4 Jenis Motivasi yang Harus Kamu Sadari dan Kendalikan!
Tanpa kita sadari, setiap ucapan, tindakan, bahkan lintasan pikiran sekalipun selalu didasari oleh sebuah motivasi. Motivasi ini dapat kita artikan secara “serampangan” sebagai “kehendak”, walaupun sebenarnya motivasi atau dorongan diri jauh lebih kompeleks dari sekedar kehendak atau keinginan.
Motivasi inilah yang menjadi motor bagi roda diri kita sehingga kita dapat terus bergerak dan hidup berkelanjutan.
Menurut saya, penting sekali bagi kita untuk mengenal sebuah dorongan atau motivasi yang terjadi dalam diri kita sebelum kita mengaktualkannya dalam sebuah tindakan nyata. Karena, walaupun motivasi masih bersifat potensial (belum aktual) namun pengaruhnya akan begitu signifikan dalam menentukan kualitas aksi kita. Atau kasarnya: hasil dari perbuatan yang kita lakukan akan sangat dipengaruhi oleh motivasi yang melatarbelakangi aktivitas kita. Baik-buruk, gagal-berhasil, sangat dan sangat ditentukan oleh motivasi apa yang ada di belakangnya.
Untuk membantu kita mengenali motivasi yang timbul dalam diri kita, saya menemukan sebuah matrik yang cukup bagus dan lumayan representatif dalam menggambarkan dan mengkategorisasi berbagai jenis motivasi yang terjadi di dalam diri. Matrik ini secara garis besar melihat motivasi dari dua sisi: pertama, dari mana motivasi berasal (dalam diri/intristik) atau (luar diri/ekstrinsik), dan kedua dari arah atau tujuannya (positif dan negatif).
Asal dan tujuan dari motivasi ini selalu tertaut dan berkelindan satu sama lain sehingga pada gilirannya akan sangat menentukan kualitas perbuatan atau aktivitas nyata kita.
Untuk memudahkan pembacaan, sang pembuat matrik membubuhkan sebuah ilustrasi yang mengisahkan bagaimana suasana kebatinan dan motivasi yang terjadi dalam diri seorang karyawan yang akan mengerjakan laporannya.
“Derajat” motivasi tertinggi tentu berada pada karyawan yang memang ingin membuat laporannya. Motivasinya berasal dari dalam dirinya sendiri (intrinsik) dan menuju sesuatu yang positif. Dalam literasi agama hal ini disebut dengan ikhlas. Budaya menyebutnya dengan suka rela atau tanpa pamrih. Karyawan seperti ini akan senantiasa bekerja dengan penuh suka cita dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Yang ke dua tetap bagus walaupun dorongannya berasal dari luar dirinya (ekstrinsik). Karyawan tersebut, walau kurang ikhlas, tetap berlaku positif dengan mengerjakan laporannya. Mengejar bonus adalah motivasi dirinya. Walaupun hal ini masih OK namun tetap mengandung potensi destruktif karena bisa saja sumber motivasinya (mendapatkan bonus) tidak terwujud karena sesuatu hal. Ini tentu akan membuat dirinya merasa kecewa dan besar kemungkinan di masa yang akan datang, motivasinya menjadi negatif.
Motivasi ke tiga lebih jelek dibandingkan dengan yang ke dua. Ia mengerjakan laporannya, yang sebetulnya adalah kewajiban dan bukti integritas dirinya sebagai karyawan, dengan beban yang berat dan rasa ketakutan yang tak sehat. Niscaya, hasil laporannya pun akan jauh dibandingkan dengan karyawan yang ikhlas. Biasanya tipikal karyawan seperti ini akan mengerjakan tugas-tugasnya secara asal hanya agar gugur kewajiban. Tak ada rasa memiliki dan kehendak prestasi. Satu-satunya yang ia pikirkan hanya satu: punishment dari perusahaan (pemecatan).
Yang paling parah adalah motivasi yang melatarbelakangi karyawan ke empat. Secara intrinstik ia tak ada dorongan untuk membuat laporan. Dan motivasi ekstrinsik seperti bonus ataupun pemecatan tak terlalu membuat ia menjadi terdorong. Ini adalah tipikal karyawan pembakang yang nyata. Jika ia terus bertahan, maka selama itu pulalah ia akan merasa tersiksa, sama sekali tak mampu menikmati pekerjaannya.
Setelah mengetahui ke empat jenis motivasi ini, marilah kita kenali motivasi kita yang timbul dalam diri sebelum melakukan pekerjaan atau perbuatan. Jika dirasa bahwa motivasi kita tidak baik, maka seyogyanya jika kita tata dahulu motivasi dalam diri kita agar menjadi lebih baik dan terarah (intrinsik dan positif). Setelah kita perbaiki “apa yang ada di dalam” maka barulah kita mulai “lakukan ke luar”.
Sumber :
http://tipskarir.com/matrik-motivasi-4-jenis-motivasi-yang-harus-kamu-sadari-dan-kendalikan/
Saturday, August 29, 2015
Friday, August 28, 2015
Investasi 20%
20% uang kita (entah jumlahnya kecil atau besar) mestinya dialokasikan untuk investasi...
Lha, kalau hidupnya pas-pasan, gimana? Hehe, nggak usah nanya. Dari wajahnya, ketahuan. Justru masih pas-pasan, perlu investasi. Kalau sudah kaya-raya, mungkin nggak perlu investasi...
Terus, investasi pada apa? Boleh pada bisnis sendiri, bisnis orang lain, properti, atau reksadana syariah... Ketika kita bekerja, hendaknya uang kita juga ikut bekerja. Itulah yang disebut investasi...
--- dari Ippho Santosa
Antara Ilmu, Akhlak dan Uang
Berapa tahun Anda belajar ilmu kimia dan ilmu fisika? Berapa jam Anda belajar ilmu uang?
Think!
Nggak semua orang ingin jadi ahli kimia dan ahli fisika, tapi nyatanya belajarnya sampai 6 tahun. Sementara, semuaaaaa orang ingin punya uang, tapi belajarnya jarang-jarang.
Aneh kan?
Banget.
Kalau memang ilmu kimia dan ilmu fisika itu penting, tentulah ilmu uang juga penting. Kalau nggak belajar, jangan heran kalau pada akhirnya kita keteteran soal uang... Yang ngakunya belajar ilmu uang, ternyata cuma belajar ngitung uang orang lain. Bagaimana uang tumbuh dan berkembang, tidak pernah dipelajari.
Ketika kita sudah berkeluarga, nyicil rumah bertahun-tahun, dan punya tagihan bertumpuk-tumpuk, barulah kita sadar akan pentingnya belajar ilmu uang, termasuklah di dalamnya ilmu bisnis, investasi, dan properti. Memang, segala yang berlebihan itu tidak baik. Kecuali amal dan uang, hehehe...
Catatlah, sepenting-pentingnya uang, lebih penting lagi ilmu dan akhlak di balik uang.
Kenapa?
Yah memang begitu. Ketika uang Anda lenyap, mestinya Anda bisa mencarinya kembali, karena Anda sudah tahu ilmunya. Right?
(Ditulis oleh saya, Ippho Santosa. Seluruh tulisan saya di grup WA ini, boleh disebar kepada yang lain. Dengan atau tanpa menyebut nama saya. Yang penting, manfaatnya menyebar.)
Harta Kotoran Cicak
10% harta yang tidak halal, akan merusak 90% harta yang halal. Dan ujung-ujungnya 100% rusak semua.
Yah, mirip-mirip seperti kotoran cicak yang jatuh ke dalam air di cangkir. Anda masih mau meminum airnya? Pastinya nggak...
Tidak ada toleransi untuk harta yang haram. Sekiranya ragu-ragu, yah baiknya tinggalkan saja.
Karena itu berpotensi menjadi 10% yang tidak halal seperti dijelaskan di awal... Kasihan anak, istri, dan orangtua kita, kalau sampai dinafkahi harta yang tidak halal.
Lebih dari itu, makanan dan pakaian yang tidak halal, biasanya menjerumuskan pemakainya pada kelakuan-kelakuan yang lebih buruk lagi... Tuhan-mu maha suci, hanya menerima yang bersih dan baik-baik saja darimu.
--- dari Ippho Santosa
Saturday, August 22, 2015
Kombinasi Personality
Biasanya sifat mirip ayah tapi di-didik oleh ibu, atau sifat mirip ibu tapi di-didik oleh ayah, hal ini mengakibatkan seseorang punya 2 karakter. Yaitu satu karakter yang dominan. Dan satu karakter pendukung yang berfungsi untuk memberikan pertimbangan dari sudut pandang yang berbeda dalam membuat suatu keputusan. Ini adalah akibat dari perbedaan karakter pada orang tua kita. Mustahil orang tua kita saling mencintai kalo karakter nya sama. Karena orang hanya tertarik pada sesuatu yang aneh yang tidak dimilikinya. Seorang yang gemar bicara akan sangat menyukai orang yang senang mendengarkannya.
Tapi mustahil seorang yang banyak bicara menyukai orang yang banyak bicara juga. Lalu siapa yang akan mendengarkan? Hanya orang yang suka berdebat / diskusi yang menyukai hal ini.
Koleris-Melankolis
Mereka yang mempunyai kombinasi koleris-melankolis adalah orang yang teliti, cermat, analitis, cepat dan berani. Tipe ini mampu melakukan analisis secara mendalam (sifat melankolis) namun sangat cepat (sifat koleris) sehingga hasil pekerjaannya jauh lebih produktif daripada tipe melankolis murni, lebih cermat serta lebih memperhatikan detail dibandingkan dengan tipe koleris murni. Sifat melankolis yang terlalu kritis, perfeksionis dan lambat dalam bertindak diimbangi dengan optimisme dan sifat praktis seorang koleris. Dengan demikian, orang dengan tipe ini mampu bertindak cepat dan hati-hati serta luar biasa produktif.
Sifat pragmatis dari koleris yang tidak terlalu mempedulikan cara mencapai tujuan akan disempurnakan oleh sifat melankolis yang menghargai kualitas hasil pekerjaan dan kebenaran cara mencapainya.
Seseorang yang mempunyai tipe koleris-melankolis biasanya optimis mencapai tujuan, keras kepala, dan mudah marah. Kemampuan seorang koleris yang dapat mengambil keputusan secara cepat dan selalu berpikir bahwa dia selalu benar seperti halnya seorang melankolis murni akan menyebabkan orang ini cenderung otoriter, sombong, dan tidak merasa membutuhkan orang lain. Inilah kelemahan tipe koleris-melankolis ini.
Koleris-Sanguinis
Kombinasi tipe koleris dan sanguinis akan memunculkan sifat-sifat kepribadian ekstrover, yang cenderung menampilkan diri apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Hal ini berbeda dengan tipe koleris murni yang kadang-kadang bisa menyembunyikan penampilan ekstrovertnya di balik kuatnya keinginan untuk mencapai tujuan. Orang dengan tipe kombinasi kepribadian ini mempunyai antusiasme dan optimisme yang tinggi dalam bekerja dan tidak terlalu otorirer seperti halnya tipe koleris murni arau tipe kombinasi koleris-melankolis. Selain itu, mereka mampu menggunakan keunggulannya dalam bersosialisasi dengan orang lain untuk memotivasi dan memengaruhi mereka agar sejalan dengan tujuannya.
Orang ini mempunyai energi yang sangat besar untuk memulai jerjaan baru, serta dapat menindaklanjutinya secara konsisten dan tt seperti bawaan sifat kolerisnya. Dia juga mampu menggunakan kekuatannya untuk mengajak orang lain bekerja sama dengannya serta menyelesaikan konflik yang ada di antara mereka. Selain itu, orang ini punya jiwa kepemimpinan yang simpatik dan mampu berdebat dan bernegosiasi dengan baik serta yang lebih penting lagi mampu meyakinkan orang lain bahwa dia benar.
Kelemahan tipe ini adalah mudah marah dan suka memaksakan kehendak kepada orang lain. Kemampuan melihat kebenaran dan objektivitas suatu masalah atau perangai orang lain di sekitarnya tidak sebesar tipe melankolis atau kombinasi koleris-melankolis sehingga keputusan yang diambilnya masih dipengaruhi unsur subjektivitas. Si koleris-sanguinis ini mudah marah, namun juga cepat memaafkan dan melupakannya. Jika dikritik orang lain, dia cenderung akan berdalih dan tetap tidak mau mengakuinya.
Sanguinis-Koleris
Tipe kombinasi sanguinis-koleris adalah tipe orang yang paling terbuka dibandingkan kombinasi kepribadian lain. Dengan sifat dominan kepribadiannya yang terbuka, optimis, dan menyukai kenikmatan, orang dengan tipe ini mampu menjadi pemimpin hebat tanpa mengorbankan aspek produktifitasnya. Tipe kombinasi ini merupakan pribadi yang mempesona, kreatif, dan berani mengambil keputusan.
Orang tipe ini sangat mudah menjalin relasi dengan orang lain dan pandai mengambil manfaat dari hubungan baik tersebut. Orang ini kadang-kadang dipandang rendah atau underdog oleh orang lain karena mungkin banyak bicara dan melontarkan humor serta terlalu mudah bergaul dengan orang lain. Namun, di balik anggapan itulah sifat bawaan tipe koleris yang ada padanya justru menjadi dominan dan dia leluasa membalikkan keadaan untuk mencapai tujuan. Orang yang punya banyak ide kreatif ini juga punya energi besar untuk mewujudkan tujuan tersebut dibandingkan dengan orang tipe sanguinis murni.
Tidak adanya sisi intelektual dan hasrat bertindak dengan cara yang benar merupakan kelemahan tipe kombinasi ini. Sifat humoris sanguinisnya dapat melukai perasaan orang lain jika dikombinasi dengan sifat kolerisnya yang suka memandang rendah orang lain. Sifat tidak suka hal-hal detail membuatnya mudah tertekan karena selalu kekurangan waktu dan tugas yang semakin menumpuk dari waktu ke waktu.
Kombinasi tipe koleris dan sanguinis akan memunculkan sifat-sifat kepribadian terbuka, yang cenderung menampilkan diri apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Hal ini berbeda dengan tipe koleris murni yang kadang-kadang bisa menyembunyikan penampilan terbukanya di balik kuatnya keinginan untuk mencapai tujuan. Orang dengan tipe kombinasi kepribadian ini mempunyai antusiasme dan optimisme yang tinggi dalam bekerja dan tidak terlalu otoriter seperti halnya tipe koleris murni atau tipe kombinasi koleris-melankolis. Disamping itu, mereka mampu menggunakan keunggulannya dalam sosialisasi dengan orang lain untuk memotivasi dan memengaruhi orang agar sejalan dengan tujuannya.
Orang ini mempunyai energi yang sangat besar untuk memulai pekerjaan baru, serta dapat menindaklanjutinya secara konsisten dan cepat seperti bawaan sifat kolerisnya. Dia juga mampu menggunakan kekuatannya untuk mengajak orang lain bekerja sama dengannya serta menyelesaikan konflik yang ada di antara mereka. Selain itu, orang ini punya jiwa kepemimpinan yang simpatik dan mampu berdebat dan bernegosiasi dengan baik serta—yang lebih penting lagi—mampu meyakinkan orang lain bahwa dia benar.
Kelemahan tipe ini adalah mudah marah dan suka memaksakan kehendak kepada orang lain. Kemampuan melihat kebenaran dan objektifitas suatu masalah atau perangai orang lain di sekitarnya tidak sebesar tipe melankolis atau kombinasi koleris-melankolis sehingga keputusan yang diambilnya masih dipengaruhi unsur subjektifitas. Si koleris-sanguinis ini mudah marah, namun juga cepat memaafkan dan melupakannya. Jika dikritik orang lain, dia cenderung akan berdalih dan tetap tidak mau mengakuinya. Sifat negatif lainnya adalah kurangnya ketelitian dalam bekerja yang diakibatkan kombinasi dua tipe yang memang tidak suka terhadap hal-hal kecil dan detail.
Sanguinis-Phlegmatis
Orang bertipe sanguinis-phlegmatis biasanya terbuka, optimis, mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain, dan disukai. Sisi sanguinis membuat dia kreatif, antusias, ramah, dan dapat menginspirasi orang lain. Sementara itu, sisi phlegmatisnya membuat dia berhati-hati dan sensitif terhadap perasaan orang lain. Dia menghendaki hubungan harmonis dengan orang lain dan berniat menjaga hubungan itu sebaik mungkin.
Orang tipe ini cenderung melihat ke dalam dirinya jika mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu hubungannya dengan orang lain. Misalnya, jika seorang atasan berkata, “Kita ternyata tidak dapat mencapai target penjualan bulan ini.” Bawahan yang bertipe sanguinis-phlegmatis akan berpikir, “Apakah dia marah kepada saya, ya?” Jadi, orang tipe ini mempunyai perasaan yang dua kali lebih peka dibandingkan tipe lain, dan sangat mengutamakan keharmonisan hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, tipe ini adalah teman yang paling menyenangkan dibandingkan tipe lain atau tipe kombinasi lain karena dia mudah bergaul, kreatif, mudah diajak bersenang-senang, penuh perhatian, dan suka membantu rekan-rekannya secara spontan.
Kelemahannya adalah kurang berani mengambil keputusan, kurang terorganisasi, dan suka menunda pekerjaan. Jika beium menguasai pekerjaannya, mereka cenderung banyak omong bukannya berusaha menguasai detail pekerjaan itu. Jika akan mengambil keputusan, mereka cenderung bertanya dan meminta nasihat orang lain. Kadang-kadang mereka juga mengabaikan pandangan objektifnya sendiri karena terdorong oleh hasrat kepribadiannya yang ingin berkomunikasi dengan orang lain dan berusaha memuaskan semua pihak, termasuk menuruti saran-saran yang mungkin dalam hati kecilnya sendiri tidak disetujuinya. Akhirnya, masukan-masukan orang lain kadang-kadang justru semakin membingungkannya dalam mengambil keputusan. Kekuatannya untuk mengajak orang lain bekerja sama dengannya serta menyelesaikan konflik yang ada di antara mereka. Selain itu, orang ini punya jiwa kepemimpinan yang simpatik dan mampu berdebat dan bernegosiasi dengan baik serta—yang lebih penting lagi—mampu meyakinkan orang lain bahwa dia benar.
Sesuai sifatnya, orang tipe sanguinis-phlegmatis sangat boros uang, terutama untuk keperluan belanja, bersosialisasi dengan teman-temannya di cafe, dan sebagainya karena dia punya hasrat besar untuk bersosialisasi dan menyenangkan pihak lain. Jika sadar bahwa keuangannya memburuk dan peker jaannya banyak yang tertunda, yang dilakukannya hanya mengeluh dan menyalahkan keadaan, atau … berbelanja lagi!
Melankolis-Koleris
Tipe melankolis-koleris tergambar pada pemimpin yang menyelesaikan banyak pekerjaan dengan kualitas di atas rata-rata. Namun, ada perbedaan dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan antara tipe ini dan tipe koleris-melankolis — di mana sifat koleris paling dominan dan melankolis adalah dominan kedua. Tipe koleris-melankolis terdorong menyelesaikan pekerjaan karena tantangan, kesempatan, dan tujuan yang ingin diraih, sedangkan tipe melankolis-koleris terdorong karena “keharusan” atau tugas dan kewajiban menyelesaikan pekerjaan.
Sisi melankolis yang ideal dan berorientasi pada kebenaran menyebabkan orang tipe ini sangat baik bekerja pada bidang organisasi sosial dan kemanusiaan, sedangkan tipe koleris-melankolis lebih cocok di bidang bisnis yang profit-oriented karena “sikut-menyikut” dalam bisnis akan dilakukannya dengan senang hati. Sifatnya yang pragmatis dari sisi koleris lebih dominan dan dia berhasrat menang dan menjadi nomor satu di mana saja berada.
Tipe kombinasi melankolis-koleris juga punya bekal mengorganisasi dengan baik seperti halnya tipe melankolis dominan lainnya. Kelemahan lainnya adalah dari sisi melankolis suka menyalahkan diri sendiri dan orang lain serta tidak fleksibel saat berhubungan dengan orang lain. Jika sudah demikian, sisi negatif kolerisnya akan lebih menguatkan sisi melankolisnya, yaitu dengan cara memperketat kontrol terhadap orang yang dipimpinnya dan, jika perlu, menyingkirkan orang-orang yang dianggapnya dapat menghalangi tujuan. Tipe melankolis-koleris juga lebih tertutup daripada tipe koleris-melankolis. Si Melankolis-Koleris ini juga sangat task-oriented (berorientasi pada tugas). Hasratnya untuk bekerja secara sempurna.
Melankolis-Phlegmatis
Tipe ini merupakan kombinasi dua tipe yang sifatnya tertutup. Dari sisi penampilan, orang ini sangat pendiam. Mereka juga jarang mau memulai pembicaraan dengan orang lain dan lebih memilih menjadi pendengar. Tipe ini sangat tertutup dan kadang-kadang terlihat lebih asyik menyendiri. Mereka juga sangat menghargai pertemanan dan persahabatan, tapi lebih menyukai belajar dan membaca sendiri selama berjam-jam daripada bersosialisasi dengan teman-temannya.
Si Melankolis-Phlegmatis ini sangat hebat dalam perencanaan jangka panjang, mengorganisasi, dan sangat memerhatikan hal-hal detail. Tipe ini biasanya percaya bahwa sukses harus dicapai dengan cara yang benar dan ideal, misalnya dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya, termasuk mengambil magister atau doktoral. Sisi phlegmatisnya cenderung menghindari konfrontasi berlebihan walaupun tetap harus mempertahankan kebenaran. Sifatnya pasif. Contohnya, walaupun mempunyai beberapa teman sejati, mereka jarang sekali berinisiatif untuk lebih dahulu menghubungi mereka. Tipe orang ini justru merasa tertekan atau tidak nyaman berada dalam keramaian dan bersosialisasi dengan banyak orang.
Mereka cenderung menolak atau berkata “tidak” saat menerima permohonan dari orang lain. Orang yang tidak tahu sifatnya mungkin akan menganggap mereka sombong atau lebih mementingkan diri sendiri. Kenyataannya, mereka terlalu bethati-hati, penuh pertimbangan, dan benaknya banyak dimasuki pikiran-pikiran negatif tentang permohonan tersebut. Kecenderungan sisi melankolisnya yang suka memikirkan segala sesuatu secara mendalam digabungkan dengan sisi phlegmatis yang peka terhadap hubungan dengan orang lain sering menyebabkan orang tipe ini merasakan luka hati dan kekecewaan mendalam sampai depresi jika dikecewakan orang-orang terdekatnya.
Phlegmatis-Sanguinis
Dalam tipe kombinasi kepribadian ini, sisi phlegmatis tetap dominan daripada sisi sanguinisnya. Orang ini ramah, mudah dan mampu bekerja sama dengan hampir semua orang. Dia mengutamakan keharmonisan hubungan dan menghindari konflik dengan orang lain. Walaupun mudah akrab dengan dengan orang lain, bukan berarti orang ini aktif dan berinisatif menjalin hubungan orang lain. Mereka tidak mengekspresikan kebutuhannya secara terbuka untuk bersosialisasi dengan orang lain seperti halnya orang tipe sanguinis murni. Namun, begitu orang ini mulai menjalin hubungan dengan orang lain, sisi sanguinisnya akan mengambil alih dan dia mudah akrab dan terbuka dengan orang tersebut.
Tipe ini sangat ingin menyenangkan orang lain, dan dia punya kemampuan untuk itu karena dia ramah dan punya selera humor yang bagus. Orang ini akan kecewa jika sering dikritik dan dicap negatif oleh orang lain. Jika demikian, yang dilakukannya bukanlah membalas perlakuan orang tersebut, namun menggandakan daya upayanya untuk menyenangkan orang tersebut agar opini mereka terhadapnya berubah.
Si Phlegmatis-Sanguinis ini menyukai kegiatan yang melibatkan banyak orang atau keramaian. Namun, yang dia sukai bukanlah terlibat di dalamnya, tapi hanya menjadi penonton atau pengamat, seperti menonton film, konser musik, dan sebagainya. Dia lebih suka berada dalam sebuah kelompok kecil daripada keramaian besar seperti yang disukai tipe sanguinis murni yang berpendapat “semakin ramai, semakin meriah, dan semakin baik”.
Tipe ini cenderung mengorbankan kesenangannya sendiri derni menyenangkan orang lain atau menjaga keharmonisan hubungannya dengan orang lain. Jika sudah tidak bisa mengorbankan diri lebih banyak lagi, atau tertekan, yang dilakukannya adalah menyendiri, misalnya menonton televisi, bermain game komputer, makan, atau tidur, daripada mengungkapkan secara negatif perasaannya.
Salah satu kelemahan mendasar tipe phlegmatis-sanguinis adalah dalam hal produktivitas kerja. Orang ini cenderung puas jika sudah mencapai prestasi kerja yang sebenarnya jauh di bawah kemampuannya. Pencapaian seperti ini bisa jadi karena kurangnya perencanaan (ingat, tipe sanguinis tidak suka perencanaan jangka panjang) atau mungkin mereka menganggap tantangan yang lebih besar akan merepotkan di kemudian hari. Tipe phlegmatis-sanguinis ini akan tergoda untuk berhenti bekerja apabila hasil akhir pekerjaan tersebut diperkirakan tidak sebanding dengan tenaga yang bakal dikeluarkannya.
Phlegmatis-Melankolis
Seperti halnya tipe melankolis-phlegmatis, tipe phlegmatis-melankolis juga pribadi tertutup. Artinya, emosi, kegelisahan, dan kegembiraannya tidak diungkapkan secara jelas dan terbuka kepada orang lain. Namun, sifat tertutupnya tidak sekuat tipe kombinasi yang disebutkan pertama.
Orang ini ramah, berpembawaan tenang, dan sangat menghargai hubungan harmonis dengan orang lain. Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat. Saat menjalin hubungan dengan orang tipe phlegmatis-melankolis, pertama kali Anda akan sangat terkesan dengan keramahan dan kepribadiannya yang menyenangkan. Namun, berhati-hatilah karena belum tentu apa yang Anda rasakan sesuai dengan suasana hati atau penilaiannya terhadap Anda. Sesuai sifat melankolis yang ada dalam dirinya, orang ini sangat sensitif dan cenderung menilai Anda secara negatif. Namun, sisi phlegmatis tipe kombinasi ini akan lebih “melunakkan” sisi melankolisnya.
Orang tipe ini harus selalu menjaga dan mempertahankan energi, antusiasme, dan motivasi kerjanya sepanjang pekerjaan itu masih dilakukannya sebab mereka mudah terdemotivasi di tengah jalan. Buku-buku motivasi, olahraga, dan kegiatan spiritual akan membantu mereka. Sisi melankolis yang cenderung melihat hal-hal kecil dan detail tidak boleh menghalangi atau menjebak orang ini dalam meraih kesuksesan. Caranya adalah dengan tetap fokus pada tujuan yang lebih besar daripada pekerjaan itu sendiri.
Si Phlegmatis-Melankolis cenderung sulit menentukan prioritas pekerjaan. Sisi phlegmatis akan menyebabkan mereka sulit menolak atau berkata “tidak” atas permintaan orang lain, walaupun dia sendiri sebenarnya tidak ingin melakukan itu. Itulah sebabnya orang ini sulit bersantai dan pekerjaannya tidak terorganisasi dengan baik.
Sumber:
http://konsultasi.blog.com/karakter-dasar/
Koleris Melankolis Sanguinis dan Plegmatis
Sanguinis Yang Populer
Spiritual, Spontan, Kreatif
Api (Intuiting / Intuisi)
Tipe Sanguin adalah tipe yang paling terbuka diantara semua tipe perangai. Bahkan tipe ini dapat disebut super terbuka. Orang Sanguin adalah orang yang suka berbicara mudah menyesuaikan diri ramah hangat dan penuh humor dan responsive. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang kwatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya.
Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat , mereka menafsirkan kejadian –kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan itu atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.
Sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya.
Melankolis Yang Sempurna
Emosional, Sensitif, Teliti
Air (Feeling / Perasaan)
Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe Melankolik sekalipun mereka tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe Melankolik mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai yang lainnya.
Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus. Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang pefeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.
Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.
Koleris Yang Kuat
Rasional, Cerdas, Cekatan
Udara (Thinking / Berpikir)
Tipe kolerik adalah juga tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka. Orang Kolerik adalah juga orang yang aktif, semangat pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras mandiri dan berpendidikan keras, orang kolerik cenderung keras kepala.
Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi itu bermanfaat bagi tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu dari kesehatan jasmani sampai tingkah laku anak. Mereka adalah tipe yang suka mengambil alih , yang suka memerintah orang-orang lain disekeliling mereka, tidak peduli apakah ornag itu menyukainya atau tidak. Orang Kolerik tidak pernah untuk mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin.
Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang Kolerik, dan beberapa orang Kolerik mendapatkan reputasi mereka dengan memperalat orang lain.
Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.
Kelemahan orang yang berciri kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.
Phlegmatis yang damai
Materialistis, Tenang, Stabil
Tanah (Sensing / Mengamati)
Tipe Plegmatik merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakana. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain.
Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.
Sumber:
http://konsultasi.blog.com/karakter-dasar/
Spiritual, Spontan, Kreatif
Api (Intuiting / Intuisi)
Tipe Sanguin adalah tipe yang paling terbuka diantara semua tipe perangai. Bahkan tipe ini dapat disebut super terbuka. Orang Sanguin adalah orang yang suka berbicara mudah menyesuaikan diri ramah hangat dan penuh humor dan responsive. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang kwatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya.
Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat , mereka menafsirkan kejadian –kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan itu atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.
Sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya.
Melankolis Yang Sempurna
Emosional, Sensitif, Teliti
Air (Feeling / Perasaan)
Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe Melankolik sekalipun mereka tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe Melankolik mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai yang lainnya.
Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus. Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang pefeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.
Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.
Koleris Yang Kuat
Rasional, Cerdas, Cekatan
Udara (Thinking / Berpikir)
Tipe kolerik adalah juga tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka. Orang Kolerik adalah juga orang yang aktif, semangat pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras mandiri dan berpendidikan keras, orang kolerik cenderung keras kepala.
Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi itu bermanfaat bagi tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu dari kesehatan jasmani sampai tingkah laku anak. Mereka adalah tipe yang suka mengambil alih , yang suka memerintah orang-orang lain disekeliling mereka, tidak peduli apakah ornag itu menyukainya atau tidak. Orang Kolerik tidak pernah untuk mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin.
Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang Kolerik, dan beberapa orang Kolerik mendapatkan reputasi mereka dengan memperalat orang lain.
Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.
Kelemahan orang yang berciri kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.
Phlegmatis yang damai
Materialistis, Tenang, Stabil
Tanah (Sensing / Mengamati)
Tipe Plegmatik merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakana. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain.
Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.
Sumber:
http://konsultasi.blog.com/karakter-dasar/
Generasi X vs Generasi Y
Strategi Kreatif NET. TV Hadapi Generasi Milenial
Berawal dari kegelisahan bagaimana menghadapi Generasi Milenial, event ini mendapat sambutan yang luar biasa dari Profesional HR di Jakarta dan dihadiri lebih dari 100 Profesional HR, 2 Juli lalu. Pembicara “HR Thursday Talk” kali ini adalah Hery Kustanto, HR Head NET. TV, stasiun televisi yang lebih dari 70% karyawannya berasal dari Generasi Milenial atau Generasi Y. Dari hasil tanya-jawab, ternyata friksi antara Generasi Milenial dengan pendahulu mereka, yakni Generasi X, lebih nyata dari yang dibayangkan.
Generasi X, atau generasi yang lahir antara tahun 1965-1980, pasti tidak asing dengan Catatan Si Boy yang identik dengan BMW seri 3-nya, Lintas Melawai dan Drive-in Ancol. Sebagian besar menggemari Bon Jovi, dan sekarang mulai heboh karena sebentar lagi akan tampil di Jakarta. Generasi X lebih familiar dengan sepatu roda ketimbang inline skate, pernah merasakan ketegangan antara Amerika dan Rusia, tahu bahwa dulu sempat ada Jerman Barat dan Jerman Timur, sempat menonton Unyil sebagai hiburan, dan lain-lain.
Generasi X adalah pemikir-pemikir independen yang tidak menyukai segala bentuk otoritas, generasi yang menggulingkan Orde Baru, dan generasi yang tidak suka meeting berlama-lama dalam suasana formal. Nah, banyak anggota Generasi X kini menjadi pemimpin perusahaan, sementara yang dipimpin adalah Generasi Milenial atau Generasi Y.
Siapakah Generasi Y?
Generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-1995. Generasi ini sudah tak lagi mendengar tentang Perang Dingin atau Cold War, KGB, dan lebih tidak menyukai formalitas jika dibandingkan dengan Generasi X. Generasi ini menuntut fleksibilitas dalam bekerja, mempertanyakan semua keputusan (dan bahkan sangat kritis), lebih mahir berhadapan dengan teknologi dibanding generasi sebelumnya, banyak dipengaruhi kultur musik dan pop, dan sadar fesyen.
Dalam paparannya, Hery Kustanto menjabarkan karakter Generasi Milenial yang menjadi populasi dominan NET. TV sebagai berikut:
Generasi yang melek teknologi (tech savvy)
Memiliki ambisi yang tinggi dan ingin karirnya melejit dengan cepat
Haus perhatian (attention-craving)
Menyukai ruang privasi tanpa sekat
Pencitraan kadang tidak menggambarkan dirinya yang sebenarnya
Mampu melakukan multitasking dan berpikiran luas
Pintar cari uang walau tidak bekerja kantoran
Loyalitas yang kurang stabil
Tidak menyukai birokrasi
Generasi ‘work hard, party hard’
Dalam diskusi hangat ngabuburit tersebut, kami juga sepakat bahwa Generasi Milenial adalah generasi yang:
Kritis; mempertanyakan segala hal setiap saat, berani mempertanyakan keputusan atasan
Sadar fesyen dan dipengaruhi kultur musik dan pop
Memahami penggambaran karakter Generasi Milenial di atas akan sangat membantu bagaimana menghadapi mereka di dunia berkarir. Dari paparan Hery Kustanto, tantangan terberat bagi para Profesional HR mungkin adalah bagaimana mendisiplinkan Generasi Milenial.
“Saya sering mengatakan pada mereka… gak heran kalau kamu ini disebut Y (why) Generation. Sukanya nanya ini itu. Why this, why that. Inginnya bisa segera jadi manajer. Emangnya perusahaan mbahmu?” papar Hery dengan gaya bicaranya yang jenaka.
Masalah kedisiplinan memang menjadi isu yang paling sering dilontarkan saat diskusi HR Thursday Talk. Bahkan dalam sesi diskusi dengan media setelahnya, isu disiplin kembali mencuat dan berkembang menjadi obrolan panas. Awak media terlihat sangat antusias dengan topik ini.
Hebatnya, NET. TV berhasil menerapkan disiplin tinggi di tengah awak Milenialnya. Padahal di satu sisi, mereka juga dituntut untuk bisa atau menjadi pribadi yang super kreatif. Sulit dibayangkan bagaimana menyatukan dua kepribadian ini karena keduanya sangat bertolak belakang; pribadi yang kreatif umumnya jauh dari sikap disipilin, pun sebaliknya mereka yang disiplin dan patuh pada peraturan agak sulit berpikir kreatif.
Lantas bagaimana caranya?
Beberapa kesimpulan dari diskusi sore itu adalah sebagai berikut:
1. Suasana Kerja yang Nyaman
Sudah bukan rahasia bahwa karyawan menuntut suasana kerja yang nyaman, dan Generasi Milenial adalah kelompok yang menuntut lebih. Di NET. TV, upaya ini dilakukan melalui desain interior yang menyerupai kafe. “Sampai-sampai desain kantor kami memenangkan penghargaan,” tutur Hery. Area outdoor juga disediakan bagi karyawan untuk melepas stres.
Di Bukalapak.com, selain makan siang dan sore gratis, karyawan juga diperbolehkan bekerja dari rumah dengan flexible working hour. Kebijakan bekerja dari rumah ini menjadi salah satu topik yang menarik dalam diskusi sore itu, karena tidak semua perusahaan dapat menerapkannya.
Friksi seringkali terjadi ketika seorang Head yang berasal dari Generasi X memiliki tim yang berasal dari Generasi Milenial dan sudah terlanjur nyaman dengan pilihan bekerja dari rumah. Generasi X terkadang menganggap mereka sebagai slackers atau pemalas. Di sinilah peran HR sebagai talent development kembali diuji; bagaimana menghadirkan suasana kerja yang nyaman bagi kedua generasi. Jangan kebablasan.
Sementara itu di NET. TV bisa dibilang tidak ada jam kerja. “Karena kami media TV, jam kerja tidak standar. Namun bukan berarti karyawan bisa masuk dan pulang kantor seenaknya. Jam kerja tergantung dari program apa yang sedang dikerjakan. Tak jarang, mereka yang baru pertama kali berkarir di media TV shock dengan pola jam kerja ini,” jelas Hery.
2. Keterlibatan CEO sebagai Sosok Inspiratif
NET. TV menilai keterlibatan seorang CEO merupakan salah satu kunci dalam mendisplinkan Generasi Milenial. CEO NET. TV dipandang sangat terlibat dan dekat dengan generasi ini; selalu hadir dalam pertemuan formal dan informal. “CEO kita sampai jadi idola karyawan baru Generasi Milenial,” aku Hery.
Dalam sebuah buku berjudul The Nordstrom Way tentang kisah sukses Nordstrom, salah satu retailer besar di Amerika, dijelaskan bahwa—berbeda dengan Walmart—Nordstrom lebih melayani konsumen premium. Pendekatan Nordstrom sangat personal, dan untuk bisa menularkan value tersebut kepada karyawan, CEO Blake Nordstrom memperlakukan karyawannya dengan personal pula. Dalam proses induction, sang CEO tidak segan-segan menemui karyawan secara langsung dan memberi sambutan serta insights. Dalam buku tersebut juga digambarkan bagaimana Blake mengatakan kepada para karyawan baru, “Gunakan uang saya bila perlu, supaya kamu bisa lebih dekat dengan konsumen.”
3. Update Berkala
Generasi Milenial adalah generasi yang kritis, sehingga ingin dilibatkan dalam update berkala manajemen perihal kondisi dan performa perusahaan. “Mereka selalu ingin tahu, ‘Perusahaan kita ini gimana sih? Sudah sampai mana? Untung gak?’” jelas Hery.
Pendekatan serupa diaplikasikan oleh EMTEK Group yang mengenalkan istilah Town Hall pada karyawannya, yakni sebuah agenda rutin bagi pihak manajemen yang diwakili CEO memberikan performance update perusahaan. Kebiasaan ini ternyata mampu menumbuhkan sense of ownership yang tinggi dan memotivasi karyawan untuk terus berkarya.
4. Pendekatan Kreatif
NET. TV bisa dianggap sukses mengaplikasikan pendekatan-pendekatan kreatifnya; mulai dari seragam hingga pelatihan militer untuk karyawan baru.
“Tapi ya desain seragamnya harus keren! Kalau gak, mereka gak mau pakai,” jelas Hery. Terlihat memang NET. TV cukup niat dalam pengaplikasian seragam. Penampilan timnya bak prajurit yang siap tempur. Tak tanggung-tanggung, sepatu pun diseragamkan dengan memakai 5.11 Tactical Boots; merek favorit penggemar permainan airsoft gun.
Pelatihan militer pun diberikan kepada karyawan baru sebagai bentuk usaha penegakan disiplin; karyawan baru akan menghabiskan beberapa hari bersama Kopassus atau Marinir. “Awalnya mereka protes, tapi setelah mengikuti latihan militer ini, mereka sampai menangis ketika harus berpisah dengan pelatih mereka di kesatuan,” cerita Hery yang ternyata kerap menerima telepon dari orang tua Generasi Milenial yang mengucapkan banyak terima kasih karena anak-anak mereka kini lebih disiplin.
5. Performance Review yang Tidak Kaku
Untuk mengakomodir sifat Generasi Milenial yang ambisius dan maunya serba instan, NET. TV tidak ingin mengaplikasikan performance review yang kaku. Review yang umumnya dilakukan setahun sekali, di NET. TV dilakukan setahun dua kali. Tidak heran, seorang karyawan yang bergabung pada bulan Maret 2013, dalam dua tahun bisa naik dari Junior Reporter, Reporter, Senior Reporter, hingga Junior Producer.
Demikian beberapa kiat memahami dan menghadapi Generasi Milenial, bagaimana mendapatkan talenta dan mengidentifikasi karakter yang akan menjadi penerus dan pemimpin perusahaan. Terima kasih kepada Hery Kustanto dari NET. TV yang telah bersedia memberikan insights-nya yang sangat berharga dalam sesi HR Thursday Talk persembahan Karir.com bagi dunia HR Indonesia. (Dino Martin)
Sumber:
http://blog.karir.com/2015/07/06/strategi-kreatif-net-tv-hadapi-generasi-milenial/
Berawal dari kegelisahan bagaimana menghadapi Generasi Milenial, event ini mendapat sambutan yang luar biasa dari Profesional HR di Jakarta dan dihadiri lebih dari 100 Profesional HR, 2 Juli lalu. Pembicara “HR Thursday Talk” kali ini adalah Hery Kustanto, HR Head NET. TV, stasiun televisi yang lebih dari 70% karyawannya berasal dari Generasi Milenial atau Generasi Y. Dari hasil tanya-jawab, ternyata friksi antara Generasi Milenial dengan pendahulu mereka, yakni Generasi X, lebih nyata dari yang dibayangkan.
Generasi X, atau generasi yang lahir antara tahun 1965-1980, pasti tidak asing dengan Catatan Si Boy yang identik dengan BMW seri 3-nya, Lintas Melawai dan Drive-in Ancol. Sebagian besar menggemari Bon Jovi, dan sekarang mulai heboh karena sebentar lagi akan tampil di Jakarta. Generasi X lebih familiar dengan sepatu roda ketimbang inline skate, pernah merasakan ketegangan antara Amerika dan Rusia, tahu bahwa dulu sempat ada Jerman Barat dan Jerman Timur, sempat menonton Unyil sebagai hiburan, dan lain-lain.
Generasi X adalah pemikir-pemikir independen yang tidak menyukai segala bentuk otoritas, generasi yang menggulingkan Orde Baru, dan generasi yang tidak suka meeting berlama-lama dalam suasana formal. Nah, banyak anggota Generasi X kini menjadi pemimpin perusahaan, sementara yang dipimpin adalah Generasi Milenial atau Generasi Y.
Siapakah Generasi Y?
Generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-1995. Generasi ini sudah tak lagi mendengar tentang Perang Dingin atau Cold War, KGB, dan lebih tidak menyukai formalitas jika dibandingkan dengan Generasi X. Generasi ini menuntut fleksibilitas dalam bekerja, mempertanyakan semua keputusan (dan bahkan sangat kritis), lebih mahir berhadapan dengan teknologi dibanding generasi sebelumnya, banyak dipengaruhi kultur musik dan pop, dan sadar fesyen.
Dalam paparannya, Hery Kustanto menjabarkan karakter Generasi Milenial yang menjadi populasi dominan NET. TV sebagai berikut:
Generasi yang melek teknologi (tech savvy)
Memiliki ambisi yang tinggi dan ingin karirnya melejit dengan cepat
Haus perhatian (attention-craving)
Menyukai ruang privasi tanpa sekat
Pencitraan kadang tidak menggambarkan dirinya yang sebenarnya
Mampu melakukan multitasking dan berpikiran luas
Pintar cari uang walau tidak bekerja kantoran
Loyalitas yang kurang stabil
Tidak menyukai birokrasi
Generasi ‘work hard, party hard’
Dalam diskusi hangat ngabuburit tersebut, kami juga sepakat bahwa Generasi Milenial adalah generasi yang:
Kritis; mempertanyakan segala hal setiap saat, berani mempertanyakan keputusan atasan
Sadar fesyen dan dipengaruhi kultur musik dan pop
Memahami penggambaran karakter Generasi Milenial di atas akan sangat membantu bagaimana menghadapi mereka di dunia berkarir. Dari paparan Hery Kustanto, tantangan terberat bagi para Profesional HR mungkin adalah bagaimana mendisiplinkan Generasi Milenial.
“Saya sering mengatakan pada mereka… gak heran kalau kamu ini disebut Y (why) Generation. Sukanya nanya ini itu. Why this, why that. Inginnya bisa segera jadi manajer. Emangnya perusahaan mbahmu?” papar Hery dengan gaya bicaranya yang jenaka.
Masalah kedisiplinan memang menjadi isu yang paling sering dilontarkan saat diskusi HR Thursday Talk. Bahkan dalam sesi diskusi dengan media setelahnya, isu disiplin kembali mencuat dan berkembang menjadi obrolan panas. Awak media terlihat sangat antusias dengan topik ini.
Hebatnya, NET. TV berhasil menerapkan disiplin tinggi di tengah awak Milenialnya. Padahal di satu sisi, mereka juga dituntut untuk bisa atau menjadi pribadi yang super kreatif. Sulit dibayangkan bagaimana menyatukan dua kepribadian ini karena keduanya sangat bertolak belakang; pribadi yang kreatif umumnya jauh dari sikap disipilin, pun sebaliknya mereka yang disiplin dan patuh pada peraturan agak sulit berpikir kreatif.
Lantas bagaimana caranya?
Beberapa kesimpulan dari diskusi sore itu adalah sebagai berikut:
1. Suasana Kerja yang Nyaman
Sudah bukan rahasia bahwa karyawan menuntut suasana kerja yang nyaman, dan Generasi Milenial adalah kelompok yang menuntut lebih. Di NET. TV, upaya ini dilakukan melalui desain interior yang menyerupai kafe. “Sampai-sampai desain kantor kami memenangkan penghargaan,” tutur Hery. Area outdoor juga disediakan bagi karyawan untuk melepas stres.
Di Bukalapak.com, selain makan siang dan sore gratis, karyawan juga diperbolehkan bekerja dari rumah dengan flexible working hour. Kebijakan bekerja dari rumah ini menjadi salah satu topik yang menarik dalam diskusi sore itu, karena tidak semua perusahaan dapat menerapkannya.
Friksi seringkali terjadi ketika seorang Head yang berasal dari Generasi X memiliki tim yang berasal dari Generasi Milenial dan sudah terlanjur nyaman dengan pilihan bekerja dari rumah. Generasi X terkadang menganggap mereka sebagai slackers atau pemalas. Di sinilah peran HR sebagai talent development kembali diuji; bagaimana menghadirkan suasana kerja yang nyaman bagi kedua generasi. Jangan kebablasan.
Sementara itu di NET. TV bisa dibilang tidak ada jam kerja. “Karena kami media TV, jam kerja tidak standar. Namun bukan berarti karyawan bisa masuk dan pulang kantor seenaknya. Jam kerja tergantung dari program apa yang sedang dikerjakan. Tak jarang, mereka yang baru pertama kali berkarir di media TV shock dengan pola jam kerja ini,” jelas Hery.
2. Keterlibatan CEO sebagai Sosok Inspiratif
NET. TV menilai keterlibatan seorang CEO merupakan salah satu kunci dalam mendisplinkan Generasi Milenial. CEO NET. TV dipandang sangat terlibat dan dekat dengan generasi ini; selalu hadir dalam pertemuan formal dan informal. “CEO kita sampai jadi idola karyawan baru Generasi Milenial,” aku Hery.
Dalam sebuah buku berjudul The Nordstrom Way tentang kisah sukses Nordstrom, salah satu retailer besar di Amerika, dijelaskan bahwa—berbeda dengan Walmart—Nordstrom lebih melayani konsumen premium. Pendekatan Nordstrom sangat personal, dan untuk bisa menularkan value tersebut kepada karyawan, CEO Blake Nordstrom memperlakukan karyawannya dengan personal pula. Dalam proses induction, sang CEO tidak segan-segan menemui karyawan secara langsung dan memberi sambutan serta insights. Dalam buku tersebut juga digambarkan bagaimana Blake mengatakan kepada para karyawan baru, “Gunakan uang saya bila perlu, supaya kamu bisa lebih dekat dengan konsumen.”
3. Update Berkala
Generasi Milenial adalah generasi yang kritis, sehingga ingin dilibatkan dalam update berkala manajemen perihal kondisi dan performa perusahaan. “Mereka selalu ingin tahu, ‘Perusahaan kita ini gimana sih? Sudah sampai mana? Untung gak?’” jelas Hery.
Pendekatan serupa diaplikasikan oleh EMTEK Group yang mengenalkan istilah Town Hall pada karyawannya, yakni sebuah agenda rutin bagi pihak manajemen yang diwakili CEO memberikan performance update perusahaan. Kebiasaan ini ternyata mampu menumbuhkan sense of ownership yang tinggi dan memotivasi karyawan untuk terus berkarya.
4. Pendekatan Kreatif
NET. TV bisa dianggap sukses mengaplikasikan pendekatan-pendekatan kreatifnya; mulai dari seragam hingga pelatihan militer untuk karyawan baru.
“Tapi ya desain seragamnya harus keren! Kalau gak, mereka gak mau pakai,” jelas Hery. Terlihat memang NET. TV cukup niat dalam pengaplikasian seragam. Penampilan timnya bak prajurit yang siap tempur. Tak tanggung-tanggung, sepatu pun diseragamkan dengan memakai 5.11 Tactical Boots; merek favorit penggemar permainan airsoft gun.
Pelatihan militer pun diberikan kepada karyawan baru sebagai bentuk usaha penegakan disiplin; karyawan baru akan menghabiskan beberapa hari bersama Kopassus atau Marinir. “Awalnya mereka protes, tapi setelah mengikuti latihan militer ini, mereka sampai menangis ketika harus berpisah dengan pelatih mereka di kesatuan,” cerita Hery yang ternyata kerap menerima telepon dari orang tua Generasi Milenial yang mengucapkan banyak terima kasih karena anak-anak mereka kini lebih disiplin.
5. Performance Review yang Tidak Kaku
Untuk mengakomodir sifat Generasi Milenial yang ambisius dan maunya serba instan, NET. TV tidak ingin mengaplikasikan performance review yang kaku. Review yang umumnya dilakukan setahun sekali, di NET. TV dilakukan setahun dua kali. Tidak heran, seorang karyawan yang bergabung pada bulan Maret 2013, dalam dua tahun bisa naik dari Junior Reporter, Reporter, Senior Reporter, hingga Junior Producer.
Demikian beberapa kiat memahami dan menghadapi Generasi Milenial, bagaimana mendapatkan talenta dan mengidentifikasi karakter yang akan menjadi penerus dan pemimpin perusahaan. Terima kasih kepada Hery Kustanto dari NET. TV yang telah bersedia memberikan insights-nya yang sangat berharga dalam sesi HR Thursday Talk persembahan Karir.com bagi dunia HR Indonesia. (Dino Martin)
Sumber:
http://blog.karir.com/2015/07/06/strategi-kreatif-net-tv-hadapi-generasi-milenial/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Berkenalan dengan COO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Pada suatu perusahaan, yang menjadi pucuk pimpinan adalah CEO. Namun, yang be...
-
PLAY YOUR ROLES WELL Todd Davis September 2017 Leadership Have you ever found that success in one area of your life comes at the e...
-
Apa Itu CEO? Bagaimana Tugas CEO Sebuah Perusahaan? Dalam suatu perusahaan ada banyak sekali jabatan yang berpengaruh. Jabatan-jabatan ter...
-
Dalam dunia bisnis dan organisasi, istilah "Manager" dan "Leader" sering digunakan secara bergantian. Namun, meskipun ...
-
10 Pekerjaan Freelance yang Banyak Dicari dan Situs untuk Melamarnya Dengan semakin maju perkembangan teknologi saat ini, banyak pekerjaan...




