Saturday, August 29, 2015

Writing Coach

By: Edy Zaqeus

Salah satu menu provokasi dalam pelatihan-pelatihan menulis saya adalah menggerakkan orang untuk berani menuliskan pengalaman-pengalaman kehidupan yang berharga. Namun, ternyata bukan persoalan mudah menggedor sejumlah mental block dalam ranah kepenulisan. Masih banyak orang yang takut atau ragu menuliskan pengalaman sendiri. Keraguan itu bahkan hinggap dalam benak banyak orang yang telah sangat ahli dan memiliki jam terbang sangat tinggi di bidang masing-masing.

Berikut adalah kompilasi kultwit saya di akun @ezinstitute yang saya adakan tanggal 5 September lalu. Selamat membaca, semoga ada manfaatnya untuk menyemangati Anda menulis.

1 Ingin sedikit berbagi kesan setelah 2 September lalu memberikan pelatihan kepada para guru SLB di DKI.

2 Tdk bisa saya mungkiri, berbagi pengalaman dan pengetahuan dg para guru adl hal yg sangat menggairahkan. Sungguh!

3 Waktu itu saya bawakan materi Guru Dahsyat Guru Menulis. Saya tunjukkan contoh-contoh guru yang berkibar karena tulisannya.

4 Saya juga tunjukkan contoh-contoh public fugure yg minim pendidikan namun menanjak kariernya, salah satunya karena menulis.

5 Tampak rona kekaguman dari para guru SLB ini. Dan saya yakin mereka menjadi sangat bersemangat berlatih menulis waktu itu.

6 Terbukti dlm waktu sekitar 3 jam saja, mereka berhasil menuliskan 2 artikel pendek ttg bidang kerja atau pengalaman mengajar.

7 Buat para guru SLB yg selama ini mengaku sangat jarang menulis, kalau menulispun laporan sifatnya, hasil itu sdh pencapaian yg luar biasa.

8 Setelah selama tiga jam belajar, saya lihat cukup banyak yg roman mukanya spt kagum pd kemampuan diri sendiri. "Ternyata bisa!" :)

9 Ya, dlm forum itu saya tegaskan. Kl kita sdh menekuni satu bidang selama bertahun-tahun, apalagi puluhan tahun, wah itu luar biasa.

10 Luar biasa artinya kita punya otoritas penuh utk mengolah pengalaman kita tsb sbg bahan tulisan, dg atau tanpa teori.

11 Mengapa masih harus memusingkan teori atau takut menulis tanpa teori? Sementara hidup kita dipenuhi oleh ribuan pengalaman nyata?

12 Bukankah ribuan pengalaman yg kita alami selama puluhan tahun itu merupakan data yg semestinya bisa kita olah menjadi teori yg baru?

13 Bhw, teori model yg kita bahas ini memiliki kelemahan, memang iya. Namun, utk sebuah tulisan popular yg sifatnya sharing itu memadai.

14 Sebab, "teori" baru berdasar pengalaman kita itu sifatnya sharing pengalaman bukan klaim kebenaran sbgm diyakini itu ada di teori umumnya

15 Kalau sifatnya sharing pengalaman, pastilah di situ ada batasan-batasan, tidak ada klaim-klaim yg bisa digeneralisir, dan ada konteksnya.

16 Kalau sifatnya berbagi pengalaman, dari awal kita sdh sadar, tdk ada klaim kebenaran mutlak krn setiap pengalaman itu unik.

17 Kalau berbagi, orang punya pilihan utk mengikuti atau tidak, sesuai kebutuhan masing-masing.

18 Kalau berbagi, mau diambil seluruhnya dr "teori" kita itu boleh, diambil sebagian sesuai kecocokan juga boleh.

19 Sekali lagi, krn tidak ada klaim kebenaran dlm "teori" ala berbagi ini, maka semakin terbuka pula ruang kita utk berteori dg basis ttt.

20 Apa basisnya? Basis teori itu adalah pengalaman kita, hasil pengamatan di lapangan, hasil analisis atau simpulan logika kita, dll.

21 Apakah teori kita kuat? Balik lagi, kadar kekuatannya adl pd data2 kita sendiri. Semakin banyak pengalaman kita, makin berlimpah datanya

22 Ini pengalaman seorang sahabat hipnoterapis yg sharing ke saya ttg banyaknya kasus yg dia tangani dg menggunakan pendekatan ttt.

23 Hipnoterapis ini sgt kuat di metode dan penguasaan teori atas praktiknya. Namun dia mengaku, dlm praktik sehari-hari, ternyata

24 dia harus melakukan banyak modifikasi atau bahkan penciptaan teknik-teknik baru supaya terapinya berhasil.

25 Dg kata lain, kl hanya berkutat pd teori dan pendekatan klasik, text book thinking, kemungkinan besar byk kasus tak tertangani dg baik.

26 Kesadaran dlm memodifikasi teori, metode, pendekatan itu ada dn "terpaksa" dilakukan dlm praktik, dlm kehidupan riil sehari-hari.

27 Hasil dr modifikasi, penambahan, perbaikan, atau penyempurnaan itu, yg kadang bisa berbeda sekali dr teori lama, apakah tidak berharga?

28 Buat saya, pengalaman, hasil pengamatan yg jeli, penemuan di lapangan, dan metode baru yg efektif adl hal yg sangat2 berharga.

29 Baik itu ditemukan oleh sahabat hipnoterapis ini maupun guru-guru SLB yg berpuluh-puluh tahun mengabdi di profesinya.

30 Dlm penilaian sy, orang yg sdh menekuni bidangnya selama puluhan tahun, dn sangat mengenal dunianya, dia adl pakar yg sesungguhnya.

31 Selain pakar, mrk jg layak sekali disebut profesional di bidangnya. Mrk berhak diakui keahliannya krn jam terbang yg luar biasa.

32 Dan menurut saya, bobot mrk sgt sepadan atau bahkan bisa saja lebih dibanding misalnya para mahasiswa pasca-sarjana dg jurusan yg sama.

33 Sampai-sampai sy sering sharing ke para akademisi, bisa enggak para profesional yg menekuni bidangnya selama puluhan tahun itu

34 yg sangat ahli di bidangnya, serta menemukan banyak metode atau teknik baru, mendapat penghargaan sejajar dg para doktor misalnya?

35 Beberapa teman menyatakan itu sudah dilakukan di universitas-universitas di luar negeri. Di Indonesia? Sepertinya belum banyak.

36 Kembali ke soal penulisan, pertanyaannya, apakah temuan-temuan luar biasa para profesional tadi harus dibiarkan berlalu begitu saja?

37 Menurut saya, sayang sekali kalau temuan-temuan dan pengalaman berharga itu hanya tersimpan di kepala para pemiliknya.

38 Pengalaman itu harus dibagikan krn akan besar manfaatnya, baik melalui public speaking maupun dituliskan menjadi artikel atau buku.

39 Dan kepada para sahabat yg saya singgung di atas tadi, saya selalu menguatkan, jangan ragu utk menuliskan pengalaman Anda semua.

40 Merdekakan pikiran Anda supaya bisa menulis dengan baik, lancar, dan produktif.

41 Jangan takut dikritik, jangan takut dinilai, jangan takut dilabelin apapun, sebab secanggih apapun tulisan tetap saja ada yg mengkritik.

42 Jgn sampai ketakutan-ketakutan semacam itu akhirnya memupuskan banyak hal baik dlm proses menulis yg bisa Anda raih.

43 Sebab sesederhana apapun tulisan, apapun temanya, itu tetap memiliki arti positif, entah untuk pembaca ataupun penulisnya sendiri.

44 Jadi, jangan takut lagi menulis, jgn lagi meremehkan tulisan sendiri, dn jgn pernah merasa diri Anda tidak pantas menulis.


45 Semangat menulis, semangat berbagi, dan beri kesempatan setiap tulisan menemukan pembacanya sendiri. Semangat!

(edyzaqeus/ezinstitute.com)


Sumber :
Milis The Manager

No comments:

Post a Comment

Related Posts