Monday, September 21, 2020

Jeff Bezos, Bos Amazon


Jeffrey Preston Bezos lahir pada tanggal 12 Januari 1964 merupakan pengusaha terkaya di dunia sepanjang sejarah modern. Ia adalah pendiri, chairman, CEO, presiden dan pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia Amazon.com. 

Kekayaan bersihnya US$ 165 miliar (sekitar Rp 2.500 triliun). Lulusan Universitas Princeton, Bezos pernah menjadi anggota Phi Beta Kappa, bekerja sebagai analis keuangan untuk D. E. Shaw & Co. sebelum mendirikan Amazon pada tahun 1994. Ia pernah dipilih sebagai Person of the Year oleh majalah TIME.

Di bawah komando Jeff Bezos, Amazon menjadi retailer terbesar di jaringan situs dunia, dan menjadi model bagi penjualan melalui internet. Berkat Amazon, Bezos menjadi orang terkaya dunia dengan kekayaan senilai 150 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2.108 triliun. 


Masa Kecil 

Bezos lahir di Albuquerque, New Mexico, dari pasangan Jacklyn Gise Jorgensen dan warga Chicago Ted Jorgensen. Setelah bercerai dengan Ted, Jacklyn menikahi imigran Kuba bernama Miguel "Mike" Bezos pada April 1968, dan mengadopsi Jeff serta mengganti marganya menjadi Bezos. 

Setelah Bezos menjadi remaja, keluarganya pindah ke Miami di mana dia bersekolah di SMA Miami Palmetto sambil bekerja di restoran cepat saji McDonald's. Dia mengikuti Program Pelatihan Sains Siswa di Universitas Florida, meraih penghargaan Silver Knight pada 1982 serta Beasiswa Merit Nasional. 

Pada 1986, dia lulus dari Universitas Princeton sebagai Sarjana Sains di bidang teknik listrik dan sains komputer dengan nilai rata-rata 4,2. Setelah lulus, Bezos mendapat tawaran dari sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Intel, Bell Labs, maupun firma konsultasi Andersen Consulting. 

Dia pertama kali bekerja di Fitel, startup di bidang telekomunikasi finansial dengan tugas membuat jaringan internet bagi perdagangan internasional. Dia kemudian berpindah pekerjaan antara lain di Bankers Trust, hingga perusahaan investasi DE Shaw & Co yang baru didirikan pada 1990. 


2. Mendirikan Amazon 

Pada akhir 1993, Bezos memutuskan untuk menjual buku secara daring. Dia meninggalkan pekerjaannya di DE Shaw dan fokus merintis usahanya sendiri. Bersama sejumlah karyawan, dia mendirikan Amazon.com pada 5 Juli 1994 di garasi rumah. 

Nama Amazon sendiri diambil dari Sungai Amazon di Amerika Selatan. Dia memulai usaha itu dengan menginvestasikan dana sebesar 300.000 dollar AS, sekitar Rp 4,2 miliar, yang berasal dari orangtuanya. 

Kepada para investor awal, Bezos sudah memperingatkan mereka bahwa ada terdapat 70 persen peluang Amazon bakal kolaps dan bangkrut. Perusahaan itu melesat bak meteor tanpa adanya pemberitaan pers yang cukup. 

Amazon menjual buku di AS dan 45 negara dalam waktu 30 hari. Dalam dua bulan, penjualan mereka mencapai 20.000 dollar AS, atau Rp 281,1 juta, per pekan. Di atas perkiraan Bezos dan timnya. Amazon.com go public tiga tahun berselang di mana para analis meragukan apakah perusahaan tersebut bakal bertahan sendiri. 

Dua tahun kemudian, bisnis Amazon tidak hanya bertahan. Namun juga mengungguli setiap pesaingnya dan menjadi pemimpin e-commerce. Bezos terus melakukan diversifikasi usaha Amazon dengan menawarkan penjualan CD serta video pada 1998, diikuti pakaian, mainan, dan barang elektronik. 


3. Ekspansi Bisnis di Sektor Lain 

Pada September 2000, Bezos mendirikan perusahaan startup yang berbasis di luar angkasa Blue Origin. Sudah lama dia tertarik pada perjalanan luar angkasa. Pada November 2015, Blue Origin sukses meluncurkan wahana orbit New Shepard dan berhasil mencapai ketinggian yang ditetapkan, 100,5 km, sebelum kembali ke Texas Barat. 

Sebelumnya pada 5 Agustus 2013, dia membeli harian The Washington Post dan publikasi lain yang berkaitan dengan The Post senilai 250 juta dollar, atau Rp 3,5 triliun. Dia juga berinvestasi di sektor layanan kesehatan seperti Unity Biotechnology, Grail, Juno Therapeutics, and ZocDoc. Pada 30 Januari 2018, Amazon, Berkshire Hathaway, dan JPMOrgan mengumumkan berencana membangun sebuah perusahaan layanan kesehatan.


Majalah Forbes telah merilis daftar 400 orang terkaya di AS untuk tahun 2020. CEO Amazon Jeff Bezos, yang juga menjadi orang terkaya di dunia masih memimpin puncak daftar tersebut.

Dikutip dari Forbes, Rabu (9/9/2020), Jeff Bezos telah menempati posisi puncak selama tiga tahun berturut-turut. Total kekayaannya mencapai US$ 179 miliar atau sekitar Rp 2.600 triliun (dalam kurs Rp 14.700).

Mengekor Jeff Bezos, pendiri Microsoft Bill Gates berada di posisi kedua. Dia memiliki kekayaan sebesar US$ 111 miliar atau sekitar Rp 1.600 triliun.

Kemudian, posisi ketiga ada bos Facebook Mark Zuckerberg. Dia memiliki kekayaan sebesar US$ 85 miliar atau sekitar Rp 1.200 triliun.

Berikut ini daftar 10 orang terkaya di AS.


1. Jeff Bezos - Amazon

US$ 179 miliar (Rp 2.600 triliun)

2. Bill Gates - Microsoft

US$ 111 miliar (Rp 1.600 triliun)

3. Mark Zuckerberg - Facebook

US$ 85 miliar (Rp 1.200 triliun)

4. Warren Buffet - Berkshire Hathaway

US$ 73,5 miliar (Rp 1.080 triliun)

5. Larry Ellison - Oracle Corporation

US$ 72 miliar (Rp 1.058 triliun)

6. Steve Ballmer - Microsoft

US$ 69 miliar (Rp 1.014 triliun)

7. Elon Musk - Tesla, SpaceX

US$ 68 miliar (Rp 996 triliun)

8. Larry Page - Google

US$ 67,5 miliar (Rp 992 triliun)

9. Sergey Brin - Google

US$ 65,7 miliar (Rp 965 triliun)

10. Alice Walton - Walmart

US$ 62,3 miliar (Rp 915 triliun)

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Jeff_Bezos

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/11/22200341/biografi-tokoh-dunia-jeff-bezos-bos-amazon-dan-orang-terkaya-dunia?page=all.


Sunday, September 20, 2020

Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong (lahir di Jakarta,Indonesia , 20 Februari 1959; umur 61 tahun) adalah seorang investor value Indonesia jenis individu. Lo Kheng Hong sebagai investor saham disebut-sebut sebagai Warren Buffett-nya Indonesia. 

Ia berpendapat bahwa menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya, meskipun dia tidur saja, karena dia punya perusahaan publik yang harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar. Pada tahun 2012 ia memiliki aset berupa saham bernilai Rp 2,5 triliun.

Lo Keng Hong semasa kecil merasakan kehidupan yang susah. Rumahnya di Jakarta sempit, hanya selebar empat meter.

Tahun 1979 : mulai kuliah malam jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional, Jakarta sambil tetap bekerja sebagai pegawai tata usaha di PT Overseas Express Bank (OEB).

Tahun 1989 : mulai menjadi investor saham dengan usia sudah tidak muda lagi, 30 tahun, berbeda dengan Warren Buffett yang pertama kali membeli saham pada usia 11 tahun.

Tahun 1990 : pindah bekerja di Bank Ekonomi pada bagian pemasaran.

Tahun 1991 : bekerja di Bank Ekonomi sebagai kepala cabang.

Tahun 1996 : setelah bekerja selama 17 tahun, ia berhenti bekerja di bank dan berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham.

Hampir setiap hari dari pagi, siang, sore hingga malam ia duduk di taman dekat rumah berisi kamboja dan pohon mangga yang rindang melakukan 3 hal yang ia sebut sebagai RTI, yaitu reading, thinking, dan investing. 

Ia membaca 4 koran yang datang ke rumah setiap hari, laporan keuangan perusahaan dan data statistik pasar modal. Ia menggunakan sedikit uang dari investasi di Bursa Efek Indonesia untuk berkeliling dunia di 5 benua. Setidaknya 2 kali dalam setahun ia bepergian ke luar negeri. Ia mengatakan sebagai orang yang bebas, tidak punya bos, tidak punya kantor, tidak punya pelanggan, dan tidak punya karyawan.


Prinsip Investasi

Selalu berusaha hidup hemat. uang yang ia punya ia belikan saham. Mungkin orang lain jika dapat uang akan dikonsumsi, atau ditaruh di deposito. Kebanyakan orang uangnya dikonsumsi, misalnya dibelikan mobil. Sementara, ia adalah orang yang paling anti membeli mobil, karena nilainya turun. Sampai tahun 2014 ia masih pakai mobil yang sudah berusia 10 tahun. Saham yang pertama kali ia beli adalah saham PT. Gajah Surya Multi Finance saat IPO.

Mempelajari investasi saham dari Warren Buffett. Secara otodidak dengan membaca buku-buku tentang investasi Warren Buffett sejumlah koleksi 40 buku Warren Buffett.

Tidak pernah membeli emas. Ia percaya emas tidak produktif. Jika menyimpan emas 1 kg, maka 10 tahun lagi tetap 1 kg.

Tidak membeli dolar. Ia meyakini bahwa orang yang menyimpan dolar umumnya mengharapkan hal yang buruk terjadi, krisis ekonomi, negara tidak stabil, agar rupiah melemah dan dia memperoleh keuntungan.

Tidak menaruh uang dalam jumlah besar di rekening bank. Hanya secukupnya saja. Ia meyakini meyimpan uang di bank itu rugi, karena bunganya kecil.


Prinsip Memilih Saham

Lo Kheng Hong memiliki beberapa prinsip untuk membeli saham, yaitu

Pertama, lihat manajemennya apakah dikelola orang yang jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi.

Kedua, perhatikan usahanya. Di masa depan akan seperti apa bisnis itu?. Kita bisa lihat masa lalunya dalam jangka panjang misalnya 5-10 tahun ke belakang.

Ketiga, cari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan ROE.

Keempat, pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka panjang.

Kelima, cermati valuasi dari PER (price earning ratio) atau PBV (price to book value), bandingkan dengan kompetitornya. Belilah yang murah. Kesempatan emas untuk membeli saham bagus dengan harga murah tentu saja di tengah kondisi krisis. 

Ikuti prinsip Warren Buffett, be greedy when the others are fearful.


Nama investor kawakan Lo Kheng Hong belakangan ramai. Hal itu terjadi setelah fotonya bersama dengan pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo sempat viral dan menggegerkan jagat bursa Tanah Air.
Ternyata tak hanya berfoto, Lo Kheng Hong juga membeli saham induk usaha PT Media Nusantara Citra Tbk (NMNC) yang membawahi beberapa media besar grup tersebut seperti RCTI, Inews, MNC TV, hingga media-media Grup MNC lainnya.

Selasa malam (25/8/20) melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya terungkap berapa harga pembelian pria yang akrab disapa LKH ini di saham Global Mediacom tersebut.


Kisah Lo Kheng Hong: Pernah Cuan Ratusan Kali & Nyangkut Lama

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor bertipe value investing (berbasis nilai) di BEI dan sukses. Bahkan dia dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia karena sudah meraup untung dengan memilih saham-saham dengan fundamental baik dan valuasi yang murah.

Value investor biasanya suka mencari saham-saham yang salah harga, alias kondisi ketika nilai intrinsik saham lebih tinggi daripada nilai pasarnya.

Tercatat LKH melakukan pembelian di saham BMTR sebesar Rp 153,4 miliar dengan rata-rata pembelian BMTR di harga Rp 200,013/unit saham yang disebutkan dibeli dengan tujuan untuk investasi.


Keuntungan LKH yang tentunya masih floating profit pada transaksi ini sendiri apabila menggunakan harga penutupan BMTR Selasa kemarin di harga Rp 310/unit, maka nilai cuan-nya sangat fantastis mencapai Rp 84,3 miliar.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bukan hanya kali ini LKH berhasil mendulang cuan jumbo di pasar modal.

Selain BMTR LKH memiliki kepemilikan besar di atas 5% di dua saham lain yakni PT Pertrosea Tbk (TBK) dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang keduanya merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY).

Untuk saham PTRO, laporan keuangan Maret 2020 PTRO mencatat dia memiliki 150.666.900 saham atau 14,94%, mayoritas masih milik INDY 69,8%.

Apabila menggunakan penutupan perdagangan Rabu kemarin (26/8/20) sebagai acuan di harga Rp 2.000/unit maka porsi nilai saham LKH dengan kepemilikan 150,67 juta saham PTRO mencapai Rp 301,33 miliar. Jangan lupa, harga saham PTRO sempat terendah setahun terakhir di level Rp 1.437-an/saham.

Artinya jika LKH masih pegang setahun terakhir dengan porsi sama yakni 150,67 juta saham maka nilai investasi dia di setahun lalu Rp 217 miliar, berarti cuan Rp 84 miliar. Desember 2018, laporan keuanganPTRO mencatat LKH punya 135.503.000 saham PTRO.

Selanjutnya untuk MBSS sepertinya LKH belum berhasil mendulang cuan di saham ini. Pertama kali dibeli LKH di tahun 2016 di kisaran harga Rp 250/unit, selanjutnya ketika naik pada 2017 dan 2018 silam LKH kembali melakukan pembelian MBSS di kisaran harga Rp 580/unit.

Pada tahun ini sendiri ketika harga saham-saham bertumbangan diserang pandemi virus corona LKH kembali melakukan pembelian average down di saham MBSS.

Apabila menggunakan harga penutupan pasar kemarin, di harga Rp 412/unit maka sepertinya LKH belum bisa cuan di saham ini, kalaupun ada untung mungkin tidak banyak.

Akan tetapi hal yang perlu menjadi catatan tentunya adalah saham-saham di atas hanyalah saham yang kepemilikan Lo Kheng Hong di atas 5% sehingga wajib dilaporkan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hal ini menyebabkan saham-saham Lo Kheng Hong yang kepemilikannya di bawah 5% tidak terpantau, seperti rumor yang beredar di kalangan para pelaku pasar bahwa Lo memegang saham INDY dengan nominal cukup besar meskipun tidak mencapai 5%.


Di saham INDY sendiri LKH pernah untung puluhan miliar pula.

Pada tahun 2016 silam LKH dilaporkan pernah mengkoleksi saham INDY di harga Rp 110/ unit kemudian menjualnya kembali di harga Rp 600/unit atau capital gain sebanyak 545%.

Selanjutnya pada 2017 LKH kembali membeli saham INDY di harga Rp 855/unit dan menjualnya kembali  pada awal tahun 2018 dengan kisaran keuntungan mencapai Rp 250 miliar dalam waktu kurang dari setahun.

Meskipun akrab dengan saham di sektor pertambangan, karena sektor ini adalah sektor siklus sehingga ketika harga-harga komoditas terkoreksi maka akan ada banyak emiten terkoreksi juga dan menjadi  'salah harga', ternyata cuan ratusan persen LKH pertama kali datang bukan dari sektor pertambangan.

Bahkan sejumlah pemberitaan media pernah menulis bahwa PT United Tractors Tbk (UNTR) adalah tempat LKH mendapatkan cuan gede pertama kalinya. Ketika itu tahun 1998 di mana sedang terjadi krisis moneter global, pasar modal yang kala itu masih bernama Bursa Efek Jakarta sedang anjlok-anjloknya.

Menurut LKH rugi UNTR yang membengkak kala itu hanya dikarenakan kerugian nilai tukar mata uang karena seperti diketahui pada krisis moneter tahun 1998 mata uang rupiah melemah secara gila-gilaan.

LKH beranggapan bahwa ketika kondisi perekonomian sudah membaik maka UNTR yang memiliki tata kelola perusahaan (GCG) yang sehat akan kembali membukukan keuntungan, maka LKH membeli saham UNTR seharga Rp 250/unit.

Benar saja selang 6 tahun LKH menjual saham UNTR di harga Rp 15.000/unit atau profit sebesar 6.000%, transaksi tersebut menyebabkan LKH untung hingga Rp 90 miliar.

Kehebatan LKH memang dikenal karena keberanian dan mentalnyamembeli saham ketika semua orang ketakutan dan menjual sahamnya. Ketika kasus flu burung sedang marak-maraknya, LKH malah berani membeli saham pakan ternak ayam PT Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) yang kini sudah merger dengan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Kala itu penjualan ayam anjlok akibat masyarakat takut mengkonsumsi ayam agar tak tertular flu burung sehingga harga ayam dan saham ayam seperti MBAI anjlok parah.

Waktu itu meskipun valuasi Price to Earning Ratio (PER, rasio harga terhadap laba) MBAI berada di bawah angka 1 kali tetapi saja investor tidak berani membeli saham ini. Catatan biasanya saham dianggap sudah murah apabila memiliki PER di bawah 10, apalagi di bawah 1.

Akan tetap flu burung tak mampu menyurutkan niat LKH untuk membeli saham ini, pada tahun 2005 LKH mengkoleksi saham ini di harga Rp 250/unit, 6 tahun kemudian setelah kasus flu burung sudah mereda LKH menjual saham MBAI di harga Rp 31.500, yakni capital gain sebesar 12.600% dan mengantongi cuan sebanyak RP 193 miliar.


Sebenarnya perjalanan LKH di saham tidak selalu mulus, dirinya pernah 'nyangkut' di saham sejuta umat PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Kala itu pada 2012 di harga Rp 1.000/unit, akan tetapi ternyata harga BUMI terus turun hingga menyentuh titik terendahnya di level Rp 50/unit alias gocap karena harga batu bara yang terus anjlok dan isu utang BUMI yang menggunung.

Tidak putus asa, LKH terus membeli saham BUMI dan melakukan average down, meskipun saham bumi tidur di gocap selama lebih dari setahun, LKH berani membeli saham BUMI sebab menurutnya cadangan batu bara perusahaan ini sangatlah besar sehingga tidak wajar apabila dihargai gocap.

Akhirnya ketika harga BUMI kembali naik sampai ke level Rp 500/unit, LKH mampu keluar dari saham BUMI dengan membawa keuntungan.

Begitulah kisah investasi sedih dan senang LKH di pasar modal Indonesia, tentunya hal yang bisa dipelajari adalah tingkat kesabaran LKH dan kekuatan mental untuk tidak cut loss dan tetap percaya terhadap analisisnya sendiri.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Lo_Kheng_Hong
https://www.cnbcindonesia.com/market/20200826160227-17-182184/kisah-lo-kheng-hong-pernah-cuan-ratusan-kali-nyangkut-lama

Monday, August 31, 2020

Kebiasaan Para CEO

Mau Jadi Bos Sukses? Tiru 5 Kebiasaan Para CEO Ini Dulu


Menjadi CEO sebuah startup membutuhkan banyak kerja keras. Anda perlu mengelola kekacauan yang tak terhindarkan, bertindak sebagai pemimpin, pemikir, hingga pelaku.

Bagi yang sulit mengatur, kondisi ini dapat membuat kewalahan, ketika Anda perlu menyeimbangkan tugas sehari-hari dengan tugas "gambaran besar" yang mendorong visi dan masa depan perusahaan.

Setiap CEO dari startup akan memberi tahu bahwa tidak ada hari kerja yang "biasa". Melansir dari lifehack.org, Selasa (1/9/2020), banyak CEO yang berbagi beberapa kebiasaan yanh membuat mereka sukses.

Mari kita lihat kebiasaan mereka dan bagaimana Anda bisa menggapai sukses.


1. Mengatur jadwal

Salah satu kebiasaan (beberapa mungkin menyebutnya keterampilan) CEO startup yang efektif adalah mengatur. Sangat terorganisir. Mereka akan membuat jadwal harian dan mengikutinya dengan taat.

Kate Finley, CEO Belle Communications , lebih suka memberi kode warna pada jadwalnya, menetapkan warna yang berbeda untuk topik gambaran besar dan menjadwalkan waktu untuk media sosial, email, pengembangan proyek, rapat, dan bahkan olahraga dan waktu pribadi.

Jadwal per jam dapat mencegah Anda teralihkan dari tugas-tugas acak sambil memberi ketenangan pikiran bahwa menghabiskan waktu khusus untuk kebutuhan perusahaan. Temukan waktu terbaik untuk menjadwalkan hari Anda dan biasakan keterampilan ini.


2. Memisahkan kebutuhan perusahaan

Salah satu hal yang dilakukan para CEO startup yang efektif adalah berhasil memilah-milah berbagai kebutuhan perusahaan.

Mereka fokus pada area spesifik bisnisnya, menyisihkan waktu untuk pengembangan produk, pembangunan tim, dan keuangan. CEO Fetchnotes, Alex Schiff, mengadakan pertemuan harian dengan timnya.

Schiff mengatakan saat ini sangat penting untuk organisasinya, karena memberikan pandangan lintas fungsi tentang apa yang terjadi di perusahaan.

Dengan memblokir waktu untuk mengelola tim dan departemen yang berbeda, Anda dapat yakin akan memenuhi semua kebutuhan gambaran besar sambil menghemat waktu untuk tugas-tugas acak lainnya yang pasti muncul.


3. Melakukan pekerjaan mendalam di awal hari

Berkonsentrasi pada strategi bisnis kedepannya di pagi hari sambil kemudian baru menggelar rapat di sore hari. Michael Karnjanaprakorn, Kepala Skillshare, bahkan menjadwalkan rapat hanya beberapa hari dalam seminggu. Ini guna memaksimalkan waktu untuk pekerjaan dan perencanaan yang mendalam.

Sekali sebulan, dia menilai kalendernya dan meninjau rapat yang akan datang dan membatalkan rapat yang tidak efisien. Karnjanaprakorn mengklaim bahwa proses ini memungkinkan dia untuk menjadi proaktif dan mengontrol waktu.

Pastikan untuk meluangkan beberapa ruang dalam jadwal Anda di pagi hari untuk melakukan pekerjaan strategis yang paling penting, sementara fokus dan kemauan Anda berada di puncaknya.

Tinjau kalender secara teratur dan coret atau revisi apa yang tidak efektif.


4. Meluangkan waktu untuk keluarga dan momen perayaan

CEO Startup tahu betapa pentingnya meluangkan waktu untuk kebutuhan pribadi, keluarga, dan momen perayaan.

Ryan Carson memasukkan waktu keluarga sebagai bagian dari jadwal hariannya. Schiff meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan timnya, membawanya keluar untuk perayaan setelah berhasil menyelesaikan tonggak utama.

Karnjanaprakorn menggunakan konsep dari Tim Ferris yang disebut "Sabtu tanpa layar," di mana dia menolak untuk bekerja di laptop atau komputernya dan hanya menggunakan ponsel cerdasnya untuk peta dan komunikasi dengan teman dan keluarga.

Memisahkan diri Anda dari pekerjaan dapat memberi istirahat mental yang sangat dibutuhkan dan memungkinkan Anda mendekati hari kerja berikutnya - atau minggu depan - dengan pikiran yang segar.

Sekali lagi, tugas yang mudah adalah membuat lebih banyak pekerjaan untuk diri Anda sendiri; tugas beratnya adalah meluangkan waktu untuk menikmati kesuksesan dan meluangkan waktu untuk diri sendiri.


5. Memberikan ruang untuk refleksi

CEO Startup tahu bahwa penting untuk menjaga diri sendiri karena mudah untuk merasa selalu ada lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Saya suka memiliki waktu untuk diri sendiri bebas dari gangguan kantor untuk memetakan agenda untuk apa yang ingin saya capai setiap hari. Jika tidak, saya merasa menjadi korban tingkah tugas acak apa pun yang muncul, ”kata Chris Myers, CEO fintech BodeTree.

Meluangkan waktu Anda untuk bermeditasi, mencerminkan, jurnal, atau cukup dekompresi, merupakan faktor penting untuk sukses.

Anda memelihara kesehatan fisik dan mental, yang tidak akan melakukan apa pun selain menguntungkan Anda dan perusahaan rintisan dalam jangka panjang.

Singkatnya, CEO startup yang sukses melakukan transisi ke posisi yang fleksibel, terorganisir dan fokus pada gambaran besar, memimpin tim mereka menuju kesuksesan.

Bergantung pada kebiasaan dan jadwal pribadi Anda, buat sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan, sambil menghemat waktu untuk menikmati kerja keras Anda.


Sumber :
https://id.berita.yahoo.com/mau-jadi-bos-sukses-tiru-220038301.html

Thursday, August 27, 2020

Chief Operating Officer (COO)

Berkenalan dengan COO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Pada suatu perusahaan, yang menjadi pucuk pimpinan adalah CEO. Namun, yang bertanggung jawab pada urusan operasional adalah seorang COO. Terdapat berbagai jabatan pada suatu perusahaan atau startup yang menduduki manajemen puncak.

Di antaranya CEO, COO, CFO, hingga CMO. Setiap jabatan memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Berada pada posisi tersebut, berarti memiliki kendali penuh terhadap kebijakan atau keputusan yang dijalankan di bidang yang dibawahi, tak terkecuali pada bidang operasional

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian dan peran COO dalam perusahaan, pada artikel kali ini Glints telah siapkan penjelasan singkatnya untukmu.

Yuk, simak bersama-sama!


Pengertian COO

Bersumber dari Investopedia, COO yang merupakan kependekan dari chief operating officer ini merupakan pimpinan yang bertanggung jawab pada pembuatan keputusan atau kebijakan yang berhubungan dengan tugas operasional perusahaan.

Tugas operasional perusahaan sendiri maksudnya aktivitas sehari-hari pada perusahaan, seperti memastikan produktivitas perusahaan, serta output dari kebijakan perusahaan. Bahkan, tak jarang COO juga turut andil dalam menentukan business plan perusahaan bersama dengan divisi terkait.

Sering kali COO disebut sebagai orang kedua setelah CEO. Di beberapa perusahaan, posisi ini bahkan disebut sebagai “executive vice president”. Di Indonesia sendiri, jika seorang CEO sering pula disebut sebagai direktur utama, COO sering kali disebut sebagai direktur.

Dikarenakan bertanggung jawab dengan keseharian perusahaan, wajar bila COO lebih dekat dengan karyawan di perusahaan. Tak jarang pula, seorang COO bertindak sebagai perantara untuk menyampaikan kebijakan pucuk pimpinan kepada seluruh jajarannya.

Masih dari sumber yang sama, seorang COO juga memegang peranan dalam perkembangan produk, riset, hingga marketing.


Tugas dan Wewenang COO

Pada dasarnya, tanggung jawab seorang COO adalah menentukan kebijakan untuk operasional perusahaan. Pada beberapa kasus, seorang COO dipilih sebagai pelengkap dari seorang CEO. Hal ini dikarenakan CEO berfokus tampil ke hadapan publik dan pemerintah, sedangkan fokus COO adalah urusan internal perusahaan.

Oleh karenanya, tak jarang seorang COO adalah mereka yang memiliki kemampuan teknis yang lebih dari seorang CEO.

Penyebabnya, agar segala kebijakan yang dibuat untuk karyawan tidak mempersulit teknis pengerjaan. Biasanya, seorang COO akan lebih sibuk saat proses pengembangan startup atau perusahaan.

Hal ini karena COO memiliki kewenangan memutuskan kebijakan operasional berdasarkan kondisi bisnis perusahaan. Namun, terdapat beberapa tugas dan wewenang khusus yang juga menjadi tanggung jawab seorang COO, di antaranya:

Dengan berbagai tugas dan kebijakan tersebut, seharusnya seorang COO adalah orang yang berpengalaman dan memiliki pemahaman mendalam tentang berjalannya suatu perusahaan. Meskipun begitu, apa yang dilakukan seorang COO haruslah berdasarkan koordinasi dengan pimpinan lain seperti CFO dan CMO agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan tugasnya.


Peran COO

Sebagai orang berada di level tinggi dalam struktur perusahaan, terdapat beberapa hal lain yang menjadi peran adanya COO dalam suatu perusahaan.

Menurut The Balance Careers, COO ditugaskan untuk peran-peran berikut:

mengeksekusi kebijakan pimpinan
melengkapi peran CEO dalam urusan teknis
mengembangkan calon pimpinan perusahaan
sebagai pengganti CEO untuk peran tertentu


Terlepas dari hal-hal di atas, peran COO secara umum bergantung dari skala perusahaan, hingga kebijakan sang CEO sendiri.

Sangat dimungkinkan, perusahaan berskala kecil tidak membutuhkan COO karena hal tersebut dapat ditangani oleh CEO secara langsung.


Kemampuan yang Harus Dimiliki

Apabila suatu perusahaan memang membutuhkan seorang COO, terdapat beberapa hal yang harus dimiliki oleh orang di posisi itu. Merangkum dari Harvard Business Review, beberapa kemampuan yang harus COO miliki adalah:

1. Kepemimpinan
Sebagai bagian dari pimpinan perusahaan, sudah barang tentu seorang COO harus memiliki jiwa kepemimpinan.

Namun, seorang COO harus bisa menyeimbangkan ego kepemimpinannya.

Bagaimanapun juga, ia bertanggung jawab kepada CEO, pimpinan tertinggi perusahaan. Selain itu, ia juga harus bisa memutuskan kebijakan yang harus dieksekusi oleh seluruh jajaran perusahaan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

2. Strategic thinking
Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang COO adalah dapat menentukan strategi perusahaan ke depan berdasarkan kondisi perusahaan dan bisnis secara umum.

Bahkan, seorang COO juga dituntut untuk dapat menentukan kebijakan dengan segera ketika terjadi permasalahan teknis tertentu. Namun, keputusan yang diambil tetap harus sejalan dengan visi perusahaan.

3. People management
Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu tugas dari seorang COO adalah mengembangkan SDM karyawan. Hal lain yang juga menjadi tanggung jawabnya adalah memastikan kinerja perusahaan berjalan sesuai dengan strategi ke depan.

Oleh karena itu, seorang COO perlu memiliki kemampuan people management. Ini karena COO perlu mengetahui kemampuan karyawannya, sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Tak hanya itu, sebagai jembatan pimpinan dengan karyawan, COO juga harus pandai dalam menyampaikan kebijakan perusahaan. Selain ketiga hal di atas, seorang COO haruslah memiliki kemampuan teknis dan menyeluruh terhadap pengembangan produk, teknologi, riset, hingga marketing.

Hal ini karena seorang COO akan sangat erat dengan pengambilan keputusan dan kebijakan dari hal-hal tadi. Dengan memiliki kemampuan teknis dan menyeluruh terhadap hal-hal tersebut, kebijakan akan jadi lebih tepat sasaran.


Sumber :
https://glints.com/id/lowongan/coo-adalah/#.X0e1wnkzbIU

Chief Executive Officer (CEO)

Apa Itu CEO? Bagaimana Tugas CEO Sebuah Perusahaan?

Dalam suatu perusahaan ada banyak sekali jabatan yang berpengaruh. Jabatan-jabatan tersebut merupakan jabatan yang penting dalam perusahaan. Ada jajaran direksi, komisaris, direktur, dan lainnya. Salah satu jabatan yang sering dikenal adalah CEO, singkatan dari Chief Executive Officer.


Apa Itu CEO?

CEO atau Chief Executive Officer adalah jabatan untuk jajaran eksekutif  tertinggi dalam suatu perusahaan. Tugas dari CEO pun bertanggung jawab atas berjalannya perusahaan. Setiap keputusan diambil oleh CEO dan sebagai CEO juga harus berani mempertanggung jawabkan. Dalam Bahasa Indonesia, CEO juga bisa diartikan sebagai Direktur Utama.

Posisi CEO adalah posisi yang penting dalam perusahaan. Seorang CEO tidak hanya memberi perintah tentang berjalannya perusahaan, tetapi juga harus bisa memimpin perusahaan dengan baik. CEO adalah wajah dari perusahaan karena seorang Chief Executive Officer adalah orang yang memajukan suatu perusahaan.

Note: Ketika Anda akan menjadi CEO, Pahami terlebih dahulu 5 Tren Kepemimpinan 2020 hanya di artikel Talenta.


Tugas-Tugas CEO dalam Perusahaan

CEO memang posisi yang cukup banyak dikenal di dunia bisnis. Tugas-tugas dari CEO perusahaan diantaranya adalah:

1. Sebagai Pemimpin
Tugas utama seorang CEO adalah memimpin perusahaan. Dalam hal ini, CEO harus mampu bertanggung jawab atas perusahaan yang ia pimpin. Menjadi seorang pemimpin juga membuat seorang CEO menjadi visioner. Hal ini dikarenakan CEO harus mempertimbangkan semua langkah perusahaan di masa depan. Penting untuk CEO menjadi orang yang visioner agar perusahaan mampu berkembang dan menjadi yang terdepan. CEO juga harus mampu melakukan inovasi atau perubahan dalam perusahaan. Inovasi tersebut tidak hanya dalam perusahaan, tetapi juga produk yang dikembangkan oleh perusahaan agar perusahaan tidak tertinggal oleh kompetitor dan tetap mendapatkan target pasar yang tepat.

2. Sebagai Komunikator
CEO merupakan jabatan tertinggi di kalangan eksekutif perusahaan. Meskipun dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai direktur utama, tetapi ada juga perusahaan yang memiliki CEO dan Direktur Utama yang berbeda. Karena jabatannya yang tertinggi tersebut, CEO menjadi komunikator antara karyawan perusahaan dan jajaran direksi yang ada dalam perusahaan. CEO harus bisa menyampaikan aspirasi dari pekerja dan menyampaikan solusi yang terbaik agar keduanya bisa berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, seorang CEO juga adalah wajah dari perusahaan. Jadi CEO adalah komunikator antara perusahaan dan dunia luar. Hal ini membuat CEO harus bisa konsisten dengan keputusan yang diambil untuk perusahaan.

3. Sebagai Eksekutor
Eksekutor adalah orang yang berani mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. CEO perusahaan akan sangat membutuhkan jiwa eksekutor yang baik. Sebagai CEO, keahlian eksekutor akan sangat dibutuhkan karena suatu perusahaan harus cepat mengambil langkah dan mengeksekusi ide-ide yang ada demi kelancaran bisnis. Tidak hanya itu, sebagai eksekutor, CEO harus mampu untuk memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan.

4. Sebagai Pengelola
Tidak hanya memimpin, seorang CEO harus mampu menjadi pengelola perusahaan. Pengelolaan ini tentunya juga penting untuk berjalannya perusahaan. Pengelolaan yang dimaksud adalah mengelola bagaimana perusahaan mendapatkan pendanaan, material produksi, hingga ke proses pemasaran. Tentu saja akan ada tim divisi di perusahaan yang akan membantu CEO melaksanakan tugasnya. Tetapi seorang CEO akan jauh lebih baik ketika memiliki kontrol dan memahami setiap proses perusahaan dari hulu ke hilir.


Tips dan Cara Menjadi CEO Perusahaan
Ingin Menjadi CEO? Beginilah Caranya Menurut LinkedIn

1. Membangun Tim yang Solid
Sebuah tim yang solid tidak terjadi begitu saja, ada peran CEO yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, seorang CEO harus dapat menjadi jembatan penghubung antara para pegawai dengan dewan direksi dalam perusahaan.

2. Selalu Mewakili Perusahaan
Peran CEO menjadi sangat penting ketika berurusan dengan kualitas produk dan citra perusahaan yang diwakilinya. Dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah wajah dari suatu perusahaan, sehingga keberadaan CEO di publik akan sangat berpengaruh pada opini publik terhadap suatu produk atau perusahaan.

3. Mengalokasi Anggaran Belanja dengan Baik
Rencana investasi finansial suatu perusahaan harus melalui proses analisis dan evaluasi, sehingga distribusi anggaran belanja suatu proyek menjadi tepat sasaran. Proses tersebut merupakan tanggung jawab seorang CEO, sehingga risiko dan keuntungan perusahaan di masa depan menjadi tanggung jawab seorang Chief Executive Officer.

4. Membangun Budaya Kerja yang Positif
Kondisi lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan seorang CEO. Setiap pesan yang disampaikan CEO kepada karyawannya akan sangat bermakna dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan perusahaan. Selain itu, CEO juga harus mengetahui dan dan dapat meneliti apa yang sedang terjadi di perusahaan terkait masalah kepegawaian karena akan berpengaruh pada budaya kerja.

Karyawan akan lebih senang ketika seorang CEO benar-benar terlibat dalam proses perusahaan karena CEO adalah wajah dari perusahaan.


Sumber :
https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/apa-itu-ceo-bagaimana-tugas-ceo-sebuah-perusahaan/

Monday, August 24, 2020

7 Roles

PLAY YOUR ROLES WELL


Todd Davis

September 2017
Leadership

Have you ever found that success in one area of your life comes at the expense of another area? If so, you may be feeling out of balance or even guilty. Or maybe you’ve neglected a role so long that it’s caused severe relationship damage. Almost everyone I know is challenged by balancing all the critical and important roles they play.

On a recent business trip to New York City, I was lucky enough to see a Broadway play one evening. In line for a ticket, I noticed a play review tacked on the window at will call. The critic had given the lead a 5-star rating: “She authentically embodies the most important qualities of the character.” It made me wonder, what if the important people in my life were to write a review of my performance in each role I play? How many stars would they give me?

Too often, it’s only at life’s meaningful milestones—birthdays, funerals, graduations, etc.—that we deeply reflect on our relationships and the impact our “performance” has on them.  Below are three ways you can balance the roles you play and really focus on the relationships that matters most.


1.      Identify Your Roles. 
Choose the most important roles you play at work and home. Mine include father, son, executive, business coach, spouse, and volunteer. Focus on no more than 5-7 roles at any given time—the only thing that comes from working on too many at once is mediocrity and frustration.

2.      Determine Your Contribution in Each Role. 
Try not to think of your roles in terms of “to-do” lists. Roles are never just about what you do, but are ways through which you express who you are. If a critic were to write a review of your performance, how would they describe your character? Would your actions align with your values? Become your own critic and write a statement for each role describing how you want to be in that role and the contribution you want to make. For example,

Parent: I will create a place of unconditional love so my kids can express their full potential. 
Leader: I will develop and prepare our company’s next generation of leaders.
Project Manager: I will be the person others come to when they want it done right.
Friend: I will listen patiently without judgment, be supportive, and forgive when needed.

3.     Get Feedback. 
Once you have written a statement for each role, identify 1-2 people you influence most when you’re in each role—people whom you trust and from whom you would feel comfortable getting feedback.  Share your contribution statement with each one and ask, From your perspective, what am I doing well? Where am I getting stuck? What might I do more of or less of to earn a 5-star rating? Once you have everyone’s feedback, identify a few actions you will start today to Play Your Roles Well.


When you take a regular inventory of your roles to ensure you’re focused and that you’re making progress toward a meaningful contribution in each one, you will be rewarded with a greater sense of balance, purpose and fulfillment—and your relationships will strengthen as a result.


Sumber: https://www.franklincovey.com/blog/2017/9/29/play_your_roles_well.html#sthash.4khmpEuy.dpuf

Tuesday, July 7, 2020

7 Tips Efektif Mengembangkan Bisnis Konsultan

Bisnis konsultan merupakan salah satu bisnis yang paling banyak dicari saat ini. Banyak perusahaan, dari berbagai industri, mengandalkan jasa konsultan untuk membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi atau membantu meningkatkan berbagai aspek dalam bisnis mereka, seperti penjualan, customer retention, keuntungan, branding, dan lain-lain.

Meskipun banyak dicari, namun memenangkan kompetisi dalam usaha jasa konsultan tidaklah mudah. Perusahaan-perusahaan akan selalu memilih jasa konsultan yang dapat diandalkan, memiliki reputasi yang baik, dan menawarkan nilai tambah. Jika Anda ingin menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan ini, maka Anda harus menjadikan bisnis Anda outstanding dibandingkan kompetitor Anda. Berikut ini adalah beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis konsultan Anda.


1. Kenali Klien Anda dengan Baik
Menjaga hubungan yang baik dengan klien adalah salah satu hal utama dalam bisnis konsultan. Sebelum Anda memberikan jasa konsultasi pada klien Anda, sebaiknya Anda benar-benar mengenali siapa mereka. Ketahui posisi apa yang mereka pegang di perusahaan dan pahami kebutuhan mereka secara detail.

Untuk memudahkan Anda menyimpan data klien seperti nama perusahaan, alamat, kontak, kebutuhan detail, agen yang bertanggung jawab menangani, dan lain-lain, pertimbangkan untuk menggunakan sistem CRM. Sistem ini juga membantu Anda melacak status prospek, menjadwalkan meeting, memberikan tugas kepada agen, menentukan kapan untuk follow up, membuat dan mengirim penawaran, dan masih banyak lagi.

Mengenal klien dengan baik akan memudahkan Anda memberikan solusi yang tepat bagi masalah mereka. Terlebih lagi, ini akan memberikan mereka kesan yang baik dan membuat mereka merasa dihormati oleh Anda. 

2. Jual Hasil, Bukan Jasa Anda
Jika Anda menentukan harga per jam, maka Anda akan dipandang sebagai komoditas. Alih-alih menentukan harga per jam atau setiap kali pertemuan (seperti kebanyakan konsultan), mengapa Anda tidak menentukan harga berdasarkan hasil akhir?

Dengan cara tersebut, Anda justru bisa menentukan harga lebih tinggi, karena ada nilai tambah yang dapat Anda tawarkan kepada klien Anda. Ini juga dapat meningkatkan reputasi Anda, karena Anda akan dikenal sebagai konsultan yang menjual hasil nyata ketimbang jasa.

3. Tingkatkan Penilaian Baik dari Klien
Anda seharusnya tidak terlalu fokus pada keuntungan Anda. Tentu meraih keuntungan itu penting, namun mempertahankan hubungan yang baik dengan klien (dan menambah daftarnya) juga tidak kalah penting, jadi sebaiknya Anda fokus kepada hal ini. Penting untuk selalu memastikan kepuasan klien, karena ini akan berpengaruh pada reputasi bisnis konsultan Anda.

Untuk alasan praktis dan politis, banyak bisnis yang memutuskan untuk tetap menyewa konsultan yang sama secara berulang. Jadi, jangan ambil risiko yang dapat menyebabkan Anda kehilangan klien.

4. Ketahui Apa yang Kompetitor Anda Lakukan
Anda boleh puas dengan apa yang sudah Anda hasilkan saat ini, namun Anda tetap perlu waspada terhadap kompetitor Anda. Ketimbang fokus untuk mengalahkan kompetitor, Anda justru sebaiknya belajar dari mereka. Ketahui apa yang membuat bisnis konsultan mereka terus berkembang. Apa saja nilai tambah yang mereka berikan untuk klien? Apa saja strategi pemasaran yang mereka jalani?

Tidak ada salahnya untuk meniru apa yang kompetitor Anda lakukan. Anda mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik. Ketahui juga kekurangan yang dimiliki oleh kompetitor Anda (apa yang mereka tidak punya, namun Anda punya). Anda mungkin bisa menjadikan itu sebagai daya jual bisnis konsultan Anda.

5. Temukan Partner Bisnis yang Tepat
Tidak peduli betapa sukses bisnis Anda, Anda tetap membutuhkan seorang partner untuk mengembangkan usaha jasa konsultan Anda. Seorang partner yang andal dan terpercaya dapat membantu membangun branding bisnis Anda. Jika saat ini Anda belum menemukannya, maka cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan memperluas jaringan bisnis.

Anda dapat membuat partnership program dan memasarkannya secara digital. Izinkan orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program ini. Temui mereka secara langsung untuk mendiskusikan apa yang Anda dan calon partner Anda dapat lakukan untuk saling membantu membangun usaha masing-masing.

6. Buat Konten Menarik tentang Bisnis Konsultan Anda 
Buat konten menarik yang berkaitan dengan usaha jasa konsultasi Anda tidak hanya di situs web, tetapi juga akun media sosial Anda. Lakukan ini secara berkala untuk engagement yang lebih efektif. Bila perlu, pasang iklan berbayar untuk konten Anda tersebut agar menjangkau lebih banyak prospek.

Anda dapat menyediakan tips bagi bisnis yang sedang mencari jasa konsultan atau jenis-jenis konten lainnya yang bersifat relevan dan shareable. Selain rajin memasang konten di situs web dan media sosial, pertimbangkan juga untuk mengirim newsletter secara teratur kepada pelanggan konten Anda. Sistem marketing automation dapat memudahkan Anda mengirim newsletter dan email campaign kepada prospek dan klien Anda serta menyediakan laporan analitik lengkap mengenai open rate, click rate, bounce rate, dan sebagainya.

7. Selenggarakan Seminar/Event Anda Sendiri
Menyelenggarakan acara seperti seminar dapat membantu bisnis Anda mendapatkan perhatian besar dari publik, tergantung bagaimana Anda menyajikan acara tersebut. Di sini lah Anda dapat secara langsung memperkenalkan bisnis konsultan Anda kepada calon klien Anda. Anda dapat mengundang peserta dalam jumlah banyak dan mengizinkan media untuk meliput acara tersebut untuk mendapatkan exposure yang lebih besar.


Sumber :
https://www.hashmicro.com/id/blog/7-tips-efektif-mengembangkan-bisnis-konsultan/

Related Posts