Monday, September 2, 2019
Diaz Adriani
Dulu, gajinya cuma satu jutaan. Ya, satu jutaan. Profesinya SPG. Berangkat sebelum subuh, pulang malam-malam. Jalan kaki sekian kilometer, demi menghemat biaya transport PP. Sudah begitu, keluarganya pun berutang dan dia yang harus mencicilnya.
Sampailah kemudian dia coba-coba jualan. Ngambil barang dari tempat A, terus dijual di tempat B, C, dan D. Dia tekuni itu. Bahkan dia mengajak ibu-ibu lainnya untuk ikut jualan, tanpa harus mengurusi produksi dan operasional.
Yang terjadi selanjutnya adalah keajaiban. Benar-benar keajaiban.
Bukan saja berhasil jadi pengusaha, dia juga berhasil mencetak orang-orang jadi pengusaha. Saat ini, lebih dari 1000 orang yang partner-partner-nya. Bahkan partner-partner-nya, diajak liburan ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan berumrah. Masya Allah.
Siapa namanya? Diaz Adriani, namanya.
Sampai hari ini, dia rutin berbagi ilmu di komunitasnya. Tentang apa? Macam-macam. Selain tentang memulai dan membesarkan bisnis, dia juga sering berbagi ilmu tentang melunasi utang.
Saran saya, bagi teman-teman yang memiliki utang, segera cicil utangnya. Kalau belum bisa 100%, yah 10% dulu. Yang jelas, harus ada kesungguhan dalam melunasi utang. Sembari itu, perbanyak sedekah, istighfar, dan memohon ampun. Percayalah, ini semua akan mengikis utang.
Lari dari kenyataan, lari dari tanggung-jawab, lari dari si pemberi utang, ini sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Yang ada malah menambah masalah. Pada akhirnya, yang masih berutang, saya doakan, semoga segera lunas utangnya.
Aamiin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Jangan Terburu-buru Mencari Solusi Sebelum Memahami Penyebab Masalah Dalam Continuous Improvement, ada satu kebiasaan yang sering dilakukan ...
-
Sama-sama Penting, Tetapi Bukan Hal yang Sama Dalam dunia manufaktur, istilah Operation Management dan Production sering digunakan seolah-ol...
-
Ketika Hidup Tidak Bisa Menyalakan Semua Sekaligus Dalam kehidupan modern, banyak orang ingin berhasil di semua aspek sekaligus. Karier ingi...
-
Mengapa Continuous Improvement Cukup Dimulai dari People, System, dan Culture? Sederhanakan 6M, Tetapi Jangan Sederhanakan Cara Berpikir Dal...
-
Mengapa Tempat Kerja yang Rapi Belum Tentu Produktif? 5R Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tetapi Cara Membangun Budaya Improvement Ketika menden...

No comments:
Post a Comment