Ilmu uang, seberapa penting?
Kemarin untuk kesekian kalinya saya berseminar untuk 500-an leader #Armina. Boleh dibilang, jumlah jamaah Armina adalah salah satu terbesar di dunia. Alhamdulillah selama ini Bu Guril (Direktur Utama) dan Pak Juli (Leader Terbesar) full support terhadap seminar dan training saya. Nah, kemarin itu saya bicara soal menghasilkan uang dan mengelola uang.
Sebelum Anda membaca tulisan ini lebih jauh, jawab dulu dua pertanyaan saya. Pertama, berapa tahun Anda belajar ilmu kimia dan ilmu fisika? Kedua, berapa jam Anda belajar ilmu uang? Think! Nggak semua orang ingin jadi ahli kimia dan ahli fisika, tapi nyatanya belajarnya bertahun-tahun. Sementara, semuaaaaa orang ingin punya uang, akan tetapi belajarnya jarang-jarang. Aneh kan? Banget.
Kalau memang ilmu kimia dan ilmu fisika itu penting, tentulah ilmu uang juga penting. Kalau nggak belajar, jangan heran kalau pada akhirnya kita keteteran soal uang. Ada yang bilang, ah ilmu uang itu nggak penting. Lha buktinya dia masih pengen. Artinya, yah memang penting. Saran saya, sisihkan waktu untuk belajar ilmu uang, kalau memang itu penting menurut Anda. Wong dulu saja Anda ber-tahun-tahun belajar ilmu kimia dan ilmu fisika. Li Kha Shing, salah satu orang terkaya di China, bahkan menyarankan kita rutin mentraktir orang kaya agar keciprat ilmu dan spirit-nya.
Soal ilmu uang, nggak perlu nyalah-nyalahin sekolah. Lebih baik Anda proaktif, berbuat sesuatu yang solutif. Akan lebih memberdayakan kalau teman-teman mau belajar ilmu bisnis, investasi, properti, reksadana, dan emas. Tak harus dengan saya. Dengan siapa saja, boleh. Dan sebenarnya, sejak awal agama mengajarkan calistung. Baca-tulis-hitung. Bukankah itu adalah ilmu dasar untuk kaya? Bukankah itu bagian penting dari #MentalKaya? Learn, then you earn.
--- dari Ippho Santosa
Thursday, December 3, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Pernah lihat teman jualan? Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita d...
-
Salah satu saksi hidup perjalanan Tolak Angin dan Sido Muncul adalah Irwan Hidayat. Pria kelahiran Yogyakarta, 1947 silam, mewarisi bakat...
-
Hampir semua orang bekerja keras untuk mencapai satu tujuan yang sama: kenyamanan. Kita belajar, bekerja, berbisnis, berinvestasi, dan berju...
-
Jadi pegawai baik bisa merusak karir Tak perlu kerja keras, bekerjalah dengan cerdas. Kalimat ini kerap dilontarkan oleh para motivator...
-
Meski sering dianggap serupa, pengadaan ( procurement ) dan pembelian ( purchasing ) adalah dua proses yang berbeda dalam manajemen rantai p...
No comments:
Post a Comment