Showing posts with label Motivator. Show all posts
Showing posts with label Motivator. Show all posts

Monday, December 1, 2025

Investasi yang Paling Bertahan Lama

Reputasi dan Kebaikan

Di dunia investasi, Warren Buffett dikenal sebagai raja saham, maestro pasar modal, dan sosok yang pikirannya dijadikan kompas oleh para investor di seluruh dunia. Namun ada satu nasihatnya yang terdengar sangat sederhana, sekaligus paling sulit dilakukan oleh banyak orang: “Investasi yang paling bertahan lama adalah reputasi dan kebaikan.” Nasihat ini membuka mata bahwa seberapapun besar kekayaan, pertumbuhan aset, atau keuntungan yang diperoleh, semuanya tidak akan berarti jika seseorang kehilangan kepercayaan orang lain. Karena pada akhirnya, yang menentukan apakah seseorang akan dipercaya, dihormati, dan diberi kesempatan lagi bukan hanya kecerdasannya, bukan portofolionya, tetapi integritas dan karakter yang ia bangun sepanjang hidup.

Buffett percaya bahwa kekayaan materi dapat datang dan pergi. Nilai saham bisa naik dan turun, bisnis bisa untung atau bangkrut, peluang bisa muncul dan menghilang. Tetapi reputasi, setelah rusak, hampir tidak bisa diperbaiki. Seseorang mungkin memerlukan puluhan tahun untuk membangun nama baik, tapi hanya satu keputusan buruk yang mampu menghancurkannya dalam hitungan menit. Itulah mengapa Buffett lebih memilih bekerja dengan orang-orang jujur dan terpercaya daripada orang yang pintar namun tidak etis. Bagi dirinya, kecerdasan tanpa etika hanyalah senjata bumerang yang suatu hari akan menghancurkan pemiliknya. Reputasi adalah mata uang yang tidak terlihat, namun nilainya mampu membuka pintu peluang yang tidak mampu dibeli uang tunai.

Kebaikan pun demikian. Di dunia yang semakin kompetitif, orang sering menganggap kebaikan sebagai kelemahan. Namun Buffett justru menempatkannya sebagai aset. Kebaikan adalah benih yang tidak selalu tumbuh cepat, tetapi hasilnya tidak akan hilang. Orang akan selalu mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka di masa baik maupun masa sulit. Seseorang boleh saja menolak penawaran bisnis, tetapi jarang melupakan perlakuan buruk. Sebaliknya, mereka yang menunjukkan kebaikan, empati, dan kerendahan hati akan menemukan dirinya terus dikelilingi dukungan ketika diperlukan. Kebaikan menciptakan jaringan kepercayaan, membangun loyalitas, dan menjadi fondasi hubungan jangka panjang — sesuatu yang tidak bisa dicetak mesin uang.

Dalam praktik bisnis, reputasi dan kebaikan bukan berarti menghindari kompetisi atau selalu menuruti keinginan orang lain. Keduanya berarti bertindak sesuai nilai dan etika, bahkan ketika tidak ada yang melihat; bersikap adil ketika memiliki kekuasaan; menepati janji meskipun berat; membalas kejahatan dengan tidak ikut menjadi jahat; memilih jalan panjang yang benar daripada jalan pintas yang merugikan orang lain. Orang mungkin tidak langsung menyadarinya, tetapi waktu akan memperjelas mana karakter yang asli dan mana yang pura-pura. Dan waktu pun akan mengembalikan nilai kepada mereka yang bersabar memelihara integritas.

Pada akhirnya, kekayaan terbesar bukanlah angka di rekening bank, tetapi nama baik yang disebut dengan hormat dan hati yang dikenang karena kebaikannya. Ketika seseorang menutup usia, warisan terbaik bukanlah rumah, tabungan, atau bisnis besar, tetapi reputasi yang melahirkan kepercayaan dan kebaikan yang melahirkan rasa syukur orang lain. Warren Buffett mengingatkan: uang bisa digunakan hingga habis, tetapi pengaruh kebaikan dan nama baik dapat hidup jauh lebih lama bahkan setelah pemiliknya tiada. Itulah investasi sejati — yang tidak ditentukan oleh pasar, tidak diwarisi oleh keberuntungan, tetapi dibangun oleh pilihan-pilihan moral setiap hari. Selama reputasi dan kebaikan masih dijaga, seseorang tidak pernah benar-benar miskin.

Saturday, June 1, 2024

Lambang Perisai Pancasila

Menggali Makna Lambang Negara Garuda Pancasila: Simbol Filosofi Bangsa.

Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia, bukan hanya sekadar gambar elang perkasa. Ia merupakan representasi dari filosofi Pancasila, dasar negara yang menjadi panduan hidup bangsa Indonesia. Mari kita telaah lebih dalam makna dan simbolisme yang terkandung dalam lambang ini.


Perisai Garuda Pancasila: Menggambarkan Pancasila.

Di tengah dada Garuda, terdapat sebuah perisai yang menggambarkan lima sila dari Pancasila. Namun, simbolisme ini tidak dijelaskan secara struktural, melainkan melalui konsep perisai luar dan dalam yang diusulkan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Perisai luar dan dalam ini melambangkan konsep universalisme dan kemanusiaan, kebangsaan, demokrasi musyawarah mufakat, dan demokrasi ekonomi, yang semuanya diikat dengan prinsip ketuhanan yang berkebudayaan.


Konsep Trisila dan Ekasila.

Menurut Bung Karno, jika Pancasila diperas menjadi trisila, maka menjadi sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan ketuhanan yang berkebudayaan. Sedangkan jika diperas lagi menjadi ekasila, maka menjadi gotong royong. Warna merah putih pada perisai melambangkan empat sila, yang diikat oleh sila pertama yaitu ketuhanan, digambarkan dengan perisai kecil di dalam yang berwarna hitam.


Cara Membaca Perisai: Berlawanan Arah Jarum Jam.

Pancasila dalam perisai ini tidak dibaca satu per satu secara berurutan, melainkan melingkar berlawanan arah jarum jam. Ini mengajarkan kita cara berpikir yang tidak struktural dan tidak linear, sesuai dengan konsep gotong royong yang menjadi dasar kebudayaan Indonesia.


Simbolisme Setiap Sila.

Sila Pertama (Ketuhanan yang Maha Esa): Simbol bintang, melambangkan cahaya ketuhanan dari satu titik nan jauh, simbol dari semangat ketuhanan yang universal.

Diusulkan M. Natsir yang digambarkan sebagai bintang ternyata bukan bintang, simbol tersebut adalah nur cahaya semua keyakinan, ajaran, kepercayaan yang datang dari sebuah titik nan jauh di sana yang tidak mampu dipikirkan datang dari mana. Dari sanalah semiotika Ketuhanan yang Maha Esa.

Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Digambarkan dengan rantai yang melambangkan generasi tak terputus, menunjukkan kesetaraan dan kesinambungan antara laki-laki dan perempuan.

Diusulkan Sultan Hamid II, sebagai humanity universal digambarkan sebagai generasi yang tak terputus. Ia melambangkannya dengan rantai petak lingkar. Yang bermata lingkar melambangkan generasi keturunan perempuan. Yang bermata petak adalah melambangkan generasi laki-laki.

Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Pohon Astana, simbol pengayoman antara pemerintah dan rakyat, yang biasa ditanam di halaman depan kerajaan.

Diusulkan RM Ngabehi Poerbatjaraka. Kebangsaan Indonesia disimbolkan dengan Pohon Astana, bukan Pohon Beringin. Pohon Astana melambangkan pengayoman antara pemerintah dan masyarakat. Karena biasanya Pohon Astana ini ditanam di halaman depan kerajaan dan disitu biasanya raja bertemu para kawula.

Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan): Kepala banteng, melambangkan kehidupan sosial yang komunal, pentingnya musyawarah mufakat.

Kepala banteng diusulkan M. Yamin, kepala banteng melambangkan kehidupan banteng yang endemik, selalu berkumpul, selalu berkelompok, maka musyawarah mufakat di Indonesia, harus mencapai win-win solution sebagai  kekuatan demokrasi bangsa Indonesia.

Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Padi dan kapas, simbol kecukupan sandang dan pangan, menggambarkan kesejahteraan rakyat.

Diusulkan gambarnya secara semiotik oleh Ki Hajar Dewantara. Dia mengusulkan demokrasi ekonomi Indonesia dilambangkan kecukupan sandang dan pangan, padi dan kapas.


Sejarah Peresmian Garuda Pancasila.

Garuda Pancasila pertama kali diresmikan sebagai lambang negara pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat pada 11 Februari 1950 dan diperkenalkan kepada rakyat oleh Presiden Sukarno pada 15 Februari 1950.


Kesimpulan.

Garuda Pancasila bukan sekadar lambang, melainkan sebuah filosofi yang mendalam. Ia mengajarkan kita tentang pentingnya gotong royong, kesetaraan, dan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan memahami simbolisme ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Garuda Pancasila, dengan perisainya, mengajak kita untuk selalu ingat pada tujuan awal dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia.


--

Lambang negara merepresentasikan, menyimbolkan, mewakili filosfi Pancasila. Inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi perisai. Perisai ini berusaha menerjemahkan Pancasila, sehingga namanya Garuda Pancasila.

Perisai pada Garuda Pancasila memiliki lima sila. Sila ini dijelaskan bukan dengan cara struktural. Perisai terbagi dua yaitu perisai luar dan dalam, perisai luar dan dalam ini ingin mengatakan sebuah konsep yang dijelaskan Bung Besar pada 1 Juni 1945.

Konsep tersebut berisi, sila kedua ; universalisme dan kemanusiaan, sila ketiga ; kebangsaan, sila keempat ; demokrasi musyawarah mufakat, dan sila kelima ; demokrasi ekonomi. Keempat sila tersebut diikat dengan satu prinsip ketuhanan yang berkebudayaan.

Perisai Pancasila memiliki dua konsep, yaitu perisai luar dan dalam. Konsep ini lahir dari bagaimana membaca Pancasila.

Menurut Bung Besar, jika Pancasila diperas menjadi menjadi trisila, maka menjadi sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan ketuhanan yang berkebudayaan. Kemudian jika diperas menjadi satu sila bahasa Indonesia asli, maka menjadi eka sila gotong royong.

Warna merah putih, merah putih yang melambangkan sila dua, tiga, empat, dan lima, diikat dengan sila satu yaitu perisai kecil di dalam yang berwarna hitam.

Pancasila dalam perisai ini tidak dibaca satu dua tiga empat lima secara struktur. Dalam perisai ini dia dibaca melingkar, satu, dua, tiga, empat lima.

Walaupun susunannya bersilang, akan tetap dibaca merah-putih, merah putih. Hal itu, karena dipandu oleh cara membaca yang melingkar berlawanan arah jarum jam.

Dibalik cara membaca tersebut, ada pesan mendalam agar cara berpikir masyarakat Indonesia adalah cara berpikir yang tidak struktur, tidak linear, karena masyarakat Indonesia lahir dari konsep gotong royong.

Dalam memahami perisai Pancasila, harus juga memahami konsep dasar membaca sila Pancasila. Seperti warna hitam yang dikelilingi orang di Mekkah, Saudi Arabia yang disebut dengan Thawaf.

Konsep tersebut mengajarkan tentang kesetaraan, kesetiakawanan, menolak struktur, dan menolak feodalisme. Konsep tersebut juga adalah filosofi kesetaraan menurut bangsa nusantara.

Sila pertama yang diusulkan M. Natsir yang digambarkan sebagai bintang ternyata bukan bintang. Sultan Hamid II menjelaskan, simbol tersebut adalah nur cahaya semua keyakinan, ajaran, kepercayaan yang datang dari sebuah titik nan jauh di sana yang tidak mampu dipikirkan datang dari mana. Dari sanalah semiotika Ketuhanan yang Maha Esa.

Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab yang diusulkan Sultan Hamid II, sebagai humanity universal digambarkan sebagai generasi yang tak terputus. Ia melambangkannya dengan rantai petak lingkar. Yang bermata lingkar melambangkan generasi keturunan perempuan. Yang bermata petak adalah melambangkan generasi laki-laki. Ini biasa dipakai oleh panglima Dayak untuk mengetahui berapa jumlah keturunan yang telah berkembang biak.

Sila ketiga diusulkan RM Ngabehi Poerbatjaraka. Kebangsaan Indonesia disimbolkan dengan Pohon Astana, bukan Pohon Beringin. Pohon Astana menurut Sultan Hamid II, melambangkan pengayoman antara pemerintah dan masyarakat. Karena biasanya Pohon Astana ini ditanam di halaman depan kerajaan dan disitu biasanya raja bertemu para kaula.

Sila keempat, kepala banteng diusulkan M. Yamin. Menurut Sultan Hamid II, kepala banteng melambangkan kehidupan banteng yang endemik, selalu berkumpul, selalu berkelompok, maka musyawarah mufakat di Indonesia, harus mencapai win-win solution sebagai  kekuatan demokrasi bangsa Indonesia.

Sila kelima, diusulkan gambarnya secara semiotik oleh Ki Hajar Dewantara. Dia mengusulkan demokrasi ekonomi Indonesia dilambangkan kecukupan sandang dan pangan, padi dan kapas.

Garuda Pancasila  diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat pada tanggal 11 Februari 1950. Kemudian diperkenalkan Sukarno untuk pertama kali kepada rakyat Indonesia pada 15 Febuari 1950.


Sumber :

https://kabarkampus.com/2020/01/menyelami-sejarah-lambang-negara-garuda-pancasila/

Monday, February 24, 2020

Irwan Hidayat: Harus hebat di negeri sendiri, baru bisa ekspor


Salah satu saksi hidup perjalanan Tolak Angin dan Sido Muncul adalah Irwan Hidayat. Pria kelahiran Yogyakarta, 1947 silam, mewarisi bakat sang nenek Rakhmat Sulistio dalam meracik dan memasarkan jamu.

Jangan anggap remeh pabrik jamu. Lihat saja Sido Muncul. Dalam laporan keuangan yang baru saja dirilis, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., berhasil mencetak laba bersih Rp808 miliar, naik 22 persen dari keuntungan 2018 yang mencapai Rp664 miliar.

Bandingkan misalnya dengan kinerja produsen obat seperti PT Indofarma atau PT Kimia Farma. Sampai September 2019 (kedua BUMN ini belum menyampaikan laporan keuangan 2019), Kimia Farma hanya mencatat laba Rp61 miliar, sedangkan Indofarma malah rugi Rp35 miliar.

Kinerja Sido Muncul tak lepas dari fokus bisnisnya yakni jamu herbal dan suplemen. Sepanjang 2019, hanya dari jamu herbal dan suplemen ini, Sido Muncul mencatat penjualan Rp2,06 triliun, sekitar 67 persen dari total penjualan yang mencapai Rp3,07 triliun.

Salah satu andalan Sido Muncul adalah Tolak Angin, jamu herbal yang resepnya pertama kali diramu pada 1930. Tak hanya menjangkau pasar dalam negeri, tulang punggung Sido Muncul ini sudah go international.

Irwan Hidayat merupakan salah satu saksi hidup perjalanan Tolak Angin dan Sido Muncul. Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1947 ini mewarisi bakat sang nenek, Nyonya Rakhmat Sulistio dalam meracik dan memasarkan jamu. “Saya memang sudah digariskan tidak sekolah dan jadi pengusaha jamu, karena gak punya pilihan. Jadi kerjanya di jamu, ini masuk tahun ke 50,” kata Irwan saat ditemui tim Lokadata.id, Rabu (16/2/2020).

Berbekal pengalamannya yang panjang, Irwan mengambil sejumlah keputusan bisnis dengan indikator yang sederhana. Untuk pengembangan pasar, misalnya, Irwan hanya memilih wilayah yang penduduknya padat (berarti ada perputaran uang) dan menembus pasar ekspor hanya dari regulasi negara yang bersangkutan.

Khusus untuk ekspor, Irwan memberi catatan. “Mesti hebat dulu di negeri sendiri, baru bisa ekspor,” katanya.

Berikut petikan wawancara yang dilakukan tim Lokadata.id dengan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, di kantornya, kawasan Cipete Raya, Jakarta Selatan.

Apa strategi Sido Muncul memenangkan pasar?
Nanti kompetitor saya tahu semua. Saya kan bukan CEO. Ditanya begini saya bingung.

Lalu, bagaimana Sido Muncul bisa menjadi top of mind hingga saat ini?
Kalau saya, bagaimana ya? Saya bisa sukses kan baru-baru ini saja.

Kan sudah lama, sejak 1970an?
Saya kerja sejak 1969. Jadi waktu itu, memang dari gak ngerti apa-apa. Lalu, selama 25 tahun nggak ada kemajuan, biasa-biasa saja. Baru belakangan ini bisa mulai kaya.

Punya gambaran, 20-30 tahun lagi Sido Muncul akan seperti apa?
Nggak, saya nggak tahu akan seperti apa. Yang pasti, sampai hari ini kami melakukan bisnis kami dengan jujur, dengan niat baik.
Yang paling penting, bagaimana Sido Muncul ini tetap bermanfaat sampai kapan pun. Mau jadi apa, saya nggak tahu. Nggak kebayang. Tapi kami pikirkan produk-produk masa depan.

Intinya, tetap fokus di produk jamu?
Oh iya. Saya menyadari bahwa sebenarnya saya ditakdirkan untuk berbisnis jamu ini. Ini sudah jalan hidup. Oleh karena itu, saya tekuni. Jadi spesialis. Jadi super spesialis.

Soal pengembangan bisnis Sido Muncul bagaimana?
Kalau soal Sido Muncul, core business kami obat herbal. Jadi kami, konsentrasinya di situ. Saya sendiri juga. Di perusahaan ini, saya jadi direktur marketing selama 50 tahun, tidak pernah jadi direktur lainnya. Saya pokoknya, spesialis saya jamu dan marketing.

(Saat ini, Sido Muncul memiliki empat anak perusahaan. Muncul Mekar, sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan. Semarang Herbal Indo Plant untuk ekstraksi herbal. Berlico Mulia Farma bergerak di bidang farmasi dan Muncul Nigeria Ltd bergerak di bidang distribusi dan perdagangan. Adapun tiga segmen bisnis utama Sido Muncul antara lain herbal dan suplemen, makanan dan minuman, serta farmasi.)

Berbicara mengenai pemasaran, apa yang jadi pertimbangan Sido Muncul memilih target ekspor?
Pertama, cari yang regulasinya ada. Tapi, saya berusaha masuk ke negeri yang maju. Saya percaya, kalau memilih yang paling buruk bisa masuk, yang di bawah negeri maju lebih gampang.

Misalnya apa?
Kami coba masuk ke Singapura, Australia, Amerika. Tahun lalu, kami mulai masuk ke Filipina. Tahun ini mudah-mudahan bisa ke Thailand hingga Kamboja.

Cerita Sido Muncul masuk ke Filipina?
Malaysia sudah ada. Kemudian Singapura ada. Di Filipina juga ada istilah masuk angin, Filipina itu penduduknya sekitar 140 juta, Malaysia itu sekitar 17 juta jiwa. Kami sudah lama di Malaysia.

(Pada 2018, Sido Muncul melakukan ekspansi untuk memperluas pasar ekspor ke Filipina dan Nigeria. Filipina, menurut Sido Muncul, merupakan pasar potensial dengan populasi lebih dari 105 juta penduduk. Sebelumnya, Perseroan telah melakukan riset pemasaran untuk memastikan bahwa produk unggulan Tolak Angin dapat diterima dan disukai masyarakat Filipina. Sido Muncul juga telah mendaftarkan produk tersebut ke Food and Drug Adiministration Philippines dan telah mendapatkan izin edar untuk produk Tolak Angin pada 16 November 2017.

Di akhir 2018, Sido Muncul melakukan ekspor perdana ke Filipina. Produk Tolak Angin telah tersedia di apotek, farmasi atau ritel modern Filipina. Selain itu, untuk mengembangkan potensi pasar di Afrika, di awal 2018 Sido Muncul mendirikan perusahaan Muncul Nigeria Limited yang fokus pada pengembangan pasar Nigeria dan negara Afrika lainnya. Selain Filipina dan Nigeria, selanjutnya Perseroan menargetkan untuk memperluas pasar ekspor).

Ada yang diubah komposisi produknya?
Tidak ada komposisi yang diubah, hanya packaging saja, menyesuaikan regulasi sana.

Penerimaan produk di negara tujuan itu bagaimana?
Mereka kan tidak kenal jamu. Jadi mulai memperkenalkan seperti baru. Tapi, produk Tolak Angin kan terkenal di Indonesia. Semua franchise yang ada di Indonesia, pasti terkenal dulu di negerinya. Tolak Angin, Kuku Bima, secara otomatis akan diterima, apalagi orang Indonesia menjadi imigran di seluruh dunia.

Makanya mesti hebat dulu di negeri sendiri, baru bisa ekspor. Dan ini bukan komoditi seperti minyak, batu bara. Ini jamu, ramuan. Karena itu, untuk memperluas pangsa pasar, saya mulai buat seperti soft kapsul hingga vitamin E. Mulai masuk ke food suplemen, karena regulasinya ada di seluruh dunia. Kalau jamu kan nggak. Cuma ada di Indonesia, mungkin juga China dan India. Tapi di luar itu nggak ada. Kalau bisa masuk ke negara lain itu karena di negeri sendiri laku sekali.

Sido Muncul masuk ke farmasi juga?
Kami memang punya usaha farmasi. Sido Muncul mengakuisisi perusahaan farmasi. Kami juga punya properti, bisnis hotel.

(Pada 1 September 2014, Sido Muncul melakukan perjanjian jual beli dengan pemegang saham PT Berlico Mulia Farma (Berlico). Perusahaan memperoleh 17.198 saham beredar atau setara dengan 99,99 persen kepemilikan Berlico dengan harga sebesar Rp124.993. Pengambilan Berlico Mulia, menandai perluasan bisnis Sido Muncul ke dalam industri farmasi.)

Mau buka hotel baru?
Iya. di Semarang. Mau francise juga di Alam Sutera. Tapi bukan kami yang investasi. Tetap pakai nama Tentrem.

Dalam kegiatan pemasaran, Sido Muncul lebih mengutamakan riset pasar atau riset produk?
Kalau saya tuh sebenarnya jadi direktur pemasaran tidak pernah pakai riset. Karena gak sekolah. Saya sendiri baca laporan rugi laba juga tidak pernah. Belum pernah. Yang penting, kaya juga. Mungkin kalau baca, nggak kaya. Ha, ha.

Kalau soal itu, saya gak pakai riset pasar. Gak perlu riset-riset. Kita tahu, mengerti yang banyak dibutuhkan apa. Misalnya yang paling banyak dikeluhkan itu apa? Linu toh, capek. Maka kami buat Tolak Linu. Masuk angin, buat Tolak Angin.

Semua cuma saya ciptakan karena punya ide dari pergi ke pasar, gak ada riset. Saya ini kerjaannya direktur marketing, direktur PR, direktur R&D, direktur pengembangan produk. Dan saya tahu tentang produksi. Sebenarnya Sido Muncul bayar saya murah sekali. Saya rangkap semua. Ini ide gagasannya saya sendiri. Kenapa? Selama saya punya ide, organisasi gak berlebihan, gak terlalu hebat, yang pasti nomor satu adalah keputusan cepat. Kalau nggak kan harus rapat.

Lalu proses pengambilan keputusan dari ide tersebut di manajemen seperti apa?
Ya lewat telepon saja. Kalau ada orang ingin ketemu misalnya, saya tanya dulu mau apa. Mau menawarkan sesuatu, lalu saya nggak mau, ya selesai begitu saja. Kalau benar-benar harus ketemu, ya ketemu. Semua saya jalankan by phone. Makanya kecepatan saya itu 5-10 kali lipat dibandingkan orang yang biasa.

Adakah kota atau kabupaten yang serapan produk Sido Muncul paling tinggi?
Itu gampang lihatnya. Tempat di mana penduduk dan uangnya banyak. Pernah saya ke puncak Lawu, Comoro Sewu, sampai situ di puncak saya makan jagung. Saya tanya ke orang yang jual jagung, “Pak, kalau masuk angin sampeyan minum apa?” terus dia jawab, “Kalau saya sih tidak pernah masuk angin.” Wah bagaimana saya bisa jualan di sana kalau tidak pernah masuk angin. Di sana itu penduduknya kecil, hawanya bersih, pikirannya cuma bakar jagung, tidak pernah masuk angin.

Percuma jualan di tempat seperti ini. Tidak perlu survei. Banyak penduduknya, kemudian padat, kemudian uang yang beredar ada berapa, itu saja. Distribusinya juga gampang. Terus saya makan jagung, datang lagi orang itu, “Oh saya pernah masuk angin,” katanya. Saya senang nih, saya tanya balik, “Minum apa?”, dia bilang, “Brambang dibakar, dipotong kecil-kecil dan diminum campur air hangat.”

Jadi gak perlu survei apa-apa. Survei itu kan salah satu usaha, cara berbisnis. Kalau saya, survei saya pergi ke grosir, ngomong sama orang bertemu konsumen, dari mereka pasti kita dapat yang dibutuhkan. Tapi sekarang sih survei terus, saya selama 50 tahun sampai Sido Muncul jadi seperti saat ini tidak pernah survei. Wah sekarang yang baru-baru ini survei terus, hidupnya dari data, saya hanya ngetawain saja. Itu yang dikerjakan apa coba.

Bagaimana melihat peta persaingan di industri jamu?
Saya rasa persaingannya tidak besar, size-nya tidak besar, berbeda dengan rokok yang pangsa pasarnya besar sekali. Sama dengan farmasi juga. Mungkin itu butuh survei.

Pesaing yang ada seperti apa?
Saya pergi ke toko-toko, saya lihat dan tahu. Bertemu 50 grosir, saya tahu kira-kira, saya punya feeling berapa. Ada yang bohong juga, tapi saya cek lagi ke toko-toko, grosir-grosir yang lain. Mereka jual berapa dan sebagainya, itu tergantung teknik wawancara. Kalau tekniknya benar, bisa ngaku dia. Kalau jamu size-nya kecil dan saya rasa saya paham. Berdasarkan pengalaman dan feeling saja.

Apa pertimbangan memilih wilayah produksi maupun pemasaran?
Kalau sekarang sih butuh itu, tapi kalau saya dulu tidak butuh. Kuncinya itu penduduknya banyak, uang beredarnya banyak. Seperti Jakarta ini, banyak debu, stres, masuk angin. Coba ke Gunung Lawu, penduduknya sedikit, udaranya bersih, bagaimana bisa sakit di sana? Rokok menurut saya sama, kalau penduduknya sedikit, daya belinya kecil.

Pasar utama Sido Muncul?
Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bandung. Itu kota-kota besar yang padat penduduknya, dan daya belinya besar.

Setelah Sido Muncul IPO, apakah ada perubahan tata kelola?
Ya pasti ada. Kan ada direktur, terus komisaris independen, ada investor yang masuk. Tambah bagus lah. Salah satu yang bagus adalah sering rapat, dulu tidak pernah rapat, jadi agak keren sedikit. Tahu tidak arti amatir? Amatir itu dari kata amator, mencintai. Makanya saya ini rohnya amatir, saya mencintai bisnis ini, mencintai konsumen saya, pokoknya passion saya di sini.

Saya ini bukan pedagang, saya ini produsen. Biasanya kalau investor itu pedagang, masuk dan mengolah, bisa menjelaskan ke masyarakat dan jelaskan kemajuannya berapa persen. Kalau saya selalu bilang kepada karyawan saya, kamu itu mesti profesional, namun jiwa harus amatir – mencintai. Profesional itu bagus, tapi rohnya mesti amatir. Siapa yang harus amatir? Pengusaha, pemiliknya itu harus amatir.

(Pada 10 Desember 2013, Sido Muncul memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum sebanyak 1,5 miliar saham melalui mekanisme initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp580 per saham. Saat itu, Sido Muncul meraup dana segar Rp870 miliar.)

Jadi, apa rahasia membangun Sido Muncul?
Pasti ada rahasia dalam membangun ini. Namun saya buka pun, tidak akan bisa dipahami dan dijalankan orang lain. Kalau saya disuruh mengulang sejarah dari nol lagi pasti tidak bisa. Yang saya capai hari ini adalah sejarah dan keberuntungan dan itu tidak bisa diulang. Siapa pun itu, orang terkaya di Indonesia kalau diminta mengulang tidak akan mau. Tapi kalau saya, bekerja di perusahaan besar, kemudian pengalaman, feeling saya, network saya lebih berarti.

Bicara masa sekarang ini, zaman e-commerce, bagaimana perannya dalam pemasaran produk Sido Muncul?
Ini kan salah satu cara baru untuk orang belanja. Saya rasa itu perlu dipersiapkan untuk masa depan. Kami punya penjualan online, tapi pada prinsipnya saya tidak mau online itu bersaing dengan yang konvensional. Jadi saya kira masa depannya akan bagus lah. Sama seperti media juga dulu, dulu tidak banyak, tidak sampai seribu, sekarang sudah banyak sekali melebih 50.000.

Zaman pak Harto, SIUP itu sulit. Saking banyaknya media, kami yang pasang iklan juga tidak mengerti mau pilih yang mana. Saya tidak tahu e-commerce akan seperti apa ke depannya, ya dikuti saja. Kami beriklan juga sekarang lewat media online, tidak gampang, lebih susah pilihannya, karena banyak.

Media untuk beriklan yang efektif selama ini?
Sementara masih televisi, tapi sudah mulai live streaming, tapi tetap televisi. Tapi banyak yang nonton lewat smartphone. Kompetisi membuat orang mencari akal bagaimana beriklan yang baik.

Hal yang dipertahankan di Sido Muncul hingga saat ini?
Hanya tiga hal, produknya mesti baik, kedua baik, ketiga baik. Baik itu, laku. Kami dari awal, ketika IPO pada desember 2012/2013, belum pernah merekayasa laporan keuangan, pembukuan, ikut jual beli saham. Saya seumur hidup tidak punya saham apa-apa, saya tidak punya saham perusahaan apa pun. Tidak ada, saya ini jualan. Kepemilikan saham saya jual, saya sendiri tidak punya, menurut saya yang paling berharga adalah kejujuran. Dari awal yang kami pertahankan adalah kejujuran, tidak ada rekayasa.

Anda boleh tanya ke karyawan kami, pernah gak kami rekayasa penjualan, pembukuan dan yang lainnya. Saham kami dari Rp580, Rp420, sampai semua ngomong mbok berbuat sesuatu, mau berbuat apa, saya disuruh beli? Biar mahal terus digoreng-goreng gitu? Saya tidak pernah mau, diberi saran saya tidak pernah mau. Tanya saja semua di Sido Muncul, pokoknya yang saya pegang adalah kejujuran, jangan pikir macam-macam.

Tapi saat dibeli dari investor masuk due diligence, beli 21 persen saham Sido Muncul baru ngeuh dan langsung naik dari Rp430 sekarang hampir Rp1.300. Tapi kami yang penting modalnya produk yang baik, kejujuran itu saja, tidak usah mikir macam-macam.

Biaya operasional kami juga tidak mahal, kantor saya cuma seperti ini. Kantor ini sudah 23 tahun tidak pernah dicat dan baru kemarin dicat dan ganti karpet. Saya ini menghemat sekali. Rumah saya dekat sini. Jadi mestinya orang itu percaya beli sahamnya Sido Muncul.

Cerita soal foto di belakang?
Foto di belakang itu foto saya ketika tahun 1951. Saya lahir tahun 1947, terus karena sakit-sakitan kemudian diangkat anak sama nenek saya. Nenek saya itu, anaknya sembilan, mamah saya nomor tujuh, saya cucu nomor enam dari 46 orang. Saudara sepupu saya banyak.

Pada 1949, kami pindah ke Semarang dan 1951 Sido Muncul berdiri. Waktu nenek mendirikan Sido Muncul, saya sakit-sakitan dan diangkat anak. Saat itu, karena saya satu-satunya yang ada, maka difoto sama dia. Begitu cerita jika saya mengenang foto itu.

Dari pengalaman hidup saya, semuanya itu jalan tuhan. Takdir. Makanya di belakang tulisan itu ada tulisan huruf kanji yang artinya langit punya rencana. Jadi, itulah jalan takdir. Saya memang sudah digariskan tidak sekolah, jadi pengusaha jamu, karena gak punya pilihan, jadi kerjanya di jamu. Ini masuk tahun ke 50.

Keluarga masih terlibat di manajemen Sido Muncul?
Adik saya empat orang, keponakan dan anak saya 13. Tidak semua terlibat. Kami juga punya bisnis hotel. Ada yang ke sana. Kemudian ada juga masing-masing punya bisnis pribadi, kerja sendiri.

Dari 13 cucu yang terlibat mungkin sekitar sembilan, tapi itu yang mengurusi hotel. Saya sama keluarga yang penting sudah diberi pendidikan, terus anak-anak cucu juga. Di samping Pendidikan, mereka juga punya pekerjaan sendiri, mereka tahu kalau orang tuanya masih bisa hidup bersama-sama.

Mau buka restoran ya? Kenapa kuliner?
Yang lainnya saya tidak ngerti. Bisnis tambang tidak bisa, pertanian gak bisa, saya takut risiko-risikonya. Hotel kan gak hilang. Saya pribadi akan jual ayam goreng. Nanti di sana saya jual apa yang saya suka, ayam goreng/bakar, sate ayam, sate kambing, saya sudah punya manual book dan SOP-nya. Saya buat sendiri itu. Kalau hidup tergantung sama koki ya celaka nanti.

Saya tidak hobi masak. Tapi saya tahu, penciuman saya tajam, resep-resepnya saya kumpulkan sudah lama dan dikembangkan. Kalau sate kambing tergantung bahannya, dagingnya, kecapnya, banyak pilihannya.

Saya tidak mau tergantung pada koki. Saya tidak mau hidupnya tergantung pada orang lain, saya hanya bergantung pada Tuhan dan pada diri saya sendiri.

Saya di Sido Muncul saya bilang ke karyawan, kalau anda bodoh saya senang, karena di tempat lain banyak orang bodoh, tapi kalau mereka pintar saya apresiasi dan saya senang. Makanya saya tidak mau tergantung pada orang lain. Makanya bisnis saya tergantung pada diri saya sendiri tidak mau gantungin pada orang lain. Nama Bima saya daftarkan di HAKI 12 tahun yang lalu.

BIMA itu pekerjaannya koki. Harganya nanti murah, saya sebagai pemasar, goal saya market share, bukan profit. Saya ini seorang pemasar, mungkin harganya nanti Rp20.000 atau Rp21.000, kalau yang lain sekitar Rp26.000, kalau perlu, nanti ada diskon. Bisa bisanya yang gini-gini, yang bisnis besar tidak bisa. Menurut saya apa saja pekerjaan yang penting senang, saya ini penikmat usaha, bukan pengusaha sejati.

Itu apa artinya akan melepas Sido Muncul?
Oh enggak. Kerjaan saya memang di Sido Muncul. Saya punya feeling, punya kedekatan, punya nasib yang harus berbisnis jamu. Saya gak ngerti mau bisnis apa lagi.

Jadi rahasia suksesnya apa?
Kalau kamu pintar bisa hidup layak, baik, jujur, tahu diri, jaga kesehatan, kamu bisa hidup layak. Tapi kalau mau kaya seperti keluarga Hartono Djarum, itu berkah Tuhan, pilihan Tuhan. Gak mungkin bisa seperti itu kalau bukan pilihan Tuhan, itu tidak bisa diirihatikan. Tapi kalau hidup normal layak, siapapun bisa lakukan itu.


Sumber :
https://lokadata.id/artikel/irwan-hidayat-harus-hebat-di-negeri-sendiri-baru-bisa-ekspor

Mau Sukses Seperti Kopi Kenangan?


Ini Resep dari CEO-nya

Mengembangkan bisnis minuman saat ini sudah cukup mudah dilakukan, apalagi ada banyak aplikasi pengantaran online yang bermunculan untuk memberikan akses untuk memperluas pemasaran. Salah satu yang sukses di bisnis ini adalah Kopi Kenangan.

CEO & CO-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata pun membagikan beberapa tips dalam membangun bisnis. Menurutnya, untuk memulai sebuah bisnis seseorang harus tahu lokasi pembeli. Setelah itu barulah bisa menentukan lokasi tersebut sebagai tempat yang strategis sebagai membuka tempat usaha.

"Kita harus tahu pembeli kita ada di mana, kita bisa bekerja sama dengan food delivery yang memiliki data customer terbanyak produk kita, sehingga nanti bisa dibangun lokasi awal untuk bisnis kita. Tidak harus besar tetapi cukup lah luasnya seperti ruko," ujar Edward saat peluncuran Digitarasa di Menara Digitaraya, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Edward mengatakan, dengan kolaborasi lebih dalam bersama food delivery seperti GoFood, bisa meningkatkan total omzet. Keefektifan menggunakan food delivery juga bisa dicoba oleh perusahaan yang ingin berkembang atau scale up.

"Tentunya efektif banget, karena kita bisa lihat growth bisnis dari food delivery 2019 saja 51%, expected key growth-nya sendiri untuk 5 tahun ke depan 29%. Jadi lewat skema food delivery ini, merupakan suatu keharusan yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk scale up," ujar Edward.

"Kebanyakan brand Food and Beverage omzetnya itu 30-40% berasal dari food delivery. Artinya kalau kita miss dalam hal food delivery, kita akan kehilangan potensial buyer kita dengan omzet sebesar 30% tadi," imbuh Edward.

Edward menegaskan, pentingnya membuat brand awareness dari awal. Karena dengan brand awareness sebuah usaha bisa mendapatkan potensi-potensi bisnis yang nantinya membuat usaha kuliner menjadi berkembang.

"Awalnya Kopi Kenangan buka di mall untuk menunjukkan brand, kemudian kami melakukan inisiasi-inisiasi marketing lain. Contohnya seperti saat ini kita di Nielsen Research menjadi nomor 2 Top of Mind Awareness untuk brand kopi, sehingga jika orang memikirkan kopi dan mencarinya maka akan terpikir Kopi Kenangan," jelas Edward.

Selain itu Edward berkata, jika sosial media bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk marketing. Namun saat ini dibutuhkan effort yang lebih jika ingin sukses di dalam sosmed.

"Sosial media itu efektif sekali untuk marketing, namun saat ini sudah agak sulit karena banyak kompetitor. Jadi tantangannya saat ini untuk marketing lewat sosial media adalah bagaimana kita bisa stands out dari para kompetitor kita," ujar Edward.

Sementara dari segi permodalan, kata Edward, dana dari luar seperti venture capitalist (VC) dapat mengakselerasi perkembangan bisnis. Ia mengungkap kalau para VC selalu meng-invest sesuatu yang memiliki growth dengan cepat di market yang besar, namun diperlukan juga modal awal sebagai komitmen dari kantong masing-masing.

"Kopi Kenangan dapat membuat VC tertarik karena kita bisa scale up dengan cepat hal itu membuat kami bisa menarik para investor. Namun dulu Kopi Kenangan diawali dengan modal sebesar Rp 150 juta itu pun dari kantong teman-teman founder untuk membuka toko pertama," pungkas Edward.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4912175/mau-sukses-seperti-kopi-kenangan-ini-resep-dari-ceo-nya

Sunday, February 16, 2020

Why You Should Always Teach What You Learn

Explanation Effect: Why You Should Always Teach What You Learn

I don’t know what I think until I write it down.” ― Joan Didion


It is peculiar irony in life that the fastest and best way to learn something is to give it to others as soon as you learn it — not to hog it yourself.

Knowledge wants to be free. To rest in other people’s minds. To connect to other knowledge. It’s an innately social organism.

Therefore, teaching is knowledge’s oxygen.
In teaching what you learn as soon as you learn it, magical things happen before, during, and after:


Not only do you learn faster when you teach others, you:

  • Help others succeed.
  • Build deeper relationships with others.
  • Build a reputation as someone who is smart and who is a giver.
  • Become a better teacher.
  • Get paid (if you’re a teacher, coach, consultant, or writer).


How The Explanation Effect Helps You Learn Faster

“While we teach, we learn.” — Seneca

Learning is NOT just about taking in information. In my experience coaching hundreds of people on learning how to learn, almost no one has a system for processing information. It’s almost as if people just expect the learning to happen automatically after they read a book, listen to a podcast, watch a lecture, or have a life experience. Looking at text and expecting to learn is not far off from looking at food and expecting to get its nutrients. We need to digest our life experiences just like we digest our food.

Without some form of active processing, like teaching, almost everything we read is lost within weeks.

In my experience, teaching others what you learn is also more fun and easy to stick to
So what’s the simplest way to get started?


Starting A Daily Learning Journal Will Change Your Life

“No one learns as much about a subject as one who is forced to teach it.”
― Peter Drucker

In a Harvard study, “employees who spent the last 15 minutes of each day of their training period writing and reflecting on what they had learned did 23% better in the final training test than other employees.” Imagine spending 8 hours in a training, then spending 15 minutes reflecting on what you learned. Amazingly, those 15 minutes are only 1/33 of the total time but drive 20% of the learning gain.

Now, imagine what would happen if you spent 15 minutes per day every day reflecting on the lessons you’ve learned and sharing it with others?

I can tell you the answer…

Learning 20% more per day and having that compound over years is life-changing.

Because of the Explanation Effect, I started spending one hour per day reflecting on my learning in college, and I never stopped. I personally attribute this habit to peace of mind, faster learning, and helping me kickstart my career as a writer and teacher.
Recently, I created a Facebook Group called the Daily Learning Journal to help others start this habit too. Here’s how it works…

  • You share your lesson learned. (At least once a week. Try it daily.)
  • You tag your posts by topic. (This way, you and other members can read lessons by the topics you’re most interested in.)
  • Read and comment on other people’s lessons. (So, you can learn, but also so you can find kindred spirits who are learning similar things.)

Reader note: The learning pyramid at the top of this article is not officially backed by research. It really rings true for me and many others, so I decided to include it. For an article where I went deep into the research, read Memory & Learning Breakthrough: It Turns Out That The Ancients Were Right.


Sumber :
https://medium.com/accelerated-intelligence/explanation-effect-why-you-should-always-teach-what-you-learn-9800983a0ea1

Tuesday, November 6, 2018

5 Story

Kisah berawal dari:


● Story 1:
Nokia menolak tawaran Android di tahun 2011 karena dianggap sebagai system newbie yang tidak lebih baik dari Windows yang mereka gunakan dan tidak akan sukses.

Yahoo menolak tawaran Google di tahun 2002 dengan alasan kemahalan dan saat itu reputasi Google masih dianggap "anak bawang" oleh Yahoo.

○ Fakta yg terjadi kemudian:
Nokia tenggelam dalam sekejap oleh pamor Android. Hal yang sama terjadi pada Yahoo, yang terlibas mentah mentah bila dibandingkan dengan Google, terutama sekarang ini.

☆ Pelajaran yang bisa di petik:
Sukses mengandung keberanian mengambil resiko, terus mengikuti perubahan & perkembangan teknologi dan lingkungan yang ada, terus beradaptasi, dan memutuskan dengan analisa yang tepat TANPA merendahkan pendapat/ ide orang lain. Seseorang yang kita anggap lebih rendah dari kita sekarang, bisa jadi akan menjadi jauh lebih besar di masa depan.


● Story 2
Facebook memutuskan meng-akuisisi Whatsapp (2014) dan Instagram (2012), yang sebelumnya adalah kompetitor, walau saat itu baru merintis dan berada jauh di bawah Facebook.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Facebook, Whatsapp dan Instagram adalah 3 raksasa aplikasi social media yang sangat besar dengan value akumulatif lebih dari 1000 trilyun.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Sukses itu menjadi lebih kuat lagi dengan merangkul pesaing,  menjadikannya kolega dan bersama2 ber-inovasi menyatukan goal dan tujuan. Kadang menganggap kompetitor sebagai musuh yang harus dijatuhkan tidaklah benar.


● Story 3
Bill Gates mendirikan Microsoft di usia 21, Mark Zuckerberg mendirikan Facebook di Usia 22, Jack Ma mendirikan Alibaba di usia 35, demikian halnya dengan Jeff Bezos mendirikan Amazon di usia 35. Sementara Ray Kroc memulai Mc.Donalds di usia 52, John Pemberton menemukan Coca Cola diusia 55 dan Harland Sanders dengan KFC-nya di usia 65.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Semua perusahaan tersebut diatas, sekarang ini adalah perusahaan raksasa dan super power di Dunia.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Usia hanyalah angka. Jangan jadikan usia sebagai alasan bahwa anda tidak mampu, entah karena terlalu muda, atau terlalu tua. Karena kemudian psikologi anda akan mulai menciptakan batasan, bagi anda, utk mencapai goal, mimpi dan cita cita dalam hidup anda.


● Story 4
Brenda Barnes, CEO Sara Lee, mengawali karirnya sebagai seorang waitress restaurant siap saji.

Indra Noyii, CEO Pepsi.co mengawali karir nya sebagai operator produksi di sebuah pabrik kimia Jhonson&Jhonson di India.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
2 nama tersebut diatas, di sebut Forbes sebagai 2 wanita paling powerful dan berpengaruh besar pada dunia bisnis sekarang ini.

☆ Pelajaran yang bisa diambil:
Tidak satu orang pun bisa memprediksi masa depan. Akan kecil atau besar masa depan anda, semua ada ditangan anda dan anda yang meng-kontrol. Semua harus di barengi dengan perjuangan keras.


●Story 5
Perusahaan produsen luxury car, Lamborghini, bisa ada karena "balas dendam" seorang pembuat traktor yang di tertawakan dan di hina, oleh Enzo Ferari, pendiri Brand Luxury Car, Ferari.

○ Fakta yang terjadi kemudian:
Lamborgini dianggap lebih prestisius dan memiliki harga yang lebih mahal di banding Ferari, walaupun lebih muda dan keduanya adalah Luxury Car Brand

Pelajaran yang bisa diambil:
Menerima hinaan dan cemooh orang lain dengan lapang dada, akan menjadi motivasi besar bagi kita untuk melakukan pembuktian bahwa kita mampu sukses. Saat sukses tetaplah rendah hati dan banyak membantu orang2 yg lemah ...


Summary
Teruslah bekerja keras dan pantang menyerah. Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak pernah akan kembali. Jangan takut dengan kegagalan, takutlah kalau kita tidak berjuang terhadap kesempatan yg telah Tuhan berikan.


stay humble, innovative, open minded, and be smart ...

Have a blessed and productive day..

(diambil dari postingan grup WA)

Thursday, March 30, 2017

Tips dari Jack Ma

9 Cara Jack Ma Menjadi Orang Terkaya di China
Tung Desem Waringin - detikFinance


Pendiri e-commerce Alibaba, Jack Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada tahun 2014. Ma berada di peringkat ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi versi majalah Forbes.

Ia sering mengalami kegagalan saat sebelum mencapai kesuksesan seperti sekarang. Namun, kegagalan demi kegagalan yang dia alami tak membuatnya menyerah begitu saja. Jack Ma sukses membalikkan nasibnya. Berikut 9 rahasia sukses Jack Ma yang membuatnya jadi orang terkaya di China.

1. Punya passion
Jack Ma selalu menerapkan kepada para pegawainya untuk bekerja dengan passion. Jika seseorang bekerja sepenuh hati, maka hasilnya pun akan lebih maksimal. Orang juga tidak akan merasa bosan dan lelah, karena pekerjaan itu di bidang yang disukai.

2. Jagalah mimpi-mimpi Anda
Salah satu kunci kesuksesan Alibaba adalah berani bermimpi dan menjaga mimpi itu agar tidak padam. Karena kelak pada suatu hari nanti, mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan. Ma juga mempunyai mimpi jika suatu saat nanti Alibaba akan mengalahkan Walmart sebagai retailer terbesar di dunia.

3. Budaya
Jack Ma selalu mengatakan kepada para karyawannya bahwa Alibaba dibuat untuk membantu dan memudahkan banyak orang, bukan sekadar untuk meraup keuntungan semata. Dengan adanya toko online, seseorang tidak perlu repot-repot pergi ke pasar untuk mencari barang yang diinginkan. Itulah misi yang dibawa Alibaba.

4. Terbiasa dengan penolakan
Setelah lulus kuliah, Ma pernah melamar pekerjaan di sejumlah instansi perusahaan. Tiga puluh kali dia melamar, tiga puluh kali pula dia ditolak. "Ketika aku melamar di KFC, ada 24 orang yang melamar kerja di sana. Mereka menerima 23 orang. Akulah satu-satunya orang yang gagal diterima waktu itu," kenangnya. Menurut Ma, penolakan adalah sesuatu yang wajar. Itu artinya kita memang belum benar-benar bagus.

5. Carilah inspirasi
Ma mengaku sering mendapat inspirasi ketika menonton film. Dia juga tak memungkiri kemampuannya berpidato saat ini didapatkannya dari melihat adegan di film. Salah satu film kesukaannya adalah Forrest Gump.

6. Branding itu penting
Nama Alibaba dipilih Ma karena menurutnya banyak orang familiar dengan nama tersebut. Nama Alibaba juga mudah dilafalkan dan diingat oleh orang. "Aku turun ke jalan untuk bertanya kepada sekitar 20 orang dan mereka semua tahu nama Alibaba. Aku kemudian memutuskan menggunakan nama tersebut," kata Jack Ma.

7. Pelanggan nomor satu
Di perusahaan miliknya, Jack Ma punya prioritas yang tidak bisa diganggu gugat. Pelanggan nomor satu, kedua karyawan, dan terakhir adalah pemegang saham. Skala prioritas itu dibuat Ma bukan tanpa alasan. "Ketika krisis melanda, para pemegang saham Alibaba pada pergi begitu saja, sementara para pelanggan dan pegawai tetap setia di sisi kami," kata dia.

8. Fokus
Jack Ma mengakui, dirinya kerap mendapatkan banyak ide, masukan, dan saran dari berbagai pihak. Bahkan dalam sehari, dia mendapatkan sekitar 5.000 ide. Namun sebagai seorang CEO, Ma tidak ragu untuk mengatakan "tidak" dan tetap fokus pada tujuan awal perusahaan, yaitu memenuhi kebutuhan orang–orang.

9. Jangan pernah mengeluh, carilah kesempatan
Ketika masalah datang, sebagian orang pasti akan mengeluh. Sementara lainnya akan mencari peluang untuk berubah dan menemukan solusinya. Menurut Ma, untuk bisa sukses, tidak hanya mengeluh, tapi mencari cara bagaimana kendala tersebut bisa teratasi.


Sumber :
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3455616/9-cara-jack-ma-menjadi-orang-terkaya-di-china
http://time.com/time-person-of-year-illustrations/

Sunday, April 17, 2016

Bisnis Konsultan Paling Populer

10 Jenis Bisnis Konsultan Paling Populer

Menurut kamus, kata consultant berarti "ahli dibidang tertentu yang menjadi penasihat kepada sebuah perusahaan atau individu", sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Konsultan artinya "ahli yg tugasnya memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dl suatu kegiatan (penelitian, dagang, dsb); penasihat ."

Bisnis konsultan mulai populer di Indonesia sejak tahun 1990an. Bahkan pada beberapa tahun terakhir, bidang bisnis konsultasi mulai bertambah dengan munculnya berbagai kebutuhan yang baru. Seperti yang diungkapkan di atas, bidang usaha konsultan adalah memberi nasihat, tidak kurang dan tidak lebih. Sepertinya sederhana, namun bukanlah hal mudah membangun sebuah firma atau perusahaan konsultan yang berhasil.

Yang membedakan konsultan yang bagus dan buruk menurut Entrepreneur.com adalah passion dan mengejar keunggulan. Selain itu, tentunya ahli dibidangnya. Beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum terjun dalam bisnis konsultan adalah :

- Apakah perlu sertifikasi atau ijin tertentu dibidang tersebut? Hal ini tergantung profesi Anda, Anda mungkin butuh sertifikasi khusus atau ijin sebelum bisa memulai usaha konsultan. Sebagai contoh untuk konsultan bidang pembangunan atau real estate dan juga keuangan serta pajak.

- Apakah saya memiliki kualifikasi untuk menjadi konsultan? Sebelum Anda berharap ada klien yang mau membayar Anda, pastikan Anda memiliki kualifikasi yang cukup baik.

- Apakah saya cukup terorganisir untuk menjadi seorang konsultan? Apakah Anda suka merencakan hari-hari Anda? Apakah Anda sangat baik dalam managemen waktu? Jika jawabannya ya, maka Anda dapat terus melangkah.

Apakah saya suka membangun jaringan? Jaringan adalah hal penting dalam kesuksesan bisnis konsultasi hari ini.

- Apakah saya memiliki target jangka panjang dan jangka pendek? Jika target  tidak sesuai dengan waktu dan energi yang Anda miliki, maka pertimbangkan kembali arah usaha Anda.

Saat ini ada banyak jenis bisnis konsultan, namun berikut ini adalah yang paling populer

1. Akunting : Hampir semua usaha membutuhkannya, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya usaha tersebut.

2. Advertising/periklanan : tipe bisnis ini biasanya dibutuhkan untuk mengembangkan strategi kampanye iklan.

3. Auditor : Konsultan yang mengaudit berbagai bidang dalam bisnis, mulai yang umum hingga spesifik.

4. Konseling Karir : Dengan semakin besarnya angkatan kerja yang tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, banyak orang membutuhkan bimbingan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan mereka inginkan baik dari pekerja maupun perusahaan pemberi kerja.

5. Konsultan Bisnis : Jika Anda memiliki indra bisnis yang bagus, maka Anda bisa terjun dalam bidang ini. Kebanyakan mereka dibutuhkan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan atau dalam memulai usaha disuatu bidang.

6. Konsultan komputer : Mulai dari software hingga hardware, hal ini sangat dibutuhkan dalam dunia usaha saat ini. Bisa dipastikan bidang ini sedang meroket di beberapa tahun terakhir.

7. Writing & Editorial Servise : Mulai memberikan pelatihan penulisan hingga menghasilkan newsletter hingga laporan tahunan perusahaan. Mereka yang ahli dibidang ini selalu dibutuhkan.

8. Human Resources Developmen/Sumber Daya Manusia : Konsultan dibidang HRD salah satu bidang yang selalu dibutuhkan perusahaan, namun saat ini pesaingnya pun sangat banyak. Anda harus memiliki nilai tambah yang membuat perusahaan konsultan Anda dilirik oleh klien.

9. Pajak : Konsultan pajak memberikan arahan agar perusahaan  menjalankan usaha secara legal dengan pembayaran pajak seefektif mungkin. Dengan banyaknya kasus pajak saat ini, konsultan pajak selalu dibutuhkan.

10. Public Relation : Mendapatkan liputan media untuk sebuah perusahaan dengan cara yang ideal adalah sebuah seni. Ketika perusahaan mendapatkan konsultan PR yang baik, maka dipastikan branding dan marketing perusahaan tersebut bisa semakin baik.

Apakah Anda ahli disalah satu bidang di atas? Jika Anda menjawab "ya" mengapa tidak mencoba usaha ke arah sana. Pastikan Anda memiliki passion dan juga mengejar keunggulan dibidang tersebut, pasti Anda akan berhasil.

Sumber :
http://www.jawaban.com/read/article/id/2013/11/13%2019:30:00/11/131113113820/10-Jenis-Bisnis-Konsultan-Paling-Populer

Sunday, May 24, 2015

Tips Memotivasi Karyawan

Agar Lebih Semangat Kerja

Pada dasarnya, banyak hal yang bisa buat karyawan merasa malas dan tidak termotivasi untuk bekerja lebih giat. Hal tersebut bisa saja karena lingkungan kerja, gaji yang tidak sepadan dengan pekerjaan yang dikerjakan ataupun karena merasa pekerjaannya tidak pernah mendapat apresiasi yang baik dari atasan tempat bekerjanya.

Karena pekerjaan yang sama setiap hari, hal ini juga bisa membuat karyawan merasa bosan dan tidak semangat lagi dalam bekerja. Ketika pekerjaan tampak sepele, tidak jarang pula karyawan bermalas-malasan. Jika hal ini terus terjadi, perkembangan perusahaan tidak bisa dilakukan dengan cepat atau sesuai target yang diharapkan.

Lalu bagaimana untuk memotivasi para karyawan agar bekerja lebih giat? Dilansir dari laman wikihow.com, inilah yang perlu dilakukan oleh atasan terhadap karyawan agar mereka lebih giat dan termotivasi dalam bekerja serta memajukan perusahaan.

Gaji Insentif/ Bonus
Inilah salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan adanya insentif atau uang bonus karena karyawan telah bekerja secara baik, hal ini bisa mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik. Adanya dana insentif bagi karyawan, secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong semangat kerja dan mereka pun berlomba memberikan yang terbaik untuk perusahaan dimana mereka bekerja.

Hubungan Sosial
Meskipun Anda berperan sebagai atasan, pastikan untuk berbaur dengan karyawan dan jalin hubungan sosial yang baik dengan mereka. Hubungan sosial yang baik di lingkungan kerja bisa menjadi motivasi dan semangat bagi semua pekerja di kantor ataupun sebuah perusahaan.

Beri Arahan
Arahkan karyawan ketika mereka menemukan kesulitan. Jelaskan dengan baik apa visi, misi dan tujuan kantor atau perusahaan. Beri tahu apa saja yang harus dilakukan karyawan agar tempat kerja bisa berkembang dengan baik. Pastikan untuk menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan. Tapi ingat, meskipun Anda telah menjalin hubungan sosial yang baik dengan karyawan, pastikan bahwa mereka juga menghormati Anda sebagai atasannya.

Lingkungan
Pastikan lingkungan kerja untuk karyawan nyaman, bersih dan aman. Buat suasana tempat kerja karyawan menyenangkan dan menenangkan bagi mereka saat bekerja. Tempat kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa bantu karyawan lebih semangat dalam bekerja.

Libatkan Karyawan Dalam Pengambilan Keputusan
Ketika Anda ingin sebuah perusahaan maju dan terus berkembang, usahakan untuk melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan untuk proyek tertentu. Selain bisa buat karyawan merasa dihargai dan mendorong motivasinya untuk bekerja, hal ini juga bisa mempermudah perusahaan mencapai kesuksesan.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memotivasi karyawan agar ia lebih giat dalam bekerja. Selain hal tersebut, mengajak karyawan memunculkan ide-idenya dalam mengembangkan perusahaan nampaknya juga bisa mendorong karyawan lebih semangat bekerja. :)


Sumber :
http://www.vemale.com/relationship/karier/80167-tips-memotivasi-karyawan-agar-lebih-semangat-kerja.html

Saturday, January 17, 2015

Tips Naik Jabatan

Cara Cepat Naik Jabatan di Tempat Kerja


Jika salah satu resolusi tahun baru Anda adalah mendapatkan promosi atau naik jabatan di tempat kerja, maka tak ada salahnya mengikuti tujuh cara mudah dari Louisa Symington-Mills, analis finansial dan pendiri dari Citymothers yang beranggotakan 5.000 orang. Ini dia:

1. Mengenal diri sendiri.
Anda harus tahu apa yang Anda inginkan, dan mengapa Anda menginginkan hal tersebut. Mengenal diri sendiri addalah awal dari dapat mengenal orang lain. Jika Anda sudah percaya diri dengan diri Anda sekarang, maka peningkatan di bidang karir Anda bukanlah hal yang mustahil.

2. Mengenal atasan Anda.
Persepsi atasan Anda mengenai proses kerja dan hasil kerja Anda sangatlah penting. Jika selama ini, atasan Anda kurang menghargai atau bahkan tak melihat hasil kerja Anda, tak ada salahnya untuk berbicara empat mata, serta utarakan maksud tujuan Anda. Dengarkan juga apa yang atasan Anda harapkan dari Anda untuk dapat lebih maju dalam dunia kerja. Aturannya, jangan pernah berasumsi sendiri atas apa yang atasan Anda pikirkan.

3. Buat impresi yang positif.
Di tempat kerja, membuat impresi adalah hal penting. Tentang pekerjaan yang Anda lakukan, kunci pencapaian, kontribusi untuk tim, hingga potensi yang dapat Anda berikan kepada perusahaan.

4. Mulailah bersuara.
Jika selama ini Anda adalah tipe pengikut atau takut menyuarakan pendapat, cobalah untuk berubah. Keluarkan ide-ide liar di kepala Anda, dan buat diri Anda menjadi menonjol tahun ini.

5. Investasi pada diri Anda sendiri.
Ikutlah kegiatan atau kursus paruh waktu yang dapat menambah keterampilan Anda. Penuhilah profil pekerjaan Anda dengan hal-hal baru yang berguna.

6. Berkaca pada penampilan.
Jangan remehkan penampilan Anda saat di tempat kerja. Berbusanalah untuk pekerjaan yang Anda inginkan, bukan berbusana karena pekerjaan Anda saat ini. Kesempatan bisa saja datang pada orang yang berbusana lebih profesional dibanding Anda, meski belum tentu kemampuannya melebihi Anda.

7. Bangun relasi sebanyak mungkin.
Relasi adalah hal fantastis dalam dunia kerja, Cara terbaik untuk menambah relasi adalah dengan menghadiri acara-acara kantor. Anda dapat bertemu relasi-relasi baru baik di luar maupun dalam kantor. Lewat relasi ini juga, Anda bisa mendapatkan banyak hal yang tentunya membuka peluang baru ke depannya.

Selamat mencoba!


Sumber :
The Telegraph
http://female.kompas.com

Tuesday, February 25, 2014

Konsultan & Motivator


Jika harus ditanya, prinsip kerja apakah yang paling efektif dan mudah untuk diterapkan, jawabannya bisa macam macam dan membingungkan kita. Untuk perusahaan perusahaan besar dan solid, mereka tidak segan segan mengeluarkan uang jutaan rupiah bahkan mungkin sampai puluhan juta untuk mengundang atau menyewa konsultan management atau motivator.

Konsultan dan motivator ini diminta untuk berbicara dan mengajarkan prinsip kerja kepada para karyawan diperusahaan tersebut. Kalau perlu, mengikat kontrak kerjasama dengan konsultan motivator ini untuk bisa memberdayakan sumber daya manusia didalam diri karyawan mereka.

Tidak hanya prinsip kerja, ada juga yang mengajarkan strategi marketing, gaya kepemimpinan yang sukses, direct sales, pola perhitungan kenaikan gaji, efisiensi dalam produksi dan biaya, dan lain lain.

Sebut saja, Rhenald Khasali, AB Susanto, Purdi E Chandra, Andrie Wongso, Hermawan Kartajaya konsultan konsultan lokal yang sudah ternama, kemudian ada lagi Robert Kiyosaki, Zig Ziglar, Laura Beth, yang termasuk konsultan motivator asing yang sangat dikenal, ( 

Bahkan sekarang ini, banyak sekali pengusaha sukses diminta sebagai pengajar di bangku kuliah, juga kadangkala diminta sebagai pembicara seminar, untuk berbagi cerita mengenai kesuksesan mereka ) ditambah konsultan konsultan dari dunia religius seperti Aa Gym, Jakoeb Ezra, bahkan John Maxell yang konon nilai honor untuk mengundang beliau mencapai lebih dari lima ratus juta rupiah. (wow!)

Lihatlah setiap hari di media cetak, bagaimana para konsultan dan motivator ini melancarkan jurus jurus trik management dengan iklan iklan yang cukup gencar untuk menarik perhatian kita agar datang pada seminar yang mereka adakan. Dan seminar yang diadakan umumnya laris manis dan semua tiket akan terjual habis.

Demandnya sekarang ini adalah ada begitu banyak orang ingin melihat bukti nyata dalam diri sang konsultan dan motivator, dalam arti kata, mereka perlu bukti bukan teori. Itulah yang mereka bayar !

Jujur saja, saya tidak akan mau mengeluarkan uang begitu banyak untuk datang dalam seminar seminar mereka.

Kalau hanya membeli buku buku mereka, mungkin saya dapat mentolelirnya. Alasannya ? saya banyak mempelajari latar belakang konsultan konsultan management ini, dan didapati, bahwa lebih dari 70-80 % konsultan yang saya tahu, keberhasilan mereka didasari prinsip Alkitabiah atau prinsip dari religius.

Para konsultan dan motivator, harus diakui, ada diantara mereka sukses karena didasari oleh prinsip Kitab Suci. Misalnya Aa Gym, tidak jauh berbeda dengan konsultan sukses yang lain dengan jalur lain yaitu Al-Quran.

Sekarangpun lagi trend mengenai religius, ada survey yang mengatakan bahwa jika kita memiliki hubungan yang baik dengan yang di Atas, ditambah lagi dengan kemampuan, cara berpikir dan kepandaian, maka kita akan menjadi seperti atmosfir yang sanggup membawa dampak positif di sekitar kita.

Sumber :
http://www.airhidup.com

Saturday, February 22, 2014

Eni Kusuma, dari Babu menjadi Motivator


Gagap Bukan Pengalang Jadi Motivator

Motivator tentu menjual suara. La kalau diri sendiri saja gagap, bagaimana bisa memotivasi orang? Yang justru malah ditertawakan, seperti pelawak yang menjual kegagapan dalam lawakannya. Nah, Eni Kusuma membuktikan bahwa gagap bukan alangan untuk menjadi motivator!

Eni gagap sedari kecil. Bungsu dari tiga bersaudara ini hidup dalam ketakutan. Setiap hari orangtuanya bertengkar. Kondisi ini membentuk dirinya menjadi gagap. Alih-alih keluarganya mendukung penyembuhan, malah menertawakan kegagapannya. Hal ini membuat Eni semakin rendah diri dan mengurung dalam kesendirian.

Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) menjadi tempat persembunyian yang nyaman baginya. Terlebih ada bacaan di antara tumpukan sampah. Hal itu dilakukan sampai ia SMP. Dari tumpukan sampah inilah ia memperoleh semangat yang membakarnya untuk bangkit. Ya, kata-kata dari kartu motivasi Harvest bertuliskan “Jangan pernah menyerah!” itu mengubah kepribadiannya.

Kata-kata itu membuatnya tahan ejekan teman-temannya. Ya, wajar teman-temannya mengejek sebab ia hanya ganti seragam sekolah setiap empat hari sekali, tidak menggunakan sepatu yang layak, dan menunggak SPP sampai tiga bulan. Ia berubah menjadi pemberani, tak kenal menyerah, tidak pemalu, dan segala masalah dianggap kecil. Lulus SMP ia melanjutkan ke SMA jurusan biologi.

Selepas SMA, Eni gagal PMDK maupun UMPTN. Ia begitu kecewa pada harapan yang ia bangun sendiri. Pikiran positif yang ia tanam ternyata tak selalu berdampak positif. "Dampak negatifnya, kita jadi capek berpikir positif terus, penuh harapan terus, tak kenal menyerah terus, padahal hasilnya nihil," ujar Eni.

Eni lalu mencari pekerjaan. Dari beragam lamaran ia diterima sebagai tenaga pembukuan. Sayang, hanya bertahan 1,5 tahun karena bangkrut. Ia pun berpaling jadi pembantu. Maunya ke Hongkong, tapi oleh PJTKI ia dinilai hanya layak dikirim ke Malaysia, Singapura, atau Arab Saudi. "Walah, jadi babu pun ditolak?!" beruntung ada satu keluarga di Hongkong yang mau menerimanya. Mengapa ia ngotot ke Hongkong? Ia dengar, di Hongkong perlindungan terhadap TKW cukup memadai. Tanggal 3 Maret 2001, Eni berangkat.

Ditantang bikin buku

Di Hongkong, Eni bertugas sebagai pengasuh bayi keluarga Chan Kwok Hung, seorang sopir taksi. Karena yang menggaji adalah istri Chan, Poon Ceuk Yin Herme yang bekerja di Octagon Jewelry sebagai manager eksekutif, Eni pun harus mengutamakan perintah istri Chan. Beruntung majikan Eni enak diajak ngobrol. Ia sering bertanya banyak hal karena takut mengecewakan majikannya. Tak lupa Eni meminta maaf jika melakukan kesalahan. Ia berusaha bekerja sebaik-baiknya.

Tahun 2005, saat diberi jatah libur, Eni belajar internet. Sejak itu ia keranjingan browsing: di perpustakaan kota, di kantor pos, atau warnet gratis di mal. Ia pun belajar menulis cerita pendek atau puisi dan mengirimkannya ke milis Kossta, wadah bagi para TKW di Hongkong yang suka menulis.

Tak disangka, majikannya mendukung kegiatannya dalam dunia tulis menulis. Saat majikannya bertanya, untuk apa ia menulis, Eni tegas menjawab, "I want to be a writer." Sang majikan tertawa, "You can't be a writer, because you don't have imagination."

Anehnya, sejak itu majikan sering complain terhadap apa pun hasil pekerjaan Eni. Sikap mereka baru agak reda dan normal kembali setelah Eni menyatakan berhenti menulis. Padahal, Eni baru menerima tantangan dari Edy Zageus, pengelola www.Pembelajar.com, untuk menyelesaikan semua artikelnya yang akan dibukukan.

Selama enam bulan Eni ngebut menyelesaikan sekitar 30 artikel motivasi, yang ia tulis tangan sejam sebelum tidur malam. Baru diketik ke komputer warnet di saat libur. Begitu cara ia menyiasati kesempatan.

Bikin yayasan

Menjadi TKW membuatnya seolah lahir kembali. Eni lebih menghargai proses, open mind, apa adanya, dan selalu diimbangi dengan berpikir negatif yang menguntungkan, yaitu berpikir yang terburuk. Sehingga, "Kalau toh gagal lagi, saya tak mudah patah. Gagal berarti harus lebih keras belajar lagi."

Akhirnya, ia memutuskan pulang ke Tanah Air pada 25 Februari 2007. Ada dua alasan untuk hal itu: akan menikah dengan Hisam, lelaki yang sevisi dengannya dan tanggal kelahirannya sama (27 Agustus 1977), serta buku pertamanya akan diterbitkan.

April 2007 buku pertamanya bertajuk Anda Luar Biasa terbit. Pada dua bulan pertama peredarannya, cetak ulang dua kali. Ia pun sibuk memasarkan bukunya itu melalui berbagai diskusi. Dalam acara bedah buku dengan para mahasiswa ia tak mati kutu meski dipojokkan para mahasiswa yang merasa lebih berpendidikan daripada Eni.

Pernah pula, ia diundang bicara sebagai motivator bagi ribuan distributor CNI, di Jakarta. Hadirin terinspirasi dari pengalamannya sebagai pembantu rumah tangga. Hanya, ada yang menganggap rendah profesi lamanya itu, tatkala ia jadi pembicara dalam seminar "Meningkatkan Profesionalisme Guru" di Bojonegoro. Beberapa peserta menghajar sejumlah tips yang ia berikan. Eni hanya tersenyum. Baginya, profesi PRT lambang kesabaran. Sedang kesabaran adalah ibu dari kesuksesan, "Ingat, pembantu yang baik adalah tangan Tuhan yang penuh pengabdian."

Open mind dikatakan Eni sebagai modal sukses belajar, sehingga kita bisa jujur dalam melihat diri sendiri dan orang lain. Dengan ini pula seseorang bisa menjadi motivator bagi dirinya sendiri di saat ia terpuruk. Sebab, ia akan terangsang untuk bangkit dan tak mudah putus asa.

Memberi motivasi bukan hanya diberikan Eni pada orang lain, melainkan juga pada keluarga sendiri, terutama putrinya Natasya Ensa Motivani, yang lahir Januari 2008. Kata-kata penggugah ia gelontorkan pada bayi yang di hari-hari awalnya menolak ASI.

Hasil penjualan buku-buku motivasinya akan disalurkan ke Eni Kusuma Foundation, yayasan yang memberi pendidikan bagi anak-anak miskin. Eni tak ingin anak-anak desa memiliki bayang-bayang masa lalu seperti dirinya, yang harapan dan cita-citanya hancur digerogoti kemiskinan. Nasib harus dikalahkan, bukan ditangisi.


Sumber :
http://intisari-online.com

Friday, February 21, 2014

Bong Chandra: Dari Motivator Ke Kontraktor


Siapa tak kenal dengan motivator muda Bong Chandra? Kata-katanya menggugah. Ide-idenya orisionil. Selain menjadi motivator Bong juga penulis buku. The Science of Luck dan Unlimited Wealth merupakan buah karyanya. Kini ia merambah sebagai developer dengan meluncurkan Ubid Village di Ciledug, Tangerang. Omzet Rp 180 miliar langsung ia raup karena konsep yang ditawarkan termasuk kreatif dan berterima.

Jika melihat Bong saat ini, sepertinya semua indah-indah saja. Seperti yang dikatakannya sendiri, "Jangan hanya tertarik dengan apa yang dicapai orang sukses, tetapi tertariklah dengan air mata yang mereka keluarkan untuk mencapainya!" Ya, jangan melihat hasil akhir, tapi lihatlah prosesnya; dan Anda akan tahu karakter orang tersebut.

Untuk sampai posisinya yang sekarang Bong harus merangkak dari bawah. Orangtuanya memang pengusaha kue. Namun tahun 1998 usaha tersebut bangkrut. Toh jiwa wira usaha itu menurun ke Bong. Sejak usia belia Bong sudah tidak tertarik kerja pada orang lain. Pernah ia bekerja pada saudaranya. Akan tetapi, Senin masuk, Jumat pulang. Jadi hanya bertahan lima hari.

Kelahiran Jakarta 25 Oktober 1987 ini lalu menjalani bermacam profesi seperti menjual parfum, VCD, baju, dan pakaian seragam; lalu berpindah menjajal bisnis multilevel marketing, event organizer, lalu merambah ke dunia talk show, sampai akhirnya menjadi motivator.

Saat diundang sebagai pembicara seminar pada organisasi Real Estate Indonesia (REI) cabang Jawa Timur di Surabaya ia diajak bergabung membangun usaha properti. Setelah mengajak satu orang lagi, akhirnya berdirilah PT Trinitri. Mereka membeli tanah seluas 5 ha di Ciledug, Tangerang, yang di atasnya kemudian berdiri Ubud Village. Dari 365 unit yang dibangun, tinggal 13 unit yang belum laku.

Nama Ubud Village diambil karena saat pembangunan sedang ramai soal film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts dan shootingnya di tiga negara: Italia, India, dan Indonesia. Di Indonesia lokasinya adalah Ubud. "Tapi kalau saya namai taman atau kampung, apa bedanya dengan yang ada di Bali? Maka saya beri nama Ubud Village. Tetap kampung, namun ada pembedanya dengan yang di Bali," kata Bong.

Dalam memasarkan rumahnya, Bong pernah mengalami masa suram. Saat mengadakan gathering di sebuah hotel di Jakarta, dari 17 orang yang konfirmasi, hanya satu yang datang. Padahal ia sudah keluar biaya hotel, pesan makanan, dan menyiapkan tim berjumlah puluhan orang. Toh ia berpikir positif saja.

Pernah pula Bong memasang iklan yang menurutnya cukup mahal. Ternyata salah tulis. Lagi-lagi ia memaklumi dan berpikir positif. Salah tulis justru menjadi aksen tersendiri yang membuat orang penasaran.

Jadi, jangan lihat Bong seperti saat ini. Lihatlah air mata yang ia keluarkan untuk mencapai itu semua. (idebisnis Februari 2012)  


Sumber :
http://intisari-online.com

Thursday, February 20, 2014

Bedanya Coach, Motivator, dan Konsultan


Seorang motivator umumnya berbicara di dalam kelas-kelas seminar yang jumlah pesertanya banyak. Karena itu, pendekatan yang dilakukan seorang motivator lebih global, satu solusi (baca: motivasi) yang bisa diaplikasikan untuk berbagai masalah sejenis.

Sedangkan coach itu one on one, satu coach untuk satu klien, Kalaupun ada group coaching, jumlahnya kecil dan spesifik. Menurut Tjia Irawan, Senior Coach di CoachingMedia Solution, coaching memandang setiap manusia itu unik. “Tiap manusia pasti berbeda. Sumber daya dan kekhasannya pasti berbeda. Coaching menggali keunikan dari masing-masing pribadi untuk membuat mereka mampu mencapai impiannya.”

Beda lagi dengan konsultan. Coach Tjia membuat perumpamaan, konsultan itu bak juru masak restoran. “Kita sebagai pengunjung restoran disodorkan daftar menu. Kemudian kita pesan menu yang sesuai dengan keinginan. Yang masak koki. Ketika mateng, diberikan pada kita untuk kita nikmati.”

Jika sebuah perusahaan mempunyai permasalahan atau sasaran tertentu, kemudian menyewa konsultan untuk membenahi atau membuat perusahaan itu mencapai targetnya, maka sang konsultan akan “mengolah dan memasak” semua permasalahan yang ada di perusahaan itu menjadi sebuah hidangan enak untuk disajikan pada kliennya. “’Pahlawannya’ adalah sang konsultan,” kata Coach Tjia. Sedangkan dari sudut pandang coaching, klien adalah “pahlawan”-nya.

Senada dengan itu, Coach Margetty Irawan, coach sekaligus pemilik Smart Business Coaching Firm menjelaskan, konsultan akan lebih banyak memberikan tutorial dan pengajaran kepada klien. Hal itu karena konsultan adalah orang yang ahli di bidangnya, seperti konsultan pajak, konsultan keuangan, atau konsultan di bidang sumber daya manusia.

Kalau begitu, bagaimana seorang coach yang tak berlatar belakang perbankan, misalnya, memberikan coaching bagi seorang eksekutif perbankan? Pertanyaan serupa pernah ditanyakan kepada Coach Getty. Menurut dia, yang dilakukan dalam program coaching bukan mengulas bisnis tersebut secara teknis, tapi bagaimana si klien melihat bisnisnya dari kacamata dia sendiri. Seorang coach akan lebih banyak bertanya daripada memberitahu dan mengajar. “Telling (memberitahu) lebih banyak dilakukan oleh konsultan, karena konsultan lebih banyak ngajarin seorang pebisnis, supaya mengerti ilmu yang harus mereka miliki di bisnis,”

Tak jarang, orang salah menafsirkan coach sebagai konsultan. Menurut pengalaman Coach Getty, mereka yang belum tahu apa itu coaching baru bisa merasakan bedanya ketika berada di program coaching. “Seorang coach bukan mengajari mereka 100%. Edukasinya hanya 20%, dan 80%-nya adalah implementasi ilmu yang mereka punya untuk memaksimalkan karier atau bisnis miliknya.


Sumber :
http://intisari-online.com

Wednesday, February 19, 2014

Gede Prama


Sukses Sebagai Penulis dan Konsultan

Banyak orang beranggapan bahwa jalan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Namun tidak demikian bagi Gede Prama. Menurut penulis sekaligus mantan CEO perusahaan besar itu, keberhasilan seseorang bersumber dari keyakinannya dalam menjalani hidup. Prinsip ini pula yang terus dipegangnya hingga berhasil membawanya pada puncak kesuksesan. Alhasil, di usianya yang baru 38 tahun, Gede Prama telah menduduki jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan dengan memimpin ribuan karyawan.

Pria kelahiran 2 Maret 1963 ini berasal dari sebuah desa kecil bernama Tajun yang terletak di Bali Utara. Ia tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Sejak kecil ia merupakan sosok yang patuh akan hukum adat yang berlaku di lingkungannya. Jiwa pemberontak jauh dari kepribadiannya. Ini terlihat ketika orangtuanya sering mengumpulkan anak-anaknya untuk diberikan wejangan, Gede Prama selalu mendengarkan wejangan yang disampaikan orangtuanya dengan baik untuk diterapkannya di kemudian hari.

Di masa mudanya, ia adalah pribadi yang minder, pemalu serta penakut karena ia merasa memiliki banyak kekurangan. Namun, segala sifat negatif itu berubah tatkala ia mendapat kesempatan belajar ke luar negeri.
Gede Prama memulai kariernya di lahan pengetahuan dan profesi yang sarat sains dan praktik manajemen. Namun dalam kiprah selanjutnya, ia lebih menerapkan pendekatan spiritual dalam pengembangan organisasi maupun 
bisnis.

Hanya dengan bermodalkan keyakinan serta tekad yang kuat, alumni Universitas Leicester dan INSEAD ini datang ke kota besar. Keyakinannya membuahkan hasil, kini ia dikenal sebagai penulis sekaligus pimpinan sebuah perusahaan swasta dan konsultan pada Dynamics Consulting yang bergerak di bidang pengembangan SDM. Gede Prama juga menjadi salah seorang pembicara publik yang paling diminati. Kata-kata yang keluar selalu dipikirkan masak-masak dan meneduhkan bagi yang mendengarnya.

Ketekunannya sebagai konsultan membuatnya pernah menjadi konsultan manajemen di RCTI, Blue Bird, PT Kodja Bahari, Air Mancur dan lain-lain. Tak hanya itu, mantan karyawan sebuah perusahaan Jepang ini juga berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu motivator kenamaan Tanah Air sekelas Mario Teguh, Tung Desem Waringin dan lain-lain.

Berkat kesuksesannya, Gede kini hidup berkecukupan dengan kekayaaan yang dimilikinya. Namun, kekayaan duniawi bukanlah menjadi sumber kebahagiannya yang utama, melainkan cinta kasih dari keluarga tercinta yang senantiasa tercurah untuknya. Selain keyakinan dan tekad, cinta kasih merupakan faktor yang amat mempengaruhi jalan hidupnya. Ia tidak lagi menemui kegagalan karena dalam kegagalan tak ada dalam kamus bahasa cinta.

Dalam kamus hidup seorang Gede Prama, seseorang bisa mewujudkan keyakinan tanpa harus dibatasi oleh tembok apapun. Maka ketika seseorang benar-benar ingin berpikir sehat demi kesuksesannya, ia harus bersiap-siap berpikir keseluruhan tanpa batas. Tak mengherankan jika kini ia tak suka mengagumi pemikiran mana pun secara berlebihan.

Gede Prama mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan gagasan Unschooled Management. Gagasan yang menurut Gede, sebuah ekspresi penghargaan atas sekolah. Pasalnya, seseorang yang berani mengkritiklah yang akan membangun sebuah sekolah dan universitas.

Berkat keluasan pemikirannya, pria berpembawaan tenang ini banyak dipercaya sebagai pembicara publik di berbagai forum nasional maupun internasional. Sudah tidak terhitung banyaknya undangan mulai dari organisasi keagamaan, perusahaan, maupun seminar tentang motivasi diri dan 
bisnis. Perusahaan-perusahaan besar seperti BCA, Citibank, World Bank, Unilever Global, Microsoft dan IBM tak segan menggelontorkan dana yang tak sedikit demi mendatangkan dirinya. Kesibukan yang memaksanya harus melanglang buana itu membuat ia melepaskan profesinya sebagai sebagai dosen MBA di tiga sekolah manajemen di Jakarta.

Karena kedalaman berpikirnya, pria yang memperoleh gelar MBA dari Institut Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta ini disebut sebagai Resi Manajemen oleh Infobank. Sedangkan oleh Media Indonesia, Gede dijuluki Stephen Covey Indonesia. Warta Ekonomi menyebutnya Penggagas Unschooled Management.

Julukan yang disandangnya tak lantas membuat Gede terjebak dalam puji-pujian itu. Bagi Gede, pujian maupun makian sama mematikannya. Yang terpenting, ia selalu belajar untuk merangkul dua sisi kehidupan yang saling membelakangi, sedih-bahagia, suka-duka dalam satu pelukan yang sama mesra.

Gede juga merupakan sosok pembicara publik yang bisa berbicara lintas agama, terkadang ia berbicara di majelis taklim, vihara, serta berbagai seminar pengembangan diri lewat jalur spiritual.

Ia juga terus belajar untuk mencapai pada titik keikhlasan tertinggi. Jadi, apa pun usahanya, ia belajar supaya tetap berujung pada keikhlasan. Dengan keikhlasan, orang tak akan terbelenggu pada keinginan akan harta maupun tahta.

Pemahaman inilah yang membuat seorang kyai dari Jawa Timur menyebut Gede seorang sufi. Padahal Gede seorang Hindu. Kesufian ini dipelajari Gede Prama dari para pemikir dunia seperti Kahlil Gibran, Khrisnamurti, David Bohm, Michael Fouclt, dan Morihei Ueshiba. Selain mempelajari karya-karya filosofi, ia juga rutin berlatih meditasi. Dari latihan ini, ia mendapatkan ketenangan yang memudahkannya mengembangkan pikiran positif dalam segala hal.

Selain menjadi pembicara publik, ia juga menuangkan gagasan serta pemikirannya dalam lembaran-lembaran kertas. Ketekunannya berkarya membuatnya sudah menghasilkan ribuan artikel, serta puluhan judul buku, dua di antaranya dibuat dalam versi bahasa Inggris.

Buku-buku yang ditulisnya tak pernah lepas dari pemahaman tentang kehidupan yang universal, seperti: Percaya Cinta Percaya Keajaiban, Hidup Bahagia Selamanya, Sukses dan Sukses, Simfoni di Dalam Diri, Sadness, Happiness, Blissfulness: Transforming Suffering Into The Ultimate Healing : Mengolah Kemarahan Menjadi Keteduhan, dan lain-lain. Pesan-pesan serta petuah bijak yang disampaikannya membuat buku-buku Gede Prama kerap dijadikan bahan renungan bagi para penikmat karyanya. Media cetak, internet, televisi dan radio juga kerap menyebarkan pesan-pesan serta petuah bijaknya yang mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup dengan nilai-nilai positif. Di sela-sela kesibukannya sebagai pembicara, Gede Prama juga menjadi penulis tetap di harian Kompas serta majalah Info Bank.

Setelah mendapatkan segala kesuksesan di dunia, ia ingin terus melakukan perjalanan menuju Tuhan. Ia tak ingin terus terikat pada tahta. Ia juga tak ingin terjebak pada keberhasilan. Karena ikatan dan jebakan itulah awal dari kegagalan hidup yang permanen. Gede Prama menyadari kehidupan di dunia hanya bersifat sementara, oleh karena itu ia berusaha menyebarkan pemikiran positif bagi sesamanya tentang keindahan hidup dengan karya-karyanya.

Kendati kesibukan telah membawanya ke berbagai tempat, Gede Prama tak pernah melupakan tempat kelahirannya, Tajun. Di desa inilah ia menghabiskan sebagian waktu menulis, bertaman, serta bermeditasi (mindfulness training). Keberhasilan dan kenikmatan hidup tak lantas merubah kepribadian Gede, hatinya pun masih tetap sama dengan ketika ia memulai perjalanan dari Tajun. "Semua mau bahagia, tidak ada yang mau menderita," begitulah ungkapan pria yang pernah belajar spiritualitas dari Dalai Lama.

Meski masih belum sempurna, Gede Prama yang sering menyebut dirinya sebagai orang bodoh ini memberanikan diri untuk berbagi pesan tentang tidak menyakiti, banyak menyayangi, mencintai semua mahluk, karena menurutnya itulah yang membuat manusia berbahagia. Kegagalan dan kebodohan di masa lalu dijadikannya sebagai media untuk terus belajar dan dari sana pulalah Gede Prama menemukan sebuah kearifan. "Dalam setiap persoalan manusia, saya belajar untuk mengurangi mencari siapa yang salah. Dan memusatkan perhatian untuk memecahkan persoalan," ujarnya bijak.

Bila banyak orang mau belajar berhenti menyalahkan orang lain, kemudian memusatkan perhatian pada pemecahan persoalan, menurutnya dunia kerja bukanlah sesuatu yang menakutkan. Persoalannya, untuk bisa berhenti dari kebiasaan buruk tadi, di samping kadang kurang didukung lingkungan, juga sering dihadapkan oleh dorongan-dorongan dari dalam diri yang juga tidak mudah. Emosi, ego, harga diri, gengsi, ketidaksabaran hanyalah sebagian kecil dari dorongan-dorongan tadi. Namun, siapapun juga orangnya, menurut Gede, orang itu membutuhkan deep meditation untuk mengelola dorongan-dorongan tersebut.

Deep meditation menurutnya, sebenarnya amatlah mudah. Ketika lapar, makanlah secukupnya. Tatkala haus, minumlah semampunya. Manakala mata mengantuk, tidurlah secukupnya. Dengan kata lain, hidup kita dengan seluruh kesehariannya sebenarnya sebuah meditasi panjang. Bila kita melakukan meditasi panjang ini dengan penuh ketekunan, kita yang menjadi pengelola tubuh dan jiwa ini. Bukan sebaliknya, kita dikelola oleh tubuh.

Terlebih bagi mereka yang pekerjaannya merubah orang lain atau memiliki tugas mulia memasyarakatkan nilai-nilai luhur. Dia katakan, sulit membayangkan tugas-tugas ini bisa diselesaikan secara berhasil tanpa melalui deep meditation. Ini juga sebabnya kenapa bertemu orang-orang tertentu kita mudah segan, hormat, respek, dan perasaan sejenis.

Sumber: 
http://www.tokohindonesia.com

Related Posts