Showing posts with label Fresh Graduates. Show all posts
Showing posts with label Fresh Graduates. Show all posts

Tuesday, July 16, 2024

Menguak Masalah Kenapa Gen Z Susah Dapat Kerja

Menguak Masalah Kenapa Gen Z Susah Dapat Kerja Formal.

Generasi Z, yang terdiri dari individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, saat ini memasuki dunia kerja dengan semangat dan harapan yang tinggi. Namun, banyak dari mereka menghadapi tantangan yang signifikan dalam mendapatkan pekerjaan formal. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: Mengapa Gen Z susah mendapatkan pekerjaan formal? Artikel ini akan menguraikan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan yang dialami oleh Gen Z dalam memasuki pasar kerja formal.

1. Persaingan yang Ketat.

Pasar kerja saat ini sangat kompetitif. Dengan banyaknya lulusan baru setiap tahun, persaingan untuk posisi entry-level semakin meningkat. Perusahaan memiliki banyak pilihan dan sering kali mencari kandidat dengan pengalaman atau keahlian khusus yang mungkin belum dimiliki oleh fresh graduates dari Gen Z.


2. Ketidakcocokan Keterampilan.

Meskipun Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat akrab dengan teknologi, ada kesenjangan keterampilan antara apa yang mereka pelajari di sekolah dan apa yang dibutuhkan di dunia kerja. Perusahaan sering mencari kandidat yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga kemampuan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah. Ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki oleh Gen Z dan yang diinginkan oleh perusahaan menjadi salah satu penyebab utama sulitnya mendapatkan pekerjaan formal.


3. Kurangnya Pengalaman Kerja.

Banyak perusahaan lebih memilih kandidat dengan pengalaman kerja, bahkan untuk posisi entry-level. Gen Z yang baru lulus sering kali hanya memiliki pengalaman magang atau kerja paruh waktu yang mungkin tidak cukup untuk memenuhi persyaratan perusahaan. Kurangnya pengalaman kerja menjadi hambatan besar dalam mendapatkan pekerjaan formal.


4. Perubahan dalam Proses Rekrutmen.

Proses rekrutmen juga telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan kini lebih mengandalkan teknologi, termasuk algoritma dan AI, untuk menyaring kandidat. Ini berarti bahwa resume dan surat lamaran harus dioptimalkan untuk melewati sistem ini. Gen Z yang kurang memahami bagaimana teknologi ini bekerja mungkin menghadapi kesulitan dalam membuat aplikasi mereka diperhatikan oleh perekrut.


5. Ekspektasi yang Tinggi.

Gen Z dikenal memiliki ekspektasi tinggi terhadap karier mereka, termasuk gaji, keseimbangan kerja-hidup, dan peluang pengembangan karier. Beberapa perusahaan mungkin melihat ekspektasi ini sebagai tuntutan yang sulit dipenuhi, sehingga lebih memilih kandidat dari generasi lain yang mungkin memiliki harapan yang lebih realistis atau fleksibel.


6. Dampak Pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak signifikan pada pasar kerja global. Banyak perusahaan harus melakukan pemutusan hubungan kerja atau pembekuan perekrutan, yang membuat pasar kerja semakin ketat. Selain itu, banyak perusahaan yang beralih ke model kerja jarak jauh, yang mungkin menuntut keterampilan khusus yang belum dikuasai oleh semua anggota Gen Z.


7. Pendidikan yang Kurang Terkait dengan Industri.

Beberapa program pendidikan mungkin tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Gen Z yang lulus dari program yang tidak memiliki keterkaitan kuat dengan industri tertentu mungkin menghadapi kesulitan lebih besar dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.


8. Kurangnya Jaringan Profesional.

Jaringan profesional sering kali memainkan peran penting dalam mendapatkan pekerjaan. Gen Z, yang mungkin baru saja memasuki pasar kerja, belum memiliki jaringan yang luas dan kuat dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Kurangnya koneksi ini dapat membatasi akses mereka ke peluang kerja yang tidak diumumkan secara publik.


9. Pilih-pilih Pekerjaan.

Dari hasil penelitian terungkap sebanyak 58 persen atau lebih dari separuh pegawai Gen Z berusia 18 hingga 24 tahun cenderung lebih memilih berhenti kerja ketimbang tidak bisa menikmati pekerjaannya atau tidak sesuai dengan bidang yang disenanginya.

Gen Z mengaku lebih memilih menganggur ketimbang tak bahagia melakukan pekerjaan yang tak disukai. Hal ini memberikan gambaran jika Gen Z cenderung lebih memilih-milih pekerjaan, berbeda dengan generasi sebelumnya yang akan menjalani pekerjaan dengan serius meski tidak sesuai dengan minatnya.

Dalam era modern yang serba cepat dan dinamis, penting bagi Generasi Z untuk memiliki sikap yang realistis dan fleksibel dalam mencari pekerjaan. Generasi ini, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, dihadapkan pada pasar kerja yang kompetitif dan terus berubah.

Generasi Z juga harus mengembangkan soft skill yang sesuai dengan kebutuhan tempat kerja saat ini.


10. Pergeseran Makna Bekerja

Kurangnya daya serap tenaga kerja dari Gen Z di sektor formal bukan hanya semata soal standar gaji tapi juga ada pergeseran makna bekerja di kelompok usia tersebut.

Jenis pekerjaan tidak harus ada dan datang di kantor tapi bisa dari mana saja (Work From Anywhere) atau dari rumah (Work From Home). Tidak sedikit dari Gen Z yang lebih memilih bekerja secara fleksibel dan tidak wajib ke kantor dan kebanyakan model pekerjaan tersebut ada di industri kreatif.

Banyak pekerja yang memang lebih memilih untuk bekerja tidak harus di kantor tapi dimana saja secara remote. Pekerjaan formal tidak lagi menjadi hal menarik bagi Gen Z. Jadi kalau dari sisi akademisi, mereka bukan lebih sulit mendapatkan pekerjaan tapi ada pergeseran makna bekerja di anak-anak ini.

Pergeseran ini membawa sejumlah implikasi bagi dunia kerja dan pendidikan. Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi generasi baru ini dengan menawarkan fleksibilitas kerja yang lebih besar.

Sementara itu, institusi pendidikan juga perlu mengadopsi kurikulum yang mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja yang lebih dinamis dan fleksibel.


Cara Mengatasi Tantangan.

1. Peningkatan Keterampilan.

Gen Z dapat meningkatkan peluang mereka dengan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri, baik melalui pendidikan formal, pelatihan online, atau kursus singkat.


2. Pengalaman Magang dan Relawan.

Mengambil peluang magang atau pekerjaan sukarela dapat membantu membangun pengalaman kerja yang berharga dan memperluas jaringan profesional.


3. Optimalkan Aplikasi Kerja.

Belajar tentang cara menulis resume dan surat lamaran yang efektif serta mempersiapkan diri untuk wawancara dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.


4. Membangun Jaringan.

Menghadiri acara networking, bergabung dengan komunitas profesional, dan aktif di platform seperti LinkedIn dapat membantu membangun jaringan yang kuat.


5. Realistis dengan Ekspektasi.

Meskipun penting untuk memiliki standar tinggi, fleksibilitas dalam ekspektasi awal karier dapat membuka lebih banyak peluang kerja.


Kesimpulan

Gen Z menghadapi berbagai tantangan dalam mendapatkan pekerjaan formal, mulai dari persaingan yang ketat hingga ketidakcocokan keterampilan dan ekspektasi yang tinggi. Namun, dengan pendekatan yang tepat, seperti peningkatan keterampilan, membangun jaringan, dan menyesuaikan ekspektasi, Gen Z dapat meningkatkan peluang mereka untuk sukses di pasar kerja. Melalui usaha yang gigih dan strategi yang tepat, generasi ini dapat mengatasi hambatan dan mencapai tujuan karier mereka.

Sunday, May 19, 2024

Kuliah Bukan Kebutuhan Tersier



Pendidikan Tinggi: Kunci Menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan tinggi di Indonesia, yang selama ini dianggap sebagai kebutuhan tersier, tidak boleh lagi dipandang sebagai sesuatu yang opsional atau pilihan. Pemerintah harus menyadari bahwa memposisikan perguruan tinggi sebagai kebutuhan tersier hanya akan memperburuk kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dan menjatuhkan mimpi generasi muda untuk berdaya saing global dan go internasional.


Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Indonesia Emas 2045.

Di saat pemerintah menggembar-gemborkan visi Indonesia Emas 2045 dan berupaya memanfaatkan bonus demografi agar tidak menjadi bencana demografi, menempatkan pendidikan tinggi sebagai kebutuhan tersier adalah tindakan yang salah besar. Untuk mencapai visi ini, kita membutuhkan SDM yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi, yang hanya dapat diwujudkan melalui akses yang luas dan merata terhadap pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas wawasan, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, pemerintah harus menganggap perguruan tinggi sebagai public goods, yaitu barang publik yang menyangkut hajat hidup dan kebutuhan seluruh warga negara yang harus dipenuhi.


Perguruan Tinggi sebagai Public Goods.

Pendidikan tinggi harus dianggap sebagai barang publik yang wajib disediakan oleh negara bagi semua warganya. Negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses yang adil dan merata ke pendidikan tinggi, tanpa diskriminasi apapun. Ini berarti, biaya pendidikan harus terjangkau, fasilitas yang memadai harus disediakan, dan dukungan finansial bagi mahasiswa yang membutuhkan harus ditingkatkan.


Melindungi Hak Mahasiswa.

Selain itu, kampus harus menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi mahasiswa untuk bersuara dan melanjutkan studi mereka. Hak mahasiswa untuk bersuara adalah bagian integral dari kebebasan akademik yang harus dijunjung tinggi. Mahasiswa harus merasa aman untuk menyampaikan pendapat, melakukan penelitian, dan berpartisipasi dalam diskusi akademik tanpa takut akan represi atau intimidasi.


Aksi Nyata untuk Masa Depan.

Untuk mewujudkan pendidikan tinggi sebagai public goods dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia, beberapa langkah konkrit perlu diambil:

1. Meningkatkan Anggaran Pendidikan: 

Pemerintah harus meningkatkan anggaran pendidikan, khususnya untuk pendidikan tinggi, agar lebih banyak universitas dapat meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan fasilitasnya.


2. Subsidi dan Beasiswa.

Program subsidi dan beasiswa harus diperluas untuk memastikan bahwa mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses ke pendidikan tinggi. Ini akan membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.


3. Infrastruktur dan Teknologi.

Investasi dalam infrastruktur dan teknologi pendidikan tinggi harus ditingkatkan. Kampus harus dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.


4. Kebebasan Akademik.

Kebebasan akademik harus dijamin dan dilindungi. Mahasiswa dan dosen harus bebas untuk mengemukakan pendapat dan melakukan penelitian tanpa adanya tekanan politik atau ekonomi.


5. Kerjasama Internasional. 

Meningkatkan kerjasama dengan universitas-universitas di luar negeri untuk membuka peluang pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan peningkatan kualitas kurikulum. Ini akan membantu mahasiswa Indonesia untuk memiliki perspektif global dan meningkatkan daya saing internasional.


Kesimpulan.

Menjadikan pendidikan tinggi sebagai kebutuhan tersier adalah langkah mundur yang akan merugikan masa depan bangsa. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan memanfaatkan bonus demografi, kita harus menganggap pendidikan tinggi sebagai hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara. Dengan memberikan akses yang luas dan merata ke pendidikan tinggi, kita bisa memastikan bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan global dan menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Mari kita bergerak bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.


Sumber :

https://fnn.co.id/post/kuliah-kebutuhan-tertier-tidak-wajib

https://nasional.kompas.com/read/2024/05/17/13532471/jppi-meletakkan-pendidikan-tinggi-sebagai-kebutuhan-tersier-itu-salah-besar?page=all

https://mediaindonesia.com/humaniora/671754/jangan-letakkan-pendidikan-tinggi-sebagai-kebutuhan-tersier

https://news.republika.co.id/berita/sdnyua487/pendidikan-tinggi-disebut-edukasi-tersier-apa-orang-miskin-dilarang-kuliah

Thursday, May 16, 2024

Strategi Sukses bagi Fresh Graduate



Menghadapi Tantangan Pekerjaan Tingkat Pemula.

Pekerjaan tingkat pemula atau entry-level seringkali dianggap sebagai langkah pertama bagi mereka yang baru lulus sekolah atau universitas untuk memasuki dunia kerja. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Banyak fresh graduate menemukan bahwa persyaratan untuk melamar pekerjaan entry-level semakin sulit dipenuhi. Berdasarkan laporan TestGorilla pada 2023, 42 persen karyawan merasa tidak dapat mendaftar pekerjaan tingkat pemula karena kurangnya kualifikasi dan pengalaman formal. McKinsey and Company juga menemukan bahwa hambatan terbesar dalam mendapatkan pekerjaan adalah kurangnya pengalaman, keterampilan yang relevan, dan pendidikan.


Pergeseran dalam Perekrutan Berbasis Keterampilan.

Kepala ekonom ZipRecruiter, Julia Pollak, mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi pergeseran menuju perekrutan berbasis keterampilan. Pengusaha kini lebih mementingkan pengalaman dan keterampilan daripada sekadar gelar akademis. Hal ini berarti bahwa pencari kerja harus lebih fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan industri yang diminati.


Penurunan Tren Perekrutan SDM Tingkat Awal.

Survei PwC menemukan bahwa bagian Human Resource Development (HRD) perusahaan menunjukkan penurunan tren dalam merekrut sumber daya manusia (SDM) tingkat awal, dari 79 persen menjadi 61 persen pada 2023. Salah satu hambatan terbesar adalah kesenjangan keterampilan dan pelatihan. Banyak pengusaha mencari pekerja yang sudah memiliki keterampilan tertentu daripada melatih pekerja baru dari awal.


Strategi untuk Mengatasi Tantangan.

Bagi fresh graduate yang merasa terjebak dalam situasi ini, ada beberapa strategi yang dapat membantu:


Ikuti Program Pelatihan Online.

Banyak platform pembelajaran online menawarkan kursus yang terjangkau dalam berbagai bidang. Dengan mengikuti kursus ini, Anda dapat mengembangkan keterampilan yang relevan dan menarik perhatian pengusaha.


Ambil Pekerjaan Lepas atau Freelance.

Pekerjaan lepas adalah cara yang bagus untuk mendapatkan pengalaman dan membangun portofolio. Ini juga memberikan fleksibilitas untuk mencoba berbagai proyek dan industri.


Pengalaman Sukarela atau Magang.

Mengikuti program magang atau menjadi sukarelawan dapat memberikan pengalaman praktis yang berharga. Ini juga menunjukkan kepada pengusaha bahwa Anda bersedia belajar dan berkontribusi meskipun tanpa bayaran penuh.


Bangun Jaringan Profesional.

Menghadiri acara networking, bergabung dengan komunitas industri, dan berinteraksi dengan profesional di bidang yang diminati dapat membuka peluang pekerjaan. Rekomendasi dari orang dalam seringkali menjadi kunci untuk mendapatkan pekerjaan.


Kembangkan Soft Skills.

Selain keterampilan teknis, pengusaha juga menghargai keterampilan lunak seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim. Mengikuti pelatihan atau workshop yang berfokus pada pengembangan soft skills dapat membuat Anda lebih kompetitif di pasar kerja.


Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan.

Profesor manajemen Wharton School, University of Pennsylvania, Peter Cappelli, menyatakan bahwa pengusaha tidak selalu mengembangkan bakat secara internal dan lebih sering mencari bakat dari luar. Oleh karena itu, penting bagi pencari kerja untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Pembelajaran berkelanjutan adalah kunci untuk tetap relevan dan siap menghadapi tantangan dalam dunia kerja yang terus berkembang.


Kesimpulan.

Mendapatkan pekerjaan tingkat pemula memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, dengan strategi yang tepat dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang, fresh graduate dapat mengatasi tantangan ini. Fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan, mengambil peluang untuk mendapatkan pengalaman praktis, dan membangun jaringan profesional yang kuat dapat membantu Anda meraih kesuksesan dalam karier. Ingatlah bahwa perjalanan karier adalah maraton, bukan sprint. Dengan kerja keras dan ketekunan, Anda akan menemukan tempat Anda dalam dunia kerja.

Friday, March 3, 2023

Jurusan Kuliah yang Susah Cari Kerja

Bikin Nyesel, 10 Jurusan Kuliah Ini Susah Cari Kerja!

Pendidikan menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan karir. Dalam kondisi ideal, seseorang yang lulus kuliah seharusnya langsung masuk ke bursa kerja dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Namun, ternyata ada beberapa gelar pendidikan yang kurang 'seksi' di industri. Tidak sedikit mantan mahasiswa yang menyesali pilihan jurusan saat kuliah.

Dalam survei yang dilakukan ZipRecruiter, ditemukan beberapa pilihan jurusan kuliah yang paling disesali. Survei ini dilakukan terhadap 1500 lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan.

Ekonom utama ZipRecruiter, Sinem Buber, mengatakan bahwa selama masa kuliah mereka memang tertarik pada bidang yang dipilih. Namun ketika lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan soal gaji pada pekerjaan terkait jurusan tersebut.

"Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting," ujar Buper, dikutip dari CNBC Internasional.

Berikut daftar lengkap jurusan yang disesali setelah mahasiswa lulus:

  1. Jurnalisme (87%)
  2. Sosiologi (72%)
  3. Seni (72%)
  4. Komunikasi (64%)
  5. Pendidikan (61%)
  6. Manajemen Marketing + Riset (60%)
  7. Pendamping Medis (56%)
  8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
  9. Biologi (52%)
  10. Sastra Inggris (52%)


Sementara itu ada juga daftar jurusan perguruan tinggi yang tidak disesali, berikut daftarnya:

  1. Ilmu Komputer (72%)
  2. Kriminologi (72%)
  3. Teknik (71%)
  4. Keperawatan (69%)
  5. Kesehatan (67%)

Berdasarkan fakta di atas, sebaiknya para calon mahasiswa bisa mempertimbangkan jurusan kuliah yang hendak dituju. Semangat!


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230225125422-33-416941/bikin-nyesel-10-jurusan-kuliah-ini-susah-cari-kerja

Jurusan Kuliah dengan Gaji Tinggi

10 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Langsung Dapat Gaji Tinggi

Jurusan kuliah dipercaya dapat memengaruhi kehidupan finansial seseorang setelah lulus. Tak jarang, banyak orang yang memilih jurusan kuliah dengan harapan akan memperoleh bayaran atau gaji tinggi di masa depan.

Dilansir dari CNBC Make It, sebuah studi dari Federal Reserve New York baru saja merilis daftar 10 jurusan kuliah di Amerika Serikat (AS) dengan lulusan berpenghasilan tinggi setelah lulus. Data tersebut dikumpulkan dari data sensus AS pada 2021.

Data tersebut berdasarkan lulusan sarjana (S1) perguruan tinggi berusia 22 hingga 27 tahun yang bekerja penuh sesuai dengan jurusannya.

Lantas, apa saja jurusan kuliah dengan lulusan berpenghasilan tinggi?

  1. Teknik Kimia - Rata-rata Gaji per Tahun: US$75 ribu atau sekitar Rp1,13 miliar (asumsi kurs US$15.183/US$)
  2. Teknik Komputer - Rata-rata Gaji per Tahun: US$74 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar
  3. Ilmu Komputer - Rata-rata Gaji per Tahun: US$73 ribu atau sekitar Rp1,1 miliar
  4. Teknik Penerbangan - Rata-rata Gaji per Tahun: US$72 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  5. Teknik Elektro - Rata-rata Gaji per Tahun: US$70 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  6. Teknik Industri - Rata-rata Gaji per Tahun: US$70 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  7. Teknik Mesin - Rata-rata Gaji per Tahun: US$70 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  8. Jurusan teknik lainnya (termasuk teknik nuklir, energi terbarukan, dll) - Rata-rata Gaji per Tahun: US$68 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  9. Analitika Bisnis - Rata-rata Gaji per Tahun: US$66 ribu atau sekitar Rp1 miliar
  10. Teknik Sipil - Rata-rata Gaji per Tahun: US$65 ribu atau sekitar Rp986,8 juta

Jurusan dari fakultas teknik mendominasi daftar jurusan kuliah dengan lulusan berpenghasilan tinggi dalam lima tahun lulus di AS. Hal tersebut karena teknik adalah profesi yang sangat teknis dan dibutuhkan di hampir seluruh industri, seperti teknologi komputer, sumber daya, manufaktur, dan konstruksi.

Jurusan teknik kimia menempati posisi teratas. Berdasarkan data, lulusan teknik kimia memperoleh rata-rata gaji tahunan sebesar Rp1,13 miliar setelah lulus kuliah. Sebaliknya, lulusan dengan jurusan bergaji terendah adalah teologi dan agama dengan rata-rata gaji tahunan US$36 ribu atau sekitar Rp546,5 juta dalam waktu lima tahun setelah lulus.

Selain teknik, profesi pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) juga menjadi pekerjaan dengan peluang karier yang sangat luas. Diperkirakan, profesi STEM tumbuh dua kali lebih cepat dari profesi non-STEM hingga 2031.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230221110720-33-415592/10-jurusan-kuliah-yang-lulusannya-langsung-dapat-gaji-tinggi

Sunday, November 20, 2022

Yang Harus Dilakukan Usai Lulus Kuliah

Mahasiswa, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Usai Lulus Kuliah

Setelah menghabiskan waktu sebagai mahasiswa selama kurang lebih empat tahun, saat ini semua tugasmu di kampus pun telah berakhir. Ini saatnya kamu mulai memikirkan apa yang ingin kamu lanjutkan setelah mendapatkan gelar.

Saat semua ini telah selesai, kamu mungkin akan merasa sedikit bingung tentang arah yang akan kamu tuju. Enggak perlu malu jika teman-teman kuliahmu sudah memiliki tujuan dalam kehidupan selanjutnya.

Di bawah ini ada beberapa cara potensial untuk dapat melanjutkan dan memulai kehidupan selanjutnya setelah menjadi seorang wisudawan mengutip dari Top Universities.

Istirahat dan Pergi Jalan-jalan

Setelah bekerja keras selama menggapai gelarmu, kamu layak untuk beristirahat. Kamu dapat berlibur singkat, pergi untuk waktu yang lama, mengikuti program volunteer, atau menghasilkan uang saat bepergian.

Kamu membuat pilihan yang tepat. Kamu juga dapat melakukan berbagai hal yang bermanfaat. Ada begitu banyak pilihan yang tersedia untukmu. Kamu bisa melakukan riset dan pilih area dunia yang menarik bagimu.


Lanjutkan Gelarmu

Setelah mendapatkan gelar sarjana, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan ke gelar pascasarjana atau magister.


Cari Pekerjaan Setelah Lulus

Belum terlambat untuk mencari pekerjaan. Carilah perusahaan yang menawarkan kemajuan karier sehingga setelah kamu menyelesaikan kuliahmu, kamu mungkin bisa mendapatkan peran permanen di perusahaan.


Menjadi Wirausahawan

Kamu juga bisa menjadi seorang wirausahawan. Untuk memulai berbisnis, kamu membutuhkan ide bisnis yang kuat. Kamu bisa meminta saran ke anggota keluargamu atau teman yang telah memulai bisnis terlebih dahulu.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat kamu memutuskan untuk menjadi seorang wirausahawan. Ada banyak nasihat, tapi kamu hanya perlu melakukan riset.



Ikut Magang

Kamu bisa mengikuti program magang yang berbayar meskipun enggak sebanyak menjadi seorang karyawan tetap. Ini adalah kesempatan untuk masuk ke perusahaan tempat kamu ingin bekerja. Tapi, enggak juga dapat menjamin menghasilkan pekerjaan.


Sumber :
https://kumparan.com/millennial/mahasiswa-ini-5-hal-yang-harus-dilakukan-usai-lulus-kuliah-1zEZzY2t9wW/

Monday, July 11, 2022

Keahlian Fresh Graduate Gen Z

Fresh Graduate Gen Z Penting Miliki Keahlian Ini

GM HR Business Partner PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Stevanus Tata Holo Koten mengatakan ada beberapa keahlian penting yang dimiliki para anak yang baru lulus kuliah alias fresh graduate

"Beberapa skill utama yang perlu dimiliki para fresh graduate yaitu manajemen waktu, keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta problem solving skill (keahlian memecahkan masalah)," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada akhir Juni 2022. 

Ia menambahkan bahwa untuk mengikuti perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu, perusahaan tentunya harus selalu adaptif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Untuk dapat mencapai hal tersebut, diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian kerja yang sesuai dengan standar perusahaan. 

Keahlian yang dimiliki fresh graduate itu tentunya diharapkan bisa menjadi cara agar perusahaan bisa lebih mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini semakin banyak generasi Z yang sudah memasuki dunia kerja. Stevanus mengatakan salah satu keunggulan para gen Z ini adalah terlahir di era perkembangan teknologi informasi yang sudah semakin pesat. 

"Hal itu membuat gen Z tidak kesulitan dalam memahami dan mempelajari berbagai hal, karena segala informasi saat ini sudah tersedia dan bisa dipelajari secara bebas," katanya. 

Berbagai kemudahan itu tentunya membuat gen z lebih mudah beradaptasi terhap perubahan-perubahan yang ada di dunia kerja saat ini. "Mereka juga memiliki semangat kerja dan keingintahuan yang tinggi," katanya. 

Walau begitu, ada pula kekurangan yang mungkin dimiliki gen z secara umum. Stevanus menilai keinginan gen z untuk sukses atau mencapai suatu target sering kali dilandasi oleh rasa terburu-buru. "Hal inilah yang membuat Gen Z masih harus mendapatkan bimbingan agar mereka memahami bagaimana berproses untuk mencapai sesuatu," katanya. 

MPMX membuka kesempatan dan mengajak talenta muda terbaik untuk bergabung di perusahaan melalui program Management Trainee (MT) yang dinamakan “MPM Young Talent Program 2022”. Pendaftaran dan rekrutmen program ini dibuka mulai hari ini sampai dengan 14 Agustus 2022.

MPM Young Talent Program 2022 ditujukan bagi fresh graduate S1 dan S2 dari berbagai jurusan, baik perguruan tinggi terbaik negeri maupun swasta, yang akan mengikuti rangkaian proses rekrutmen dan seleksi. 

Talenta yang terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama satu tahun; dimana selama satu bulan pertama para peserta program MT fokus mengikuti kegiatan inclass training yang terdiri dari sesi kelas pengembangan soft skill dan hard skill, kemudian selama 12 bulan berikutnya akan menjalani masa on job training atau OJT di kantor pusat dan anak usaha MPMX. 

Rangkaian proses ini akan memungkinkan para talenta MT untuk mengembangkan kemampuan kerja dan keahlian mereka dengan cepat. 

Stevanus berharap bisa menemukan talenta-talenta terbaik yang mampu berkontribusi untuk kemajuan perusahaan melalui ide-ide kreatif maupun inovatif, juga berkontribusi memberikan hasil kerja yang baik bagi perusahaan. 

“Dengan mengikuti MPM Young Talent Program, ada berbagai benefit yang dapat diperoleh oleh para kandidat, antara lain dapat memulai dan mengembangkan karier di lingkungan yang dinamis, mempelajari bisnis dari berbagai aspek, memiliki jump start dalam berkarir, berkesempatan mengikuti progam pelatihan berkualitas, serta remunerasi yang kompetitif,” katanya. 


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1610344/fresh-graduate-gen-z-penting-miliki-keahlian-ini

Thursday, August 26, 2021

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

27/08/2021

Memiliki bisnis sendiri memang menjadi impian banyak orang muda saat ini. Hal itu juga terbukti dari survei terbaru yang dilakukan di Asia Pasifik yang menemukan 72 persen generasi Z dan milenial bercita-cita ingin memiliki bisnis sendiri. 

Survei yang melibatkan 4.093 orang dari generasi Z dan milenial (usia 18-40 tahun) itu dilakuakn oleh perusahaan nutrisi global Herbalife Nutrition. Survei untuk mengetahui tren kewirausahaan itu dilakukan di 8 negara, yakni Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. 

Hasil survei juga menyebut, 9 dari 10 responden percaya bahwa usia terbaik untuk memulai bisnis adalah di bawah 40 tahun, dengan rata-rata yang dianggap usia ideal adalah 27 tahun. Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan tingginya semangat untuk berwirausaha di kalangan masyarakat Indonesia cukup menggembirakan. 

“Banyak calon pengusaha yang didorong mengikuti passion mereka, dan keinginan untuk perubahan karir. Mereka juga melihat masa muda mereka sebagai suatu peluang, terutama dalam hal beradaptasi dengan teknologi dan memiliki ide-ide segar,” paparnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Di Indonesia sendiri, menurut survei itu 66 persen responden belum punya usaha sendiri dan bercita-cita untuk memulainya. Alasan untuk membuka usaha sendiri adalah keinginan untuk mengubah karier (45 persen) dan meyakini bahwa memulai wirausaha adalah peluang untuk lebih sukses (30 persen). 

Untuk jenis usaha yang paling diminati di Asia Pasifik (50 persen) responden tertarik membuka usaha jasa makanan dan usaha fashion (32 persen). Sementara itu, responden Indonesia menganggap modal dianggap menjadi tantangan yang dimiliki ketika memulai usaha. 

Untuk responden yang sudah membuka usaha, mereka percaya bahwa tambahan modal dan pelatihan bisa membantu bisnisnya lebih berkembang. 

Pengaruh pandemi Pandemi yang berkepanjangan juga menjadi tantangan besar para wirausaha. Sekitar satu dari tiga responden yang memiliki bisnis terpaksa harus menutupnya selama pandemik. Lebih dari separuh responden menyatakan saat ini mereka memilih berlindung di pekerjaan saat ini dibanding memulai bisnis, karena potensi penghasilan yang lebih jelas. 

“Dari hasil survei tersebut kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru,” kata Andam. Ia mengatakan, memulai bisnis akan selalu datang dengan manfaat dan risikonya sendiri, oleh karena itu penting untuk menemukan jaringan dan dukungan yang baik serta dapat menyalurkan keahlian dan pengetahuan yang tepat.


Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/27/111953620/mayoritas-gen-z-dan-milenial-ingin-punya-bisnis-sendiri?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter.

Friday, June 25, 2021

Memilih Pekerjaan Sesuai Jurusan Atau Hobi

Moment kelulusan mungkin menjadi sebuah moment yang membahagiakan sekaligus mencemaskan karena disamping bahagia karena telah menyelesaikan kuliah dan sekaligus cemas karena harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan Yutia. Dari yang disampaikan bahwa ternyata jurusan yang dipilih bukan dari diri Yutia, namun merupakan kemauan orang tua. Ketika Yutia memutuskan menerima pilihan orang tua tersebut tentunya sudah menyadari akan konsekuensi pilihan pekerjaan yang mungkin didapatkan jika nantinya akan bekerja. Itu normalnya jika pekerjaan yang dipilih Yutia sesuai dengan jurusan kuliah.


Bekerja itu berbeda dengan hobi, jika bekerja adalah sebuah aktivitas yang dijalani dimana kita melakukan aktivitas yang diganti atau diberikan imbalan baik itu gaji atau lainnya. Sedangkan hobi adalah aktivitas yang dilakukan kala senggang, bisa mendapatkan imbalan ataupun mengeluarkan uang untuk menjalaninya. Even ada yang berawal dari hobi menjadi sebuah pekerjaan.

Nama  : Yutia

Alamat Email :yuxxxxxxri@ymail.com

Saya perempuan ber umur 22 tahun. Lulusan S1 jurusan teknik sipil. Dan alhamdulillah sbgai lulusan terbaik. Saya memilih jurusan ini juga atas kemauan orang tua saya. Dan saya menjalankan dengan sangat baik. Tapi says gemar bersosialisasi dengan orang2. Saya seorang pembawa acara. Dikenal dengan master of ceremony. Saya menyukai dunia MC dan ini saya jdikan sbgai hobi. Sekarang, saya mengalami kebingungan memilih pekerjaan. Apakah tetap dijalur teknik atau saya ber alih pilihan, mohon saran dan masukannya. Sekian. Wasslm


Jawaban

Yutia, selamat sebagai lulusan terbaik S1 Jurusan Teknik Sipil di Univeritas. Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan, tentunya memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Pendidikan, dalam hal ini jika Yulia S1 adalah disesuaikan dengan jurusan dan tentunya selama belajar selama kuliah S1 salah satu tujuannya adalah memenuhi kompetensi teknis. Kompetensi teknis jika di dalam kuliah, diterjemahkan sebagai mata kuliah, mata kuliah inilah yang akan membentuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang lulusan universitas. Pekerjaan salah satunya membutuhkan kompetensi teknis, dan biasanya spesifik. Misalnya Pekerjaan Civil Engineering, dimungkinkan salah satu syaratnya adalah lulusan S1 Teknis Sipil. Perusahaan berasumsi orang yang telah lulus S1 Teknik Sipil memiliki kompetensi untuk mengisi posisi sebagai Civil Engineering. Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apakah Yulia kompetensi yang sudah di kembangkan selama 4 atau 5 tahun tidak digunakan untuk mencari pekerjaan?


Probabilitas melamar pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, tentunya lebih tinggi diterima dibandingkan dengan melamar tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Hobi Yutia, sebagai seorang MC, tidaklah mengapa dikembangkan dan dapat dilakukan disela-sela libur bekerja. Berbeda lagi jika Yutia merasa berkompeten untuk menjadi seorang MC, dan pekerjaan MC lebih sesuai menurut Yutia, tidak salahnya untuk mengembangkan hobi menjadi sebuah pekerjaan. Atau justru alternatif ketiga, yakni menjalani double job, dimana main jobnya adalah seorang Civil Engineer dan Side Job nya adalah menjadi seorang MC. Jadi tidak ada yang di korbankan atau dimatikan potensinya untuk mendapatkan penghasilan untuk Yutia.


Sumber :

https://www.psikoma.com/memilih-pekerjaan-sesuai-jurusan-atau-hobi/

Thursday, April 29, 2021

Profesi yang Cocok untuk Introvert

10 Profesi dengan Gaji Tinggi dan Tingkat Stres Rendah untuk Introvert

Jakarta - Di setiap bidang atau pekerjaan pasti ada orang yang berkepribadian ekstrovert atau introvert. Meski begitu, ada beberapa profesi yang bukannya lebih cocok tapi dinilai bisa membuat introvert lebih berkembang. Seperti diketahui, umumnya introvert lebih suka bersikap tenang dan mengamati dari pada langsung mengekspresikan diri. Berdasarkan ciri khasnya, berikut 10 profesi terbaik dengan gaji tinggi dan tingkat stres rendah untuk introvert.


1. Peneliti

Banyak karier di dunia sains yang cocok untuk introvert, termasuk peneliti. Dalam pekerjaan ini, introvert akan banyak bekerja sendiri yang membuat mereka lebih nyaman. Dikenal suka menggali dan peduli dengan detail, introvert juga bakal menikmati profesinya yang banyak mengeksplor hal-hal baru.


2. Insinyur

Insinyur memang banyak macamnya. Kamu yang merasa punya kepribadian introvert dalam mempertimbangkan diri untuk terjun ke dunia teknik kimia, mesin, sipil, dan lain-lain. Kebanyakan profesi insinyur membutuhkan dedikasi dan konsentrasi tanpa terlalu banyak sosialisasi.


3. Web Developer

Web developer umumnya hanya membutuhkan komputer dan internet untuk bekerja. Kamu yang punya ketertarikan di bidang komputer dan seorang introvert cocok mempertimbangkan karier ini karena tak perlu banyak interaksi. Banyak introvert merasa lebih fokus bekerja ketika tidak banyak kebisingan di sekitar mereka.


4. Graphic Designer

Pekerjaan independen lain yang cocok untuk seorang introvert adalah graphic designer. Terutama kamu yang jago dalam storytelling secara visual, bekerja dengan imajinasi sendiri tentu lebih menyenangkan. Umumnya kamu tetap akan berkonsultasi dengan klien atau rekan sehingga tak terlalu merasa sendirian.


5. Freelancer

Berdasarkan studi, introvert cocok menjadi pemimpin atau pengusaha yang menciptakan jalan karier sendiri. Hal tersebut bisa dimulai dengan menjadi pekerja freelance yang tidak terikat dengan bos atau rekan. Hal itu tentu akan membuat mereka lebih nyaman karena punya kebebasan dan fleksibilitas, termasuk untuk bekerja dari rumah.


6. Penulis

Kamu yang punya ketertarikan menulis sekaligus keinginan untuk bekerja di rumah mungkin cocok dengan profesi satu ini. Penulis juga biasanya hanya perlu sumber dan pemikirannya sendiri untuk mengelola pekerjaan. Tak jarang mereka bahkan harus menyendiri di satu tempat agar bisa berkonsentrasi dengan maksimal.


7. Admin Media Sosial

Seiring dengan popularitas media sosial dan selebgram, pekerjaan sebagai admin juga semakin dibutuhkan. Apalagi hampir semua brand atau perusahaan kini memerlukan presentasi mereka di dunia online. Pekerjaan ini tepat buat kamu yang jago bermain dengan estetika visual juga kata-kata.


8. Dokter Hewan/Gigi

Dibandingkan jenis dokter lain, dokter hewan dan gigi adalah yang paling cocok untuk seorang introvert karena kebanyakan interaksi berlangsung 'one on one' dengan pasien. Kedua pekerjaan ini juga butuh pemecahan masalah dan pemikiran analitis yang disukai introvert.


9. Terapis

Tak hanya suka sendiri, introvert juga dikenal dengan pemikiran mereka yang dalam, mendengarkan dengan empati, hingga bisa membantu orang menyadari diri mereka sendiri. Kemampuan tersebut membuat introvert cocok jadi terapis terkait kesehatan mental.


10. Koki pribadi

Koki bisa menjadi profesi yang membuat kewalahan secara fisik dan mental. Untuk introvert yang lebih suka ketenangan, profesi sebagai koki pribadi rasanya bisa membuat mereka lebih berkembang. Pekerjaan itu dapat mendorong kamu menyalurkan kemampuan masak tanpa merasakan 'panas' dapur restoran.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/worklife/d-5539001/10-profesi-dengan-gaji-tinggi-dan-tingkat-stres-rendah-untuk-introvert

Saturday, June 27, 2020

Program Master Super Spesialis

Ssttt... Basuki & Nadiem Lagi Bikin Program Master Super Spesialis

Sabtu, 27 Jun 2020 14:00 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ingin memanfaatkan politeknik PU yang berada di Semarang untuk menjadi sekolah master super spesialis PUPR.

Dirinya pun mengaku sudah berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang kelas program master.

"Kami sedang dan akan menerima, saya berbincang dengan Menteri Nadiem, mendesain program master super spesialis bidang PUPR," kata Basuki dalam video conference, Sabtu (27/6/2020).

Basuki menyebut, program master spesialis PUPR ini juga nantinya akan dibiayai oleh APBN yang dialokasikan pada anggaran Kementerian PUPR. Adapun alasannya pembukaan program ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

"Ini saya biayai dengan APBN PU dan menurut saya APBN PU ini untuk alokasi pembangunan infrastruktur dan bukan untuk pengembangan SDM," ujarnya.

Basuki menjelaskan, program spesialis PU ini sangat dibutuhkan oleh instansi yang dipimpinnya, khususnya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan pembangunan infrastruktur di lapangan.

"Kalau mau pengembangan SDM ada LPDP, jadi staf PU yang mau meneruskan sekolah dengan degree saya minta cari beasiswa, tidak dengan beasiswa APBN PU. APBN PU saya alokasikan khusus untuk benar-benar yang dibutuhkan oleh PU. Ini super spesialis," katanya.

Berikut rencana bidang studi super spesialis di Kementerian PUPR:
1. Rekayasa eksplorasi dan eksploitasi air tanah dalam
2. Geologi struktur bawah tanah dan pemanfaatan ruang bawah Tanah
3. Hidrologi dan drainase pada sistem transportasi jalan
4. Rekayasa jembatan khusus struktur bangunan atas dan bangunan bawah
5. Teknik mitigasi bencana alam likuifaksi
6. Teknik pengelolaan dan mitigasi bencana rawa
7. Rekayasa dan pengendalian morfologi sungai
8. Operasi dan instrumentasi hidrometeorologi bendungan
9. Retrofitting dan instrumentasi keamanan bendungan
10. Preservasi jalan pada kondisi geoteknik tanah sulit
11. Rekayasa pengelolaan dan pengendalian kehilangan air minum


Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5070565/ssttt-basuki--nadiem-lagi-bikin-program-master-super-spesialis?tag_from=finance_beritaTerkait

Sunday, July 28, 2019

Pertimbangan HRD Terima Fresh Graduate

Tak Hanya Nama Kampus, Ini Pertimbangan HRD Terima Fresh Graduate 


Divisi sumber daya manusia umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar atau fresh graduate. Divisi sumber daya manusia atau SDM atau Human Resources Department umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar ataufresh graduate. Chairman sekaligus founder komunitas praktisi SDM Future HR, Audi Lumbantotuan, mengatakan perusahaan biasanya menimbang seberapa siap pelamar beradaptasi dalam lingkungan kerja.

“Perusahaan melihat seberapa cepat kandidat siap kerja. Perusahaan umumnya kepingin mencari kandidat yang secepat mungkin bisa langsung adaptasi,” ujar Audi kala dihubungi pada Sabtu, 27 Juli 2019.

Menurut Audi, untuk menggelar program rekrutmen, perusahan mesti menganggarkan biaya tambahan. Selain itu, perusahaan bakal menyediakan waktu khusus untuk mengajari karyawan lulusan anyarnya cara bekerja dan mengenal lingkungan. Karena itu, perusahaan bakal menyaring kandidat yang cepat menguasai pekerjaan dan mumpuni.

Dalam proses seleksi, kandidat yang pernah terlibat aktif dalam organisasi akan memperoleh poin tambah. Sebab, dengan latar belakang tersebut, kandidat diduga telah memiliki kemampuan komunikasi dan bekerja tim. Selain itu, pengalaman pernah bekerja paruh waktu turut menjadi pertimbangan positif.

Audi mengatakan, HRD umumnya tak akan terlampau mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif atau IPK kandidat untuk seleksi tahap akhir. “Saya harus jujur bahwa IPK itu kadang hanya dipakai sebagai faktor seleksi administrasi,” ujarnya.

Seleksi dokumen melalui IPK umumnya merupakan cara efektif untuk memilih kandidat yang bakal lolos ke tahap selanjutnya dengan cepat. Karena itu, ia mengatakan IPK bukan jaminan. Tak sampai di situ, universitas pun kerap bukan menjadi pertimbangan diterima atau tidaknya kandidat oleh perusahaan.

Pertimbangan universitas atau latar belakang sekolah biasanya hanya diterapkan untuk profesi khusus, semisal pelayaran atau kantor perpajakan yang acap menyerok kandidat dari lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN.

Adapun dalam proses rekrutmen, kandidat lulusan anyar disilakan untuk negosiasi gaji. Di Indonesia, untuk mayoritas sektor, ia mengungkapkan gaji yang ditawarkan rata-rata Rp 5 hingga 10 juta.
Sebelumnya, viral kabar seorang lulusan sarjana satu atau S-1 perguruan tinggi negeri menolak gaji Rp 8 juta. Ia menolak lantaran besaran gaji itu dianggap tak sepadan dengan nama besar universitasnya. Kabar soal penolakan gaji Rp 8 juta itu sempat menjadi trending topik di Twitter. Tagar terkait topik ini muncul seusai sebuah tangkapan layar instastory seseorang yang mengaku fresh graduate lulusan Universitas Indonesia beredar.

Lulusan anyar itu menyebutkan baru saja menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan lokal yang menawarinya gaji Rp 8 juta. Dalam Instastory itu, penulis mengklaim sebagai lulusan UI, yang semestinya tidak hanya digaji Rp 8 juta.

Juru bicara Universitas Indonesia, Egia Etha Tarigan, sebelumnya mengatakan identitas dari pemilik status Instagram yang membuat heboh itu masih belum diketahui. Namun, ia berpendapat, bila penulis Instastory yang menolak gaji Rp 8 juta itu benar alumni UI, ia menganggap sikap tersebut tidak bijaksana.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Tak+Hanya+Nama+Kampus+Ini+Pertimbangan+HRD+Terima+Fresh+Graduate-RYRYOM

Saturday, December 31, 2016

Tes Tulis Psikotes

Manfaat dan Fungsi Tes Psikotes
Tes psikotes adalah sebuah jenis tes yang dilaksanakan oleh tim penguji atau psikolog. Tujuan dari tes psikotes adalah untuk mengetahui kondisi psikolog atau karakter seseorang. Pelaksanaan tes psikotes dilakukan biantara rentetan kegiatan seleksi pegawai atau karyawan. Tes psikotes ini sudah sangat luas jangkauannya dan hampir dilaksanakan di seluruh negara. Tes psikotes ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui dengan mengenali kepribadian seseorang lebih jauh.

Karena manfaat tes psikotes yang cukup luas, maka hampir seluruh perusahaan besar akan menerapkan pola dan teknik tes psikotes yang berbeda. Tes psikotes yang dilaksanakan pastinya akan disesuaikan dengan bidang kerja yang hendak di lakukan. Bidang kerja yang banyak menjadi target adalah bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang industri, bidang militer, dan bidang yang lainnya.

Manfaat dan Fungsi Tes Psikotes

Untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan kita mengenai tes psikotes, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa manfaat dari pelaksanaan tes psikotes. Apa saja manfaat dari pelaksanaan tes psikotes? Berikut ini adalah gambaran dari manfaat tes psikotes untuk anda:

    Tes psikotes akan lebih mempermudah untuk mengetahui kepribadian yang belum diketahui pada diri seseorang. Hal tersebut dikarenakan untuk mengetahui sebuah kepribadian dari seseorang akan sulit dilakukan baik pada saat wawancara ataupun kegiatan pengamatan yang lainnya. Dengan khusus melaksanakan tes psikotes, maka kepribadian seseorang akan lebih mudah diukur.
    Psychodynamic dari seseorang bisa lebih mudah untuk di ketahui, tentunya dengan menggunakan jenis soal terbentuk pada pelaksanaan tes psikotes.
    Tes psikotes juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kejiwaan dari seseorang. Seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan atau tidak akan dengan mudah diketahui dari proses pelaksanaan tes psikotes.

Tes psikotes diharapkan bisa berjalan dengan lancar guna mengetahui kondisi dan karakter dari seseorang secara umum sampai dengan khusus. Selain itu, tes psikotes juga diharapkan bisa menjadikan sebuah ajang seleksi dan sekaligus ajang promosi bagi sebuah perusahaan psikolog.

Hasil dari tes psikotes yang dilaksanakan oleh psikolog nantinya akan di berikan ke sebuah perusahaan yang sebelumnya mempercayakan pelaksanaan tes psikotes kepada mereka. Hasil dari tes psikotes tersebutlah yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk menerima atau menolak calon karyawan yang bersangkutan.

Bagian filtering pada sebuah perusahaan yang nantinya akan memutuskan apakah menerima atau menolak calon karyawan yang sudah di test adalah pada bagian kepegawaian atau sering disebut dengan istilah HRD (human resource development departement).

Dengan menggunakan dasar dari laporan hasil tes psikotes, maka bagian HRD juga bisa berperan untuk memposisikan karyawan atau pegawai sesuai dengan kepribadian yang mereka miliki. Disamping itu, memindahkan posisi kerja di perusahaan juga bisa dilaksanakan berdasarkan hasil tes psikotes.


Sumber :
http://tespsikotes.com/manfaat-dan-fungsi-tes-psikotes/

Wednesday, December 14, 2016

10 Profesi Dengan Gaji Tinggi

Berikut 10 Profesi Dengan Gaji Tinggi di Indonesia:

1. Dokter
15-17 juta per bulan

2. Artis (Aktor, Penyanyi Solo, Grup Band)
50 juta rupiah per penampilan

3. Gaji Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Gaji pokok sebesar 15 juta rupiah dan ditambah dengan berbagai tunjangan lainnya mencapai kisaran Rp 60 - 75 jutaan per bulan

4. Teknik Perminyakan
Fresh graduate : 7 juta rupiah.
Senior : 150 juta rupiah per bulan.

5. Programmer
Fresh graduate : 3-10 juta rupiah per bulan.

6. Pilot Pesawat Komersial
45-70 juta per bulan.

7. Atlet
Pendapatan atlet dari Kementrian Olahraga, sponsor dan institusi-institusi lain. Misalkan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mendapat bonus 5 miliar rupiah dan tunjangan di hari tua sebesar 20 juta rupiah per bulan.

8. Human Resources Manager
 Manajer SDM : 25-35 juta rupiah per bulan hingga 35- 45 juta rupiah per bulan.

9. Akuntan
Fresh graduate : 1,8- 3,2 juta rupiah.
Senior (5 tahun pengalaman) : 3,4- 4,7 juta rupiah.
Expert (lebih dari 10 tahun pengalaman) : minimal 5,1 juta rupiah.

10. Pelayan Hukum
2,6-13 juta rupiah per bulan.


Gaji besar tentunya diimbangi dengan resiko yang besar pula.

Sumber :
https://today.line.me/id/article/dbf659f2c90fa99ed3261a8f6ed3d27f52c4d5f5049a8626b0efe57583cc36bd

Thursday, April 21, 2016

10 Perusahaan dengan Gaji Terbesar tahun 2016

10 Perusahaan dengan Gaji Terbesar di Dunia

Jika uang merupakan prioritas utama, maka Anda dapat memilih untuk bekerja di beberapa perusahaan berikut. Data terbaru yang dikeluarkan Glassdor mengungkap beberapa perusahaan teknologi dan konsultan manajemen merajai peringkat perusahaan dengan gaji paling tinggi.

Selain jenis perusahaan, Glassdor juga mengungkap bahwa rata-rata perusahaan tersebut memiliki markas besar di kota-kota besar Amerika. Kota New York dan daerah Sillicon Valey banyak mendominasi daftar tersebut.

Melansir CNNMoney, Kamis (21/4/2016) berikut sepuluh perusahaan dengan gaji paling besar dalam setahun:

10. Cadence Design Systems
Rata-rata tunjangan: US$ 150 ribu atau Rp 1,97 miliar (Kurs: 13.157)
Rata-rata gaji: US$ 140 ribu atau Rp 1,84 miliar

9. Guidewire
Rata-rata tunjangan: US$ 150ribu atau Rp 1,97 miliar
Rata-rata gaji: US $135 ribu atau Rp 1,77 miliar

8. Boston Consulting Group
Rata-rata tunjangan: US$ 150 ribu atau Rp 1,97 miliar
Rata-rata gaji: US$ 147 ribu atau Rp 1,93 miliar

7. Amazon 
Rata-rata tunjangan: US$150 ribu atau Rp 1,97 miliar
Rata-rata gaji: US$ 138 ribu atau Rp 1,81 miliar

6. VMware
Rata-rata tunjangan: US$152 ribu atau Rp 2 miliar
Rata-rata gaji: US$130 ribu atau Rp 1,71 miliar

5. Google
Rata-rata tunjangan: US$153 ribu atau Rp 2,01 miliar
Rata-rata gaji: US$123 ribu atau Rp 1,61 miliar

4. McKinsey & Company
Rata-rata tunjangan: US$155 ribu atau Rp 2,03 miliar
Rata-rata gaji: US$135 ribu atau Rp 1,77 miliar

3. Juniper Networks
Rata-rata tunjangan: US$157 ribu atau Rp 2,06 miliar
Rata-rata gaji: US$135 ribu atau Rp 1,77 miliar

2. Strategy & (Booz & Company)
Rata-rata tunjangan: US$160 ribu atau Rp 2,1 miliar
Rata-rata gaji: US$147 ribu atau Rp 1,93 miliar

1. A.T. Kearney
Rata-rata tunjangan: $167ribu atau Rp 2,19 miliar
Rata-rata gaji: US$143 ribu atau Rp 1,88 miliar


Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/2488833/10-perusahaan-dengan-gaji-terbesar-di-dunia-mana-saja

Tuesday, July 7, 2015

Resume Curriculum Vitae

Tips Menulis Resume Tanpa Pengalaman Kerja


Umumnya untuk mencari kerja dengan sukses dibutuhkan sebuah resume yang tersusun dengan baik dan lengkap berisi ringkasan berbagai keterampilan serta pengalaman kerja sebelumnya. Tetapi, bagaimana jadinya apabila kamu belum pernah memiliki pengalaman kerja?

Nah, jangan berkecil hati dulu! Simak tips di bawah ini untuk menulis resume berkualitas tanpa pengalaman kerja.


Jual Keterampilanmu

Karena tidak ada perusahaan besar atau jabatan tinggi yang bisa kamu masukkan ke dalam resumemu, usaha terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menjual keterampilanmu dengan sebaik mungkin. Pikirkan keahlianmu serta tonjolkan kelebihanmu tersebut di dalam resume. Perusahaan akan menghargai keterampilan yang kamu miliki jika kamu dapat merepresentasikannya dengan baik dalam resume yang berkualitas.


Tunjukan Kepribadianmu

Resume yang berkualitas adalah identifikasi awal yang akan mengantarmu memasuki dunia kerja. Tonjolkan kepribadianmu dengan memaparkan aktivitas atau hobi yang berhubungan dengan posisi yang kamu incar. Kamu juga bisa memasukkan kegiatan-kegiatan organisasi yang pernah kamu ikuti untuk menambah poin plus. Satu hal yang harus diingat, tulislah aktivitas dan hobimu secara rapi dan profesional. Tetap ingat bahwa kamu sedang melamar pekerjaan, bukannya mengisi blog.


Jangan Ragu

Ketika menulis resume yang berkualitas, buatlah dengan singkat dan padat. Jangan memanjang-manjangkan isinya hanya karena kamu tidak percaya diri dengan kurangnya pengalaman kerjamu. Tulislah dengan sebaik mungkin dan jangan pernah berbohong dengan menambahkan detail yang sebenarnya tidak pernah kamu lakukan. Tetaplah percaya diri!


Ajukan Resume untuk Posisi Magang

Bila setelah sekian waktu kamu masih belum mendapat pekerjaan, jangan segan-segan menawarkan diri untuk bekerja magang, atau bahkan bekerja tanpa diberi upah. Pengalaman yang nantinya kamu dapatkan lebih berharga dari sejumlah uang lho, karena pengalaman tersebutlah yang akan kamu gunakan untuk memperkuat resumemu nantinya. Selain itu bila kamu bekerja dengan baik, mungkin saja perusahaan tersebut akan merekrutmu untuk bekerja secara permanen.

Jangan biarkan kurangnya pengalaman kerja membuatmu enggan dan tidak percaya diri melamar pekerjaan. Selalu ada pengalaman pertama untuk semua orang dan yakinlah kamu bisa menemukan pekerjaan, kemudian menulis resume yang lebih berkualitas nantinya. Apakah kamu pernah mendapat pekerjaan dengan resume yang masih “sepi”?


Sumber :
http://id.jobsdb.com/id-id/articles/tips-menulis-resume-tanpa-pengalaman-kerja?utm_campaign=single_article_candidate_june&utm_source=newsletter&utm_medium=newsletter&utm_content=link1&utm_term=%7bkeyword%7d

Anti Gugup saat Interview

Yuk, Usir Rasa Gugup Saat Wawancara Kerja

Saat melakukan wawancara kerja, tidak jarang perasaan gugup muncul. Namun sebaiknya Anda biasakan untuk menghindari hal tersebut. Sebab, sebuah riset terbaru di Kanada menemukan bahwa perusahaan tidak akan merekrut pegawai yang terlihat gugup saat menjalani proses wawancara kerja.

Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa perusahaan tidak akan memilih kandidat pegawai yang menunjukkan tanda-tanda umum rasa gugup, seperti menggaruk kepala atau merapikan rambut berkali-kali. Sebaliknya, perusahaan akan memilih kandidat pegawai yang mampu berbicara dengan tenang dan teratur selama proses wawancara kerja.

Menurut Deborah Powell PhD, ketua penelitian tersebut, orang-orang yang berbicara lamban biasanya kerap kali kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan pihak perusahaan. Akhirnya, mereka memberikan jawaban yang kurang rinci, rehat berbicara dalam waktu cukup panjang, dan sulit berbicara secara keseluruhan. Itu semua, kata Powell, juga merupakan tanda-tanda gugup.

Di samping itu, para peneliti juga melihat tanda-tanda secara keseluruhan yang diperlihatkan para pelamar kerja pada saat wawancara. Menurut mereka, sikap-sikap yang telah disebutkan sebelumnya dan kurangnya sikap hangat dan asertif lebih menunjukkan kegugupan ketimbang sikap lainnya.

Menurut para peneliti, sikap ini harus diminimalisir dan bahkan diusir dari dalam diri Anda. Sebab, pada akhirnya juga akan menutup keberhasilan Anda dalam memperoleh pekerjaan yang Anda idamkan tersebut. Lagipula, perusahaan mana yang ingin mempekerjakan seorang pegawai yang bersikap dingin dan pemalu?

"Sikap-sikap gugup juga merupakan tanda bahwa Anda tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara kerja," ujar Lea McLeod, seorang praktisi karier.

Nah, guna menghindari rasa gugup, ada baiknya Anda melakukan latihan sebelum wawancara kerja, seperti latihan berbicara dan menjawab pertanyaan. Di samping itu, jangan sungkan untuk menunjukkan semua potensi yang Anda miliki untuk meyakinkan perusahaan bahwa Anda adalah kandidat pegawai yang tepat.


Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Alvin Dwipayana
Sumber : menshealth


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2015/05/18/110000120/Yuk.Usir.Rasa.Gugup.Saat.Wawancara.Kerja

Kegiatan Fresh Graduate Menunggu Pekerjaan

Lakukan Hal Ini Saat Menunggu Panggilan Kerja

Pasca-kelulusan seorang sarjana  atau seringkali disebut fresh graduate biasanya akan mencari pekerjaan yang menjadi impiannya. Namun demikian, mencari pekerjaan sebenarnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada begitu banyak kompetisi dan persaingan yang harus dihadapi. Memiliki nilai IPK yang tinggi dan relasi yang luas memang cukup membantu untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.

Namun dalam kenyataannya, rata-rata seorang fresh graduate memerlukan waktu kurang lebih tiga setengah bulan untuk mendapat sebuah pekerjaan. Dengan kata lain, dalam rentan waktu tersebut, para fresh graduate ini tidak melakukan apapun alias menganggur.

Hal tersebut dinyatakan oleh ahli karier dari Linkedin yang melakukan penelitian pada tahun 2014, lewat profil para pekerja di situs Linkedin. Fakta lainnya yang disebutkan, ternyata hanya ada 15 persen fresh graduate yang mulai bekerja tepat setelah masa kelulusannya. Dalam studi yang berjudul "Life of a Professional", Linkedin menyebutkan bahwa mencari kerja selama 20 tahun belakangan menjadi makin sulit.

Lantas apa yang baiknya dilakukan oleh para fresh graduate agar tak lama menghabiskan waktu dengan menggangur?

Menurut situs pencarian kerja Jobsdb, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, diantaranya adalah ikut serta dalam kegiatan relawan atau melakukan perkerjaan paruh waktu. Kedua hal tersebut selain memberikan pengalaman kerja dalam bentuk nyata, juga dapat "mempercantik" CV seorang fresh graduate.

Selanjutnya adalah mengembangkan relasi. Lewat perkerjaan paruh waktu, menjadi relawan, mengikuti kegiatan seminar atau forum, seorang fresh graduate tak mustahil dapat mengembangkan relasinya menjadi semakin luas. Terakhir, cobalah membangun sebuah "brand" untuk diri sendiri.

Buatlah blog, website atau aktiflah di area media sosial dengan cara profesional. Hal ini dilakukan agar ketika nama fresh graduate dicari, maka akan muncul sebuah brand yang baik di mesin pencarian otomatis pada dunia maya.

Penulis : Silvita Agmasari
Editor : Alvin Dwipayana
Sumber : Cosmopolitan UK


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2015/06/27/130000520/Lakukan.Hal.Ini.Saat.Menunggu.Panggilan.Kerja

Sunday, May 24, 2015

Tips Surat Lamaran Kerja

Agar Surat Lamaran Kerja Lolos Seleksi, Ini Tipsnya!

Saat Anda berminat untuk bekerja di sebuah perusahaan, maka hal pertama yang Anda lakukan adalah mengajukan surat lamaran. Surat lamaran akan menjadi kesan pertama Anda sebelum melakukan tes dan wawancara. Kesan pertama adalah kesan yang akan selalu diingat. Oleh karena itu Anda harus memperhatikan hal-hal berikut seperti yang dilansir oleh womentips.co

Typo
Perhatikan setiap ejaan kata yang Anda ketik. Periksa kembali untuk memastikan tidak ada kesalahan yang Anda lewatkan untuk diperbaiki.Kesalahan dalam mengeja kata dapat membuat perusahaan ragu untuk mempekerjakan Anda karena Anda dianggap ceroboh.

Format surat
Jangan sampai Anda memberi atau mengirimkan format yang salah kepada perusahaan. Pakailah ukuran huruf 12 dan font yang standar. Jika surat ini dalam bentuk cetak, pastikan format Anda aman dan tidak berubah saat dicetak.

Terlalu panjang
Jelaskan apa yang seharusnya Anda jelaskan di surat lamaran dengan singkat dan jelas. Jika ada penjelasan yang lebih panjang biarkan itu nanti Anda sampaikan saat wawancara. Surat lamaran yang terlalu panjang dan bertele-tele akan membuat malas dibaca.

Memberi informasi palsu, menyesatkan dan rahasia
Informasi palsu tidak akan membuat perusahaan merasa Anda pantas mendapatkan posisi yang Anda inginkan. Tidak ada perusahaan yang ingin memiliki karyawan yang tidak jujur dan tidak bisa memegang rahasia.

Itulah hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat surat lamaran pekerjaan. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut dan buatlah perusahaan Anda terkesan dengan apa adanya diri Anda.


Sumber :
http://www.vemale.com/relationship/karier/81564-agar-surat-lamaran-kerja-lolos-seleksi-ini-tipsnya.html

Monday, March 9, 2015

Memberi Kesan Saat Memulai Pekerjaan Baru

Pindah ke tempat kerja baru, atau mungkin baru pertama kali bekerja adalah suatu pengalaman yang mendebarkan! Banyak perasaan bercampur aduk, salah satunya adalah takut salah memberi impresi saat hari pertama bekerja. Menurut pakar karir dan kehidupan kerja (career expert and work life), John Lees, ada lima cara yang dapat dipraktekan, khususnya selama satu bulan di awal memulai bekerja.

1. Jangan malas.
Mempersiapkan diri untuk wawancara kerja adalah hal yang tidak mudah. Anda menghabiskan berminggu-minggu utuk mencari dan mengetahui perusahaan yang cocok dengan Anda. Lees memberitahu untuk tidak berhenti sampai ketika Anda diterima di tempat kerja baru. "Terus kerjakan pekerjaan rumah Anda. Anda bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan. Teruslah menggali pengetahuan saat memulai pekerjaan. Jauhkan masalah besar, dan kesempatan akan mendatangi Anda jika Anda dapat menguasai organisasi. Itu adalah kunci kesuksesan," jelas Lees. Hal yang tidak kalah penting saat pertama kerja adalah mengetahui siapakah pemain kunci di tempat kerja yang dapat membuat posisi Anda menjadi lebih baik atau malah lebih buruk. "Coba untuk mengidentifikasi partner kerja di masa depan, terutama di divisi HR, Ti, dan Finance."

2. Dengarkan dan pelajari.
Lees mengatakan sangat penting untuk mengamati lingkungan sekitar dan bersikap rendah hati saat awal bekerja. Karena hal tersebut akan menandakan bahwa Anda adalah orang yang mudah beradaptasi. "Belajarlah dari rekan kerja. Tunjukan kemampuan Anda untuk dapat berlajar dengan cepat. Strategi awal adalah mendengarkan, belajar dan bertanya pertanyaan yang pintar. Obeservasi dan adaptasi sikap, yang sesuai dengan organisasi. Plus, akan menjadi bonus bila Anda dapat memberikan dedikasi dari komitmen dan performa Anda."

3. Ambil langkah "pelan asal selamat".
Pastinya sangat menggoda bagi Anda untuk menunjukan kemampuan dan membuktikan bahwa perusahaan telah mempekerjakan orang yang tepat. Karena itu Lees menyarankan untuk memupuk kesabaran, khususnya pada bulan pertama kerja. "Hati-hati jika Anda ditanya mengenai ide baru saat awal bekerja. Cobalah untuk tidak memberi kritik. Anda sangat mungkin membuat suatu sugesti yang tentatif. Daripada memberitahu orang lain bagaimana mengerjakan sesuatu, cobalah berbagi metode yang Anda gunakan untuk melaksanakan tugas. Pastikan untuk memberika hormat, dan sikap yang antusias dalam pekerjaan."
Lees juga menyarankan untuk mencari mentor. "Carilah orang yang dapat membuat Anda menjadi pemenang di masa depan, yang bisa membimbing dan memotivasi Anda, agar karir terus maju."

4. Jalinlah relasi yang luas.
Bertemu dengan orang baru adalah hal yang sangat menyenangkan. Tetapi semua juga tahu bahwa hal tersebut membuat gugup saat awal bekerja. Jangan hanya duduk berdiam diri, berusahalah! "Duduklah bersama rekan kerja yang baru tiap makan siang, dan ambilah kesempatan untuk mengunjungi divisi atau cabang yang berbeda," ujar Lees. Ketika Anda diperkenalkan dengan rekan kerja yang baru, Lees menyarankan untuk tersenyum dan mengangguk. "Berikan kesan ketertarikan Anda pada pekerjaan dan masalah mereka. Bertanyalah dan coba terbukalah pada mereka. Namun ingatlah untuk tidak memberi terlalu banyak saat diawal," tambah Lees.

5. Buat perubahan yang efektif dan efisien.
Dalam awal bekerja Lees menantang orang-orang untuk berpikir, "Apa pengaruh terbesar yang Anda dapatkan dalam jangka waktu dekat, dengan usaha dan sumber daya yang minimum?" Berpikirlah untuk membuat sesuatu jadi lebih baik, membalik hal negatif menjadi positif. Sesuatu yang cepat, dengan pengeluaran  minimum biasanya disukai banyak orang "Minta izin dari senior Anda untuk membuat dua tau tiga perubahan, dimana hal tersebut tidak membutuhkan banyak biaya, dan dapat melambungkan imajinasi yang tinggi," ungkap Lees.

Sumber :
http://female.kompas.com/read/2015/02/16/160000620/5.Cara.Memberi.Kesan.Saat.Memulai.Pekerjaan.Baru

Related Posts