Sunday, March 5, 2017

Usia Paling Ideal untuk Menikah

Pakar Matematika Ungkap Usia Paling Ideal untuk Menikah

Usia yang paling ideal untuk menikah telah berubah seiring dengan perkembangan zaman. Jika pada generasi nenek Anda, usia 20 sudah dianggap terlambat, kini tak jarang wanita mengundur waktu pernikahan hingga usia 30-an.

Namun, sebuah teori matematika menyebutkan bahwa usia paling ideal bagi wanita untuk menikah adalah 26 tahun.

Teori yang disebut dengan Aturan 37% ini diciptakan oleh seorang ilmuwan kognitif Tom Griffiths dan jurnalis Brian Christian yang merupakan penulis Alogarithms to Live By: The Computer Science of Human Decision.

Menurut teori tersebut, jika jangka waktu Anda untuk mencari pasangan hidup adalah usia 18 hingga 40 tahun, maka waktu terbaik untuk membuat keputusan adalah setelah melalui 37 persen prosesnya atau pada usia 26 tahun.

Sebab, jika Anda memutuskan untuk menikah sebelum usia 26 tahun, maka Anda akan melewatkan pasangan-pasangan berpotensi yang belum muncul.

Sementara itu, jika Anda melewati usia 26 tahun, pilihan yang baik akan mulai berkurang dan menurunkan potensi Anda untuk mendapatkan pasangan yang sesuai.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2017/03/03/160500420/pakar.matematika.ungkap.usia.paling.ideal.untuk.menikah

Manfaat Bekerja Sambil Mendengarkan Musik

Inilah Manfaat Bekerja Sambil Mendengarkan Musik

Sebagian dari Anda pasti memiliki kebiasaan mendengarkan musik saat bekerja. Tahukah Anda kalau ternyata mendengarkan musik dapat membuat Anda lebih efektif dalam bekerja? Sementara itu, karyawan yang sering melakukan kesalahan barangkali adalah mereka yang tidak mendengarkan musik sama sekali saat bekerja.

Ternyata, tidak hanya kebiasaan mendengarkan musik yang memengaruhi kinerja Anda. Jenis musik yang Anda dengarkan saat bekerja pun dapat memengaruhi performa kerja Anda.

Beragam riset ilmiah telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh mendengarkan musik saat bekerja terhadap performa individu. Sebuah studi pada tahun 2014 digelar oleh Mindlab International terhadap sekelompok pekerja yang mendengarkan musik saat diminta menyelesaikan berbagai tugas, seperti mengeja, menghitung secara matematis, urut kata, memasukkan data, dan berpikir abstrak.

Studi tersebut melibatkan 26 pekerja sebagai partisipan. Hasilnya, 88 persen pekerja mengerjakan tugas dengan sangat akurat, dan 81 persen menyelesaikan tugas dengan sangat cepat. Para partisipan mampu mengerjakan tugas dengan akurat dan cepat saat mendengarkan musik.

Sementara itu, jenis musik yang Anda dengarkan juga diketahui berpengaruh terhadap performa kerja Anda. Musik klasik baik untuk pekerja yang harus bekerja fokus pada detail. Sementara itu, musik pop bagus untuk didengarkan oleh mereka yang mengerjakan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu.

Adapun musik elektronik instrumental yang menenangkan bagus untuk pekerja yang harus memecahkan persamaan matematika. Selain itu, musik jenis dance sangat baik untuk mereka yang harus bekerja melakukan pengecekan dan pemecahan masalah dengan cepat.

Mendengarkan musik memang memiliki beragam manfaat dalam pekerjaan Anda. Namun, perlu diketahui juga bahwa mendengarkan musik dengan lirik juga membuat Anda mudah terdistraksi bila Anda mencoba untuk mengerjakan pekerjaan verbal. Oleh sebab itu, pilihlah jenis musik secara cermat sebelum Anda mendengarkannya sambil bekerja.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2015/08/04/120900420/Inilah.Manfaat.Bekerja.Sambil.Mendengarkan.Musik.

10 Perusahaan Terbaik dengan Wawancara Kerja Paling Sulit di Indonesia

Tantangan dan ambisi menjadi pendorong banyak karyawan untuk pindah kerja demi mendapatkan jabatan serta penghasilan yang lebih baik.

Apabila Anda merasa memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk bekerja di perusahaan yang lebih baik dari tempat Anda bekerja sekarang, maka sudah saatnya Anda pindah ke 10 perusahaan terbaik hasil survei JobPlanet.

JobPlanet merupakan platform komunitas daring yang memberikan informasi mengenai perusahaan dan lowongan kerja.

Dalam hasil survei yang bertajuk Daftar Perusahaan Terbaik di Indonesia tahun 2016 tersebut para periset mengelompokkan sejumlah perusahaan berdasarkan jenis, yakni korporasi dan startup.

Semua perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut memiliki reputasi yaitu tingkat kepuasaan karyawan tertinggi secara keseluruhan.

Kemudian, periset juga mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan wawancara kerja dinilai memiliki korelasi dengan kepuasaan karyawan di suatu perusahaan.

Jadi, semakin baik kualitas perusahaan dalm memberikan kesejahteraan untuk karyawan, maka semakin sulit dan ketat pula proses penerimaan karyawan.

Hasilnya, periset menemukan delapan korporasi yang memiliki tingkat kesulitan wawancara kerja paling tinggi adalah seperti berikut ini:

    Bank Indonesia
    PT HM Sampoerna Tbk
    PT Chevron Pacific Indonesia
    PT Pamapersada Nusantara
    PT Astra International
    PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel
    PT Toyota Astra Motor
    PT Bank Central Asia (BCA)

Selanjutnya, dua perusahaan startup berikut ini juga ditemukan menerapkan proses wawancara yang sulit:

    PT Global Digital Niaga (Blibli.com)
    PT Traveloka Indonesia

“Kami berharap, informasi tentang wawancara kerja di berbagai perusahaan terbaik ini dapat bermanfaat, khususnya bagi para pencari kerja atau calon karyawan yang ingin mempersiapkan diri untuk berkarier di perusahaan-perusahaan tersebut," jelas Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia melalui keterangan pers yang dikirimkan kepada Kompas.com.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2017/01/23/070200020/10.perusahaan.terbaik.dengan.wawancara.kerja.paling.sulit.di.indonesia

5 Keahlian yang Harus Anda Tulis dalam Resume

Pernahkah Anda membayangkan duduk di posisi pewawancara kerja? Puluhan dan ratusan orang melamar dan mereka semua telah disederhanakan menjadi selembar resume.

Oleh karena itu, resume Anda pun harus menonjol daripada yang lain untuk dipilih ke tahap berikutnya.

Berikut ini adalah keahlian-keahlian lain yang wajib Anda tulis di dalam resume, di samping riwayat pendidikan, pengalaman, dan penghargaan:

1. Anda bicara bahasa asing
“Kelancaran Anda berbicara bahasa asing membuat Anda sangat menarik untuk pasar (tenaga kerja),” ucap Vicky Salemi, seorang  pakar karier.

Dia melanjutkan, walaupun belum tentu digunakan, tetapi bisa jadi perusahaan berencana untuk memperluas ke pasar atau negara baru.



2. Anda punya kemampuan memimpin
Jangan pernah menjelaskan kemampuan ini sebagai satu kata saja.

Sharlyn Lauby, pendiri HR Bartender, meminta Anda untuk menceritakan pengalaman mempengaruhi orang lain, memimpin sebuah proyek, dan menciptakan nilai baru atau keuntungan bagi instansi Anda sebelumnya.


3. Anda pernah belajar di luar negeri
Walaupun hanya sebulan atau dua bulan, pastikan Anda menuliskannya dalam resume. Salemi berkata bahwa hal ini menunjukkan kemampuan Anda untuk keluar dari zona nyaman dan beradaptasi.

Jika Anda hanya pernah jalan-jalan keluar negeri, jangan berkecil hati. Menurut Salemi, pengalaman ini bisa menggambarkan diri Anda sebagai orang yang berpengalaman dan berpengetahuan luas.


4. Edukasi yang tidak selesai
Tidak perlu malu bila Anda hanya selesai setengah jalan, setidaknya Anda telah mengambil beberapa pelajaran atau keahlian tertentu selama mengenyam pendidikan tersebut.

Dawn Rasmussen, presiden dari Pathfinder Writing and Career Service, menyarankan Anda untuk menghargai waktu, uang dan tenaga yang dikeluarkan dengan menulis “telah menyelesaikan beberapa pelajaran” di universitas tersebut.


5. Anda pernah berbicara di muka umum
Walaupun sekilas terlihat sepele, tetapi banyak orang mengalami kesulitan berbicara di muka umum.

Rasmussen meminta Anda untuk memaksimalkan keahlian ini dalam resume. “Perusahaan sangat suka mendengar hal ini ketika mempertimbangkan kandidat,” ucapnya.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2017/01/09/113500020/5.keahlian.yang.harus.anda.tulis.dalam.resume

Pekerjaan Terbaik

Sebenarnya, Pekerjaan Terbaik Itu seperti Apa?

Semua orang memimpikan memiliki pekerjaan terbaik dan pekerjaan idaman. Namun, apa sebenarnya pengertian pekerjaan terbaik?

Umumnya, banyak karyawan memimpikan memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar, sering dinas luar negeri, dan punya jabatan strategis. Tiga kriteria ini kerap kali dianggap sebagai pengukur kualitas pekerjaan terbaik.

Miriam Salpeter, seorang pendiri Keppie Careers, situs konsultasi karier dan mencari pekerjaan, mengatakan bahwa seseorang memiliki karier terbaik ketika kemampuan dan potensi mereka bermanfaat untuk sebuah perusahaan serta orang banyak.

Minat dan hasrat, kata Salpeter, memang merupakan kualifikasi penting dalam pekerjaan. Sebab, kinerja terbaik tidak akan terwujud tanpa ada dorongan minat dan ketertarikan.

Namun, tidak berarti minat itu selalu menjadi tolok ukur dalam mendefinisikan pekerjaan terbaik.

Kathryn Minshew, CEO dari situs The Muse, portal informasi lowongan kerja dan bimbingan karier, mengatakan bahwa pekerjaan menjadi yang terbaik ketika mendatangkan kebahagiaan pada karyawan yang bersangkutan.

“Jangan terlalu menganggap semuanya begitu serius. Terlalu sering berlebihan dalam berpikir juga tidak bagus,” ujar Minshew. 

Menurut Minshew, banyak orang yang memulai karier dari pekerjaan yang tidak mereka suka atau mengawali karier dari setapak yang berbeda dengan tujuan semula.

“Perkembangan dalam sisi profesional tidak selalu linear. Namun, rasa percaya diri, kerja keras, dan dedikasi akan membawa Anda pada pekerjaan impian dan terbaik versi Anda,” ujarnya.

Sebuah pekerjaan, kata Minshew, menjadi yang terbaik ketika hal tersebut membuat hidup karyawan baik secara profesional, dan secara personal mengalami peningkatan, mulai dari penghasilan, rasa bahagia, dan kualitas hidup lainnya.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2017/01/30/070200720/sebenarnya.pekerjaan.terbaik.itu.seperti.apa.

4 Tipe Karyawan

Ada 4 Tipe Karyawan, yang Manakah Anda?

Sekelompok peneliti baru saja menemukan empat tipe karyawan. Dipublikasikan dalam jurnal Harvard Business Review, keempat tipe tersebut mempengaruhi bagaimana cara seseorang bekerja dan berkolaborasi dengan rekan-rekannya di tempat kerja.

Untuk mendapatkan keempat tipe tersebut, para peneliti dari Deloitte’s Business Chemistry bekerjasama dengan antropologis dari Rutgers University, Helen Fisher, dan pakar biologis molekul, Lee Silver, dalam mempelajari cara bekerja 190.000 orang.

Berikut uraiannya:

1.  Pionir: mudah bergaul, melihat gambaran besar, spontan, berani mengambil resiko, mudah beradaptasi, dan suka berimajinasi
Inilah tipe karyawan yang akan menjadi pemimpin di tempatnya berada. Para pionir suka mengambil resiko, tetapi seringkali melupakan detail-detail kecil. Mereka juga seringkali terlalu percaya diri dan impulsif sehingga perlu lebih belajar untuk mendengarkan orang lain.


2. Pendorong: kuantitatif, logis, fokus, kompetitif, berani bereksperimen, dan penuh rasa ingin tahu
Tipe pendorong pandai dalam membuat keputusan. Mereka juga sangat peduli dengan hasil dan data. Namun, mereka juga seringkali kurang sabar dan beresiko melakukan sesuatu tanpa berpikir dengan matang.


3. Integrator: diplomatis, mudah berempati, tradisional, sangat menjaga hubungan, termotivasi, dan tidak suka konfrontasi
Integrator percaya bahwa membangun relasi di tempat kerja sangatlah penting. Oleh karena itu, mereka lebih sering ditemukan sedang berbincang-bincang dengan rekan kerjanya daripada bekerja.

Sayangnya, integrator yang tidak menyukai konfrontasi seringkali diperlakukan secara tidak adil oleh kedua tipe di atas.


4. Pelindung: metodis, pendiam, berorientasi pada detail, praktis, testruktur, dan setia
Sebagai tipe yang perfeksionis, pelindung sangat rentan terhadap stres. Lalu, tipe pelindung seringkali tidak akan bertindak atau berbicara tanpa persiapan yang matang. Akibatnya, mereka seringkali dilupakan dalam diskusi walaupun opini atau solusi yang bisa mereka berikan sangat membantu.

Menurut para peneliti, tim yang terbaik memiliki keempat tipe di atas. Walaupun mencocokkan tipe yang berlawanan sangat sulit, tetapi melalui kolaborasi, keempat tipe dapat belajar untuk saling melengkapi dan meningkatkan kualitasnya masing-masing.


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2017/03/02/200400020/ada.4.tipe.karyawan.yang.manakah.anda.

Tuesday, February 21, 2017

Bidang Pekerjaan Orang Introvert

Kamu yang Introvert Bisa Sukses Kalau Bekerja di Bidang Ini
Kalau kamu tergolong orang yang pendiam dan menutup diri bukan berarti kamu tidak bisa sukses. Setiap orang diciptakan dengan kelebihannya masng-masing. Mungkin kamu tak pandai berbicara dengan orang lain dan membaur dengan lingkungan. Tapi bisa jadi kamu adalah pendengar dan pengamat paling baik di antara orang-orang yang ada di sekitarmu. Pekerjaan yang cocok untuk orang sepertimu pun cukup banyak. Simak daftarnya berikut ini, ya.


1. Penulis

Mayoritas orang introvert lebih nyaman berbicara melalui tulisan. Tidak heran jika kemampuan mereka dalam menulis pun luar biasa. Inilah cara terbaikmu untuk berkomunikasi dengan orang lain.


2. Blogger

Tak harus bekerja pada orang lain, kamu bisa memulai blog-mu sendiri dan mendapatkan penghasilan melalui Google Adsense.


3. Seniman

Karena lebih suka menyendiri, kamu lebih tahu bagaimana cara memaknai hidup dan menuangkannya dalam berbagai karya seni.


4. Fotografer

Tak perlu banyak bicara. Insting, jiwa seni, dan ketajamanmu dalam membidik gambar adalah senjata yang perlu kamu kuasai dalam bidang kerja ini.


5. Penyiar radio

Walaupun berkomunikasi dengan suara kepada banyak orang, kamu tak perlu menatap wajah mereka secara langsung. Jadi kamu bisa lebih bebas untuk berekspresi.


6. Progammer

Bekerja di depan komputer dan berbicara dengan bahasa-bahasa pemrograman tanpa perlu bertemu banyak orang tentu sangat diinginkan oleh orang introvert yang juga seorang geek dan pecinta komputer.


7. Peneliti

Menerapkan ilmu yang kamu pelajari dalam sebuah laboratorium mungkin akan cocok untukmu karena tidak membuatmu berinteraksi dengan banyak orang.


8. Ilmuwan

Menjadi seorang pakar adalah pilihan terbaik untukmu yang introvert. Walaupun ada kemungkinan kamu akan berbicara di depan umum untuk presentasi, kamu akan menjadi orang yang paling dihormati dan kamu pasti menikmatinya!


9. Akuntan

Selain selalu dibutuhkan di perusahaan manapun, akuntan juga selalu menjadi pekerjaan favorit orang-orang introvert. Kamu akan lebih banyak berhadapan dengan data dan angka daripada bertemu klien atau tamu perusahaan.


10. CEO

Jangan salah, kamu harus tahu kalau orang-orang paling sukses di dunia seperti Marc Zuckerberg, Bill Gates, dan Steve Jobs adalah orang-orang yang memiliki kepribadian introvert. Jadi kenapa kamu tidak bisa seperti mereka?



Sumber :
http://career.popbela.com/inspiration/fera/orang-introvert-bisa-sukses-kalau-bekerja-di-bidang-ini/full