Showing posts with label Writerpeneurship. Show all posts
Showing posts with label Writerpeneurship. Show all posts
Sunday, February 23, 2020
Tragedi Nol Buku
Audiensi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) merupakan ajang penting bagi Taufiq Ismail untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya terhadap penelitian membaca buku.
Tragedi nol buku dia menyebutnya, yang berarti sebuah ungkapan atau gambaran keprihatinan seorang sastrawan terhadap budaya bangsa Indonesia. Hasil penelitian Taufiq Ismail menunjukkan bahwa siswa SMA Indonesia tidak wajib membaca buku sastra sama sekali, yang dapat kita lihat minimnya pengetahuan siswa terhadap sastra.
Lingkup pelajaran Bahasa Indonesia hanya mengarang, menulis, dan menguasai EYD atau PUEBI. Sastra seolah dianggap tidak penting dan dikucilkan. Ini tentunya sangat membuat beliau prihatin. Membaca pun hanya menjadi sekedar ajakan atau himbauan, bukan sebuah kewajiban.
Dapat dilihat dari studi minat membaca di 65 negara, Indonesia menempati posisi ke-57, masih kalah dengan Thailand yang nyatanya menempati posisi ke-50. Selain itu, negara Jepang yang yang kita tahu merupakan negara maju dalam teknologi menempati posisi ke-8.
Dapat kita katakan ini merupakan musibah. Musibah seperti bencana alam dapat menghancurkan sebuah daerah atau bahkan negara, tetapi tragedi nol buku ini dapat menghancurkan mentalitas dan dimensi karakter bangsa. Seharusnya, kekhawatiran negara terhadap tragedi ini harus sama dengan penyebaran narkoba yang semakin membesar.
Mengapa seperti itu?
Kita sering mendengar kalimat “Buku Adalah Jendela Dunia”. Banyak pengertian yang dapat kita ambil dari kalimat ini. Semakin banyak kita membaca buku, semakin kita dapat melihat dunia, atau bahkan mengubahnya. Hanya dengan membaca buku juga, pengetahuan kita akan makin bertambah, dan negara kita pun bisa berubah menjadi negara maju.
Tragedi nol buku ini memang sangat disayangkan. Padahal, disediakannya perpustakaan di setiap sekolah dan daerah gunanya untuk membuat siswa rajin membaca, menghindari miskin ilmu dan terus menambah wawasan dari bidang apapun.
Selain itu, alangkah lebih baik negara pun ikut membantu dalam program membaca untuk siswa Indonesia. Kita menyadari bahwa buku merupakan salah satu pilar penting dalam membangun karakter bangsa, karena bukan sekadar memberikan ilmu pengetahuan, namun juga dapat membentuk cara berpikir, bertutur kata yang baik dan sopan, serta berbuat atau membentuk budi pekerti yang baik.
Ya, buku memiliki andil yang sangat besar dalam melahirkan generasi bangsa yang bermoral.
Sumber :
https://www.pintarnesia.com/contoh-essay-lengkap/
Sumber foto :
https://nasher-news.com/sudan-old-books-eroded-by-time/
Saturday, August 29, 2015
Writing Coach
By: Edy Zaqeus
Salah satu menu provokasi dalam pelatihan-pelatihan menulis saya adalah menggerakkan orang untuk berani menuliskan pengalaman-pengalaman kehidupan yang berharga. Namun, ternyata bukan persoalan mudah menggedor sejumlah mental block dalam ranah kepenulisan. Masih banyak orang yang takut atau ragu menuliskan pengalaman sendiri. Keraguan itu bahkan hinggap dalam benak banyak orang yang telah sangat ahli dan memiliki jam terbang sangat tinggi di bidang masing-masing.
Berikut adalah kompilasi kultwit saya di akun @ezinstitute yang saya adakan tanggal 5 September lalu. Selamat membaca, semoga ada manfaatnya untuk menyemangati Anda menulis.
1 Ingin sedikit berbagi kesan setelah 2 September lalu memberikan pelatihan kepada para guru SLB di DKI.
2 Tdk bisa saya mungkiri, berbagi pengalaman dan pengetahuan dg para guru adl hal yg sangat menggairahkan. Sungguh!
3 Waktu itu saya bawakan materi Guru Dahsyat Guru Menulis. Saya tunjukkan contoh-contoh guru yang berkibar karena tulisannya.
4 Saya juga tunjukkan contoh-contoh public fugure yg minim pendidikan namun menanjak kariernya, salah satunya karena menulis.
5 Tampak rona kekaguman dari para guru SLB ini. Dan saya yakin mereka menjadi sangat bersemangat berlatih menulis waktu itu.
6 Terbukti dlm waktu sekitar 3 jam saja, mereka berhasil menuliskan 2 artikel pendek ttg bidang kerja atau pengalaman mengajar.
7 Buat para guru SLB yg selama ini mengaku sangat jarang menulis, kalau menulispun laporan sifatnya, hasil itu sdh pencapaian yg luar biasa.
8 Setelah selama tiga jam belajar, saya lihat cukup banyak yg roman mukanya spt kagum pd kemampuan diri sendiri. "Ternyata bisa!" :)
9 Ya, dlm forum itu saya tegaskan. Kl kita sdh menekuni satu bidang selama bertahun-tahun, apalagi puluhan tahun, wah itu luar biasa.
10 Luar biasa artinya kita punya otoritas penuh utk mengolah pengalaman kita tsb sbg bahan tulisan, dg atau tanpa teori.
11 Mengapa masih harus memusingkan teori atau takut menulis tanpa teori? Sementara hidup kita dipenuhi oleh ribuan pengalaman nyata?
12 Bukankah ribuan pengalaman yg kita alami selama puluhan tahun itu merupakan data yg semestinya bisa kita olah menjadi teori yg baru?
13 Bhw, teori model yg kita bahas ini memiliki kelemahan, memang iya. Namun, utk sebuah tulisan popular yg sifatnya sharing itu memadai.
14 Sebab, "teori" baru berdasar pengalaman kita itu sifatnya sharing pengalaman bukan klaim kebenaran sbgm diyakini itu ada di teori umumnya
15 Kalau sifatnya sharing pengalaman, pastilah di situ ada batasan-batasan, tidak ada klaim-klaim yg bisa digeneralisir, dan ada konteksnya.
16 Kalau sifatnya berbagi pengalaman, dari awal kita sdh sadar, tdk ada klaim kebenaran mutlak krn setiap pengalaman itu unik.
17 Kalau berbagi, orang punya pilihan utk mengikuti atau tidak, sesuai kebutuhan masing-masing.
18 Kalau berbagi, mau diambil seluruhnya dr "teori" kita itu boleh, diambil sebagian sesuai kecocokan juga boleh.
19 Sekali lagi, krn tidak ada klaim kebenaran dlm "teori" ala berbagi ini, maka semakin terbuka pula ruang kita utk berteori dg basis ttt.
20 Apa basisnya? Basis teori itu adalah pengalaman kita, hasil pengamatan di lapangan, hasil analisis atau simpulan logika kita, dll.
21 Apakah teori kita kuat? Balik lagi, kadar kekuatannya adl pd data2 kita sendiri. Semakin banyak pengalaman kita, makin berlimpah datanya
22 Ini pengalaman seorang sahabat hipnoterapis yg sharing ke saya ttg banyaknya kasus yg dia tangani dg menggunakan pendekatan ttt.
23 Hipnoterapis ini sgt kuat di metode dan penguasaan teori atas praktiknya. Namun dia mengaku, dlm praktik sehari-hari, ternyata
24 dia harus melakukan banyak modifikasi atau bahkan penciptaan teknik-teknik baru supaya terapinya berhasil.
25 Dg kata lain, kl hanya berkutat pd teori dan pendekatan klasik, text book thinking, kemungkinan besar byk kasus tak tertangani dg baik.
26 Kesadaran dlm memodifikasi teori, metode, pendekatan itu ada dn "terpaksa" dilakukan dlm praktik, dlm kehidupan riil sehari-hari.
27 Hasil dr modifikasi, penambahan, perbaikan, atau penyempurnaan itu, yg kadang bisa berbeda sekali dr teori lama, apakah tidak berharga?
28 Buat saya, pengalaman, hasil pengamatan yg jeli, penemuan di lapangan, dan metode baru yg efektif adl hal yg sangat2 berharga.
29 Baik itu ditemukan oleh sahabat hipnoterapis ini maupun guru-guru SLB yg berpuluh-puluh tahun mengabdi di profesinya.
30 Dlm penilaian sy, orang yg sdh menekuni bidangnya selama puluhan tahun, dn sangat mengenal dunianya, dia adl pakar yg sesungguhnya.
31 Selain pakar, mrk jg layak sekali disebut profesional di bidangnya. Mrk berhak diakui keahliannya krn jam terbang yg luar biasa.
32 Dan menurut saya, bobot mrk sgt sepadan atau bahkan bisa saja lebih dibanding misalnya para mahasiswa pasca-sarjana dg jurusan yg sama.
33 Sampai-sampai sy sering sharing ke para akademisi, bisa enggak para profesional yg menekuni bidangnya selama puluhan tahun itu
34 yg sangat ahli di bidangnya, serta menemukan banyak metode atau teknik baru, mendapat penghargaan sejajar dg para doktor misalnya?
35 Beberapa teman menyatakan itu sudah dilakukan di universitas-universitas di luar negeri. Di Indonesia? Sepertinya belum banyak.
36 Kembali ke soal penulisan, pertanyaannya, apakah temuan-temuan luar biasa para profesional tadi harus dibiarkan berlalu begitu saja?
37 Menurut saya, sayang sekali kalau temuan-temuan dan pengalaman berharga itu hanya tersimpan di kepala para pemiliknya.
38 Pengalaman itu harus dibagikan krn akan besar manfaatnya, baik melalui public speaking maupun dituliskan menjadi artikel atau buku.
39 Dan kepada para sahabat yg saya singgung di atas tadi, saya selalu menguatkan, jangan ragu utk menuliskan pengalaman Anda semua.
40 Merdekakan pikiran Anda supaya bisa menulis dengan baik, lancar, dan produktif.
41 Jangan takut dikritik, jangan takut dinilai, jangan takut dilabelin apapun, sebab secanggih apapun tulisan tetap saja ada yg mengkritik.
42 Jgn sampai ketakutan-ketakutan semacam itu akhirnya memupuskan banyak hal baik dlm proses menulis yg bisa Anda raih.
43 Sebab sesederhana apapun tulisan, apapun temanya, itu tetap memiliki arti positif, entah untuk pembaca ataupun penulisnya sendiri.
44 Jadi, jangan takut lagi menulis, jgn lagi meremehkan tulisan sendiri, dn jgn pernah merasa diri Anda tidak pantas menulis.
45 Semangat menulis, semangat berbagi, dan beri kesempatan setiap tulisan menemukan pembacanya sendiri. Semangat!
(edyzaqeus/ezinstitute.com)
Sumber :
Milis The Manager
Salah satu menu provokasi dalam pelatihan-pelatihan menulis saya adalah menggerakkan orang untuk berani menuliskan pengalaman-pengalaman kehidupan yang berharga. Namun, ternyata bukan persoalan mudah menggedor sejumlah mental block dalam ranah kepenulisan. Masih banyak orang yang takut atau ragu menuliskan pengalaman sendiri. Keraguan itu bahkan hinggap dalam benak banyak orang yang telah sangat ahli dan memiliki jam terbang sangat tinggi di bidang masing-masing.
Berikut adalah kompilasi kultwit saya di akun @ezinstitute yang saya adakan tanggal 5 September lalu. Selamat membaca, semoga ada manfaatnya untuk menyemangati Anda menulis.
1 Ingin sedikit berbagi kesan setelah 2 September lalu memberikan pelatihan kepada para guru SLB di DKI.
2 Tdk bisa saya mungkiri, berbagi pengalaman dan pengetahuan dg para guru adl hal yg sangat menggairahkan. Sungguh!
3 Waktu itu saya bawakan materi Guru Dahsyat Guru Menulis. Saya tunjukkan contoh-contoh guru yang berkibar karena tulisannya.
4 Saya juga tunjukkan contoh-contoh public fugure yg minim pendidikan namun menanjak kariernya, salah satunya karena menulis.
5 Tampak rona kekaguman dari para guru SLB ini. Dan saya yakin mereka menjadi sangat bersemangat berlatih menulis waktu itu.
6 Terbukti dlm waktu sekitar 3 jam saja, mereka berhasil menuliskan 2 artikel pendek ttg bidang kerja atau pengalaman mengajar.
7 Buat para guru SLB yg selama ini mengaku sangat jarang menulis, kalau menulispun laporan sifatnya, hasil itu sdh pencapaian yg luar biasa.
8 Setelah selama tiga jam belajar, saya lihat cukup banyak yg roman mukanya spt kagum pd kemampuan diri sendiri. "Ternyata bisa!" :)
9 Ya, dlm forum itu saya tegaskan. Kl kita sdh menekuni satu bidang selama bertahun-tahun, apalagi puluhan tahun, wah itu luar biasa.
10 Luar biasa artinya kita punya otoritas penuh utk mengolah pengalaman kita tsb sbg bahan tulisan, dg atau tanpa teori.
11 Mengapa masih harus memusingkan teori atau takut menulis tanpa teori? Sementara hidup kita dipenuhi oleh ribuan pengalaman nyata?
12 Bukankah ribuan pengalaman yg kita alami selama puluhan tahun itu merupakan data yg semestinya bisa kita olah menjadi teori yg baru?
13 Bhw, teori model yg kita bahas ini memiliki kelemahan, memang iya. Namun, utk sebuah tulisan popular yg sifatnya sharing itu memadai.
14 Sebab, "teori" baru berdasar pengalaman kita itu sifatnya sharing pengalaman bukan klaim kebenaran sbgm diyakini itu ada di teori umumnya
15 Kalau sifatnya sharing pengalaman, pastilah di situ ada batasan-batasan, tidak ada klaim-klaim yg bisa digeneralisir, dan ada konteksnya.
16 Kalau sifatnya berbagi pengalaman, dari awal kita sdh sadar, tdk ada klaim kebenaran mutlak krn setiap pengalaman itu unik.
17 Kalau berbagi, orang punya pilihan utk mengikuti atau tidak, sesuai kebutuhan masing-masing.
18 Kalau berbagi, mau diambil seluruhnya dr "teori" kita itu boleh, diambil sebagian sesuai kecocokan juga boleh.
19 Sekali lagi, krn tidak ada klaim kebenaran dlm "teori" ala berbagi ini, maka semakin terbuka pula ruang kita utk berteori dg basis ttt.
20 Apa basisnya? Basis teori itu adalah pengalaman kita, hasil pengamatan di lapangan, hasil analisis atau simpulan logika kita, dll.
21 Apakah teori kita kuat? Balik lagi, kadar kekuatannya adl pd data2 kita sendiri. Semakin banyak pengalaman kita, makin berlimpah datanya
22 Ini pengalaman seorang sahabat hipnoterapis yg sharing ke saya ttg banyaknya kasus yg dia tangani dg menggunakan pendekatan ttt.
23 Hipnoterapis ini sgt kuat di metode dan penguasaan teori atas praktiknya. Namun dia mengaku, dlm praktik sehari-hari, ternyata
24 dia harus melakukan banyak modifikasi atau bahkan penciptaan teknik-teknik baru supaya terapinya berhasil.
25 Dg kata lain, kl hanya berkutat pd teori dan pendekatan klasik, text book thinking, kemungkinan besar byk kasus tak tertangani dg baik.
26 Kesadaran dlm memodifikasi teori, metode, pendekatan itu ada dn "terpaksa" dilakukan dlm praktik, dlm kehidupan riil sehari-hari.
27 Hasil dr modifikasi, penambahan, perbaikan, atau penyempurnaan itu, yg kadang bisa berbeda sekali dr teori lama, apakah tidak berharga?
28 Buat saya, pengalaman, hasil pengamatan yg jeli, penemuan di lapangan, dan metode baru yg efektif adl hal yg sangat2 berharga.
29 Baik itu ditemukan oleh sahabat hipnoterapis ini maupun guru-guru SLB yg berpuluh-puluh tahun mengabdi di profesinya.
30 Dlm penilaian sy, orang yg sdh menekuni bidangnya selama puluhan tahun, dn sangat mengenal dunianya, dia adl pakar yg sesungguhnya.
31 Selain pakar, mrk jg layak sekali disebut profesional di bidangnya. Mrk berhak diakui keahliannya krn jam terbang yg luar biasa.
32 Dan menurut saya, bobot mrk sgt sepadan atau bahkan bisa saja lebih dibanding misalnya para mahasiswa pasca-sarjana dg jurusan yg sama.
33 Sampai-sampai sy sering sharing ke para akademisi, bisa enggak para profesional yg menekuni bidangnya selama puluhan tahun itu
34 yg sangat ahli di bidangnya, serta menemukan banyak metode atau teknik baru, mendapat penghargaan sejajar dg para doktor misalnya?
35 Beberapa teman menyatakan itu sudah dilakukan di universitas-universitas di luar negeri. Di Indonesia? Sepertinya belum banyak.
36 Kembali ke soal penulisan, pertanyaannya, apakah temuan-temuan luar biasa para profesional tadi harus dibiarkan berlalu begitu saja?
37 Menurut saya, sayang sekali kalau temuan-temuan dan pengalaman berharga itu hanya tersimpan di kepala para pemiliknya.
38 Pengalaman itu harus dibagikan krn akan besar manfaatnya, baik melalui public speaking maupun dituliskan menjadi artikel atau buku.
39 Dan kepada para sahabat yg saya singgung di atas tadi, saya selalu menguatkan, jangan ragu utk menuliskan pengalaman Anda semua.
40 Merdekakan pikiran Anda supaya bisa menulis dengan baik, lancar, dan produktif.
41 Jangan takut dikritik, jangan takut dinilai, jangan takut dilabelin apapun, sebab secanggih apapun tulisan tetap saja ada yg mengkritik.
42 Jgn sampai ketakutan-ketakutan semacam itu akhirnya memupuskan banyak hal baik dlm proses menulis yg bisa Anda raih.
43 Sebab sesederhana apapun tulisan, apapun temanya, itu tetap memiliki arti positif, entah untuk pembaca ataupun penulisnya sendiri.
44 Jadi, jangan takut lagi menulis, jgn lagi meremehkan tulisan sendiri, dn jgn pernah merasa diri Anda tidak pantas menulis.
45 Semangat menulis, semangat berbagi, dan beri kesempatan setiap tulisan menemukan pembacanya sendiri. Semangat!
(edyzaqeus/ezinstitute.com)
Sumber :
Milis The Manager
Saturday, November 8, 2014
5 Tips Kreatif untuk Para Penulis
Apakah Anda menjadikan penulis sebagai profesi tetap Anda? Atau mungkin Anda masih berencana untuk membangun karier sebagai seorang penulis? Kegiatan menulis, bisa menjadi sebuah mimpi buruk yang menghantui kita dengan berbagai macam cara. Wah, apakah menulis itu kegiatan yang 'menyeramkan'?
“There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed.” ― Ernest Hemingway
Ada sejumlah tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kreativitas Anda sebagai penulis. Dan di bawah ini ada lima tips kreatif yang bisa Anda ikuti jika Anda ingin membuat kegiatan menulis jadi terasa lebih menyenangkan. Atau mungkin Anda sedang mengalami kebosanan bekerja sebagai penulis?
Lima tips di bawah ini juga mungkin bisa membantu Anda.
Menulis di Bloknot (Notepad)
Jika selama ini Anda menggunakan buku tulis (notebook), cobalah beralih menggunakan bloknot (notepad). Menulis di bloknot dengan halaman-halaman yang harus dibuka secara vertikal--bukan horizontal atau menyamping seperti buku tulis, bisa membantu Anda untuk menulis atau membuat draft lebih efektif. Kenapa? Karena penggunaan bloknot bisa mengurangi gangguan dari halaman sebelumnya karena halaman sebelumnya telah kita balik ke belakang.
Jangan Mengedit Saat Menulis
Saat membuat tulisan pertama atau draft tulisan pertama, jangan melakukan proses penyuntingan. Anda tulis dulu, selesaikan sampai tamat, baru nanti diedit. Mengedit bersamaan ketika menulis akan membuat Anda kehilangan banyak hal penting yang perlu dituliskan.
Mendengarkan Musik yang Sesuai dengan "Suasana" Tulisan Anda
Pilihlah musik yang memiliki suasana yang sama dengan tulisan yang Anda buat. Disarankan untuk mendengarkan musik tanpa lirik atau kata, agar Anda tidak merasa terganggu. Tapi itu semua kembali pada Anda sendiri, tergantung kemampuan Anda untuk fokus atau membagi perhatian Anda ketika menulis sambil mendengarkan musik. Mendengarkan musik bisa membantu Anda untuk menyesuaikan suasana hati Anda ketika menyelesaikan sebuah tulisan.
Berhentilah Berjanji
"Oke, nanti aku akan menulis." "Nanti malam sebelum tidur aku baru akan menulis." "Besok saja aku menulis, ya, besok saja sekalian." Ladies, berhentilah untuk sekadar berjanji untuk menulis. Lakukan saja. Tulis saja apa yang ada di pikiran Anda saat ini. Untuk Anda yang bekerja sebagai penulis yang selalu dibayangi tenggat waktu, Anda tak bisa terus-terusan memanjakan diri Anda untuk menunda-nunda.
Memakai Baju yang Paling Nyaman
Memakai baju yang tidak memberikan kenyamanan hanya akan membuat Anda semakin ogah-ogahan saat menulis. Pilih dan kenakan baju yang paling nyaman saat menulis.
“Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”― Louis L'Amour
Menulis bisa menjadi sebuah aktivitas atau pekerjaan yang begitu personal. Cara menulis yang dilakukan orang lain bisa berbeda dari cara menulis orang yang lain.
Sumber :
http://www.vemale.com
Karir yang bukan Pekerja Kantoran
Bekerja tidak harus di kantor. Kita juga bisa memanfaatkan hobi dan kemampuan yang kita miliki untuk menghasilkan uang. Selain tidak perlu ke kantor, kita bahkan tidak dituntut dengan disiplin waktu. Yang dibutuhkan hanya, kita mampu memberikan yang terbaik.
Terutama bagi seorang wanita dan mereka yang sudah menikah. Pekerjaan seperti ini tidak menyita waktu sehingga Anda masih memiliki banyak waktu untuk mengurus rumah tangga. Nah Ladies, berikut ini jenis pekerjaan yang tidak nampak seperti orang kantoran, dilansir dari womanitely.com.
Chef
Memasak tidak hanya sekedar hobi. Dan memasak bukan hanya tuntutan bagi wanita. Bagi Anda yang jago dalam mengolah masakan, Anda bisa menjadikan peluang bisnis dengan kemampuan Anda ini. Toh, sudah banyak orang-orang yang sukses dalam bidang kulinari.
Designer
Begitu juga dengan para designer. Para insan kreatif ini terlihat santai, namun tangan mereka bisa menghasilkan karya yang sangat cantik. Dan tentu, hasil karya mereka memiliki nilai harga yang tinggi pula.
Penulis
Bagi Anda yang suka mengolah kata, hobi menulis juga bisa menjadi sumber uang lho. Menghabiskan waktu luang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Pekerjaan seperti ini tidak membuat otak Anda jenuh dengan hitungan atau laporan keuangan seperti kebanyakan profesi lainnya.
Personal shopper
Belakangan ini, online shop marak digemari karena memberikan kemudahan bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu luang. Hal ini tentu menjadi peluang bisnis besar bagi Anda yang suka dengan dunia online. Seperti membuka online shop yang menyediakan item fashion.
Wedding planner
Bergabung dengan wedding planner atau wedding organizer tidak menuntut Anda untuk ke kantor atau bahkan harus menggunakan pakaian formal. Anda hanya membutuhkan ide kreatif untuk merencanakan sebuah konsep acara pernikahan yang meriah dan romantis.
Sumber :
http://www.vemale.com
Friday, September 12, 2014
Menjadi Penulis sebagai Karier
Kerja jadi penulis sepertinya gampang ya, tinggal duduk lalu mengetik. Bikin tulisan lalu dapat uang--idealnya memang begitu. Kan cuma nulis aja, apa sih susahnya? Menulis memang sebuah keahlian yang bisa dimiliki setiap orang. Tapi untuk menghasilkan karya tulisan yang baik perlu usaha dan upaya khusus. Selain latihan menulis terus menerus setiap hari, ada sejumlah tips yang bisa Anda ikuti untuk bisa menulis lebih cepat sekaligus lebih baik.
Tak Perlu Menuntut Kesempurnaan di Awal Kalimat
Seperti yang dilansir oleh lifehack.org, kita bisa menulis kalimat pembuka kita di akhir tulisan. Maksudnya adalah Anda bisa baru membuat kalimat pembuka setelah Anda menyelesaikan, misalnya, satu paragraf. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan dalam menulis karena banyak orang yang gagal jadi penulis akibat rasa tertekan yang dirasakan ketika baru awal menulis.
“My advice is to finish the book, then scrap the first chapter all together and write it again without looking at the original.” — Dr. Kim Wilkins
Ketika menulis, untuk sementara abaikan kesalahan tata bahasa atau penulisan kata. Anda bisa mengeditnya nanti ketika tulisan Anda sudah jadi satu tulisan yang utuh.
Lakukan Penelitian dan Observasi
Melakukan penelitian dan observasi memang butuh waktu khusus. Tapi ketika Anda selesai melakukan penelitian Anda untuk tulisan yang akan Anda buat, Anda akan memiliki amunisi yang cukup untuk menulis. Selain itu Anda tidak akan merasa tiba-tiba blank saat menulis.
Hindari Gangguan
Apa cara terbaik Anda untuk fokus? Apabila lini masa atau suara berisik selalu berhasil menghilangkan fokus dan konsentrasi Anda, cari tempat yang paling kondusif untuk Anda menulis.
Menulis itu bisa dibilang seperti bertapa atau mengasingkan diri. Hanya ada Anda dan kata-kata Anda, di situlah dunia Anda saat menulis. Dan untuk mendapatkan kondisi yang seperti ini, butuh strategi khusus.
Selalu Beri Kesempatan untuk Memperbaiki Draft
Yang penting adalah Anda perlu menulis secepatnya. Draft pertama tulisan tak harus selalu sempurna. Saat Anda sudah membuat draft utuh, coba lakukan beberapa pengecekan ulang lagi. Anda juga bisa minta bantuan orang lain untuk mengoreksi atau memberi masukan terhadap draft tulisan Anda.
“You can’t wait for inspiration. You have to go after it with a club.” ― Jack London
Hindari Kalimat-Kalimat Klise
Pembaca akan mengingat tulisan seseorang jika ada sesuatu yang unik dan berbeda dari tulisan itu. Kalimat klise, standar, atau biasa hanya akan menghadirkan tulisan yang tak memikat hati.
Tapi bagaimana cara menghindari penulisan kalimat yang klise? Nah, salah satu cara yang paling efektif adalah menulis hal-hal kecil dan spesifik. Misalnya, untuk mengganti kalimat, "Hari ini dingin sekali," Anda bisa menggunakan, "Jari-jari tangan ini rasanya membeku padahal sudah memakai sarung tangan tebal."
Spesifik, itulah salah satu kunci untuk menghindari kalimat yang basi atau klise. Penggunaan asosiasi atau metafora juga bisa diterapkan di sini.
“Don’t tell me the moon is shining; show me the glint of light on broken glass.” – Anton Chekhov
Oh iya, satu lagi cara untuk membantu Anda bisa menulis cepat yaitu dengan membuat batasan waktu. Anda bisa memanfaatkan jam beker atau alarm ponsel Anda untuk membuat batasan waktu, misalnya selama 20 menit ke depan Anda harus menulis 3 halaman penuh. Cara ini bisa memacu Anda untuk menulis secara cepat dan membuat tulisan utuh dalam sekali waktu.
Penulis adalah sebuah profesi yang menjanjikan asalkan Anda mau terus belajar dan berlatih. Jadi, masih tertarik untuk berkarier di dunia kepenulisan?
Sumber :
http://www.vemale.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Benarkah Hanya 3,5% Penduduk Bisa Mengubah Sebuah Negara? Pelajaran dari Erica Chenoweth tentang Kekuatan Gerakan Sipil Ada sebuah angka yan...
-
Pelajaran Psikologi Bisnis dari Lorong-Lorong Supermarket Pernahkah Anda menyadari sebuah pola yang hampir selalu sama ketika berbelanja di ...
-
Mengapa Tempat Kerja yang Rapi Belum Tentu Produktif? 5R Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tetapi Cara Membangun Budaya Improvement Ketika menden...
-
Mengapa Kita Tidak Harus Memperbaiki Semuanya Sekaligus? 80% Masalah Sering Kali Berasal dari Sebagian Kecil Penyebab Dalam dunia operasiona...
-
MANAGER adalah mereka yang berada di level middle management dan LEADER adalah mereka yang berada di posisi / hirarki puncak perusahaan...


