Sama-sama Penting, Tetapi Bukan Hal yang Sama
Dalam dunia manufaktur, istilah Operation Management dan Production sering digunakan seolah-olah memiliki arti yang sama.
Padahal keduanya berbeda.
Produksi adalah bagian dari Manajemen Operasi.
Kalau produksi berfokus pada bagaimana bahan baku diubah menjadi produk jadi, maka Manajemen Operasi melihat sesuatu yang jauh lebih besar: bagaimana seluruh sistem bekerja dari permintaan customer sampai produk tersebut sampai kepada customer.
Dengan kata lain:
Produksi membuat produk. Manajemen Operasi memastikan sistem yang membuat dan mengirimkan produk tersebut berjalan dengan baik.
Produksi: Fokus pada Membuat Produk
Produksi merupakan aktivitas inti dalam proses manufaktur.
Di dalam produksi terdapat aktivitas seperti:
Material preparation
Machine setup
Processing
Molding
Extrusion
Spinning
Lamination
Cutting
Finishing
Assembly
Quality inspection
Misalnya pada manufaktur plastic fiber, proses produksinya dapat berupa:
Raw Material → Melting → Extrusion/Spinning → Cooling → Drawing → Heat Setting → Crimping → Cutting → Finishing → Finished Product
Fokus Production adalah memastikan proses tersebut menghasilkan produk sesuai:
Quantity + Quality + Cost + Time
Pertanyaan utama Production adalah:
"Bagaimana kita membuat produk dengan benar, sesuai target, menggunakan resource yang tersedia?"
Manajemen Operasi: Melihat Sistem Secara End-to-End
Manajemen Operasi mempunyai cakupan yang lebih luas.
Ia tidak hanya melihat bagaimana produk dibuat, tetapi juga bagaimana seluruh proses sebelum dan sesudah produksi saling terhubung.
Dalam manufaktur, flow-nya dapat digambarkan:
Sales Order
↓
Production Planning
↓
Material Planning
↓
Capacity Planning
↓
Production Schedule
↓
Production
↓
Quality
↓
Finished Goods
↓
Delivery
Di sinilah peran Manajemen Operasi.
Ia memastikan bahwa:
Demand → Material → Capacity → Production → Delivery
berjalan sebagai satu sistem.
Perbedaan Fundamental
Perbedaan keduanya dapat dilihat dari fokusnya.
Aspek Manajemen Operasi Produksi
Fokus Keseluruhan sistem operasi Proses pembuatan produk
Scope End-to-end Manufacturing process
Input Demand/customer requirement Raw material & production order
Aktivitas Planning, material, capacity, scheduling, production, inventory, delivery Processing, machine operation, assembly, finishing
Pertanyaan utama "Bagaimana seluruh sistem berjalan optimal?" "Bagaimana produk dibuat?"
Output Customer requirement terpenuhi Finished product
Jadi Production merupakan salah satu komponen utama dari Operation Management.
Lima Pilar Operation Planning
Jika kita mengambil perspektif Operation Management dalam manufaktur, setidaknya terdapat lima proses planning yang sangat fundamental:
1. Sales Order
Menjawab:
Apa yang diminta customer?
Informasinya antara lain:
Customer
Product
Quantity
Specification
Required date
Delivery requirement
Sales Order menjadi trigger bagi proses planning.
2. Production Planning
Menjawab:
Apa dan berapa yang harus diproduksi?
Production Planning menerjemahkan demand menjadi production requirement.
Contohnya:
Customer Order:
10.000 pcs
Production Planning menentukan:
Production Requirement = 10.000 pcs
dengan mempertimbangkan inventory, WIP, safety stock, yield, batch size, dan production lead time.
3. Material Planning
Menjawab:
Apakah material tersedia untuk memenuhi Production Plan?
Production Plan diterjemahkan melalui BOM menjadi kebutuhan material.
Contohnya:
10.000 pcs
membutuhkan:
Resin
Fiberglass
Additive
Pigment
Packaging
Kemudian dibandingkan dengan:
Stock + Open PO + Scheduled Receipt
sehingga diketahui apakah terdapat material shortage.
4. Capacity Planning
Menjawab:
Apakah kita mempunyai kapasitas yang cukup?
Capacity Planning membandingkan:
Required Capacity vs Available Capacity
Misalnya:
Required = 500 hours
Available = 450 hours
Maka:
Capacity Gap = -50 hours
Artinya perusahaan kekurangan kapasitas 50 jam.
Planner kemudian dapat mempertimbangkan:
Overtime
Additional shift
Additional machine
Subcontract
Productivity improvement
Rescheduling
5. Production Schedule
Menjawab:
Kapan dan dalam urutan apa produksi dilakukan?
Production Plan mungkin mengatakan:
Product A = 5.000 pcs
Production Schedule menerjemahkannya menjadi:
Monday → A → 1.000 pcs
Tuesday → A → 1.000 pcs
Wednesday → A → 1.000 pcs
dan seterusnya.
Jadi:
Production Planning menentukan WHAT & HOW MUCH.
Production Scheduling menentukan WHEN & SEQUENCE.
Production Adalah Execution dari Operation Planning
Di sinilah hubungan keduanya menjadi jelas.
Operation Planning menghasilkan:
Sales Order
↓
Production Plan
↓
Material Plan
↓
Capacity Plan
↓
Production Schedule
Kemudian Production menjalankan:
Production Schedule
↓
Material Preparation
↓
Machine Setup
↓
Processing
↓
Finishing
↓
Quality Check
↓
Finished Product
Jadi kita dapat mengatakan:
Operation Planning determines what should happen.
Production executes what has been planned.
Kenapa Perbedaan Ini Penting?
Kesalahan memahami perbedaan antara Operation dan Production dapat menyebabkan organisasi terlalu fokus pada output produksi.
Misalnya Production berhasil menghasilkan:
10.000 pcs
Secara sekilas terlihat berhasil.
Tetapi ternyata:
Material datang terlambat
Overtime terlalu tinggi
Capacity utilization terlalu tinggi
Production schedule sering berubah
WIP menumpuk
Finished Goods terlalu banyak
Delivery terlambat
Maka Production mungkin berhasil membuat produk, tetapi Operation secara keseluruhan belum tentu berhasil.
Inilah perbedaan pentingnya.
Production melihat output.
Operation Management melihat flow.
Operation Management Melihat Kinerja Secara Menyeluruh
Karena cakupannya lebih luas, KPI Operation juga tidak sama persis dengan KPI Production.
Untuk Operation Planning, misalnya, kita dapat menggunakan lima KPI utama:
Process KPI
Sales Order OTIF
Production Planning Plan Achievement
Material Planning Material Availability
Capacity Planning Capacity Utilization
Production Schedule Schedule Adherence
Sedangkan Production dapat memiliki KPI seperti:
Productivity
Efficiency
Machine Downtime
Yield
Scrap Rate
OEE
Output Achievement
Keduanya saling berhubungan.
Misalnya:
Machine Downtime ↑
↓
Production Capacity ↓
↓
Schedule Adherence ↓
↓
Production Plan Achievement ↓
↓
OTIF ↓
Satu masalah di Production dapat akhirnya menjadi masalah Operation.
Operation Management adalah "Orchestrator"
Saya melihat Manajemen Operasi seperti seorang orchestrator.
Ia tidak harus memainkan semua alat musik.
Tetapi ia harus memastikan seluruh alat musik dimainkan pada waktu yang tepat dan menghasilkan sebuah pertunjukan yang harmonis.
Dalam manufaktur:
Sales memberikan demand.
Planning menyusun rencana.
Material memastikan bahan tersedia.
Capacity memastikan kemampuan produksi tersedia.
Production membuat produk.
Quality memastikan produk sesuai standar.
Warehouse mengelola inventory.
Logistics mengirimkan produk.
Operation Management memastikan semuanya terhubung.
Dari Departmental Thinking menjadi End-to-End Thinking
Inilah perubahan cara berpikir yang penting.
Cara berpikir lama:
"Production sudah mencapai target."
Cara berpikir Operation:
"Apakah customer mendapatkan produk yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dengan kualitas yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan resource yang optimal?"
Karena pada akhirnya customer tidak membeli:
Production Output.
Customer membeli:
Value.
Dan tugas Manajemen Operasi adalah memastikan value tersebut mengalir dari customer demand sampai customer delivery.
Kesimpulan
Production dan Operation Management bukanlah dua hal yang saling menggantikan.
Production adalah bagian dari Operation Management.
Production berfokus pada:
Making the Product
Sedangkan Operation Management berfokus pada:
Managing the System that Delivers the Product
Dalam manufaktur, kita dapat menyederhanakannya menjadi:
Sales Order
→ Production Planning
→ Material Planning
→ Capacity Planning
→ Production Schedule
→ Production
→ Finished Goods
→ Customer
Maka:
Production membuat produk.
Operation Management memastikan seluruh sistem mampu membuat dan mengirimkan produk tersebut secara efektif, efisien, dan tepat waktu.
Dan ketika sebuah perusahaan mulai berpindah dari sekadar "mengejar output produksi" menuju "mengelola keseluruhan flow dari demand sampai delivery", di situlah fungsi Operation Management mulai memberikan nilai yang jauh lebih besar.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)