Showing posts with label Pensiun. Show all posts
Showing posts with label Pensiun. Show all posts

Thursday, May 9, 2024

Menuju Karier Baru Setelah PHK



Lonjakan Kasus PHK di Awal Tahun 2024.

Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan terkait pemutusan hubungan kerja (atau PHK) di Indonesia. Periode Januari-Februari 2024 mencatat 7.694 buruh yang terkena PHK di seluruh negeri.

Pemutusan hubungan kerja paling banyak terjadi di wilayah DKI Jakarta, dengan jumlah 3.651 orang atau sekitar 47,45% dari total buruh yang ter-PHK secara nasional. Disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat, dengan masing-masing 2.886 orang dan 654 orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, provinsi-provinsi seperti Bali dan Sumatera Barat mencatatkan jumlah PHK terendah nasional, masing-masing hanya satu kasus.

Namun, perlu diperhatikan bahwa data tersebut belum mencakup seluruh kasus PHK di Indonesia. Kemenaker hanya mencatat kasus-kasus PHK yang dilaporkan oleh perusahaan melalui Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan atau Pengadilan Hubungan Industrial.

Lonjakan kasus PHK ini menunjukkan situasi yang serius dan mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan. Diperlukan upaya kolaboratif untuk menangani akar permasalahan dan memberikan perlindungan kepada para pekerja yang terkena dampaknya.


Langkah-Langkah Menuju Karier Baru untuk Mengatasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah momen yang sulit bagi siapa pun yang mengalaminya. Namun, di tengah ketidakpastian, langkah-langkah pertama setelah PHK dapat menjadi kunci untuk membangun kembali karier dan memulihkan kepercayaan diri.

Setelah pandemi, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah melakukan PHK dalam jumlah besar. Lebih dari 57.000 orang telah di-PHK di seluruh dunia sejak awal 2019. Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Meta, Amazon, dan Microsoft juga tidak luput dari dampak ini.

Di Singapura sendiri, lebih dari 14.500 orang di-PHK pada tahun 2023, yang merupakan rekor tertinggi sejak tahun 2022. Banyak dari mereka yang mencari pekerjaan baru sebagai dampak dari PHK tersebut.

Mengalami PHK adalah pengalaman yang sangat emosional. Dalam menghadapi situasi ini, ada lima rekomendasi yang dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan berikutnya:

1. Perkuat Jaringan di Komunitas.

Tetap terhubung dengan kolega dari pekerjaan sebelumnya. Hadiri acara-acara industri dan hubungi kontak Anda di perusahaan yang Anda minati. Rekomendasi dari orang yang Anda kenal dapat meningkatkan peluang Anda.

2. Tingkatkan Ketrampilan Diri.

Gunakan waktu Anda untuk memajukan karier Anda. Tekankan keahlian Anda dalam CV dan platform profesional online Anda. Menonjolkan diri dengan posting konten online tentang pengetahuan profesional Anda juga bisa membantu.

3. Bersiaplah untuk Pertanyaan "Ceritakan Tentang Diri Anda".

Jawab pertanyaan ini dengan baik. Persiapkan pengalaman Anda dan hubungkannya dengan relevansi dengan posisi yang Anda lamar. Pertanyaan ini bisa menjadi kesempatan Anda untuk menonjol.

4. Jujur pada Perjalanan Karier.

Diskusikan jeda karier Anda secara jujur. Bagaimana Anda menggunakan waktu Anda secara efektif setelah PHK dapat menjadi titik fokus penting.

5. Jangan Kritik Tempat Kerja Sebelumnya.

Hindari berbicara negatif tentang perusahaan Anda sebelumnya. Fokuslah pada hal-hal positif dan pandanglah PHK sebagai kesempatan baru.

Mengalami PHK memang tidak mudah, tetapi dengan langkah-langkah ini, Anda dapat membangun kembali karier Anda dan menemukan peluang baru yang menjanjikan.


Sumber :

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/04/25/7-ribu-buruh-di-indonesia-kena-phk-awal-2024-ini-sebarannya

https://www.liputan6.com/bisnis/read/5567778/kena-phk-ini-langkah-susun-rencana-baru?page=3

Monday, June 16, 2014

Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Pensiun


Setelah berurusan dengan berbagai tantangan dalam karir, Anda mungkin merasa ingin tak melakukan apapun di masa pensiun. Bisa saja Anda tak mengharapkan apapun selain bersantai dan menikmati hidup yang telah dikaruniakan.

Tapi, biasanya ada kejenuhan setelah beberapa bulan saja menjalani pensiun dan memiliki waktu yang begitu senggang. Anda mulai berpikir tentang bagaimana menyibukkan diri selama 20 tahun ke depan atau lebih. Dengan memiliki banyak peluang di masa pensiun, Anda perlu memutuskan kegiatan apa yang akan digeluti dan fokus di dalamnya.

Berikut ini lima pertimbangan untuk tujuan pensiun seperti yang dilansir Daily Finance.

Karir kedua. 
Bagi sebagian orang, pensiun menawarkan kesempatan akhir untuk mengubah karir. Pekerjaan sebelumnya yang mungkin meninggalkan perasaan kurang dihargai pada Anda dapat diganti dengan mencapai segala sesuatu yang baru. Anda bisa mengejar karir kedua yang berfokus pada apa yang Anda sukai, tanpa beban finansial untuk memenuhi kebutuhan lagi. Lagipula pekerjaan di masa pensiun tidak perlu harus full time. Anda bisa menerima tawaran posisi untuk masa kerja mingguan yang singkat atau hanya masuk kerja beberapa kali dalam setahun. Lebih dari itu, jika untuk beberapa alasan ternyata pekerjaan baru Anda tidak berhasil, Anda masih tetap bisa hengkang dan menemukan sesuatu yang lain yang lebih baik sesuai preferensi Anda.

Menenangkan diri. 
Jika karir baru bukan pilihan Anda, pensiun mungkin waktu yang tepat bagi Anda untuk menenangkan diri kembali. Tidak semua ketrampilan yang Anda kembangkan pada pekerkjaan bisa selalu diterjemahkan dengan baik ketika hidup sebagai seorang pensiunan. Bekerja berjam-jam dan mengejar prestasi pada umumnya memang dapat memuaskan Anda di tempat kerja, tetapi bisa membuat sulit untuk bersantai dan menikmati hidup di masa pensiun. Ketika Anda tidak lagi nyaman dengan segala persyaratan untuk pekerjaan, Anda bebas untuk fokus pada aspek kepribadian Anda yang dapat memberi bekal lebih baik di kehidupan pensiun Anda.

Relawan. 
Menyibukkan diri sebagai relawan mungkin bisa jadi cara bagi Anda menerapkan ketrampilan yang telah dikembangkan untuk kehidupan bisnis Anda di luar ruang gerak perusahaan. Bekerja untuk suatu alasan yang menginspirasi Anda dapat membuat pensiun Anda jauh lebih memuaskan. Banyak pensiunan murah hati menawarkan waktu mereka untuk tujuan mulia. Luangkan waktu Anda untuk menemukan kesempatan yang tepat dan bernilai bagi Anda. Bila Anda menemukan posisi relawan yang bagus, semua orang yang terlibat akan bergembira.

Berkarya. 
Pensiun dapat memungkinkan Anda untuk lebih memperhatikan sisi kreatif Anda. Banyak orang yang bekerja dipaksa untuk memendam energi kreatif mereka karena hampir tak pernah ada waktu untuk itu. Dalam masa pensiun, Anda dapat memaksimalkan bakat untuk menjadi penulis, penyanyi, aktor, pelukis, atau bahkan apapun yang senantiasa Anda inginkan. Di samping itu, karena Anda bebas dari kewajiban untuk memberikan nafkah, keberhasilan dapat diukur dalam kebahagiaan Anda dalam pengalaman mengejar hasrat Anda.

Relaksasi. 
Anda tidak perlu harus melakukan sesuatu yang berarti atau signifikan dalam keseharian sebagai pensiunan. Anda bebas untuk melakukan apapun yang diinginkan sebanyak-banyaknya atau sesedikit-sedikitnya. Selama Anda menikmati apa yang Anda lakukan dengan waktu pensiun, Anda sukses. Selalu ada ruang untuk menurunkan ketegangan dalam masa pensiun. Ketika masih berkarir mungkin terus bergelut dengan waktu karena ada target yang harus dicapai. Bahkan tak jarang yang targetnya itu dirancang untuk mendorong diri sendiri hingga melampaui batas kemampuannya. Kini, Anda dapat berharap menciptakan target yang penting bagi diri sendiri, bukan perusahaan.

Dalam pensiun Anda bisa memutuskan apa yang ingin Anda lakukan. Jika Anda ingin menjadi produktif menggunakan waktu Anda sebagai seorang pensiunan, Anda memiliki banyak pilihan untuk menjadi sukarelawan, menciptakan sesuatu yang baru, atau bekerja di karir kedua pada minat Anda sendiri. Tetapi jika tak ada pilihan tersebut menarik bagi Anda, Anda bahkan dapat memutuskan untuk tak melakukan apapun sama sekali.

Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id

Wednesday, April 30, 2014

Kebiasaan Orang Makmur Setelah Pensiun Dini


Pensiun dini mungkin menjadi cita-cita setiap pekerja. Bayangkan saja, duduk bersantai melakukan hal-hal yang disukai bersama dengan orang yang disayang pasti menyenangkan. Ide pensiun dini ini bukan tak mungkin bisa tercapai.

Agar masa pensiun dini Anda menyenangkan dan berkecukupan, ada baiknya untuk mempersiapkannya sejak awal. Tiru kebiasaan baik dari orang-orang yang sudah pensiun dini dan hidup makmur sejahtera berikut ini.

1. Mereka menabung
Jangan mentang-mentang masih muda dan bergaji banyak, Anda lantas langsung belanja sepuas-puasnya. Jangan lupa untuk menabung sebagian dari pendapatan Anda untuk bekal di masa depan. Para pensiunan dini tak pernah absen untuk menabung dan meningkatkan jumlah uang simpanan mereka. Mereka berani berusaha keras menabung demi "membeli" kebebasan mereka pada masa pensiun.

2. Mereka paham kebiasaan belanja mereka
Meski gemar menabung, bukan berarti para pensiunan dini ini tidak pernah belanja untuk dirinya. Mereka pasti juga pernah membeli berbagai barang kebutuhannya dan keluarganya. Hanya, mereka tahu dan punya pemahaman finansial yang sangat kuat untuk membatasi keinginan mereka saat belanja. Mereka tahu bagaimana cara mengontrol keinginan belanjanya dan gaya hidupnya.

3. Mereka punya rencana investasi
Angka inflasi mata uang akan sangat memengaruhi nilai mata uang Anda. Oleh karena itu, tak ada gunanya kalau Anda hanya menyimpan uang dalam celengan atau di bawah kasur. Meskipun Anda tidak terlalu ahli soal keuangan, pikirkan untuk mencoba berinvestasi. Sekarang ini, banyak bank sudah memberikan berbagai pilihan investasi yang bisa membantu Anda. Berpikirlah tentang obligasi, deposito, saham, atau reksadana.

4. Mereka optimistis
Ketika memutuskan untuk pensiun dini, hal terpenting yang harus dimiliki setiap orang adalah optimisme dan keyakinan yang tinggi untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Para pensiunan dini bersedia untuk meninggalkan pekerjaan mereka sebelum waktunya. Sikap optimistis dan positif akan memotivasi Anda dan menciptakan kesempatan yang lebih baik untuk menjalani hidup.

Sumber :
http://female.kompas.com

Related Posts