Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts

Tuesday, August 27, 2024

Kejahatan Akan Menang Bila Orang yang Benar Tidak Melakukan Apa-apa

"Kejahatan Akan Menang Bila Orang yang Benar Tidak Melakukan Apa-apa" - Jenderal Soedirman: Panggilan untuk Bertindak

Kata-kata bijak dari Jenderal Soedirman ini mengandung pesan yang mendalam tentang pentingnya bertindak untuk melawan kejahatan. “Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa” bukan sekadar ungkapan, melainkan peringatan yang relevan dalam setiap konteks sejarah dan kehidupan. Ini adalah panggilan untuk tidak tinggal diam saat ketidakadilan atau kejahatan merajalela.

Pentingnya Bertindak

Jenderal Soedirman, sebagai salah satu pahlawan nasional yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, memahami betul bahwa diam dalam menghadapi kejahatan sama dengan memberi ruang bagi kejahatan untuk berkembang. Dalam perjuangan kemerdekaan, banyak sekali pengorbanan yang dilakukan oleh para pejuang agar kejahatan kolonialisme tidak terus berlangsung. Mereka bertindak, melawan, dan berjuang, meskipun dalam keterbatasan. Jika mereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa, kemerdekaan mungkin tidak akan pernah tercapai.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita melihat ketidakadilan atau kejahatan terjadi. Mungkin dalam skala kecil, seperti melihat seseorang diperlakukan tidak adil, atau dalam skala yang lebih besar, seperti korupsi yang merugikan banyak orang. Pesan Soedirman mengingatkan kita bahwa tidak melakukan apa-apa dalam situasi ini adalah bentuk persetujuan diam-diam terhadap kejahatan. Ketika orang yang benar memilih untuk tidak bertindak, kejahatan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menang.

Keberanian Moral

Dibutuhkan keberanian moral untuk berdiri melawan kejahatan. Banyak orang mungkin merasa takut atau ragu untuk bertindak karena khawatir akan konsekuensinya. Namun, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keberanian individu-individu yang memilih untuk tidak tinggal diam. Soedirman sendiri adalah contoh keberanian moral. Meski dalam kondisi fisik yang lemah akibat penyakit, ia tetap memimpin gerilya melawan penjajah, menunjukkan bahwa tindakan melawan kejahatan tidak selalu tentang kekuatan fisik, tetapi lebih tentang keteguhan hati dan moral.

Konsekuensi dari Ketidakaktifan

Jika orang yang benar memilih untuk tidak bertindak, kejahatan akan tumbuh subur. Ketidakaktifan memungkinkan ketidakadilan berkembang, karena tidak ada yang menghalangi atau menentang. Dalam skala yang lebih besar, ini bisa berarti terjadinya kerusakan sosial yang meluas, di mana kejahatan menjadi norma karena tidak ada yang berani menantangnya. Ini bisa dilihat dalam sejarah dunia, di mana banyak kejahatan besar terjadi karena masyarakat yang baik memilih untuk tidak bertindak atau merasa tidak berdaya.

Pentingnya Solidaritas dan Tindakan Kolektif

Melawan kejahatan bukanlah tugas seorang diri, tetapi tanggung jawab bersama. Solidaritas dan tindakan kolektif sangat penting dalam memastikan bahwa kejahatan tidak berkuasa. Ketika orang-orang yang benar bersatu dan bertindak bersama, mereka dapat menciptakan kekuatan yang cukup besar untuk melawan ketidakadilan dan kejahatan. Ini bukan hanya tentang tindakan individu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat sebagai keseluruhan merespons kejahatan.

Kesimpulan

Pesan dari Jenderal Soedirman ini adalah pengingat abadi bahwa diam dalam menghadapi kejahatan adalah bentuk dukungan yang tidak disadari terhadap kejahatan itu sendiri. Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk bertindak, berdiri melawan ketidakadilan, dan memastikan bahwa kebenaran dan keadilan selalu dipertahankan. Dengan bertindak, kita tidak hanya melindungi diri kita sendiri tetapi juga membentuk dunia yang lebih adil dan lebih baik bagi generasi mendatang.

Monday, August 26, 2024

Hidup yang Tidak Dipertaruhkan Tidak Akan Pernah Dimenangkan

"Hidup yang Tidak Dipertaruhkan Tidak Akan Pernah Dimenangkan" - Sutan Syahrir: Sebuah Refleksi tentang Keberanian dan Pengorbanan

Sutan Syahrir, salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, pernah mengungkapkan sebuah kalimat yang sarat makna: "Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan." Ucapan ini mengandung pesan mendalam tentang keberanian, pengorbanan, dan tekad untuk meraih tujuan hidup yang bermakna.

Keberanian untuk Bertaruh dalam Hidup

Dalam kehidupan, ada banyak momen ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Seringkali, untuk mencapai sesuatu yang lebih besar atau lebih baik, kita harus bersedia mengambil risiko. Inilah yang dimaksud oleh Sutan Syahrir dengan "mempertaruhkan hidup." Itu bukan berarti mengorbankan segalanya tanpa pertimbangan, melainkan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan demi meraih impian atau tujuan yang lebih tinggi.

Keberanian ini sangat penting, karena tanpa keberanian untuk mengambil risiko, kita mungkin tidak akan pernah benar-benar tahu potensi penuh kita. Kita mungkin terjebak dalam rutinitas dan kenyamanan yang aman, tetapi kita juga akan kehilangan kesempatan untuk berkembang dan mencapai sesuatu yang lebih besar. Hidup yang tidak dipertaruhkan, dalam konteks ini, adalah hidup yang stagnan dan tanpa pencapaian yang berarti.

Pengorbanan sebagai Bagian dari Perjuangan

Syahrir sendiri adalah contoh nyata dari seseorang yang mempertaruhkan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia. Sebagai seorang pemimpin dan pemikir, ia tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga aktif dalam memperjuangkannya. Pengorbanan waktu, tenaga, dan bahkan nyawanya sendiri adalah bagian dari perjuangan panjang untuk mencapai kemerdekaan.

Pengorbanan ini bukanlah sesuatu yang mudah, dan seringkali memerlukan kekuatan mental dan fisik yang luar biasa. Namun, Syahrir menyadari bahwa tanpa pengorbanan, tidak ada kemenangan yang dapat diraih. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tidak berjuang di medan perang, tetapi setiap orang memiliki pertempuran pribadi mereka sendiri — entah itu dalam karir, pendidikan, atau hubungan pribadi. Untuk memenangkan pertempuran ini, pengorbanan dan komitmen penuh diperlukan.

Makna Kemenangan dalam Hidup

Kemenangan, dalam pandangan Syahrir, bukan sekadar mencapai tujuan atau meraih hasil yang diinginkan. Kemenangan juga melibatkan proses perjalanan itu sendiri — bagaimana kita menghadapi tantangan, mengatasi rintangan, dan belajar dari setiap pengalaman. Kemenangan sejati adalah ketika kita bisa melihat kembali perjalanan hidup kita dan merasa bangga dengan setiap langkah yang telah kita ambil, terlepas dari hasil akhirnya.

"Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan" mengingatkan kita bahwa hidup adalah sebuah perjuangan, dan untuk meraih kemenangan sejati, kita harus bersedia mengambil risiko dan berkorban. Ini adalah pelajaran tentang pentingnya tekad, keberanian, dan pengorbanan dalam mencapai sesuatu yang benar-benar berharga dalam hidup.

Kesimpulan

Pernyataan Sutan Syahrir ini merupakan pengingat kuat bahwa hidup yang bermakna membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko dan pengorbanan untuk meraih tujuan yang lebih besar. Tanpa mempertaruhkan hidup, kita mungkin tidak akan pernah merasakan manisnya kemenangan sejati. Hidup yang penuh dengan tantangan dan pengorbanan adalah hidup yang, pada akhirnya, akan membawa kita pada kemenangan yang lebih bermakna dan abadi.

Sunday, August 25, 2024

Makin Redup Idealisme dan Heroisme Pemuda, Makin Banyak Korupsi

Soe Hok Gie: Sebuah Refleksi untuk Generasi Kini

Soe Hok Gie, seorang aktivis dan intelektual muda Indonesia yang terkenal dengan idealismenya, pernah mengungkapkan sebuah kalimat yang penuh makna: "Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi." Kalimat ini merupakan peringatan sekaligus refleksi mendalam tentang hubungan antara semangat perjuangan kaum muda dan kondisi moral suatu bangsa.

Idealisme dan Heroisme Pemuda: Pilar Perlawanan terhadap Korupsi

Idealisme dan heroisme adalah dua kekuatan besar yang selalu menjadi ciri khas kaum muda. Idealisme adalah keyakinan teguh pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Sementara itu, heroisme adalah keberanian untuk bertindak demi memperjuangkan nilai-nilai tersebut, meski harus menghadapi risiko besar.

Dalam sejarah, pemuda selalu menjadi motor penggerak perubahan sosial. Mereka adalah kelompok yang sering kali pertama kali bangkit melawan ketidakadilan dan penindasan, termasuk melawan korupsi. Korupsi, sebagai bentuk dari ketidakadilan yang merugikan rakyat, hanya bisa dilawan jika ada semangat idealisme dan heroisme yang menyala dalam diri pemuda. Ketika dua elemen ini mulai redup, korupsi pun semakin merajalela.

Redupnya Idealisme dan Heroisme: Ancaman bagi Moral Bangsa

Ketika semangat idealisme dan heroisme mulai pudar, korupsi mendapatkan ruang untuk berkembang. Ini karena tanpa idealisme, pemuda kehilangan visi tentang apa yang seharusnya diperjuangkan. Tanpa heroisme, mereka kehilangan keberanian untuk melawan arus dan menghadapi tantangan. Akibatnya, nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keadilan mulai diabaikan, digantikan oleh kepentingan pribadi dan keuntungan material.

Dalam konteks ini, Soe Hok Gie memperingatkan bahwa korupsi bukan hanya masalah sistemik, tetapi juga masalah moral yang berkaitan erat dengan semangat pemuda. Ketika pemuda mulai kehilangan arah, ketika mereka lebih tertarik pada kemewahan dan kekuasaan daripada kebenaran dan keadilan, maka korupsi akan tumbuh subur.

Tantangan bagi Generasi Muda Saat Ini

Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang cepat telah menciptakan dunia yang lebih kompleks. Namun, esensi dari tantangan yang dihadapi tetap sama: bagaimana menjaga agar semangat idealisme dan heroisme tetap hidup di tengah godaan materialisme dan pragmatisme.

Untuk melawan korupsi, pemuda perlu kembali ke akar idealisme mereka. Mereka perlu mengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka, dan bahwa korupsi adalah musuh yang harus dilawan dengan semangat yang tak kenal lelah. Lebih dari sekadar retorika, ini membutuhkan aksi nyata: terlibat dalam gerakan sosial, menegakkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, dan menolak kompromi dengan ketidakadilan.

Kesimpulan

Pernyataan Soe Hok Gie bahwa "Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi" adalah pengingat penting bagi kita semua, terutama bagi kaum muda. Idealisme dan heroisme bukanlah konsep usang, tetapi justru menjadi kunci utama untuk membangun bangsa yang bersih dari korupsi dan adil bagi semua. Jika generasi muda dapat mempertahankan semangat ini, maka harapan untuk masa depan yang lebih baik akan tetap hidup. Namun, jika semangat ini padam, korupsi akan terus menghancurkan fondasi moral bangsa.

Idealisme adalah Kemewahan Terakhir yang Hanya Dimiliki oleh Pemuda

Sebuah Refleksi dari Tan Malaka

Tan Malaka, seorang pemikir dan pejuang revolusioner Indonesia, pernah menyatakan bahwa "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda." Pernyataan ini mengandung makna yang dalam, menggugah kita untuk merenungkan tentang kekuatan dan peran penting yang dimiliki kaum muda dalam perubahan sosial, politik, dan budaya.

Idealisme dalam Perspektif Pemuda

Pemuda dikenal dengan semangatnya yang menggelora, keberanian untuk bermimpi besar, dan tekad untuk meraih apa yang mereka yakini. Masa muda adalah periode dalam kehidupan di mana seseorang memiliki energi, kreativitas, dan keberanian untuk mempertanyakan status quo dan memperjuangkan sesuatu yang lebih baik. Idealisme, dalam konteks ini, menjadi bahan bakar utama yang mendorong kaum muda untuk bergerak melawan ketidakadilan, mengejar impian, dan berupaya mewujudkan dunia yang lebih baik.

Idealisme: Sebuah Kemewahan?

Mengapa idealisme dianggap sebagai "kemewahan"? Tan Malaka melihat idealisme sebagai sesuatu yang tak ternilai, yang tidak bisa dibeli atau digantikan oleh materi. Pada saat yang sama, idealisme adalah sesuatu yang mudah terkikis seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman hidup yang sering kali mengharuskan kompromi. Realitas hidup, tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan tekanan sosial sering kali membuat seseorang mengesampingkan idealisme yang dulu mereka pegang teguh. Karena itulah, idealisme adalah "kemewahan terakhir" yang dimiliki pemuda—sesuatu yang murni dan tak ternoda oleh kerasnya realitas dunia.

Tantangan bagi Pemuda

Meski idealisme adalah kekuatan besar, ia juga menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Dunia yang kita hadapi saat ini penuh dengan kompleksitas dan sering kali mengaburkan batas antara benar dan salah. Dalam lingkungan yang dipenuhi dengan pragmatisme dan kompromi, mempertahankan idealisme bisa menjadi tugas yang berat. Namun, inilah ujian sejati bagi kaum muda—untuk tetap teguh pada nilai-nilai yang mereka yakini meskipun dunia di sekeliling mereka terus berubah.

Idealisme sebagai Penggerak Perubahan

Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda dengan idealismenya sering kali menjadi penggerak utama dalam perubahan sosial dan politik. Revolusi, gerakan sosial, dan transformasi besar dalam sejarah hampir selalu dimulai oleh kaum muda yang berani memimpikan dunia yang lebih baik dan berani mengambil risiko untuk mewujudkannya. Idealisme yang mereka miliki menjadi panduan moral dan etika dalam perjuangan mereka.

Kesimpulan

Tan Malaka, dengan pandangannya yang tajam, mengingatkan kita akan pentingnya mempertahankan idealisme, terutama bagi kaum muda. Idealisme bukanlah sekadar impian atau harapan kosong; ia adalah kekuatan yang mampu menggerakkan perubahan dan menciptakan dunia yang lebih adil dan manusiawi. Maka dari itu, pemuda harus melihat idealisme bukan sebagai beban, tetapi sebagai kemewahan yang harus dijaga dan dipupuk. Karena di tangan merekalah masa depan berada, dan dengan idealisme, mereka memiliki alat yang ampuh untuk membentuk dunia yang lebih baik.

Sunday, May 19, 2024

Kuliah Bukan Kebutuhan Tersier



Pendidikan Tinggi: Kunci Menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan tinggi di Indonesia, yang selama ini dianggap sebagai kebutuhan tersier, tidak boleh lagi dipandang sebagai sesuatu yang opsional atau pilihan. Pemerintah harus menyadari bahwa memposisikan perguruan tinggi sebagai kebutuhan tersier hanya akan memperburuk kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dan menjatuhkan mimpi generasi muda untuk berdaya saing global dan go internasional.


Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Indonesia Emas 2045.

Di saat pemerintah menggembar-gemborkan visi Indonesia Emas 2045 dan berupaya memanfaatkan bonus demografi agar tidak menjadi bencana demografi, menempatkan pendidikan tinggi sebagai kebutuhan tersier adalah tindakan yang salah besar. Untuk mencapai visi ini, kita membutuhkan SDM yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi, yang hanya dapat diwujudkan melalui akses yang luas dan merata terhadap pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas wawasan, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, pemerintah harus menganggap perguruan tinggi sebagai public goods, yaitu barang publik yang menyangkut hajat hidup dan kebutuhan seluruh warga negara yang harus dipenuhi.


Perguruan Tinggi sebagai Public Goods.

Pendidikan tinggi harus dianggap sebagai barang publik yang wajib disediakan oleh negara bagi semua warganya. Negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses yang adil dan merata ke pendidikan tinggi, tanpa diskriminasi apapun. Ini berarti, biaya pendidikan harus terjangkau, fasilitas yang memadai harus disediakan, dan dukungan finansial bagi mahasiswa yang membutuhkan harus ditingkatkan.


Melindungi Hak Mahasiswa.

Selain itu, kampus harus menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi mahasiswa untuk bersuara dan melanjutkan studi mereka. Hak mahasiswa untuk bersuara adalah bagian integral dari kebebasan akademik yang harus dijunjung tinggi. Mahasiswa harus merasa aman untuk menyampaikan pendapat, melakukan penelitian, dan berpartisipasi dalam diskusi akademik tanpa takut akan represi atau intimidasi.


Aksi Nyata untuk Masa Depan.

Untuk mewujudkan pendidikan tinggi sebagai public goods dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia, beberapa langkah konkrit perlu diambil:

1. Meningkatkan Anggaran Pendidikan: 

Pemerintah harus meningkatkan anggaran pendidikan, khususnya untuk pendidikan tinggi, agar lebih banyak universitas dapat meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan fasilitasnya.


2. Subsidi dan Beasiswa.

Program subsidi dan beasiswa harus diperluas untuk memastikan bahwa mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses ke pendidikan tinggi. Ini akan membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.


3. Infrastruktur dan Teknologi.

Investasi dalam infrastruktur dan teknologi pendidikan tinggi harus ditingkatkan. Kampus harus dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.


4. Kebebasan Akademik.

Kebebasan akademik harus dijamin dan dilindungi. Mahasiswa dan dosen harus bebas untuk mengemukakan pendapat dan melakukan penelitian tanpa adanya tekanan politik atau ekonomi.


5. Kerjasama Internasional. 

Meningkatkan kerjasama dengan universitas-universitas di luar negeri untuk membuka peluang pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan peningkatan kualitas kurikulum. Ini akan membantu mahasiswa Indonesia untuk memiliki perspektif global dan meningkatkan daya saing internasional.


Kesimpulan.

Menjadikan pendidikan tinggi sebagai kebutuhan tersier adalah langkah mundur yang akan merugikan masa depan bangsa. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan memanfaatkan bonus demografi, kita harus menganggap pendidikan tinggi sebagai hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara. Dengan memberikan akses yang luas dan merata ke pendidikan tinggi, kita bisa memastikan bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan global dan menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Mari kita bergerak bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.


Sumber :

https://fnn.co.id/post/kuliah-kebutuhan-tertier-tidak-wajib

https://nasional.kompas.com/read/2024/05/17/13532471/jppi-meletakkan-pendidikan-tinggi-sebagai-kebutuhan-tersier-itu-salah-besar?page=all

https://mediaindonesia.com/humaniora/671754/jangan-letakkan-pendidikan-tinggi-sebagai-kebutuhan-tersier

https://news.republika.co.id/berita/sdnyua487/pendidikan-tinggi-disebut-edukasi-tersier-apa-orang-miskin-dilarang-kuliah

Thursday, April 25, 2024

Tips dan Strategi Efektif untuk Meningkatkan Percaya Diri


Meningkatkan Percaya Diri saat Bimbingan Belajar Offline: Tips dan Strategi Efektif.

Bimbingan belajar offline seringkali menjadi pilihan bagi banyak siswa yang mencari bantuan tambahan dalam pendidikan mereka. Namun, bagi sebagian orang, menghadiri sesi bimbingan belajar bisa menjadi pengalaman yang menantang, terutama jika mereka merasa kurang percaya diri. 

Dalam video ini, kami akan membahas cara-cara praktis untuk meningkatkan percaya diri Anda saat mengikuti bimbingan belajar offline, sehingga Anda dapat memaksimalkan manfaat dari pengalaman belajar Anda.

Percaya diri adalah kualitas yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan pribadi. Ketika seseorang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, ia cenderung lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko yang dibutuhkan, dan meraih peluang yang ada di hadapannya.

Percaya diri adalah fondasi bagi kesuksesan dalam setiap aspek kehidupan. Ketika seseorang percaya pada kemampuan dan potensi dirinya sendiri, ia cenderung bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses. Dengan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, seseorang dapat meraih prestasi yang lebih besar dalam karir, pendidikan, dan kehidupan pribadi.

Berikut adalah Tips dan Strategi Efektif untuk Meningkatkan Percaya Diri.

1. Kenali Kelemahan dan Kekuatan Anda.

Langkah pertama untuk meningkatkan percaya diri Anda adalah dengan mengenali kelemahan dan kekuatan Anda. Ketika Anda menyadari area mana yang perlu diperbaiki dan di mana Anda telah berprestasi, Anda dapat fokus pada pengembangan diri Anda. Selain itu, mengingat kembali pencapaian Anda yang lalu juga dapat memberikan dorongan tambahan untuk percaya diri.

2. Persiapkan Diri Anda dengan Baik.

Persiapan yang matang adalah kunci untuk merasa lebih percaya diri. Pastikan Anda mempersiapkan diri sebelum menghadiri sesi bimbingan belajar dengan membaca materi yang akan dibahas, memahami pertanyaan yang ingin Anda ajukan, dan menyiapkan catatan atau pertanyaan tambahan yang mungkin Anda miliki. Semakin banyak Anda mempersiapkan diri, semakin percaya diri Anda akan menjadi.

3. Jalin Hubungan dengan Pengajar dan Teman Sebaya.

Membangun hubungan yang baik dengan pengajar dan teman sebaya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda. Berinteraksi dengan pengajar secara aktif, bertanya tentang materi yang sulit dipahami, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas dapat membantu Anda merasa lebih nyaman dalam lingkungan bimbingan belajar. Selain itu, berkolaborasi dengan teman sebaya untuk memecahkan masalah atau mengerjakan tugas bersama juga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda.

4. Tetaplah Positif dan Terbuka terhadap Umpan Balik.

Penting untuk tetap positif dan terbuka terhadap umpan balik yang diberikan oleh pengajar dan teman sebaya. Terima kritik dengan lapang dada dan gunakan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ingatlah bahwa setiap kesalahan adalah pelajaran yang berharga dan merupakan bagian dari proses belajar.

5. Latihlah Keterampilan Sosial Anda.

Keterampilan sosial yang baik juga dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri saat mengikuti bimbingan belajar offline. Latihlah keterampilan seperti berbicara di depan umum, mendengarkan dengan baik, dan berkomunikasi dengan jelas dan efektif. Semakin baik Anda dalam berinteraksi dengan orang lain, semakin nyaman Anda akan merasa dalam lingkungan bimbingan belajar.

6. Tetaplah Konsisten dan Bertekad.

Terakhir, tetaplah konsisten dan bertekad untuk terus meningkatkan percaya diri Anda. Ingatlah bahwa rasa percaya diri bukanlah sesuatu yang datang secara instan, tetapi merupakan hasil dari usaha dan ketekunan yang terus menerus. Teruslah berlatih dan mencari pengalaman baru untuk mengembangkan percaya diri Anda.


Tantangan dan kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi bagi orang yang percaya diri, mereka dianggap sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Ketika seseorang memiliki percaya diri yang kuat, ia cenderung lebih mudah menghadapi rintangan dan tidak menyerah saat menghadapi kegagalan. Sebaliknya, ia melihat kegagalan sebagai langkah menuju kesuksesan dan tetap bertekad untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Percaya diri juga berdampak positif pada kesejahteraan emosional seseorang. Ketika seseorang merasa percaya diri, ia cenderung lebih bahagia, lebih optimis, dan lebih puas dengan hidupnya secara keseluruhan. Hal ini karena percaya diri membantu seseorang merasa lebih berharga dan mampu mengatasi stres dan tekanan yang mungkin dialaminya.

Percaya diri juga memainkan peran penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Orang yang percaya diri cenderung lebih mudah bergaul, lebih berani berbicara dengan jujur, dan lebih mampu mengungkapkan diri dengan baik. Hal ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan mendukung dalam kehidupan pribadi dan profesional.

Akhirnya, meningkatkan percaya diri juga dapat membuka pintu untuk peluang baru dalam kehidupan seseorang. Orang yang percaya diri cenderung lebih terbuka terhadap peluang baru, lebih berani mengambil risiko, dan lebih mampu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meraih impian mereka. Dengan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih memuaskan dan bermakna.


Dengan menerapkan tips dan strategi ini, Anda dapat meningkatkan percaya diri Anda saat menghadiri bimbingan belajar offline dan meraih hasil yang lebih baik dalam pendidikan Anda. Semoga video ini bermanfaat bagi Anda dan dapat membantu Anda mencapai potensi penuh Anda dalam belajar!

Wednesday, April 5, 2023

Mahasiswa Menyesal Setelah Lulus

10 Jurusan yang Paling Bikin Mahasiswa Menyesal Setelah Lulus

Tidak sedikit mahasiswa yang menyesal dengan jurusan kuliah yang mereka ambil. Sebagian di antaranya pindah jurusan atau kampus dan lainnya akan meneruskan sampai lulus.

Menurut Situs bursa kerja asal Amerika Serikat (AS), ZipRecruiter mensurvei pada lebih dari 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari kerja. Hasilnya jurusan yang menempati urutan teratas adalah jurnalisme, sosiologi, komunikasi dan pendidikan.

Ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, mengtakan selama masa kuliah mereka memang tertarik pada bidang yang dipilih. Namun ketika lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan soal gaji pada pekerjaan terkait jurusan tersebut.

"Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting," ujar Buper, dikutip dari CNBC Internasional, beberapa waktu lalu.

"Gaji masih menjadi hal yang paling penting. Tetapi stabilitas pekerjaan sekarang menjadi lebih penting. Itu terjadi setiap kali kita memiliki ketakutan akan resesi," tambahnya.

Berikut daftar lengkap jurusan yang paling banyak disesali setelah mahasiswa lulus:

  • Jurnalisme (87%)
  • Sosiologi (72%)
  • Seni (72%)
  • Komunikasi (64%)
  • Pendidikan (61%)
  • Manajemen Marketing + Riset (60%)
  • Pendamping Medis (56%)
  • Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
  • Biologi (52%)
  • Sastra Inggris (52%)


Sementara itu ada juga daftar jurusan perguruan tinggi yang paling bikin lulusannya merasa puas. Berikut daftarnya:

  • Ilmu Komputer (72%)
  • Kriminologi (72%)
  • Teknik (71%)
  • Keperawatan (69%)
  • Kesehatan (67%)


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20221114170846-36-387793/10-jurusan-yang-disesali-mahasiswa-setelah-lulus-kuliah

Tuesday, April 4, 2023

Kenapa Perguruan Tinggi Negeri Lebih Bagus?

Alasan Kenapa Perguruan Tinggi Negeri Dianggap Lebih Bagus dari Swasta

Rabu, 5 April 2023, 03:27 WIB

Inilah alasan mengapa perguruan tinggi negeri biasanya dianggap lebih bagus dari perguruan tinggi swasta. Banyak kalangan menilai Perguruan Tinggi Negeri atau PTN lebih bagus dari kampus yang berstatus swasta.

Biasanya mereka akan memberikan pendapat bahwa PTN memberikan prestige tersendiri bagi mahasiswanya. Sehingga tidak heran banyak yang berburu mengejar ujian agar bisa lolos ke Universitas Negeri impian.

Agar tidak bingung, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin memilih perguruan tinggi impian. Berikut adalah lima alasan mengapa banyak orang menganggap bahwa PTN lebih baik daripada PTS.


1. Biaya Kuliah Dinilai Lebih Hemat

Anggapan pertama mengenai PTN lebih baik daripada PTS adalah soal biaya kuliah. PTN cenderung lebih murah dan realistis, sebanding dengan fasilitas dan kualitas yang ditawarkan. Tidak jarang, untuk bisa masuk PTS dengan kualitas yang sama seperti PTN, biaya kuliahnya bisa dua kali lipat. Dimulai dari biaya masuk dan gedung.

Hal ini karena pengelolaan PTN berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara, PTS biasanya didirikan dan dikelola di bawah yayasan tertentu yang berorientasi pada keuntungan. Maka tak heran jika harga yang ditawarkan jauh lebih mahal.


2. Peluang Besar Mendapatkan Beasiswa

Masih soal biaya kuliah, anggapan kedua PTN dianggap lebih baik daripada PTS adalah soal perolehan biaya. Di PTN mahasiswa mendapatkan peluang besar untuk mendapatkan beasiswa, baik secara penuh maupun sebagian.

Dengan adanya beasiswa, kesempatan anak muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi semakin merata. Biasanya beasiswa diberikan oleh pemerintah melalui anggaran biaya pendidikan dan sponsor

Faktanya, beasiswa yang ditawarkan di PTN cenderung lebih banyak dibandingkan PTS. Mulai dari beasiswa ETOS, bidik misi, prestasi, dan masih banyak lagi.


3. Peluang Kerja Lebih Tinggi

Sudah bukan rahasia umum, pelamar kerja yang menjadi lulusan PTN akan lebih mudah dilirik HRD. Terlebih lagi jika calon pekerja merupakan lulusan universitas ternama dengan akreditasi A, tentu akan lebih dipandang oleh perusahaan dan sebagian bahkan sudah menjadi incaran.

Meski demikian, tetap saja selain nama besar kampus tempat kuliah, skill dan kemampuan juga tidak kalah penting untuk terus diasah agar bisa diterima bekerja di perusahaan impian.


4. Kualitas Lebih Bagus

Masalah kualitas tentu menjadi salah satu tolak ukur menilai sebuah institusi pendidikan. PTN umumnya memiliki kualitas yang lebih baik daripada PTS. Yaitu dilihat dari segi pendidikan, UKM, fasilitas, serta sumber daya manusianya.


5. Ikatan Alumni dan Jaringan Lebih Luas

Setiap kampus atau universitas biasanya memiliki ikatan alumni. Meskipun bukan hal wajib, namun ikatan alumni yang luas dan jaringan yang lebih besar tentu bisa menjadi eksposur tersendiri.

Umumnya ikatan alumni untuk PTN jauh lebih luas dan besar sehingga bisa saling membantu berbagi informasi. Apalagi jika ikatan alumni tersebut memiliki informasi penting seperti beasiswa, lowongan pekerjaan, dan lainnya.


Sumber :

https://beritajatim.com/ragam/5-alasan-kenapa-perguruan-tinggi-negeri-dianggap-lebih-bagus-dari-swasta/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Friday, March 3, 2023

Jurusan Kuliah yang Susah Cari Kerja

Bikin Nyesel, 10 Jurusan Kuliah Ini Susah Cari Kerja!

Pendidikan menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan karir. Dalam kondisi ideal, seseorang yang lulus kuliah seharusnya langsung masuk ke bursa kerja dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Namun, ternyata ada beberapa gelar pendidikan yang kurang 'seksi' di industri. Tidak sedikit mantan mahasiswa yang menyesali pilihan jurusan saat kuliah.

Dalam survei yang dilakukan ZipRecruiter, ditemukan beberapa pilihan jurusan kuliah yang paling disesali. Survei ini dilakukan terhadap 1500 lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan.

Ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, mengatakan bahwa selama masa kuliah mereka memang tertarik pada bidang yang dipilih. Namun ketika lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan soal gaji pada pekerjaan terkait jurusan tersebut.

"Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting," ujar Buper, dikutip dari CNBC Internasional.

Berikut daftar lengkap jurusan yang disesali setelah mahasiswa lulus:

  1. Jurnalisme (87%)
  2. Sosiologi (72%)
  3. Seni (72%)
  4. Komunikasi (64%)
  5. Pendidikan (61%)
  6. Manajemen Marketing + Riset (60%)
  7. Pendamping Medis (56%)
  8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
  9. Biologi (52%)
  10. Sastra Inggris (52%)


Sementara itu ada juga daftar jurusan perguruan tinggi yang tidak disesali, berikut daftarnya:

  1. Ilmu Komputer (72%)
  2. Kriminologi (72%)
  3. Teknik (71%)
  4. Keperawatan (69%)
  5. Kesehatan (67%)

Berdasarkan fakta di atas, sebaiknya para calon mahasiswa bisa mempertimbangkan jurusan kuliah yang hendak dituju. Semangat!


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230225125422-33-416941/bikin-nyesel-10-jurusan-kuliah-ini-susah-cari-kerja

Sunday, November 20, 2022

Yang Harus Dilakukan Usai Lulus Kuliah

Mahasiswa, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Usai Lulus Kuliah

Setelah menghabiskan waktu sebagai mahasiswa selama kurang lebih empat tahun, saat ini semua tugasmu di kampus pun telah berakhir. Ini saatnya kamu mulai memikirkan apa yang ingin kamu lanjutkan setelah mendapatkan gelar.

Saat semua ini telah selesai, kamu mungkin akan merasa sedikit bingung tentang arah yang akan kamu tuju. Enggak perlu malu jika teman-teman kuliahmu sudah memiliki tujuan dalam kehidupan selanjutnya.

Di bawah ini ada beberapa cara potensial untuk dapat melanjutkan dan memulai kehidupan selanjutnya setelah menjadi seorang wisudawan mengutip dari Top Universities.

Istirahat dan Pergi Jalan-jalan

Setelah bekerja keras selama menggapai gelarmu, kamu layak untuk beristirahat. Kamu dapat berlibur singkat, pergi untuk waktu yang lama, mengikuti program volunteer, atau menghasilkan uang saat bepergian.

Kamu membuat pilihan yang tepat. Kamu juga dapat melakukan berbagai hal yang bermanfaat. Ada begitu banyak pilihan yang tersedia untukmu. Kamu bisa melakukan riset dan pilih area dunia yang menarik bagimu.


Lanjutkan Gelarmu

Setelah mendapatkan gelar sarjana, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan ke gelar pascasarjana atau magister.


Cari Pekerjaan Setelah Lulus

Belum terlambat untuk mencari pekerjaan. Carilah perusahaan yang menawarkan kemajuan karier sehingga setelah kamu menyelesaikan kuliahmu, kamu mungkin bisa mendapatkan peran permanen di perusahaan.


Menjadi Wirausahawan

Kamu juga bisa menjadi seorang wirausahawan. Untuk memulai berbisnis, kamu membutuhkan ide bisnis yang kuat. Kamu bisa meminta saran ke anggota keluargamu atau teman yang telah memulai bisnis terlebih dahulu.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat kamu memutuskan untuk menjadi seorang wirausahawan. Ada banyak nasihat, tapi kamu hanya perlu melakukan riset.



Ikut Magang

Kamu bisa mengikuti program magang yang berbayar meskipun enggak sebanyak menjadi seorang karyawan tetap. Ini adalah kesempatan untuk masuk ke perusahaan tempat kamu ingin bekerja. Tapi, enggak juga dapat menjamin menghasilkan pekerjaan.


Sumber :
https://kumparan.com/millennial/mahasiswa-ini-5-hal-yang-harus-dilakukan-usai-lulus-kuliah-1zEZzY2t9wW/

Monday, July 11, 2022

Keahlian Fresh Graduate Gen Z

Fresh Graduate Gen Z Penting Miliki Keahlian Ini

GM HR Business Partner PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Stevanus Tata Holo Koten mengatakan ada beberapa keahlian penting yang dimiliki para anak yang baru lulus kuliah alias fresh graduate

"Beberapa skill utama yang perlu dimiliki para fresh graduate yaitu manajemen waktu, keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta problem solving skill (keahlian memecahkan masalah)," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada akhir Juni 2022. 

Ia menambahkan bahwa untuk mengikuti perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu, perusahaan tentunya harus selalu adaptif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Untuk dapat mencapai hal tersebut, diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian kerja yang sesuai dengan standar perusahaan. 

Keahlian yang dimiliki fresh graduate itu tentunya diharapkan bisa menjadi cara agar perusahaan bisa lebih mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini semakin banyak generasi Z yang sudah memasuki dunia kerja. Stevanus mengatakan salah satu keunggulan para gen Z ini adalah terlahir di era perkembangan teknologi informasi yang sudah semakin pesat. 

"Hal itu membuat gen Z tidak kesulitan dalam memahami dan mempelajari berbagai hal, karena segala informasi saat ini sudah tersedia dan bisa dipelajari secara bebas," katanya. 

Berbagai kemudahan itu tentunya membuat gen z lebih mudah beradaptasi terhap perubahan-perubahan yang ada di dunia kerja saat ini. "Mereka juga memiliki semangat kerja dan keingintahuan yang tinggi," katanya. 

Walau begitu, ada pula kekurangan yang mungkin dimiliki gen z secara umum. Stevanus menilai keinginan gen z untuk sukses atau mencapai suatu target sering kali dilandasi oleh rasa terburu-buru. "Hal inilah yang membuat Gen Z masih harus mendapatkan bimbingan agar mereka memahami bagaimana berproses untuk mencapai sesuatu," katanya. 

MPMX membuka kesempatan dan mengajak talenta muda terbaik untuk bergabung di perusahaan melalui program Management Trainee (MT) yang dinamakan “MPM Young Talent Program 2022”. Pendaftaran dan rekrutmen program ini dibuka mulai hari ini sampai dengan 14 Agustus 2022.

MPM Young Talent Program 2022 ditujukan bagi fresh graduate S1 dan S2 dari berbagai jurusan, baik perguruan tinggi terbaik negeri maupun swasta, yang akan mengikuti rangkaian proses rekrutmen dan seleksi. 

Talenta yang terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama satu tahun; dimana selama satu bulan pertama para peserta program MT fokus mengikuti kegiatan inclass training yang terdiri dari sesi kelas pengembangan soft skill dan hard skill, kemudian selama 12 bulan berikutnya akan menjalani masa on job training atau OJT di kantor pusat dan anak usaha MPMX. 

Rangkaian proses ini akan memungkinkan para talenta MT untuk mengembangkan kemampuan kerja dan keahlian mereka dengan cepat. 

Stevanus berharap bisa menemukan talenta-talenta terbaik yang mampu berkontribusi untuk kemajuan perusahaan melalui ide-ide kreatif maupun inovatif, juga berkontribusi memberikan hasil kerja yang baik bagi perusahaan. 

“Dengan mengikuti MPM Young Talent Program, ada berbagai benefit yang dapat diperoleh oleh para kandidat, antara lain dapat memulai dan mengembangkan karier di lingkungan yang dinamis, mempelajari bisnis dari berbagai aspek, memiliki jump start dalam berkarir, berkesempatan mengikuti progam pelatihan berkualitas, serta remunerasi yang kompetitif,” katanya. 


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1610344/fresh-graduate-gen-z-penting-miliki-keahlian-ini

Wednesday, August 18, 2021

Pantangan Saat Memilih Jurusan

Tak cukup dengan tiga poin penting di atas, kita juga harus memperhatikan empat pantangan berikut ini saat memilih jurusan kuliah. Nah, kenapa tak dikombinasikan saja dua cara memilih jurusan kuliah ini, Sobat? 

Yuk, ketahui dulu apa saja pantangannya.


1. Jangan memilih jurusan kuliah hanya karena prospek masa depan

Pernahkah Sobat Pintar mendapat saran untuk memilih jurusan kuliah yang ber'lahan basah?' Jurusan Akuntansi, Aktuaria, Bea Cukai maupun jurusan-jurusan kuliah lain yang terkait dengan keuangan sering dianggap berprospek cerah.

Beberapa jurusan memang membekali kita dengan ilmu, kemampuan, dan kecakapan untuk menyandang profesi tertentu – seperti akuntan, aktuaris, atau pegawai bea cukai pada contoh diatas. Tetapi bukan berarti kemampuan pada bidang tersebut itulah yang semata-mata membuat kita mendadak sukses dimasa depan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan karier seseorang. Jurusan kuliah dan prospek yang ditawarkannya tak sesederhana penambahan bilangan bulat. Memilih jurusan kuliah yang membuat orang lain tampil mentereng takkan serta merta membuat masa depan kita sama cerah berkilaunya.


2. Jangan terpaku pada nilai pelajaran saja

Apa mata pelajaran yang paling Sobat sukai di sekolah? Mata pelajaran apa yang nilainya rata-rata bagus? Misalnya mata pelajaran tersebut Matematika, apakah Sobat Pintar akan memilih kuliah di Jurusan Matematika?

No, it's not that simple. Ternyata Matematika digunakan juga di Jurusan Aktuaria dan Statistika, misalnya. Bahkan, ada pula Jurusan Pendidikan Matematika. Pilihan jurusan kuliahmu tidak terbatas pada Jurusan Matematika di FMIPA, Sobat!

Salah satu cara menentukan jurusan kuliah memang dengan mempertimbangkan nilai pelajaran di sekolah. Nilai sekolah sering dijadikan acuan saat kita harus menentukan jurusan kuliah. But it's not the only one, Sobat.


3. Jangan abaikan bakat dan minat diri

Kembali pada contoh diatas. Hanya karena nilai Matematikamu selalu sempurna, misalnya, Sobat memilih Jurusan Pendidikan Matematika. Padahal, mahasiswa jurusan pendidikan lebih banyak belajar tentang teori-teori mengajar daripada mahasiswa ilmu murni Jurusan Matematika.

Nah, pertanyaannya, apakah Sobat Pintar suka mengajar? Atau, Sobat lebih suka menyelami Matematika murni? Bagaimana dengan Matematika terapan? Dari sekian pilihan tersebut, mana yang lebih sesuai dengan bakat dan minatmu, Sobat?

Mengenali bakat dan minat diri menjadi cara memilih jurusan kuliah yang cukup penting. Sayangnya, seperti telah disebutkan diawal, tak setiap kita sudah mengenali diri sendiri dengan cukup baik. Pada saat seperti inilah tes jurusan kuliah, seperti Tes Penjurusan Aku Pintar, berperan sebagai salah satu cara memilih jurusan kuliah yang tepat.


4. Jangan asal ikut-ikutan teman

Tahukah Sobat, 87% mahasiswa Indonesia merasa salah jurusan. Banyak diantara mereka yang merasa salah jurusan justru pada semester-semester akhir, setelah melewatkan dua-tiga tahun kuliah. Sayang sekali bila harus mengulang kuliah dan menjadi mahasiswa baru lagi, bukan?

Bahkan 52% karyawan mengaku bahwa jika bisa memutar waktu, mereka akan memilih jurusan kuliah yang berbeda. Apakah mereka dulu bingung memilih jurusan kuliah? Atau, mereka dulu menentukan jurusan kuliah hanya dengan mengikuti pilihan teman-temannya?

Makanya, pilih jurusan kuliahmu sendiri ya, Sobat. Tak perlu khawatir kehilangan teman karena nantinya akan ada teman-teman baru saat kuliah.


Sumber :

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/tips-memilih-jurusan-kuliah-generasi-z

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Ini Tips bagi yang Masih Bingung Memilih Jurusan Kuliah

Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:05 WIB


Banyak calon mahasiswa yang bingung saat menentukan jurusan kuliahnya. Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?

Berbagai pertanyaan tentang memilih jurusan kuliah yang cocok pasti terlintas oleh pelajar yang baru tamat sekolah dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan .

Tidak hanya jumlah perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai ribuan di Indonesia namun beragam jurusan kuliah yang ada pun pasti membuat bingung untuk memilih mana yang cocok untuk ditetapkan sebagai tempat berlabuh.

Dikutip dari instagram Direktorat Dikti Vokasi dan Profesi di @diktivokasi, Jumat (21/5), diktivokasi menulis, “Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?” “Ada berapa sebenarnya jurusan kuliah yang ada?” “Bagaimana cara menentukan jurusan kuliah yang tepat?” dan berbagai pertanyaan lain tentang jurusan / prodi kuliah yang bisa bikin galau.

Pertanyaan - pertanyaan di atas mungkin sering terlintas di benak para Gen Z yang akan masuk kuliah. Jika kalian masih bingung, simak tips memilih jurusan kuliah yang cocok dan pas untuk masa depan kalian dibawah ini.


1. Pahami minat dan bakat.

Ketika dihadapkan pada sekian daftar jurusan kuliah yang harus dipilih, baik dari ortu ataupun pilihan diri sendiri, kita membutuhkan alasan tepat untuk memilih.

Cara memilih jurusan kuliah tentu berbeda dari cara kita memilih menu makanan atau tema ponsel yang jika ketika kita bosen bisa langsung berganti tema. Tapi bagaimana dengan jurusan kuliah?

Itulah sebabnya kita perlu tahu apa minat dan bakat yang kita miliki. Pengetahuan inilah yang dapat membantu kita menentukan jurusan kuliah.

Pemahaman yang baik akan diri sendiri inilah yang dapat membuat kita bertahan menghadapi berbagai tantangan saat belajar tentang ilmu dan skills baru di bangku kuliah nanti.


2. Lakukan riset jurusan-jurusan kuliah yang dipilih.

Cara menentukan jurusan kuliah yang satu ini dapat membantu sobat yang benar-benar ngeblank ingin kuliah di jurusan apa. Yes, do your own research, Sobat Pintar. Ketahui sebanyak-banyaknya jurusan kuliah yang ada.

Pelajari masing-masing bidang ilmunya, prospek alumninya dan hal-hal lain yang dirasa penting untuk diketahui.

Study and compare-sandingkan, bandingkan daftar jurusan kuliah yang ada padamu.

Learn all facts. Langkah-langkah ini bisa membantumu menjatuhkan pilihan jurusan kuliah. Cara inipun bisa diterapkan saat kita punya sebaris daftar jurusan kuliah untuk dipilih, entah itu pilihan sendiri atau rekomendasi ortu.


3. Konsultasi dengan orang dekat berpengalaman/profesional di dunia kerja.

Diskusikan berbagai pilihan jurusan kuliah yang ada saat ini dengan ahlinya. Misalnya psikolog pendidikan. Atau diskusi dengan seseorang yang dekat denganmu juga dapat mengurai benag kusut di kepala, sobat.

Mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas dapat memberi kita sudut pandang dan pengetahuan baru yang fresh.

Lebih baik lagi bila kita dapat mengombinasikan dua cara memilih jurusan kuliah ini bersamaan. Gunakan hasil riset sebagai bahan diskusi. Bukankah hasilnya akan lebih baik?


4. Pahami keuntungan dan konsekuensi pilihan.

Bear in mind, nothing's perfect. Begitu juga dengan jurusan kuliah. Bisa jadi jurusan kuliah A sesuai dengan minatmu tapi prospek kerjanya terbilang kurang menarik.

Atau sebaliknya, ada jurusan kuliah B yang bidang ilmunya kurang menarik tapi kemampuanmu cukup baik disitu.

Sebaik apapun pilihan yang ocoba kita ambil, tetap akan ada kekurangan disitu. That's why, mengetahui konsekuensi dari pilihan jurusan kuliah yang diambil itu penting. Jangan cuma dilihat sisi positif atau keuntungannya saja ya sobat.


Sumber :

https://edukasi.sindonews.com/read/434382/211/ini-tips-bagi-yang-masih-bingung-memilih-jurusan-kuliah-1621659915

Friday, June 25, 2021

Memilih Pekerjaan Sesuai Jurusan Atau Hobi

Moment kelulusan mungkin menjadi sebuah moment yang membahagiakan sekaligus mencemaskan karena disamping bahagia karena telah menyelesaikan kuliah dan sekaligus cemas karena harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan Yutia. Dari yang disampaikan bahwa ternyata jurusan yang dipilih bukan dari diri Yutia, namun merupakan kemauan orang tua. Ketika Yutia memutuskan menerima pilihan orang tua tersebut tentunya sudah menyadari akan konsekuensi pilihan pekerjaan yang mungkin didapatkan jika nantinya akan bekerja. Itu normalnya jika pekerjaan yang dipilih Yutia sesuai dengan jurusan kuliah.


Bekerja itu berbeda dengan hobi, jika bekerja adalah sebuah aktivitas yang dijalani dimana kita melakukan aktivitas yang diganti atau diberikan imbalan baik itu gaji atau lainnya. Sedangkan hobi adalah aktivitas yang dilakukan kala senggang, bisa mendapatkan imbalan ataupun mengeluarkan uang untuk menjalaninya. Even ada yang berawal dari hobi menjadi sebuah pekerjaan.

Nama  : Yutia

Alamat Email :yuxxxxxxri@ymail.com

Saya perempuan ber umur 22 tahun. Lulusan S1 jurusan teknik sipil. Dan alhamdulillah sbgai lulusan terbaik. Saya memilih jurusan ini juga atas kemauan orang tua saya. Dan saya menjalankan dengan sangat baik. Tapi says gemar bersosialisasi dengan orang2. Saya seorang pembawa acara. Dikenal dengan master of ceremony. Saya menyukai dunia MC dan ini saya jdikan sbgai hobi. Sekarang, saya mengalami kebingungan memilih pekerjaan. Apakah tetap dijalur teknik atau saya ber alih pilihan, mohon saran dan masukannya. Sekian. Wasslm


Jawaban

Yutia, selamat sebagai lulusan terbaik S1 Jurusan Teknik Sipil di Univeritas. Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan, tentunya memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Pendidikan, dalam hal ini jika Yulia S1 adalah disesuaikan dengan jurusan dan tentunya selama belajar selama kuliah S1 salah satu tujuannya adalah memenuhi kompetensi teknis. Kompetensi teknis jika di dalam kuliah, diterjemahkan sebagai mata kuliah, mata kuliah inilah yang akan membentuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang lulusan universitas. Pekerjaan salah satunya membutuhkan kompetensi teknis, dan biasanya spesifik. Misalnya Pekerjaan Civil Engineering, dimungkinkan salah satu syaratnya adalah lulusan S1 Teknis Sipil. Perusahaan berasumsi orang yang telah lulus S1 Teknik Sipil memiliki kompetensi untuk mengisi posisi sebagai Civil Engineering. Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apakah Yulia kompetensi yang sudah di kembangkan selama 4 atau 5 tahun tidak digunakan untuk mencari pekerjaan?


Probabilitas melamar pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, tentunya lebih tinggi diterima dibandingkan dengan melamar tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Hobi Yutia, sebagai seorang MC, tidaklah mengapa dikembangkan dan dapat dilakukan disela-sela libur bekerja. Berbeda lagi jika Yutia merasa berkompeten untuk menjadi seorang MC, dan pekerjaan MC lebih sesuai menurut Yutia, tidak salahnya untuk mengembangkan hobi menjadi sebuah pekerjaan. Atau justru alternatif ketiga, yakni menjalani double job, dimana main jobnya adalah seorang Civil Engineer dan Side Job nya adalah menjadi seorang MC. Jadi tidak ada yang di korbankan atau dimatikan potensinya untuk mendapatkan penghasilan untuk Yutia.


Sumber :

https://www.psikoma.com/memilih-pekerjaan-sesuai-jurusan-atau-hobi/

Tuesday, February 21, 2017

Jurusan Kuliah untuk Anak IPS

Buat Kamu Lulusan IPS, Ini 10 Jurusan yang Bisa Kamu Pilih Saat Kuliah Nanti
Buat kamu lulusan jurusan IPS, nggak perlu bingung milih jurusan buat kuliah. Nih, IDNtimes suguhkan beberapa pilihan jurusan menjanjikan yang bisa kamu pilih! Eits, jangan salah, mereka bisa jadi prospek terbaikmu untuk mencari kerja di masa depan, lho!

1. Psikologi
Mempelajari perilaku mental manusia sangatlah menarik. Kamu bisa memilih jurusan yang satu ini. Selain itu, Psikolog adalah ilmu yang meneliti alur pemikiran dan alasan dibalik tindakan kita. Mulai dari persepsi, kognitif, dan hubungan intrapersonal. Jadi kamu nggak bakal bosan mempelajarinya

Prospek Kerja: HRD, Market Research Psikolog, Konsultan Perusahaan, Psikiater.



2. Ilmu Hukum
Dikarenakan semakin maraknya kasus hukum di-Indonesia, maka peluang kerja untuk jurusan hukum amatlah besar, karena sampai kapanpun hampir mustahil tidak dibutuhkannya penegak hukum lagi.

Prospek Kerja: Pengacara, Notaris, Staff Legal


3. Sastra Inggris
Buat kamu yang suka belajar bahasa asing, Sastra Inggris bisa jadi pilihan yang tepat. Eits, jangan salah… jurusan ini punya prospek kerja yang luas di masa depan, lho.

Prospek Kerja: Kedutaan Internasional, Guide, Guru Bahasa Inggris, Penerjemah


4. Bisnis dan Manajemen
Siap-siap bersaing dengan banyak orang ya kalau milih jurusan bisnis dan manajemen. Jurusan ini memang sangat dibutuhkan hampir di semua perusahaan, karen lulusan bisnis dan manajemen itu bisa ditempatkan di area mana saja, mulai dari manajemen perusahaan, marketing, keuangan, hingga statistik ekonomi.

Prospek Kerja: Pengusaha, Manajer, Direktur, Asisten Manajer, Sekretaris


5. Hubungan Internasional
Kalau mau prospek kerja yang menjanjikan dan membuatmu sering keluar negeri, pilih jurusan ini. Hubungan Internasional mempelajari bagaimana menjalin hubungan antar negara dengan baik. Serta mempertahankan keharmonisan dua negara untuk menghasilkan hubungan bilateral yang saling menguntungkan dengan mengedepankan isu-isu umum seperti sosial, hukum, ekonomi, dan politik.

Prospek Kerja: Duta Besar, International Officer, Konsultan Internasional, Politisi, dan Wartawan


6. Ilmu Komunikasi
Ini nih jurusan yang nggak kalah populer dengan jurusan lainnya, karena jurusan ini tidak bisa ditangani oleh sembarangan orang. Hanya orang yang memiliki pribadi yang kuat yang mampu menjalani pekerjaan sebagai lulusan ilmu komunikasi, karena ia harus mampu mengomunikasikan suatu hal dengan baik.

Prospek Kerja: Broadcasting, Advertising, Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Bisnis, dan Public Relations.


7. Akuntansi
Kalau kamu punya daftar passing grade perguruan tinggi se-Indonesia, coba lihat hampir di semua Universitas menempatkan jurusan akuntansi dengan passing grade tertinggi (IPS). Pasalnya, jurusan ini menjanjikan lapangan kerja yang menggiurkan. Setiap perusahaan dari yang kecil hingga yang besar pasti butuh pegawai untuk mengurusi masalah keuangan. Seorang akuntan sangatlah penting untuk digunakan di perusahaan.

Prospek Kerja: Akuntan, Manajer, Auditor, Marketing


8. Desain Grafis
Ini adalah cabang ilmu desain yang mempelajari cara menyampaikan pesan dengan ungkapan kreatif untuk mecapai tujuan tertentu. Biasanya pekerjaanya berhubungan dengan gambar-gambar digital yang terdapat dalam iklan, film, logo,banner dan sebagainya.

Prospek Kerja: Desainer, Tim Kreatif Perusahaan, Branding


9. Ilmu Perpustakaan
Khusus buat kamu yang gak gampang bosan, ulet dan giat membaca dan menghapal buku. Ini adalah jurusan yang tepat buat kamu! Bahkan perpustakaan adalah surga bagi para kutu buku.

Prospek Kerja: Pustakawan, Admin Perpustakaan

10. Desain Produk
Buat kamu yang kreatif, punya banyak ide yang fresh, dan berjiwa seni, silahkan memilih jurusan ini. Mungkin kamu pernah bertanya mengenai produk-produk sehari-hari yang kita pakai, siapakah yang mendesainnya? Jawabannya adalah lulusan dari desain produk,

Prospek Kerja: Industrisl Product Designer, Enterpreneurial Product Designer, Product Design Researcher


Sumber :
https://life.idntimes.com/education/rizal/buat-kamu-lulusan-ips-ini-11-jurusan-yang-bisa-kamu-pilih-saat-kuliah-nanti

Jurusan Kuliah untuk Anak IPA

Buat Kamu Anak IPA: Ini 11 Jurusan Kuliah Terbaik yang Bisa Kamu Pilih!
Memilih jurusan kuliah yang tepat kadang menjadi hal sulit bagi mereka yang baru lulus SMA. Nah, supaya kamu nggak salah pilih jurusan, yuk simak pilihan jurusan kuliah terbaik buat kamu berikut ini, plus prospek kerja yang akan bisa kamu dapatkan darinya. Khusus anak IPA ya…

1. Jurusan Matematika dan IPA (MIPA)
Kamu yang jago hitung menghitung dan memutar logikamu bisa mencoba masuk jurusan ini. Setelah lulus nanti, kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lumayan besar gajinya (jangan lupa dibarengi ketekunan dan kerja keras). #ehem

Prospek Kerja: Staff atau Tim Lapangan Pertambangan dan Perminyakan



2. Teknik Sipil
Ini jurusan yang paling banyak pesaingnya. Kenapa? Soalnya lulusan teknik sipil banyak dicari di lapangan kerja. Prospek kerjanya juga banyak banget.

Prospek kerja: Kontraktor


3. Teknik Elektro
Pertimbangkan jurusan ini baik-baik. Dijamin, bidang telekomunikasi sangat berprospek sampai 10 tahun mendatang.

Prospek Kerja: Operator dan Vendor


4. Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknik Fisika
Pemerintah terus melakukan pembangunan untuk PLTU di beberapa tahun mendatang dengan kapasitas 10.000 MW. Ini tentunya perlu melibatkan lulusan-lulusan dari teknik mesin, industri dan fisika, dong?

Prospek Kerja: Teknisi dan Karyawan Industri


5. Ilmu Komputer dan Teknik Informatika
Banyak perusahaan yang butuh orang IT baik Fasilkom, IF atau yang ekuivalen. lapangan kerjanya tidak akan pernah habis, apalagi melihat perkembangan teknologi yang seakan belum lelah berlari.

Prospek Kerja: IT, Maintenance, Web Designer


6. Teknik Nuklir
Perguruan Tinggi yang membuka jurusan ini sangat sedikit, contohnya adalah UGM. Kamu yang punya minat di dunia kenukliran bisa coba pilih yang satu ini. Tenagamu pasti dibutuhkan oleh beberapa negara, terutama untuk negara maju yang teknologinya sudah jauh dibandingkan Indonesia. Habis studi lanjut, kamu bisa bantu memajukan Indonesia juga deh!

Prospek Kerja: Ahli Nuklir dan Karyawan PLTN


7. Pendidikan Dokter
Peminatnya memang banyak, apalagi ketika kamu bertanya sama anak-anak kecil usia lima tahun. Sekolah dokter memang memakan waktu yang lama dan banyak pengorbanan. Tapi sudah jelas kalau permintaan akan profesi ini akan terus meningkat. Setelah lulus kuliah kedokteran, kamu bisa memilih untuk mengambil spesialisasi juga. Btw, dokter untuk urusan kecantikan banyak permintaan lho, mengingat perawatan serta operasi untuk tujuan kecantikan sekarang sedang tren.

Prospek Kerja: Dokter, Ahli Gizi, Konsultan Kesehatan


8. Desain Komunikasi Visual, Desain Interior dan Arsitek
Buat kamu anak IPA yang notabene selalu dekat dengan sains dan logika, bukan berarti otak kananmu nggak menonjol. Banyak kok anak IPA pecinta seni juga. Jadi kamu yang mengambil jurusan IPA juga bisa mencoba untuk masuk jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior maupun Arsitek. Ketiga jurusan itu juga nggak terlepas dari hitung-hitungan lho! Bahkan saat kuliah pun kamu sudah bisa memulai bisnismu, ya freelance dulu lah.

Prospek Kerja: Desainer Grafis, Desainer Interior, Arsitek


9. Agribisnis atau Pertanian
Jurusan ini mulai banyak dilirik oleh lulusan SMA IPA karena prospeknya ke depan juga bagus. Yang terkenal sudah pasti adalah di IPB. Dengarlah, nak, Indonesia memanggilmu dan butuh tenagamu.

Prospek Kerja: Ahli Pertanian, Konsultan Pertanian


10. Jurusan Farmasi
Jurusan ini cocok untuk kamu yang ingin berkecimpung di dunia kesehatan. Lulusan farmasi bisa bekerja di rumah sakit atau laboratorium kesehatan.

Prospek Kerja: Suster, Ahli Farmasi, Staff Kesehatan, dan Perawat


11. Jurusan Batra
Mungkin kamu ada yang belum tau ini jurusan apa. Jurusan batra adalah jurusan yang berhubungan dengan obat-obatan tradisional.

Prospek Kerja: Ahli pembuatan obat tradisional dan Staff Laboratorium


Sumber:
https://life.idntimes.com/education/rizal/buat-kamu-anak-ipa-ini-11-jurusan-kuliah-terbaik-yang-bisa-kamu-pilih/full

Tuesday, May 5, 2015

Kebutuhan akan Sarjana Teknik di Indonesia

Indonesia Butuh Banyak Sarjana Teknik!

Indonesia terkenal sebagai surga investasi dunia. Tingginya jumlah sumber daya manusia dan kekayaan alam yang melimpah, juga tawaran menggiurkan tentang harga tenaga kerja produktif yang kompetitif, menjadi alasan utama para investor dunia menanamkan modalnya di sini.

Sayangnya, di tengah perkembangan industri dan teknologi yang semakin pesat, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia kompeten, terutama di sarjana bidang engineering. Padahal, mereka merupakan penggerak utama dunia industri.

Berdasarkan riset Said Didu pada 2011, pasokan sarjana teknik dalam negeri hanya sebesar 37.000 per tahun. Padahal, masih menurut riset yang sama, pada 2010-2015 rata-rata kebutuhan sarjana teknik di Indonesia meningkat menjadi 57.000 per tahun.

Sementara itu, pada periode 2015-2020 diperkirakan melonjak menjadi rata-rata 90.500 per tahun. Padahal, pada periode tersebut perkiraan jumlah sumber daya manusia yang dapat disediakan hanya 75.000. Artinya, Indonesia membutuhkan tambahan sumber daya muda untuk mengejar ketertinggalan itu.

Melihat kondisi itu, ASO College Group, sebagai salah satu penyedia institusi teknik di Jepang segera memperluas investasinya ke Indonesia dalam bentuk pendidikan. Alasan lainnya adalah degradasi pertumbuhan penduduk Jepang yang menyebabkan mereka kekurangan sumber daya manusia muda di tengah kebutuhan industri otomotif akan para insinyur baru.

Tahun lalu rencana ASO College Grop terwujud setelah mengukuhkan kerjasamanya dengan Binus University. Kerjama itub bertujuan memcetak sarjana-sarjana teknik yang kompeten, kompetitif dan siap terjun langsung ke dunia industri bertaraf internasional.

"Kebutuhan akan engineer di Indonesia semakin meningkat dengan banyaknya investasi asing yang terus tumbuh. Artinya, kita harus mencetak banyak sarjana teknik yang kompetitif," ujar Sofyan Tan, Head of Automotive and Robotics Engineering Program Binus – ASO School of Engineering (BASE) saat ditemui KOMPAS.com di Kampus Kijang, Senin (20/4/2015).

Masih menurut Sofyan, saat ini investasi asing di industri otomotif terus berkembang pesat, terutama dari Jepang. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang emas tersebut.

Perkembangan industri otomotif, jelas Sofyan, tidak hanya melulu dari perusahaan-perusahaan besar seperti Honda, Toyota atau Daihatsu. Kini, industri-industri yang masuk semakin berkembang, terutama produsen utama komponen mobil, antara lain Denso, Aisin, Showa, Yorozu, Unipress, Yazaki, dan lainnya.

"Walau terdengar kurang familiar, perananan industri-industri itu sangat penting, karena merekalah yang memproduksi komponen mobil. Misalnya, menyediakan komponen rem mobil, AC, dan banyak lagi. Jadi, sebenarnya untuk membuat satu jenis kendaraan saja dibutuhkan sinergi dari banyak industri otomotif. Di sinilah peluang kita," kata Sofyan.

Ke depan produk otomotif akan sarat dengan penggunaan teknologi robot yang tertanam dalam kendaraan maupun pada proses produksinya. Teknologi robot ini, menurut Sofyan, memungkinkan berkembanganya berbagai fitur cerdas pada kendaraan atau efisiensi proses produksi pada kendaraan dan komponennya sendiri.

"Karena itu, saat ini engineer yang mumpuni dalam mendesain otomatisasi kendaraan maupun proses produksi seperti itu sangat dibutuhkan di industri otomotif dan  industri manufaktur lainnya," ujarnya.

Saat ini, industri kreatif menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian bangsa. Dengan menggabungkan kemajuan teknologi, seni bentuk dan pengetahuan untuk menganalisa kebutuhan manusia masa kini, industri ini telah melahirkan banyak inovasi baru.

Seiring berkembangnya kebutuhan pasar, produk-produk yang diluncurkan tidak hanya berorientasi pada fungsi, tapi juga estesika sehingga industri ini berpotensi untuk tumbuh mantap dan kian berwarna. Apalagi, seiring semakin tingginya tingkat pendidikan di Indonesia, apresiasi terhadap seni pun semakin besar. Hal tersebut memberi ruang seluas-luasnya bagi para pelaku industri seni untuk unjuk gigi dan mengekspresikan karyanya, termasuk para insinyur dengan kemampuan rekayasa teknisnya.

Menurut Gatot Suharjanto, Head of Product Design Engineering Program, Binus–ASO School of Engineering (BASE), masih ada gap antara kreatifitas (segi estetika) dan kemampuan rekayasa teknik (engineering). Padahal, dalam menciptakan suatu, estetika tak boleh sampai mengesampingkan fungsi utama produk bagi manusianya (needs), begitu pun sebaliknya.

"Untuk menyatukan gap inilah Product Design Engineering lahir. Karena pada dasarnya, untuk menciptakan product design yang utuh, dibutuhkan keduanya," tutur Gatot saat menjelaskan perbedaan Product Design dan Product Design Engineering.

Menurutnya, ilustrasi sederhananya dapat dilihat pada proses desain sebuah sepeda balap. Perhitungan aerodinamika, presisi, kemampuan rem, ground clearence, jenis bahan, gigi pada sepeda balap membutuhkan tingkat akurasi dan kalkulasi teknik yang tidak sederhana.

"Proses selanjutnya adalah inovasi design produk yang menarik dan berbeda sehingga laku di pasaran. Kalau hanya berdasarkan engineering, ya produk sepeda hanya akan jadi seperti itu. Itu saja,” tambahnya.

Hal sama juga, tambah Gatot, berlaku untuk mendesain produk-produk lain, misalnya produk rumah tangga, desain lampu, aksesoris, boneka, sektor otomotif, dan masih banyak lagi. Dia berharap, dengan adanya dua program baru tersebut, didukung kemajuan teknologi Jepang ASO College Grop, Indonesia dapat mencetak sarjana-sarjana teknik mumpuni sesuai kebutuhan pertumbuhan pasar.


Sumber :
http://edukasi.kompas.com/read/2015/04/23/11461401/Indonesia.Butuh.Banyak.Sarjana.Teknik.

Saturday, January 24, 2015

Istilah di Perkuliahan


Kamus Kampus

Pintu gerbang perguruan tinggi sudah di depan mata. Para mahasiswa baru akan memasuki dunia kuliah yang berbeda dengan SMA. Berbagai istilah dan kosakata baru khas dunia kampus tentu akan terasa asing di telingamu.

Misalnya saja istilah SKS, KRS, dosen wali, maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Yuk, kenalan lebih dekat dengan berbagai istilah baru tersebut agar kamu tidak terlalu 'buta' ketika berhadapan langsung nantinya.

SKS

SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. Tidak seperti di SMA di mana semua pelajaran sudah dipaketkan hingga kamu lulus, di perguruan tinggi, sistem SKS memungkinkan kamu memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester. Namun, untuk jenjang D-3 maupun semester awal, setiap kampus biasanya sudah memaketkan mata kuliah.

Untuk lulus hingga S-1, kamu membutuhkan sekira 144-160 SKS, sementara untuk program diploma diperlukan 110-120 SKS. Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS berbeda. Ada mata kuliah yang berbobot dua, tiga, maupun empat SKS. Biaya yang harus kamu keluarkan per SKS pun sangat bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing universitas.

Jumlah SKS yang dapat kamu ambil di tiap semester juga bisa jadi tidak sama, mulai 18 hingga 24 SKS. Batasan yang diberikan pihak kampus mengenai SKS yang harus diambil tiap semester berkaitan erat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang kamu raih di semester sebelumnya.

KRS

Apa itu KRS? KRS adalah kependekan dari Kartu Rencana Studi. Pada umumnya, setiap kampus memakai istilah ini, namun adapula yang menyebut Kartu Perencanaan Studi Mahasiswa (KPSM) maupun Formulir Rencana Studi (FRS).

KRS adalah sebuah catatan mengenai mata kuliah yang akan kamu ambil di suatu semester. Kamu dapat merencanakan sendiri mata kuliah yang akan kamu ambil di semester tersebut dengan berkonsultasi dengan dosen wali.

KRS terdiri dari bentuk konvensional, online, serta kombinasi keduanya. KRS manual atau konvensional yang telah disetujui oleh dosen wali dapat segera kamu berikan ke sekretariat maupun Biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Sementara untuk yang menggunakan sistem online, kamu hanya perlu memasukan KRS manual ke akun kemahasiswaan milikmu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dosen Wali

Dosen wali adalah dosen yang ditunjuk oleh pihak kampus sebagai konsultan bagimu mengenai permasalahan yang kamu alami selama perkuliahan maupun memberi saran mengenai mata kuliah apa yang seharusnya kamu ambil atau tidak.

IPK

IPK ibarat nilai rapor ketika kamu duduk di bangku SMA. Nilai IPK mulai dari 1,00 hingga 4,00 (nilai sempurna). Jika mampu konsisten meraih IPK 3,5 tiap semester hingga lulus, maka kamu akan dinobatkan sebagai mahasiswa dengan predikat cumlaude.

Penilaian

Sistem penilaian di perguruan tinggi menggunakan abjad. Nilai tertinggi yang setara dengan nilai 9-10 setara dengan A sementara nilai terendah biasa disetarakan dengan nilai E.

UTS dan UAS

Tidak ubahnya dengan SMA, perguruan tinggi juga menggunakan sistem Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Bobot yang ditetapkan bagi UTS dan UAS diserahkan kepada masing-masing dosen. Ada yang menetapkan bobot setara antarkeduanya adapula yang menitikberatkan pada UAS.(


Sumber :
http://news.okezone.com

Thursday, January 22, 2015

Tips Menyelesaikan Skripsi

Tips Sukses Menyelesaikan Tugas Kuliah Tepat Waktu


Dalam perkuliahan, tak jarang mahasiswa dibuat pusing oleh menumpuknya tugas-tugas kuliah yang tidak sedikit, dan sayangnya juga tidak mudah diselesaikan.

Terlebih jika beberapa tugas tersebut memiliki deadline atau batas akhir pengumpulan tugas yang cukup cepat.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa dalam menyelesaikannya, karena tugas yang tidak dapat diselesaikan hingga batas akhir dapat berakibat fatal: dianggap tidak mengumpulkan dan siap-siap saja menghadapi ketidaklulusan mata kuliah dan harus mengulangnya di semester depan.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar tugas kuliah dapat diselesaikan tepat waktu, yaitu sebelum batas akhir pengumpulan.

Mulai dari yang Sulit
Ada beberapa yang mengatakan kita harus memulainya dari yang mudah. Namun, sebenarnya Anda perlu menyelesaikan yang sulit terlebih dahulu. Tentu hal ini perlu diimbangi dengan pemahaman akan beberapa tugas lainnya sehingga Anda dapat mempertimbangkan dengan baik yang mana yang ingin Anda selesaikan duluan. Sebaiknya mulai dari tugas yang sulit karena membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menyelesaikannya.

Atur Waktu
Cara kedua adalah dengan mengatur waktu mengerjakan dengan baik sehingga tidak ada tugas yang tertinggal atau harus dikerjakan tergesa-gesa dan tidak efektif. Anda dapat membuat jadwal berupa jumlah tugas, jenis tugas serta jadwal pengerjaan yang dapat Anda atur sesuai dengan jadwal aktivitas Anda.

Tema dan Objek yang Sama
Terkadang ada beberapa tugas yang tidak terlalu jauh berbeda dan Anda dapat mengerjakan semuanya dengan menggunaan obyek yang sama. Misalnya Anda diminta untuk meneliti suatu objek wisata, siapa tahu objek tersebut juga dapat digunakan untuk tugas lainnya, sehingga Anda tidak perlu beberapa kali melakukan pengamatan langsung bukan? Hal ini juga berlaku untuk tema yang mungkin dapat Anda gunakan untuk beberapa bahasan tugas.

Kerja Kelompok
Meskipun beberapa orang ada yang lebih memilih untuk mengerjakan tugas sendiri, mungkin Anda dapat mempertimbangkan mengerjakan tugas secara berkelompok. Hal ini dapat membuat Anda terbantu akan beberapa pembahasan yang sulit dan juga dapat membandingkan pekerjaan Anda dengan teman lainnya, jika ada beberapa hal yang masih kurang atau salah.

Selesaikan Sebelum Deadline
Beberapa mahasiswa sering menganggap bahwa batas waktu pengumpulan tugas yang terakhir adalah waktu untuk mengumpulkan tugas. Sebenarnya akan lebih baik lagi jika Anda mampu mengumpukan tugas tersebut beberapa hari sebelum batas akhir pengumpulan tugas, karena selain memacu Anda untuk mengerjakannya dengan cepat, juga dapat membuat Anda tidak tergesa-gesa dan tertekan menyelesaikan Hal ini juga untuk menghindari Anda jika ada kesalahan dalam mengerjakan tugas yang baru Anda sadari setelah tugas tersebut selesai dikerjakan.

Buatlah planing masa studi 
Ketika kuliah bisanya hanya mengalir begitu saja tanpa adanya planing yang jelas waktu kelulusan yang dharapakan. Walaupun hal ini kelihatannya sepele namun penting karena dengan memiliki planing yang jelas maka planing itulah yang akan mengarahkan studi kita. Buatlah planing ini seawal mungkin agar lebih mudah untuk mencapainya.

Rencanakan tugas akhir sejak awal 
Ketika masuk perguruan tinggi mestinya sudah ada bayangan apa yang akan didalami dalam jurusan tersebut. Ketika sudah memiliki gambaran bidang yang akan didalami maka segeralah mencari masalah yang terkait dalam bidang tersebut. Sehingga masalah itu nantinya dapat dipecahkan dengan melakukan penelitian  saat penyusunan tugas akhir.

Jangan takut mengajukan proposal 
Sebelum membuat tugas akhir biasanya didahului untuk menyusun proposal rancangan penelitian. Disinilah awal perjuangan panjang dimulai, pada saat pengajuan proposal usahakan judul sudah matang termasuk rancangan penelitian yang akan dilaksanakan. Jangan takut jika ditolak dosen, justru itu jadikan pijakan untuk terus melangkah.

Fokuskan pengerjaan 
Saat pengerjaan inilaha biasanya terbengkelai karena berbagai alasan, ketika pengerjaan tugas akhir tidak fokus maka akan berpengaruh pada pengembangan konsep awal penelitian. Sesibuk apapun usahakan tugas akhir tersebut tetap ber jalan walaupun sedikit demi sedikit.

Jangan takut dengan dosen 
Saat pengerjaan tugas akhir biasanya dipandu oleh beberapa dosen pembimbing. Yang sering dialami adalah takut pada dosen pembimbing karena sering dikritik mengenai tugas akhirnya. Hal ini jangan menjadika putus asa justru jadikan kritikan itu sebagai semangat untuk bisa menyusun tugas akhir dengan sebaik-baiknya. Jadikan dosen pembimbing sebagai tempat untuk berkonsultasi dan berdiskusi mengenai penelitian tersebut. Konsultasikan jika mengalami kesulitan Ketika mengalami kesulitan saat penelitian atau pengerjaan tugas akhir segeralah berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau dosen lain yang faham mengenai masalah tersebut agar mendapatkan jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut. Karena semakin berlarut-larut akan semakin menyita waktu pengerjaan tugas akhir tersebut.

Buang jauh-jauh rasa malas 
Rasa malas adalah kendala terbesar saat penyusunan tugas akhir, karena rasa malas inilah banyak mahasiswa yang hancur didunia perkuliahan. Buang jauh-jauh rasa itu, karena tugas akhir tidak akan dapat selesai hanya dengan bermalsa-malasan

Sumber :
http://www.teruskan.com
http://pinterdw.blogspot.com

Tips Sukses Kuliah

Bekal Sukses Lulus Kuliah

Setiap tahun ada ribuan mahasiswa baru yang kuliah di perguruan tinggi baik PTS maupun PTN. Bulan Agustus-September adalah masa awal Ospek (Orientasi dan Pengenalan Kampus) bagi mahasiswa baru tersebut yang biasanya bertujuan untuk mempersiapkan mereka memahami lingkungan kampus dan sistem pendidikannya. Kegiatan Ospek ini juga diberikan untuk memperkenalkan struktur organisasi kampus, lokasi dan bangunan kampus, Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM), Sistem Pendidikan dan beberapa pembinaan mental lainnya.

Pada tulisan ini saya hanya ingin menambahkan beberapa hal tentang “Bekal Sukses Lulus Kuliah” bagi mahasiswa baru yang mungkin belum dibahas pada kegiatan Ospek tersebut. Selain berisi tip menjadi mahasiswa, juga saya isi dengan beberapa contoh pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh mahasiswa.

Ketahui Fungsi Organisasi Kampus. 
Mengetahui struktur organisasi dan fungsinya akan mempermudah menyelesaikan berbagai urusan perkuliahan baik bidang administrasi, keuangan dan akademik. Misal jika anda ingin mengajukan beasiswa, maka lembaga mana yang harus anda hubungi. Beberapa komponen dalam organisasi kampus yaitu: rektor, pembantu rektor (I, II, III dan IV), dekan, pembantu dekan (I, II, III), ketua jurusan/prodi, sekretaris jurusan/prodi,  kepala laboratorium, BAU (Biro Administrasi Umum), BAAK  (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), tata usaha, dosen wali dan komponen kampus lainnya.

Pahami Alur Sistem Kampus. 
Pahami alur atau urtan setiap proses administrasi. Siklus setiap semester pasti sama yaitu  dimulai dari pembayaran her-registrasi, entry matakuliah (KRS), perwalian atau persetujuan matakuliah oleh dosen wali, perkuliahan(7x), UTS (Ujian Tengah Semester), perkuliahan (7x), UAS (Ujian Akhir Semester), cetak KHS (Kartu Hasil Studi), dan kembali ke siklus registrasi. Namun beberapa program studi memiliki beberapa matakuliah seperti praktikum, kerja praktek, dan seminar yang sistem administrasinya terpisah dari universitas.

Tertib Administrasi dan Keuangan. 
Semua proses perkuliahan akan ditentukan oleh seberapa anda tertib administrasi keuangan. Beberapa komponen pembayaran yang harus dilakukan di awal semester yaitu her-registrasi. Sedangkan pembayaran lainnya adalah DPP (Dana Pengembangan Pendidikan) dibayar pada semester awal, SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dibayar per bulan. Biaya praktikum, dan pembayaran lainnya sesuai ketentuan administrasi keuangan universitas dan jurusan. Lunas pembayaran biasanya akan menjadi syarat untuk entry matakuliah dan mengikuti UTS dan UAS.

Update Informasi. 
Sebisa mungkin anda selalu update informasi kampus, baik informasi kegiatan akademik maupun informasi penting lainnya. Lihat secara berkala papan pengumuman dan website kampus. Informasi yang cukup penting yang harus mahasiswa selalu ketahui yaitu: jadwal kuliah, perubahan jadwal kuliah oleh dosen, jadwal praktikum, seminar, pelatihan dan penawaran beasiswa. Beberapapenawaran beasiswa yang syaratnya begitu mudah justru biasanya diumumkan secara mendadak dengan batas waktu yang sempit.

Miliki Sistem Pengarsipan. 
Sediakan map dan tas khusus untuk menyimpan semua berkas administrasi. Simpan di Document Keeper/Folder seperti kopi akte kelahiran, surat pemberitahuan, pengumuman/edaran, kuitansi pembayaran, KRS (Kartu Rencana Studi), KSM (Kartu Studi Mahasiswa), KHS (Kartu Hasil Studi), transkrip sementara, kopi tugas, soal ujian dan makalah. Ada baiknya anda selalu kopi setiap tugas yang anda kumpulkan untuk dipelajari sendiri dan jika ternyata tugas yang anda kumpulkan tidak sampai ke dosen karena hilang, anda bisa menunjukkan arsip tugas anda. Pengarsipan ini juga berlaku untuk sistem digital dengan menyediakan FlashDisk untuk menyimpan file presentasi dosen, tugas, dan dokumne digital lainnya.

Miliki Buku Teks dan Rajin Mencatat. 
Usahakan untuk memiliki minimal 1 buku acuan untuk setiap matakuliah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh dosen pengajar. Sediakan juga untuk tetap mencatat apa yang dijelaskan walaupun anda telah memiliki kopi slide bahan ajar dosen. Jangan mengandalkan ingatan anda, sebaiknya tetap mencatat untuk menguatkan ingatan materi kuliah.

Gunakan Manajemen Waktu. 
Atur pemanfaatan waktu anda untuk kuliah, mengerjakan tugas, mengembangkan minat dan hobby, bekerja, bersosialisasi dan istirahat. Jangan menunda-nunda waktu untuk mengejakan tugas setelah tugas tersebut diberikan. Kebiasaan mahasiswa dengan konsep SKS (Sistem Kebut Semalam) tidak akan membuat hasil  tugas menjadi maksimal. Seringkali  mahasiswa  diberi waktu mengerjakan tugas 1 minggu dan 1 hari, hasilnya akan sama saja kalau mahasiswa mengerjakannya 1 malam sebelumnya. Manajemen waktu ini juga sangat penting bagi mereka yang bekerja. Jangan jadikan kesibukan bekerja sebagai alasan bagi anda untuk menjadi mahasiswa nomer 2 di kampus.

Pupuk Rasa Percaya Diri. 
Dosen tidak lebih pintar dari mahasiswa, karena sebenarnya dosen hanya unggul lebih dahulu belajar dibandingkan mahasiswa.  Dosen mungkin saja unggul di pola pikir dan kemampuan mengintegrasikan berbagai pengetahuan, namun hal itu tidak juga kemudian menjadikan mahasiswa rendah diri atau malu dalam menghadapi dosen. Hubungan dosen dan mahasiswa tidak sama dengan hubungan kyai dan santri. Belajar berkomunikasi dan etika berelasi serta konsep percaya diri, akan membantu mahasiswa menjalin relasi yang lebih baik dengan dosen pengajar.

Bangun Networking Pertemanan.  
Ada baiknya anda punya banyak teman, baik teman 1 jurusan/prodi maupun teman kos dan beda kampus. Jangan bersikap individual dengan terlalu membatasi relasi pertemanan. Kuliah akan sulit sukses jika anda individual. Berteman dengan mahasiswa lain kampus dan lain jurusan akan memperkaya khasanah keilmuan dan pengalaman.  Bentuk kelompok belajar dan diskusi untuk mempermudah anda mengerjakan tugas dan memahami berbagai matakuliah bersama-sama.


Sumber :
http://edukasi.kompasiana.com

Related Posts