Showing posts with label Communication. Show all posts
Showing posts with label Communication. Show all posts

Wednesday, February 18, 2026

Hukum Dunning-Kruger

Hukum Dunning-Kruger: Ketika Ketidaktahuan Terlihat Percaya Diri, dan Keahlian Justru Rendah Hati

Memahami bias psikologis yang membuat orang kurang kompeten merasa paling benar, sementara yang ahli justru meragukan diri sendiri—serta bagaimana menyikapinya secara bijak dalam kehidupan dan dunia kerja.

Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang baru belajar sedikit soal suatu topik tapi sudah merasa paling paham dan paling benar? Atau mungkin… kita sendiri pernah ada di posisi itu? Nah, fenomena inilah yang dijelaskan oleh Hukum Dunning-Kruger. Istilah ini merujuk pada bias kognitif di mana seseorang dengan tingkat kompetensi rendah dalam suatu bidang justru cenderung melebih-lebihkan kemampuannya, sementara mereka yang benar-benar kompeten malah sering meragukan diri sendiri. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh dua psikolog dari Cornell University, yaitu David Dunning dan Justin Kruger, melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1999. Mereka menemukan bahwa kurangnya kemampuan sering kali disertai dengan kurangnya kesadaran atas ketidakmampuan itu sendiri. Dengan kata lain, orang yang tidak tahu justru tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Secara psikologis, efek ini terjadi karena kompetensi dan kemampuan mengevaluasi diri menggunakan “alat mental” yang sama. Jika seseorang belum memiliki pengetahuan atau keterampilan yang cukup, ia juga belum memiliki kerangka berpikir untuk menilai apakah dirinya sudah benar atau belum. Akibatnya, rasa percaya diri tidak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki. Ini sering terlihat dalam berbagai konteks, mulai dari diskusi politik, debat di media sosial, dunia kerja, hingga lingkungan akademik. Seseorang bisa membaca satu artikel atau menonton beberapa video, lalu merasa sudah memahami keseluruhan isu yang kompleks. Padahal, semakin dalam seseorang mempelajari suatu bidang, biasanya semakin ia menyadari betapa luas dan rumitnya topik tersebut.

Menariknya, Hukum Dunning-Kruger tidak hanya berbicara tentang orang yang terlalu percaya diri. Ada sisi lain yang jarang disorot, yaitu individu yang sebenarnya kompeten namun justru meremehkan dirinya sendiri. Mereka cenderung menganggap bahwa apa yang mudah bagi mereka juga mudah bagi orang lain. Karena itu, mereka sering merasa “biasa saja” padahal secara objektif berada di atas rata-rata. Fenomena ini menciptakan kontras yang unik: orang yang kurang ahli berbicara dengan penuh keyakinan, sementara yang benar-benar ahli berbicara dengan hati-hati dan penuh pertimbangan.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, efek Dunning-Kruger bisa berdampak signifikan. Di lingkungan kerja, misalnya, seseorang yang terlalu percaya diri bisa mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan risiko secara matang. Dalam konteks organisasi, hal ini bisa mengarah pada kesalahan strategi, konflik tim, atau bahkan kerugian finansial. Di sisi lain, individu yang kompeten namun kurang percaya diri bisa kehilangan peluang promosi atau kesempatan untuk memimpin karena merasa dirinya belum cukup siap. Bias ini juga berperan besar dalam dinamika media sosial modern, di mana opini sering kali disampaikan dengan tingkat keyakinan tinggi meskipun tidak didukung oleh pemahaman mendalam.

Poin-Poin Kunci Efek Dunning-Kruger:

Si Paling Tahu: Orang yang memiliki sedikit pengetahuan sering menganggap dirinya ahli, sementara orang yang benar-benar ahli justru sering meremehkan kemampuan mereka karena sadar banyak hal yang belum diketahui.

Defisit Metakognitif: Ketidakmampuan untuk mengenali kekurangan diri sendiri.

Dampak Negatif: Sering terjadi dalam dunia kerja, menyebabkan pengambilan keputusan yang buruk, keengganan menerima umpan balik, dan perilaku terlalu percaya diri.

Contoh: Seorang karyawan baru merasa lebih pintar dari seniornya, atau seseorang yang menyebarkan informasi salah dengan sangat percaya diri di media sosial. 

Namun, penting untuk dipahami bahwa Hukum Dunning-Kruger bukanlah label untuk merendahkan orang lain. Semua orang, tanpa kecuali, berpotensi mengalami bias ini dalam bidang tertentu. Seseorang bisa sangat ahli dalam manajemen tetapi overconfident dalam investasi. Bisa sangat terampil dalam teknik, tetapi merasa paling benar dalam urusan kesehatan tanpa latar belakang medis. Bias ini bersifat situasional dan kontekstual. Justru kesadaran akan adanya efek ini menjadi langkah pertama untuk menguranginya.

Cara terbaik untuk menghindari jebakan Dunning-Kruger adalah dengan membangun kebiasaan refleksi diri dan keterbukaan terhadap umpan balik. Belajar secara konsisten, berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman, serta berani mengakui ketidaktahuan adalah tanda kedewasaan intelektual. Paradoksnya, semakin seseorang benar-benar memahami suatu bidang, semakin ia menyadari batas pengetahuannya. Kesadaran akan keterbatasan ini bukan kelemahan, melainkan indikator kematangan berpikir.

Pada akhirnya, Hukum Dunning-Kruger mengajarkan kita satu hal penting: rasa percaya diri yang sehat harus berjalan seiring dengan kompetensi dan kerendahan hati. Dunia ini terlalu kompleks untuk dipahami secara instan. Setiap topik memiliki lapisan yang semakin dalam ketika digali. Maka, daripada buru-buru merasa paling tahu, mungkin lebih bijak untuk berkata, “Saya masih belajar.” Sikap inilah yang membuka ruang pertumbuhan, memperluas wawasan, dan menjaga kita tetap rasional di tengah arus informasi yang begitu deras.

Monday, February 2, 2026

7 Tips Komunikasi Handal

Strategi Komunikasi Umum: Seni Berbicara yang Membuka Hati dan Menjaga Hubungan


Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan berkomunikasi sering kali lebih menentukan daripada sekadar kepandaian atau gelar. Banyak pintu terbuka bukan karena apa yang kita miliki, tetapi karena bagaimana kita berbicara dan bersikap. Strategi komunikasi yang baik bukan tentang memanipulasi orang lain, melainkan tentang membangun kenyamanan, kepercayaan, dan rasa dihargai sejak awal interaksi.


Yuk, kita bahas satu persatu.

1. Menaklukkan hati sejak kata pertama.

(memulai pembicaraan, menyapa dengan tepat, mengingat nama lawan bicara)

Segalanya dimulai dari kesan pertama, dari kata pertama yang kita ucapkan. Cara menyapa, nada suara, dan perhatian kecil seperti mengingat nama lawan bicara memiliki dampak yang besar. Ketika seseorang merasa dikenali dan dihargai sejak awal, hatinya lebih mudah terbuka. Sapaan yang tepat bukan sekadar formalitas, tetapi sinyal bahwa kita hadir sepenuhnya dalam percakapan tersebut, bukan sekadar lewat.

Mengingat nama lawan bicara, menciptakan keakraban alami. Nama setiap orang adalah suara yang paling manis dan paling penting bagi mereka - Dale Carnegie.


2. Mudah mendapatkan simpati dari orang lain.

(pujian unik, spesifik dan objektif)

Setelah percakapan terbangun, kemampuan mendapatkan simpati menjadi kunci berikutnya. Simpati tidak lahir dari pujian berlebihan atau basa-basi kosong, melainkan dari pujian yang unik, spesifik, dan objektif. Ketika kita memuji sesuatu yang benar-benar kita perhatikan—entah cara berpikir, usaha, atau detail kecil yang sering terlewat—orang lain akan merasa dilihat, bukan dijilat. Di titik ini, komunikasi berubah dari sekadar percakapan menjadi hubungan.

Gunakan perkataan yang sopan (mohon, terima kasih, maaf) untuk menciptakan kesan baik dengan orang lain.

Menurut psikologi umum, pujian yang disampaikan melalui "orang ketiga" sering kali jauh lebih dapat dipercaya dan mudah diterima.


3. Tahu cara mengkritik dengan orang lain tetap nyaman.

(gunakan saran, peringatan halus, fokus masalah saat ini saja, motivasi daripada kritik)

Namun, komunikasi yang baik tidak selalu berarti menyenangkan. Ada kalanya kita harus mengkritik atau menyampaikan ketidaksetujuan. Di sinilah banyak hubungan rusak karena cara penyampaian yang keliru. Kritik yang efektif seharusnya hadir dalam bentuk saran atau peringatan halus, dengan fokus pada masalah saat ini, bukan mengungkit masa lalu atau menyerang pribadi. Ketika motivasi untuk memperbaiki lebih terasa daripada keinginan untuk menyalahkan, orang lain akan tetap merasa nyaman meski sedang dikoreksi.

Psikolog Amerika William James berkata "alih-alih mengkritik gunakanlah dorongan untuk membantu orang lain. Hal ini tidak hanya membantu mereka menyadari kelemahan tetapi juga mendorong mereka untuk secara sadar berubah".


4. Menolak dengan halus tanpa menyinggung perasaan orang lain.

(menolak dengan cerdik agak orang lain menerima, dengan mempertahankan kehalusan dan mempertahankan hubungan)

Hal serupa berlaku saat kita harus menolak permintaan orang lain. Menolak bukan berarti memutus hubungan. Penolakan yang cerdik disampaikan dengan kejujuran, empati, dan bahasa yang halus, sehingga pihak lain dapat menerima tanpa merasa direndahkan. Dengan menjaga nada bicara dan niat baik, kita menunjukkan bahwa yang kita tolak adalah permintaannya, bukan orangnya.

Penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa, jika tahu cara menolak dengan cerdik, anda dapat menghindari lebih dari 90% masalah yang tidak perlu, menghemat waktu dan energi.

Cara menolak permintaan sulit, dengan mengusulkan rencana alternatif yang masuk akal.


5. Kesan pertama dengan sikap yang benar.

(sikap kepala tegak, sikap tangan, tatapan mata, sikap berdiri)

Selain kata-kata, sikap tubuh memainkan peran yang tak kalah penting. Kesan pertama sering kali terbentuk bahkan sebelum kita berbicara. Kepala yang tegak, sikap tubuh terbuka, tatapan mata yang hangat, dan posisi berdiri yang seimbang mengirimkan pesan percaya diri dan respek. Bahasa tubuh yang tepat membuat kata-kata kita lebih mudah dipercaya dan diterima.

Sikap tidak hanya mencerminkan karakter, kualitas, emosi dan cara anda dididik, tapi juga mencerminkan semangat dan kebiasaan hidup anda (bahasa diam komunikasi).


6. Pakaian yang sesuai sebagai daya tarik.

(rapi, bersih, sesuai situasi)

Penampilan juga merupakan bagian dari komunikasi. Pakaian yang rapi, bersih, dan sesuai situasi bukan soal gaya atau kemewahan, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Cara berpakaian yang tepat membantu menciptakan kesan profesional dan dapat menjadi daya tarik awal sebelum percakapan berlangsung lebih dalam.

Pakaian tidak hanya menunjukkan kepribadian, tapi juga menunjukkan pendidikan dan kesopanan setiap orang.


7. Menjaga percakapan selalu nyaman dengan menghindari jawaban salah.

(mendengarkan dengan cermat, nada bicara komunikasi, dan tidak memaksakan pendapat)

Akhirnya, percakapan yang nyaman hanya bisa terjaga jika kita tahu kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan. Mendengarkan dengan cermat, menjaga nada bicara tetap tenang, dan tidak memaksakan pendapat adalah kunci agar komunikasi tidak berubah menjadi adu argumen. Orang tidak selalu ingin dikalahkan atau diyakinkan; sering kali mereka hanya ingin dipahami.

Mendengarkan adalah keterampilan dasar dalam komunikasi sehari-hari, tapi untuk benar-benar mendengarkan dan memahami adalah suatu seni. Sehingga ketika berbicara sering terburu-buru memberikan tanggapan tanpa benar-benar memahami seluruh isinya.


Pada akhirnya, strategi komunikasi yang baik adalah perpaduan antara kata, sikap, dan niat. Ketika kita berbicara dengan empati, kejelasan, dan rasa hormat, komunikasi bukan hanya menjadi alat menyampaikan pesan, tetapi jembatan yang menghubungkan hati dan menjaga hubungan tetap utuh dalam jangka panjang.

Wednesday, December 31, 2025

Benar Saja Tidak Cukup, Kita Juga Harus Baik

Berkaca dari Kasus Samuel vs Nenek Elina

Kasus Samuel versus Nenek Elina menjadi cermin yang cukup jernih bagi kehidupan sosial kita hari ini. Di atas kertas, persoalan ini tampak sederhana: ada pihak yang merasa berada di posisi benar secara hukum, aturan, atau prosedur. Namun ketika kasus itu dilihat dari sudut pandang kemanusiaan, rasa keadilan publik justru terusik. Di sinilah kita diingatkan bahwa kebenaran formal tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan moral. Benar saja ternyata belum tentu cukup.

Dalam kehidupan modern, kita sering diajarkan untuk mengejar kebenaran versi kita sendiri. Kita berlomba membuktikan siapa yang paling sesuai aturan, siapa yang paling punya dasar hukum, dan siapa yang paling berhak. Sayangnya, dalam proses itu, empati sering tertinggal. Ketika seseorang berdiri di posisi yang “benar”, muncul godaan untuk merasa sah secara moral, bahkan ketika tindakan tersebut melukai pihak yang jauh lebih lemah. Kasus ini mengingatkan kita bahwa kebenaran yang kehilangan rasa kemanusiaan akan terasa dingin dan menyesakkan.

Nenek Elina, sebagai sosok lansia, secara simbolik merepresentasikan kelompok rentan dalam masyarakat. Ketika relasi kuasa tidak seimbang—antara yang kuat dan yang lemah, yang muda dan yang tua, yang paham sistem dan yang awam—maka kebenaran perlu ditemani kebijaksanaan. Tanpa itu, hukum dan aturan berubah menjadi alat yang sah, tetapi tidak selalu adil di mata nurani. Publik pun merespons bukan semata-mata pada siapa yang benar, melainkan pada siapa yang dianggap paling manusiawi.

Kasus ini juga mengajarkan bahwa kebaikan bukanlah kelemahan. Bersikap lunak bukan berarti kalah, dan mengalah bukan berarti salah. Dalam banyak situasi hidup, memilih untuk berbuat baik justru menuntut kedewasaan yang lebih tinggi dibanding sekadar berpegang pada pembenaran diri. Kebaikan adalah kemampuan untuk melihat konteks, memahami kondisi orang lain, dan menyadari bahwa tidak semua persoalan harus dimenangkan.

Di era media sosial, kebenaran sering dikemas dalam potongan narasi yang kaku. Siapa pun bisa menunjukkan pasal, aturan, atau argumen logis. Namun empati tidak bisa ditampilkan dalam tangkapan layar. Ia hadir dalam sikap, nada, dan pilihan untuk menahan diri. Ketika masyarakat bereaksi keras terhadap kasus seperti ini, sebenarnya yang sedang mereka suarakan bukan penolakan terhadap hukum, melainkan kerinduan pada keadilan yang lebih berperikemanusiaan.


Kebenaran Tanpa Empati Adalah Kekerasan

Dalam kehidupan sosial, kebenaran sering ditempatkan di posisi tertinggi, seolah ia berdiri sendiri dan cukup untuk membenarkan segala tindakan. Kita diajarkan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, lalu menganggap persoalan selesai ketika kebenaran ditemukan. Namun realitas manusia tidak sesederhana itu. Ada satu elemen penting yang kerap terlupakan: empati. Tanpa empati, kebenaran justru bisa berubah menjadi alat yang melukai.

Kebenaran yang berdiri sendiri sering kali bersifat kaku. Ia berpegang pada aturan, data, dan logika, tetapi mengabaikan konteks manusia di baliknya. Ketika seseorang menggunakan kebenaran untuk menekan, mempermalukan, atau mengalahkan pihak yang lebih lemah, maka kebenaran tersebut kehilangan nilai moralnya. Ia mungkin sah secara hukum atau logika, tetapi terasa kejam secara kemanusiaan. Di titik inilah kebenaran berubah wajah, dari sesuatu yang mencerahkan menjadi sesuatu yang menyakiti.

Empati bukanlah upaya untuk membenarkan kesalahan, melainkan kemampuan untuk memahami kondisi manusia yang sedang berada di dalam sebuah situasi. Ia mengajak kita melihat bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga siapa yang mengalaminya. Tanpa empati, kita mudah terjebak dalam pembenaran diri. Kita merasa berhak bersikap keras hanya karena berada di posisi yang benar. Padahal, kekerasan tidak selalu berbentuk fisik; ia bisa hadir dalam kata-kata, keputusan, dan sikap yang merendahkan martabat orang lain.

Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, kebenaran sering dijadikan senjata. Media sosial mempercepat proses ini. Siapa pun bisa mengutip aturan, potongan fakta, atau narasi sepihak untuk menyerang. Di ruang seperti ini, empati dianggap kelemahan, dan kepekaan dipersepsikan sebagai ketidaktegasan. Akibatnya, kita melahirkan budaya saling menghakimi, di mana menang argumen lebih penting daripada menjaga kemanusiaan.

Padahal, empati justru memperkaya kebenaran. Dengan empati, kebenaran menjadi lebih utuh dan bijaksana. Kita tidak hanya bertanya “apakah ini benar?”, tetapi juga “apa dampaknya bagi orang lain?”. Kita belajar bahwa tidak semua kebenaran harus ditegakkan dengan cara yang keras. Ada saat di mana mengalah bukan berarti salah, dan ada momen di mana menahan diri justru menunjukkan kedewasaan.

Kebenaran tanpa empati juga berbahaya karena menciptakan luka yang tidak terlihat. Orang mungkin patuh secara lahiriah, tetapi menyimpan rasa sakit, dendam, atau rasa tidak adil di dalam hati. Luka-luka inilah yang perlahan merusak kepercayaan sosial. Masyarakat menjadi dingin, relasi menjadi transaksional, dan rasa saling percaya terkikis. Semua itu berawal dari kebenaran yang ditegakkan tanpa mempertimbangkan rasa.

Pada akhirnya, tujuan kebenaran seharusnya bukan untuk menang, melainkan untuk menuntun. Ia hadir untuk memperbaiki, bukan mempermalukan; untuk menyadarkan, bukan menghancurkan. Empati adalah jembatan yang membuat kebenaran bisa sampai ke hati manusia, bukan sekadar ke pikiran. Tanpa jembatan itu, kebenaran akan jatuh sebagai kekerasan—sah, tetapi melukai.

Maka, dalam setiap posisi di mana kita merasa benar, ada satu pertanyaan penting yang perlu diajukan: apakah cara kita menyampaikan kebenaran ini masih menjaga martabat manusia? Jika jawabannya tidak, mungkin yang kita tegakkan bukan lagi kebenaran, melainkan ego yang bersembunyi di baliknya. Karena pada akhirnya, kebenaran sejati selalu berjalan beriringan dengan empati. Tanpa empati, ia kehilangan jiwanya.

Berkaca dari peristiwa ini, kita diajak untuk bertanya pada diri sendiri: ketika kita merasa benar, apakah kita juga sudah adil? Ketika kita punya kuasa, apakah kita menggunakannya dengan bijak? Dan ketika kita bisa menang, apakah kemenangan itu benar-benar perlu diraih? Pertanyaan-pertanyaan ini relevan bukan hanya dalam kasus besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—di tempat kerja, di keluarga, dan dalam relasi sosial.

Pada akhirnya, hidup bukan sekadar soal siapa yang benar, tetapi siapa yang mampu menjaga kemanusiaannya. Kebenaran tanpa kebaikan akan terasa keras, sementara kebaikan tanpa kebenaran bisa menjadi naif. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan: keberanian untuk berdiri pada prinsip, sekaligus kerendahan hati untuk berempati. Kasus Samuel vs Nenek Elina mengingatkan kita akan satu hal sederhana namun mendalam—menjadi benar itu penting, tetapi menjadi baik jauh lebih bermakna.

Tuesday, April 1, 2025

Hidden Cost of Endless Scroll

Apa yang Hilang dari Hidup Kita?

Di era digital, hampir setiap orang terjebak dalam kebiasaan endless scroll—aktivitas menggulir tanpa henti di media sosial, berita online, dan platform hiburan. Dari Instagram, TikTok, YouTube Shorts, hingga Twitter, algoritma dirancang untuk membuat kita terus terlibat, tanpa sadar kehilangan waktu berharga. Namun, di balik kenyamanan dan hiburan instan, ada harga tersembunyi yang kita bayar. Apa saja yang sebenarnya hilang dari hidup kita akibat kebiasaan ini?

1. Kehilangan Waktu yang Berharga

Waktu adalah aset yang tak tergantikan. Setiap menit yang kita habiskan untuk scrolling tanpa tujuan berarti ada aktivitas lain yang terabaikan—mungkin membaca buku, berolahraga, belajar skill baru, atau menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga. Dalam sehari, mungkin kita berpikir hanya menghabiskan beberapa menit di media sosial, tetapi jika dijumlahkan, bisa mencapai 3-5 jam per hari, yang berarti lebih dari 1.000 jam per tahun—setara dengan waktu untuk belajar keahlian baru atau menyelesaikan puluhan buku.

2. Penurunan Fokus dan Produktivitas

Konten cepat dan pendek yang terus bergulir melatih otak kita untuk mencari kepuasan instan. Akibatnya, kemampuan kita untuk fokus dalam jangka panjang menurun. Otak terbiasa dengan dopamine hit dari setiap notifikasi dan video baru, membuat kita kesulitan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan, belajar, atau bahkan sekadar menikmati obrolan mendalam dengan seseorang.

3. Dampak pada Kesehatan Mental

Media sosial penuh dengan highlight reel kehidupan orang lain—momen terbaik yang dipilih untuk dipamerkan. Terlalu sering melihat kehidupan yang tampaknya "sempurna" bisa membuat kita tanpa sadar membandingkan diri sendiri, menciptakan perasaan kurang puas, kecemasan, dan bahkan depresi. Selain itu, paparan konten negatif atau berita berlebihan juga bisa meningkatkan stres dan kelelahan mental.

4. Menurunnya Kualitas Hubungan Sosial

Pernahkah Anda berkumpul dengan teman atau keluarga, tetapi semua orang justru sibuk dengan ponsel masing-masing? Endless scroll bisa menggantikan interaksi nyata dengan hubungan digital yang dangkal. Percakapan mendalam, empati, dan keterlibatan emosional dalam hubungan perlahan memudar karena kita lebih tertarik dengan layar daripada orang di sekitar kita.

5. Menghambat Kreativitas dan Pemikiran Kritis

Kebiasaan scrolling tanpa henti membuat kita menjadi konsumen pasif, bukan kreator. Ketika otak terus-menerus dibanjiri konten, kita kehilangan kesempatan untuk berpikir secara mendalam, merenung, atau bahkan merasa bosan—padahal justru dalam momen kebosananlah ide-ide kreatif sering muncul.

6. Gangguan Tidur dan Kesehatan Fisik

Banyak orang mengalami gangguan tidur karena scrolling sebelum tidur, terkena blue light dari layar yang menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tidur. Akibatnya, kualitas tidur menurun, tubuh tidak segar keesokan harinya, dan energi untuk menjalani hari pun berkurang. Selain itu, duduk terlalu lama dalam posisi yang sama saat scrolling juga bisa menyebabkan nyeri leher, punggung, dan masalah kesehatan lainnya.

Bagaimana Mengatasi Efek Negatifnya?

Menyadari dampak negatif endless scroll adalah langkah pertama untuk menguranginya. Beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Tetapkan batas waktu untuk penggunaan media sosial dengan fitur screen time.

  • Gunakan metode "30-second rule"—jika tidak menemukan manfaat dalam 30 detik pertama, tinggalkan kontennya.

  • Prioritaskan kegiatan offline seperti membaca buku, berjalan di alam, atau berolahraga.

  • Gunakan media sosial dengan tujuan jelas, misalnya hanya untuk mencari informasi spesifik, bukan sekadar menggulir tanpa arah.

  • Buat "No Phone Zones" di area tertentu, misalnya saat makan atau sebelum tidur.

Pada akhirnya, media sosial dan teknologi bukanlah musuh—tetapi jika kita tidak menggunakannya dengan bijak, kita bisa kehilangan lebih dari yang kita sadari. Waktu, fokus, hubungan sosial, kesehatan mental, dan kreativitas adalah harga yang tak ternilai. Jadi, apakah kita masih ingin terus scrolling tanpa henti atau mulai mengambil kembali kendali atas hidup kita?

Sunday, March 23, 2025

BRAIN ROT

Ketika Otak Membusuk di Era Digital.

Di era digital yang serba cepat ini, istilah "Brain Rot" semakin sering terdengar, terutama di kalangan pengguna internet yang merasa otaknya "membusuk" akibat terlalu banyak mengonsumsi konten ringan, repetitif, dan kurang bermanfaat. Brain Rot bukan istilah medis, tetapi lebih kepada fenomena psikologis dan sosial yang menggambarkan penurunan kualitas berpikir akibat kebiasaan mengonsumsi informasi dangkal secara berlebihan.


Apa Itu Brain Rot?.

Brain Rot secara harfiah berarti “pembusukan otak,” tetapi dalam konteks digital, istilah ini merujuk pada kebiasaan berlebihan dalam mengonsumsi konten tanpa berpikir kritis. Contohnya termasuk,

  • Terlalu banyak scrolling di media sosial tanpa tujuan yang jelas.
  • Menghabiskan waktu berjam-jam di TikTok, Reels, atau YouTube Shorts hanya untuk hiburan instan.
  • Menonton video atau membaca artikel tanpa memperhatikan isi secara mendalam
  • Ketergantungan pada meme, video pendek, dan konten viral sehingga sulit fokus pada hal-hal yang lebih kompleks.


Dampak Brain Rot terhadap Otak.

Menurunnya Konsentrasi dan Daya Ingat.

Paparan konten pendek dan cepat menyebabkan otak terbiasa dengan gratifikasi instan, sehingga sulit berkonsentrasi dalam membaca buku atau memahami konsep yang lebih kompleks.


Berpikir Dangkal dan Kurangnya Pemikiran Kritis.

Terlalu banyak menerima informasi tanpa refleksi dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan analitis.


Kesulitan Menyelesaikan Tugas yang Panjang.

Otak yang terbiasa dengan hal instan akan merasa cepat bosan saat harus mengerjakan sesuatu yang membutuhkan fokus lama.


Kecanduan Konten dan FOMO (Fear of Missing Out).

Rasa takut ketinggalan informasi membuat seseorang terus-menerus scrolling tanpa sadar.


Bagaimana Menghindari Brain Rot?.

Batasi Waktu Layar.

Gunakan fitur pengingat screen time di ponsel untuk mengontrol waktu konsumsi media sosial.


Konsumsi Konten Berkualitas.

Gantilah kebiasaan scrolling tanpa henti dengan membaca buku, jurnal, atau artikel yang lebih mendalam.


Praktikkan Deep Work.

Latih otak untuk fokus dalam jangka waktu lama tanpa distraksi digital.


Meditasi dan Jeda Digital.

Luangkan waktu untuk menjauh dari layar agar otak bisa beristirahat.


Brain Rot bisa menyerang siapa saja, tetapi dengan kesadaran dan usaha, kita bisa menghindarinya. Mulailah dari sekarang dengan lebih selektif dalam mengonsumsi informasi!



Endless Scroll.

Kemudahan yang Menjebak dalam Dunia Digital.


Di era digital saat ini, kita semakin akrab dengan fitur endless scroll, atau gulir tanpa batas, yang diterapkan oleh berbagai platform media sosial dan situs berita. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk terus menggulir halaman tanpa perlu berpindah ke halaman berikutnya, sehingga memberikan pengalaman yang mulus dan tanpa hambatan. Namun, di balik kemudahannya, endless scroll juga membawa dampak psikologis yang perlu diwaspadai.


Bagaimana Endless Scroll Bekerja?.

Endless scroll adalah teknik desain antarmuka yang memanfaatkan pemuatan dinamis (infinite loading). Setiap kali pengguna menggulir ke bawah, konten baru otomatis dimuat, menciptakan ilusi bahwa tidak ada batasan informasi. Teknik ini pertama kali dipopulerkan oleh media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok, serta situs berita yang mengandalkan engagement tinggi.


Dampak Psikologis Endless Scroll.

Ketagihan Digital.

Endless scroll dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Dengan terus-menerus menampilkan konten baru, otak kita terus terdorong untuk mencari sesuatu yang menarik, sehingga membuat kita sulit berhenti menggulir.


Gangguan Fokus dan Produktivitas.

Kebiasaan menggulir tanpa batas dapat mengalihkan perhatian dari tugas-tugas penting. Kita sering kali tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial tanpa menyadari seberapa banyak waktu yang telah berlalu.


FOMO (Fear of Missing Out).

Dengan terus diperbaruinya konten, pengguna merasa cemas akan ketinggalan informasi terbaru. Hal ini bisa memicu stres dan kecemasan sosial yang berlebihan.


Gangguan Tidur.

Banyak orang yang menggulir media sosial sebelum tidur, tetapi paparan layar dan konten yang terus-menerus berubah bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tidur.


Cara Mengontrol Penggunaan Endless Scroll.

Gunakan Fitur Pembatas Waktu.

Banyak ponsel dan aplikasi kini menyediakan fitur pembatasan waktu penggunaan aplikasi tertentu.


Terapkan Teknik Pomodoro.

Gunakan metode kerja fokus 25 menit, diikuti dengan istirahat 5 menit, untuk menghindari distraksi.


Aktifkan Mode Grayscale.

Warna hitam-putih pada layar dapat mengurangi daya tarik konten visual.


Tentukan Tujuan Sebelum Menggunakan Media Sosial.

Pastikan Anda memiliki tujuan yang jelas saat membuka platform digital agar tidak terjebak dalam guliran tanpa akhir.


Endless scroll memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, tetapi juga dapat menyebabkan kecanduan digital yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan produktivitas. Dengan memahami cara kerja fitur ini serta menerapkan strategi yang tepat, kita bisa tetap menikmati dunia digital tanpa kehilangan kendali atas waktu dan perhatian kita.


Detoks Digital.

Menjaga Kesehatan Mental di Era Informasi Berlebih.

Di era digital saat ini, kita disuguhi arus informasi yang tidak ada habisnya. Notifikasi yang terus berbunyi, media sosial yang selalu aktif, serta kemudahan mengakses berita dan hiburan membuat kita sulit untuk melepaskan diri dari layar gadget. Sayangnya, keterikatan ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan mental dan produktivitas. Oleh karena itu, detoks digital menjadi solusi penting untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah gempuran teknologi.


Apa Itu Detoks Digital?.

Detoks digital adalah upaya untuk mengurangi atau bahkan berhenti sementara dari penggunaan perangkat digital, seperti ponsel, komputer, dan media sosial. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi diri sendiri agar bisa lebih fokus pada kehidupan nyata, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur dan hubungan sosial.


Manfaat Detoks Digital.

Mengurangi Stres dan Kecemasan.

Konsumsi informasi berlebih, terutama dari media sosial dan berita negatif, dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Dengan membatasi akses terhadap platform digital, pikiran menjadi lebih tenang dan fokus.


Meningkatkan Kualitas Tidur.

Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Dengan mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, kualitas tidur akan membaik.


Meningkatkan Produktivitas.

Terlalu sering memeriksa ponsel atau media sosial bisa menghambat konsentrasi dan mengurangi produktivitas. Dengan melakukan detoks digital, kita dapat lebih fokus pada pekerjaan atau aktivitas yang lebih bermakna.


Memperkuat Hubungan Sosial.

Interaksi langsung dengan keluarga dan teman sering kali terganggu oleh kebiasaan bermain gadget. Dengan mengurangi penggunaan perangkat digital, kita bisa lebih hadir dalam momen bersama orang-orang terdekat.


Cara Melakukan Detoks Digital.

Tentukan Batas Waktu Penggunaan Gadget.

Atur waktu tertentu untuk menggunakan perangkat digital dan pastikan ada waktu tanpa layar dalam sehari, seperti saat makan atau sebelum tidur.


Nonaktifkan Notifikasi yang Tidak Penting.

Notifikasi dari media sosial atau aplikasi lainnya bisa menjadi distraksi yang mengganggu fokus. Matikan notifikasi yang tidak diperlukan untuk mengurangi godaan untuk membuka ponsel.


Gunakan Fitur Screen Time.

Banyak perangkat modern memiliki fitur yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan membatasi waktu penggunaan aplikasi tertentu.


Luangkan Waktu untuk Aktivitas Offline.

Gantilah waktu yang biasa digunakan untuk berselancar di internet dengan kegiatan lain seperti membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.


Lakukan Digital-Free Day.

Cobalah untuk menjadwalkan satu hari dalam seminggu tanpa penggunaan perangkat digital. Gunakan hari ini untuk beraktivitas di luar ruangan atau melakukan hobi yang tidak melibatkan teknologi.


Detoks digital bukan berarti meninggalkan teknologi sepenuhnya, melainkan menggunakannya dengan lebih bijak dan seimbang. Dengan mengatur penggunaan perangkat digital, kita dapat meningkatkan kesehatan mental, produktivitas, dan hubungan sosial. Saatnya kita mengambil kendali atas teknologi, bukan sebaliknya. Mulailah detoks digital dan rasakan manfaat positifnya bagi kehidupan sehari-hari!

Monday, June 3, 2024

Problem Literasi : Guru Banyak Berkas, Siswa Banyak Tugas

Pentingnya Literasi di Tengah Tantangan Modern: Antara Beban Guru dan Tugas Siswa

Literasi adalah fondasi dari segala bentuk pembelajaran. Kemampuan membaca dan menulis tidak hanya mendukung perkembangan akademis, tetapi juga membentuk individu yang kritis, kreatif, dan berpengetahuan luas. Di era informasi ini, literasi yang kuat juga berarti kemampuan untuk menyaring informasi, berpikir kritis, dan membuat keputusan yang berdasar. Namun, ironisnya, meski kita mengakui pentingnya literasi, kondisi saat ini sering kali tidak mendukung pengembangan kemampuan ini, baik untuk guru maupun siswa.

Beban Guru yang Menghambat Waktu Membaca

Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka memiliki tanggung jawab besar tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pembacaan dan pembelajaran berkelanjutan. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak guru terjebak dalam tumpukan berkas administrasi. Tugas administratif ini sering kali menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk membaca dan memperdalam ilmu.

Administrasi yang berlebihan menghambat kreativitas dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Guru yang tidak sempat membaca buku atau jurnal terbaru tidak dapat mengikuti perkembangan metode pengajaran dan pengetahuan terbaru, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Selain itu, kurangnya waktu untuk membaca juga mengurangi kesempatan bagi guru untuk menginspirasi dan membimbing siswa dalam pengembangan literasi mereka.

Tugas Siswa yang Mengikis Waktu Membaca

Siswa, di sisi lain, juga menghadapi tantangan serupa. Beban tugas sekolah yang berlebihan sering kali menghalangi mereka untuk menikmati kegiatan membaca di luar materi pelajaran. Banyak siswa yang merasa terbebani dengan pekerjaan rumah, proyek, dan persiapan ujian, sehingga waktu mereka untuk membaca buku-buku non-akademis menjadi sangat terbatas.

Padahal, membaca buku di luar kurikulum sekolah memiliki manfaat besar. Buku-buku fiksi, misalnya, dapat meningkatkan empati dan pemahaman sosial, sementara buku-buku non-fiksi memperluas wawasan dan pengetahuan di luar kelas. Tanpa waktu yang cukup untuk membaca, siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan literasi yang lebih dalam dan kaya.

Mengatasi Hambatan Literasi

  1. Penyederhanaan Administrasi Guru:

    • Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mempertimbangkan penyederhanaan prosedur administratif agar guru memiliki lebih banyak waktu untuk membaca dan mempersiapkan materi pengajaran. Penggunaan teknologi untuk otomatisasi tugas-tugas administrasi dapat menjadi solusi.
  2. Pembentukan Kebiasaan Membaca di Sekolah:

    • Sekolah dapat mengalokasikan waktu khusus untuk kegiatan membaca, seperti "jam membaca" harian atau mingguan. Ini akan memastikan bahwa baik guru maupun siswa memiliki waktu yang didedikasikan untuk membaca.
  3. Mendorong Lingkungan Literasi:

    • Perpustakaan sekolah perlu diperkuat dengan koleksi buku yang beragam dan relevan. Selain itu, program seperti klub buku atau diskusi literasi dapat membangkitkan minat membaca di kalangan siswa dan guru.
  4. Kerjasama Orang Tua dan Sekolah:

    • Orang tua juga berperan penting dalam mendorong minat baca anak-anak. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mendukung literasi di rumah dan sekolah.
  5. Pengintegrasian Literasi dalam Kurikulum:

    • Literasi tidak hanya harus diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi juga diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Ini akan membantu siswa melihat pentingnya membaca dan menulis dalam berbagai konteks.

Kesimpulan

Literasi adalah kunci keberhasilan individu dan masyarakat. Meskipun saat ini terdapat banyak hambatan yang menghalangi guru dan siswa untuk mengembangkan kebiasaan membaca, dengan upaya kolaboratif dan strategis, tantangan ini dapat diatasi. Membaca bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga tentang membuka pintu ke dunia yang lebih luas, lebih kaya, dan lebih bermakna. Dengan demikian, investasi dalam literasi adalah investasi dalam masa depan yang lebih baik.

Thursday, April 25, 2024

Tips dan Strategi Efektif untuk Meningkatkan Percaya Diri


Meningkatkan Percaya Diri saat Bimbingan Belajar Offline: Tips dan Strategi Efektif.

Bimbingan belajar offline seringkali menjadi pilihan bagi banyak siswa yang mencari bantuan tambahan dalam pendidikan mereka. Namun, bagi sebagian orang, menghadiri sesi bimbingan belajar bisa menjadi pengalaman yang menantang, terutama jika mereka merasa kurang percaya diri. 

Dalam video ini, kami akan membahas cara-cara praktis untuk meningkatkan percaya diri Anda saat mengikuti bimbingan belajar offline, sehingga Anda dapat memaksimalkan manfaat dari pengalaman belajar Anda.

Percaya diri adalah kualitas yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan pribadi. Ketika seseorang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, ia cenderung lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko yang dibutuhkan, dan meraih peluang yang ada di hadapannya.

Percaya diri adalah fondasi bagi kesuksesan dalam setiap aspek kehidupan. Ketika seseorang percaya pada kemampuan dan potensi dirinya sendiri, ia cenderung bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses. Dengan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, seseorang dapat meraih prestasi yang lebih besar dalam karir, pendidikan, dan kehidupan pribadi.

Berikut adalah Tips dan Strategi Efektif untuk Meningkatkan Percaya Diri.

1. Kenali Kelemahan dan Kekuatan Anda.

Langkah pertama untuk meningkatkan percaya diri Anda adalah dengan mengenali kelemahan dan kekuatan Anda. Ketika Anda menyadari area mana yang perlu diperbaiki dan di mana Anda telah berprestasi, Anda dapat fokus pada pengembangan diri Anda. Selain itu, mengingat kembali pencapaian Anda yang lalu juga dapat memberikan dorongan tambahan untuk percaya diri.

2. Persiapkan Diri Anda dengan Baik.

Persiapan yang matang adalah kunci untuk merasa lebih percaya diri. Pastikan Anda mempersiapkan diri sebelum menghadiri sesi bimbingan belajar dengan membaca materi yang akan dibahas, memahami pertanyaan yang ingin Anda ajukan, dan menyiapkan catatan atau pertanyaan tambahan yang mungkin Anda miliki. Semakin banyak Anda mempersiapkan diri, semakin percaya diri Anda akan menjadi.

3. Jalin Hubungan dengan Pengajar dan Teman Sebaya.

Membangun hubungan yang baik dengan pengajar dan teman sebaya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda. Berinteraksi dengan pengajar secara aktif, bertanya tentang materi yang sulit dipahami, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas dapat membantu Anda merasa lebih nyaman dalam lingkungan bimbingan belajar. Selain itu, berkolaborasi dengan teman sebaya untuk memecahkan masalah atau mengerjakan tugas bersama juga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda.

4. Tetaplah Positif dan Terbuka terhadap Umpan Balik.

Penting untuk tetap positif dan terbuka terhadap umpan balik yang diberikan oleh pengajar dan teman sebaya. Terima kritik dengan lapang dada dan gunakan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ingatlah bahwa setiap kesalahan adalah pelajaran yang berharga dan merupakan bagian dari proses belajar.

5. Latihlah Keterampilan Sosial Anda.

Keterampilan sosial yang baik juga dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri saat mengikuti bimbingan belajar offline. Latihlah keterampilan seperti berbicara di depan umum, mendengarkan dengan baik, dan berkomunikasi dengan jelas dan efektif. Semakin baik Anda dalam berinteraksi dengan orang lain, semakin nyaman Anda akan merasa dalam lingkungan bimbingan belajar.

6. Tetaplah Konsisten dan Bertekad.

Terakhir, tetaplah konsisten dan bertekad untuk terus meningkatkan percaya diri Anda. Ingatlah bahwa rasa percaya diri bukanlah sesuatu yang datang secara instan, tetapi merupakan hasil dari usaha dan ketekunan yang terus menerus. Teruslah berlatih dan mencari pengalaman baru untuk mengembangkan percaya diri Anda.


Tantangan dan kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi bagi orang yang percaya diri, mereka dianggap sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Ketika seseorang memiliki percaya diri yang kuat, ia cenderung lebih mudah menghadapi rintangan dan tidak menyerah saat menghadapi kegagalan. Sebaliknya, ia melihat kegagalan sebagai langkah menuju kesuksesan dan tetap bertekad untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Percaya diri juga berdampak positif pada kesejahteraan emosional seseorang. Ketika seseorang merasa percaya diri, ia cenderung lebih bahagia, lebih optimis, dan lebih puas dengan hidupnya secara keseluruhan. Hal ini karena percaya diri membantu seseorang merasa lebih berharga dan mampu mengatasi stres dan tekanan yang mungkin dialaminya.

Percaya diri juga memainkan peran penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Orang yang percaya diri cenderung lebih mudah bergaul, lebih berani berbicara dengan jujur, dan lebih mampu mengungkapkan diri dengan baik. Hal ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan mendukung dalam kehidupan pribadi dan profesional.

Akhirnya, meningkatkan percaya diri juga dapat membuka pintu untuk peluang baru dalam kehidupan seseorang. Orang yang percaya diri cenderung lebih terbuka terhadap peluang baru, lebih berani mengambil risiko, dan lebih mampu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meraih impian mereka. Dengan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih memuaskan dan bermakna.


Dengan menerapkan tips dan strategi ini, Anda dapat meningkatkan percaya diri Anda saat menghadiri bimbingan belajar offline dan meraih hasil yang lebih baik dalam pendidikan Anda. Semoga video ini bermanfaat bagi Anda dan dapat membantu Anda mencapai potensi penuh Anda dalam belajar!

Thursday, March 7, 2024

Kisah Sukses Politisi Muda (1)

Emil Dardak: Kisah Sukses Politisi Muda - Menginspirasi dan Menantang dalam Meniti Karier Politik

Dunia politik sering kali dianggap sebagai medan perjuangan yang keras, tetapi di tengah dinamikanya, ada kisah-kisah inspiratif yang mencerahkan dan memberikan harapan baru. Salah satu contohnya adalah kisah sukses Emil Dardak, seorang politisi muda yang berhasil meniti karier politik dengan gemilang di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan mengupas perjalanan karier politik Emil Dardak, tantangan yang dihadapinya, serta inspirasi yang dapat diambil dari perjalanan hidupnya.

Emil Dardak lahir pada tanggal 1 Juli 1986 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia. Pendidikannya yang gemilang, dengan gelar sarjana dari Universitas Brawijaya dan gelar master dari Universitas Harvard, memberikan dasar yang kuat bagi kariernya. Namun, lebih dari itu, semangatnya untuk melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat telah membawanya masuk ke dunia politik.

Seperti halnya politisi muda lainnya, Emil Dardak juga dihadapkan pada berbagai tantangan ketika memasuki dunia politik. Mulai dari persaingan yang ketat dengan politisi senior hingga tekanan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, perjalanan politiknya tidaklah mudah. Namun, dengan dedikasi, integritas, dan visi yang kuat, Emil berhasil melewati berbagai rintangan tersebut.


Emil Dardak, sosok yang dikenal sebagai politisi sukses dan pemimpin daerah yang visioner, ternyata juga memiliki bakat tersembunyi yang mungkin belum banyak orang ketahui: bakat menyanyi. Di balik kesibukannya dalam urusan politik dan pelayanan masyarakat, Emil Dardak juga menyalurkan passion-nya dalam dunia musik. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sisi lain dari Emil Dardak sebagai seorang penyanyi yang berbakat dan memberikan sorotan kepada perjalanan musiknya.

Bakat musik Emil Dardak tidaklah terlepas dari kecintaannya pada seni sejak usia muda. Sebagai seorang yang memiliki minat yang besar dalam bidang seni, terutama musik, Emil sering menunjukkan ketertarikan pada berbagai aliran musik dan seni pertunjukan lainnya. Ketertarikan ini tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan hidupnya, yang kemudian membawa dia memperdalam bakat musiknya.

Meskipun lebih dikenal sebagai politisi, Emil Dardak tidak pernah melupakan passion-nya dalam dunia musik. Dia sering tampil dalam berbagai acara musik lokal di Trenggalek, tempat kelahirannya. Dengan vokal yang kuat dan gaya bermusik yang khas, Emil mampu menyampaikan emosi melalui lagu-lagu yang dinyanyikannya. Meskipun tidak menjadi fokus utama karier atau popularitasnya, musik tetap menjadi bagian penting dari kehidupan dan keseimbangannya.

Sebelum sibuk menjadi politisi, Emil Dardak merupakan seorang penyanyi. Ia juga pernah duet dnegan Nino dalam album jazz Rendezvous Rieka Roeslan, dalam album tersebut menampilkan sejumlah musikus Tanah Air, di antaranya Glenn Fredly dan Angga Maliq & D'essentials.

Arumi Bachsin, telah mengarungi bahtera rumah tangganya dengan Emil Dardak selama delapan tahun. Pada hari pernikahan mereka 30 Agustus 2021 lalu, Emil punya kado istimewa. Hadiah yang diberikan Wakil Gubernur Jawa Timur kepada sang istri bukan sebuah barang mahal melainkan berupa lagu khusus.

Lirik yang ada dalam lagu tersebut super romantis, yang menceritakan perjalanan cinta Emil Dardak dan Arumi Bachsin saat keduanya masih berpacaran. Lagu berjudul "Bidadariku" dihadirkan dengan irama cheerful dan upbeat sehingga memberikan nuansa ceria bagi siapa saja yang mendengarkan.

Sebelumnya, Agustus 2020, pada usia pernikahan yang ketujuh, sikap Emil Dardak terbukti selalu romantis kepada istrinya. Salah satunya terlihat dari upayanya Emil Dardak yang merampungkan produksi lagu ciptaannya sendiri yang berjudul "Dialah." Dalam unggahan tersebut, Emil berkisah sebenarnya lagu "Dialah" sudah diciptakan tujuh tahun yang lalu, spesial untuk Arumi Bachsin.


Keberanian Emil Dardak untuk mengekspresikan dirinya melalui musik memberikan pesan yang penting bagi kita semua. Terlepas dari kesibukannya sebagai seorang pemimpin dan politisi, dia mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengejar passion-nya, tidak peduli seberapa sibuk atau sukses mereka dalam bidang lain. Musik adalah bahasa universal yang dapat menghubungkan orang dari berbagai latar belakang dan pengalaman, dan Emil Dardak adalah contoh nyata bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi.


Dalam perjalanannya di dunia politik, Emil Dardak telah mengukir berbagai prestasi gemilang. Dia pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek, pada tahun 2015, posisi yang berhasil dia geluti dengan sukses selama dua periode. Kiprahnya sebagai pemimpin daerah membawa perubahan positif bagi masyarakat Trenggalek, terutama dalam hal pembangunan dan kesejahteraan sosial.


Pada tahun 2020, Emil Dardak memasuki babak baru dalam karier politiknya ketika dia dilantik sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Dalam perannya sebagai wakil gubernur, Emil bertanggung jawab atas berbagai aspek pembangunan dan pelayanan masyarakat di provinsi yang luas dan beragam ini. Visinya yang progresif dan komitmen untuk memajukan Jawa Timur telah membuatnya dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling potensial dan disegani di wilayah tersebut.

Sebagai wakil gubernur, Emil Dardak telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur. Dari sektor pendidikan hingga infrastruktur, dia aktif memperjuangkan kepentingan rakyat dan berupaya keras untuk menciptakan perubahan positif yang berdampak jangka panjang bagi pembangunan wilayah tersebut.


Dalam dunia politik Indonesia, hubungan mentor dan mentee sering kali menjadi kunci kesuksesan para pemimpin muda. Salah satu contoh yang menonjol adalah hubungan antara Emil Dardak, seorang politisi berpengalaman, dengan Gibran Rakabuming, seorang pengusaha muda yang mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri peran Emil Dardak sebagai mentor bagi Gibran dan bagaimana hubungan ini telah memengaruhi perjalanan politik Gibran.

Pertemuan antara Emil Dardak dan Gibran Rakabuming bukanlah kebetulan semata. Keduanya memiliki latar belakang yang sama-sama berkecimpung dalam dunia politik, meskipun dengan pengalaman dan generasi yang berbeda. Kedua tokoh ini mulai terlibat dalam dialog dan kolaborasi yang intens, dimana Emil Dardak memainkan peran penting sebagai mentor bagi Gibran.

Selain menjadi mentor, Emil Dardak juga memberikan dukungan aktif terhadap Gibran Rakabuming dalam perjalanannya sebagai calon wakil presiden. Dardak membantu membangun jaringan politik, memfasilitasi pertemuan dengan pemimpin politik dan masyarakat, serta memberikan dorongan moral dan semangat kepada Gibran.


Kisah sukses Emil Dardak bukan hanya inspirasi bagi para politisi muda, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia secara keseluruhan. Dedikasinya dalam melayani masyarakat, integritasnya dalam menjalankan tugas, dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan politik merupakan contoh yang patut diteladani. Melalui perjuangannya, Emil Dardak mengajarkan pentingnya memiliki visi, integritas, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.

Dunia politik tidak selalu menghadirkan kemudahan, tetapi kisah sukses seperti Emil Dardak menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, hal yang besar dapat dicapai. Melalui dedikasi dan komitmen untuk melayani masyarakat, Emil Dardak telah menjadi teladan bagi generasi muda dalam memasuki dunia politik. Semoga kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang demi perubahan yang positif dalam masyarakat.

Saturday, March 2, 2024

Jokowi Effect

Dalam pilpres setiap isu yang mengemuka sebelum hari pemilihan berpotensi menjadi game changer. Game changer dalam kontestasi politik merujuk pada suatu kejadian atau isu, bisa pula strategi atau politik kreatif yang memiliki dampak besar dan mengubah dinamika politik yang tengah berlangsung.

Dalam debat presiden yang sangat berpengaruh, bisa jadi pasangan Capres Cawapres A yang terbaik, namun ternyata yang memenangkan suara pemilih adalahCapres Cawapres B. Hal kecil dapat apa pun dapat menjadi faktor perubah arah dan dinamika politik yang disebut dengan game changer.

Misalnya, dalam pilpres India tahun 2014. Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) menjadi game changer dengan kampanye yang kuat dan fokus pada isu pembangunan ekonomi yang adalah persoalan mendasar, sehingga Modi berhasil mendapatkan dukungan luas dan signifikan untuk memenangkan pemilihan dengan suara mayoritas, mengakhiri era pemerintahan Kongres yang telah lama berkuasa. 

Dalam pilpres Amerika Serikat 2016, game changer terjadi, yang kemudian mengubah peta politik, ketika pengungkapan email oleh WikiLeaks terkait kandidat presiden Hillary Clinton jelang hari pemilihan. Terungkapnya email yang turut menjatuhkan kredibilitas Clinton saat itu, sehingga memengaruhi hasil pemilihan secara cepat dan signifikan. 

Dalam Pilpres 2014, kemenangannya Joko Widodo (atau Jokowi) juga dianggap sebagai game changer. Jokowi berlatar belakang wali kota kota kecil (yaitu kota Solo) dan kemudian Gubernur Jakarta, menawarkan citra kepemimpinan sederhana dan pro-rakyat. Kampanyenya yang inovatif dan dekat dengan masyarakat, turut mengubah paradigma politik di Indonesia saat itu. 

Hal ini dikenal sebagai Efek Jokowi atau Jokowi Effect. 

Jokowi Effect adalah istilah yang diciptakan media untuk mendeskripsikan pengaruh kepopuleran Joko Widodo atau Jokowi terhadap perpolitikan dan perekonomian Indonesia. Dalam bidang politik, pendeklarasian Joko Widodo sebagai calon presiden dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2014 diyakini dapat mendongkrak suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga 30%. Sementara itu, di pasar modal, efek Jokowi dikatakan dapat meningkatkan gairah penanam modal karena dia dinilai mempunyai rekam jejak yang bersih, pro-rakyat, dan tegas.

Setelah Jokowi memperoleh mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon presiden pada tanggal 14 Maret 2014, indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 152,47 poin menjadi 4.878,64, sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat hingga angka 11.386. PDIP juga mencoba menggunakan Jokowi dalam kampanyenya untuk mencapai target suaranya sebesar 25%. 

Begitu pula dengan Pemilu Presiden 2024.

Jokowi Effect dikaitkan dengan keunggulan paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei pada Pilpres 2024. Jokowi Effect kerap dikaitkan dengan bansos dan lainnya. Jokowi Effect juga berkaitan dengan nama dan kerja para relawan Jokowi di akar rumput.

Paternalistik sosiologis nama Jokowi itu sungguh sangat sensitif. Begitu Jokowi direndahkan, banyak orang yang sakit hati dan ingin melakukan pembalasan. 


Jokowi effect masih begitu kuat dan terbukti dalam pemilu 2024, pertama adalah mengingat, Gibran adalah putra sulung  Jokowi. Sehingga, Jokowi tidak saja bisa mengarahkan ke partai politik. Namun basis relawan juga cukup kuat, akibatnya banyak pemilih yang mengarahkan pilihannya kepada paslon maupun parpol yang didukung Jokowi.

Dimana Paslon nomor urut 02, mengusung tagline melanjutkan pemerintah sebelumya. Jadi banyak pemilih yang memilih yang ada Jokowi.


Hasil selaras juga terlihat pada survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi mencapai 79,5 persen. Berdasarkan tren-nya, tingkat kepuasan ini sempat turun pada Oktober 2023 dan kembali meningkat hingga Februari 2024.

Tak jauh berbeda, kinerja pemerintahan Presiden Jokowi juga mendapat kesan cukup positif. Poltracking Indonesia mencatat, tingkat kepuasan kinerja pemerintahan Jokowi mencapai 77,6 persen. 


Sebelum Pilpres dimulai pun banyak pengamat politik yang menilai Jokowi effect akan menjadi salah satu variabel yang menentukan kemenangan bakal calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024. Pasangan mana yang mampu merebut Jokowi effect akan berpotensi menambah suara.

Selain faktor Jokowi Effect, faktor kedua adalah bakal capres yang mampu membangun atau menggalang koalisi besar akan berpotensi mendapatkan dukungan suara lebih besar. Kemudian faktor ketiga adalah penentuan figur bakal cawapres, dimana bakal cawapres harus mempertimbangkan keterwakilan daerah atau kesukuan.

Prabowo pun maju ke pilpres 2024 dengan tawaran akan melanjutkan program-program kerja Jokowi. Dia juga menggandeng partai-partai anggota koalisi yang mendukung Jokowi, Prabowo bahkan menjadikan Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, sebagi calon wakil presidennya.


Jokowi effect merupakan terminologi yang diciptakan oleh media dalam dua pemilu terakhir, yaitu tahun 2014 dan 2019. Hal tersebut menggambarkan bagaimana popularitas Jokowi bisa memberikan pengaruh pada panggung politik dan juga ekonomi di Indonesia.

Ceruk suara pendukung Jokowi non-loyalis PDIP ini yang akan diperebutkan.

Sebagai anak Jokowi, Gibran menjadi harapan yang bisa membawa kekuatan elektoral Jokowi sebelumnya. 


Hasilnya, Jokowi effect memang nyata. Dukungan Jokowi memang membantu mengangkat nama seseorang ke perhatian publik. Di era persaingan citra yang begitu ketat ini, dapat menyedot perhatian publik saja sudah amat berarti.

Namun, Parpol tetap harus bekerja. Terutama bekerja nyata demi kepentingan orang banyak. Bukan sekadar bermain citra.


Sumber :

https://nasional.kompas.com/read/2024/02/13/15454321/game-changer-di-masa-tenang-pemilu?page=all#page2.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Efek_Jokowi

https://news.detik.com/pemilu/d-7197311/relawan-bicara-pembalasan-jokowi-effect-usai-prabowo-unggul-di-quick-count

https://malang-post.com/2024/02/28/bincang-santai-bersama-pakar-universitas-brawijaya-jokowi-effect-terbukti-masih-bertaji/

https://goodstats.id/article/sekuat-apa-jokowi-effect-di-pemilu-2024-weFmj

https://www.tvonenews.com/berita/nasional/129618-apa-itu-jokowi-effect-yang-disebut-pengamat-akan-jadi-faktor-penentu-kemenangan-ganjar-pranowo-di-pilpres-2024

https://www.bloombergtechnoz.com/longform/membaca-jokowi-effect-di-peta-pemilu-2024/

https://news.republika.co.id/berita/mtdgoc/jokowi-effect-memang-fakta-bukan-fiksi

Thursday, February 29, 2024

Pemilih Muda (Jangan) Hanya Dilihat Sebagai Angka

Pemilih Muda adalah Massa yang Bisa Melegitimasi Si Penguasa

Pemilu adalah momentum penting bagi demokrasi, dan partisipasi pemilih muda memiliki dampak yang besar dalam menentukan arah masa depan suatu negara. Di Indonesia, Pemilu 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan demokrasi, dan banyak pemilih muda telah menunjukkan dedikasi mereka untuk terlibat dalam proses politik. 

Dalam Pemilu 2024, generasi muda berusia usia 22-30 tahun akan mendominasi pemilih secara nasional, dengan porsi 56%, atau sekitar 114 juta, dari total 204.807.222 orang yang punya hak pilih. Separuh dari mereka akan menjadi pemilih pemula, yang merupakan Gen Z dan milenial. 


Generasi milenial yang lahir pada periode (1981-1996) menjadi pemegang suara sebanyak 33%. Generasi X kelahiran (1965-1980) akan menjadi pemilih dengan jumlah suara terbesar kedua sebanyak 28%.

Sementara, Generasi Z yang terhitung lahir (1997-2012) akan memegang peranan dalam pemilihan sebanyak 23% suara. Generasi Baby Boomer kelahiran era (1946-1964) berperan 14% suara. Generasi Pre-Boomer yang lahir sebelum (1945) menjadi pemilih terkecil hanya 2%.


Ini menunjukkan bahwa Gen Z hingga Milenial menjadi penentu Next Presiden.

Itu artinya, suara kita, suara anak muda, bakal punya kekuatan super besar dalam menentukan masa depan negara Indonesia. Pemilih muda (generasi Z dan milenial) kerap kali menjadi fokus para pihak setiap pemilu menjelang. 

Keterlibatan generasi muda dalam pemilu bukan sekadar angka-angka partisipasi, melainkan sebuah sinyal perubahan yang berpotensi membawa angin segar dalam kancah politik nasional. 

Mayoritas anak muda memiliki ketertarikan terhadap dunia politik, mulai dari mengikuti perkembangan berita politik, berpartisipasi dalam pengawasan pemilihan, memberikan dukungan kepada kampanye partai atau politisi tertentu, berambisi menjadi bagian dari suatu partai politik, bahkan ada yang berkeinginan untuk mencalonkan diri sebagai legislator.

Dalam memilih calon presiden, anak muda cenderung menyuarakan kepentingan mereka dengan mempertimbangkan kinerja, rekam jejak, kejujuran, dan inovasi sebagai faktor utama. Selain itu bagi anak muda yang harus menjadi prioritas para calon presiden adalah penyediaan lapangan pekerjaan, diikuti oleh jaminan kesehatan dan kesejahteraan rakyat, serta peningkatan kesadaran ekonomi digital atau ekonomi kreatif.


Pemilu adalah inti dari demokrasi, di mana setiap suara memiliki potensi untuk membentuk arah masa depan sebuah negara. Namun, terlalu sering pemilih muda dilihat hanya sebagai angka dalam statistik atau sebagai massa yang bisa memberi legitimasi kepada si penguasa. Fakta bahwa pemilih muda sering diabaikan atau dipandang remeh oleh pihak-pihak berkuasa telah menjadi masalah yang meresahkan dalam proses politik. Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana persepsi terhadap pemilih muda perlu berubah, mengakui bahwa mereka memiliki peran penting dalam mewujudkan demokrasi yang sejati.

Pemilih muda sering kali diidentifikasi hanya berdasarkan usia mereka, tanpa mempertimbangkan keberagaman pendapat, nilai, dan pengalaman hidup yang mereka miliki. Stereotip ini sering kali mengarah pada asumsi bahwa pemilih muda kurang peduli atau tidak mengerti tentang isu-isu politik, padahal banyak dari mereka memiliki pandangan yang matang dan beragam tentang masa depan negara mereka.

Pemilih muda sebenarnya adalah kekuatan perubahan yang kuat dalam politik. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, lebih berani dalam mengekspresikan pendapat mereka, dan lebih mungkin untuk memperjuangkan isu-isu yang dianggap penting oleh generasi mereka. Jika diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, pemilih muda memiliki potensi besar untuk mempengaruhi arah politik suatu negara.

Sikap meremehkan terhadap pemilih muda, yang sering kali dilihat hanya sebagai alat politik untuk memenangkan suara, harus ditentang. Pemilih muda bukanlah sekadar massa yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkuasa untuk memperoleh kekuasaan, tetapi individu yang memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam proses politik dan memiliki suara yang penting untuk didengar.

Untuk memastikan bahwa suara pemilih muda didengar dan dihargai, langkah-langkah perlu diambil untuk mendukung partisipasi aktif mereka dalam politik. Ini termasuk memberikan pendidikan politik yang lebih baik di sekolah-sekolah, memfasilitasi akses pemilih muda ke informasi yang objektif dan terpercaya, serta menciptakan ruang untuk dialog dan diskusi yang konstruktif antara pemilih muda dan pemimpin politik.

Penting bagi kita semua untuk mengakui nilai dan kontribusi pemilih muda dalam proses politik. Dengan mengubah persepsi terhadap pemilih muda dari sekadar angka menjadi agen perubahan yang berpotensi, kita dapat membangun masa depan demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini adalah tanggung jawab bersama kita untuk memastikan bahwa setiap suara, termasuk suara pemilih muda, didengar dan dihargai dalam proses politik negara kita.



Sumber :
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-66531834
https://www.kompas.id/baca/opini/2023/03/22/pemilih-muda-penentu-masa-depan-pemilu-2024
https://opendata.jabarprov.go.id/id/artikel/pemilu-2024-gen-z-dan-milenial-sumbang-55-persen-suara-ini-fakta-lengkapnya
https://www.cnbcindonesia.com/research/20231204154618-128-494398/gen-z-milenial-wajib-bangga-anda-jadi-penentu-next-presiden
https://datanesia.id/pemilu-2024-berebut-suara-pemilih-muda/
https://goodstats.id/infographic/suara-pemilu-2024-didominasi-darah-muda-6UjWb

Saturday, February 24, 2024

Strategi Pemenangan Ahmad Dhani

Di gelaran caleg 5 tahun lalu, yaitu pada tahun 2019, Ahmad Dhani gagal menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Dalam Pemilu 2019 tersebut, di daerah Pemilihan Jawa Timur 1, partai Gerindra hanya mendapatkan jatah 1 kursi. Hal ini dikarenakan Ahmad Dhani hanya memperoleh 40.148 suara, sehingga harus puas di peringkat ketiga di partainya. Di dapil Jatim 1, caleg Gerindra dengan suara terbanyak diraih oleh Rahmat Muhajirin (86.274 suara), dan posisi kedua diraih caleg petahana, Bambang Haryo Soekarto (52.451 suara). 

Di Pemilu 2024 ini, Ahmad Dhani Prasetyo politisi Gerindra tersebut maju kembali dan sudah terdaftar sebagai calon legislatif (atau caleg) dengan daerah pemilihan (atau dapil Surabaya - Sidoarjo lagi.

Soal persiapan caleg, Personel Dewa 19 ini mengatakan tak perlu muluk-muluk.  Tur konser cukup membuatnya populer dan dikenal. Ahmad Dhani mengatakan bahwa dirinya masih akan tur hingga 2023, tapi bukan berarti tidak fokus pada politik, dalam hal ini persiapan nyaleg.


Ahmad Dhani, pentolan Dewa 19, hadir dalam Festival Soeroboyo Wani yang digelar The Luntas Indonesia, bekerja sama dengan Kayoon Heritage. Acara itu berlangsung pada 11 November 2023 di Kayoon Heritage, Jalan Embong Kemiri, SURABAYA. Dhani melakukan orasi budaya. Ia naik ke panggung ludruk, ditemani dua member Luntas: Robets Bayoned dan Ipul Bayoned. Sebagaimana Arek Suroboyo, cara bicara Dhani pun ceplas-ceplos. 

"Nek 'orasi' kan Bahasa Indonesia. Boso Suroboyone 'orasi' iku opo, rek (Kalau 'orasi' itu Bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Surabaya, 'orasi' itu terjemahannya apa, Red)?," tanyanya. 

"Nyocot (berbicara terus, Red), cak!," sahut Ipul. Dhani tertawa, kemudian mengiyakan. "Iyo, Nyocot, yo," jawabnya. Lalu ia mengatakan, "Saya bakal ada ratusan hari untuk Nyocot terus di Surabaya, di berbagai tempat," ungkapnya.

Ditambah, malam itu Dhani menyampaikan bahwa ia meresmikan Kayoon Heritage sebagai "Rumah Seni Ahmad Dhani". "Nanti tak pasang AC semua ruangan-ruangan ini," katanya. Dalam orasinya, ia menyebut bahwa dirinya bangga sebagai Arek Suroboyo.


Ahmad Dhani, musisi kawakan dari grup band Dewa 19 yang maju sebagai Caleg DPR RI Dapil 1 Jawa Timur Surabaya-Sidoardjo dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 berencana bentuk saksi diluar struktur bernama "Saksi Baladewa" untuk kawal pemungutan suara Pemilu 2024 di Surabaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dhani pasca mengikuti kegiatan tatap muka bersama relawan sekaligus fansnya yakni Baladewa saat berkunjung ke Surabaya, tepatnya di Kayoon Heritage, jl Embong Kemiri 19-21, Surabaya.

"Nanti saya rencananya akan merekrut minimal 8.000 orang untuk mewakili menjadi saksi di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), jadi nanti 1 TPS paling tidak ada 1 orang," terang Dhani, Rabu (17/01/2024).

Dhani juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mulai mempersiapkan upaya perekrutan Saksi Baladewa dengan pembukatan akun Instagram @Saksibaladewa untuk nantinya bisa di ikuti oleh masyarakat, terutama relawan pendukungnya yang memang tertarik.


Bila nanti berhasil melenggang ke Senayan, Ahmad Dhani ingin masuk ke Komisi III. Ia mengaku bercita-cita turut membenahi penegakan hukum di Indonesia.

Ahmad Dhani, yang diusung oleh Gerindra, berhasil mencuri perhatian dengan meraih 44.449 suara hingga saat ini. Meski begitu, perlu dicatat bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring dengan penghitungan suara yang terus berlangsung. Data real count diambil pada Rabu (21/2/2024) pukul 00.00 WIB. 

Keesokan harinya jumlah suara berubah, Kader Partai Gerindra ini mendapatkan 49.303 suara dari real count KPU yang diperbarui pada Kamis (22/2) pukul 23.00 WIB atas 8.502 dari 13.733 TPS atau setara 61,91 persen dari total suara.

Ahmad Dhani bukan satu-satunya selebritas yang terdaftar dari Dapil Jawa Timur I, melainkan ada tiga orang lainnya. Mereka adalah artis Arzeti Bilbina Setyawan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), aktor Andre Hehanussa dari PDIP, serta chef Arnold Poernomo. Dari Empat caleg artis yang terdaftar di Dapil Jawa Timur 1, Ahmad Dhani masih paling unggul. Lalu, disusul oleh Arzeti yang memperoleh 22.534 suara, Andre Hehanussa mendapat perolehan 8.946 suara, dan ada Arnold Poernomo yang memperoleh 5.621.


Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2019/05/10/15163231/raih-40148-suara-ahmad-dhani-dipastikan-tak-lolos-ke-senayan?page=all.

https://surabaya.kompas.com/read/2023/12/23/210049778/tak-lagi-kritisi-pemerintah-ahmad-dhani-saya-petugas-partai.

https://kumparan.com/kumparannews/ahmad-dhani-nyaleg-lagi-di-2024-strategi-biar-menang-tur-konser-1yccxtHOWyb/full

https://harian.disway.id/read/756993/kampanye-di-surabaya-ahmad-dhani-bahas-penyebab-indonesia-kurang-bisa-maju/15

https://www.cnbcindonesia.com/research/20240220174812-128-516103/juara-dapil-neraka-ahmad-dhani-uya-grace-natalie-hidayat-nur-wahid

https://www.kompas.com/hype/read/2024/02/17/150147466/real-count-kpu-sementara-ahmad-dhani-masih-peringkat-3-di-dapil-jatim-1.

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20240223073448-234-1066262/real-count-suara-caleg-artis-di-jatim-ahmad-dhani-hingga-kris-dayanti/2

https://harian.disway.id/read/741815/beri-orasi-budaya-ahmad-dhani-kisahkan-egaliternya-arek-suroboyo

https://suarajatimpost.com/ahmad-dhani-bentuk-saksi-baladewa-kawal-pemungutan-suara-pemilu-2024-di-surabaya

https://www.beritasatu.com/network/suarajatimpost/89876/ahmad-dhani-bentuk-saksi-baladewa-kawal-pemungutan-suara-pemilu-2024-di-surabaya

Thursday, February 22, 2024

Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng di Pemilu 2024

Komedian Alfiansyah Bustami, alias Komeng baru-baru ini menggemparkan dunia politik Indonesia, dengan perolehan suara yang diraihnya pada Pileg 2024, Dewan Perwakilan Daerah (atau DPD) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat. 

Berdasarkan data real count resmi KPU pada Rabu, tanggal 21 Februari 2024, Komeng sebagai caleg non partai, berhasil mendapatkan 1.857.323 suara (atau setara 20,01 persen), tertinggi di Jawa Barat. Pelawak senior berdarah Betawi - Sunda ini masih memimpin perolehan suara sementara. 

Komeng tak tertandingi oleh calon senator lain. Jumlah suara sementara ini mengalahkan suara artis kawakan Jihan Fahira, dan politisi Aceng Hulik Munawar Fikri, mantan Bupati Garut.


Komeng menjadi primadona padahal dia mengaku tak melakukan kampanye. Bahkan, sebelum hari pencoblosan tiba, Komeng tidak pernah memasang baliho sebagai Caleg DPD RI 2024.

Komeng hanya menerapkan strategi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain. Dia sengaja mengambil pekerjaan yang berada di daerah Jawa Barat, agar masyarakat semakin mengenalnya. Komeng menekankan bahwa ia sama sekali tidak mengeluarkan modal untuk berkampanye. 

Bermodalkan mengisi acara-acara di Jawa Barat, Komeng berhasil menerapkan strategi kampanye terselubung, tanpa disadari masyarakat. Bukan mengeluarkan uang seperti biasanya saat berkampanye, komedian ini justru mendapatkan uang sebagai honor dari pekerjaannya.

Begitu pula di media sosial, Komeng tak melakukan usaha apa pun agar orang-orang mencoblosnya. Komeng sendiri sudah mempelajari aturan Pemilu, sehingga yakin tak melanggar aturan apa pun. Dia hanya bekerja seperti biasa, mengisi acara dengan melawak sebagai keahliannya.



Perpaduan foto nyentrik dan penggunaan nama panggung Komeng di surat suara, mampu menarik perhatian pemilih. Foto tersebut mampu mendongkrak suara Komeng, karena posenya di foto tersebut dianggap nyentrik oleh banyak pemilih.

Pose foto beberapa calon anggota DPD di surat suara, termasuk Komeng, memang lebih luwes dibandingkan foto calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. KPU memperbolehkan para calon anggota DPD menampilkan foto dengan khas dan keunikan masing-masing calon.

Bahkan ada foto calon sambil menggunakan properti. Misalnya, ada yang mengenakan pakaian adat, memakai cowboy hat, caping dan topi pabrik hingga berfoto dengan wayang kulit. Meski demikian, tidak sedikit foto para calon ditampilkan dengan pose formal, layaknya pas foto pada umumnya.

Pose Komeng di foto tersebut merupakan representasi ekspresi Komeng yang sering muncul di layar kaca. Akibatnya tidak sulit mengenali dan mencari wajah Komeng di surat suara, apalagi dengan posisi foto di barisan paling atas.


Langkah pertama yang dilakukan agar pemilih memilihnya ketika hari pencoblosan, yaitu menjadikan nama panggung menjadi nama resmi agar bisa disematkan di surat suara.

Pada 2023, Komeng mengajukan permohonan pergantian nama resmi ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada awal Mei 2023, sebelum pendaftaran ke KPU, PN Cibinong mengabulkan permohonannya. Nama resminya berubah dari Alfiansyah Bustami menjadi Alfiansyah Komeng.

Menariknya Komeng tidak mengganti nama Alfiansyah Bustami sepenuhnya menjadi Komeng saja, seperti yang dilakukan pesohor Uya Kuya, dari nama resmi sebelumnya Surya Utama. Nama Komeng justru dijadikan nama kedua, setelah Alfiansyah. Artinya, nama Alfiansyah tetap dipertahankan. Strategi ini dilakukan agar Komeng bisa mendapat nomor urut kecil.

Nomor urut Komeng 10. Sementara jumlah calon anggota DPD RI dari Jawa Barat sebanyak 54 orang. Di sisi lain, penetapan nomor urut calon anggota DPD RI berdasarkan abjad. Karena itu, jika nama Alfiansyah Bustami diganti sepenuhnya menjadi Komeng, maka Komeng mendapat nomor urut 40. Perubahan ini bisa memengaruhi posisi barisan foto Komeng di surat suara.

Semakin besar nomor urut, maka posisi foto calon semakin berada di baris paling bawah surat suara. Agar posisi foto Komeng tetap di baris atas, maka nama Komeng dijadikan nama kedua setelah Alfiansyah.



Harus diakui, foto dan nama panggung Komeng berhasil membuat surat suara menjadi bermakna bagi para pemilih, dan bukan sekadar kertas pencoblosan. Pemaknaan itu muncul melalui komunikasi tidak langsung secara verbal dan non-verbal antara Komeng dengan para pemilih dengan media kertas suara.

Komeng meyakini strateginya ini lebih efektif dibandingkan memasang baliho dan spanduk di jalan-jalan. Selain menghabiskan banyak biaya, strategi kampanye tersebut dinilai tidak efektif saat ini.

Sebaliknya, Komeng justru memanfaatkan surat suara sebagai media visual kampanye, agar konstituen bisa langsung memilihnya. Strategi Komeng ini erat kaitannya dengan teori Komunikasi Multimodal. Komeng menggunakan multimodal text sebagai pesan untuk menarik perhatian pemilih.

Dalam teori Multimodal Communication, ada banyak tanda yang saling mendukung dalam menciptakan pemaknaan penerima pesan, dalam hal ini pemilih. Tanda-tanda ini diistilahkan sebagai semiotic modes dan dengan cara tertentu mode-mode tersebut disatukan untuk saling melengkapi.

Komeng menggunakan strategi ini agar pemilih mengenalinya secara cepat dan mencoblosnya. Dirinya meyakini popularitasnya masih ada dan sosoknya bisa langsung diingat para pemilih dengan menarik perhatian mereka melalui penggunaan mode-mode semiotik.

Ketika membuka surat suara, para pemilih langsung melihat foto dan nama Komeng di baris pertama.

Kemudian para pemilih memaknainya dengan mengkomparasikannya melalui pengalaman dan pengetahuan terhadap sosok Komeng. Hingga akhirnya, terjadi komunikasi tidak langsung (indirect communication) yang efektif antara Komeng dan para pemilih.

Adapun mode-mode yang dijadikan sebagai teks multimodal dalam strategi komunikasi Komeng, yaitu perubahan nama dan nomor urut yang menentukan posisi baris atas surat suara.

Lalu ada mode ekspresi wajah khas Komeng, tatapan mata, gestur tubuh nyeleneh, warna latar belakang foto dan warna pakaian, serta jenis foto close up yang memfokuskan gambar ekspresi Komeng.

Para pemilih menyatukan mode-mode itu, sehingga tertarik lalu memaknainya dan menghasilkan efek, yang tentu sesuai dengan harapan si pemberi pesan, yaitu coblos Komeng. Alhasil, suara Komeng melesat.

Mengacu pada konsep komunikasi tidak langsung Harrold Laswell, dijelaskan bahwa pesan efektif adalah pesan yang mampu dimaknai penerima pesan dan menciptakan efek sesuai keinginan pengirim pesan.

Efek yang dimaksud, tentu agar pemilih mencoblos fotonya. 



Komeng menyatakan bahwa sebagai calon anggota DPD RI 2024 nantinya ia perlu membawa konsep masyarakat, bukan hanya dari sisi komedian saja. Menurut Komeng, kesadaran pemerintah masih rendah untuk menggaungkan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia di manca negara. 

Ia berniat untuk mendalami isu tersebut ketika duduk di kursi DPD RI. Komeng menyatakan keinginannya murni mencalonkan diri dalam Pileg 2024 untuk membawa kebudayaan Indonesia lebih dikenal luas. Selain itu, ia juga menekankan bahwa masyarakat Indonesia perlu dilatih untuk belajar mencintai produk dalam negeri.

                    


Selain dari faktor foto pada kertas suara, faktor perilaku masyarakat Jawa Barat yang memiliki kecenderungan untuk memilih figure politik karena telah dikenal oleh masyarakat secara luas.  Disisi lain, majunya Komeng di kancah politik bukan tanpa sebab. Komeng mengungkapkan bahwa dirinya ingin memajukan berbagai kesenian khususnya di Jawa Barat.  

Kecintaannya terhadap kesenian telah dilakoninya ketika bergabung dalam grup lawak Diamor pada tahun 1989, yang beranggotakan Rudi Sipit, Mamo, dan Jarwo.

Strategi Komeng Menang Pemilu 2024 tanpa Kampanye

Begini Strategi Komeng Bisa Raih 1,8 Juta Suara Tanpa Kampanye dalam Pemilu 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:16

Komeng terus mendulang suara hingga tembus angka 1,8 juta dalam perhitungan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar). Komeng menjadi primadona padahal dia mengaku tak melakukan kampanye.

Komeng hanya menerapkan strategi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain. Dia sengaja mengambil pekerjaan yang berada di daerah Jawa Barat agar masyarakat semakin mengenalnya. Tapi, Komeng menegaskan bahwa dirinya tak melakukan kampanye. Begitu pula di media sosial, Komeng tak melakukan usaha apa pun agar orang-orang mencoblosnya.

"Nggak (kampanye). Saya malah ambil job, tapi yang banyak di Jawa Barat," ujar Komeng, dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (21/2/2024).

Kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, Komeng menegaskan bahwa dirinya tak melakukan kampanye. Tak ada ajakan untuk mencoblos dirinya ketika mengisi acara.

Ada Panwaslu, saya bilang 'saya nggak kampanye'. Saya cuma bilang 'mohon doa restu nih saya nyaleg'. Saya nggak nyuruh," tegasnya.

Komeng sendiri sudah mempelajari aturan Pemilu sehingga yakin tak melanggar aturan apa pun. Dia hanya bekerja seperti biasa, mengisi acara dengan melawak sebagai keahliannya.

Bukan mengeluarkan uang seperti biasanya saat berkampanye, komedian ini justru mendapatkan uang sebagai honor dari pekerjaannya.

"Jadi saya ambil job di beberapa tempat di dapil saya, dapat duit," pungkas Komeng.

https://www.rctiplus.com/news/detail/sindonews/4265627/begini-strategi-komeng-bisa-raih-1-8-juta-suara-tanpa-kampanye-dalam-pemilu-2024


Cerdas! Begini Strategi Komeng Lolos Jadi Anggota DPD RI 2024

21 Feb 24 | 16:10

Komedian Alfiansyah Bustami alias Komeng baru-baru ini menggemparkan dunia politik Indonesia dengan perolehan suara yang diraihnya pada Pileg 2024, Rabu (14/2/2024). Berdasarkan data real count resmi KPU pada Rabu (21/2/2024), Komeng sebagai caleg non partai, berhasil mendapatkan 1.857.323 suara (20,01 persen), tertinggi di Jawa Barat.

Suara Komeng tertinggi di wilayah Jawa Barat untuk pencalonan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.Dalam program Podcast Close The Door di YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (21/2/2024), Komeng menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kampanye secara terang-terangan selama masa pencalonan.

“Enggak, ngapain Pak. Saya mah malah nyari job, tapi yang saya ambil lebih banyak di Jawa Barat,” kata Komeng dalam Podcast Close The Door di YouTube Deddy Corbuzier, yang diunggah pada Rabu (21/2/2024).                                 

1. Komeng mengaku tidak keluar modal sedikitpun

Komeng menekankan bahwa ia sama sekali tidak mengeluarkan modal untuk berkampanye.Bermodalkan mengisi acara-acara di Jawa Barat, Komeng berhasil menerapkan strategi kampanye terselubung, tanpa disadari masyarakat. Bahkan, sebelum hari pencoblosan tiba, Komeng tidak pernah memasang baliho sebagai Caleg DPD RI 2024.                                 


2. Jawaban Komeng soal surat imajiner

Terkait surat dari Komeng kepada PSI yang sempat viral, Komeng menjelaskan bahwa surat tersebut itu imajiner atau tidak nyata. Surat tersebut bukanlah ditulis oleh dirinya, melainkan ada pihak lain yang menuliskan seolah-olah dari Komeng.                              

“Ini bukan saya, ini imajiner, berarti orang yang nulis, tapi biasanya harus izin, nah ini enggak izin. Ya udah gitu aja,” jawab Komeng saat ditanya oleh Deddy Corbuzier terkait tanggapannya atas surat imajiner yang ditujukan ke PSI atas nama dirinya.


3. Isu seni dan budaya jadi fokus 

Dalam video berdurasi 54 menit itu, Komeng menyatakan bahwa sebagai calon anggota DPD RI 2024 nantinya ia perlu membawa konsep masyarakat, bukan hanya dari sisi komedian saja. “Saya harus membawa konsep masyarakat, larinya tetep seni dan budaya,” tuturnya. Menurut Komeng, kesadaran pemerintah masih rendah untuk menggaungkan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia di manca negara. Ia berniat untuk mendalami isu tersebut ketika duduk di kursi DPD RI. “Harusnya pemerintah bisa menyadarkan warganya,” ucap Komeng.Komeng menyatakan keinginannya murni mencalonkan diri dalam Pileg 2024 untuk membawa kebudayaan Indonesia lebih dikenal luas. Selain itu, ia juga menekankan bahwa masyarakat Indonesia perlu dilatih untuk belajar mencintai produk dalam negeri.

                    

4. Respons Komeng soal korupsi

Ketika dimintai pendapat soal isu korupsi, Komeng menjelaskan bahwa ia beberapa kali menyangka anggota legislatif yang terlihat baik tidak akan korupsi. Namun, ternyata Komeng selalu salah menduga. Nyatanya, ia melihat banyak anggota DPRD hingga DPR yang masih bertindak korupsi atas anggaran tertentu. “Karena melakukan yang baik aja bisa salah,” jawab Komeng.

https://www.idntimes.com/news/indonesia/sherlina-purnamasari/cerdas-begini-strategi-komeng-lolos-jadi-anggota-dpd-ri-2024.


Begini Strategi Komeng Pikat Warga hingga Suaranya Tak Terbendung di Pemilu 2024

Rabu 21 Februari 2024 20:59 WIB

Alfiansyah Komeng hampir dipastikan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Barat periode 2024-2029. Pelawak senior berdarah Betawi-Sunda ini masih memimpin perolehan suara sementara. Komeng sudah mengantongi lebih 1,8 juta suara, tak terdandingi oleh calon senator lain.

Meski tak berkampanye secara khusus jelang Pemilu 2024, tapi Komeng tetap menjadi primadona bagi masyarakat.

Komeng hanya menerapkan strategi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain. Dia sengaja mengambil pekerjaan yang berada di daerah Jawa Barat agar masyarakat semakin mengenalnya.

Tapi Komeng menegaskan bahwa dirinya tak melakukan kampanye. Begitu pula di media sosial, Komeng tak melakukan usaha apapun agar orang-orang mencoblosnya.

"Gak (kampanye). Saya malah ambil job tapi yang banyak di Jawa Barat," ujar Komeng dalam Podcast Close The Door Corbuzier dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (21/2/2024).

Kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, Komeng menegaskan bahwa dirinya tak melakukan kampanye. Tak ada ajakan untuk mencoblos dirinya ketika mengisi acara.

"Ada Panwaslu, saya bilang 'saya gak kampanye'. Saya cuma bilang mohon doa restu nih saya nyaleg' saya gak nyuruh," sambungnya.

Komeng sendiri sudah mempelajari aturan Pemilu sehingga dirinya yakin tak melanggar aturan apapun. Dia hanya bekerja seperti biasa, mengisi acara dengan melawak sebagai keahliannya.

Bukannya mengeluarkan uang seperti biasanya saat berkampanye, Komeng justru mendapatkan uang sebagai honor dari pekerjaannya.

"Jadi saya ambil job di beberapa tempat di Dapil saya, dapat duit," pungkasnya.

https://nasional.okezone.com/read/2024/02/21/337/2973596/begini-strategi-komeng-pikat-warga-hingga-suaranya-tak-terbendung-di-pemilu-2024


Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng 

Kompas.com - 18/02/2024, 06:00 WIB 

FOTO unik Alfiansyah Bustami alias Alfiansyah Komeng atau Komeng, di surat suara pemilihan anggota DPD RI 2024-2029, membawanya unggul perolehan suara di Jawa Barat.

Berdasarkan hitung cepat KPU per 17 Februari 2024, Komeng telah meraup 1.556.735 suara atau 12,4 persen.

Perpaduan foto nyentrik dan penggunaan nama panggung Komeng di surat suara, mampu menarik perhatian pemilih.

Jumlah suara alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tribuana, kampus yang dicabut izinnya oleh Kemendikbud Ristek Juni tahun lalu itu, sementara ini mengalahkan suara artis kawakan Jihan Fahira dan politisi Aceng Hulik Munawar Fikri, mantan Bupati Garut.

Banyak pihak meyakini, Komeng akan menduduki peringkat pertama dalam perolehan suara pemilihan anggota DPD perwakilan Jawa Barat. Jika tidak ada aral melintang, Komeng akan menjadi senator DPD RI tahun ini.

Pose foto beberapa calon anggota DPD di surat suara, termasuk Komeng, memang lebih luwes dibandingkan foto calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. KPU memperbolehkan para calon anggota DPD menampilkan foto dengan khas dan keunikan masing-masing calon.

Bahkan ada foto calon sambil menggunakan properti. Misalnya, ada yang mengenakan pakaian adat, memakai cowboy hat, caping dan topi pabrik hingga berfoto dengan wayang kulit. Meski demikian, tidak sedikit foto para calon ditampilkan dengan pose formal, layaknya pas foto pada umumnya.

Berbeda halnya dengan surat suara pemilihan anggota DPR ataupun DPRD, yang tidak menampilkan foto para kontestan. Sehingga para calon hanya bisa mengoptimalkan simbol-simbol nomor urut, logo partai dan nama di surat suara.

Komeng menyadari keluwesan pada surat suara pemilihan anggota DPD. Karena itu, langkah pertama yang dilakukan agar pemilih memilihnya ketika hari pencoblosan, yaitu menjadikan nama panggung menjadi nama resmi agar bisa disematkan di surat suara.

Pada 2023, Komeng mengajukan permohonan pergantian nama resmi ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada awal Mei 2023, sebelum pendaftaran ke KPU, PN Cibinong mengabulkan permohonannya. Nama resminya berubah dari Alfiansyah Bustami menjadi Alfiansyah Komeng.

Menariknya Komeng tidak mengganti nama Alfiansyah Bustami sepenuhnya menjadi Komeng saja, seperti yang dilakukan pesohor Uya Kuya, dari nama resmi sebelumnya Surya Utama.

Nama Komeng justru dijadikan nama kedua, setelah Alfiansyah. Artinya, nama Alfiansyah tetap dipertahankan. Strategi ini dilakukan agar Komeng bisa mendapat nomor urut kecil.

Nomor urut Komeng 10. Sementara jumlah calon anggota DPD RI dari Jawa Barat sebanyak 54 orang. Di sisi lain, penetapan nomor urut calon anggota DPD RI berdasarkan abjad.

Karena itu, jika nama Alfiansyah Bustami diganti sepenuhnya menjadi Komeng, maka Komeng mendapat nomor urut 40. Perubahan ini bisa memengaruhi posisi barisan foto Komeng di surat suara.

Semakin besar nomor urut, maka posisi foto calon semakin berada di baris paling bawah surat suara. Agar posisi foto Komeng tetap di baris atas, maka nama Komeng dijadikan nama kedua setelah Alfiansyah.

Selain mengubah nama, Komeng juga mengubah fotonya saat berstatus Daftar Calon Tetap (DCT) DPD RI. Foto di DCT inilah yang dipakai untuk surat suara.

Tadinya foto Komeng ketika status Daftar Calon Sementara (DCS) DPD RI, tampak terlihat formal, seperti pose di pas foto.

Pergantian foto tersebut mampu mendongkrak suara Komeng, karena posenya di foto tersebut dianggap nyentrik oleh banyak pemilih.

Pose Komeng di foto tersebut merupakan representasi ekspresi Komeng yang sering muncul di layar kaca. Akibatnya tidak sulit mengenali dan mencari wajah Komeng di surat suara, apalagi dengan posisi foto di barisan paling atas.

Harus diakui, foto dan nama panggung Komeng berhasil membuat surat suara menjadi bermakna bagi para pemilih, dan bukan sekadar kertas pencoblosan.

Pemaknaan itu muncul melalui komunikasi tidak langsung secara verbal dan non-verbal antara Komeng dengan para pemilih dengan media kertas suara.

Komeng meyakini strateginya ini lebih efektif dibandingkan memasang baliho dan spanduk di jalan-jalan. Selain menghabiskan banyak biaya, strategi kampanye tersebut dinilai tidak efektif saat ini.

Sebaliknya, Komeng justru memanfaatkan surat suara sebagai media visual kampanye, agar konstituen bisa langsung memilihnya.

Strategi Komeng ini erat kaitannya dengan teori Komunikasi Multimodal. Komeng menggunakan multimodal text sebagai pesan untuk menarik perhatian pemilih.

Dalam teori Multimodal Communication, ada banyak tanda yang saling mendukung dalam menciptakan pemaknaan penerima pesan, dalam hal ini pemilih.

Tanda-tanda ini diistilahkan sebagai semiotic modes dan dengan cara tertentu mode-mode tersebut disatukan untuk saling melengkapi (Kress and van Leeuwen, 2001).

Komeng menggunakan strategi ini agar pemilih mengenalinya secara cepat dan mencoblosnya. Dirinya meyakini popularitasnya masih ada dan sosoknya bisa langsung diingat para pemilih dengan menarik perhatian mereka melalui penggunaan mode-mode semiotik.

Ketika membuka surat suara, para pemilih langsung melihat foto dan nama Komeng di baris pertama.

Kemudian para pemilih memaknainya dengan mengkomparasikannya melalui pengalaman dan pengetahuan terhadap sosok Komeng. Hingga akhirnya, terjadi komunikasi tidak langsung (indirect communication) yang efektif antara Komeng dan para pemilih.

Adapun mode-mode yang dijadikan sebagai teks multimodal dalam strategi komunikasi Komeng, yaitu perubahan nama dan nomor urut yang menentukan posisi baris atas surat suara.

Lalu ada mode ekspresi wajah khas Komeng, tatapan mata, gestur tubuh nyeleneh, warna latar belakang foto dan warna pakaian, serta jenis foto close up yang memfokuskan gambar ekspresi Komeng.

Para pemilih menyatukan mode-mode itu, sehingga tertarik lalu memaknainya dan menghasilkan efek, yang tentu sesuai dengan harapan si pemberi pesan, yaitu coblos Komeng. Alhasil, suara Komeng melesat.

Mengacu pada konsep komunikasi tidak langsung Harrold Laswell (dalam Deddy Mulyana, 2007), dijelaskan bahwa pesan efektif adalah pesan yang mampu dimaknai penerima pesan dan menciptakan efek sesuai keinginan pengirim pesan.

Efek yang dimaksud, tentu agar pemilih mencoblos fotonya. Komeng berhasil melakukannya, meskipun bukan lulusan atau ahli di bidang Komunikasi.

https://regional.kompas.com/read/2024/02/18/06000051/membedah-strategi-komunikasi-multimodal-ala-komeng?page=all.


Intip Strategi Komeng agar Unggul Raih Suara di DPD Jawa Barat 

Komeng mengungkapkan bahwa dirinya ingin memajukan berbagai kesenian khususnya di Jawa Barat saat lolos menjadi anggota DPD. 

Senin, 19 Februari 2024 | 19:15 

Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mengungkapkan strategi Alfiansyah Komeng atau Komeng dalam meraih suara terbanyak pada pertarungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jawa Barat.  

Diketahui, berdasarkan data dari laman resmi KPU pada 19 Februari 2024, Komeng berhasil meraih suara 11,84%. Angka tersebut menyalip Jihan Fahira yang memperoleh suara 4,58% dan Aanya Rina Casmayanti 5,34%. Mendominasinya angka komeng di DPD Jawa Barat berpotensi membawa dirinya untuk melenggang di Senayan.  

Ujang menjelaskan salah satu hal mendasar yang membawa Komeng meraup suara terbanyak adalah memberikan perbedaan foto pada kertas suara, sehingga para peserta pemilu akan memusatkan perhatiannya kepada Komeng.  

“Mas Komeng, saya melihat dia pendekatan yang unik. Ya, kan tadi dengan foto, ya, yang kalau ga salah yang menarik yang berbeda. Memiliki diferensiasi. Pembeda dengan yang lain. Ya, ini keunikannya disitu,” ujarnya dikutip dari Youtube, Senin (19/02/2024).  

Dirinya juga mengaitkan perilaku masyarakat Jawa Barat yang memiliki kecenderungan untuk memilih figure politik karena telah dikenal oleh masyarakat secara luas.  

“Ada keunikan tertentu dalam konteks memilih. Ya, makanya kalau orang Jawa Barat tuh gini, kalau udah seneng sama orang tertentu, ya sudah, ya di situ saja,” ungkapnya 

Disisi lain, majunya Komeng di kancah politik bukan tanpa sebab. Komeng mengungkapkan bahwa dirinya ingin memajukan berbagai kesenian khususnya di Jawa Barat.  

“Ingin mengembangkan kesenian di Jawa Barat pada khususnya, di Indonesia pada umumnya. Dengan komedi untuk memancing kebahagiaan,” kata Komeng.  

Kecintaannya terhadap kesenian telah dilakoninya ketika bergabung dalam grup lawak Diamor pada tahun 1989, yang beranggotakan Rudi Sipit, Mamo, dan Jarwo.  

Mengutip dari wikipedia, Komeng pernah membintangi serial komedi, seperti Kompor Diamor (1991), Akal-Akalan (1996), Otak-Otak Kuda (1996), dan Malioboro (1996).

https://kabar24.bisnis.com/read/20240219/15/1742208/intip-strategi-komeng-agar-unggul-raih-suara-di-dpd-jawa-barat.

Related Posts