Thursday, August 26, 2021

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

27/08/2021

Memiliki bisnis sendiri memang menjadi impian banyak orang muda saat ini. Hal itu juga terbukti dari survei terbaru yang dilakukan di Asia Pasifik yang menemukan 72 persen generasi Z dan milenial bercita-cita ingin memiliki bisnis sendiri. 

Survei yang melibatkan 4.093 orang dari generasi Z dan milenial (usia 18-40 tahun) itu dilakuakn oleh perusahaan nutrisi global Herbalife Nutrition. Survei untuk mengetahui tren kewirausahaan itu dilakukan di 8 negara, yakni Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. 

Hasil survei juga menyebut, 9 dari 10 responden percaya bahwa usia terbaik untuk memulai bisnis adalah di bawah 40 tahun, dengan rata-rata yang dianggap usia ideal adalah 27 tahun. Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan tingginya semangat untuk berwirausaha di kalangan masyarakat Indonesia cukup menggembirakan. 

“Banyak calon pengusaha yang didorong mengikuti passion mereka, dan keinginan untuk perubahan karir. Mereka juga melihat masa muda mereka sebagai suatu peluang, terutama dalam hal beradaptasi dengan teknologi dan memiliki ide-ide segar,” paparnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Di Indonesia sendiri, menurut survei itu 66 persen responden belum punya usaha sendiri dan bercita-cita untuk memulainya. Alasan untuk membuka usaha sendiri adalah keinginan untuk mengubah karier (45 persen) dan meyakini bahwa memulai wirausaha adalah peluang untuk lebih sukses (30 persen). 

Untuk jenis usaha yang paling diminati di Asia Pasifik (50 persen) responden tertarik membuka usaha jasa makanan dan usaha fashion (32 persen). Sementara itu, responden Indonesia menganggap modal dianggap menjadi tantangan yang dimiliki ketika memulai usaha. 

Untuk responden yang sudah membuka usaha, mereka percaya bahwa tambahan modal dan pelatihan bisa membantu bisnisnya lebih berkembang. 

Pengaruh pandemi Pandemi yang berkepanjangan juga menjadi tantangan besar para wirausaha. Sekitar satu dari tiga responden yang memiliki bisnis terpaksa harus menutupnya selama pandemik. Lebih dari separuh responden menyatakan saat ini mereka memilih berlindung di pekerjaan saat ini dibanding memulai bisnis, karena potensi penghasilan yang lebih jelas. 

“Dari hasil survei tersebut kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru,” kata Andam. Ia mengatakan, memulai bisnis akan selalu datang dengan manfaat dan risikonya sendiri, oleh karena itu penting untuk menemukan jaringan dan dukungan yang baik serta dapat menyalurkan keahlian dan pengetahuan yang tepat.


Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/27/111953620/mayoritas-gen-z-dan-milenial-ingin-punya-bisnis-sendiri?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter.

Wednesday, August 18, 2021

Pantangan Saat Memilih Jurusan

Tak cukup dengan tiga poin penting di atas, kita juga harus memperhatikan empat pantangan berikut ini saat memilih jurusan kuliah. Nah, kenapa tak dikombinasikan saja dua cara memilih jurusan kuliah ini, Sobat? 

Yuk, ketahui dulu apa saja pantangannya.


1. Jangan memilih jurusan kuliah hanya karena prospek masa depan

Pernahkah Sobat Pintar mendapat saran untuk memilih jurusan kuliah yang ber'lahan basah?' Jurusan Akuntansi, Aktuaria, Bea Cukai maupun jurusan-jurusan kuliah lain yang terkait dengan keuangan sering dianggap berprospek cerah.

Beberapa jurusan memang membekali kita dengan ilmu, kemampuan, dan kecakapan untuk menyandang profesi tertentu – seperti akuntan, aktuaris, atau pegawai bea cukai pada contoh diatas. Tetapi bukan berarti kemampuan pada bidang tersebut itulah yang semata-mata membuat kita mendadak sukses dimasa depan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan karier seseorang. Jurusan kuliah dan prospek yang ditawarkannya tak sesederhana penambahan bilangan bulat. Memilih jurusan kuliah yang membuat orang lain tampil mentereng takkan serta merta membuat masa depan kita sama cerah berkilaunya.


2. Jangan terpaku pada nilai pelajaran saja

Apa mata pelajaran yang paling Sobat sukai di sekolah? Mata pelajaran apa yang nilainya rata-rata bagus? Misalnya mata pelajaran tersebut Matematika, apakah Sobat Pintar akan memilih kuliah di Jurusan Matematika?

No, it's not that simple. Ternyata Matematika digunakan juga di Jurusan Aktuaria dan Statistika, misalnya. Bahkan, ada pula Jurusan Pendidikan Matematika. Pilihan jurusan kuliahmu tidak terbatas pada Jurusan Matematika di FMIPA, Sobat!

Salah satu cara menentukan jurusan kuliah memang dengan mempertimbangkan nilai pelajaran di sekolah. Nilai sekolah sering dijadikan acuan saat kita harus menentukan jurusan kuliah. But it's not the only one, Sobat.


3. Jangan abaikan bakat dan minat diri

Kembali pada contoh diatas. Hanya karena nilai Matematikamu selalu sempurna, misalnya, Sobat memilih Jurusan Pendidikan Matematika. Padahal, mahasiswa jurusan pendidikan lebih banyak belajar tentang teori-teori mengajar daripada mahasiswa ilmu murni Jurusan Matematika.

Nah, pertanyaannya, apakah Sobat Pintar suka mengajar? Atau, Sobat lebih suka menyelami Matematika murni? Bagaimana dengan Matematika terapan? Dari sekian pilihan tersebut, mana yang lebih sesuai dengan bakat dan minatmu, Sobat?

Mengenali bakat dan minat diri menjadi cara memilih jurusan kuliah yang cukup penting. Sayangnya, seperti telah disebutkan diawal, tak setiap kita sudah mengenali diri sendiri dengan cukup baik. Pada saat seperti inilah tes jurusan kuliah, seperti Tes Penjurusan Aku Pintar, berperan sebagai salah satu cara memilih jurusan kuliah yang tepat.


4. Jangan asal ikut-ikutan teman

Tahukah Sobat, 87% mahasiswa Indonesia merasa salah jurusan. Banyak diantara mereka yang merasa salah jurusan justru pada semester-semester akhir, setelah melewatkan dua-tiga tahun kuliah. Sayang sekali bila harus mengulang kuliah dan menjadi mahasiswa baru lagi, bukan?

Bahkan 52% karyawan mengaku bahwa jika bisa memutar waktu, mereka akan memilih jurusan kuliah yang berbeda. Apakah mereka dulu bingung memilih jurusan kuliah? Atau, mereka dulu menentukan jurusan kuliah hanya dengan mengikuti pilihan teman-temannya?

Makanya, pilih jurusan kuliahmu sendiri ya, Sobat. Tak perlu khawatir kehilangan teman karena nantinya akan ada teman-teman baru saat kuliah.


Sumber :

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/tips-memilih-jurusan-kuliah-generasi-z

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Ini Tips bagi yang Masih Bingung Memilih Jurusan Kuliah

Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:05 WIB


Banyak calon mahasiswa yang bingung saat menentukan jurusan kuliahnya. Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?

Berbagai pertanyaan tentang memilih jurusan kuliah yang cocok pasti terlintas oleh pelajar yang baru tamat sekolah dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan .

Tidak hanya jumlah perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai ribuan di Indonesia namun beragam jurusan kuliah yang ada pun pasti membuat bingung untuk memilih mana yang cocok untuk ditetapkan sebagai tempat berlabuh.

Dikutip dari instagram Direktorat Dikti Vokasi dan Profesi di @diktivokasi, Jumat (21/5), diktivokasi menulis, “Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?” “Ada berapa sebenarnya jurusan kuliah yang ada?” “Bagaimana cara menentukan jurusan kuliah yang tepat?” dan berbagai pertanyaan lain tentang jurusan / prodi kuliah yang bisa bikin galau.

Pertanyaan - pertanyaan di atas mungkin sering terlintas di benak para Gen Z yang akan masuk kuliah. Jika kalian masih bingung, simak tips memilih jurusan kuliah yang cocok dan pas untuk masa depan kalian dibawah ini.


1. Pahami minat dan bakat.

Ketika dihadapkan pada sekian daftar jurusan kuliah yang harus dipilih, baik dari ortu ataupun pilihan diri sendiri, kita membutuhkan alasan tepat untuk memilih.

Cara memilih jurusan kuliah tentu berbeda dari cara kita memilih menu makanan atau tema ponsel yang jika ketika kita bosen bisa langsung berganti tema. Tapi bagaimana dengan jurusan kuliah?

Itulah sebabnya kita perlu tahu apa minat dan bakat yang kita miliki. Pengetahuan inilah yang dapat membantu kita menentukan jurusan kuliah.

Pemahaman yang baik akan diri sendiri inilah yang dapat membuat kita bertahan menghadapi berbagai tantangan saat belajar tentang ilmu dan skills baru di bangku kuliah nanti.


2. Lakukan riset jurusan-jurusan kuliah yang dipilih.

Cara menentukan jurusan kuliah yang satu ini dapat membantu sobat yang benar-benar ngeblank ingin kuliah di jurusan apa. Yes, do your own research, Sobat Pintar. Ketahui sebanyak-banyaknya jurusan kuliah yang ada.

Pelajari masing-masing bidang ilmunya, prospek alumninya dan hal-hal lain yang dirasa penting untuk diketahui.

Study and compare-sandingkan, bandingkan daftar jurusan kuliah yang ada padamu.

Learn all facts. Langkah-langkah ini bisa membantumu menjatuhkan pilihan jurusan kuliah. Cara inipun bisa diterapkan saat kita punya sebaris daftar jurusan kuliah untuk dipilih, entah itu pilihan sendiri atau rekomendasi ortu.


3. Konsultasi dengan orang dekat berpengalaman/profesional di dunia kerja.

Diskusikan berbagai pilihan jurusan kuliah yang ada saat ini dengan ahlinya. Misalnya psikolog pendidikan. Atau diskusi dengan seseorang yang dekat denganmu juga dapat mengurai benag kusut di kepala, sobat.

Mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas dapat memberi kita sudut pandang dan pengetahuan baru yang fresh.

Lebih baik lagi bila kita dapat mengombinasikan dua cara memilih jurusan kuliah ini bersamaan. Gunakan hasil riset sebagai bahan diskusi. Bukankah hasilnya akan lebih baik?


4. Pahami keuntungan dan konsekuensi pilihan.

Bear in mind, nothing's perfect. Begitu juga dengan jurusan kuliah. Bisa jadi jurusan kuliah A sesuai dengan minatmu tapi prospek kerjanya terbilang kurang menarik.

Atau sebaliknya, ada jurusan kuliah B yang bidang ilmunya kurang menarik tapi kemampuanmu cukup baik disitu.

Sebaik apapun pilihan yang ocoba kita ambil, tetap akan ada kekurangan disitu. That's why, mengetahui konsekuensi dari pilihan jurusan kuliah yang diambil itu penting. Jangan cuma dilihat sisi positif atau keuntungannya saja ya sobat.


Sumber :

https://edukasi.sindonews.com/read/434382/211/ini-tips-bagi-yang-masih-bingung-memilih-jurusan-kuliah-1621659915

Monday, July 5, 2021

Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Pernah Kena PHK, Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Senin, 05 Jul 2021 14:02 WIB


Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia politik hingga menjadi Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif saat ini. Namun, siapa sangka Sandi juga pernah dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memulai usahanya tersebut mulai dari nol.

"Saya juga pernah di-PHK. Saat itu tahun 1997, di saat dunia memang sedang dilanda krisis yang sangat dalam. Saya bekerja di sebuah perusahaan di luar negeri, terpaksa harus kembali ke Indonesia dengan kondisi bekal di dompet yang semakin tipis. Saya termotivasi untuk tetap bangkit atas semangat yang diberikan istri saya," ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Lalu apa yang dilakukan Sandi setibanya di Indonesia? Memulai usaha dari nol. Dalam webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong di Jakarta, Sandi mengungkapkan keahlian dan hobi yang sangat disenanginya saat itu adalah mengutak-atik laporan keuangan perusahaan.

Maka usahanya adalah menjadi konsultan keuangan. Saat itu, 3 bulan lamanya, Sandi menawarkan jasa ke berbagai perusahaan, tetapi hanya berbuah penolakan, bahkan banyak yang tidak ingin menemuinya.

"Baru pada bulan ke-4, saya mendapatkan konsumen pertama saya. Saya sangat bersyukur saat itu. Saya memulainya bersama teman-teman dekat saya. Dan sekarang dari seorang yang di-PHK, saya dapat membangun bisnis yang menghidupi 30.000 orang. BNI termasuk yang membantu saya di saat- saat yang berat itu karena memberi pekerjaan. Saya patut berterima kasih pada BNI," ujarnya.

Lebih lanjut Sandi bercerita dari kepedihan menjadi korban PHK dan kemudian bangkit itu, ia memberikan saran bagi setiap warga +62 yang menjadi korban PHK atau sedang berjuang memulai usaha. Pertama, cara memilih usaha yang cocok. Kedua, bagaimana mendapatkan modal. Ketiga, bagaimana agar menjadi pengusaha sukses. Keempat, kapan memulai usaha. Kelima, bagaimana menghadapi kegagalan atau kegalauan.

Pertama, untuk menjawab cara memilih usaha, Sandi berpesan carilah usaha yang sesuai dengan yang dicintainya. Love what you do, and do what you love. Dia memulai usaha dari mengulik-ulik laporan keuangan, maka usaha yang dirintisnya adalah jasa konsultan keuangan

Menurut Sandi, jika kamu menyukai jahit menjahit, maka mulailah usaha fesyen. Kalau suka masak, mulailah usaha kuliner. Untuk yang hobi keindahan, mungkin bisa memulai usaha salon.

"Menjadi salon itu besar peluangnya. Bayangkan, orang yang berambut pendek, ingin rambutnya Panjang, tetapi yang rambutnya panjang ingin rambut pendek. Orang yang alisnya tebal, ingin ditipisin, yang alisnya tipis, ingin alisnya tebal," ujarnya.

Kedua, bagaimana mendapatkan modal? Kuncinya adalah jaringan, sehingga terhubung dengan sumber pembiayaan. Bank seperti BNI adalah sumber modal yang baik.

Ketiga, bagaimana menjaga agar bisnis tetap berjalan dan berlanjut menjadi pengusaha sukses? Sandi tegas agar pengusaha wajib menjalankan silaturahmi atau memperkuat networking atau menjadi relationship. Ini penting karena Allah berjanji siapa saja yang menjaga silaturahmi maka akan diperpanjang umurnya dan diperbanyak rezekinya.

"Ini artinya, jadi pengusaha itu tidak boleh baper (bawa-bawa perasaan), suka iri, senang melihat orang susah, dan susah saat melihat orang senang. Tapi senanglah saat melihat orang senang atau sukses. Jangan lupa, nilai luhur bangsa Indonesia ini adalah gotong royong, inilah kekuatan kita," tuturnya.

Keempat, kapan memulai usaha? Saat paling tepat memulai usaha adalah ketika sedang krisis. Kalaupun gagal, sikapi dengan positif karena kegagalan itu tidak akan membuat mati seseorang, namun kekuatan untuk menapaki tangga kesuksesan dengan lebih mantap.

"Saya ingin tegaskan. Tidak ada sukses yang instan. Saya 20 tahun mengalami pasang surut. Tidak mungkin selalu di atas. Kuncinya, ketika sedang di atas, kita wajib bersyukur. Kalau kita lihat ke bawah, berikan empati. Nah, ketika sedang di bawah, kita bersabar, agar termotivasi. Untuk Melompat Lebih Tinggi kita harus mengerti bahwa tidak ada yang instans," katanya.

Kelima, lalu bagaimana menyikapi kegagalan? Pertama, rutin berolahraga, karena dengan olahraga rutin akan keluar zat yang dinamakan endorphin. Ketika zat ini keluar, maka akan memotivasi jiwa secara otomatis.

Kedua, membaca buku yang inspiratif dan bercerita cerita sukses kehidupan tokoh, bisa diperoleh dari toko buku, tetapi sangat bisa diperoleh dengan mudah di media-media sosial dengan mudah. Ketiga, bergabung dengan komunitas yang memberi semangat satu sama lain, saling menguatkan setiap saat.

"Saat ini saja, saya masih suka galau. Namun ingat 3 langkah tadi. Yang terpenting lagi adalah teman-temanlah yang memberikan semangat pada kita. Ingat 3G. Gercep atau Gerak Cepat; Geber atau Gerak Bersama, tidak bisa sendiri-sendiri; dan Gaspol atau Garap semua potensi," ujarnya.

"Jangan banyakin ghibah, Guys, tetapi cari teman yang selalu memberi motivasi agar bisa melompat lebih tinggi. Jiwa pemenang itu ada di dalam diri kita semua, karena di balik kesulitan akan selalu ada jalan keluar. Kegagalan tidak akan membunuh seseorang, tetapi menjadi jalan meniti anak tangga," ujarnya.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5631456/pernah-kena-phk-sandiaga-uno-bagikan-kiat-mulai-bisnis

Friday, June 25, 2021

Memilih Pekerjaan Sesuai Jurusan Atau Hobi

Moment kelulusan mungkin menjadi sebuah moment yang membahagiakan sekaligus mencemaskan karena disamping bahagia karena telah menyelesaikan kuliah dan sekaligus cemas karena harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan Yutia. Dari yang disampaikan bahwa ternyata jurusan yang dipilih bukan dari diri Yutia, namun merupakan kemauan orang tua. Ketika Yutia memutuskan menerima pilihan orang tua tersebut tentunya sudah menyadari akan konsekuensi pilihan pekerjaan yang mungkin didapatkan jika nantinya akan bekerja. Itu normalnya jika pekerjaan yang dipilih Yutia sesuai dengan jurusan kuliah.


Bekerja itu berbeda dengan hobi, jika bekerja adalah sebuah aktivitas yang dijalani dimana kita melakukan aktivitas yang diganti atau diberikan imbalan baik itu gaji atau lainnya. Sedangkan hobi adalah aktivitas yang dilakukan kala senggang, bisa mendapatkan imbalan ataupun mengeluarkan uang untuk menjalaninya. Even ada yang berawal dari hobi menjadi sebuah pekerjaan.

Nama  : Yutia

Alamat Email :yuxxxxxxri@ymail.com

Saya perempuan ber umur 22 tahun. Lulusan S1 jurusan teknik sipil. Dan alhamdulillah sbgai lulusan terbaik. Saya memilih jurusan ini juga atas kemauan orang tua saya. Dan saya menjalankan dengan sangat baik. Tapi says gemar bersosialisasi dengan orang2. Saya seorang pembawa acara. Dikenal dengan master of ceremony. Saya menyukai dunia MC dan ini saya jdikan sbgai hobi. Sekarang, saya mengalami kebingungan memilih pekerjaan. Apakah tetap dijalur teknik atau saya ber alih pilihan, mohon saran dan masukannya. Sekian. Wasslm


Jawaban

Yutia, selamat sebagai lulusan terbaik S1 Jurusan Teknik Sipil di Univeritas. Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan, tentunya memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Pendidikan, dalam hal ini jika Yulia S1 adalah disesuaikan dengan jurusan dan tentunya selama belajar selama kuliah S1 salah satu tujuannya adalah memenuhi kompetensi teknis. Kompetensi teknis jika di dalam kuliah, diterjemahkan sebagai mata kuliah, mata kuliah inilah yang akan membentuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang lulusan universitas. Pekerjaan salah satunya membutuhkan kompetensi teknis, dan biasanya spesifik. Misalnya Pekerjaan Civil Engineering, dimungkinkan salah satu syaratnya adalah lulusan S1 Teknis Sipil. Perusahaan berasumsi orang yang telah lulus S1 Teknik Sipil memiliki kompetensi untuk mengisi posisi sebagai Civil Engineering. Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apakah Yulia kompetensi yang sudah di kembangkan selama 4 atau 5 tahun tidak digunakan untuk mencari pekerjaan?


Probabilitas melamar pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, tentunya lebih tinggi diterima dibandingkan dengan melamar tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Hobi Yutia, sebagai seorang MC, tidaklah mengapa dikembangkan dan dapat dilakukan disela-sela libur bekerja. Berbeda lagi jika Yutia merasa berkompeten untuk menjadi seorang MC, dan pekerjaan MC lebih sesuai menurut Yutia, tidak salahnya untuk mengembangkan hobi menjadi sebuah pekerjaan. Atau justru alternatif ketiga, yakni menjalani double job, dimana main jobnya adalah seorang Civil Engineer dan Side Job nya adalah menjadi seorang MC. Jadi tidak ada yang di korbankan atau dimatikan potensinya untuk mendapatkan penghasilan untuk Yutia.


Sumber :

https://www.psikoma.com/memilih-pekerjaan-sesuai-jurusan-atau-hobi/

Tuesday, June 22, 2021

Do Introverts or Extroverts Make Better Entrepreneurs?

You can divide almost every person into one of two categories: introverted or extroverted. Here's how the distinction translates to business.


June 18, 2021 6 min read

We have over 7.7 billion people on the face of this planet, and no two individuals are exactly the same. Physically, emotionally and intelligently, we are each a singular creation with differences that impact how we look, think, feel and act. And just as people can be male or female and short or tall, they can be introverted or extroverted. 

While one isn’t necessarily better than the other, it’s helpful to understand how each impacts an entrepreneur’s successes and failures.


\What does it mean to be called an introvert? 

Most people are acutely aware of whether or not they’re introverts. If you're an introvert, you'd likely rather spend a Friday night relaxing in your apartment by yourself (or with a couple of good friends) than attend a big party or event with a bunch of people. In addition, you sit on information and process it for a long time before speaking. You have good thoughts and ideas, but tend to listen to others first and speak second.

It's extremely important to understand differences between introversion and shyness. While introverts can be shy (and vice versa) these are two distinct ideas. 


Pros and cons of being an introverted entrepreneur

Most of the successful entrepreneurs across the world today are introverts. That’s because introversion yields a number of distinct benefits. Introverts typically listen more than they speak, which is great for gathering feedback and understanding customers. Moreover, entrepreneurs on the introverted side of the personality spectrum tend to be more independent and comfortable working alone, which is usually necessary in the early days of building a business.

But there are also plenty of negatives associated with introversion in entrepreneurial pursuits. Introverts typically have much smaller personal and professional networks, which limit opportunities. Additionally, introverts have a harder time putting themselves out there, which is an absolute necessity when launching a business and growing a brand.


How to make the most of your introverted personality

Want to thrive as an introverted entrepreneur? It’s important that you work with your personality to harness your strengths and overcome your weaknesses. 


Choose the right type of business

Begin by selecting the right kind of business or industry to get into. Don’t start a business that requires you to go out and speak to big audiences on a daily basis. You want a business venture that allows you to be creative and independent.


Make complementary hires

You can only go so far as an introvert on your own. That’s why it’s important to make complementary hires to offset your own weaknesses. In all likelihood, this means you’ll hire extroverts and people with big personalities and people skills.


What does it mean to be called an extrovert? 

On the other end of the personality spectrum, you have extroverts. Extroverts thrive off other people's energies and love person-to-person interactions. If you're an extrovert, you likely genuinely enjoy spending time with others and look forward to the social engagements on your calendar. You’re also fine with spontaneous meetups and random plans that materialize out of thin air; they provide meaning and energy that you need in order to thrive. And you almost always prefer to work on a team, versus alone. This gives you a chance to bounce around ideas.

It’s important to note that extroversion and confidence don’t always go hand in hand. Extroverts often are more confident than introverts, but it’s sometimes just a fa├žade. Plenty of extroverts still have low self-esteem. This can be worked through in a healthy manner. 


Pros and cons of being an extroverted entrepreneur

Extroverts bring a lot of strengths to the table as entrepreneurs. They often have a magnetic charisma, and investors, clients and business partners gravitate towards people they like and trust. Extroverts have an easy time building these relationships, which ultimately benefit the bottom line. By and large, extroverts find it easier to experience positive emotions. This can be helpful when a startup is experiencing the bumps and bruises of early-stage growth.

Extroverts also face some unique challenges with entrepreneurship. Extroverts can be easily distracted, like puppies: They see something they like and they go after it. Then before they get there, they’re intrigued by something totally different, so they get up and chase after that thing. This creates a pendulum effect, where nothing gets done efficiently or effectively. Shallow insights are another potential pitfall. Because extroverts tend to speak and do more than they listen, they have a harder time understanding who their audience is. 


How to make the most of your extroverted personality 

If you’re an extroverted entrepreneur, you have to be strategic with how you manage your personality.         


Wait before saying “Yes”

Even though your natural inclination is to go, go, go, it’s imperative that you don’t immediately commit to every opportunity that comes across your desk.

The best thing you can do is wait before saying yes.     


Hire people who are analytical

Because you’re a big-picture kind of person who likes to be hands-on and interactive, you probably don’t pay enough attention to the details. This is why it’s helpful to hire people who are more analytical and detail-oriented.          


Let other people lead meetings

As a business owner or startup founder, you’re the one calling the shots — and you should be! But it’s not always healthy for an extrovert to constantly talk, preach and lead without stepping back and observing what’s happening around him or her. One way you can be more observant is to let other people lead important meetings.  


No matter how hard you may try, an introvert can’t force himself or herself to become an extrovert. Likewise, an extrovert will find it nearly impossible to transform into an introvert. You have no say over the structure of your brain and how you perceive the world around you. The key is to play the hand you’re dealt so that you can thrive as an entrepreneur in an unpredictable environment.


Sumber :

https://www.entrepreneur.com/article/374407?fbclid=IwAR0evLCEHkoYLDuxWLm0PuaU6zpeo7UkzIrZ_Y120Dyl7-GYx6FzdK3kulI

Monday, May 31, 2021

Shahid Khan, Tukang Cuci Piring yang Jadi Miliarder Dunia

Lompatan Shahid Khan, dari Tukang Cuci Piring Jadi Miliarder Dunia

Siapa sangka mantan pencuci piring bisa jadi kaya raya bahkan miliuner? Hal ini nyatanya terjadi para seorang pengusaha asal Pakistan bernama Shahid Khan.

Pria berusia 70 ini bahkan masuk ke jajaran miliuner urutan ke-66 versi Forbes dengan total kekayaan sekitar US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 111 triliun.

Mengutip successtory, Senin (25/8/2021), Shahid Khan lahir 18 Juli 1950 di Pakistan. Saat ini, dia bersama istri dan anaknya tinggal di Naples, Florida. Sejak kecil dirinya memiliki mimpi menjadi seorang arsitek. Untuk mewujudkan mimpinya itu, ia nekad merantai ke Negeri Paman Sam di usia 16 tahun.

Setibanya di Amerika, Shahid bekerja sebagai pencuci piring di salah satu restoran dengan bayaran US$ 1,20 per jam. Berkat kerja kerasnya, Shahid Khan akhirnya berhasil menyelesaikan gelar B,sc jurusan teknis industri dari University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC) pada 1971. Shahid Khan pun akhirnya menjadi warga negara AS pada tahun 1991.

Ketika masih duduk di bangku kuliah, Khan sudah mulai mewujudkan mimpinya yang ingin menjadi orang sukses. Karir pertamanya dengan Flex-N-Gate. Setelah lulus kuliah, dirinya terpilih menjadi Direktur Teknis di perusahaan tersebut. Dia merupakan pelopor pembuatan bumper mobil untuk truk pick-up dan bengkel perbaikan.

Sukses menjadi pengusaha bumper mobil dan bengkel, Shahid Khan tak langsung berpuas diri. Ia kemudian berupaya membuat kekayaan yang dimiliki tumbuh dengan menanam saham di dunia olahraga.

Pertama kali, pria berkumis tebal ini berusaha untuk memiliki tim NFL pada tahun 2020. Kesepakatan untuk mengakuisisi 60% St Louis Rams sempat dibuat. Namun, pemegang saham minoritas Stan Kroenke membatalkan perjanjian tersebut karena terbentur oleh klausul.

Akan tetapi, Khan tidak menyerah begitu saja, dirinya kemudian membeli Jacksonville Jaguar, salah satu tim American Football pada tahun 2011.

Dirinya pun semakin kecanduan dengan menanam saham di dunia olahraga. Pasalnya, sekitar dua tahun setelah memberi tim football, dirinya membeli klub sepak bola Fulham yang berbasis di Inggris.

Kemudian, Shahid Khan membeli Flex-N-Gate pada tahun 1980 dan hanya dalam waktu 9 tahun menjadikan perusahaan itu sebagai satu-satunya pemasok suku cadang Toyota di AS.

Shahid Khan menikah dengan kekasihnya sejak kuliah, yaitu Ann Khan pada tahun 1977. Kini dirinya sudah menikah selama 31 tahun dan dikaruniai dua anak yaitu Tony dan Shanna.


Sumber :

https://finance.detik.com/sosok/d-5581422/lompatan-shahid-khan-dari-tukang-cuci-piring-jadi-miliarder-dunia

Thursday, May 27, 2021

Mindset Shift for Organization Transformation

Banyak pemimpin bisnis memiliki persepsi bahwa seseorang dapat memperoleh keuntungan atau mencapai keberlanjutan (sustainability), tetapi tidak keduanya. Ini mungkin berakar pada doktrin Friedman yang menyatakan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Hal ini telah membuat sebagian besar dunia terpecah, baik karena percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar, atau mereka yang setuju dengan Friedman dan merasa tujuan sosial sebaiknya diserahkan kepada politik. 

Bisnis yang berkelanjutan (sustainable businesses) mendefinisikan ulang ekosistem perusahaan dengan merancang ulang model untuk menciptakan nilai jangka panjang dan mempertimbangkan cara operasinya di lingkungan ekologi, sosial dan ekonomi. Keberlanjutan dibangun dengan asumsi bahwa mengembangkan strategi seperti itu akan memupuk umur panjang.

Tujuan dari transformasi ini adalah untuk memungkinkan organisasi untuk secara kolektif mendefinisikan dan mengukur konstruksi perilaku baru yang memungkinkan organisasi untuk "memeriksa dan beradaptasi": menemukan keseimbangan antara hal-hal berlawanan berikut yang memungkinkannya merespons dengan mendesak. "

Bisnis berjuang untuk mengimbangi laju perubahan dan gangguan yang cepat. Untuk mengikuti perubahan tersebut, bisnis mencoba melakukan diversifikasi ke area yang lebih baru, membangun produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pasar baru dan berinovasi. Organisasi dalam perjalanan transformasinya tidak dapat hanya mengandalkan inovasi teknologi karena inovasi adalah hasil dari sesuatu yang lebih dalam - inovasi adalah hasil dari pola pikir, konstruksi perilaku, kepemimpinan, dan budaya.

Banyak organisasi tradisional besar dan pemimpin mereka yang terkenal sukses telah memulai misi ambisius untuk "menciptakan, mengoperasikan, dan memperdagangkan" bisnis baru untuk bersaing dengan para pengganggu dalam ekonomi yang terus berubah. Organisasi-organisasi ini membangun dana ventura perusahaan, membuat akselerator atau inkubator internal, bermitra dengan atau menjalankan laboratorium inovasi, dan mempekerjakan nama-nama besar dari Silicon Valley dengan harapan mereka akan memercikkan debu ajaib pada perusahaan dan merebut kembali kejayaan yang pernah mereka raih.

John Kotter menulis makalah penting tentang "Memimpin Perubahan" pada tahun 1996. Dia menyoroti bahwa hanya 30% inisiatif perubahan yang benar-benar berhasil. Hampir 20 tahun setelahnya dan ribuan makalah dan buku kemudian, angka keberhasilan program perubahan tidak banyak meningkat.

Paling banter, inisiatif perubahan seperti itu menghasilkan tenaga kerja yang tidak puas dan kebingungan yang tidak perlu. Paling buruk inisiatif ini tidak diimplementasikan dengan baik dan menghasilkan keputusan strategis yang buruk yang dapat menghapus unit bisnis. Either way, kita ditinggalkan dengan bisnis transformasi organisasi yang belum selesai.

Ada banyak faktor yang membuat bisnis sukses, dan kepemimpinan yang hebat tentu salah satunya. Dan para pemimpin dari berbagai organisasi selalu bertujuan untuk berinovasi agar selalu menjadi yang terdepan dalam tren dan menciptakan gangguan di pasar, baik itu melalui teknologi, produk, atau layanan baru. Meskipun ini penting untuk bisnis yang kompetitif, para pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan teknologi dan perkembangan baru. Untuk menciptakan organisasi yang gesit dan termotivasi, mereka harus terlebih dahulu membangun pola pikir yang efektif. 

Berikut adalah lima perubahan pola pikir yang diperlukan oleh para pemimpin, seperti yang diuraikan oleh Aaron Sachs dan Anupam Kundu di blog ThoughtWorks dalam postingan berjudul The Unfinished Business of Organizational Transformation.


1. From profit to purpose

Dari laba ke tujuan - Fokus pada masalah apa yang organisasi dapat selesaikan untuk pelanggan, dan apakah mereka benar-benar melakukan (tidak hanya berbicara). Pola pikir ini tidak hanya memungkinkan perusahaan untuk mendefinisikan dan memahami ukuran kesuksesan yang berguna, tetapi juga untuk mengajukan pertanyaan yang lebih dalam: apakah kita memberikan nilai? Apakah kita berkontribusi pada dunia?


2. From hierarchies to networks

Dari hierarki ke jaringan - Memecah hierarki tradisional dan membangun jaringan tempat kerja memungkinkan anggota tim untuk berkolaborasi yang mengarah pada inovasi. Ketika karyawan merasa dihargai dan berguna, mereka cenderung termotivasi dan mudah beradaptasi yang pada gilirannya menghasilkan kesuksesan bagi seluruh organisasi.


3. From controlling to empowering 

Dari mengontrol hingga memberdayakan - Ketika karyawan merasa diberdayakan untuk membuat keputusan, memberikan umpan balik, dan mengambil tindakan dalam organisasi, mereka cenderung menciptakan nilai. Ketika pemimpin berinvestasi pada anggota timnya melalui pelatihan, pembelajaran berkelanjutan atau program pengembangan karir, karyawan mulai merasa diberdayakan dan organisasi akan berkembang dengan inovasi sebagai hasilnya.


4. From planning to experimentation 

Dari perencanaan hingga eksperimen - Eksperimen sering kali merupakan celah antara peluang dan kesuksesan, dan merupakan tanggung jawab pimpinan untuk mengambil risiko tersebut dan mendorong tim untuk menguji ide-ide baru. Inovasi sebagian besar merupakan hasil eksperimen. Tanpa itu, organisasi tidak dapat maju atau berubah dan bisnis mereka tertinggal.


5. From privacy to transparency 

Dari privasi ke transparansi - Sejalan dengan membuka komunikasi dan menghancurkan hierarki tradisional, pemimpin harus transparan dengan karyawannya agar dapat bergerak maju. Terkadang hal ini tidak nyaman, tetapi organisasi yang responsif adalah organisasi yang dapat beradaptasi dan berputar berdasarkan data dan umpan balik (negatif atau positif).


Sumber :

https://satgana.com/2020/11/30/working-at-the-intersection-of-sustainability-and-profitability/

https://qaspire.com/2015/11/23/mindset-shifts-for-organizational-transformation/

https://www.thoughtworks.com/insights/blog/unfinished-business-organizational-transformation

https://coreaxis.com/insights/blog/five-mindset-shifts-help-leaders-transform-organization

Thursday, April 29, 2021

Profesi yang Cocok untuk Introvert

10 Profesi dengan Gaji Tinggi dan Tingkat Stres Rendah untuk Introvert

Jakarta - Di setiap bidang atau pekerjaan pasti ada orang yang berkepribadian ekstrovert atau introvert. Meski begitu, ada beberapa profesi yang bukannya lebih cocok tapi dinilai bisa membuat introvert lebih berkembang. Seperti diketahui, umumnya introvert lebih suka bersikap tenang dan mengamati dari pada langsung mengekspresikan diri. Berdasarkan ciri khasnya, berikut 10 profesi terbaik dengan gaji tinggi dan tingkat stres rendah untuk introvert.


1. Peneliti

Banyak karier di dunia sains yang cocok untuk introvert, termasuk peneliti. Dalam pekerjaan ini, introvert akan banyak bekerja sendiri yang membuat mereka lebih nyaman. Dikenal suka menggali dan peduli dengan detail, introvert juga bakal menikmati profesinya yang banyak mengeksplor hal-hal baru.


2. Insinyur

Insinyur memang banyak macamnya. Kamu yang merasa punya kepribadian introvert dalam mempertimbangkan diri untuk terjun ke dunia teknik kimia, mesin, sipil, dan lain-lain. Kebanyakan profesi insinyur membutuhkan dedikasi dan konsentrasi tanpa terlalu banyak sosialisasi.


3. Web Developer

Web developer umumnya hanya membutuhkan komputer dan internet untuk bekerja. Kamu yang punya ketertarikan di bidang komputer dan seorang introvert cocok mempertimbangkan karier ini karena tak perlu banyak interaksi. Banyak introvert merasa lebih fokus bekerja ketika tidak banyak kebisingan di sekitar mereka.


4. Graphic Designer

Pekerjaan independen lain yang cocok untuk seorang introvert adalah graphic designer. Terutama kamu yang jago dalam storytelling secara visual, bekerja dengan imajinasi sendiri tentu lebih menyenangkan. Umumnya kamu tetap akan berkonsultasi dengan klien atau rekan sehingga tak terlalu merasa sendirian.


5. Freelancer

Berdasarkan studi, introvert cocok menjadi pemimpin atau pengusaha yang menciptakan jalan karier sendiri. Hal tersebut bisa dimulai dengan menjadi pekerja freelance yang tidak terikat dengan bos atau rekan. Hal itu tentu akan membuat mereka lebih nyaman karena punya kebebasan dan fleksibilitas, termasuk untuk bekerja dari rumah.


6. Penulis

Kamu yang punya ketertarikan menulis sekaligus keinginan untuk bekerja di rumah mungkin cocok dengan profesi satu ini. Penulis juga biasanya hanya perlu sumber dan pemikirannya sendiri untuk mengelola pekerjaan. Tak jarang mereka bahkan harus menyendiri di satu tempat agar bisa berkonsentrasi dengan maksimal.


7. Admin Media Sosial

Seiring dengan popularitas media sosial dan selebgram, pekerjaan sebagai admin juga semakin dibutuhkan. Apalagi hampir semua brand atau perusahaan kini memerlukan presentasi mereka di dunia online. Pekerjaan ini tepat buat kamu yang jago bermain dengan estetika visual juga kata-kata.


8. Dokter Hewan/Gigi

Dibandingkan jenis dokter lain, dokter hewan dan gigi adalah yang paling cocok untuk seorang introvert karena kebanyakan interaksi berlangsung 'one on one' dengan pasien. Kedua pekerjaan ini juga butuh pemecahan masalah dan pemikiran analitis yang disukai introvert.


9. Terapis

Tak hanya suka sendiri, introvert juga dikenal dengan pemikiran mereka yang dalam, mendengarkan dengan empati, hingga bisa membantu orang menyadari diri mereka sendiri. Kemampuan tersebut membuat introvert cocok jadi terapis terkait kesehatan mental.


10. Koki pribadi

Koki bisa menjadi profesi yang membuat kewalahan secara fisik dan mental. Untuk introvert yang lebih suka ketenangan, profesi sebagai koki pribadi rasanya bisa membuat mereka lebih berkembang. Pekerjaan itu dapat mendorong kamu menyalurkan kemampuan masak tanpa merasakan 'panas' dapur restoran.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/worklife/d-5539001/10-profesi-dengan-gaji-tinggi-dan-tingkat-stres-rendah-untuk-introvert

Wednesday, February 17, 2021

Gosip di Kantor

Jadi Korban Gosip di Kantor? Ini 6 Cara Menghadapinya

Percaya atau enggak, gosip kantor menciptakan lingkungan yang enggak sehat bagi karyawan, terutama, mereka yang menjadi korban. Ironisnya, ada beberapa perbedaan pendapat mengenai gosip tersebut. 

Ketika sebagian orang setuju bahwa gosip sangat menjengkelkan dan jahat, namun terdapat ahli yang percaya bahwa gosip sangat bermanfaat. Dalam bukunya Jack Levin yang berjudul 'Gossip: The Inside Scoop' hasil observasinya menjelaskan bahwa, gosip sangat bagus untuk tingkat kesehatan emosi seseorang. 

“Meskipun ‘berbicara di belakang’ dapat menyakitkan seseorang, secara umum hal tersebut bisa mendekatkan satu individu dengan individu lainnya,” ujar Levin. 

Tapi, tidak dapat dipungkiri jika faktanya seseorang yang menjadi target gosip, akan berakhir seperti diisolasi dan merasa terkuras secara emosi. Jadi, buat kamu yang jadi target gosip atau menemukan partner kerja yang menyebarkan rumor tentangmu. Here’s how you can deal with it! 


Percaya diri dan tetap kalem

Kebanyakan gosip di kantor sama halnya dengan bullying di sekolah, mereka akan mengincar yang lemah dan menindasnya. Ketika para perundung mendapatkan target gosip, mereka akan menikmati di setiap momennya. Cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan bersikap percaya diri dan keep calm, guys. Meskipun, kamu mengalami 'break down mentality, dengan bersikap seperti itu akan membuat pemikiran bahwa kamu bukanlah orang yang mereka gosip-kan!


Jadikan tukang gosip sebagai teman

Beberapa dari kalian mungkin tahu dengan kutipan 'think twice before you act', kutipan tersebut bisa jadi kunci untuk menghadapi orang yang menyebar rumor tentangmu, lho. Terkadang kita setuju, ada situasi yang dapat mengubah sesuatu, dalam hal ini jika kita bertahan untuk mendekati para peng-gosip itu, kemungkinan mindset mereka tentangmu akan berubah menjadi lebih baik. Bersikap seperti itu akan menghentikan mereka untuk 'bicara di belakang'. 


Tunjukkan bahwa gosip enggak memengaruhi kamu

Cara terbaik untuk menghadapi partner kerja yang jahat dengan berpikir lebih cerdik dari mereka adalah senjatanya, guys. Kamu bisa menerapkan cara 'gossipmongers'. Tujuan utama dari gossipmongers adalah untuk menunjukkan pada mereka bahwa rumor atau gosip tentangmu enggaklah menyakiti diri kamu. It will catch them off guard! 

“Aku kemarin dengar rumor yang beredar tentangku, kurasa itu sangat kekanak-kanakan dan konyol” kalimat tersebut merupakan contoh dari gossipmongers, kamu hanya perlu mengatakan itu di depan peng-gosip dan menunjukkan gosip-gosip itu enggak akan berpengaruh bagimu.


Jangan pernah sharing tentang personal detailmu

Setelah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan gosip tersebut, akan jauh lebih baik jika selalu perhatikan orang-orang di sekitar untuk enggak membicarakan hal-hal pribadi tentangmu, kecuali kebohongan. Gosip menjadi makanan keseharian ketika kamu memberikan suatu informasi ke orang lain. 

Itulah kenapa sangat penting untuk enggak membagi data kehidupan pribadi dengan partner kerjamu, karena kamu enggak akan tahu, ketika mereka memanfaatkan data tersebut sebagai subjek dari percakapan mereka. 


Berhenti bahas project kantor dengan karyawan lain

Ketika di kantor, jangan pernah diskusi mengenai jobdesk atau project kantor dengan partner kerjamu, guys. Karena, kemungkinan partner kerjamu bisa mengambil alih jobdesk atau project kantor yang sedang kamu kerjakan. 

Kalau kamu kasih tahu mengenai pekerjaan yang sedang dikerjakan, pastikan kamu harus menyelesaikannya tanpa harus campur tangan dengan yang lainnya, ya. Kecuali, dengan teman satu tim. Just keep your work to yourself! 


Jangan kehilangan fokus terhadap pekerjaan 

Apapun yang terjadi, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam drama ya, guys! Selalu ingat bahwa kamu punya job utama yang harus dilakukan. Kamu harus invest waktu dan energi untuk menyelesaikan impian terbesarmu. Saat kamu terlibat dalam pembicaraan kecil dan ikut bergosip, dengan alih-alih mengklarifikasi sebuah rumor tersebut, kamu hanya memperburuk keadaan dan semakin menciptakan 'bad reputation'. Kamu enggak mau kayak gitu, 'kan?

https://kumparan.com/millennial/jadi-korban-gosip-di-kantor-ini-6-cara-menghadapinya-1rl3VTUyP28/full


Jika Tak Ingin Jadi Bahan Gosip di Kantor, Perhatikan 5 Poin Ini 

Gosip tak pernah kenal waktu dan tempat. Bahkan, di tempat kerja pun tak menjamin kita akan sepenuhnya aman dari gosip. Seseorang menceritakan sesuatu tentang orang lain kepada reka kerjanya, dan dalam waktu sekejap hal tersebut menyebar ke seluruh kantor. Ini hal yang biasa terjadi dalam hidup. Namun, ini juga hal yang menyakitkan, apalagi jika kita yang menjadi bahan gosip. 

Yah, menjadi bahan gosip bisa merusak hari kerja kita. Kita bisa menjadi tak fokus dalam perkerjaan dan membuat kita menjadi tak betah berada di kantor. Lantas, apa yang bisa kita lalukan agar tak menjadi bahan gosip? 

Berikut cara agar kita tak menjadi bahan gosip. 

1. Jangan terlalu sering menyebarkan informasi 

Apa yang terjadi bila kita membawa seluruh kehidupan pribadi ke kantor? Jika Kamu berbagi setiap detail tentang hidup dengan rekan kerja termasuk masalah keluarga, kehidupan cinta, masalah perkawinan atau kesulitan keuangan, itu sama saja dengan memberikan bahan gosip secara gratis pada rekan kerja. Namun, ini bukan berarti Kamu akan bebas menjadi bahan gosip jika tak menceritakan apapun kepada mereka. Sebab, "tukang gosip" kerap bisa menemukan celah cerita, sekecil apa pun itu. Tapi, setidaknya kita tak memberikan bahan gosip secara gratis pada mereka dengan terlalu banyak menceritakan kehidupan pribadi. Jika Kamu harus memiliki seseorang untuk diajak bicara di tempat kerja, cobalah untuk menemukan orang yang bisa dipercaya. Idealnya orang tersebut seharusnya bukanlah atasan atau bawahan kita, karena berbagi informasi pribadi dalam posisi semacam itu dapat mempengaruhi hubungan kerja. 


2. Hindari hubungan asmara dengan rekan kerja 

Selain membagi informasi pribadi, salah satu hal yang membuat kita lebih berisiko menjadi bahan gosip di tempat kerja adalah mencampurkan kehidupan pribadi dengan kehidupan kerja. Yah, itulah risiko yang terjadi jika kita berkencan dengan rekan kerja. S angat sulit menyembunyikan hubungan asmaramu dengan rekan kerja. Apalagi, jika teman kerja lainnya seringkali melihat kalian berdua selalu bersama. 


3. Jaga emosimu 

Jangan tunjukkan emosimu saat Kamu kehilangan kesabaran pada rekan kerjamu. Mereka mungkin merasa sangat terhibur saat melihatmu marah dan pasti semakin menjadikanmu bahan gosip. Mereka justru akan semakin bahagia saat wajahmu memerah karena amarah, tangan mulai gemetar dan kata-kata kotor mengalir deras dari mulutmu. Di kemudian hari, mereka akan membicarakan ledakan emosimu itu di belakangmu. Yah, emosi hanya akan membuatmu menjadi bahan gosip yang pas untuk mereka. 


4. Perhatikan perilakumu di luar pekerjaan 

Mungkin Kamu berpikir bahwa perilakumu di luar pekerjaan bukanlah urusan mereka. Tapi, saat rekan kerjamu tanpa sengaja melihat perilakumu di luar kantor, ini akan menjadi bahan gosip yang efektif. Kamu tidak akan tahu siapa yang akan dihadapi di saat waktu yang tak tepat. Kamu juga tak akan tahu siapa yang diam-diam melihat unggahanmu di media sosial. Jadi sebaiknya, kita tetap menjaga perilaku kita saat berada di luar kantor agar terbebas dari gosip miring. 


5. Hati-hatilah dengan caramu berpakaian 

Mereka yang memakai pakaian tak pantas saat bekerja benar-benar akan menjadi pusat perhatian, tentu saja dengan cara yang negatif. Caramu berpakaian yang tak sopan bisa saja menimbulkan asumsi buruk bagi rekan kerjamu. Begitu mereka mendapatkan bahan gosip di kepalanya, mereka yang suka bergosip akan melancarkan "seerangan" yang bisa saja merusak reputasimu. Jadi, jika Kamu tak ingin memberi "amunisi" gosip untuk mereka, cobalah berpakaian sopan dan pantas saat ke kantor.

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/01/170000020/jika-tak-ingin-jadi-bahan-gosip-di-kantor-perhatikan-5-poin-ini-?page=all.


Cara Mengubah Gosip di Kantor Menjadi Positif dan Produktif

Gosip–apalagi gosip di kantor–sering dianggap sebagai hal yang negatif. Gosip seringkali digambarkan sebagai kegiatan membicarakan keburukan bos atau sesama karyawan; atau membicarakan berita tentang bos/karyawan yang belum tentu benar adanya.

Tetapi, kalau kamu mau tahu, gosip di kantor sebetulnya bisa menjadi hal yang positif dan produktif, jika kamu tahu bagaimana cara mengubahnya. Menurut laman Monster.com, gosip di kantor yang diubah ke arah positif dan produktif dapat menghasilkan sejumlah manfaat. Memberikan sejumlah wawasan penting tentang cara kerja dan kondisi perusahan terkini adalah beberapa manfaat tersebut.

Lalu, bagaimana sih cara mengubah gosip di kantor agar menjadi suatu hal yang positif dan produktif? Kalau kamu mau tahu, yuk simak pembahasan di bawah ini!


Niatkanlah untuk Tujuan Baik

Niat adalah kunci untuk melakukan segala hal, termasuk dalam mengubah gosip di kantor. Bila kamu ingin mengubah gosip di kantor menjadi positif dan produktif, maka niatkanlah untuk mengubah gosip di kantor dengan niat yang baik. Misalnya: untuk menyelamatkan sesama rekan kerjamu dari kelakukan atasanmu yang selama ini belum dia ketahui.

Menurut situs Monster.com, mengubah gosip di kantor menjadi hal positif dan produktif dengan niat yang benar akan menghasilkan sejumlah manfaat positif. Sejumlah manfaat positif tersebut adalah:


Membantu Karyawan Baru Mengenal Budaya di Tempat Kerjamu

Seorang karyawan baru tak hanya harus mengetahui job desc yang hendak dia lakoni. Tetapi, juga tentang budaya kerja di perusahaan baru mereka, yang tak lain adalah tempat kerjamu juga. Dengan memberikan sejumlah gosip di kantor kamu kepada mereka, maka mereka akan lebih paham akan budaya kerja di kantormu. Hal itu nantinya akan membuat mereka menyesuaikan diri dengan budaya di kantormu.


Memberi Wawasan Bagi Para Pemimpin Perusahaan

Para pimpinan perusahaan tak akan selalu turun mengamati situasi terkini perusahaan. Lewat gosip di kantor, para pemipin perusahaan tak usah repot-repot turun langsung melihat dan mengetahui situasi perusahaan terkini. Lewat gosip di kantor, semua hal tentang kondisi perusahaan akan diketahui langsung oleh mereka. Mereka (dalam hal ini pemimpin perusahaan) hanya tinggal fokus untuk menyikapi serta situasi perusahaan mereka.

Gosip yang ada di kantor juga bisa dijadikan umpan untuk memancing perhatian atasan-atasan di kantormu. Pasalnya, gosip-gosip yang ada di kantor (apalagi yang menyangkut masalah penting perusahaan dan pimpinan itu sendiri), akan membuat para pimpinan perusahaan tertarik untuk mengetahui gosip-gosip tersebut.

Nantinya, mereka akan memberikan respon terhadap gosip-gosip tersebut, entah dengan klarifikasi atau dengan tindakan.


Mengatasi Kecanggungan Antar Karyawan

Dengan saling membicarakan gosip di kantor, tiap karyawan akan jadi lebih akrab dan saling berkomunikasi secara intens. Dengan begitu, situasi canggung antar mereka pun bisa teratasi. Serta, hubungan antar karyawan pun makin dekat dan akrab. Semakin dekat hubungan mereka, maka semakin bagus pula untuk perusahaan. Karyawan yang saling dekat satu sama lain akan lebih mudah menjalin kerja sama yang tentu saja bermanfaat bagi perusahaan.


Memanusiakan Bos di Mata Para Karyawan

Gosip di kantor (apalagi yang berkaitan dengan sisi lain bosmu) sangat baik untuk dilontarkan, utamanya ke sesama karyawan. Misalnya: gosip tentang bosmu yang sudah punya pacar baru; atau gosip bahwa bosmu ternyata masa lalu yang cukup kelam.

Gosip-gosip seperti ini bisa membuat pandangan kamu dan rekan-rekan kerjamu tehadap si bos tidak terlalu “tinggi.” Sebaliknya, kamu akan menganggap bosmu seperti halnya manusia lainnya yang punya sisi lain di baliknya. Dan secara tak langsung, hal itu bisa membuat kamu dan rekan-rekanmu jadi lebih respect terhadap bosmu itu.


Komunikasikanlah Niat Tersebut dengan Rekan-Rekanmu yang Lain

Mengubah gosip di kantor menjadi positif dan produktif tidak bisa kamu lakukan sendiri. Kamu harus melibatkan rekan-rekanmu untuk melakukan hal tersebut. Komunikasikan niat baikmu untuk mengubah gosip di kantor tersebut kepada rekan-rekanmu di kantor. Dengan cara ini, niat baikmu itu bisa tersampaikan, dan rekan-rekanmu pun bisa sejalan dan sepikiran denganmu. Bila memungkinkan, komunikasikan niat baikmu dengan bosmu, agar bosmu juga bisa mengerti dan sejalan dengan dirimu.

Pastikan kalau rekan-rekanmu (dan mungkin juga bosmu) betul-betul satu niat dan komitmen dalam mengubah gosip di kantor tempat kamu dan mereka bekerja. Hal ini dilakukan agar menghindari seorang rekan kerjamu yang tiba-tiba memakai gosip di kantor untuk kepentingan dan niat yang buruk. Misalnya: untuk menjatuhkan sesama rekan kerja, atau bahkan untuk menjatuhkan bos serta perusahaanmu.


Jadikanlah Gosip di Kantor Sebagai Ajang Mencari Solusi untuk Setiap Permasalahan yang ada di Kantor

Cara mengubah gosip di kantor ini bisa kamu lakukan, bilamana gosip di kantor yang kamu dapatkan sangat terkait dengan masalah kantor. Misalnya: bosmu yang diduga korupsi, isu PHK masal, dan sejenisnya. Obrolkanlah sejumlah gosip di kantor tersebut dengan rekan-rekan kerjamu, dan temukanlah solusi di dalamnya. Bila perlu, wujudkanlah solusi tersebut dalam wujud tindakan nyata. Siapa tahu, solusi tersebut bisa membuat kamu dan rekan-rekan jadi lebih produktif, yang nantinya akan berdampak positif bagi perusahaan.


Saring dan Pilahlah Setiap Gosip di Kantor yang Kamu Dapatkan

Ini adalah cara mengubah gosip di kantor terakhir yang mesti kamu lakukan. Seperti yang kamu tahu, gosip di kantor tidaklah sedikit. Kalau kamu ingin mengubah gosip di kantor kamu menjadi positif dan produktif, maka saring dan pilahlah setiap gosip yang kamu dapatkan.

Pastikan untuk lebih memprioritaskan gosip yang penting dan berkaitan dengan urusan kantor. Misalnya: gosip tentang suap menyuap di kantor, dan sejenisnya. Sebagaimana yang disebutkan di poin sebelumnya, gosip seperti ini sangatlah bermanfaat. Pasalnya, membicarakan gosip jenis ini bisa membuat kamu dan rekan-rekan kerjamu untuk menemukan solusi di balik gosip tersebut.

Lakukanlah pula klarifikasi terhadap setiap gosip (utamanya yang penting) kepada orang-orang terpercaya. Misalnya: bos perusahaanmu, manajer, atau orang-orang yang dekat dengan pimpinan perusahaan. Hal ini untuk memastikan apakah gosip penting yang kamu dapatkan itu memiliki fakta di baliknya, atau hanyalah omong kosong alias hoax semata.

Janganlah kamu prioritaskan gosip-gosip di kantor yang kurang penting. (Seperti: gosip cinta lokasi antar karyawan, dan yang sejenisnya). Gosip seperti ini lebih baik kamu jadikan saja sebagai obrolan ringan sambi lalu saja.

Gosip–terutama yang ada di kantor–ternyata tak seburuk yang dibayangkan. Selama kamu bisa mengubahnya menjadi positif dan produktif, bukan tak mungkin gosip yang ada di kantormu bisa bermanfaat dan memberi dampak positif bagi kamu, rekan-rekan kerjamu, dan bahkan perusahaan. 

Semoga kamu bisa mengubah gosip-gosip yang ada di kantormu, ya!

https://glints.com/id/lowongan/gosip-di-kantor/#.YC3A-mgzbIU

Wednesday, January 27, 2021

Tweet untuk Elon Musk

Elon Musk Respon Netizen yang Ngetweet 154 Kali dengan Pesan yang Sama

Selasa, 26 Jan 2021 09:05 WIB

Elon Musk orang yang terkenal, tak heran jika ribuan pesan bisa ia terima setiap harinya termasuk dari akun Twitter miliknya. Nah detikers, ada satu orang netizen yang berusaha untuk menghubungi bos SpaceX ini hingga mengirimi tweet sebanyak 154 kali dengan pesan yang sama.

Elon Musk balas tweet seorang netizen yang sudah mengiriminya pesan sebanyak 154 kali. Foto: Twitter/@elonmusk


Elon Musk orang yang terkenal, tak heran jika ribuan pesan bisa ia terima setiap harinya termasuk dari akun Twitter miliknya. Nah detikers, ada satu orang netizen yang berusaha untuk menghubungi bos Tesla ini hingga mengirimi tweet sebanyak 154 kali dengan pesan yang sama.

Developer independen bernama Lyubomir Vladimirov sudah bertekad untuk mengirimi Elon Musk pesan satu kali setiap harinya sampai mendapatkan jawaban. Tujuannya adalah meminta persetujuan kekasih Grimes tersebut untuk membuat game yang terinspirasi dari SpaceX.

"Teruntuk Elon. Saya seorang pengembang game dan saya membuat game tentang kolonisasi Mars berikut Anda dan SpaceX. Jika menurut Anda itu keren, yang saya butuhkan hanyalah 'lanjutkan' untuk menggunakan nama dan logo Anda. Saya akan memposting ini setiap hari selama setahun atau sampai saya mendapatkan 'ya' atau 'tidak'. 154/365," kata postingan pembuat video game tersebut. 

Setelah berusaha keras selama 22 minggu, akhirnya Musk merespon dan memberikan kabar baik untuknya.

"Anda dapat mengambil nama / logo kami dan kami mungkin tidak akan menuntut Anda," jawab sang CEO dari akun Twitter-nya.

Mengutip Entrepreneur, setelah menerima tanggapan yang telah lama ditunggu-tunggu dari Elon Musk, Vladimirov tersebut berjanji bahwa sebagian besar dari keuntungan video game akan diberikan kepada SpaceX.

"Saya ingin memberikan 80% keuntungan dari game ini ke SpaceX. Dengan cara itu, game ini tidak hanya melayani tujuan penting untuk menghibur orang-orang dan membangkitkan minat mereka pada Mars, tetapi juga akan membantu Elon Musk dan SpaceX untuk mencapainya," ujar programmer tersebut.

Ia juga berjanji akan menunjukkan lebih banyak kemajuan dalam pengembangan game-nya. Vladimirov pun telah menunjukkan bahwa dia tidak membuang waktu sembari menunggu izin Musk. Di profilnya, ada beberapa video yang menunjukkan kemajuan game yang sedang ia kerjakan.


Sumber :

https://inet.detik.com/cyberlife/d-5348616/elon-musk-respon-netizen-yang-ngetweet-154-kali-dengan-pesan-yang-sama

Monday, January 25, 2021

Jasa Konsultan

Manfaat Menggunakan Jasa Konsultan

Seringkali kita tidak mengetahui beberapa hal mengenai Konsultan, menggunakan jasa Konsultan memiliki banyak manfaat yang didapatkan oleh individu ataupun organisasi, namun sebelum membahas manfaat ini, ada beberapa tips ketika ingin menggunakan jasa Konsultan.

Tips Memilih Konsultan

  • Respon Waktu - Apakah Klien menerima respon secara cepat.
  • Kualifikasi Konsultan - Apakah sesuai dengan bidang pekerjaan.
  • History Konsultan - Berapa banyak Klien yang telah ditangani.
  • Detail kontrak - Apakah kontrak berisi tentang layanan, langkah-langkah, acuan, dan waktu yang jelas.
  • Referensi terkait - Mencari referensi tentang Konsultan yang akan diberikan pekerjaan.

Seorang Konsultan menyediakan berbagai layanan untuk bisnis maupun individu, keterlibatan Konsultan dengan klien akan berubah sebagai prioritas yang penting dan akan selalu berkembang. 

Oleh karena itu, pengecekan ulang harus dilakukan untuk menjaga agar kegiatan konsultasi tetap fokus dan tetap terbuka. Maka sangat penting bagi Klien untuk tetap mempertahankan tujuan awal dari sebuah konsultasi. Adapun jika terjadi perubahan arah, maka harus melalui penilaian yang ketat.

Banyak perusahaan mengandalkan Konsultan untuk membentuk dan menjalankan sistem manajemen karena Konsultan dinilai memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem manajemen, strategi dan lainnya. 

Konsultan menggunakan berbagai alat yang signifikan yang dapat membantu memastikan bahwa perusahaan memiliki manfaat terbaik untuk bisnis nya, juga untuk menarik dan mempertahankan pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.


Manfaat Menggunakan Jasa Konsultan

Konsultan mengetahui manajemen yang efektif yang dapat diterapkan kedalam Industri ataupun Organisasi, Konsultan adalah solusi yang tepat yang mencerminkan keadaan dan aspirasi Klien.

  • Konsultan selalu fokus pada pekerjaan dan tidak terganggu oleh tugas-tugas lainnya.
  • Konsultan memilki keahlian yang berasal dari industri dan sektor lainnya.
  • Konsultan memberi keterampilan teknis tertentu yang tidak ada di kantor, seorang Konsultan dapat mentransfer keterampilan tersebut kepada staf di kantor.
  • Konsultan memberi keterampilan manajemen yang setara dengan posisi seorang tenaga ahli.

Sebuah konsultasi harus mengarah pada nilai bisnis yang dibuktikan melalui peningkatan mutu produk, profit perusahaan ataupun kinerja karyawan, sehingga Klien dapat meningkatkan kemungkinan hasil yang terbaik dengan konsultan. 

Klien harus mengetahui siapa yang akan melaksanakan pekerjaan dan juga memahami komitmen waktu dengan konsultan. Konsultan harus sepakat untuk men-transfer pengetahuan kepada Klien dan memastikan bahwa Klien tersebut diberi pengarahan tentang pekerjaan untuk mencegah obstruksi atau kurangnya komitmen.


Sumber :

https://isokonsultindo.com/manfaat-menggunakan-konsultan

Thursday, January 14, 2021

Sejarah Indomaret

Siapa Pemilik Indomaret Saat Ini? (Sejarah Indomaret)


Siapa Pemilik Indomaret Saat Ini?

Pastinya nama Indomaret sudah tidak asing di negeri ini. Indomaret adalah jaringan minimarket (menerapkan sistem waralaba) yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, diantaranya ada di Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok, Madura, Jawa dan Sumatera.

Walaupun gerainya tidak terlalu luas, namun Indomaret terbilang cukup lengkap menyediakan produk kebutuhan sehari-sehari. Mulai dari bahan makanan, minuman, produk kecantikan, alat tulis, obat-obatan dan berbagai jenis produk lainnya. 

Selain itu, indomaret juga menyediakan berbagai pelayanan jasa seperti, pembelian tiket, pembayaran listrik, pembayaran untuk belanja online, BPJS dan masih banyak yang lainnya.

Nah, sebelum kita membahas mengenai pemilik indomaret, tidak ada salahnya jika kita mengulik lebih dalam terkait minimarket ini. Silahkan disimak.


Sejarah Berdirinya Indomaret

Pada awal berdirinya di tahun 1988, Indomaret hanya sebuah toko biasa yang menyediakan keperluan sehari-hari khusus untuk karyawan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan gaya hidup masyarakat yang lebih mengutamakan kualitas, kenyamanan dan keefisienan dalam berbelanja, maka terbentuklah jaringan minimarket Indomaret.

Indomaret menjadi waralaba mulai tahun 1997. Adanya sistem waralaba bisa menciptakan peluang kepada masyarakat untuk bekerja sama dan memiliki andil keuntungan dari minimarket tersebut. 

Sekarang ini, jaringan Indomaret berkembang sangat pesat, terbukti dengan berdirinya lebih dari 10.000 gerai atau toko Indomaret di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Kurang lebih 32% dari gerai tersebut adalah waralaba (franchise) dan sisanya 68% adalah milik perusahaan PT. Indomarco Prismatama.


Waralaba Indomaret

Waralaba/franchise adalah perjanjian dimana ada pihak yang mendapatkan hak pakai atau manfaat dari pihak lain dalam pengadaan dan penjualan barang maupun jasa. 

Indomaret adalah pelopor konsep waralaba atau franchise dalam bidang usaha minimarket khususnya di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan perolehan gelar sebagai Perusahaan Waralaba Nasional 2003 pada masa pemerintahan Presiden Megawati Sukarno Putri.

Untuk memiliki hak waralaba Indomaret ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Beberapa diantaranya adalah :

  1. WNI (warga negara Indonesia)
  2. Mengeluarkan biaya waralaba dan biaya lainnya untuk peralatan di dalam toko.
  3. Memiliki lokasi usaha berupa ruang atau bangunan yang disewa atau dimiliki sendiri
  4. Memiliki beberapa dokumen seperti NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan dokumen lain yang disyaratkan untuk kelengkapan perizinan. 

Namun dalam operasionalnya, Indomaret akan tetap membantu dalam hal:

  1. Membantu mencari dan menentukan lokasi gerai atau toko Indomaret.
  2. Membantu membuat penganggaran biaya.
  3. Hal – hal yang berkaitan dengan karyawan, mulai dari perekrutan sampai pembinaannya.
  4. Sistem promosi dan iklan.
  5. Mengatur sistem operasional dan keuangan (termasuk penggajian).
  6. Penataan ruangan dan pembelian peralatannya.


Siapa Pemilik Indomaret Sekarang

Siapa sosok dibalik lahirnya dan keberhasilan Indomaret? Indomaret merupakan jaringan ritel minimarket yang dikelolah PT. Indomarco Prismatama, anak perusahaan dari PT. Indoritel Makmur International Tbk (Bagian dari Salim Group) yang didirikan oleh Sudono Salim.

Kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Anthoni Salim. Nah, sekarang sudah tahu kan siapa pemilik Indomaret saat ini.


Struktur Organisasi di Indomaret (Gerai atau Toko)

Di setiap gerai atau toko Indomaret terdiri dari beberapa karyawan yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Minimal ada lima karyawan dalam satu toko. Mereka adalah kepala toko, wakil kepala toko, bagian stock, kasir, dan pramuniaga.

Adanya pemberian wewenang atau tanggu jawab yang jelas membuat setiap karyawan sadar akan tugasnya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Kepala toko bertugas mengurus administrasi, penjadwalan, membuat laporan termasuk mengawasi tugas sehari-hari karyawan. Sehingga seorang kepala toko harus pintar dan memiliki kemampuan dalam memimpin dan mengarahkan karyawannya agar selalu disiplin dalam bekerja.

Dalam hal tersebut wakil kepala toko bertugas membantu kepala toko dalam hal pengawasan dan sebagainya.


Tips Sukses Indomaret yang Bisa Kita Tiru

Menjamurnya toko indomaret hampir di seluruh Indonesia tentu saja tidak muncul begitu saja. Terdapat beberapa kiat khusus yang harus dijalankan Indomaret dalam mencapai kesuksesan tersebut.


Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Faktor utama: Lokasi

Toko Indomaret terletak di lokasi yang strategis sehingga mudah dijangkau masyarakat. Misalnya, di sekitar area perkantoran, dekat kampus/sekolah, sekitar perumahan atau pinggir jalan poros.


2. Pelayanan yang baik

Hal yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan dalam sebuah bisnis adalah pelayanan konsumen. Salah satu kunci sukses Indomaret adalah sistem pelayanan yang sangat baik.

Contohnya adalah ucapan selamat datang dan selamat berbelanja yang diucapkan pada saat kita memasuki toko (walaupun hal tersebut terkadang membuat kita kaget dengan suara karyawaan yang bersamaan).

Pelayanan seperti itu mungkin saja terbilang sederhana tapi efeknya sangat positif. Konsumen merasa ada penghargaan kepada dirinya yang akan menimbulkan keinginan untuk kembali berbelanja.

Untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan kepuasan pelanggannya, Indomaret memasang sistem check out dengan scanner pada bagian kasir. Dengan ada sistem tersebut, maka akan mempercepat transaksi.


3. Promosi dan iklan

Pemberian hadiah atau diskon yang merupakan bagian promosi juga sangat penting dalam sebuah bisnis. Indomaret biasanya memberikan diskon kepada pelanggan untuk produk tertentu.

Selain itu, Indomaret juga memberikan hadiah produk untuk pembelanjaan dengan jumlah tertentu atau menggunakan sistem poin. Semakin sering belanja, semakin banyak poinnya dan hadiah yang bisa didapatkan juga lebih bervariasi.

Hal seperti itu tentu saja menambah daya tarik pelanggan untuk berbelanja di indomaret, khusus kaum wanita yang sangat senang jika memperoleh diskon dan hadiah.


4. Efisiensi waktu belanja

Waktu adalah uang. Banyak yang menganut motto tersebut termasuk Indomaret, sehingga menerapkan sistem pelayanan yang cepat. Jika kita berbelanja di Indomaret hampir tidak pernah mengantri, kalapupun mengantri hanya beberapa menit dan sangat jarang.

Hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab kenapa banyak orang yang memilih berbelanja di Indomaret.


Sumber :

https://www.anakdagang.com/siapa-pemilik-indomaret-saat-ini/

Related Posts