Dr David Hugh Jones dan tim peneliti dari University of East Anglia (UEA) menemukan bahwa tingkat kejujuran seseorang berbeda di setiap negara. Menurutnya, warga Inggris dan warga Jepang mencatatkan poin tertinggi dalam hal kejujuran.
Beberapa waktu ke depan, saya diminta memberikan training selama dua hari untuk sebuah lembaga negara yang amat disegani. Salah satu materi yang mereka request adalah soal kejujuran.
Kejujuran, ini adalah barang langka. Ya, orang #jujur memang langka. Tapi kalau kita berusaha untuk jujur, maka kita akan menjadi orang yang dicari-cari dan dinanti-nanti. Betul apa betul?
Lihatlah kerugian karena kasus kondensat yang mencapai Rp 35 triliun, dengan tersangka Honggo Wendratmo alias Hong Go Wie. Betapa besar mudharat yang dirasakan oleh orang banyak akibat dari ketidakjujuran.
Rezeki atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Apalah artinya harta berlimpah kalau hati selalu gundah?
"Jujur, mujur. Nggak jujur? Bakal tersungkur," itu nasihat guru saya.
Sambung beliau, "Nggak jujur? Resah. Gelisah. Jauh dari berkah."
Menjadi jujur dan selalu jujur memang tidak mudah. Ada saja tantangannya. Tapi bisa, insya Allah. Perubahan besar baiknya dimulai dari perubahan kecil, yaitu diri kita dan keluarga kita. Hei, apa salahnya kalau kita mulai dari sana? Jadilah contoh. Jadilah inspirasi.
Mudah-mudahan nanti banyak yang mengikuti. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Wednesday, July 11, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Jangan Terburu-buru Mencari Solusi Sebelum Memahami Penyebab Masalah Dalam Continuous Improvement, ada satu kebiasaan yang sering dilakukan ...
-
Sama-sama Penting, Tetapi Bukan Hal yang Sama Dalam dunia manufaktur, istilah Operation Management dan Production sering digunakan seolah-ol...
-
Ketika Hidup Tidak Bisa Menyalakan Semua Sekaligus Dalam kehidupan modern, banyak orang ingin berhasil di semua aspek sekaligus. Karier ingi...
-
Mengapa Continuous Improvement Cukup Dimulai dari People, System, dan Culture? Sederhanakan 6M, Tetapi Jangan Sederhanakan Cara Berpikir Dal...
-
Mengapa Tempat Kerja yang Rapi Belum Tentu Produktif? 5R Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tetapi Cara Membangun Budaya Improvement Ketika menden...
No comments:
Post a Comment