Tuesday, October 20, 2020

7 Alasan Konsultan Dibutuhkan

Di era milenial saat ini, suka tidak suka, kehadiran konsultan sangat dibutuhkan di suatu perusahaan untuk membuat strategi yang jitu dalam memajukan bisnis perusahaan Anda. 

Setidaknya ada 7 alasan, kenapa perusahaan Anda butuh konsultan agar lebih maju lagi ke depannya?:

  1. Agar bisnis perusahaan Anda tetap kompetitif dan mengikuti tren era milenial
  2. Mendapat nasehat dan rekomendasi berkualitas dari “pihak luar”, bukan dari dalam perusahaan Anda.
  3. Mendapatkan objektivitas ide dan solusi dalam melihat masalah.
  4. Tidak tersedianya waktu, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang memadai untuk mencari solusi bisnis perusahaan Anda.
  5. Dibutuhkannya ahli yang berpengalaman dalam memberikan solusi bisnis.
  6. Biaya perusahaan yang “terbuang percuma” akibat proses internal perusahaan Anda namun tidak mendapatkan solusi.
  7. Mendapatkan penyegaran ide dan strategi baru untuk menjadi “pemenang” di pasar bisnis perusahaan Anda.

Maka atas ke tujuh alasan di atas, kehadiran konsultan untuk membantu perusahaan Anda menjadi sangat diperlukan. Maju tidaknya bisnis Anda memang di tangan Anda. 

Tapi cara dan nasehat untuk bisa “merealisasikan” tujuan bisnis Anda pun sangat membutuhkan bantuan dari pihak luar, yaitu konsultan.


Sumber :

https://www.indonesiana.id/read/125971/7-alasan-kenapa-perusahaan-anda-butuh-konsultan

Tips Membangun Bisnis Sebagai Konsultan

Sudah mantap untuk membangun karier sebagai konsultan? Tentu kamu harus membangun bisnismu untuk mendapatkan klien. Berikut beberapa trik yang bisa kamu gunakan!


Pasang Iklan

Zaman sekarang, iklan bukan hanya mencakup iklan billboard atau TV saja, tetapi juga iklan di media online seperti Facebook  Ads atau GoogleAds.

Trik utama dalam memasang iklan di sini yaitu dengan menetapkan targeting yang tepat.

Tentukan target audience secara spesifik agar iklanmu terlihat oleh orang-orang yang tepat untuk menjadi klien potensial.

Iklan juga bisa dibuat sekreatif mungkin, tidak terbatas hanya dengan kata dan gambar.

Boleh juga lho jika kamu ingin membuat video yang unik untuk menangkap perhatian orang dan menambah jumlah klik ke website bisnismu.


Buat Konten yang Menarik

Setiap konten yang kamu buat untuk memasarkan bisnismu sebaiknya dibuat secara singkat, padat, dan jelas.

Kemudian jika dipilih berdasarkan jenisnya, konten berupa video memang lebih mudah digunakan untuk mengekpresikan pesan bisnismu, baik secara visual ataupun audio.

Buat video berdurasi 5 hingga 10 menit mengenai bagaimana bisnismu bisa membantu klien.

Caranya, bagi video ke dalam 3 bagian mengenai masalah yang ada, solusi yang kamu tawarkan, dan call-to-action agar calon klien tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang jasa yang kamu tawarkan.


Call to Action

Call to action adalah seruan agar klien melakukan tindakan yang kamu harapkan. Dalam bisnis, ada banyak jenis call to action yang bisa dicoba.

Nah tapi khusus jasa konsultan,blog karier Like a Boss Girls menyarankan agar fokus call to action dibuat untuk menarik perhatian klien agar bertanya lebih jauh.

Tujuan utamanya memang bukan untuk membuat klien langsung memesan jasa konsultasimu, namun untuk membuat mereka mencari info lebih lanjut.

Bisa dengan cara mengklik halaman web-mu, menjadwalkan telepon, atau menjadwalkan diskusi secara langsung.

Memang belum menghasilkan uang sih, tapi sebuah pertanyaan bisa menjadi peluang besar untuk menjual bisnismu!


Lakukan Survei

Kamu tidak akan pernah rugi jika mengetahui segala jenis informasi yang dibutuhkan untuk memberikan solusi bagi calon klien.

Untuk mencari tahu masalah dan perkiraan strategi, kamu bisa melakukan riset konsumen terlebih dahulu.

Susunlah pertanyaan yang fokus pada seberapa jauh komitmen mereka untuk menyelesaikan masalah.

Selain itu, ketahui juga apa yang mereka ingin capai, apa yang dibutuhkan, apa yang menjadi rintangan, apa masalah yang sedang dihadapi, dan apa yang ingin mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kamu akan lebih mudah menyusun rencana untuk klien jika sudah mengetahui hal-hal di atas.


Tentukan Harga

Salah satu kesulitan para freelancer adalah menentukan harga atas jasa yang diberikan.

Well, tidak ada angka mutlak yang bisa dikatakan benar atau salah.

Tapi sebaiknya ketahui standar pasar, target klien, dan kompetisi industri sebelum kamu mematok harga jasa konsultasi.

Ingat, harga yang ditentukan harus masuk akal, adil, dan sesuai dengan nilai yang kamu tawarkan, ya!


Sumber :

https://glints.com/id/lowongan/memulai-karier-sebagai-konsultan/#.X4-TJdAzbIU

Tips Menjadi Konsultan

Kamu sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang tertentu, dan berminat untuk menjadi konsultan.

Sebelum kamu terjun bebas tanpa mengetahui seluk beluknya, ada baiknya kamu mengetahui dulu kelebihan dan alasan untuk menjual skill-mu ini kepada publik.

Dikutip dari Like a Boss Girls, kamu bisa memulainya dengan menanyakan 5 hal ini pada dirimu sendiri:

  1. Apakah jasa, produk, atau kemampuan yang kamu miliki bisa menyelesaikan masalah?
  2. Apakah kamu memiliki gambaran yang jelas terkait siapa saja yang membutuhkan jasa, produk, atau kemampuanmu ini? (lalu, mungkinkah mereka ingin membayar untuk jasa, produk, atau kemampuanmu?)
  3. Apakah ada orang lain yang menawarkan jasa, produk, atau kemampuan serupa? (jika ya, apa yang membuat jasamu lebih unik atau berbeda? Apa nilai lebih yang kamu berikan? Apa saja masalah yang bisa kamu selesaikan?)
  4. Jika ada orang lain dengan tawaran serupa, sudahkah kamu mengecek jasa mereka? Apa keunikan jasamu dibandingkan jasa kompetitor?
  5. Apakah jasa, produk, atau kemampuan yang kamu tawarkan itu penting?

Sumber :
https://glints.com/id/lowongan/memulai-karier-sebagai-konsultan/#.X4-TJdAzbIU

Alasan Butuh Jasa Konsultan

Mengapa perusahaan-perusahaan membutuhkan jasa konsultan? 

Karena tak adanya keahlian tertentu yang dimiliki oleh konsultan sedangkan keahlian tersebut bukan merupakan hal yang selalu atau setiap waktu dibutuhkan, namun pada periode tertentu keahlian tersebut dibutuhkan. Salah satu contohnya adalah, misalnya konsultan transformasi organisasi yang diperlukan selama periode tertentu, misalnya dari enam bulan hingga dua tahun. Selebihnya, setelah transformasi berjalan maka perusahaan tak membutuhkan lagi keahlian tersebut karena pekerjaan trnsformasi telah selesai. Contoh lain adalah konsultan komunikasi pemasaran atas peluncuran produk baru dalam jangka waktu tertentu. Juga, misalnya konsultan pajak yang diperlukan hanya pada akhir tahun saja. Masih banyak contoh lainnya.

Karena perusahaan tak memiliki sumber daya tertentu untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, meskipun sebenarnya bisa dikerjakan oleh SDM yang ada karena tak perlu keahlian khusus untuk hal ini.

Karena perlunya independensi dari hasil suatu kajian atau rekomedasi tertentu. Hal ini tentunya untuk menghindari dugaan adanya campur tangan pihak yang berpengaruh, misalnya pemilik perusahaan berbasis keluarga. Contoh paling mudah adalah konsultan restrukturisasi orghanisasi yang membutuhkan konsultan independen agar kajian organisasi yang dilakukan bersifat obyektif, bebas dari campur tangan pihak yang berpengaruh di dalam perusahaan.


Sumber :

https://thevaluequest.wordpress.com/2015/08/22/menjadi-konsultan-kenapa-tidak/

Alasan menjadi Konsultan

Alasan menjadi Konsultan

Profesi yang disukai oleh sarjana baru. Sering sekali saya menjumpai sarjana baru, baik itu lulusan S1 maupun S2 ketika ditanya ingin melakukan apa setelah lulus. Jawaban paling mereka sering ungkapkan adalah menjadi konsultan manajemen. Mengapa? Bagi mereka, menjadi konsultan memberikan kesempatan luas untuk mengeksplorasi ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah untuk dipraktekkan dalam dunia nyata. Memang, mereka mengakui bahwa menjalani profesi lain bisa juga mendekati apa yang mereka pelajari. Namun, dengan menjadi konsultan mereka merasa tertantang untuk selalu berpikir memberikan rekomendasi manajemen yang terbaik untuk klien.

Profesi konsultan merupakan tujuan akhir setelah pensiun. Ini juga sangat sering saya jumpai dari teman-teman saya yang mendekati masa pensiun menyatakan diri akan menjadi konsultan selepas ia purna tugas di perusahaan mereka berkarir, atau sekurangnya menjadi dosen di perguruan tinggi. Artinya di sini jelas bahwa sesorang berkarir di suatu perusahaan memiliki rencana jangka panjang menjadi konsultan pada akhirnya.

Banyak perusahaan membutuhkan jasa konsultan. Dari segi pasar atau permintaan, tak bisa disangkal lagi bahwa banyak sekali perusahaan yang membutuhkan jasa konsultan, seperti kebutuhan sehari-hari mereka karena banyak yan merasakan perlunya konsultan agar kegiatan usaha tetap berjalan lancar mencapai sasaran-sasaran usaha. 


Sumber :

https://thevaluequest.wordpress.com/2015/08/22/menjadi-konsultan-kenapa-tidak/

Helicopter View

Seorang konsultan manajemen telah terbiasa menjadi seorang analis dari permasalahan kompleks sebuah perusahaan karena pengalamannya terhadap berbagai jenis klien yang menghadapi situasi perubahan pasar mendadak, persaingan semakin ketat, permintaan pelanggan yang semakin tinggi dan bervariasi, masalah internal perusahaan yang juga tak mudah dicari jalan keluarnya. 

Seorang konsultan manajemen terbiasa melakukan analisis dan mengusulkan beberapa alternatif penyelesaian dari kasus yang kompleks ini. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang sepanjang kariernya melakukan pekerjaan struktural dari sebuah fungsi organisasi tertentu, misalnya produksi, pemasaran atau pembelian yang sudah terkotak-kotak pada fungsi tersebut sehingga keterkaitan dengan fungsi lainnya sering kali kurang bisa terlihat dalam analisisnya. 

Seorang konsultan manajemen melakukan diagnosa terlebih dahulu dengan mengumpulkan data dan informasi terkait perusahaan, pelanggan, persaingan, ancaman produk baru maupun posisi tawar pemasok, kemudian membuat analisis komprehensif sebelum mengajukan alternatif rekomendasi.

Seorang konsultan terbiasa dengan melihat permasalahan dengan melihatnya secara menyeluruh (helicopter view) untuk meyakinkan setiap aspek dalam dinamika perusahaan telah ditelususri dengan baik, serta kemudian dilakukan kajian mendalam dari masing-masing permasalahan yang dihadapi sebelum menyampaikan usulan rekomendasi. 

Dengan perkataan lain, seorang konsultan manajemen memiliki kemampuan berpikir strategic serta mengaplikasikannya dalam bentuk alternatif rekomendasi. 

Mengapa alternatif? 

Karena pada akhirnya klien yang bersangkutan dengan pekerjaan konsultan tersebutlah yang membuat keputusan. Tentu seorang konsultan manajemen harus tuntas dalam menyajikan setiap alternatifnya, yakni dampak dari setiap alternatif dan mitigasinya agar dampak negatif bisa dihindari. 

Seorang yang sepanjang kariernya tak pernah menjadi konsultan akan kesulitan melakukan analisis strategic karena belum terbiasa melakukannya dan sepanjang karirnya lebih banyak mengambil keputusan yang kadangkala didasari hanya dari intuisi belaka. Memang tak sepenuhnya jelek bila mengambil keputusan berbasis intuisi. 

Namun, semakin maju sebuah perusahaan, diperlukan suatu alasan kuat (rationale) dari sebuah keputusan bisnis.


Sumber :

https://thevaluequest.wordpress.com/2015/08/23/mengapa-saya-menjadi-konsultan/

Sunday, October 18, 2020

Meet the 4 cycles of Jeff Bezos

Test, build, accelerate and scale: Meet the 4 cycles of Jeff Bezos



14 principles to take a company from zero to first.

October 14, 2020


I know I don't have to explain who Jeff Bezos is . The founder and current CEO of Amazon is the richest man in the world, and his online store has redesigned our present in ways we didn't even imagine. The concept of his business was not, in itself, original (there were already other online stores), but his vision, his mastery of risk and his creative strategy separated Amazon from its competitors until it became one of the companies that , in many ways, defines our time.

Things don't happen by accident. Businesses do not grow "naturally" or "wildly", as if they were a small tree that is enough to water to become an oak. Businesses require leadership, vision and strategy. Jeff Bezos describes this vision and his strategies in his letters to his shareholders each year. The first of them, that of 1997, already clearly shows the path that Bezos was undertaking.


Back then it wasn't obvious that Amazon would be a hit. It was a young company with a great idea, but still losing money on all four sides, exploring new ways to solve old problems. In his book The Bezos Letters , Steve Anderson makes an analytical summary of the Bezos System, which is summarized in four cycles and fourteen principles of growth.


The four cycles are: Test, Build, Accelerate, and Scale . Take out a pencil and paper, because this gets interesting.


CYCLE ONE: TEST

Nice that you have a great idea! Scented mosquito candles? Very good. Organic and ecological drink? Ok. An app for locating dogs? Okay. It all sounds great. But before you sell your house and leave your job, do what the greats do: test if there is a replicable process and a market that wants to buy it.

Don't wait to have the perfect product to go out, or waste too much time at the design table. On the contrary: generate prototypes and minimum viable products (MVP) and explore the jungles of your market.


Growth principles:

1. Promote successful defeats

Our culture fears defeat and humiliates those who make mistakes. This generates an innovative paralysis: nobody tries new things for fear of failing. Companies that grow, try hard and fail a lot . For every great Google service, there are dozens that fell by the wayside. Try and celebrate these "wrong" ideas. Exploring is the only way to find new paths.


2. Bet on big ideas

You have launched exploratory expeditions. Out of ten attempts, eight failed. Good: now you have two that do work. It's time to bet on them. Redirect time and resources to the things you've tried, raising your chances of success along the way.


3. Practice dynamic innovation

Your vision has to stand firm, but in the processes, there are no things written in rock. Whether your company is digital or made of concrete and brick, install systems that allow you to receive information in real time about your processes. Then keep designing and improving your processes until you get closer to their optimal status. Never, never stop learning.


SECOND CYCLE: BUILD

When you have a proven idea, it's time to lay the groundwork. Now you do have real information that tells you that your idea is viable: that it can be a business. It is time to build.

Different companies have different product creation systems. For example, a digital or creative-based business is not the same as a cake factory or a horse farm. Develop systems that allow you to respond to current demand, anticipate the future and, also (this is essential), space to continue your dynamic innovation process.


Growth principles:

4. Become obsessed with your customers

Big ideas, zero sales - that's the story of thousands of companies that fail along the way. At the end of the day, it doesn't matter how great your product is. If nobody buys it, then you are dead. Amazon developed a search, rating and feedback algorithm whose sole goal was - still is - to understand and delight each of its millions of customers. Understanding your customer is a task that requires effort and time, but it pays off handsomely and prevents you from wasting too much time on roads that lead nowhere.


5. Think long term

If you are not born to be the best then what are you born for? You may not be the biggest company on the planet, but you can - and should - aspire to be the best in your own niche, no matter how big or small. That is not built in two days. Amazon lost money for many years before starting to win, but from day one they set a goal that was well worth the effort. It is preferable to try the impossible and fail, than to try the achievable and achieve it.

To know more: Possible signs of life found on Venus. Elon Musk and Jeff Bezos reportedly upset that they didn't find them first.


6. Make your customer your center of inertia: the Flywheel model

Many sales systems are based on the funnel model or sales funnel , which is a process of filtering customers. The purchase is at the end of the funnel and with it, the sales process is “finished”. The center system inertia and Flywheel It changes the focus of the process and puts the customer (not for sale) at the center of the entire experience, attracting, falling in love and learning to generate a strong long-term relationship. The funnel is great for one-time sales, but the Flywheel is great for repeat sales. The customer returns again and again to a changing ecosystem around him. In more ways than one, the client is the architect of their experience.


THIRD CYCLE: ACCELERATE

You have a proven model and a customer base that allows you sustained growth. Congratulations - you have a real and successful company! This is where most of the companies that exist stop: with a business model that works, and in which they choose to stay where they are and not grow any more.

To grow is to believe. It is time to move to the next level.


Growth Principles:

7. Generate high-speed decisions

The bureaucracy can hang medium-sized companies. A leadership review is required at this time to sustain growth with swift strategic decisions. Not all founders are good CEOs! Sometimes a change of baton is convenient; some others it is the same leader who continues ahead. Courage and risk control are required to be able to add value where it is needed and eliminate what is left over.


8. Make the complicated, simple

Simplify, reduce, save and clean processes and products that take time, resources or effort. Structures that have not lived up to their potential are likely to be born in the testing and construction stage: not all have to stay there. Stay with the best and make life easier for your clients, attending to your core business , your mission and your vision, which must be clear, current and shared with your entire organization.


9. Speed up time with technology

Technology can be your best ally. Don't be afraid to try new things. For example, Amazon One Click Purchase , which was patented at the time, was a revolutionary element that reduced friction to a minimum and made life easier for the customer. Automate, lighten and accelerate growth with the technology at your fingertips. Even small and medium businesses can find ways to do it.


10. Promotes a sense of ownership

Through this process in which the company begins explosive growth, maintain a team culture and a common vision. Amazon allows, like many other companies of the modern era, the option of holding shares for its employees, with which they are direct beneficiaries of growth. However, money is not everything. Neither stocks nor bonds exceed the sense of belonging and purpose that gives a clear vision and positive leadership.


FOURTH CYCLE: SCALE

Not all businesses can be Amazon. But they do develop a scale-up strategy that allows them to serve the needs of more people without destroying the core of who they are and have built. This will only be possible if the bases indicated in the previous cycles have been previously established. This is the difference between serving hundreds and serving thousands or millions, and it is the key to a business with an impact beyond its initial niche.


Growth principles:

11. Maintain your culture

The risk of tearing is imminent. Not a few companies have been lost due to uncontrolled growth that makes them lose their center, their style and their mission. Take care of the communication channels so that the feeling of being a team or, better yet, a family, does not succumb to pressure and distance.


12. Focus on high standards

Distance and speed can very easily impact the way things are done. A poor delegation system can result in poor quality, poor service, and dissatisfied customers. With the prestige of the brand and the future of the company at stake, this is not the time to lower our guard.


13. Measure what matters, question what you measure and trust your intuition

The amount of numbers and information that is generated in a wide-range operation can be noisy and confusing. Manage your information flows to measure what matters and have the data you need to make decisions at hand. But decisions are not automated: they require the intuition, experience and risk sensitivity of the leadership in the company. Businesses that go automatic soon reverse.


14. Think it's always day one

Stay hungry, stay curious , are the words Steve Jobs famously ended his Stanford speech with. Throughout his annual letters, Jeff Bezos has maintained and repeated this phrase as a kind of mantra: we continue on day one.

The companies that can see the future are those that constantly reinvent themselves and that have in their purpose an impossible ideal that never fails to inspire and thrill the curious mind. It is always day one for a company that grows, that makes a mistake, that falls, that starts again, and that is always hungry to eat the world.


Sumber :

https://www.entrepreneur.com/article/357766

Related Posts