Pekerjaan terberat... Anda tahu, pekerjaan apakah itu?
Suatu hari, banner dengan wajah saya terpampang di sebuah masjid di Medan. Banner itu lumayan besar ukurannya. Melalui media sosial, publik pun langsung menghujat saya bahkan mengancam saya, sampai-sampai diberitakan di Yahoo! Heboh! Saya dituding tidak etis, karena dianggap jualan buku dan seminar di dalam masjid. Padahal demi Allah, banner itu terpampang TANPA izin saya, TANPA sepengetahuan saya.
Wong itu inisiatif dari pihak masjid sendiri dan sebuah lembaga sosial. Begitu tahu, saya langsung meminta pihak masjid untuk menurunkanbanner itu. Berhubung lembaga sosial terkait tidak meminta maaf kepada publik, maka ya sudah, saya saja yang melakukan. Minta maaf. Namun sebagian orang tidak terima. Sekitar seminggu, saya masih dicecar di media sosial. Dan terkadang, cecaran itu terlontar juga sampai sekarang.
Orang-orang di luar Medan tidak tahu bahwa acara saya di kota tersebut merupakan acara sosial dan saya tidak dibayar sama sekali. Menit-menit pertama, saya sempat kesal, “Kerja sosial, kok sampai begini ya?” Namun menit-menit berikutnya saya berpikir, “Yah, di sinilah keikhlasan kita diuji. Apakah kita masih mau melakukan kerja sosial setelah kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan seperti ini?” Alhamdulillah, saya memutuskan untuk tetap berbuat, sampai hari ini. Menurut saya, inilah training yang Allah turunkan untuk melatih keikhlasan saya.
Doakan saya. Doakan juga motivator yang lain. Karena meraih keikhlasan adalah pekerjaan terberat di dunia ini. Terutama kalau Anda sehari-hari masih bersentuhan dengan urusan-urusan dunia.
Thursday, December 3, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Anak Muda Salip Jack Ma Jadi Orang Terkaya China Berkat Ini Colin Huang, pria berusia 40 tahun kini jadi orang terkaya di China. Berkat...
-
Antara Strategi Branding, Harga, dan Simpati Konsumen Kesuksesan Rokok Gajah Baru dalam menembus pasar dan menyalip dominasi merek-merek lam...
-
Kemungkinan 80% Perang Dunia ke-3 Meletus Setelah Rusia Menyerang Ukraina sebagai Balasan Amerika Serang Venezuela Ketika Amerika Serikat me...
-
Kita hidup di era yang dipenuhi oleh cerita sukses. Media, buku motivasi, podcast, dan media sosial berlomba-lomba menampilkan kisah orang-o...
-
Akuisisi merek teh legendaris Sariwangi oleh Djarum Group bukan sekadar kabar korporasi biasa, melainkan potret strategi bisnis jangka panja...
No comments:
Post a Comment