Saya punya banyak mitra (partner), alhamdulillah. Namun memilih dan menyusun tim inti, ini adalah perkara yang menantang. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dan seringkali intuisi turut bermain di sini.
Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Lantas, apa tips dari saya?
Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini?
Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.
Selanjutnya?
Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan.
Perlu waktu.
Perlu kesabaran.
Tips terakhir?
Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.
Selamat mencoba ya.
Semoga berkah berlimpah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tuesday, October 8, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Saat Ekonomi Mulai Terasa Sulit: Apakah Kita Sudah Memasuki Krisis? Ada sebuah fenomena menarik dalam ekonomi. Ketika kondisi keuangan masya...
-
Bukan Ramalan, Tetapi Sebuah Risiko yang Mulai Harus Kita Hitung dari Sekarang Ada sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar menakutkan: Apak...
-
Apakah Ini Tanda Awal Resesi Ekonomi? Ada sebuah perubahan perilaku konsumen yang sering tidak terlihat dalam berita ekonomi. Bukan antrean ...
-
Mengapa Tidak Dibulatkan Menjadi Rp100.000? Pernahkah Anda memperhatikan harga sebuah produk di toko atau marketplace? Rp99.900. Rp49.900....
-
Pelajaran Psikologi Bisnis dari Lorong-Lorong Supermarket Pernahkah Anda menyadari sebuah pola yang hampir selalu sama ketika berbelanja di ...
No comments:
Post a Comment