Monday, July 11, 2022

Keahlian Fresh Graduate Gen Z

Fresh Graduate Gen Z Penting Miliki Keahlian Ini

GM HR Business Partner PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Stevanus Tata Holo Koten mengatakan ada beberapa keahlian penting yang dimiliki para anak yang baru lulus kuliah alias fresh graduate

"Beberapa skill utama yang perlu dimiliki para fresh graduate yaitu manajemen waktu, keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta problem solving skill (keahlian memecahkan masalah)," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada akhir Juni 2022. 

Ia menambahkan bahwa untuk mengikuti perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu, perusahaan tentunya harus selalu adaptif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Untuk dapat mencapai hal tersebut, diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian kerja yang sesuai dengan standar perusahaan. 

Keahlian yang dimiliki fresh graduate itu tentunya diharapkan bisa menjadi cara agar perusahaan bisa lebih mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini semakin banyak generasi Z yang sudah memasuki dunia kerja. Stevanus mengatakan salah satu keunggulan para gen Z ini adalah terlahir di era perkembangan teknologi informasi yang sudah semakin pesat. 

"Hal itu membuat gen Z tidak kesulitan dalam memahami dan mempelajari berbagai hal, karena segala informasi saat ini sudah tersedia dan bisa dipelajari secara bebas," katanya. 

Berbagai kemudahan itu tentunya membuat gen z lebih mudah beradaptasi terhap perubahan-perubahan yang ada di dunia kerja saat ini. "Mereka juga memiliki semangat kerja dan keingintahuan yang tinggi," katanya. 

Walau begitu, ada pula kekurangan yang mungkin dimiliki gen z secara umum. Stevanus menilai keinginan gen z untuk sukses atau mencapai suatu target sering kali dilandasi oleh rasa terburu-buru. "Hal inilah yang membuat Gen Z masih harus mendapatkan bimbingan agar mereka memahami bagaimana berproses untuk mencapai sesuatu," katanya. 

MPMX membuka kesempatan dan mengajak talenta muda terbaik untuk bergabung di perusahaan melalui program Management Trainee (MT) yang dinamakan “MPM Young Talent Program 2022”. Pendaftaran dan rekrutmen program ini dibuka mulai hari ini sampai dengan 14 Agustus 2022.

MPM Young Talent Program 2022 ditujukan bagi fresh graduate S1 dan S2 dari berbagai jurusan, baik perguruan tinggi terbaik negeri maupun swasta, yang akan mengikuti rangkaian proses rekrutmen dan seleksi. 

Talenta yang terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama satu tahun; dimana selama satu bulan pertama para peserta program MT fokus mengikuti kegiatan inclass training yang terdiri dari sesi kelas pengembangan soft skill dan hard skill, kemudian selama 12 bulan berikutnya akan menjalani masa on job training atau OJT di kantor pusat dan anak usaha MPMX. 

Rangkaian proses ini akan memungkinkan para talenta MT untuk mengembangkan kemampuan kerja dan keahlian mereka dengan cepat. 

Stevanus berharap bisa menemukan talenta-talenta terbaik yang mampu berkontribusi untuk kemajuan perusahaan melalui ide-ide kreatif maupun inovatif, juga berkontribusi memberikan hasil kerja yang baik bagi perusahaan. 

“Dengan mengikuti MPM Young Talent Program, ada berbagai benefit yang dapat diperoleh oleh para kandidat, antara lain dapat memulai dan mengembangkan karier di lingkungan yang dinamis, mempelajari bisnis dari berbagai aspek, memiliki jump start dalam berkarir, berkesempatan mengikuti progam pelatihan berkualitas, serta remunerasi yang kompetitif,” katanya. 


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1610344/fresh-graduate-gen-z-penting-miliki-keahlian-ini

Sunday, March 20, 2022

10 Profesi dengan Gaji Tertinggi

10 Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia, Sebulan Lebih dari Rp 100 Juta

Setiap orang tentu menginginkan penghasilan yang tinggi. Tapi seiring dengan besarnya gaji biasanya tuntutan pekerjaan juga selangit. Berdasarkan data yang dirilis Michael Page, mereka yang gajinya ratusan juta biasanya menempati posisi-posisi direktur yang tentu butuh kemampuan dan pengalaman level dewa. 

Berikut 10 profesi dengan gaji tertinggi di Indonesia.


1. C-Suite (Corporate Suite)

Dalam Salary Report 2022 yang dirilis Michael Page, tentunya para 'chief' dalam berbagai industri kerja menempati urutan teratas sebagai profesi dengan penghasilan tertinggi. Chief Executive Officer, Chief Financial Officer hingga Chief Operating Officer rata-rata digaji Rp 150 juta hingga Rp 250 juta.


2. Risk Director

Direktur risiko adalah salah satu posisi penting dalam industri keuangan. Tak heran jika gaji yang diterimanya setiap bulan bisa mencapai Rp 180 juta. Posisi yang menangani manajemen risiko ini umumnya menganalisa kebijakan dan prosedur perusahaan untuk memastikan mereka patuh dengan undang-undang dan terhindar risiko dari keuangan.


3. Country Sales Manager

Country Sales Manager bisa dibilang seperti bos kantor cabang. Mereka ditunjuk sebagai perwakilan perusahaan untuk mengurus sales di wilayah-wilayah tertentu. Dalam industri konsumen dan ritel, pekerjaan ini bisa digaji sekitar Rp 175 juta.


4. Vice President Government Relations

Pekerjaan ini berhubungan dengan pemerintah karena itu dibutuhkan ilmu dan pengalaman yang matang terkait bidang. Dibutuhkan kemampuan untuk memantau kebijakan pemerintah, membina hubungan dengan para pejabat hingga lobi untuk mempermudah perizinan. Gajinya bisa mencapai Rp 170 juta.


5. Vice President Data Science

Profesi dengan gaji tertinggi lain di Indonesia adalah wakil presiden untuk tim data science. Data science sendiri memang menjadi salah satu bidang kerja yang makin diminati dan diketahui berpenghasilan besar. Berdasarkan laporan, profesi itu bisa menghasilkan Rp 150 juta per bulan.


6. Head of Corporate Strategy

Kepala Strategi Perusahaan digaji sekitar Rp 150 juta per bulan. Dikatakan jika posisi ini biasanya bertugas untuk melapor pada CEO dan berurusan dengan visi dan strategi perusahaan untuk memastikannya selalu tercapai. Selain Direktur Strategi, Direktur Internal Audit juga memiliki penghasilan serupa.


7. Sales Director

Direktur penjualan adalah orang yang bertanggung jawab dalam hal pengelolaan juga pengawasan fungsi-fungsi penjualan sebuah perusahaan. Mereka harus memastikan bahwa produktivitas dan efektivitas kerja dari tim penjualan berjalan dengan baik. Sales Director rata-rata menerima Rp 150 juta per bulan.


8. Project Director

Direktur Proyek rata-rata juga mendapat gaji Rp 150 juta. Tak jarang salah satu profesi dengan gaji tertinggi di Indonesia itu mengurusi berbagai proyek mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaannya. Mereka juga perlu mengerti cara memaksimalkan sumber daya agar proyek berjalan dengan lancar.


9. Operations Director

Direktur lain yang digaji lebih dari Rp 100 juta adalah Direktur Operasi. Berdasarkan laporan, posisi ini menerima Rp 140 juta sebulan. Profesi berikut disebut sebagai jantungnya perusahaan karena mereka mengurusi setiap aspek dari strategi perusahaan dan membantu meraih tujuan strategi selagi menjaga aliran dari operasional.


10. Marketing Director

Meski menempati posisi buncit dalam daftar ini tentu pekerjaan ini tidak mendapat gaji yang tidak sedikit. Menjadi salah satu profesi dengan gaji tertinggi di Indonesia, direktur marketing digaji Rp 120 jutaan. Tugasnya tentu adalah untuk memastikan pemasaran produk berjalan baik sehingga penjualan laris.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/worklife/d-5990421/10-profesi-dengan-gaji-tertinggi-di-indonesia-sebulan-lebih-dari-rp-100-juta.

Sunday, January 2, 2022

Zillennials - Generasi Mikro

Zillennials - Generasi Mikro yang Mungkin Belum Pernah Anda Dengar

Percaya atau tidak, terjebak di antara dua generasi pembangkit tenaga listrik dapat menyebabkan krisis identitas yang besar.

Apakah Anda lahir di pertengahan hingga akhir 90-an? Apakah 9/11 salah satu kenangan terawal Anda? Apakah Anda memiliki masa kanak-kanak analog dan remaja digital dan dewasa awal? Apakah Anda tumbuh dengan bermain dengan boneka Tamagotchi, Gameboys, dan Bratz? Apakah Anda merasa terlalu muda untuk menjadi Milenial tetapi terlalu tua untuk menjadi Gen Z'er? Kalau begitu selamat, Anda seorang Zillennial! Artinya Anda tidak sepenuhnya satu atau yang lain, Anda adalah campuran keduanya. Bersiaplah untuk menjalani sisa hidup Anda dengan kasus serius sindrom anak tengah generasi.

Generasi mikro bukanlah konsep baru. Mereka sudah ada sejak pertengahan abad ke-20. Yang tidak mengherankan karena saat itulah teknologi benar-benar mulai berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, dimulai dengan televisi menjadi barang rumah tangga pokok pada tahun 1955. 

Generasi Jones (Baby Boomer dan cusper Gen X yang lahir kira-kira antara 1955-1964) adalah mikro- generasi yang telah dipelajari dengan benar dan diakui oleh para ahli penelitian. Mereka terlalu muda untuk menghadiri Woodstock dan berpartisipasi dalam Beatlemania, tetapi terlalu tua untuk menentukan masa remajanya oleh film MTV dan John Hughes.

Xennials (Gen X dan Millennial cuspers yang lahir antara 1977–1983) adalah generasi mikro berikutnya yang masa kecilnya juga dibentuk oleh teknologi. Mereka dijuluki "Generasi Jejak Oregon" dan mereka adalah kelompok orang pertama yang tumbuh dengan komputer dan internet. Mereka tidak mendapatkan ponsel atau mulai menggunakan media sosial sampai usia 20-an. Dan merekalah yang paling terpengaruh oleh resesi. Dunia berubah secara dramatis selama tahun-tahun pembentukan mereka, yang pada akhirnya membuat mereka memiliki pandangan hidup yang menarik. Xennial tidak memiliki pola pikir sinis dan nihilistik yang sama dengan pendahulunya Gen X, tetapi mereka juga tidak seoptimis dan berharap seperti Milenial.

Zillennial (lahir antara 1993–1998) mungkin adalah generasi yang paling diremehkan dalam beberapa dekade terakhir. Karena identitas kita baru saja terbentuk, banyak orang masih belum menyadari keberadaan kita. Dilahirkan pada tahun 1997, saya sering mengalami kesulitan untuk mencari tahu generasi mana yang harus diidentifikasi sebelum saya mengetahui apa itu Zillennial.

Bayi-bayi pertengahan hingga akhir 90-an menyaksikan orang-orang melompat ke kematian mereka dari dua gedung pencakar langit yang runtuh di TV langsung ketika kami masih balita dan anak-anak kecil. Kami menyaksikan tanpa daya ketika orang tua kami stres karena kehilangan pekerjaan, sementara pada saat yang sama menyaksikan pelantikan Obama dengan harapan di mata kami ketika kami masih di sekolah menengah. Guru saya terkadang meminta kami untuk berbagi cerita dan kenangan tentang bagaimana kehidupan kami dipengaruhi oleh semua ini. Sementara itu, anak-anak dan remaja saat ini sedang belajar tentang 9/11, resesi dan pemilihan presiden kulit hitam pertama sebagai peristiwa sejarah dalam buku teks, daripada hal-hal yang sebenarnya mereka saksikan secara hidup. Sejujurnya, saya masih kesulitan membungkus kepala saya dengan itu.

Kami yang menghabiskan tahun-tahun sekolah dasar dan menengah di awal tahun 2000-an adalah kelompok orang terakhir yang tumbuh dengan teknologi analog. Kami menjalani masa kecil kami dalam masa transisi. Saya ingat ketika New York City memiliki telepon umum di setiap blok. Saya mengonsumsi film favorit saya dalam kaset DVD dan VHS. Saya mendengarkan CD di Discmans dan boombox. Saya harus memasang kabel ethernet ke laptop saya untuk mengakses internet. Saya ingat kelahiran Youtube dan bagaimana saya hampir memberikan beberapa virus pada desktop sepupu saya setelah mengunduh musik dari Limewire secara ilegal. Sampai usia 11 tahun, saya berbicara dengan teman saya melalui telepon rumah dan ibu saya selalu mengatakan kepada saya bahwa saya harus menunggu sampai setelah jam 9 malam untuk melakukannya karena saat itulah kami memiliki waktu luang. Ponsel pertama saya adalah Motorola Rizr merah (jangan disamakan dengan Motorola Razr merah muda ikonik yang diinginkan setiap gadis pada masa itu) dan SMS di keyboard T9 membuat ibu jari saya sakit.

Kami makan snack tahun 90an seperti Dunkaroos dan Lunchables, tapi kami juga makan snack awal tahun 2000an seperti Yogo's dan Gushers. Menghancurkan pergelangan kaki kami oleh skuter Heelys dan Razor di taman bermain itu normal. Wii dianggap sebagai teknologi mutakhir ketika dirilis dan jika Anda memilikinya, Anda adalah anak paling keren di sekolah. Zillennials menunggu untuk mengantisipasi setiap film "Harry Potter" yang akan dirilis. Pergi ke bioskop untuk melihat "Star Wars: Revenge of the Sith" dan "The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe" adalah salah satu tonggak budaya pop terbesar bagi kami pada saat itu. Untuk melengkapi semua ini, kami tumbuh selama apa yang sebagian besar dari kami anggap sebagai masa keemasan televisi anak-anak. Disney Channel, Nickelodeon dan Cartoon Network berada di puncaknya. Sepulang dari sekolah dan menonton "Hannah Montana", "The Suite Life of Zack & Cody", "H2O: Just Add Water", "Jimmy Neutron", "Teen Titans" dan "Total Drama Island" (di antara banyak lainnya) adalah aktivitas favorit saya. Saya yakin saya tidak sendirian dalam mengatakan bahwa pertunjukan itu menjadikan saya seperti sekarang ini.

Pada saat kami mencapai sekolah menengah, populasi umum sudah memiliki smartphone dan wifi. Akun kami di Facebook, Tumblr, dan Instagram sudah disiapkan, kami menghabiskan waktu luang kami saling mengirim versi meme paling awal (yang dianggap kuno sekarang) dan Vine (RIP) adalah sumber hiburan cepat terbesar kami. "Twilight" dan "The Hunger Games" berada di puncak popularitas mereka, sebagian besar dari kita sedang melalui fase emo, barang curian atau kumis (jika ya tahu, ya tahu) dan MTV telah sepenuhnya beralih ke acara realitas penyiaran daripada musik video. Justin Bieber dan One Direction adalah bintang pop terbesar di planet ini, tarian gila seperti Gangnam Style dan Dougie sangat populer dan semua orang sangat ingin menjadi tuan rumah atau menghadiri pesta "Proyek X". Itu adalah era yang sangat kacau dan menakutkan untuk masuk ke sekolah menengah, tetapi saya tidak akan menukarnya dengan apa pun.

Saya tidak nyaman dicap sebagai Milenial karena saya benci roti bakar alpukat, saya tidak pernah mengerti hype "Teman", saya belum cukup umur untuk takut dunia berakhiran Y2K dan saya tidak akan pernah menggunakan kata "dewasa" dengan cara yang tidak ironis. Tetapi pada saat yang sama, saya juga tidak nyaman diberi label sebagai Gen Z'er. Saya tidak keluar rahim dengan iPhone dan iPad di tangan, saya masih teringat lagu Ke $ ha ketika mendengar kata “TikTok”, saya cukup beruntung bisa lulus SMA sebelum pemerintahan Trump dan berusaha mengikutinya Dengan tren media sosial saat ini membuat saya merasa seperti seorang nenek.

Setelah melakukan penelitian ekstensif tentang semua hal kehidupan Zillennial (yang terdiri dari menemukan meme paket perdana dan subreddit yang penuh dengan orang-orang seperti saya yang sangat ingin mendiskusikan momen budaya pop legendaris yang menentukan masa muda kita), saya merasakan rasa nostalgia dan persatuan yang luar biasa. Studi tentang generasi bisa jadi cacat. Sulit untuk menentukan secara pasti kapan sebuah generasi dimulai dan berakhir. Kita semua mengingat dan mengalami hal yang berbeda pada waktu yang berbeda. Tapi senang mengetahui bahwa ada orang di luar sana yang menjalani kehidupan yang mirip dengan Anda. Berbagi dan terikat pada hal-hal yang membuat tahun-tahun pembentukan Anda hebat adalah sesuatu yang membuat Anda merasa terhubung. Kebutuhan untuk dilihat, didengar, dan dipahami itu wajar. Kita semua ingin menemukan orang yang bisa kita kenal. Itu membuat kita merasa seperti kita adalah bagian dari sesuatu dan kita tidak sendiri.

Jauh di lubuk hati, saya akan selalu merasa seperti bibi yang belum menikah, tanpa anak yang terjebak di antara semua kakek-nenek, orang tua dan anak-anak yang saling berkelahi di reuni keluarga. Tapi saya sudah menerimanya. Kaum Zillennial memiliki tempat unik dalam masyarakat. Kami benar-benar beruntung mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia. Tumbuh di masa di mana segala sesuatu berubah dengan sangat cepat di depan mata kita telah membentuk kita menjadi individu yang memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu melalui berbagai perspektif. Saya sangat bangga menjadi bagian dari demografi ini dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang harus kami sumbangkan untuk kemanusiaan di masa mendatang.


Sumber :

https://ichi.pro/id/zillennials-generasi-mikro-yang-mungkin-belum-pernah-anda-dengar-261189174463204

Thursday, August 26, 2021

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

Mayoritas Gen Z dan Milenial Ingin Punya Bisnis Sendiri

27/08/2021

Memiliki bisnis sendiri memang menjadi impian banyak orang muda saat ini. Hal itu juga terbukti dari survei terbaru yang dilakukan di Asia Pasifik yang menemukan 72 persen generasi Z dan milenial bercita-cita ingin memiliki bisnis sendiri. 

Survei yang melibatkan 4.093 orang dari generasi Z dan milenial (usia 18-40 tahun) itu dilakuakn oleh perusahaan nutrisi global Herbalife Nutrition. Survei untuk mengetahui tren kewirausahaan itu dilakukan di 8 negara, yakni Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. 

Hasil survei juga menyebut, 9 dari 10 responden percaya bahwa usia terbaik untuk memulai bisnis adalah di bawah 40 tahun, dengan rata-rata yang dianggap usia ideal adalah 27 tahun. Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan tingginya semangat untuk berwirausaha di kalangan masyarakat Indonesia cukup menggembirakan. 

“Banyak calon pengusaha yang didorong mengikuti passion mereka, dan keinginan untuk perubahan karir. Mereka juga melihat masa muda mereka sebagai suatu peluang, terutama dalam hal beradaptasi dengan teknologi dan memiliki ide-ide segar,” paparnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Di Indonesia sendiri, menurut survei itu 66 persen responden belum punya usaha sendiri dan bercita-cita untuk memulainya. Alasan untuk membuka usaha sendiri adalah keinginan untuk mengubah karier (45 persen) dan meyakini bahwa memulai wirausaha adalah peluang untuk lebih sukses (30 persen). 

Untuk jenis usaha yang paling diminati di Asia Pasifik (50 persen) responden tertarik membuka usaha jasa makanan dan usaha fashion (32 persen). Sementara itu, responden Indonesia menganggap modal dianggap menjadi tantangan yang dimiliki ketika memulai usaha. 

Untuk responden yang sudah membuka usaha, mereka percaya bahwa tambahan modal dan pelatihan bisa membantu bisnisnya lebih berkembang. 

Pengaruh pandemi Pandemi yang berkepanjangan juga menjadi tantangan besar para wirausaha. Sekitar satu dari tiga responden yang memiliki bisnis terpaksa harus menutupnya selama pandemik. Lebih dari separuh responden menyatakan saat ini mereka memilih berlindung di pekerjaan saat ini dibanding memulai bisnis, karena potensi penghasilan yang lebih jelas. 

“Dari hasil survei tersebut kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru,” kata Andam. Ia mengatakan, memulai bisnis akan selalu datang dengan manfaat dan risikonya sendiri, oleh karena itu penting untuk menemukan jaringan dan dukungan yang baik serta dapat menyalurkan keahlian dan pengetahuan yang tepat.


Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/27/111953620/mayoritas-gen-z-dan-milenial-ingin-punya-bisnis-sendiri?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter.

Wednesday, August 18, 2021

Pantangan Saat Memilih Jurusan

Tak cukup dengan tiga poin penting di atas, kita juga harus memperhatikan empat pantangan berikut ini saat memilih jurusan kuliah. Nah, kenapa tak dikombinasikan saja dua cara memilih jurusan kuliah ini, Sobat? 

Yuk, ketahui dulu apa saja pantangannya.


1. Jangan memilih jurusan kuliah hanya karena prospek masa depan

Pernahkah Sobat Pintar mendapat saran untuk memilih jurusan kuliah yang ber'lahan basah?' Jurusan Akuntansi, Aktuaria, Bea Cukai maupun jurusan-jurusan kuliah lain yang terkait dengan keuangan sering dianggap berprospek cerah.

Beberapa jurusan memang membekali kita dengan ilmu, kemampuan, dan kecakapan untuk menyandang profesi tertentu – seperti akuntan, aktuaris, atau pegawai bea cukai pada contoh diatas. Tetapi bukan berarti kemampuan pada bidang tersebut itulah yang semata-mata membuat kita mendadak sukses dimasa depan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan karier seseorang. Jurusan kuliah dan prospek yang ditawarkannya tak sesederhana penambahan bilangan bulat. Memilih jurusan kuliah yang membuat orang lain tampil mentereng takkan serta merta membuat masa depan kita sama cerah berkilaunya.


2. Jangan terpaku pada nilai pelajaran saja

Apa mata pelajaran yang paling Sobat sukai di sekolah? Mata pelajaran apa yang nilainya rata-rata bagus? Misalnya mata pelajaran tersebut Matematika, apakah Sobat Pintar akan memilih kuliah di Jurusan Matematika?

No, it's not that simple. Ternyata Matematika digunakan juga di Jurusan Aktuaria dan Statistika, misalnya. Bahkan, ada pula Jurusan Pendidikan Matematika. Pilihan jurusan kuliahmu tidak terbatas pada Jurusan Matematika di FMIPA, Sobat!

Salah satu cara menentukan jurusan kuliah memang dengan mempertimbangkan nilai pelajaran di sekolah. Nilai sekolah sering dijadikan acuan saat kita harus menentukan jurusan kuliah. But it's not the only one, Sobat.


3. Jangan abaikan bakat dan minat diri

Kembali pada contoh diatas. Hanya karena nilai Matematikamu selalu sempurna, misalnya, Sobat memilih Jurusan Pendidikan Matematika. Padahal, mahasiswa jurusan pendidikan lebih banyak belajar tentang teori-teori mengajar daripada mahasiswa ilmu murni Jurusan Matematika.

Nah, pertanyaannya, apakah Sobat Pintar suka mengajar? Atau, Sobat lebih suka menyelami Matematika murni? Bagaimana dengan Matematika terapan? Dari sekian pilihan tersebut, mana yang lebih sesuai dengan bakat dan minatmu, Sobat?

Mengenali bakat dan minat diri menjadi cara memilih jurusan kuliah yang cukup penting. Sayangnya, seperti telah disebutkan diawal, tak setiap kita sudah mengenali diri sendiri dengan cukup baik. Pada saat seperti inilah tes jurusan kuliah, seperti Tes Penjurusan Aku Pintar, berperan sebagai salah satu cara memilih jurusan kuliah yang tepat.


4. Jangan asal ikut-ikutan teman

Tahukah Sobat, 87% mahasiswa Indonesia merasa salah jurusan. Banyak diantara mereka yang merasa salah jurusan justru pada semester-semester akhir, setelah melewatkan dua-tiga tahun kuliah. Sayang sekali bila harus mengulang kuliah dan menjadi mahasiswa baru lagi, bukan?

Bahkan 52% karyawan mengaku bahwa jika bisa memutar waktu, mereka akan memilih jurusan kuliah yang berbeda. Apakah mereka dulu bingung memilih jurusan kuliah? Atau, mereka dulu menentukan jurusan kuliah hanya dengan mengikuti pilihan teman-temannya?

Makanya, pilih jurusan kuliahmu sendiri ya, Sobat. Tak perlu khawatir kehilangan teman karena nantinya akan ada teman-teman baru saat kuliah.


Sumber :

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/tips-memilih-jurusan-kuliah-generasi-z

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Ini Tips bagi yang Masih Bingung Memilih Jurusan Kuliah

Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:05 WIB


Banyak calon mahasiswa yang bingung saat menentukan jurusan kuliahnya. Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?

Berbagai pertanyaan tentang memilih jurusan kuliah yang cocok pasti terlintas oleh pelajar yang baru tamat sekolah dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan .

Tidak hanya jumlah perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai ribuan di Indonesia namun beragam jurusan kuliah yang ada pun pasti membuat bingung untuk memilih mana yang cocok untuk ditetapkan sebagai tempat berlabuh.

Dikutip dari instagram Direktorat Dikti Vokasi dan Profesi di @diktivokasi, Jumat (21/5), diktivokasi menulis, “Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?” “Ada berapa sebenarnya jurusan kuliah yang ada?” “Bagaimana cara menentukan jurusan kuliah yang tepat?” dan berbagai pertanyaan lain tentang jurusan / prodi kuliah yang bisa bikin galau.

Pertanyaan - pertanyaan di atas mungkin sering terlintas di benak para Gen Z yang akan masuk kuliah. Jika kalian masih bingung, simak tips memilih jurusan kuliah yang cocok dan pas untuk masa depan kalian dibawah ini.


1. Pahami minat dan bakat.

Ketika dihadapkan pada sekian daftar jurusan kuliah yang harus dipilih, baik dari ortu ataupun pilihan diri sendiri, kita membutuhkan alasan tepat untuk memilih.

Cara memilih jurusan kuliah tentu berbeda dari cara kita memilih menu makanan atau tema ponsel yang jika ketika kita bosen bisa langsung berganti tema. Tapi bagaimana dengan jurusan kuliah?

Itulah sebabnya kita perlu tahu apa minat dan bakat yang kita miliki. Pengetahuan inilah yang dapat membantu kita menentukan jurusan kuliah.

Pemahaman yang baik akan diri sendiri inilah yang dapat membuat kita bertahan menghadapi berbagai tantangan saat belajar tentang ilmu dan skills baru di bangku kuliah nanti.


2. Lakukan riset jurusan-jurusan kuliah yang dipilih.

Cara menentukan jurusan kuliah yang satu ini dapat membantu sobat yang benar-benar ngeblank ingin kuliah di jurusan apa. Yes, do your own research, Sobat Pintar. Ketahui sebanyak-banyaknya jurusan kuliah yang ada.

Pelajari masing-masing bidang ilmunya, prospek alumninya dan hal-hal lain yang dirasa penting untuk diketahui.

Study and compare-sandingkan, bandingkan daftar jurusan kuliah yang ada padamu.

Learn all facts. Langkah-langkah ini bisa membantumu menjatuhkan pilihan jurusan kuliah. Cara inipun bisa diterapkan saat kita punya sebaris daftar jurusan kuliah untuk dipilih, entah itu pilihan sendiri atau rekomendasi ortu.


3. Konsultasi dengan orang dekat berpengalaman/profesional di dunia kerja.

Diskusikan berbagai pilihan jurusan kuliah yang ada saat ini dengan ahlinya. Misalnya psikolog pendidikan. Atau diskusi dengan seseorang yang dekat denganmu juga dapat mengurai benag kusut di kepala, sobat.

Mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas dapat memberi kita sudut pandang dan pengetahuan baru yang fresh.

Lebih baik lagi bila kita dapat mengombinasikan dua cara memilih jurusan kuliah ini bersamaan. Gunakan hasil riset sebagai bahan diskusi. Bukankah hasilnya akan lebih baik?


4. Pahami keuntungan dan konsekuensi pilihan.

Bear in mind, nothing's perfect. Begitu juga dengan jurusan kuliah. Bisa jadi jurusan kuliah A sesuai dengan minatmu tapi prospek kerjanya terbilang kurang menarik.

Atau sebaliknya, ada jurusan kuliah B yang bidang ilmunya kurang menarik tapi kemampuanmu cukup baik disitu.

Sebaik apapun pilihan yang ocoba kita ambil, tetap akan ada kekurangan disitu. That's why, mengetahui konsekuensi dari pilihan jurusan kuliah yang diambil itu penting. Jangan cuma dilihat sisi positif atau keuntungannya saja ya sobat.


Sumber :

https://edukasi.sindonews.com/read/434382/211/ini-tips-bagi-yang-masih-bingung-memilih-jurusan-kuliah-1621659915

Monday, July 5, 2021

Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Pernah Kena PHK, Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Senin, 05 Jul 2021 14:02 WIB


Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia politik hingga menjadi Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif saat ini. Namun, siapa sangka Sandi juga pernah dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memulai usahanya tersebut mulai dari nol.

"Saya juga pernah di-PHK. Saat itu tahun 1997, di saat dunia memang sedang dilanda krisis yang sangat dalam. Saya bekerja di sebuah perusahaan di luar negeri, terpaksa harus kembali ke Indonesia dengan kondisi bekal di dompet yang semakin tipis. Saya termotivasi untuk tetap bangkit atas semangat yang diberikan istri saya," ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Lalu apa yang dilakukan Sandi setibanya di Indonesia? Memulai usaha dari nol. Dalam webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong di Jakarta, Sandi mengungkapkan keahlian dan hobi yang sangat disenanginya saat itu adalah mengutak-atik laporan keuangan perusahaan.

Maka usahanya adalah menjadi konsultan keuangan. Saat itu, 3 bulan lamanya, Sandi menawarkan jasa ke berbagai perusahaan, tetapi hanya berbuah penolakan, bahkan banyak yang tidak ingin menemuinya.

"Baru pada bulan ke-4, saya mendapatkan konsumen pertama saya. Saya sangat bersyukur saat itu. Saya memulainya bersama teman-teman dekat saya. Dan sekarang dari seorang yang di-PHK, saya dapat membangun bisnis yang menghidupi 30.000 orang. BNI termasuk yang membantu saya di saat- saat yang berat itu karena memberi pekerjaan. Saya patut berterima kasih pada BNI," ujarnya.

Lebih lanjut Sandi bercerita dari kepedihan menjadi korban PHK dan kemudian bangkit itu, ia memberikan saran bagi setiap warga +62 yang menjadi korban PHK atau sedang berjuang memulai usaha. Pertama, cara memilih usaha yang cocok. Kedua, bagaimana mendapatkan modal. Ketiga, bagaimana agar menjadi pengusaha sukses. Keempat, kapan memulai usaha. Kelima, bagaimana menghadapi kegagalan atau kegalauan.

Pertama, untuk menjawab cara memilih usaha, Sandi berpesan carilah usaha yang sesuai dengan yang dicintainya. Love what you do, and do what you love. Dia memulai usaha dari mengulik-ulik laporan keuangan, maka usaha yang dirintisnya adalah jasa konsultan keuangan

Menurut Sandi, jika kamu menyukai jahit menjahit, maka mulailah usaha fesyen. Kalau suka masak, mulailah usaha kuliner. Untuk yang hobi keindahan, mungkin bisa memulai usaha salon.

"Menjadi salon itu besar peluangnya. Bayangkan, orang yang berambut pendek, ingin rambutnya Panjang, tetapi yang rambutnya panjang ingin rambut pendek. Orang yang alisnya tebal, ingin ditipisin, yang alisnya tipis, ingin alisnya tebal," ujarnya.

Kedua, bagaimana mendapatkan modal? Kuncinya adalah jaringan, sehingga terhubung dengan sumber pembiayaan. Bank seperti BNI adalah sumber modal yang baik.

Ketiga, bagaimana menjaga agar bisnis tetap berjalan dan berlanjut menjadi pengusaha sukses? Sandi tegas agar pengusaha wajib menjalankan silaturahmi atau memperkuat networking atau menjadi relationship. Ini penting karena Allah berjanji siapa saja yang menjaga silaturahmi maka akan diperpanjang umurnya dan diperbanyak rezekinya.

"Ini artinya, jadi pengusaha itu tidak boleh baper (bawa-bawa perasaan), suka iri, senang melihat orang susah, dan susah saat melihat orang senang. Tapi senanglah saat melihat orang senang atau sukses. Jangan lupa, nilai luhur bangsa Indonesia ini adalah gotong royong, inilah kekuatan kita," tuturnya.

Keempat, kapan memulai usaha? Saat paling tepat memulai usaha adalah ketika sedang krisis. Kalaupun gagal, sikapi dengan positif karena kegagalan itu tidak akan membuat mati seseorang, namun kekuatan untuk menapaki tangga kesuksesan dengan lebih mantap.

"Saya ingin tegaskan. Tidak ada sukses yang instan. Saya 20 tahun mengalami pasang surut. Tidak mungkin selalu di atas. Kuncinya, ketika sedang di atas, kita wajib bersyukur. Kalau kita lihat ke bawah, berikan empati. Nah, ketika sedang di bawah, kita bersabar, agar termotivasi. Untuk Melompat Lebih Tinggi kita harus mengerti bahwa tidak ada yang instans," katanya.

Kelima, lalu bagaimana menyikapi kegagalan? Pertama, rutin berolahraga, karena dengan olahraga rutin akan keluar zat yang dinamakan endorphin. Ketika zat ini keluar, maka akan memotivasi jiwa secara otomatis.

Kedua, membaca buku yang inspiratif dan bercerita cerita sukses kehidupan tokoh, bisa diperoleh dari toko buku, tetapi sangat bisa diperoleh dengan mudah di media-media sosial dengan mudah. Ketiga, bergabung dengan komunitas yang memberi semangat satu sama lain, saling menguatkan setiap saat.

"Saat ini saja, saya masih suka galau. Namun ingat 3 langkah tadi. Yang terpenting lagi adalah teman-temanlah yang memberikan semangat pada kita. Ingat 3G. Gercep atau Gerak Cepat; Geber atau Gerak Bersama, tidak bisa sendiri-sendiri; dan Gaspol atau Garap semua potensi," ujarnya.

"Jangan banyakin ghibah, Guys, tetapi cari teman yang selalu memberi motivasi agar bisa melompat lebih tinggi. Jiwa pemenang itu ada di dalam diri kita semua, karena di balik kesulitan akan selalu ada jalan keluar. Kegagalan tidak akan membunuh seseorang, tetapi menjadi jalan meniti anak tangga," ujarnya.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5631456/pernah-kena-phk-sandiaga-uno-bagikan-kiat-mulai-bisnis

Related Posts