. Kejutkan mereka dengan kemunculan Anda.
Kenali diri sendiri dan Anda akan memenangkan semua pertempuran.

Ketika musuh sedang bersantai, buatlah mereka bekerja keras. Ketika mereka merasa kenyang, buatlah mereka kelaparan. Bila mereka sedang tenang, buatlah mereka bergerak.
Bergerak cepat seperti angin dan berkamuflase seperti pohon. Menyerang seperti api dan tetap teguh seperti gunung.
Semua perang didasarkan pada tipu daya. Oleh karena itu, ketika mampu menyerang, kita harus tampak tidak mampu ketika menggunakan kekuatan kita. Kita harus tampak tidak aktif. Ketika kita dekat, kita harus membuat musuh percaya bahwa kita jauh, ketika kita masih jauh, kita harus membuat musuh percaya bahwa kita dekat.
Tidak ada negara yang memperoleh manfaat dari perang yang berkepanjangan.
Membangun jembatan emas untuk mundur bagi lawan Anda.
Anda harus percaya pada diri sendiri.
Jika musuh Anda aman di semua titik, bersiaplah untuknya. Jika dia memiliki kekuatan yang superior, hindarilah dia. Jika lawan Anda temperamental, usahakan mengiritasi dia. Berpura-pura terlihat lemah untuk membuat mereka berbangga hati. Jika musuh merasa nyaman, jangan beri dia waktu untuk istirahat. Jika pasukannya bersatu, pisahkan mereka. Jika mereka tunduk pada suatu kedaulatan, buatlah mereka agar terbagi. Serang pada titik ketidaksiapan mereka dan muncul di tempat yang tidak terduga.
Jadilah sangat halus bahkan sampai tak berbentuk. Jadilah sangat misterius bahkan sampai tidak terdengar sedikitpun. Dengan demikian Anda bisa menentukan nasib lawan.
 Kemenangan terbesar terjadi ketika kita tidak melakukan pertempuran.
Bila Anda mengelilingi tentara, buatlah sebuah jalan keluar bagi mereka. Jangan menekan musuh terlalu keras dan membuat mereka putus asa.
Semua peperangan didasarkan pada penipuan.
Perlakukan orang-orang Anda seperti anak-anak Anda yang terkasih. Dan mereka akan mengikuti Anda ke lembah terdalam.


Sumber :
https://www.finansialku.com/sun-tzu-art-of-war/

Wednesday, September 12, 2018

2 Profesi Bidang Data Bergaji Fantastis

2 Profesi Bidang Data Paling "Seksi" Bergaji Fantastis di Masa Depan

Tahun 2012, Harvard Business Review  melalui artikel Data Scientist: The Sexiest Job of the 21st Century telah memprediksi data scientist sebagai peluang profesi masa depan. Prediksi itu kini terbukti.

Tahun 2018, McKinsey Global Institute dan McKinsey's Business Technology Office menyatakan bahwa data scientist di AS diprediksi baru mencapai 190.000 orang. Padahal, kebutuhan industri terhadap profesi ini kini sangat tinggi.

Pantas kalau saat ini, banyak perusahaan berani menggaji profesi ini dengan bayaran ‘fantastis’.  Feris Thia, Content Principle dari Program DQLab.id sekaligus Founder PHI-Integration –, startup Big Data yang baru saja mendapat investasi dari East Ventures dan Skystar Capital menyebutkan bahwa saat ini ada dua profesi di bidang data yang paling dicari dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

1. Data Engineer 
"Di zaman serba digital seperti sekarang ini, hampir seluruh aktifitas kita tercatat baik di aplikasi smartphonemaupun pada berbagai perangkat seperti EDC kartu kredit," ujar Feris yang melalui PHI sudah lebih dari 15 tahun berpengalaman memberikan solusi di bidang manajemen data. 

Berbelanja, berkomunikasi, meeting, bahkan layanan konsumen pun dilakukan lewat aplikasi. Setiap aplikasi tersebut pastinya akan menghasilkan data, tambahnya. "Bayangkan ada ribuan, jutaan bahkan miliaran data yang dihasilkan dan berpotensi untuk menghasilkan insight penting bagi organisasi dan bisnis dari skala kecil sampai besar," kata Feris.

Realitanya, data-data dalam jumlah kecil maupun besar tersebut sering masih bersifat mentah, banyak masih "kotor" dan belum tervalidasi sehingga kualitas data menurun. Tentunya laporan yang dihasilkan juga tidak bagus atau berkualitas rendah.

Data ini perlu diolah sehingga akhirnya mendapatkan kualitas data tinggi dan terintegrasi dengan baik (high quality connected data). Ibarat minyak, perlu diolah dari bahan mentah menjadi berbagai produk yang siap digunakan.

Laporan yang dihasilkan pun menjadi lebih cepat tersaji dan dapat dipercaya. Bahkan, dengan teknologi machine learning model, dapat dihasilkan rekomendasi otomatis yang dapat meningkatkan daya saing bisnis. Hal ini membuat setiap perusahaan membutuhkan profesi Data Engineer.

Data Engineer bertugas mengambil data, mengumpulkan data, mengolah data kotor hingga dapat menghasilkan data berkualitas untuk dianalisa Data Scientist. Proses ini disebut juga dengan data preparation/data wrangling dan data cleansing.


2. Data Scientist 
Setelah diolah Data Engineer, proses pengolahan data kemudian dilanjutkan Data Scientist. Data Scientist dapat diibaratkan pilot pesawat yang mengendalikan teknologi pengolahan data untuk dianalisis hingga dapat menghasilkan insight atau rekomendasi bermanfaat untuk bisnis.

Data Scientist merupakan profesional yang memiliki kompetensi di 3 bidang fundamental: yaitu statistika, bahasa pemrograman dan konteks bisnis variatif.

Data Scientist mengandalkan kemampuan menganalisa data seperti melakukan data preparation sederhana (menggabungkan sumber data, memastikan konsistensi dataset), data exploration (memilih faktor atau alogaritma berpengaruh terhadap hasil prediksi berdasarkan informasi yang ingin didapat), dan data visualisation (membuat infografis/visualisasi membantu pengambil keputusan dalam memahami data).

Untuk menjadi Data Engineer maupun Data Scientist  handal tentu dibutuhkan kemampuan spesifik dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman praktis. Kabar baiknya, Data Science bukan ilmu rocket science yang tidak dapat dipelajari.

Bahkan, seseorang dengan tanpa latar belakang IT pun dapat mempelajarinya. Dengan mengetahui cara memulai secara bertahap, exposure ke beragam studi kasus, dataset, pengetahuan akan penerapan algoritma, dan tools yang tepat, kita bisa menjadi seorang Data Scientist.

"Sebagai gambaran, gaji data scientist untuk fresh graduate saat ini sudah mencapai 12-15 juta. Profesional sudah pasti di atas angka 20 juta rupiah," ungkap Feris. Keahlian menjadi seorang Data Scientist bisa didapatkan dengan bergabung di program DQLab, sebuah program belajar data science, di mana kita dapat belajar berbasiskan proyek real case scenario dan dataset yang mencerminkan kebutuhan industri.


Sumber :
https://edukasi.kompas.com/read/2018/08/07/15412661/2-profesi-bidang-data-paling-seksi-bergaji-fantastis-di-masa-depan

Wednesday, September 5, 2018

Menyusun Strategi Pemasaran


Bagaimana Menyusun Strategi pemasaran?

Apakah Anda sedang belajar menulis/menyusun strategi pemasaran? Bisnis membutuhkan strategi pemasaran yang cerdas untuk semua fase pertumbuhan.

Ikuti langkah-langkah berikut dalam menuliskan strategi pemasaran untuk memposisikan bisnis Anda menuju kesuksesan.

Mengidentifikasi dan mempelajari lebih lanjut tentang audiens yang menjadi target Anda. 
Tugaskan tim marketing Anda untuk menuliskan rincian tentang target audiens Anda secara detail untuk menentukan kebutuhan mereka, dan jika mereka membeli produk atau jasa Anda, apa alas an mereka apakah karena emosional atau fungsional.

Tentukan apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana produk atau jasa Anda. 
Dapatkan gambaran yang jelas tentang mengapa target pelanggan membeli produk Anda. Jika Anda tidak memiliki data pelanggan, lakukan riset dalam persaingan industry anda untuk membuat kesimpulan.

Lihatlah pesaing Anda. 
Cari tahu apa keunikan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Lakukanlah riset ke target audiens dan industry untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan masalah mereka.

Kembangkan Unique Selling Proposition Anda. 
Buatlah daftar lengkap dari manfaat produk atau layanan yang akan Anda tawarkan. Kemudian tentukan elemen yang membuat bisnis Anda unik. Carilah atau buat perbedaan yang menarik dari daftar ini yang akan membedakan penawaran Anda dari pesaing dalam pikiran audiens target Anda. Misalnya, misalnya anda memiliki barang langka, lebih banyak pilihan, kualitas yang lebih tinggi, atau perputaran yang cepat.

Pertimbangkan metode pemasaran yang potensial. 
Ada banyak cara untuk memasarkan bisnis Anda, baik yang gratis ada juga yang berbayar. Masukkan semua cara yang mungkin dari pemasaran. Misalnya, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan siaran pers, iklan baris, radio, artikel pemasaran, blogging, billboard, dan alat pemasaran lainnya.

Pilih satu atau lebih metode pemasaran berdasarkan efektivitas dan anggaran Anda. 
Beberapa cara pemasaran akan lebih sesuai dengan bisnis Anda tergantung dengan produk atau layanan dan Anggaran Anda.

Tuliskan ringkasan strategi pemasaran dalam beberapa kalimat dengan menggunakan riset pemasaran Anda dan secara jelas menjawab pertanyaan siapa, apa, mengapa, di mana, dan bagaimana dalam beberapa alinea.

Jalankan strategi pemasaran Anda dengan komunikasi dan tujuan yang jelas.
Lacak dan ujilah efektivitas kampanye pemasaran Anda untuk dapat meningkatkan atau menghentikan kampanye berdasarkan kinerja. Jika diperlukan, Anda bias merevisi strategi pemasaran Anda sesekali atau sesuai kebutuhan.

Sangatlah penting memahami target audiens Anda secara keseluruhan. Juga sangat penting untuk melacak semua kampanye pemasaran Anda untuk efektivitas.

Anda harus dapat mengoptimalkan semua iklan dengan kinerja maksimal di lokasi terbaik. Bersikaplah realistis terhadap strategi pemasaran Anda dengan mempertimbangkan tujuan bisnis, dan sumber daya Anda.


Sumber :
https://marketing.co.id/bagaimana-menyusun-strategi-pemasaran/

Contoh Iklan Online sebagai Soft Selling


Iklan Online dan Softselling
Kamu pasti butuh contoh menulis iklan online dan soft selling alias yang enggak kelihatan jualan, kan? Baik online shop yang menjual produk, atau freelancer yang menawarkan jasa seperti profesi penulis, dll.

Nah, kamu tinggal tiru dan modifikasi contoh-contoh di bawah ini, terus posting di status facebook, fanpage, instagram, atau blog. Berikut ini pengalaman sebagai copywriter.

Satu. 
Menulis tips seputar bidang yang digeluti. Misalnya, kamu jualan buku seputar keuangan. Nah, buat tulisan tentang tips di dunia keuangan saja, seperti tips mengelola uang belanja, tips mencatat keuangan bisnis, tips memilih tabungan jangka panjang, tips jadi orang pelit tapi mengaku irit, ups.

Dua. 
Kasih edukasi ke followers soal pentingnya membeli produk atau menggunakan jasa kamu. Sebelum membuat tulisan iklan, kira-kira pakai sudut pandang apa agar pembaca merasa yakin kalau harus pakai produk/jasa kamu. Misalnya, kamu ingin menawarkan jasa sebagai penulis iklan di media sosial atau copywriter, maka bisa menulis mengapa semua perusahaan kini wajib memiliki copywriter.

Dewasa ini, hampir semua perusahaan memiliki media sosial. Sayangnya, media sosial hanya seperti pajangan produk saja. Maka, profesi copywriter bisa membantu Anda menuliskan naskah iklan soft selling di media sosial. Setidaknya, Anda akan mendapatkan tiga manfaat dari seorang copywriter.

1. Copywriter akan menuliskan status promosi di fanpage. 
Sekilas, tulisan tersebut memang biasa, tetapi mengandung unsur ajakan agar followers suka kepada produk Anda. Dengan membaca tulisan iklan tadi, followers jadi tahu kalau perusahaan Anda menjual berbagai produk. Selanjutnya, mereka akan tertarik dan membeli produknya.

2. Media sosial bisa menjadi alat branding.
Copywriter akan membuat tulisan secara berkala. Misalnya, rutin membuat dua posting dalam sehari. Maka, perlahan-lahan akan membuat followers tahu branding perusahaan Anda. Contohnya, copywriter kerap menulis soal fashion, maka follower akan menilai perusahaan Anda identik dengan dunia fashion.

3. Bisnis Anda terkesan profesional
Jika memiliki copywriter, maka tidak hanya rutin up date, tetapi juga menambah penilaian followers. Mereka akan lebih menilai produk Anda lebih terpercaya jika dilihat dari isi postingan yang rutin dan tertata. Secara tidak langsung, itu menunjukkan kalau perusahaan Anda profesional.

Tiga. 
Kaitkan hal yang tengah booming dengan produk/jasa. Misalnya, kamu punya toko buku online dan sebentar lagi bertepatan dengan hari buku nasional. Nah, kamu bisa memanfaatkan momen tadi. Eit, contoh iklan di bawah ini tidak berlaku buat kamu yang jualan buku tabungan, buku diary, atau buku kredit.

1. Menulis resensi buku. 
Selama seminggu sebelum dan sesudah hari buku, kamu bisa menulis review buku di blog. Postingan itu bisa jadi referensi viewers blog kamu dalam memilih buku bacaan nantinya.

2. Posting foto cover buku-buku favorit di media sosial. 
Tujuannya itu secara tidak langsung mengajak followers kamu mau membaca buku.

3. Sumbang buku ke perpustakaan, atau taman baca, dll. 
Pokoknya kasih buku gratis di tempat yang menerima buku-buku.


Empat. 
Buat cerita mengenai aktivitas kamu hari ini terus selipkan nama produk/jasanya. Pembaca bisa jadi tidak sadar kalau itu tulisan promosi. Tapi setidaknya mereka sudah tahu soal produk/jasanya. Untuk bentuk artikel yang seperti ini memang lebih ke brand awareness, tapi tidak menutup kemungkinan juga membuat pembaca tertarik dan menjadi konsumen nantinya.

Kekuatan iklan online tidak hanya berupa tulisan, ada baiknya upload juga foto/grafis/gambar/dll yang berkaitan dengan isi naskah.


Sumber :
https://www.wurinugraeni.com/2016/09/contoh-iklan-online-dan-softselling.html

Soft Selling vs Hard Selling

Seperti apa tehnik berjualan online yang ampuh? Apa itu soft dan hard selling? Simak ulasannya di sini!

Berjualan online harus ada tehniknya, dalam dunia marketing terdapat dua tehnik promosi yang terkenal yang disebut sebagai Soft Selling dan Hard Selling. Tehnik ini berlaku untuk semua media seperti  tv, radio, koran, majalah, reklame papan iklan dan lain-lain.

Apa itu Hard Selling dan Soft Selling?
Hard Selling adalah tehnik promosi yang dilakukan secara langsung tanpa pendekatan dan to the point, istilah hits-nya ‘take it or leave it’, promosi yang memaksa, pilihannya hanya dua ‘beli atau gak beli’. 
Kebalikannya, Soft Selling adalah tehnik promosi yang dilakukan secara halus dengan kata lain tehnik marketing yang tidak disampaikan promosi secara langsung. Istilah hits-nya, pendekatan terlebih dahulu untuk bisa memupuk kepercayaan konsumen.  Tujuan soft selling adalah  menjalin hubungan nyaman dengan konsumen yang diarahkan kelak kepada penjualan.

Berlakukah sebagai tehnik berjualan online?
Jawabannya ya.  Keduanya justru diperlukan untuk promosi untuk berjualan online. Menurut Joko Susilo, pakar SEO dan internet marketer, keduanya dapat dikolaborasikan asal tepat karena keduanya memiliki peranan penting dalam berjualan online.

Soft selling dibutuhkan untuk menghimpun komunitas atau memupuk hubungan baik dengan follower, Anda bisa membuat posting yang menarik hati follower Anda, terlebih jika toko online anda terbilang baru. Tehnik soft selling sangat diperlukan pasalnya Anda harus memberi kesan dan membangun kepercayaan dari follower dan publik.

Apa yang terjadi  jika tehnik soft selling berhasil dilakukan?
Traffic pengunjung situs atau akun media social Anda akan tinggi. Saat itulah tehnik Hard Selling akan mudah dilakukan.

Bagaimana cara membuat  promosi ala soft selling?
Soft selling bisa dilakukan pada tool apapun, baik blog atau media social. Mengingat beragam mesia social maka beragam juga cara promosi dengan tehnik soft selling sesuai karakteristik media social itu sendiri.

Soft Selling untuk Brand Personal dalam tehnik berjualan online?
Kita bisa membuat berbagai konten posting yang beragam seperti tips, quote, quiz, atau infomasi menarik  atau bahasan tertentu yang berkaitan dengan brand Anda. Tujuannya menggaet follower dan memupuk kesan serta kepercayaan customer terhadap brand anda. Itu semua termasuk tehnik soft selling, prosesnya berlangsung lama dan continues.

Soft selling  dipercaya akan  membuat brand anda bertumbuh secara alami dan tidak memaksa. 
Berbeda dengan hard selling, justru jika dilakukan untuk personal brand, dilakukan promosi terus menerus  maka yang terjadi  customer  akan hilang meninggalkan anda.

Demikian ulasan menarik mengenai tehnik berjualan online dengan cara soft selling dan hard selling.


Sumber :
https://www.bandros.co.id/blog/tehnik-berjualan-online-soft-selling-vs-hard-selling.html

Tuesday, September 4, 2018

4 Jenis Karakter Orang Introvert


Mengenal 4 Jenis Karakter Orang Introvert, Kamu yang Mana?

Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian mereka masing-masing, salah satunya introvert. Mereka yang tergolong dalam bagian ini biasanya cenderung pendiam, suka merenung, dan lebih perduli tentang pemikiran dalam dunia mereka sendiri. Uniknya lagi, para introvert ini dibagi dalam beberapa golongan lain sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing.

Melansir laman Yourtango setidaknya ada empat jenis karakteristik dari orang-orang introvert ini. Di antara mereka ada yang tidak suka berinteraksi dan berada di tengah keramaian hingga ada juga jenis orang yang bisa mengendalikan sisi introvertnya tersebut. Simak ulasannya berikut ini.

#1. Introvert sosial
Orang yang ada dalam golongan ini biasanya tidak suka berada di tengah kerumunan yang besar atau mereka lebih suka berada dalam sebuah kerumunan kecil saja. Introvert sosial umumnya lebih memilih menyendiri dalam bersosialisasi dalam kelompok. Mereka umumnya lebih suka kelompok kecil teman atau kesendirian daripada kerumunan dengan banyak orang.

#2. Berpikir introvert
Berpikir introvert pada dasarnya sangat mencerminkan diri, introspektif dan bijaksana. Mereka yang masuk dalam golongan ini lebih suka menghabiskan banyak waktu secara internal dengan cara yang kreatif dan imajinatif.

#3. Introvert yang cemas
Biasanya mereka digambarkan sebagai ‘pemalu’, karena introversi mereka berasal dari perasaan tidak nyaman dengan orang banyak atau kelompok besar. Ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya kepercayaan diri dalam keterampilan sosial mereka. Introvert yang cemas cenderung merenungkan panjang lebar tentang apa yang bisa atau akan terjadi jika mereka telah menghadiri suatu kegiatan, bagaimana hal-hal bisa terjadi atau akan menjadi sangat salah.

#4. Introvert terkendali
Golongan ini bisa digambarkan sebagai sosok ‘pendiam’. Mereka bergerak lebih lambat dan sering lebih lama untuk mengambil tindakan. Bahkan, mereka adalah tipe orang yang akan bangkit dari tempat tidur untuk menyambut dunia. Mereka lebih memilih untuk menikmati waktu dan bergerak dengan cara mereka sendiri.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Mengenal+4+Jenis+Karakter+Orang+Introvert+Kamu+yang+Mana-nGgDrg

14 Kebiasaan Buruk Pelamar Kerja


Terlihat Sepele, 14 Kebiasaan Pelamar Kerja Ini Paling Bikin HRD Sebel

Kamu yang sedang cari kerja, apalagi yang masih fresh graduate, cobalah sekali-kali memahami sudut pandang dan perasaan HRD. Bukan kenapa-kenapa, tapi HRD itu gak cuma mengangkat seseorang karyawan dari skill dan pengalaman saja. Kepribadian pelamar juga dijadikannya perhatian karena ini menentukan kecocokannya dengan lingkungan kerja.

Mari simak 14 kebiasaan pelamar kerja ini paling bikin HRD sebel!

1. Saat mengirimkan lamaran kerja, email hanya berisi attachment saja. Entah malas atau lupa, pelamar gak bikin opening di body email

Mengirimkan email lamaran kerja denganopening pada body email, gak cuma memperjelas lamaranmu. Itu juga menunjukkan keseriusanmu dalam proses lamaran dan manner atau sopan santunmu dalam dunia kerja. Karena dalam dunia kerja, akan ada banyak urusan via email yang disampaikan secara resmi. Apa susahnya menulis “Dear HRD”, maksud lamaran, dan “Best regards”?


2. Attachment file diberi nama yang aneh-aneh nan nyeleneh. Misalnya, "CV Ana Suharti terbaru September 2018 (revisi) paling fix update bener"

Ayolah! Jauhkan kebiasaan kamu saat revisi tugas kuliah atau skripsi. Sebelum mengirimkan attachment, pastikan nama filenya rapi dengan penulisan yang sesuai EYD. Niscaya, kamu akan mempermudah kerja HRD saat menilik CV. HRD pun akan mengapresiasi niatmu yang sungguh-sungguh.


3. Pelamar gak baca cermat lowongan, apalagi soal penempatan. Setelah proses panjang, HRD merasa sia-sia karena gak dapat karyawan yang diinginkan

Jika tertera butuh karyawan untuk wilayah tertentu, memang wilayah itu yang butuh. Kamu gak bisa semena-mena melamar lowongan itu dan bersikukuh ingin penempatan di kota asal. Ini sangat menyebalkan buat HRD apalagi jika proses rekrutmen sudah sangat panjang dan HRD sudah cocok.
Kamu gagal diterima hanya karena tak mau ditempatkan di wilayah lain. Kalau begini, kamu buang waktumu juga kan?


4. Pelamar gak fast response ketika HRD membalas email lamaran kerja. Ini bikin HRD harus menghubungi lagi via Whatsapp atau email

Karena rekrutmen kerja adalah salah satu agenda perusahaan yang terbilang resmi, gak heran jika penggunaan email untuk pengumuman rekrutmen kerja diutamakan. Jika kamu memang niat bekerja, kamu pun pasti akan memantau email jika sewaktu-waktu muncul panggilan kerja. Memberikan konfirmasi secarafast respons adalah salah satu indikator niatmu.


5. Sewaktu wawancara, pelamar gak tahu apa pun soal perusahaan dan posisi yang dilamar. Artinya pelamar gak cari tahu sama sekali sebelumnya

Menurut Albert Mahendra, Talent Acquisition Kulina.id, orang yang sudah melakukan persiapan mengenai pengetahuan perusahaan itu akan lebih terlihat menarik di mata HRD daripada yang tidak sama sekali. "Ia sudah tahu perusahaan yang dilamar itu perusahaan apa, sudah ada pengetahuan, dan pengalaman mengenai apa yang dilakukan."


6. Ditunggu sampai hari H wawancara dan tes, pelamar batal ikut tanpa kabar sama sekali. Sementara itu, HRD sudah harap-harap cemas…

Dalam hal ini, kamu juga harus memperhatikan bagaimana posisi HRD. Bisa jadi, kamu adalah satu-satunya kandidat yang paling baik dan dinanti-nanti. Makanya, HRD dan segenap tim di belakangnya ingin kamu datang. Ketika hari H tiba, lalu kamu sama sekali tidak muncul tanpa kabar, itu pasti membuat mereka kecewa setengah mati.


7. Pelamar berharap kerjaannya cuma duduk di belakang meja. Mereka cari aman dan gak mau ambil risiko untuk bekerja di lapangan

Jika kamu memang ingin bekerja di belakang meja dan komputer, seharusnya kamu bisa menyeleksi sendiri dari awal. Ketahui lowongan pekerjaan apa saja yang memang sesuai harapanmu. Jangan memaksakan diri agar kamu tetap bisa bekerja di belakang meja kalau posisi yang tersedia adalah marketing atau canvaser. Kamu akan buang-buang waktu dan terkesan cari aman di mata HRD.


8. Sudah minta pekerjaan di belakang meja, pelamar minta gaji tinggi. Padahal mereka gak tahu gimana kondisi sebenarnya dari kerja kantoran

Ada beberapa pertimbangan HRD saat menghadapi permintaan gaji yang tinggi. Di antaranya adalah portofolio pelamar dan hasilnya. Ketika pelamar meminta pekerjaan di belakang meja saja dengan gaji tinggi, HRD pasti pikir-pikir.
Karena kalau hanya ingin menangani pekerjaan dari balik meja, sulit mengukur eskalasi kemampuan pelamar. Padahal ini juga yang menentukan besaran gaji.


9. Kemampuan belum seberapa terukur dan teruji, pelamar menuntut beraneka ragam fasilitas yang gak masuk akal

Sejatinya fasilitas diberikan untuk mendukung kinerja karyawan, terlebih jika ada kejadian-kejadian urgent. Ketika kamu adalah pelamar baru dan kemampuanmu menangani aneka masalah belum teruji, sangat tidak masuk akal jika kamu sudah menuntut macam-macam fasilitas. Sedangkan bosmu saja baru bisa mendapatkan fasilitas tersebut setelah sekian tahun bekerja.


10. Waktu wawancara, pelamar hilang konsentrasi dan gak menyimak pertanyaan baik-baik. HRD jadi harus mengulang-ulang pertanyaan yang sama

Siapkan dirimu baik-baik sebelum wawancara. Sarapanlah yang cukup. Tinggalkan masalah pribadi. Jadilah sosok profesional yang bisa memisahkan masalah pekerjaan dan pribadi, yang selama ini dicari HRD!


11. Ada lho yang keluar ruang sewaktu psikotes berlangsung dan tanpa ijin! Balik-balik, pelamar protes waktunya habis. Gimana HRD gak sebel?

Namanya psikotes, pasti dibatasi waktu karena melibatkan banyak peserta. Waktu ini juga turut menentukan hasil pembacaan tes. Makanya, disarankan tes ini dilangsungkan secara hening dan tanpa distraksi. Kamu gak bisa membuat peserta lain menunggumu hanya demi mengangkat telepon.


12. Sehebat apa pun, pastikan kamu tak bertingkah sok jago saat wawancara. Utamakan hormati HRD yang saat itu tengah menguji

"Orang yang tidak respect pada HRD bisa karena merasa posisinya lebih tinggi. Bentuknya bisa dari telat datang atau seenaknya sendiri menentukan waktu tes," jabar Albert. Terkadang kandidat juga tidak menghargai HRD dengan bermain HP atau hal lain saat wawancara berlangsung. "Itu akan menurunkan nilai pelamar di mata HRD. Perusahaan yang baik akan memperhatikan masukan HRD dan bisa bikin pelamar gugur walaupun punya kemampuan yang dibutuhkan perusahaan," beber pria berusia 27 tahun ini.


13. Ketika alur tes sudah sangat jauh dan HRD cocok, kamu susah dihubungi. Bisa dihubunginya justru saat posisi sudah terisi

"Terkadang pelamar sudah melamar melalui email atau media internet yang lain. Tapi pas dihubungi melalui email, pelamar tidak merespons. Baru meresponsnya sebulan kemudian, waktu perusahaan sudah mendapatkan kandidat yang diinginkan," ungkap Albert. Seharusnya kalau niat, pasti kamu langsung bereaksi bukan?


14. Ketika sudah lolos dari semua tes, kamu hilang tanpa kabar di hari pertama kerja. Parahnya lagi, semua channel komunikasi diblokir

Hal seperti ini bikin HRD serba salah. Setelah buang banyak waktu, ia harus mengulangi proses rekrutmen. "Ada lho pelamar yang gak jadi masuk ke kantor yang diinginkan tapi tanpa pemberitahuan gitu. Kemudian memblokir WA dan juga gak respon semua email yang masuk ke dia," ungkap Albert. Hal ini turut membuat atasan menilai tugas HRD jadi tidak benar.

Di antara 14 kebiasaan pelamar kerja yang paling bikin HRD sebel di atas, mana yang masih sering kamu lakukan? Ubah kebiasaanmu dari sekarang, ya!


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Terlihat+Sepele+14+Kebiasaan+Pelamar+Kerja+Ini+Paling+Bikin+HRD+Sebel-83w0rM

Thursday, August 23, 2018

Tim dengan Jumlah Sedikit

Mengapa Lebih Baik Mempunyai Tim dengan Jumlah yang Sedikit?

Kita hidup di dunia yang berlimpah – makin banyak orang, sumber daya, bangunan besar, produk, dan lebih banyak fitur. Kamu mungkin berpikir perusahaan seperti Facebook mempunyai ratusan desainer. Untuk membuat sebuah tombol “Share” yang sederhana, mereka tentu membutuhkan sebuah tim khusus. Bukankah itu cara tepat untuk melayani satu miliar orang di dunia?

Ketika kamu melihat perusahaan-perusahaan besar mengeluarkan uang secara gila-gilaan untuk membangun tim desain, kamu mungkin akan merasa butuh lusinan atau ratusan desainer. Terutama agar kamu bisa bersaing di era yang sangat terpengaruh oleh aspek desain. Tetapi ternyata hal tersebut tidak benar.

Seringkali, meskipun tidak selalu, penambahan anggota tim adalah bentuk pemborosan. Kita perlahan-lahan lupa bahwa tim kecil justru lebih baik. Karena sebenarnya keterbatasan adalah keuntungan yang tersembunyi.

Efek Ringelmann
Efek Ringelmann adalah kecenderungan individu makin tidak produktif seiring membesarnya jumlah orang di dalam kelompok.

Ringelmann pernah membuat eksperimen terhadap dua puluh siswa. Mereka diminta menarik tali sepanjang lima meter, baik sendiri maupun dalam kelompok dengan jumah bervariasi. Ujung tali tersebut diikat pada sebuah dinamometer.

Ketika tim yang terdiri atas dua orang menarik tali, rata-rata mereka hanya mengeluarkan tenaga 93 persen dibandingkan ketika menarik tali tersebut sendiri. Saat jumlah tim bertambah menjadi tiga orang, tenaga yang masing-masing orang keluarkan hanya 85 persen dan 77 persen ketika tim berjumlah empat orang. Saat jumlah anggota tim mencapai delapan orang, tenaga yang dikeluarkan hanya 50 persen.

Inilah yang para psikolog sebut sebagai efek Ringelmann. Dalam sebuah tim besar, komitmen dan motivasi yang setiap orang miliki untuk memberikan hasil terbaik menjadi berkurang. Kontribusi pribadi menjadi tidak terlihat, sehingga banyak orang memutuskan bergantung pada anggota tim lain.

Di bawah ini adalah beberapa contoh bagaimana tim kecil bisa mengerjakan tugas kreatif dengan jauh lebih baik.

HTM di Nike
HTM adalah nama proyek eksperimen desain yang Nike luncurkan pada tahun 2002. Singkatnya, proyek tersebut mengumpulkan tiga orang desainer dengan satu orang pengambil keputusan untuk duduk bersama di dalam satu ruangan. Mereka diharapkan untuk fokus mengubah desain produk Nike yang telah ada, menjadi sebuah desain produk baru.

Aktivitas tersebut bertujuan mendorong kolaborasi pikiran tanpa ada pengaruh jabatan, politik, atau perintah apa pun, melainkan kebebasan kreativitas.

Aktivitas ini juga merupakan contoh bagaimana para desainer bisa bekerja bersama CEO, daripada hanya menerima perintah seperti yang selama ini terjadi. Dan jika kamu penasaran bagaimana desain produk yang tiga orang tersebut hasilkan, lihat contoh-contoh berikut:

Jumlah tim yang hanya berjumlah tiga orang membuat mereka punya lebih banyak waktu sehingga bisa mempercepat proses produksi. Hal tersebut sangat sulit terlaksana bila mengikuti alur kerja yang biasa perusahaan besar seperti Nike jalankan.

Saat ini, HTM masih terus merilis berbagai desain produk, meski tidak secara rutin.

Riset dengan Lego
Tiga orang profesor dari The University of California, Los Angeles (UCLA) pernah mengadakan riset menggunakan Lego. Dalam eksperimen tersebut, mereka membuat dua tim yang masing-masing terdiri atas dua orang dan empat orang. Kedua tim tersebut diharapkan bisa membuat sebuah bangunan tertentu dengan Lego dalam waktu cepat dan hasil sempurna.

Tim yang terdiri dari dua orang bisa menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu 36 menit. Sedangkan tim berisi empat orang baru bisa menyelesaikan tugas yang sama setelah 56 menit.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena makin banyak orang di dalam sebuah tim, kamu akan memerlukan lebih banyak waktu untuk menyamakan proses berpikir.

Jika ada sesuatu yang salah …
… kebanyakan orang cenderung menambahkan jumlah anggota tim atau waktu ketika ada masalah. Padahal, langkah tersebut malah akan menambah kerumitan masalah pembuatan produk atau ide. Sikap yang tepat justru dengan mengurangi berbagai faktor yang terlibat.

Jika kalian pernah menonton reality show “Kitchen Nightmares”, kalian akan melihat sebuah pola yang chef terkenal Gordon Ramsay gunakan ketika membantu para pemilik restoran. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengurangi daftar menu yang ada, hingga hanya tersisa beberapa jenis makanan.

Mengapa? Para pemilik restoran sering berpikir dengan menambah jenis makanan di dalam menu bisa membuat mereka sukses. Padahal, mereka justru akan menghasilkan makanan berkualitas buruk, dan mendapat masalah dalam mengatur persediaan bahan makanan.

Prinsip yang sama tidak hanya berlaku untuk restoran, namun juga startup yang tengah membangun produk dan tim. Ketika ingin membuat “hal yang besar”, kamu butuh menciptakan batasan kreatif. Jika kamu memilih untuk terus memperpanjang tenggat waktu, menambah biaya, atau jumlah tim, hal tersebut tidak akan pernah berhenti. Hal itu seperti obat yang membuat ketagihan.

Mengapa kita terus menambah jumlah tim secara gila-gilaan, meski hal tersebut tidak efektif?
Ada beberapa faktor. Mungkin kamu hanya merasa iri, mendapat tekanan dari investor dan kompetitor, manajemen yang buruk, atau karena pengaruh buruk dari orang lain di dalam tim. Namun seringkali, kamu terdorong melakukan pemborosan karena merasa mempunyai sumber daya berlebih yang bisa dihamburkan.

Untuk perusahaan yang telah mencapai kesuksesan dalam menggaet pengguna dan meraih pendanaan, ada kecenderungan untuk menambah berbagai hal. Mereka biasanya menambah pengeluaran, tenggat waktu, dan jumlah karyawan untuk menyelesaikan suatu masalah. Mereka berharap hal itu bisa membantu perusahaan untuk maju ke tingkat berikutnya. Namun, hal tersebut tidak selalu menjadi kenyataan.

Tentu sangat sulit …
… membangun produk atau fitur baru hanya dengan tim berisi dua atau tiga orang. Namun justru itulah seninya.

Ada mitos terkenal bahwa untuk membuat gambar lebih baik, kamu membutuhkan kanvas yang lebih besar. Namun semua pekerja kreatif tahu hal tersebut tidak benar.

Terlalu banyak kebebasan bisa mendorong kita membuat karya yang medioker. Tanpa adanya batasan, akan menghilangkan motivasi kita untuk mendobrak batas tersebut.

Orang yang benar-benar kreatif, dan berada di tim kecil dengan sumber daya terbatas, tidak akan kesulitan melaksanakan sebuah tugas. Namun apabila kamu memberi mereka terlalu banyak kebebasan, anggota tim, dan sumber daya, maka kamu akan mendapatkan produk dengan desain berlebih, waktu pengerjaan terlalu lama, mahal, dan berkualitas buruk.

Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah membuat tim kecil untuk menyelesaikan sebuah masalah. Contohnya, jika kamu tidak bisa membuat suatu produk dengan tim yang terdiri dari tiga orang, ini berarti ada dua kemungkinan: kamu merekrut orang yang salah, atau produk yang kamu inginkan memang terlalu rumit untuk dikerjakan.


Sumber :
https://babe.topbuzz.com/a/6592793379250110977?user_id=6571349673088598017&language=id&region=id&app_id=1125&impr_id=6593046269357230338&gid=6592793379250110977&c=fb

Wednesday, August 22, 2018

Micromanagement

Bahaya "Micromanagement" di Tempat Kerja

Micromanagement merupakan gaya kepemimpinan yang ditandai dengan adanya pengawasan dan pengarahan berlebihan dari atasan. Jika Anda adalah seorang atasan, gaya kepemimpinan seperti ini sebaiknya Anda hindari karena dapat berdampak negatif terhadap tim atau anak buah Anda.

Kebanyakan pemimpin yang menerapkan micromanagement umumnya sangat minim dalam hal delegasi. Dia akan selalu mengontrol dan mengatur cara kerja bawahannya. Tanpa ia sadari, hal tersebut hanya akan membuat bawahan menjadi tertekan dan menghalangi mereka untuk berkembang.

Dari hasil survei terhadap para pekerja di Amerika Serikat, ditemukan bahwa micromanagement lebih banyak membawa dampak negatif, salah satunya menurunkan produktivitas karyawan (55 persen).

Nah, seperti apa persisnya bahaya micromanagement di tempat kerja? Berikut penjelasannya:

•    Meningkatkan stres dalam bekerja 
Dipimpin oleh atasan yang ‘over protective’ bisa menimbulkan stres dalam bekerja. Bawahan tidak diberikan kebebasan untuk menyampaikan ide dan pemikirannya, merasa dikendalikan, sehingga ia pun merasa terkekang dan pada akhirnya stres. Demikian pula dengan atasan itu sendiri—ikut merasa stres. Setiap pemimpin punya tanggung jawab lain yang lebih besar dari sekadar berdiri di samping bawahan, sambil mengawasi dan mengarahkannya tanpa henti. Dengan micromanaging, beban kerja seorang atasan justru makin bertambah sehingga tingkat stresnya pun bertambah.

•    Membunuh potensi karyawan 
Seorang micromanager cenderung menutup diri terhadap masukan orang lain—terutama bawahannya. Ia pun biasanya tidak berani melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Alhasil, para bawahan jadi kesulitan menunjukkan potensinya sehingga sulit berkembang. Mereka bahkan takut untuk mengambil inisiatif, karena sang atasan tidak membebaskannya. Jika Anda dihadapkan pada situasi demikian, sebaiknya pertimbangkanlah untuk mulai mencari perusahaan baru di sini. Jangan lama-lama bertahan di lingkungan kerja yang menghambat potensi karyawan. Sebab, masa depan karier Anda yang dipertaruhkan.

•    Menghalangi kesuksesan perusahaan 
Pemimpin yang melakukan micromanaging cenderung perfeksionis, namun di saat yang sama ia hanya percaya pada dirinya sendiri. Padahal pada kenyataannya, sempurna menurut dia belum tentu yang terbaik untuk perusahaan. Justru sangat tidak menutup kemungkinan para bawahan punya ide atau inovasi yang dapat menciptakan kesuksesan besar perusahaan. Sebuah perusahaan bisa berhasil jika melibatkan seluruh karyawannya. Nah, jika Anda ingin menjadi bagian dari kesuksesan perusahaan, pilihlah perusahaan yang dapat memberikan kesempatan tersebut.


Sumber :
https://ekonomi.kompas.com/read/2016/09/25/160000926/bahaya.micromanagement.di.tempat.kerja.

Wednesday, August 15, 2018

8 Prinsip yang Mempengaruhi Calon

Diambil dari hasil penelitian Robert Cialdini, dalam bukunya The Psychology Influence of Persuasion. 8 prinsip ini bisa Anda gunakan dalam melakukan penawaran sehingga bisa lebih efektif lagi menghasilkan closing.

1. Reason (Alasan)
2. Social Proof (Bukti Sosial)
3. Liking (Suka)
4. Authority (Otoritas)
5. Reciprocity (Timbal Balik)
6. Commitment (Komitmen)
7. Scarcity (Kelangkaan)
8. Attribution (Pelabelan)


1. Reason (Alasan)

Untuk melakukan sebuah tindakan, setiap orang memerlukan sebuah ALASAN
Contoh :
Daftar sekarang karena promo berakhir hari ini
Produk ini telah terbukti efektif karena 1250 orang sudah merasakan kepuasannya
Termasuk dalam aktifitas jual beli, oleh karena itu dalam kalimat promosi Anda selalu berikan alasan mengapa mereka harus membeli dari Anda


2. Social Proof (Bukti Sosial)

Dalam teori psikologi, ternyata banyak orang melakukan sesuatu karena ikut-ikutan yang lain
Contohnya Anda lebih memilih tempat makan yang ramai dibanding yg sepi, atau menghampiri toko yang penuh pembeli
Dalam promosi juga Anda bisa gunakan strategi ini dengan menunjukkan data jumlah pembeli, testimoni, endorse dll
Karena asumsi orang-orang ketika ramai, atau yg berkerumun berarti kualitasnya baik, dan mereka merasa aman karena ada orang lain melakukan hal sama


3. Liking (Rasa Suka)

Rata-rata orang membeli di tempat atau di orang yang mereka sukai
Bisa dari teman, tetangga, atau bahkan idola, bisa juga dari penjual yg ramah, perhatian, dan baik
Nah untuk meningkatkan penjualan Anda, jadilah penjual yang disukai
Dengan cara rutin berinteraksi, gunakan bahasa sesuai target market, dan buat mereka mengenal Anda dengan baik


4. Authority (Otoritas)

Kata-kata dari orang yang memiliki otoritas lebih tentunya akan lebih berpengaruh daripada tidak
Mereka akan lebih dipercaya sehingga mengurangi keraguan calon pembeli saat memberikan penawaran
Oleh karena itu bangunlah otoritas Anda sendiri dengan personal branding, kuncinya belajar dan praktek
Anda juga bisa gunakan otoritas orang lain dengan endorse, testimoni ahli, hasil uji, sertifikasi dll


5. Reciprocity (Timbal Balik)

Orang Indonesia khususnya memiliki kultur baik yang bernama balas budi
Ketika diberi, maka orang akan cenderung ingin memberi balik
Oleh karena itu jika Anda ingin menerima pembelian dari calon pembeli, maka awali dengan memberi sesuatu
Bentuknya bisa dalam berbagai konsep, bisa reward, giveaway, sharing, bonus, preview dll


6. Commitment (Komitmen)

Setiap dari kita memiliki keinginan untuk berkomitmen pada suatu hal
Sehingga jika orang tersebut sudah berkomitmen di awal dengan Anda maka seterusnya ia akan lebih mudah melakukan komitmen yg lain
Teknik yang bisa gunakan adalah teknik yes set, yaitu dengan mengajukan pertanyaan yg jawabannya ya, ya, ya maka permintaan yg ketiganya pun akan ya juga
Bisa juga Anda memberikan penawaran bertahap mulai dari produk gratis, lalu yg murah dan baru ke yg mahal


7. Scarcity (Kelangkaan)

Sudah menjadi lazim sesuatu yang langka menjadi hal yang berharga
Dan banyak orang yang kemudian segera melakukan sesuatu sebelum kehilangan mendapatkan produk tersebut
Ini bisa  digunakan pada tiap promosi Anda dengan membatasi jumlah atau waktu promosi yang berlangsung


8. Attribution (Pelabelan)

Banyak orang yang senang jika dikategorikan dengan tipe tertentu.
Ada juga yang senang jika dimasukkan ke dalam kelompok tertentu yang ia senangi.
Contoh jika seseorang melabelinya dirinya sebagai fans klub sepakbola tertentu, tentunya akan sulit untuk menolak jika ada yg menawarkan baju klub tsb
Anda juga bisa menggunakan label ini untuk diasosiasikan dengan produk Anda, tentunya harus disesuaikan dengan produk
Misal
Pak yg beli di perumahan/apart ini banyak executive muda seperti bapak, dan juga mereka masih keluarga2 muda seperti bapak lho..
Halo Bu, yuk miliki 1 unit apart di tmpt kami sebagai bentuk hadiah perkawinan.. pasti bapak sgt senang mendengar ibu pintar mengolah uang menjadi sebuah aset, seperti ibu2 jaman now...

Tuesday, August 14, 2018

The Law of Attraction

Apa yg anda pikirkan, itulah yg akan terjadi.

  • Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.
  • Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.
  • Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal.
  • Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.


Inilah, The Law of Attraction Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatullaah yang berlaku di alam semesta.

You are what you think (Anda adalah apa yang Anda pikirkan).

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.

Tugas kita hanya 2, yaitu : Berusaha optimal dan berdoa.

Sedangkan selanjutnya itu Kuasa ALLAH SWT


Pikirkan yang baik2, berkata yg baik, Bertindaklah yg Baik- Baik, dan Insyaa Allah yg datang juga yang Baik- Baik!

Semoga kita menjadi lebih baik


Sumber :
dari berbagai sumber

Monday, August 13, 2018

Promosi yang Mengugah Orang untuk Action


Saat membuat promosi perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Judul promo.
2. Latar belakang penawaran (storytelling).
3. Penjelasan singkat produk.
4. Alasan.
5. Call to action.
6. N.B.

Elemen yang pertama diperhatikan saat melakukan promosi tentunya adalah Judul promosi

Judul promosi yang kita buat HARUS bisa mencuri perhatian calon buyer/agent. Harus menarik!

Kalau dari judul promosinya saja sudah tidak menarik, bagaimana kita bisa meyakinkan calon pembeli/agent? Jangankan sanggup meyakinkan mereka, membuat mereka melirik promosi kita saja tidak berhasil.

Beberapa kata yang bisa digunakan untuk judul promo.

- Akhirnya
- Seru
- Eksklusif
- Fantastis
- Pertama
- Gratis
- Dijamin
- Luar biasa
- Rahasia
- Terbatas
- Ampuh
- Terungkap
- Spesial
- Segera
- Terbaru
- Sekarang
- Mudah

Nah berikut beberapa contoh judul promo dari kata-kata diatas.

 TERUNGKAP
Terungkap cara menguasai seluk beluk property dalam 7 hari

RAHASIA
Ini dia rahasia membeli Property dgn untung

GRATIS
Mau gratis konsultasi bisnis Property? Silahkan cek ini.

MUDAH
Kini hadir cara mudah memulai Bisnis Property


Ada cara lain dalam membuat judul:

Janjikan manfaat

Teknik ini sering digunakan oleh banyak penjual yang jago jualan. Kuncinya adalah memberikan janji kepada calon pembeli. Namun perlu ingat, janji yang Anda berikan memang harus benar-benar bisa terbukti.

Contoh:
- Ternyata Proyek2 .....
- Ikuti program.....


Berikan Alasan

Variasi pembuatan judul promo yang menarik lainnya adalah Anda bisa mengangkat tentang alasan mengapa konsumen harus menggunakan produk Anda sehingga isi iklan Anda akan berisi alasan mengapa perlu menggunakan produk yang Anda tawarkan ini.

Contoh:
- 7 Alasan yang wajib Anda tahu rumah syariah.....
- Ini dia alasannya mengapa property ini banyak dibeli orang.


Judul Promosi Penasaran

Kita pun bisa membuat judul promosi yang membuat pembaca menjadi penasaran agar pembaca akan membaca lebih lanjut.

Dengan membuat si pembaca penasaran, akhirnya mendorong pembaca untuk mencari tahu informasi lanjutan dari judul promosi yang Anda buat. Ingat! Kuncinya membuat pembaca penasaran ya.


Contoh:
- Akhirnya hadir rahasia cepat closing tanpa pusing
- Ini dia Investasi paling menguntungkan tahun ini!


Sumber :
dari berbagai sumber

Thursday, July 26, 2018

Punya Bisnis?

Punya bisnis?

Saran saya, "Belajarlah memulai bisnis dan MENGELOLA bisnis."

Dengan belajar, dengan ilmu, risiko-risiko bisnis dapat ditekan. Aktivitas-aktivitas bisnis pun menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Apalagi kita tahu, saat ini inovasi perlu dirancang dengan cermat, nggak bisa lagi dadakan atau karbitan.

Memang, action itu teramat perlu. Mutlak. Tapi nggak cukup. Perlu ilmu. Perlu perencanaan. Perlu analisa. Terutama untuk ekspansi bisnis atau membesarkan bisnis. Kalau coba-coba sekenanya, malah lebih menguras waktu dan biaya. Itulah yang dulu saya alami.

Dalam menjalankan bisnis pada tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya, saya menyukai sesuatu yang terukur. Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Kalau tidak terukur, apa yang mau ditingkatkan?

Omset, diukur.
Profit, diukur.
Zakat, diukur.
Jumlah karyawan, diukur.
Kinerja karyawan, diukur.

Kemudian, dievaluasi untuk ditingkatkan.

Sekali lagi, action itu perlu. Berani itu perlu. Terutama untuk memulai. Tapi, untuk membesarkan, kita perlu ilmu. Perlu perencanaan. Perlu analisa. Nggak bisa asal action.

Soal membesarkan bisnis, teman-teman bisa belajar dari Mr Joss, Dedy Duit, dan Wendi Abdillah. Boleh juga jadi mitra mereka. Setahu saya, mereka senang sekali berbagi ilmu untuk entrepreneur dan calon entrepreneur.

Mudah-mudahan dengan belajar dan tahu hal-hal teknis, bukan sekedar motivasi, bisnis kita bisa membesar dan menaungi banyak orang. Berkah berlimpah. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Friday, July 20, 2018

Profesional atau entrepreneur?

Apa profesi Anda? Profesional atau entrepreneur?

Di antara kita, sebagian memilih jadi profesional, sebagian lagi memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Kakek saya, ayah saya, ibu saya, dan kakak saya, mereka semua memilih jadi profesional, sepanjang hidup mereka. Dan mereka-lah yang menafkahi saya sebelum saya mencari nafkah sendiri. Tanpa mereka, saya nggak akan jadi apa-apa.

Gimana dengan entrepreneurship?

Inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, ketika muda, Anda punya banyak waktu untuk menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar pun bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Jempol + Internet = Duit

Bijaklah. Ketika orang lain menghabiskan waktu bersama gadget dan komputernya, Anda malah menghasilkan uang melalui gadget dan komputer Anda. Keren nggak tuh? Yah keren banget!

Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Semoga hidup Anda semakin berkah dan semakin berlimpah dengan menjadi entrepreneur, dengan memanfaatkan masa muda, dengan memanfaatkan internet, socmed, dan gadget. Aamiin.

Thursday, July 19, 2018

Belanja Online

Indonesia, dari segi waktu penggunaan internet, menempati peringkat keempat dunia, dengan durasi rata-rata menggunakan internet hampir 9 jam setiap harinya. Bayangkan, hampir 9 jam setiap harinya! Yang saya kuatirkan, itu cuma untuk shopping dan senang-senang saja, bukan untuk tujuan produktif.

Ternyata ada peringatan bahaya lain untuk kita semua. Apa itu? Kertegantungan belanja online mulai marak dan merebak di masyarakat Indonesia.

Ada tiga cirinya.

Pertama, memiliki lebih dari 3 kartu kredit yang aktif untuk belanja. Sebaiknya berhati-hati jika kita sudah menggunakan lebih dari 3 kartu kredit untuk belanja online, bahkan tanpa sadar telah berbelanja melebihi income bulanan.

Kedua, menghabiskan lebih dari 3 jam sehari untuk melihat-lihat fitur belanja online. Ketagihan belanja online dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Perhatikan baik-baik, kebiasaan ini bisa mengganggu pekerjaan utama kita karena dilakukan berlebihan. 

Ketiga, setiap minggu pasti ada beberapa kiriman paket belanja online. Apalagi kita mulai membayarnya dengan mencicil. Atau terpaksa mengorbankan pos-pos keuangan yang lain. Ini benar-benar bahaya.

Mari kita lihat dalam perspektif yang lebih luas.

Populasi penduduk Indonesia saat ini mencapai 262 juta orang. Lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017. Angka ini tidak terlalu jelek sebagai negara berkembang.

Dengan kata lain, ini sebenarnya potensi bisnis yang menggiurkan. Pertanyaan selanjutnya, sudahkah kita memanfaatkan perkembangan internet di Indonesia ini sebagai pelaku bisnis? Atau hanya sebagai konsumen produk?

Bijaklah. Sudah saatnya kita jadi pelaku. Jadi pemain. Jadi penjual. Jadi produsen. Besar harapan saya, semoga ke depan lebih banyak lagi orang Indonesia yang memanfaatkan internet untuk tujuan bisnis. Aamiin.

Mudah-mudahan berkah berlimpah.

Wednesday, July 18, 2018

Happy Learning

Anda pernah ikut seminar? Berapa kali?

Suatu hari saya merenung, berapa biaya yang telah saya keluarkan untuk berguru alias belajar selama 5 tahun terakhir. Hitung-hitung, ternyata sudah ratusan juta rupiah (Sebenarnya, wajar-wajar saja. Untuk kuliah saja, kita menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah).

Karena itulah, saya salut sama teman-teman yang ikut seminar saya. Biasanya, sepertiga dari mereka berasal dari luar kota. Sengaja datang jauh-jauh hanya untuk mencari ilmu. Ya, mencari ilmu. Sebenarnya, nggak bakal rugi. Kalau sedekah saja berbalas, menuntut ilmu akan lebih berbalas. Soalnya memang wajib.

Dua orang alumni saya, Mas Basori dan Kak Diaz, terkenal gandrung sama seminar-seminar saya. Mereka sungguh-sungguh terhadap ilmu bisnis dan ilmu lainnya. Masing-masing mereka telah mengikuti seminar saya sampai puluhan kali. Mereka pun bela-belain kuliah S2 demi mencari ilmu.

Namanya ilmu, guru, dan buku harus diburu, jangan ditunggu. Ketika dulu kuliah, saya sering nggak makan karena terbatasnya uang. Tapi yang namanya buku, saya selalu beli. Nggak pernah terlewat. Sewaktu tamat kuliah, di antara teman-teman, sayalah yang paling lengkap bukunya.

Apa yang saya pahami kemudian, mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mana mungkin bertemu kedua-duanya? Agama pun memuliakan mereka yang terlibat dengan ilmu.

Ya, sesiapa yang terlibat dengan ilmu, semua dimuliakan. Misalnya orang yang belajar, orang yang mengajar, orang yang meneliti, orang yang membiayai kegiatan keilmuan, orang yang menyiapkan majelis ilmu, dan lain-lain.

Kembali ke dua orang alumni saya, Mas Basori dan Kak Diaz. Mereka bukan saja mempelajari dan mendalami ilmu bisnis, tapi juga menerapkannya. Lebih dari itu, mereka juga membimbing ratusan orang sehingga berhasil menjadi pebisnis dengan omzet puluhan sampai ratusan juta rupiah. Sukses dan menyukseskan, istilah saya.

Pesan saya, sungguh-sungguhlah terhadap ilmu. Agar berubah nasibmu dan membaik rezekimu. Belum lagi dari segi keberkahan yang akan menyertai selalu. Pada akhirnya, "Happy learning! Happy earning!"

Related Posts