Showing posts with label The CEO. Show all posts
Showing posts with label The CEO. Show all posts

Sunday, October 4, 2020

Kisah Sukses Kolonel Sanders di KFC

Kolonel Sanders memiliki nama lengkap Harland David Sanders. Ia lahir di negara bagian Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 9 September 1890.

Sebagian orang mengenalnya sebagai pendiri KFC, namun banyak juga yang mengenal ia sebagai sosok pengusaha yang tak kenal lelah dan menginspirasi banyak orang untuk tetap gigih meraih kesuksesan, meski usianya sudah tak muda lagi.


Masa Kecil

Harland Sanders merupakan anak tertua dari pasangan Wilbur David Sanders dan Margaret Ann Sanders.

Ayahnya bekerja di perkebunan dan kadang-kadang mencari tambahan uang dengan bekerja di rumah jagal. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari menjaga dan merawat Harland dan kedua adiknya.

Masa-masa sulit kehidupan Harland dimulai ketika ia menginjak usia 6 tahun. Ayahnya meninggal dunia dan ibunya harus mencari kerja di luar untuk menghidupi kebutuhan keluarga.

Ketika sang ibu mendapatkan pekerjaan di pabrik pengalengan tomat, Harland harus menjaga adik-adiknya di rumah. Ia melakukan semua pekerjaan rumah, termasuk memasak.

Karena memasak sudah menjadi tanggung jawabnya sehari-hari, pada usia kurang dari 10 tahun, kemampuan memasak Harland bisa dibilang sangat mumpuni.

Untuk anak seusianya, ia bisa memasak berbagai menu dan bisa menggunakan pisau dan alat masak lain dengan sangat baik.

Pada usia 12 tahun, sang ibu menikah lagi. Harland tidak akur dengan ayah tirinya. Alhasil, prestasinya di sekolah pun menjadi berantakan.

Setahun kemudian, Harland nekad keluar dari sekolah dan pergi meninggalkan rumah. Ia bekerja serabutan untuk bertahan hidup, mulai dari bekerja di pabrik pembuatan kereta kuda hingga bekerja di perkebunan, seperti yang dilakukan ayahnya dulu.


Perjalanan Karier

Perjalanan karier Harland Sanders bisa dibilang merupakan bagian paling menarik dari biografi Kolonel Sanders untuk disimak.

Dari usia belasan, ia sudah bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Setelah bekerja serabutan di perkebunan, pabrik kereta, hingga menjadi kuli, Harland akhirnya memutuskan untuk mendaftar menjadi tentara pada tahun 1906 saat usianya 16 tahun.

Ia ditugaskan di Kuba. Namun kariernya di militer hanya bertahan satu tahun saja. Di usia 17, ia kembali bekerja serabutan.

Di tahun-tahun berikutnya, Harland Sanders bekerja di berbagai tempat dan sempat juga mendirikan berbagai usaha, meski tidak semua bertahan lama.

Harland bekerja di perusahaan pembuatan rel kereta api dan juga sempat belajar ilmu hukum dan bekerja di kantor penyedia bantuan hukum.

Pada tahun 1920, Harland Sanders mendirikan perusahaan kapal feri. Usaha ini dinilai cukup sukses.

Hanya dalam dua tahun saja, perusahaan kapal feri milik Harland Sanders tersebut sudah menghasilkan profit ratusan ribu dolar dan dilirik oleh berbagai investor.

Akhirnya, sekitar tahun 1923, Harland melepas perusahaan tersebut dan menjualnya ke investor.

Hasil penjualan perusahaan kapal feri digunakan Harland untuk mendirikan perusahaan lampu di tahun 1924.

Perusahaan ini gagal total karena pada pertengahan 1920an, ada perusahaan listrik lain yang lebih mendominasi pasar dan menciptakan teknologi baru.

Setelah gagal dengan perusahaan lampu, Harland pindah dari Indiana ke Kentucky. Di sini, ia membuka usaha pom bensin.

Usaha ini juga tidak berjalan dengan baik karena pada tahun 1930 Amerika Serikat menderita krisis ekonomi parah yang dikenal dunia dengan nama “The Great Depression“.

Setelah “The Great Depression”, Harland mencoba peruntungan kembali dengan mengubah pom bensin miliknya menjadi restoran.

Dengan kemampuan memasak yang mumpuni, Harland menyediakan aneka menu makanan, mulai dari ayam goreng hingga steak. Usaha restoran ini cukup sukses dan bertahan selama belasan tahun.


Restaurant Pertama Kolonel Sanders

Karena restoran tersebut cukup terkenal di wilayah Kentucky, Harland menjadi dikenal banyak orang dan mendapatkan julukan “Kolonel Sanders”, meski faktanya ia tak pernah mendapatkan gelar kolonel selama berkarier di militer.                 


Kolonel Sanders dan Lahirnya Kentucky Fried Chicken (KFC)

Salah satu hal yang dicari pembaca biografi lengkap Kolonel Sanders adalah tentang berdirinya KFC. Pada tahun 1950 atau saat usianya menginjak 60 tahun, Harland Sanders mulai merasa peruntungannya di bidang restoran menurun.

Jumlah pelanggan tidak pernah meningkat banyak dan ia merasa menunya yang itu-itu saja sangat membosankan. Ia memutuskan untuk melakukan revolusi dengan menutup sementara restoran tersebut.

Ia bahkan akhirnya menjual restoran itu untuk modal dalam melakukan “hal baru” yang sudah direncanakan.

Harland menyadari jika selama ini pelanggan restoran sangat menyukai ayam goreng buatannya. Ia mencoba untuk mengembangkan resep ayam goreng tersebut dan menjadikannya usaha.

Dengan modal yang dimiliki, Harland menghabiskan waktu selama lebih dari setahun untuk melakukan uji coba dengan resep ayam goreng. Ia juga mencoba menjual kepada orang-orang dengan konsep door-to-door dan membuka warung kecil di pinggir jalan.

Karena ayam goreng Harland memang enak, usaha kecil ini membuahkan hasil. Pada tahun 1952, ia memutuskan untuk membuka restoran khusus ayam goreng. Restorannya kali ini diberi nama Kentucky Fried Chicken atau KFC.


Kolonel Sanders dan Kentucky Fried Chicken Pertama

Restoran ini menyajikan ayam goreng khas Kolonel Sanders yang dibumbui dengan 11 bumbu rahasia. Restoran inilah yang akhirnya berkembang pesat dan menjadi salah satu franchise fast food terbesar di seluruh dunia.

Kolonel Sanders dan KFC-nya akhirnya berhasil sukses. Pada saat KFC sedang terkenal, usia Kolonel Sanders sudah tidak muda lagi, yaitu hampir 70 tahun.

Hal ini membuat banyak orang menuliskan biografi lengkap Kolonel Sanders untuk mengenangnya sebagai sosok yang inspiratif dan mengajarkan kita untuk tidak pantang menyerah meski usaha yang dibangun mengalami pasang dan surut.


Kehidupan Pribadi

Harland Sanders menikah dengan wanita bernama Josephine King pada tahun 1909, saat usianya 19 tahun. Ia bertemu dengan Josephine pada saat ia bekerja di perusahaan pembuatan rel kereta api.

Dengan Josephine, Harland memiliki tiga orang anak, yaitu satu anak laki-laki yang bernama Harland Junior, dan dua orang anak perempuan bernama Margaret dan Mildred.

Pernikahan Harland dengan Josephine tidak bertahan lama dan dipenuhi dengan drama perselingkuhan dari kedua belah pihak.


Tahun-Tahun Terakhir Kolonel Sanders

Kesuksesan KFC di usianya yang sudah senja membuat Kolonel Sanders sudah terbiasa bekerja di masa tua.

Di usia yang sudah kepala 8, ia tetap bekerja mempromosikan KFC di berbagai tempat, meski pada saat itu hartanya sudah tak terhitung lagi banyaknya.

Kolonel Sanders masih sering mengunjungi cabang-cabang KFC di berbagai negara bagian untuk memberi motivasi, melakukan inspeksi, atau sekedar promosi pada pelanggan.

Tak lengkap rasanya jika menulis biografi Kolonel Sanders tanpa menyertakan akhir hidup dari sang kolonel.

Kolonel Sanders wafat pada 16 Desember 1980 di usia 90 tahun. Ia meninggal karena menderita penyakit leukimia akut. Kolonel Sanders dimakamkan di pemakaman Cave Hill di Louisville, Kentucky.


Sumber :

https://www.koalahero.com/biografi/biografi-kolonel-sanders-pendiri-kfc/

Thursday, September 24, 2020

Eric Yuan

Selama pandemi Covid-19, Zoom menjadi aplikasi yang jamak digunakan. Aplikasi video conference ini menjadi andalan untuk memfasilitasi pekerjaan atau kegiatan belajar mengajar. 

Adalah Eric Yuan, CEO sekaligus otak di balik hadirnya Zoom. Pria yang kini berusia 50 tahun ini memegang sekitar 22 persen saham Zoom, perusahaan yang ia dirikan. Yuan lahir dan dibesarkan di wilayah Provinsi Shandong, China. 

Ia merupakan lulusan dari Universitas Shandong. Di sana, ia banyak mempelajari matematika dan ilmu komputer. Sejak muda, Yuan selalu terkendala dengan jarak. Semasa muda, ia harus naik kereta selama 10 jam untuk menemui kekasihnya. 

Kendala jarak ini tak hanya dialami saat menjalin percintaan. Kendala ini justru membuat Yuan semakin tekun dan berbuah manis seperti sekarang. Yuan punya ambisi, ia ingin bekerja di Silicon Valley. 

Namun, ia terkendala permohonan visa untuk dapat bekerja di sana. Butuh waktu hampir dua tahun dan sembilan kali permohonan agar ia bisa masuk ke Amerika Serikat. 

Ia kemudian diterima dan bekerja di Webex. Pada akhir 1990-an, teknologi semakin berkembang pesat dan teknologi video conference yang awalnya hanya ada di cerita fiksi sains, semakin menjadi kenyataan. 

Webex adalah salah satu perysahaan yang bergerak di bidang tersebut. Yuan menjadi salah satu dari 10 insinyur yang bergabung dengan Webex pada tahun 1997. Satu dekade kemudian, Webex Diakuisisi Cisco dan Eric Yuan menjadi salah satu wakil presiden di sana dan mengelola lebih dari 800 pegawai. 

Di sinilah Yuan menemukan jalannya untuk membangun Zoom sampai sekarang. Pengaruh iPhone Pada 2007 silam, saat Cisco mengakuisisi Webex, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan iPhone. 

Yuan, dengan jeli melihat bahwa lahirnya iPhone akan menjadi sebuah peluang besar. Ia meyakini bahwa perusahaan, akan membutuhkan sebuah produk atau aplikasi yang dapat berfungsi di dalam sebuah ponsel, bukan hanya PC. 

Ditolak para petinggi Cisco Ia kemudian memaparkan pendapatnya kepada para pimpinan Cisco. Alih-alih dukungan, idenya malah ditolak oleh para petinggi Cisco. Para pemimpin tidak setuju dan pada tahun 2011, Yuan memutuskan untuk pergi dan mulai membangun Zoom. 

Ia tidak sendiri. Yuan membawa satu gerbong ahli dari perusahaan sebelumnya untuk mulai mendirikan Zoom. Yuan memilih wilayah San Jose, California, Amerika Serikat, sebagai lokasi kantor pusat. Meski demikian, ia juga memiliki tim peneliti dan pengembang di China. 

Usahanya mengembangkan Zoom tidak mudah. Setelah Zoom lahir, ia harus mencari klien yang mau menggunakan aplikasi tersebut. Dengan cara persuasif, ia menghubungi setiap perusahaan yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Zoom. 

Namun tak jarang usahanya sia-sia. Sebenarnya, nilai jual utama Zoom adalah sifatnya yang "netral". Dia tidak terikat dengan platform tertentu, seperti FaceTime milik Apple, Hangouts milik Google, atau Skype milik Microsoft. 

Bahkan, siapa pun bisa menggunakan Zoom meski ia tak memiliki akun. Cukup dengan mengklik tautan yang diberikan oleh "host", semua orang dapat bergabung dalam sebuah video conference. Belakangan, nilai jual ini justru menjadi bumerang bagi Zoom. 

Banyak orang yang tak dikenal dapat masuk dengan leluasa dan mengganggu jalannya rapat. Gangguan tersebut kemudian dikenal dengan istilah "Zoombombing". 

Popularitas Zoom yang kian meroket Dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Senin (15/6/2020), popularitas Zoom mulai menanjak saat pandemi Covid-19. Meski tak sedikit pihak yang menentang penggunaan Zoom karena dinilai tidak aman. 

Zoom terus berupaya memperbaiki sisi keamanannnya. Baru-baru ini, Zoom menambahkan fitur enkripsi keamanan di platform-nya. Namun, fitur keamanan enkripsi end-to-end di layanan konferensi video, Zoom hanya akan diberikan bagi pengguna Premium atau yang pelanggan yang membayar saja. 

Zoom membatasi ketersediaan standar keamanan tersebut hanya untuk pelanggan berbayar, dengan tujuan untuk mencegah penyalahgunaan aplikasi. Eric Yuan pun membeberkan alasan di balik kebijakan tersebut. 

Yuan mengatakan bahwa kebijakan ini didasari dengan keinginan Zoom untuk bekerja sama dengan pihak penegak hukum. "Kami tidak memberikan fitur keamanan itu kepada pengguna gratisan, karena kami ingin bekerja sama dengan FBI dan penegak hukum apabila terdapat penyalahgunaan aplikasi Zoom," kata Yuan dalam sebuah pernyataan. 

Yuan pun mengaku tak pernah mengira Zoom menjadi infrastruktur yang paling dibutuhkan sejak awal pandemi Covid-19 hingga era new normal saat ini. Berdasarkan trafik perusahaannya, pengguna aplikasi Zoom terus meningkat setiap hari. 

Pada Desember 2019, jumlah penggunanya hanya mencapai 10 juta. Kemudian pengguna Zoom semakin meningkat hingga mencapai 200 juta pengguna. Peningkatan yang signifikan itu tidak pernah dibayangkan oleh Yuan. 

Yuan sebelumnya hanya membayangkan aplikasi Zoom sebagai aplikasi konferensi video biasa yang bisa menjadi pilihan dari beberapa aplikasi semacamnya. Karena itu, Yuan mulai tidak cukup tidur, dia hanya bisa tidur selama tiga sampai empat jam setiap harinya. 

Setiap bangun tidur, Yuan langsung melanjutkan kerjanya dan memastikan server Zoom tidak kewalahan karena jumlah penggunanya yang membludak. "Saya tidak pernah berpikir bahwa dalam semalam seluruh dunia akan menggunakan Zoom," kata Yuan.


Sumber:

https://tekno.kompas.com/read/2020/06/15/19530067/kisah-eric-yuan-yang-mendirikan-zoom-setelah-idenya-ditentang-cisco?page=all.

Elon Musk


Elon Reeve Musk FRS lahir di Afrika Selatan, 28 Juni 1971 adalah tokoh bisnis, penemu, dan industrialis dari Amerika Serikat. Ia merupakan pendiri, CTO, dan CEO SpaceX, CEO dan arsitek produksi Tesla, pendiri The Boring Company, dan pendiri Neuralink. 

Setelah mengikuti kuliah perdagangan di Queen's School of Business selama dua tahun, Musk mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari the Wharton School of the University of Pennsylvania dan sarjana fisika.

Musk Melanjutkan Studi Ph.D. Fisika ke Stanford University pada tahun 1995 namun hanya mengikuti kelas selama 2 hari untuk melanjutkan karirnya dengan mendirikan Zip2, Musk juga ikut berperan dalam berdirinya PayPal. Musk memiliki tiga kewarganegaraan yaitu Afrika Selatan, Kanada, dan Amerika Serikat.

Musk adalah pendiri beberapa perusahaan teknologi populer, termasuk SpaceX yang bergerak di teknologi antariksa; Tesla Inc. yang bergerak di bidang otomotif; OpenAI, SolarCity, Neuralink, serta beberapa perusahaan lainnya. 

Musk menyatakan bahwa dengan perusahaan-perusahaan ini didirikannya dengan tujuan mengubah dunia dan kehidupan manusia termasuk mengurangi pemanasan global melalui peningkatan produksi dan konsumsi energi terbarukan. Ia juga berharap dapat mengurangi "risiko punahnya umat manusia" dengan meningkatkan teknologi untuk hidup di planet lain, khususnya di Mars.

Pada bulan September 2020, kekayaan Musk ditaksir mencapai USD 102,9 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-4 di dunia. Pada Tahun 201, majalah Forbes menempatkannya sebagai peringkat ke-25 dalam daftar Orang Paling Berkuasa di Dunia.


Masa Kecil

Elon lahir di Pretoria, Afrika Selatan, dari pasangan ibu Kanada dan ayah Afrika Selatan. Ibunya bernama Maye Musk, seorang model dari Regina, Saskatchewan, Kanada, sementara ayahnya adalah Errol Musk, seorang ahli elektromekanika, pilot, dan juga pelaut.

Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Kimbal (lahir pada 1972) dan adik perempuan, Tosca (lahir 1974). Neneknya berasal dari Britania Raya, sementara kakeknya berasal dari Amerika Serikat. Setelah orang tuanya bercerai pada tahun 1980, Elon tinggal bersama ayahnya di Pretoria.

Sejak kecil, Elon sangat senang membaca dan belajar. Pada usia 10 tahun, ia mulai tertarik dengan mempelajari teknik komputer. Pada usia 12 tahun, ia belajar pemrograman dan berhasil membuat serta menjual kode komputer pada majalah komputer untuk sebuah gim yang ia beri nama Blastar dengan harga $500.

Elon lulus dari Pretoria Boys High School dan pindah ke Kanada tahun 1989 pada usia 17 tahun untuk menghindari wajib militer di Afrika Selatan. Tahun 1992, setelah belajar selama dua tahun di Queen's University, Kingston, Ontario, Musk pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan memperoleh gelar S1 dalam bidang ekonomi dan S1 kedua dalam bidang fisika. 

Ia pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D. dalam bidang fisika terapan di Stanford namun keluar setelah dua hari demi mengejar keinginannya untuk berwiraswasta di sektor Internet, energi terbarukan, dan luar angkasa.


Zip2

Di awal kariernya, Musk mendirikan Zip2, perusahaan perangkat lunak web, bersama adiknya, Kimbal Musk. Perusahaan ini mengembangkan dan memasarkan "panduan kota" Internet untuk industri penerbitan surat kabar. 

Musk mendapatkan kontrak dengan New York Times dan Chicago Tribune dan membujuk dewan direkturnya agar mau membatalkan rencana merger dengan perusahaan CitySearch. Compaq mengakuisisi Zip2 senilai US$307 juta secara tunai dan US$34 juta dalam bentuk opsi saham pada tahun 1999. Musk menerima 7% atau $22 juta dari penjualan tersebut.


X.com dan PayPal

Musk memanfaatkan hasil penjualan Zip2-nya sebesar $10 juta untuk mendirikan layanan keuangan dalam jaringan bernama X.com pada bulan Maret 1999. Musk merekrut eksekutif bisnis John Story dan Bill Harris sebagai investor dan Harris menjadi presiden dan CEO perusahaan. Musk menjadi ketua perusahaan dan menerima modal sebesar $25 juta dari firma modal usaha Sequoia Capital. Perusahaan ini mulai meluncurkan layanannya pada Desember 1999 yang menyediakan rekening dan kartu tunai Internet.

Beberapa bulan kemudian, X.com mengakuisisi Confinity, perusahaan yang mengoperasikan layanan transfer uang bernama PayPal.[22] Pendiri pendamping Confinity, Max Levchin, dan salah satu investor perusahaan mendepak Musk dari jabatannya sebagai CEO X.com. 

Sistem PayPal baru berusia beberapa bulan dan Musk merasa PayPal punya masa depan yang menjanjikan. Musk dan Harris kali ini tidak sepakat dan Harris keluar dari perusahaan pada Mei 2000. Bulan Oktober 2000, Musk memutuskan bahwa X.com akan menghentikan operasi perbankan Internetnya dan berfokus pada layanan uang PayPal.

X.com berganti nama menjadi PayPal dan berekspansi cepat tahun 2001 karena digunakan oleh eBay. Perusahaan yang baru berganti nama ini membuka diri sebagai perusahaan yang diperdagangkan publik pada Februari 2002 dan diakuisisi eBay senilai $1,5 miliar dalam bentuk saham pada akhir 2002. 11,5% saham Musk atas perusahaan terakuisisi ini berbuah $165 juta dalam bentuk saham eBay.


SpaceX

Musk mendirikan perusahaan ketiganya, Space Exploration Technologies (SpaceX), pada bulan Juni 2002 dan menjabat sebagai CEO dan CTO. SpaceX mengembangkan dan memproduksi wahana luncur antariksa sambil memajukan teknologi roket. Dua wahana luncur pertama buatan perusahaan ini adalah roket Falcon 1 dan Falcon 9. Wahana antariksa pertamanya adalah Dragon.

SpaceX memenangkan kontrak NASA senilai $1,6 miliar pada 23 Desember 2008 untuk 12 penerbangan roket Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon ke International Space Station, menggantikan program Space Shuttle setelah dihentikan tahun 2011. 

Awalnya, Falcon 9/Dragon akan menggantikan fungsi angkut kargo Shuttle dan transportasi astronaut akan ditangani Soyuz. Akan tetapi, SpaceX telah merancang Falcon 9/Dragon dengan kemampuan angkut astronaut dan komisi Augustine merekomendasikan agar transportasi astronaut ditangani oleh perusahaan komersial seperti SpaceX.

Musk mengaku dipengaruhi oleh seri Foundation Isaac Asimov dan memandang penjelajahan luar angkasa sebagai tahap utama untuk memperluas sekaligus melestarikan kehidupan manusia. Musk mengatakan bahwa kehidupan multiplanet bisa meredam ancaman terhadap kelangsungan spesies manusia. 

"Asteroid atau gunung berapi super bisa memusnahkan kita, dan kita menghadapi risiko yang tidak pernah dialami dinosaurus: Virus rekayasa, pembuatan lubang hitam mikro tak disengaja, pemanasan global atau teknologi misterius yang mampu mengakhiri kelangsungan hidup kita. 

Umat manusia berevolusi selama jutaan tahun, tetapi dalam enam puluh tahun terakhir, senjata atom memunculkan potensi untuk memusnahkan diri kita sendiri. Cepat atau lambat, kita harus memperluas eksistensi manusia sampai ke luar bola hijau dan biru ini—atau siap-siap musnah.

Tujuan Musk adalah mengurangi biaya penerbangan antariksa manusia sampai sepersepuluhnya. Ia mendirikan SpaceX dengan dana $100 juta dari kekayaannya sendiri. Ia masih menjabat sebagai CEO dan CTO perusahaan yang berpusat di Hawthorne, California ini.

Dalam kurun tujuh tahun, SpaceX merancang keluarga wahana luncur Falcon dan wahana antariksa serbaguna Dragon dari nol. Bulan September 2009, roket SpaceX Falcon 1 menjadi wahana berbahan bakar cair swasta pertama yang menempatkan satelit di orbit Bumi. 

NASA memilih SpaceX sebagai bagian dari program pertama yang memercayakan perusahaan swasta untuk mengirim kargo ke International Space Station. Kontrak ini, dengan nilai minimal $1,6 miliar dan nilai maksimal $3,1 miliar, menjadi titik balik akses pengiriman kargo ke dan dari stasiun luar angkasa. 

Selain layanan ini, tujuan SpaceX adalah menurunkan biaya penerbangan luar angkasa orbital dan memperbarui keandalannya menurut urutan kepentingannya, serta menciptakan wahana luncur orbit yang dapat dipakai kembali. 

Pada tahun-tahun selanjutnya, Musk akan berfokus mengirimkan astronaut ke International Space Station, namun ia juga menyatakan bahwa tujuan pribadinya adalah memungkinkan penjelajahan dan kolonisasi Mars oleh manusia. 

Dalam wawancara tahun 2011, ia mengungkapkan harapannya agar bisa mengirim manusia ke permukaan Mars dalam kurun 10–20 tahun mendatang. Tanggal 25 Mei 2012, wahana SpaceX Dragon merapat di ISS dan membuat SpaceX perusahaan komersial pertama yang meluncurkan dan merapatkan wahananya di International Space Station.


Tesla Motors

Musk melihat demonstrasi perakitan pada acara pembukaan kembali pabrik NUMMI yang sekarang menjadi Tesla Motors di Fremont, California, tahun 2010

Musk adalah salah satu pendiri Tesla Motors dan saat ini menjabat sebagai kepala desain produk. Meski begitu, ketertarikan Musk terhadap mobil listrik sudah ada jauh sebelum pendirian Tesla.

Musk memimpin investasi Series A di Tesla Motors yang diinkorporasikan dan didanai 9 bulan sebleumnya oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Putaran Series A melibatkan investasi dari grup-grup investor kecil, termasuk SDL Ventures dan Compass Technology Partners. Akibat krisis keuangan 2008 dan pemutusan hubungan kerja di Tesla, Musk terpaksa mengemban tugas-tugas CEO.

Tesla Motors awalnya membuat mobil sport listrik, Tesla Roadster, yang berhasil terjual 2.500 unit di 31 negara. Tesla mulai meluncurkan sedan Model S empat pintunya pada 22 Juni 2012 dan Model X untuk pasar SUV/minivan pada 9 Februari 2012. Model X rencananya mulai diproduksi tahun 2014. 

Selain mobilnya sendiri, Tesla menjual sistem powertrain listrik ke Daimler untuk mobil Smart EV dan Mercedes A Class dan ke Toyota untuk mobil listrik RAV4. Musk juga berhasil membuat kedua perusahaan tersebut mau menanamkan modal jangka panjang di Tesla.

Musk juga lebih memilih produksi mobil subkompak di bawah $30.000 dan membuat dan menjual komponen powertrain mobil listrik supaya produsen mobil lainnya bisa memproduksi mobil listrik dengan harga terjangkau tanpa perlu mengembangkan sendiri komponennya. Sejumlah majalah dan surat kabar besar membanding-bandingkan Musk dengan Henry Ford atas usahanya yang mempercanggih powertrain mobil.

Untuk mengakali hambatan jarak tempuh mobil listrik, dalam sebuah wawancara dengan All Thins D bulan Mei 2013, Musk mengatakan bahwa Tesla sedang "memperluas secara dramatis" jaringan stasiun pengisian listriknya (supercharger), melipat tigakan jumlahnya di pesisir timur dan barat Amerika Serikat sepanjang bulan Juni, disertai rencana ekspansi ke seluruh Amerika Utara, termasuk Kanada, sampai akhir tahun ini. Ia kabarnya memegang 32% saham Tesla senilai $5,82 miliar per Agustus 2013.


SolarCity

Musk adalah pengusung konsep awal SolarCity, perusahaan yang jabatan ketua dewan dan sebagian besar sahamnya dipegang oleh Musk. SolarCity adalah penyalur sistem tenaga surya terbesar di Amerika Serikat. Sepupunya, Lyndon Rive, adalah CEO dan pendiri pendamping perusahaan ini.

Motivasi yang mendasari pendanaan SolarCity dan Tesla adalah melawan pemanasan global. Pada tahun 2012, Musk mengumumkan bahwa SolarCity dan Tesla Motors bekerja sama memanfaatkan baterai mobil listrik untuk mengurangi dampak panel surya di atap terhadap sistem listrik kota.

Pada 17 Juni 2014, Musk berkomitmen untuk membangun fasilitas produksi canggih SolarCity di Buffalo, New York, yang akan tiga kali lipat ukuran pabrik surya terbesar di Amerika Serikat. Musk menyatakan pabrik itu akan menjadi "salah satu pabrik produksi panel surya terbesar di dunia," dan akan diikuti oleh satu atau lebih fasilitas yang bahkan lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. 

Tesla Gigafactory 2 adalah pabrik sel fotovoltaik (PV), yang disewa oleh anak perusahaan Tesla, SolarCity di Buffalo, New York. Konstruksi pabrik dimulai pada 2014 dan selesai pada 2017. Tesla menerima $ 750 juta dana publik dari Gubernur New York Andrew Cuomo sebagai bagian dari proyek Buffalo Billion - sebuah rencana untuk menginvestasikan uang untuk membantu perekonomian Buffalo, wilayah New York - untuk membangun pabrik dan infrastruktur.


Hyperloop

Tanggal 12 Agustus 2013, Musk meluncurkan rencana mode transportasi baru yang akan menghubungkan wilayah Los Angeles Raya dan Wilayah Teluk San Francisco setelah dikecewakan oleh sistem California High-Speed Rail yang sudah disetujui pemerintah. 

Ia menjuluki rencananya "hyperloop", mesin perjalanan udara subsonik yang merentang sekitar 350 mil (560 km) dari Sylmar (sebelah utara Los Angeles) hingga Hayward (sebelah timur San Francisco) dan secara teoretis memungkinkan komuter bepergian antarkota dalam waktu 30 menit atau kurang, sehingga waktu tempuhnya lebih pendek daripada pesawat komersial masa kini.

Rencana Musk akan membuat perjalanan lebih murah daripada mode transportasi jarak jauh lainnya. Biaya total untuk pembangunan sistem ini diperkirakan mencapai $6 miliar. Sistem ini rencananya menggunakan ruang vakum parsial untuk mengurangi gesekan aerodinamis yang memungkinkan perjalanan berkecepatan tinggi dengan konsumsi tenaga yang rendah. Rencananya, kebutuhan listrik Hyperloop sepenuhnya bergantung pada tenaga surya.

September 2013 lalu, sebuah perusahaan startup yang berbasis di California merekrut dua engineer ternama untuk membuat Hyperloop menjadi kenyataan. Perusahaan yang bernama JumpStartFund tersebut merekrut Marco Villa, mantan direktur operasi misi pada Space X dan Patricia Galloway, yang merupakan presiden wanita pertama pada American Society of Civil Engineer.


OpenAI

Pada Desember 2015, Musk mengumumkan pendirian OpenAI, sebuah perusahaan riset kecerdasan buatan nirlaba (AI). OpenAI bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan dengan cara yang aman dan bermanfaat bagi umat manusia.

Dengan membuat AI tersedia untuk semua orang, OpenAI ingin "menangkal perusahaan besar yang mungkin mendapatkan terlalu banyak kekuatan dengan memiliki sistem super-intelijen yang ditujukan untuk keuntungan, serta pemerintah yang dapat menggunakan AI untuk mendapatkan kekuatan dan bahkan menindas warga mereka".

Musk telah menyatakan dia ingin menangkal konsentrasi kekuasaan. Pada tahun 2018 Musk meninggalkan dewan OpenAI untuk menghindari kemungkinan konflik di masa depan dengan perannya sebagai CEO Tesla karena Tesla semakin terlibat dalam AI melalui Tesla Autopilot.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan Joe Rogan pada September 2018, Musk memperingatkan tentang bahaya mengembangkan kecerdasan buatan tanpa pandang bulu. Pada Januari 2019 Mark Harris dari The Guardian mencatat bahwa pada tanggal 23 Januari yayasan Musk "menambahkan garis ke situs webnya, menyatakan dukungannya untuk" pengembangan kecerdasan buatan yang aman untuk memberi manfaat bagi kemanusiaan"".


Neuralink

Pada tahun 2016, Musk mendirikan Neuralink, sebuah neuroteknologi perusahaan startup untuk mengintegrasikan otak manusia dengan kecerdasan buatan. Perusahaan ini berpusat pada menciptakan perangkat yang dapat ditanamkan di otak manusia, dengan tujuan akhirnya membantu manusia bergabung dengan perangkat lunak dan mengimbangi kemajuan dalam kecerdasan buatan. 

Perangkat tambahan ini dapat meningkatkan memori atau memungkinkan lebih banyak berinteraksi langsung dengan perangkat komputasi. Musk melihat Neuralink dan OpenAI sebagai terkait: "OpenAI adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk meminimalkan bahaya kecerdasan buatan, sementara Neuralink bekerja pada cara untuk menanamkan teknologi ke dalam otak kita untuk menciptakan antarmuka pikiran-komputer."


The Boring Company

Pada 17 Desember 2016, ketika terjebak kemacetan, Musk mengirim tweet "[Saya] akan membangun mesin bor terowongan dan mulai menggali   . . . " Perusahaan itu bernama 'The Boring Company'. Pada 21 Januari 2017, Musk tweeted "Kemajuan yang menggembirakan di depan terowongan. 

Berencana untuk mulai menggali dalam sebulan atau lebih." Terowongan pertama akan dimulai di kampus SpaceX,[61] The Boring Test Tunnel berjalan di bawah West 120th Street. Per 26 Januari 2017, diskusi dengan badan pengawas telah dimulai.

Pada bulan Februari 2017, perusahaan mulai menggali "parit uji" selebar 30-kaki (9,1 m), sepanjang 50-kaki (15 m), dan sedalam 15-kaki (4,6 m) yang dalam di lokasi kantor Space X di Los Angeles, karena pembangunannya tidak memerlukan izin.

Musk telah mengatakan pada awal 2017 bahwa penurunan 10 kali lipat dalam biaya pengeboran terowongan per mil diperlukan untuk kelayakan ekonomi dari jaringan terowongan yang diusulkan. Lebar terowongan dioptimalkan untuk kendaraan listrik saja, yang menghindari komplikasi ventilasi buang dengan mesin pembakaran internal.

Sebagai kesaudagaran, perusahaan ini menjual 20.000 "penyembur api" pada tahun 2018 [67][68], terinspirasi oleh film Spaceballs.


Filantropi

Musk adalah ketua Musk Foundation yang berfokus pada program filantropi di bidang pendidikan sains, kesehatan pediatrik, dan energi hijau. Ia adalah anggota dewan pengawas X Prize Foundation, yayasan yang mempromosikan teknologi energi terbarukan. 

Ia merupakan anggota dewan Space Foundation, National Academies Aeronautics and Space Engineering Board, Planetary Society, dan Stanford Engineering Advisory Board. Musk juga merupakan anggota dewan pengawas California Institute of Technology (Caltech).

Ia memulai sebuah program multimiliar dolar melalui yayasannya pada tahun 2010 berupa sumbangan sistem tenaga surya darurat di daerah-daerah bencana. Instalasi tenaga surya darurat pertama disumbangkan ke pusat tanggap bencana badai di Alabama yang tidak tersentuh bantuan negara bagian dan federal. 

Untuk memperjelas bahwa bantuan ini tidak ditunggangi kepentingan komersial Musk, SolarCity mengatakan bahwa mereka tidak punya rencana aktivitas bisnis di Alabama. Dalam kunjungan tahun 2011 ke Soma City di Fukushima, Jepang, yang diterjang tsunami, ia menyumbangkan proyek tenaga surya senilai $250.000 kepada pemerintah kota.

Musk punya rencana untuk proyek "Mars Oasis" pada tahun 2001. Proyek ini berupa pembangunan miniatur rumah kaca uji coba di Mars berisi bahan makanan yang tumbuh di tanah regolith Mars. Ia menunda proyek ini setelah mengetahui bahwa masalah mendasar yang menghambat umat manusia untuk menjadi peradaban pengarung angkasa sejati adalah keterbelakangan teknologi roket. Ia berusaha memecahkan masalah ini dengan mendirikan SpaceX untuk menciptakan roket-roket antarplanet revolusioner baru.

Tujuan jangka panjangnya adalah membantu umat manusia menciptakan peradaban pengarung angkasa sejati melalui SpaceX. Filosofi Musk dan penjelasan tentang apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini disertakan dalam podcast IEEE berujul "Elon Musk: a founder of Paypal, Tesla Motors, and SpaceX" dan artikel "Risky Business."

Musk bergabung dengan The Giving Pledge pada April 2012 dan memberikan komitmen etis berupa donasi sebagian besar kekayaannya untuk program filantropis. Musk menjadi anggota kampanye yang pertama kali dipopulerkan Warren Buffett dan Bill Gates ini. Kampanye ini diikuti keluarga dan orang-orang terkaya di Amerika Serikat, termasuk Arthur Blank dan Michael Moritz.

Blog otomotif Jalopnik melaporkan pada 16 Agustus 2012 bahwa Musk mendukung upaya Matthew Inman dari The Oatmeal untuk melindungi situs laboratorium Nikola Tesla di Long Island, New York, dan mengubahnya menjadi museum, Tesla Science Center at Wardenclyffe.

Musk pernah mendukung komite aksi publik (PAC) Amerika Serikat FWD.us yang dirintis pengusaha ternama Mark Zuckerberg dan menyuarakan reformasi imigrasi. Sayangnya, pada Mei 2013, Musk menarik dukungannya sebagai bentuk protes atas iklan yang dijalankan PAC ini yang mendukukng proyek-proyek seperti Keystone Pipeline. 

PAC memang lazim mendukung kedua sisi spektrum politik agar mendapat simpati para pembuat keputusan demi menggolkan tujuan utama grup ini. Musk dan beberapa anggota penting lainnya, termasuk David Sacks, menarik dukungannya dan mengkritik strategi organisasi yang dianggap "sinis".


Penghargaan

Terdaftar sebagai satu dari 100 tokoh yang paling berpengaruh tahun 2010 versi Time Magazine. Jon Favreau, sutradara film Iron Man, menjelaskan di artikel Time tentang bagaimana Musk menginspirasi karakter tokoh miliarder genius di film besutannya, Tony Stark.

Tahun 2010, badan penerbangan dunia Fédération Aéronautique Internationale menganugerahi Musk penghargaan tertinggi di bidang angkasa & luar angkasa, FAI Gold Space Medal, karena merancang roket swasta pertama yang mencapai orbit. Pemenang sebelumnya adalah mencakup Neil Armstrong, Burt Rutan dari Scaled Composites, dan John Glenn.

Satu dari 75 tokoh paling berpengaruh abad ke-21 versi majalah Esquire.

Bulan Juni 2011, Musk dianugerahi Heinlein Prize for Advances in Space Commercialization senilai $500.000

Bulan Februari 2011, Forbes memasukkan Musk dalam daftar "America's 20 Most Powerful CEOs 40 And Under".

Diakui sebagai Living Legend in Aviation tahun 2010 oleh Kitty Hawk Foundation karena menciptakan pengganti Space Shuttle (roket Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon). Pemenang lainnya meliputi Buzz Aldrin dan Richard Branson.

American Institute of Aeronautics and Astronautics George Low Award atas kontribusi tertinggi di bidang transportasi luar angkasa tahun 2007/2008. Musk diakui atas desain Falcon 1-nya, roket berbahan bakar cair swasta pertama yang mencapai orbit.

National Space Society Von Braun Trophy tahun 2008/2009 karena memimpin pencapaian terhebat di luar angkasa. Pemenang sebelumnya adalah Burt Rutan dan Steve Squyres.

National Wildlife Federation 2008 National Conservation Achievement Award untuk Tesla Motors dan SolarCity. Pemenang lainnya untuk tahun 2008 adalah jurnalis Thomas Friedman, Senator A.S. Patrick Leahy, dan Gubernur Florida Charlie Crist.

The Aviation Week 2008 Laureate untuk pencapaian terbaik dalam industri luar angkasa di seluruh dunia.

R&D Magazine Innovator of the Year 2007 untuk SpaceX, Tesla, dan SolarCity.

Automotive Executive of the Year (Worldwide) 2010 karena menunjukkan kepemimpinan teknologi dan inovasi melalui Tesla Motors. Pemenang sebleumnya meliputi Bill Ford Jr, Bob Lutz, Dieter Zetsche, dan Lee Iacocca. Musk adalah pemenang termuda.

Inc Magazine Entrepreneur of the Year Award 2007 atas karyanya di Tesla dan SpaceX.

2007 Index Design Award untuk desain Tesla Roadster. Global Green 2006 Product Design Award untuk desain Tesla Roadster diberikan oleh Mikhail Gorbachev.

Tahun 2010, Musk diangkat menjadi anggota dewan pengawas California Institute of Technology.

Tahun 2011, Musk dianugerai gelar Legendary Leader di Churchill Club Awards.

Tahun 2012, Musk dianugerahi medali emas sebagai bentuk penghargaan tertinggi Royal Aeronautical's Society.

Tahun 2016, Musk terpilih menjadi orang paling berkuasa nomor 21 didunia oleh majalah Forbes.

Tahun 2018, Musk dianugerahi Fellow of the Royal Society atas kontribusi besarnya dalam bidang ilmu teknik.

the Most Innovative Leaders oleh Forbes pada tahun 2019.

Musk merupakan Direktur Planetary Society, anggota dewan pengawas The X-Prize Foundation, dan anggota Stanford University Engineering Advisory Board. Ia sebelumnya menjabat sebagai anggota United States National Academy of Sciences Aeronautics and Space Engineering Board. Dalam survei Space Foundation tahun 2010, Musk dijuluki pahlawan luar angkasa paling terkenal ke-10 (bersama perintis dan ilmuwan roket Wernher von Braun).


Doktor kehormatan

Doktor kehormatan dalam bidang desain dari Art Center College of Design

Doktor kehormatan (DUniv) dalam bidang teknik penerbangan dari University of Surrey


Ketertarikan

Musk menyebut dirinya sebagai pekerja aktif yang secara rutin menghabiskan 100 jam per minggu untuk mengurus Tesla Motors dan SpaceX dan sering bepergian menggunakan jet perusahaan.

Pabrik SpaceX pernah dijadikan lokasi syuting Iron Man 2 dan Musk tampil kameo di film ini.

Musk sebelumnya memiliki mobil sport McLaren F1 dan pesawat jet Aero L-39 buatan Ceko. Pesawat Dassault Falcon 900 model 1994-nya dipakai dalam film Thank You for Smoking (2005) dan terdaftar atas nama Musk (N900SX). Musk tampil kameo di film tersebut sebagai pilot pesawatnya, pembuka pintu untuk Robert Duvall, dan pengawal Aaron Eckhart ke luar negeri. Musk menghadiri festival Burning Man tahun 2004 dan mengaku bahwa di sana ia mendapatkan ide tentang SolarCity. Ia juga mengusulkan sistem terowongan jet tenaga surya bernama Hyperloop yang memungkinkan perjalanan dari San Francisco ke Los Angeles dalam waktu kurang dari 30 menit.


Keluarga

Musk tinggal di Bel Air, Los Angeles, California. Musk bertemu istri pertamanya, penulis asal Kanada Justine Musk, ketika masih kuliah di Queen's University. Mereka menikah tahun 2000. Mereka menyatakan bercerai pada September 2008. Pada Januari 2012, Musk mengumumkan bahwa ia mengakhiri hubungannya selama empat tahun dengan istri keduanya, aktris asal Britania Raya Talulah Riley.

Musk memiliki lima anak laki-laki, kembar dua dan kembar tiga. Mereka diasuh oleh Elon dan Justine Musk.

Tosca Musk, kakak Elon, adalah pendiri Musk Entertainment dan telah memproduksi banyak film. Elon menjadi produser eksekutif film pertama besutan Tosca, Puzzled. Adiknya, Kimbal, adalah CEO perusahaan pencarian sosial OneRiot dan pemilik restoran The Kitchen yang berlokasi di Boulder dan Denver, Colorado.

Sepupunya, Lyndon Rive, merupakan CEO dan pendiri pendamping Solar City.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Elon_Musk

Wednesday, September 23, 2020

Startup Team Symmetry

Symmetry is a beautiful thing. Things that are symmetrical exist in perfect harmony. Each part is proportional, equal and inseparable. No part is greater or better than the other parts. Such perfect balance exists in nature, but is difficult to replicate within man-made organizations led by ego-driven human beings with a need for power and control. This is one reason why upstarts can topple the mightiest of companies.

Some of the best companies were started and built as a result of good team symmetry: Annheuser – Busch, Hewlett – Packard, Microsoft (Gates – Allen), Apple (Jobs – Wozniak), Google (Page – Brin), Mattel (Matson – Handler)…and the list goes on. In most cases, team symmetry was probably a fortuitous accident at the start, but building and succeeding was more likely by design. A startup’s first key hires will likely make or break a company: Microsoft (Ballmer), Apple (Markkula), Amazon (Kaphan), Google (Silverstein), Uber (Graves)…and the list goes on.


What does ideal startup team symmetry look like?

Not many studies have been done on startup team development. I am certainly not an organizational expert, but in my humble view, ideal startup team symmetry is a hexagon – it has six sides. Like a honeycomb, it has the smallest total perimeter. It has no gaps. It wastes no time or energy, and it produces the maximum amount of “honey.” A company may start with one founder (circle), two founders (semi-circle), or three founders (triangle), but it must eventually evolve into a six-sided symmetrical entity in order to maximize its chances for survival and success. 

We can argue about what titles to give each side. Titles are not all that important, but defined roles and responsibilities are essential to startup success. I will argue the six essential roles are vision/leadership, finance, product (tech), operations, marketing, and sales. 

Most startups try to lump finance and operations together into one role. They almost always try to lump marketing and sales together into one role. This is a mistake in my view. That structure creates a four-sided organization…a square. Squares are symmetrical and easier to create. Some may argue they are even more efficient than hexagons. The problem with squares is that they tend to become rectangles, with two sides becoming longer (more important) than the other two sides. This is how empire-building and team dysfunction happen.

I tend to think the bees figured it out and offer the best model for startup organizations. I think the ideal startup is a hexagon and fulfills six equally-important roles:


Chief Executive Officer (CEO) – you are the keeper of the vision and creator of the culture. You can clearly articulate the big vision and what it will take to achieve it. You are the leader, the face and voice of the company. You are in charge of everything and you hold yourself and everyone else accountable. You keep everyone aligned and moving towards the same vision. You attract and incentivize the leaders of the other five sides of the honeycomb. You prevent empire-building and team dysfunction. You attract the investors, key partnerships and other external resources needed to grow and succeed. You have the courage to make the tough decisions; change direction and people if it’s necessary for survival or growth. You never let the company get off mission or lose the will to fight.


Chief Financial Officer (CFO) – you are the keeper of the honey, where it is coming from and where it is going. You make sure that not even an ounce is wasted. You know the company revenue model better than the back of your hand. You institute good financial systems and controls. You make the other five sides of the honeycomb justify and defend their budgets. You regulate inventories and anticipate future financial needs. You take corrective action the instant things don’t look right…the minute the company is off plan. You have creative ways of stretching a dollar and extracting the best terms from vendors. You make sure the CEO and other four C’s know exactly where the company stands at all times.


Chief Technology (or Product) Officer (CTO) – you are the master of the magic, the reason the company exists. You work closely with the CMO and CSO to stay on top of customer requirements and expectations. You are ruthless about the product development and release schedule. You avoid feature creep and insist that what ships “just works” and scales across the entire platform. You are a student of UX/UI design, product management and quality assurance. You embrace and appreciate their roles in the product development process. You use the product every day and continually test it against competitive products. You understand everything about how every product in the category works.


Chief Operating Officer (COO) – you are an organizational and logistical genius. You are the consummate “inside” guy or gal; “Execution” is your middle name. You keep all the moving pieces operating like a fine Swiss watch: the facilities, the equipment and tools, HR and team support systems. The other five C’s are your customers. You see to it that they have everything they need to do their jobs. You are often a mentor/coach/confidant to the other C’s and key hires. You are the CEO when the CEO is away from the office. You execute strategies, you are the change agent when change is needed, and you are an exceptional communicator both up and down within the organization.


Chief Marketing Officer (CMO) – you are the channeler and the voice of the customer. You know the customer better than they know themselves. You live with them, understand their wants, needs, fears, habits and motivations. You know exactly how your company’s products appeal to them. You know what they read, watch and listen to – who and what influences their decisions. You reach them there and tease them; entice them to consider your company’s products. You are a master story-teller. Customers and influencers fall in love with your company and products because the stories that you craft around them are so engaging. The CSO is your biggest fan because you make his or her job so easy.


Chief Sales (or Revenue) Officer (CSO) – you are a natural born closer. You live for the deal. You are the engine of the company. No engine, i.e., sales and revenue, no company. You love this pressure, it drives you. You understand marketing – probably held the title Director or VP of Sales & Marketing before, but you know there are important differences between these two roles. You would prefer to let marketing create prospects for your product, while you focus on turning those prospects into long-term satisfied customers. You believe your best source of revenue are existing customers, so you focus as much on enhancing those relationships as you do on establishing new ones.


Naturally, each of these leaders should know how to hire their teams, build out and manage the part of the organization they are responsible for. In summary, the quicker you evolve beyond the simple symmetry of yourself and/or your co-founder(s) to a stronger and more efficient symmetrical structure, the better your chances of survival and success!


Sumber :

https://www.linkedin.com/pulse/startup-team-symmetry-michael-o-donnell/

https://www.startupbiz.com/about/michael-odonnell-curator/

Struktur Ideal Organisasi Perusahaan Startup

Sebagai perusahaan rintisan yang menjadi cikal bakal perusahaan besar sebuah startup tentu akan melewati beberapa fase perkembangan, dimulai dari penemuan ide, validasi, pembuatan prototype sampai menghasilkan sebuah produk yang sudah layak untuk dilepas kepada masyarakat umum, berinovasi serta berkembang dari satu pasar kecil kepada pasar yang lebih luas, dalam prosesnya ternyata tidak segampang teorinya, untuk melewati berbagai tahapan diperlukan kerjasama sebuah tim yang terdiri dari berbagai divisi dan bidang.

Lantas bentuk tim seperti apa yang ideal untuk sebuah startup? dan kapan tim ini seharusnya dibentuk? Pertanyaan sederhana ini mungkin masih bersarang di kepala anda, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya mengambil 2 buah sumber yang menurut saya sangat cocok, yang pertama dari buku Startupedia tulisan Anis Uzzaman dan yang kedua dari artikel Michael ODonnell di situs StartupBiz.


Struktur Ideal Organisasi Perusahaan Startup

Menurut Michael ODonnell struktur organisasi perusahaan startup memiliki berbagai macam pola, pola yang pertama berbentuk lingkaran, yaitu startup yang dikelola oleh satu founder saja, pola kedua, setengah lingkaran, maksudnya adalah startup yang hanya dikelola oleh dua founder, yang ketiga, berbentuk segitiga, yaitu startup yang dikelola oleh 3 orang founder, yang keempat, berbentuk segi empat atau persegi panjang, maksudnya startup yang memiliki tim inti 4 orang, dan yang kelima berbentuk hexagonal atau segi enam, artinya sebuah startup dikelola oleh tim inti yang berjumlah 6 orang dengan fungsi dan divisi yang berbeda-beda.


Dari 5 pola tersebut, menurut Michael ODonnell paling ideal adalah pola yang berbentuk segi enam, karena menurutnya pola inilah yang paling pass dan sesuai untuk sebuah perusahaan startup.


Pola Organisasi Perusahaan Startup Segi Enam


1. Chief Executive Officer (CEO)

Yang pertama adalah CEO, sebagai penjaga visi dan pencipta budaya perusahaan. Seorang CEO harus bisa mengambarkan sebuah visi yang jelas dan menyusun strategi apa saja yang diperlukan untuk mencapainya. Peran CEO sebagai pemimpin, merupakan wajah dan suara perusahaan, bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang ada dalam perusahaan dan menjaga semua orang selaras dan bergerak menuju visi yang sama.

CEO harus bisa menyeimbangkan dan mencegah terjadinya ketimpangan dari lima sisi lain dari pola segi enam ini, menarik investor, pemegang kunci kemitraan dan sumber daya eksternal lainnya yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berhasil. 

Seorang CEO dituntut memiliki keberanian untuk membuat keputusan sulit, mengubah arah dan orang jika itu diperlukan untuk kelangsungan hidup atau pertumbuhan. CEO juga harus menjaga mental dan semangat tim dalam mewujudkan visi perusahaan. Adapun beberapa tugas penting yang diemban oleh seorang CEO antara lain:

Merancang dan mengkomunikasikan visi misi perusahaan.

Merekrut dan memotivasi tim work.

Menjalin hubungan bisnis dengan investor.

Merancang dan mengatur anggaran pembiayaan.

Menentukan strategi bisnis perusahaan.


2. Chief Financial Officer (CFO)

Yang kedua adalah CFO, sebagai penjaga keuangan perusahaan, secara garis besar CFO harus mengerti dan mengawasi darimana dan kemana saja uang perusahaan. CFO harus memastikan bahwa tidak ada satu rupiah pun yang terbuang.

Seorang CFO harus tahu model pendapatan perusahaan, membuat sebuah sistem keuangan yang baik dan terkontrol, menyetujui dan mengawasi anggaran biaya untuk 5 divisi lainnya, mengatur persediaan dan mengantisipasi kebutuhan dana di masa yang akan datang. 

CFO punya kewenangan mengambil tindakan korektif jika ada yang terlihat tidak benar dalam hal rencana keuangan perusahaan, memastikan CEO dan empat divisi lainnya tahu persis tentang posisi dan kondisi perusahaan sepanjang waktu. Beberapa tugas seorang CFO lainnya:

Merancang strategi penggalangan dana.

Ikut mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan SDM, seperti penggajian, perekrutan, dan pemecatan karyawan, bahkan termasuk keputusan akuisisi.

Merumuskan dokumen keuangan serta menyampaikan laporan kesehatan keuangan perusahaan.


3. Chief Technology Officer (CTO)

Yang ketiga adalah CTO, sebagai pemegang peranan penting dalam sebuah perusahaan digital. Seorang CTO bekerja sama dengan CMO dan CSO untuk bisa memahami serta memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, CTO harus tegas untuk urusan pengembangan produk dan jadwal rilis.

Seorang CTO punya kewenangan dan tanggung jawab untuk mengontrol perubahan atau perbaikan fitur dan memastikan bahwa semuanya berfungsi untuk segala jenis platform yang tersedia. CTO harus mengerti dan menguasai tentang desain UX / UI, manajemen produk dan jaminan kualitas, menggunakan produk setiap hari dan terus-menerus mengujinya terhadap produk kompetitif, memahami segala sesuatu tentang bagaimana setiap produk bekerja. Adapun beberapa tugas dan peran dari seorang CTO lainnya:

Memantau dan menyatukan pengembangan produk.

Memilih, mengadopsi, dan mengimplementasikan teknologi yang cocok dengan produk yang dikembangkan.

Mengelola pengembangan produk.


4. Chief Operating Officer (COO)

Yang keempat adalah COO yang ditempati oleh seorang jenius dalam urusan mengatur organisasi dan logistik, COO bertanggung jawab untuk mengelola aset perusahaan, fasilitas, peralatan dan, SDM dan sistem pendukung tim. Kalau dibuat sebuah ibarat, 5 divisi lainnya adalah pelanggan COO.

Tugas COO memastikan bahwa divisi lain memiliki semua yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, menjadi mentor atau pelatih dan menjadi orang yang memiliki kepercayaan bagi karyawan divisi lainnya, COO juga juga bisa menjadi pengganti sementara ketika CEO berada jauh dari kantor, mengeksekusi strategi, sebagai agen perubahan ketika perubahan yang diperlukan, dan COO bertugas menjadi seorang komunikator antara atasan dan bawahan dalam sebuah organisasi perusahaan. Beberapa tugas dasar COO lainnya:

Mengatur perusahaan.

Menjadi jembatan antara karyawan dan CEO.

Mengatur dan mengelola bisnis inti.


5. Chief Marketing Officer (CMO)

Yang kelima adalah CMO, bertugas sebagai channel dan suara pelanggan, seorang CMO dituntut untuk mengetahui dan memahami pelanggan, apa yang menjadi keinginan, kebutuhan, ketakutan, kebiasaan dan motivasi mereka. CMO harus tahu persis bagaimana produk perusahaannya bisa menarik bagi mereka, tahu apa yang mereka baca, apa yang mereka tonton dan dengarkan, siapa dan apa saja yang mempengaruhi keputusan mereka.

Seorang CMO memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendapatkan pelanggan, memberikan sebuah penawaran yang menarik agar mereka mempertimbangkan membeli atau menggunakan produk perusahaan serta membuat para pelanggan dan influencer jatuh cinta dengan perusahaan dan produk perusahaanya. Jabatan CMO membawahi beberapa bidang, yakni kehumasan, divisi riset pasar, dan pencitraan. Tanggung jawab yang diemban CMO antara lain:

Melakukan kampanye kehumasan.

Melakukan riset pasar dan menerapkan strategi pemasaran yang paling cocok.

Memperbaiki citra perusahaan untuk mendongkrak pemasaran sekaligus menarik modal investor


6. Chief Sales Officer (CSO)

Yang keenam atau yang terakhir adalah CSO, divisi Sales adalah mesin perusahaan, tanpa adanya penjualan dan pendapatan, maka tidak ada yang namanya perusahaan. Menempati posisi CFO terkadang memiliki tekanan tersendiri untuk mengeksekusi segala bentuk prospek yang sudah diciptakan bagian marketing, membuat lebih banyak deal, kesepakatan, penjualan dan kepuasan pelanggan.

Seorang CSO harus bisa membuat hubungan yang baik antara perusahaan dan pelanggan lama, membuat mereka nyaman dan loyal dalam menggunakan produk dari perusahaan, karena prinsipnya orang yang sudah setia menggunakan produk tertentu merupakan sumber penghasilan yang jelas. Selain itu, tugas CSO juga mendatangkan lebih banyak pelanggan baru dan kemudian membuat mereka loyal. Dan beberapa tugas seorang CSO lain seperti:

Merancang strategi penjualan bersama CMO guna menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik bagi konsumen.

Orang-orang ini lah yang harus mengisi setiap sisi dari pola segi enam yang dimaksudkan oleh Michael ODonnell, dan hal serupa juga disampaikan oleh Ania Uzzaman dalam bukunya Startupedia, pembagian tugas, kewenangan dan tanggung jawab dalam sebuah perusahaan itu penting, agar masing-masing bisa fokus mengatasi permasalahan dan mengembangkan di bidangnya, sehingga perusahaan bisa berjalan dengan normal serta tumbuh dengan cepat.

Pembentukkan tim inti dapat dilakukan ketika startup sudah mulai memasuki fase beroperasi penuh sebagi sebuah perusahaan, jika dilihat dari tahap pendanaan maka posisi startup sudah berada pada round A, dengan kata lain, produk yang sudah dibuat memang siap dijual secara masal.


Pola Organisasi Perusahaan Startup Segi Empat

Jadi ketika startup belum memiliki produk yang siap, maka belum semua posisi diatas diperlukan, sementara bisa saja menggunakan pola 1, 2, 3 dan 4, namun ada beberapa startup yang masih menggunakan pola ke empat walaupun sudah berada pada round A, lagi-lagi menurut ODonnell pola ini masih belum ideal dan bisa menimbulkan tumpang tindih tanggung jawab dan kewenangan, contohnya seperti divisi sales dan marketing atau divisi keuangan dan operasional yang digabung menjadi satu, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda.


Sumber :

http://startupborneo.blogspot.com/2016/06/struktur-ideal-organisasi-perusahaan.html#.X2vz1mgzbIU

Monday, August 31, 2020

Kebiasaan Para CEO

Mau Jadi Bos Sukses? Tiru 5 Kebiasaan Para CEO Ini Dulu


Menjadi CEO sebuah startup membutuhkan banyak kerja keras. Anda perlu mengelola kekacauan yang tak terhindarkan, bertindak sebagai pemimpin, pemikir, hingga pelaku.

Bagi yang sulit mengatur, kondisi ini dapat membuat kewalahan, ketika Anda perlu menyeimbangkan tugas sehari-hari dengan tugas "gambaran besar" yang mendorong visi dan masa depan perusahaan.

Setiap CEO dari startup akan memberi tahu bahwa tidak ada hari kerja yang "biasa". Melansir dari lifehack.org, Selasa (1/9/2020), banyak CEO yang berbagi beberapa kebiasaan yanh membuat mereka sukses.

Mari kita lihat kebiasaan mereka dan bagaimana Anda bisa menggapai sukses.


1. Mengatur jadwal

Salah satu kebiasaan (beberapa mungkin menyebutnya keterampilan) CEO startup yang efektif adalah mengatur. Sangat terorganisir. Mereka akan membuat jadwal harian dan mengikutinya dengan taat.

Kate Finley, CEO Belle Communications , lebih suka memberi kode warna pada jadwalnya, menetapkan warna yang berbeda untuk topik gambaran besar dan menjadwalkan waktu untuk media sosial, email, pengembangan proyek, rapat, dan bahkan olahraga dan waktu pribadi.

Jadwal per jam dapat mencegah Anda teralihkan dari tugas-tugas acak sambil memberi ketenangan pikiran bahwa menghabiskan waktu khusus untuk kebutuhan perusahaan. Temukan waktu terbaik untuk menjadwalkan hari Anda dan biasakan keterampilan ini.


2. Memisahkan kebutuhan perusahaan

Salah satu hal yang dilakukan para CEO startup yang efektif adalah berhasil memilah-milah berbagai kebutuhan perusahaan.

Mereka fokus pada area spesifik bisnisnya, menyisihkan waktu untuk pengembangan produk, pembangunan tim, dan keuangan. CEO Fetchnotes, Alex Schiff, mengadakan pertemuan harian dengan timnya.

Schiff mengatakan saat ini sangat penting untuk organisasinya, karena memberikan pandangan lintas fungsi tentang apa yang terjadi di perusahaan.

Dengan memblokir waktu untuk mengelola tim dan departemen yang berbeda, Anda dapat yakin akan memenuhi semua kebutuhan gambaran besar sambil menghemat waktu untuk tugas-tugas acak lainnya yang pasti muncul.


3. Melakukan pekerjaan mendalam di awal hari

Berkonsentrasi pada strategi bisnis kedepannya di pagi hari sambil kemudian baru menggelar rapat di sore hari. Michael Karnjanaprakorn, Kepala Skillshare, bahkan menjadwalkan rapat hanya beberapa hari dalam seminggu. Ini guna memaksimalkan waktu untuk pekerjaan dan perencanaan yang mendalam.

Sekali sebulan, dia menilai kalendernya dan meninjau rapat yang akan datang dan membatalkan rapat yang tidak efisien. Karnjanaprakorn mengklaim bahwa proses ini memungkinkan dia untuk menjadi proaktif dan mengontrol waktu.

Pastikan untuk meluangkan beberapa ruang dalam jadwal Anda di pagi hari untuk melakukan pekerjaan strategis yang paling penting, sementara fokus dan kemauan Anda berada di puncaknya.

Tinjau kalender secara teratur dan coret atau revisi apa yang tidak efektif.


4. Meluangkan waktu untuk keluarga dan momen perayaan

CEO Startup tahu betapa pentingnya meluangkan waktu untuk kebutuhan pribadi, keluarga, dan momen perayaan.

Ryan Carson memasukkan waktu keluarga sebagai bagian dari jadwal hariannya. Schiff meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan timnya, membawanya keluar untuk perayaan setelah berhasil menyelesaikan tonggak utama.

Karnjanaprakorn menggunakan konsep dari Tim Ferris yang disebut "Sabtu tanpa layar," di mana dia menolak untuk bekerja di laptop atau komputernya dan hanya menggunakan ponsel cerdasnya untuk peta dan komunikasi dengan teman dan keluarga.

Memisahkan diri Anda dari pekerjaan dapat memberi istirahat mental yang sangat dibutuhkan dan memungkinkan Anda mendekati hari kerja berikutnya - atau minggu depan - dengan pikiran yang segar.

Sekali lagi, tugas yang mudah adalah membuat lebih banyak pekerjaan untuk diri Anda sendiri; tugas beratnya adalah meluangkan waktu untuk menikmati kesuksesan dan meluangkan waktu untuk diri sendiri.


5. Memberikan ruang untuk refleksi

CEO Startup tahu bahwa penting untuk menjaga diri sendiri karena mudah untuk merasa selalu ada lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Saya suka memiliki waktu untuk diri sendiri bebas dari gangguan kantor untuk memetakan agenda untuk apa yang ingin saya capai setiap hari. Jika tidak, saya merasa menjadi korban tingkah tugas acak apa pun yang muncul, ”kata Chris Myers, CEO fintech BodeTree.

Meluangkan waktu Anda untuk bermeditasi, mencerminkan, jurnal, atau cukup dekompresi, merupakan faktor penting untuk sukses.

Anda memelihara kesehatan fisik dan mental, yang tidak akan melakukan apa pun selain menguntungkan Anda dan perusahaan rintisan dalam jangka panjang.

Singkatnya, CEO startup yang sukses melakukan transisi ke posisi yang fleksibel, terorganisir dan fokus pada gambaran besar, memimpin tim mereka menuju kesuksesan.

Bergantung pada kebiasaan dan jadwal pribadi Anda, buat sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan, sambil menghemat waktu untuk menikmati kerja keras Anda.


Sumber :
https://id.berita.yahoo.com/mau-jadi-bos-sukses-tiru-220038301.html

Thursday, August 27, 2020

Chief Executive Officer (CEO)

Apa Itu CEO? Bagaimana Tugas CEO Sebuah Perusahaan?

Dalam suatu perusahaan ada banyak sekali jabatan yang berpengaruh. Jabatan-jabatan tersebut merupakan jabatan yang penting dalam perusahaan. Ada jajaran direksi, komisaris, direktur, dan lainnya. Salah satu jabatan yang sering dikenal adalah CEO, singkatan dari Chief Executive Officer.


Apa Itu CEO?

CEO atau Chief Executive Officer adalah jabatan untuk jajaran eksekutif  tertinggi dalam suatu perusahaan. Tugas dari CEO pun bertanggung jawab atas berjalannya perusahaan. Setiap keputusan diambil oleh CEO dan sebagai CEO juga harus berani mempertanggung jawabkan. Dalam Bahasa Indonesia, CEO juga bisa diartikan sebagai Direktur Utama.

Posisi CEO adalah posisi yang penting dalam perusahaan. Seorang CEO tidak hanya memberi perintah tentang berjalannya perusahaan, tetapi juga harus bisa memimpin perusahaan dengan baik. CEO adalah wajah dari perusahaan karena seorang Chief Executive Officer adalah orang yang memajukan suatu perusahaan.

Note: Ketika Anda akan menjadi CEO, Pahami terlebih dahulu 5 Tren Kepemimpinan 2020 hanya di artikel Talenta.


Tugas-Tugas CEO dalam Perusahaan

CEO memang posisi yang cukup banyak dikenal di dunia bisnis. Tugas-tugas dari CEO perusahaan diantaranya adalah:

1. Sebagai Pemimpin
Tugas utama seorang CEO adalah memimpin perusahaan. Dalam hal ini, CEO harus mampu bertanggung jawab atas perusahaan yang ia pimpin. Menjadi seorang pemimpin juga membuat seorang CEO menjadi visioner. Hal ini dikarenakan CEO harus mempertimbangkan semua langkah perusahaan di masa depan. Penting untuk CEO menjadi orang yang visioner agar perusahaan mampu berkembang dan menjadi yang terdepan. CEO juga harus mampu melakukan inovasi atau perubahan dalam perusahaan. Inovasi tersebut tidak hanya dalam perusahaan, tetapi juga produk yang dikembangkan oleh perusahaan agar perusahaan tidak tertinggal oleh kompetitor dan tetap mendapatkan target pasar yang tepat.

2. Sebagai Komunikator
CEO merupakan jabatan tertinggi di kalangan eksekutif perusahaan. Meskipun dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai direktur utama, tetapi ada juga perusahaan yang memiliki CEO dan Direktur Utama yang berbeda. Karena jabatannya yang tertinggi tersebut, CEO menjadi komunikator antara karyawan perusahaan dan jajaran direksi yang ada dalam perusahaan. CEO harus bisa menyampaikan aspirasi dari pekerja dan menyampaikan solusi yang terbaik agar keduanya bisa berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, seorang CEO juga adalah wajah dari perusahaan. Jadi CEO adalah komunikator antara perusahaan dan dunia luar. Hal ini membuat CEO harus bisa konsisten dengan keputusan yang diambil untuk perusahaan.

3. Sebagai Eksekutor
Eksekutor adalah orang yang berani mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. CEO perusahaan akan sangat membutuhkan jiwa eksekutor yang baik. Sebagai CEO, keahlian eksekutor akan sangat dibutuhkan karena suatu perusahaan harus cepat mengambil langkah dan mengeksekusi ide-ide yang ada demi kelancaran bisnis. Tidak hanya itu, sebagai eksekutor, CEO harus mampu untuk memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan.

4. Sebagai Pengelola
Tidak hanya memimpin, seorang CEO harus mampu menjadi pengelola perusahaan. Pengelolaan ini tentunya juga penting untuk berjalannya perusahaan. Pengelolaan yang dimaksud adalah mengelola bagaimana perusahaan mendapatkan pendanaan, material produksi, hingga ke proses pemasaran. Tentu saja akan ada tim divisi di perusahaan yang akan membantu CEO melaksanakan tugasnya. Tetapi seorang CEO akan jauh lebih baik ketika memiliki kontrol dan memahami setiap proses perusahaan dari hulu ke hilir.


Tips dan Cara Menjadi CEO Perusahaan
Ingin Menjadi CEO? Beginilah Caranya Menurut LinkedIn

1. Membangun Tim yang Solid
Sebuah tim yang solid tidak terjadi begitu saja, ada peran CEO yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, seorang CEO harus dapat menjadi jembatan penghubung antara para pegawai dengan dewan direksi dalam perusahaan.

2. Selalu Mewakili Perusahaan
Peran CEO menjadi sangat penting ketika berurusan dengan kualitas produk dan citra perusahaan yang diwakilinya. Dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah wajah dari suatu perusahaan, sehingga keberadaan CEO di publik akan sangat berpengaruh pada opini publik terhadap suatu produk atau perusahaan.

3. Mengalokasi Anggaran Belanja dengan Baik
Rencana investasi finansial suatu perusahaan harus melalui proses analisis dan evaluasi, sehingga distribusi anggaran belanja suatu proyek menjadi tepat sasaran. Proses tersebut merupakan tanggung jawab seorang CEO, sehingga risiko dan keuntungan perusahaan di masa depan menjadi tanggung jawab seorang Chief Executive Officer.

4. Membangun Budaya Kerja yang Positif
Kondisi lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan seorang CEO. Setiap pesan yang disampaikan CEO kepada karyawannya akan sangat bermakna dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan perusahaan. Selain itu, CEO juga harus mengetahui dan dan dapat meneliti apa yang sedang terjadi di perusahaan terkait masalah kepegawaian karena akan berpengaruh pada budaya kerja.

Karyawan akan lebih senang ketika seorang CEO benar-benar terlibat dalam proses perusahaan karena CEO adalah wajah dari perusahaan.


Sumber :
https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/apa-itu-ceo-bagaimana-tugas-ceo-sebuah-perusahaan/

Saturday, June 27, 2020

Melanie Perkins, CEO Aplikasi Canva


Aplikasi Canva Bikin Wanita Cantik Ini Berharta Rp 35 Triliun

Aplikasi Canva sukses besar dan semakin populer di masa pandemi Corona. Pendirinya dan juga CEO, Melanie Perkins, baru saja dinobatkan menjadi wanita terkaya ranking tiga di Australia. Tak hanya itu, Perkins juga jadi miliarder (dalam dolar AS) termuda di Negeri Kanguru.

Startup Canva yang ia kendalikan saat ini bernilai USD 8,77 miliar usai mendapatkan pendanaan terkini senilai USD 87 juta dari beberapa investor termasuk Blackbird Ventures dan Sequoia Capital.

Pada bulan Oktober 2019, kekayaan Perkins diestimasi USD 1,3 miliar. Nah saat ini, hartanya diestimasi melonjak sampai USD 2,5 miliar atau di kisaran Rp 35 triliun.

Perkins memulai Canva pada tahun 2013 dengan misi membuat platform desain tersedia bagi semua. Baik itu desain kartu nama, presentasi ataupun logo. Ia mendirikannya bersama sang tunangan, Cliff Obrecht.

Perkins masih remaja 19 tahun ketika ide platform desain terbersit di benaknya, kala ia dan Cliff mahasiswa di Perth. Waktu itu, ia merasa program desain dari Microsoft atau Adobe susah digunakan.

"Orang harus menghabiskan seluruh semester mempelajari di mana tombol-tombolnya dan hal itu rasanya sungguh konyol," kata Perkins, dikutip detikINET dari CNBC.

"Saya pikir di masa depan, semua itu akan menjadi online dan kolaboratif serta jauh lebih sederhana ketimbang tool yang berat itu," tambah dia.

Tahun 2010, Perkins diundang ke San Francisco oleh investor Bill Tai untuk mempresentasikan idenya tentang Canva. Bill puas dan menghubungkannya dengan beberapa orang penting.

Pasangan muda itu berhasil memukau investor dengan ide Canva dan sudah punya tim sendiri. Tahun 2012, jajaran pimpinan ditambah oleh satu co founder lain, Cameron Adams.

Pada pendanaan tahap perdana, perusahaan menerima USD 1,5 juta. Pada tahun 2013, meluncurlah Canva untuk publik. Seiring berjalannya waktu, Canva berhasil menarik minat banyak pengguna karena mudah dipakai dan berkualitas.


Sumber :
https://inet.detik.com/cyberlife/d-5068470/aplikasi-canva-bikin-wanita-cantik-ini-berharta-rp-35-triliun

Wednesday, June 24, 2020

Tadashi Yanai Bos Uniqlo


Bos Uniqlo, Tukang Jahit yang Kini Jadi Orang Terkaya di Jepang

Tadashi Yanai kini menjadi orang paling kaya di Jepang selama dua tahun terakhir. Forbes mencatat harta Tadashi Yanai saat ini sebesar US$ 29,7 miliar atau sekitar Rp 415,8 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Meski hartanya berkurang hingga US$ 2,6 miliar di tengah masa pandemi saat ini, Tadashi tetap bertengger di posisi puncak orang terkaya di Jepang menurut majalah Forbes.

Tadashi dikenal sebagai CEO dari Fast Retailing Co, perusahaan yang menjadi pemilik merek pakaian Uniqlo yang sudah mendunia.

Selain Uniqlo, beberapa merek ternama juga berada di bawah kendali perusahaannya. Mulai dari Theory, Helmut Lang, K Brand, hingga GU.

Meski memiliki sederet merek fesyen ternama dan memiliki pasar internasional, Tadashi sendiri memulai karirnya sebagai tukang jahit biasa, itu pun meneruskan usaha ayahnya Ogori Shoji.

Pria kelahiran 7 Februari 1949 ini memang sangat bersemangat untuk menekuni dunia bisnis sejak usianya masih muda. Usai lulus dari Universitas Waseda di Tokyo pada tahun 1971 dalam ilmu politik, Tadashi memulai karirnya dengan menjual pakaian dan peralatan dapur pria di Supermarket Jusco.

Setelah menghabiskan satu tahun di Jusco, ia keluar dari pekerjaan itu. Kemudian Tadashi bergabung dengan bisnis menjahit ayahnya, Ogori Shoji.

Tahun 1984 Tadashi memberanikan diri pindah ke daerah Hiroshima. Di sana dia memulai bisnis ritel fesyennya pertama kali dengan membangun toko Uniqlo pertama.

Terbilang sukses, hanya dalam kurun waktu sepuluh tahun, Uniqlo yang awalnya cuma toko di pinggiran kota kecil, saat itu bisa membuka puluhan toko lain. Bahkan, Tadashi juga memimpin proses go public perusahaannya melalui proses IPO pada tahun 1994.

Kini, perusahaannya memiliki lebih dari 2 ribu toko dan telah menjadi perusahaan pakaian terbesar keempat di seluruh Jepang.

Sederet penghargaan pun sudah diraih oleh Tadashi. Pada tahun 2012, pria ini masuk dalam daftar 50 orang paling berpengaruh versi majalah Bloomberg Markets.

Dia juga telah dianugerahi penghargaan retailer internasional pada tahun 2010 dari National Retail Federation di AS. Institut Manajemen Sanno juga memilih Tadashi sebagai presiden perusahaan terbaik pada tahun 2009.

Kini, menurut Forbes, Tadashi merupakan orang kaya nomor satu di Jepang. Sementara di daftar miliuner dunia Forbes, dia bertengger di peringkat 41.

Sekilas soal kehidupan pribadinya, pria ini adalah penggemar pacuan kuda dan olahraga golf. Dia bermain golf di setiap akhir pekan di pinggiran Tokyo.

Tadashi Yanai memiliki rumah seluas 16.600 kaki di jantung kota Tokyo. Rumahnya pun mewah, memiliki driving range pribadi, menara penjaga, dan dikelilingi oleh dinding dua lantai yang harganya ditaksir sekitar US$ 80 juta pada tahun 2000.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5067098/bos-uniqlo-tukang-jahit-yang-kini-jadi-orang-terkaya-di-jepang?single=1

Sunday, April 5, 2020

Hermanto Tanoko


Hermanto Tanoko berasal dari Surabaya, Jawa Timur adalah pemilik hotel bintang lima yang dibangun seharga Rp1,8 triliun. Hotel mewah itu ada di bawah naungan perusahaan bernama Tanly Hospitality. Selain Vasa, perusahaan ini juga menaungi Cleo Business Hotel, dan Hotel Solaris.

Hermanto Tanoko adalah putra dari pendiri cat Avian, Soetikno Tanoko (Tan Tek Swie) yang membuka toko cat di Malang, Jawa Timur, pada tahun 1962. Toko kecil itu merupakan cikal bakal dari PT Avia Avian yang memproduksi cat tembok, besi, kayu, hingga otomotif.

Hermanto lahir menjadi putra bungsu dari Soetikno Tanoko (Tan Tek Swie) dan Soeryani Tanoko. Keduanya adalah pengusaha. Soetikno berbisnis toko cat yang dibesarkan dengan saudara tirinya, Suwandi Tanoko pada tahun 1962 di Malang. Sementara Soeryani Tanoko, sang ibunda mendirikan toko kelontong.

Hermanto sendiri sudah bekerja di perusahaan milik ayahnya selama 32 tahun, hingga saat ini. Jabatan pertamanya pada saat itu adalah Managing Director of Operations, dan saat ini dia menjabat sebagai Presiden Komisaris.

Saat Hermanto memegang kendali perusahaan ini, cat Avian juga mencatatkan kinerja positif. Di tahun 2018, pertumbuhan perusahaan ini mencapai 20 persen. Di 2019 ini pun mereka berniat membuka kantor pemasaran di Jayapura. Lalu dilanjut buka di Sorong, Ternate, Payakumbuh, dan Sintang.

Selain sibuk di bisnis cat, Hermanto Tanoko juga merupakan Presiden Komisaris dari Tanobel Food (PT Sariguna Primatirta) yang menaungi beberapa produk consumer goods. Sebut saja seperti air mineral Cleo, Herbal & Healthy, Roller, dan Mmmilk Crack It.

Lulusan IBMT School of Management, Surabaya, ini juga berhasil membawa brand Cleo laris di pasaran. Bayangkan saja sejak Januari hingga September 2017, omzet penjualan air minum ini naik jadi Rp440 miliar.

Nama perusahaan ini juga diambil dari nama keluarga pendirinya. Tan dari Tanoko, sementara itu Nobel artinya adalah produk berkualitas tinggi.

Selain cat dan consumer goods, Hermanto Tanoko memiliki bisnis di sektor properti yang moncer. Perusahaan properti yang dikelola olehnya adalah Tanrise Property alias PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk.

Di tahun 2019, perusahaan ini menargetkan proyek pembangunan apartemen The 100 Residence di kawasan Gubeng Surabaya. Kabarnya, mereka pun berinvestasi di proyek ini dengan nilai Rp400 miliar.

Sama seperti Hotel Vasa, apartemen ini juga merupakan apartemen bintang lima. Tentu saja konsumennya adalah warga kelas menengah ke atas.

The 100 Residence ini memiliki konsep privasi dan prestige dengan jumlah unit yang terbatas, yakni 166 unit serta ditunjang dengan fasilitas privat lift. Proyek ini memiliki 3 tipe unit di antaranya 2 bedroom, 3 bedroom dengan luas mulai 122 m2 hingga 164 m2, serta tipe penthouse.

Selain memiliki banyak perusahaan, Hermanto Tanoko juga menjabat sebagai Komisaris Depo Bangunan. Depo Bangunan adalah marketplace bahan bagunan yang sering mendapat penghargaan bisnis dan kepuasan konsumen di Indonesia.


Belajar bisnis sejak usia 5 tahun

Hermanto Tanoko sudah belajar bisnis sejak usia 5 tahun. Setiap perayaan Imlek, Hermanto akan diarahkan oleh orang tuanya untuk membelanjakan angpau yang ia dapat untuk membeli beberapa barang yang harganya akan naik, mulai dari terigu, biskuit, telur dan sebagainya. Sejak itulah, ia akrab dengan pertumbuhan harga dari berbagai barang.

Tak hanya itu, dari usia 14 tahun, Hermanto pernah mengelola Apotek Airlangga yang menjadi Apotek terkenal di Surabaya. Setiap hari sepulang sekolah, Hermanto diberikan tanggungjawab untuk mengelola apotek tersebut untuk membantu menangani pelanggan. Satu tahun kemudian, dengan riset ke beberapa apotek dan perubahan di sirkulasi keuangan, Apotek Airlangga akhirnya menjadi salah satu apotek paling populer di Surabaya.

Tahun 1983, Hermanto Tanoko bergabung dengan Toko Cat milik sang ayah, Soteikno yang sebelumnya sudah berkembang hingga memiliki 18 karyawan dan memiliki pabrik cat sendiri tahun 1978. Setelah Hermanto bergabung, ia mulai melakukan berbagai perubahan seperti pembentukan tim R&D hingga pembuatan Lab.


Miliki lebih dari 300 brand dan 15 ribu karyawan

Pertumbuhan bisnis cat yang digagas oleh sang ayah pun berkembang pesat. Bahkan di tahun 2018, pertumbuhan PT Avia Avian mencapai 20 persen. Selain mengelola bisnis cat Avian, ia juga memiliki usaha dengan motivator dan pengusaha, Tung Desem Waringin, berupa hotel bintang lima. Hotel tersebut dikabarkan dibangun dengan biaya Rp1,8 triliun.

Tak hanya dalam bisnis cat, di bawah induk perusahaan Tan Corp terdapat 8 holding atau bidang perusahaan inti. Seperti Tanbiz yang menjadi induk dari brand Avian, Dr.Shield, Avitex, NoDrop, Protec, dan lainnya.

Lalu ada pula Tanobel Food yang menjadi induk dari brand Cleo, Kaki Tiga, Lekat, LuvJus, dan lainnya. Tak sampai disitu, ada TanRise Property yang merupakan induk dari Voza, TritanPro, The 100, dan lainnya. Lalu Tanly Hospitality, induk dari Hotel Vasa, Cleo, hingga Solaris. TanWorld Nerworks, induk dari Depo Bangunan, Target, Water Depo, Moorlife, dan lainnya. Tanlife Health&Beauty, induk dari Laurent, Sekawan Cosmetics, Avione, Holly, dan lainnya. Dan terakhir ada Tanlink Distribution.

Keseluruhan, Hermantono Tanoko memiliki 77 perusahaan di lebih dari 300 brand dan lebih dari 15 ribu karyawan.


Peran sang ayah dalam perjalanan bisnisnya

Namun, perjalanan bisnis Hermanto Tanoko tak terlepas dari peran sang ayah. Hampir setiap hari di tengah kesibukan bisnisnya, Hermanto pasti menyempatkan diri untuk bertemu dengan sang ayah. Saat Hermanto masih kecil, sang ayah sering memberikan berbagai cerita pengantar tidur. Ayahnya pula yang menjadi mentor perjalanan bisnisnya.

Di umur ayahnya yang mencapai 90 tahun, Hermanto kian berusaha dekat kepada sang ayah. Bahkan dalam buku biografinya, Hermanto pernah menulis, “Tuhan, kurangi umurku, berikan pada Papaku."


Sumber :
https://www.wartaekonomi.co.id/read242936/sosok-hermanto-tanoko-crazy-rich-surabaya-punya-kerajaan-bisnis-yang-merajalela.html
https://www.wartaekonomi.co.id/read267776/crazy-rich-surabaya-hermanto-tanoko-sukses-berkat-berbakti-kepada-sang-ayah
https://akurat.co/seagames/id-969094-read-crazy-rich-surabaya-dengan-15-ribu-karyawan-ini-7-fakta-menarik-bos-cat-alvian-hermanto-tanoko

Sunday, January 26, 2020

Struktur dan Fungsi Jabatan Inti pada Sebuah Startup

Struktur dan Fungsi Jabatan Inti pada Sebuah Startup yang Perlu Anda Ketahui

Walau merupakan perusahaan yang baru dirintis, penting bagi startup untuk memiliki struktur organisasi guna mendefinisikan peran dan tanggung jawab setiap individu dalam perusahaan tersebut. Mengutip dari buku StartupPedia karangan Anis Uzzaman, idealnya, semua startup yang sukses memiliki enam anggota inti: CEO, CTO, CFO, WP Pemasaran/Penjualan, CMO, dan COO. Berikut adalah penjelasan dan fungsi dari masing-masing anggota inti tersebut:

CEO (Chief Executive Officer)
Pemimpin startup dan bertindak sebagai perwakilan perusahaan tersebut.

Tanggung jawab CEO meliputi:

  • Merancang dan mengomunikasikan visi perusahaan
  • Memotivasi anggota tim
  • Merekrut anggota tim
  • Meramalkan tren pasar
  • Menguraikan strategi bisnis perusahaan
  • Membangun hubungan dengan investor
  • Mengatur pembiayaan dan anggaran


CTO (Chief Technical Officer)
Orang yang bertanggung jawab pada kualitas akhir, karena ia mengelola tim engineer selama prosesnya. CTO juga penting untuk bertindak sebagai ahli teknologi dan seorang pemimpin.

  • Menyatukan pengembangan produk
  • Memahami perkembangan teknologi saat ini dan pengadopsiannya
  • Mengelola pengembangan produk


CFO (Chief Financial Officer)
Orang yang bertanggung jawab atas pelaporan, penggalangan dana, dan penganggaran. Pada tahap awal sebuah startup, ia juga bertanggung jawab pada penggajian dan sumber daya manusia.

Tanggung jawab CFO meliputi:

  • Membentuk strategi penggalangan dana
  • Membuat keputusan yang berhubungan dengan sumber daya manusia
  • Merumuskan dokumen keuangan
  • Membahas kesehatan keuangan perusahaan dengan CEO


WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan)
Orang yang memiliki peran penting untuk menghasilkan keuntungan.

Tugas-tugas utama dari WP Penjualan adalah:

  • Menghasilkan keuntungan
  • Mengembangkan strategi pemasaran dengan CMO
  • Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik


CMO (Chief Marketing Officer)
Orang yang bertanggung jawab mengembangkan strategi pemasaran perusahaan. CMO meliputi kehumasan, riset pasar, dan pencitraan. CMO bertanggung jawab menciptakan “wajah” perusahaan di depan pihak luar.

Tanggung jawab CMO meliputi:

  • Mengembangkan strategi pemasaran
  • Melaksanakan riset pasar
  • Pencitraan
  • Menciptakan kampanye kehumasan


COO (Chief Operating Officer)
Orang yang bertanggung jawab atas operasional internal perusahaan, seperti operasional kantor, karyawan, hingga bisnis.

Tanggung jawab COO meliputi:

  • Mengatur perusahaan
  • Bertindak sebagai penghubung antara karyawan dan CEO
  • Mengatur bisnis inti


Apakah semua itu perlu?
Jawabannya adalah iya dan tidak, karena struktur tergantung dari tipe dan tahapan perusahaan. Tidak, apabila sebuah startup masih dalam tahap awal, semua posisi di atas belum terlalu diperlukan. Karena pada tahap awal, CEO lah yang akan melaksanakan semua tanggung jawab yang dijelaskan di atas.

Sedangkan, iya, apabila sebuah startup sudah berada di tahap menengah ke atas seperti setelah mendapat investasi. Pada tahap tersebut, sebuah startup biasanya akan lebih gencar merekrut pegawai baru untuk mengembangkan dan memasarkan produk mereka. Pada saat itu, investor juga akan masuk ke dalam perusahaan tersebut sebagai Board of Director atau Dewan Direksi.


Sumber
https://id.techinasia.com/struktur-dan-fungsi-jabatan-pada-sebuah-startup

Related Posts