Monday, August 12, 2019

Fokus, Rumus yang Simple

Sekarang adalah bulan ke-8 pada tahun ini. Itu artinya sekitar 2/3 dari target setahun, harusnya sudah tercapai pada bulan ini. Ya, harusnya sudah tercapai. Nah, ada baiknya masing-masing kita melakukan evaluasi.

Ingat, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.

Target, prestasi, dan produktif adalah kata-kata yang dipopulerkan oleh manusia-manusia modern. Sah-sah saja. Dan kita mau nggak mau harus welcome dengan kata-kata ini. Juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saran saya, untuk mencapai target, masing-masing kita hendaknya menajamkan kefokusan. Saat kita fokus, energi terkumpul di situ dan pastilah terjadi sesuatu. Sebaliknya, saat kita tidak fokus, energi terpecah ke berbagai arah. Jadinya yah lemah.

Saya bersyukur sekali, melalui komunitas bisnis yang saya rintis, alhamdulillah saya berhasil mengantarkan puluhan orang income-nya membaik. Benar-benar membaik. Puluhan juta sebulan.

Tentu, ini tidak terjadi pada semua partner. Biasanya hanya terjadi pada partner-partner yang fokus. Contohnya partner-partner saya seperti Iwan, Naning, Arda, Tanto, Dayat, dan Malina.

Serunya lagi, ketika Anda fokus, hasilnya akan membesar dan kesibukan Anda akan berkurang. Sebaliknya, ketika Anda tidak fokus, hasilnya akan mengecil dan kesibukan Anda akan bertambah.

Fokus ini rumus yang simple. Saking simple-nya, banyak orang yang tidak percaya. Saya harap Anda termasuk segelintir orang yang percaya pada rumus ini. Percayalah, kalau serius dan fokus, hasilnya pasti bagus. Ini adalah rumus.

Siap?

Tuesday, August 6, 2019

Ngumpulin Amal

Weekend yang lalu, saya seminar di tiga titik. Kedutaan Malaysia, Karawang, dan Bekasi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Sebenarnya kalau mau santai, saya cukup duduk-duduk saja di rumah. Nggak harus seminar.

Toh soal rezeki sudah ada dari sumber-sumber yang lain, alhamdulillah. Tapi ini soal kebermanfaatan dan amal jariyah. Kata guru saya, manusia diukur dari manfaatnya, bukan dari harta-bendanya.

Bagi saya pribadi, mungkin lebih tepat disebut, ngumpulin amal. Apalagi mengingat umur saya sudah 40 tahun lebih.

Sekitar 80% seminar saya konsepnya non-profit. Dalam artian, saya tidak dibayar. Kalaupun ada tiket yang dijual, itu untuk menutupi biaya operasional panitia dan sewa tempat. Kalau ada lebihnya? Yah buat sedekah.

Nggak dapat uang, tapi saya tetap bersemangat.

Kenapa?

Begini. Jarang orang tahu, ketika Anda mengajarkan ilmu bisnis dan ilmu penafkahan pada seseorang, insya Allah Anda akan memetik sesuatu yang sangat berharga, namanya pahala berlapis. Kok bisa?

Karena dengan ilmu bisnis itu, dia mampu menafkahi keluarga, memberi gizi terbaik untuk keluarga, memilih sekolah terbaik untuk anak, memilih rumahsakit terbaik untuk orangtua, membiayai umrah sekeluarga, bahkan membantu sesama.

Segala kebaikan itu, Anda punya andil. Dengan kata lain, Anda-lah yang menjadi wasilah dan perantara-nya. Pahala berlapis tuh. Saran saya, "Sedikit atau banyak, ajarkan ilmu bisnis kepada orang-orang di sekitar kita."

Akhir bulan nanti, saya bersama Diaz Adriani insya Allah akan mengadakan seminar 'Muhammad Sebagai Pedagang' di Pejaten. Berbagai rahasia dan tips bisnis dari Nabi Muhammad, insya Allah kami sampaikan di sini.

Teman-teman mungkin beda profesi dengan saya. Nggak masalah. Tapi soal kebermanfaatan dan amal jariyah, saya pikir ini concern semua orang, apapun profesinya apapun posisinya. Mari sama-sama kita ikhtiarkan.

Siap?

7 Orang Introvert yang Sukses

Biarpun Introvert, 7 Orang Ini Buktikan Mereka Bisa Sukses dan Punya Kekayaan Rp 1.050 T!

Banyak pihak menganggap bahwa orang sukses itu hanya berasal dari pribadi yang cenderung ekstrovert karena lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Nyatanya hal itu gak selalu benar lho, ada juga orang yang berkategori introvert yang sukses di dunia ini. Bahkan saking kayanya total harta yang dimiliki mencapai ribuan triliun rupiah.

Penasaran siapa dia?

Introvert atau orang yang sifatnya lebih condong ke perasaan serta pikiran dibandingkan bersosialisasi dengan orang lain atau dunia luar sering dipandang sebelah mata bagi sebagian orang.

Itu gak lepas dari kemampuan interaksi mereka yang masih dibawah daripada orang yang berkepribadian ekstrovert atau sebaliknya. Tapi yang perlu dicatat disini adalah mereka bukan berarti anti bersosialisasi lh ya. Hanya aja lebih sering berpikir dulu sebelum mengeluarkan kata-kata dari mulut.

Kalau kamu memiliki kepribadian yang introvert jangan minder dulu untuk berusaha, sebab ada 7 contoh orang sukses yang selama ini sering tampil di media sosial dan ternyata mereka punya kesamaan dengan kamu.


1. Barack Obama

Mengutip dari Career Addict, siapa sih yang gak kenal dengan Barack Obama? Presiden Amerika ke 44 sekaligus orang kulit pertama yang memimpin negeri Paman Sam ini ternyata adalah seorang yang introvert.

Pria yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1961 ini sempat menghabiskan masa kecilnya di daerah Menteng, Jakarta Pusat, selama beberapa waktu sebelum pindah ke Amerika Serikat.

Selama kariernya di politik ia berhasil mengumpulkan harta kekayaan sampau US$ 40 juta atau setara Rp 556 miliaran.


2. Marissa Mayer

Selanjutnya ada orang sukses Marissa Mayer yang sempat masuk dalam wanita paling berpengaruh di dunia pada tahun 2012 oleh majalah Forbes.

Marissa Mayer merupakan mantan CEO raksasa internet Yahoo! Pada tahun 2012 sampai 2017 lalu. Ia merupakan salah satu dari segelintir wanita yang berhasil memimpin sebuah perusahaan dunia.

Cuan yang berhasil dikumpulkan selama kariernya tercatat sekitar US$ 600 juta atau setara Rp 8,3 triliunan.


3. Larry Page

Ketiga ada Larry Page yang merupakan orang sukses yang mendirikan raksasa mesin pencari Google. Salah satu faktor mengapa ia jarang terekspos oleh media beberapa kalangan menganggap akibat sifat kepribadiannya yang introvert.
Mungkin karena sifatnya tersebut yang membuat kejeniusannya bisa mendirikan perusahaan sebesar Google, gak kebayang deh kalau dunia tanpa mesin pencari tersebut.

Total kekayaan Larry Page diperkirakan mencapai US$ 51,1 miliar atau setara Rp 711 triliunan.


4. Albert Einstein

Albert Einstein adalah seorang ilmuan dunia yang terkenal akan kepintarannya menemukan teori relativitas. Ia sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dibandingkan bersosialisasi dengan orang lain.

Karena kepribadiannya tersebut Einstein berhasil membantu dunia dalam memecahkan misteri yang sebelumnya belum diketahui masyarakat banyak.


5. Steve Wozniak

Kamu seorang pengguna gadget Apple? Maka orang sukses ini sangat berkontribusi atas barang yang kamu gunakan tersebut sehari-hari.

Sebab Steve Wozniak adalah salah satu dari pendiri Apple bersama dengan Steve Jobs yang udah meninggal pada tahun 2011 lalu dan Ronald Wayne. Sekarang Apple udah menjadi perusahaan dengan nilai valuasi terbesar di dunia bersaing ketat dengan Microsoft.

Kekayaan Steve Wozniak ditaksir mencapai angka US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliunan.


6. Steven Spielberg

Orang sukses keenam yang memiliki kepribadian introvert adalah Steven Spielberg. Di dunia Hollywood ia terkenal karena film-film yang diproduksi olehnya memiliki adegan ledakan yang khas.
Beberapa film seperti Transformer, Jurassic Park, Bumblebee dan The BFG berhasil menembus pasar Box Office dunia.

Dengan karya-karyanya tersebut Steven Spielberg berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai US$ 3,1 miliar atau ssetara Rp 43 triliunan.


7. Mark Zuckerberg

Terakhir ada nama Mark Zuckerberg yang berhasil menciptakan media sosial Facebook pada tahun 2004 lalu.  Gak banyak yang mengetahui bahwa ia adalah seorang yang introvert.

Kisah tentang kehidupannya sempat difilmkan dengan judul Social Network. Dengan hasil usahanya tersebut ia berhasil menjadi orang sukses dan masuk ke dalam jajaran orang terkaya dunia dengan total harta US$ 75,5 miliar atau setara Rp 1.050 triliunan.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/orang-sukses-yang-introvert-dan-kaya-raya/

Monday, August 5, 2019

The Ceo Who Failed To Understand The Millennials

THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS

Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.

Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.

Sang CEO pun murka,”Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”

Sang millennial menjawab,”Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”

(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone  ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).

CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda.

Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).

Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,”Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily. Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.

Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu).

Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).

They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.

Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.

Mereka kreatif, mereka cerdas , dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.

Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.

Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.

Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka,
mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan
mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.

Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.

“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.

Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.

Pertanyaannya ,”Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?

Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa  berlari cepat sekali.

Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu.

Saya bertanya ke Nadia,”How do you do it?”

Nadia bilang,”Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”

Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu,  Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa.
Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu  Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy,  Nadia akan mengajaknya bermain.

Saya bertanya,”But how do you understand their feeling?” Nadia menjawab,”Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!

Pertanyaan saya ke anda...
⁃ Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?
⁃ Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?

Banyak sekali leader yang bilang ke saya,”People is our No.1 asset. People development is my priority”

Terus saya bertanya,”Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan   berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?”

Dan mereka tersenyum malu.

Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).
Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?

Lakukan  beberapa hal di bawah ini ...


a) SPEND TIME WITH THEM

Habiskan waktu bersama mereka.  Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka. Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan,
You did it for your customer, why you would not do it for your talents?


b) LISTEN TO THEM

Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior. But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti;
“Hobby anda apa?”
“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”
“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”
Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain.
Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemhdian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka.


c) UNDERSTAND THEM

Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan.
Dan buatlah analisa dan kesimpulan:
⁃ apakah sebenarnya yang penting bagi mereka
⁃ apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka
⁃ suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan
⁃ apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?


d) HELP THEM

Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.
⁃ Pinjemin buku anda
⁃ Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang
⁃ Coaching mereka
⁃ Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka
⁃ Berikan mereka project dan assignmeng yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari


e) WORK WITH THEM

Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai
mereka hanya disuruh-suruh.

Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide-ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas,  use and experiment their ideas.


f) LEARN FROM THEM

Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:
⁃ Fintech
⁃ Digital marketing
⁃ Data analytic
⁃ Artificial Intelligences
⁃ Cognitive flexibility
⁃ Gamification
⁃ ...etc

Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belakar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).

Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:

* Spend time with them
* Listen to them
* Understand them
* Help them
* Work with them
* Learn from them

Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Monday, July 29, 2019

Pekerjaan Sampingan untuk Buruh

Gaji Pas-pasan, 4 Pekerjaan Sampingan Ini Bisa Dongkrak Kesejahteraan Buruh


Pekerjaan sampingan menjadi salah satu cara menambah pendapatan, termasuk bagi kaum buruh yang bergaji pas-pasan. Banyak referensi pekerjaan sampingan yang bisa kamu jadikan pilihan sebagai sumber penambah pundi-pundi uang.

Para serikat pekerja menyebutkan, kesejahteraan buruh di Indonesia masih jauh dari rata-rata. Gaji yang mereka dapatkan pun gak gede-gede amat, padahal beban kerjanya berat.

Pantas saja kalau mereka setiap tahunnya menuntut kesejahteraan, kenaikan upah, hingga kepastian jaminan sosial.

Tapi, bukan berarti para buruh gak bisa maju dan sejahtera. Kalau mereka mau, mereka bisa kok mengambil pekerjaan sampingan. Bisa dilakukan di sela-sela bekerja, atau saat jam pulang. Apa saja?


1. Jualan pulsa
Salah satu pekerjaan sampingan yang gak membutuhkan modal besar yaitu, berjualan pulsa. Modal yang dikeluarkan gak terlalu banyak udah gitu gak memerlukan banyak tenaga lagi untuk menjalankan kerja satu ini.

Selain itu, pulsa merupakan kebutuhan terpenting yang dicari oleh banyak orang. Setiap orang pasti memerlukan pulsa entah itu pulsa utama atau paket data untuk internet.

Karena pulsa merupakan komponen terpenting untuk tetap bisa berkomunikasi jarak jauh dengan orang-orang terdekat. Jadi, kamu jangan takut gak dapat pelanggan.

Cara untuk menjadi penjual pulsa juga gak sulit kok, intinya sih kamu harus memiliki ponsel, setelah itu mendaftarkan diri ke agen-agen pulsa terdekat. Modalnya gak bakalan sampai Rp 1 jutaan kok.

Meski keuntungannya gak besar-besar banget, kamu bisa menentukan sendiri harga jualnya. Tapi, harus disesuaikan dengan batas wajar atau harga pasaran, biar kamu juga gak kehilangan pelanggan.

Di lingkungan buruh apalagi di pabrik-pabrik, pasti kan banyak banget tuh pekerjanya. Nah, kamu beri tahu saja ke mereka kalau kamu jualan pulsa.


2. Jual camilan ringan
Selanjutnya, kamu bisa berjualan makanan-makanan ringan. Makanannya bisa berupa kripik-kripik ringan atau jajanan pasar yang banyak macamnya. Kamu bisa membelinya di pasar saat pagi hari sebelum berangkat ke tempat kerja.

Jangan beli terlalu banyak, takutnya nanti tidak habis, jadi mubazir dan buang-buang uang. Belilah dalam jumlah secukupnya, yang penting laku dan habis meski keuntungannya gak seberapa.

Kamu bisa menentukan harga jual sendiri, kalau harganya murah, bisa naikkan menjadi dua kali lipat. Misalnya, kamu menjual kacang yang dipasar mungkin harganya Rp 500 perak, kamu bisa menjualnya Rp 1.000.

Seandainya ada kue-kue basah seperti klepon, apem, dadar guling yang di pasar dijual per buahnya Rp 1.000 bisa kamu jual Rp 2.000 atau Rp 3.000 dapat dua. Pintar-pintar kamu saja memainkan harga dan mengkalkulasikan modalnya.

Pekerjaan sampingan ini gak membutuhkan tenaga berat kok. Taruh saja daganganmu di spot ramai tempat kerjamu, misal di pantry, lalu cantumkan harga masing-masingnya dan siapkan box atau kaleng kosong untuk para pembeli menaruh uangnya, praktis kan!

Tapi, kekurangannya dengan sistem seperti itu, kamu berpotensi mengalami kerugian di awal. Karena pasti ada saja deh yang belum bayar atau lupa bayar.


3. Ojek online
Ojek online juga bisa menjadi pilihan untuk pekerjaan sampingan para buruh. Mayoritas pekerja memiliki kendaraan roda dua pribadi, gak ada salahnya dimanfaatkan menambah pundi-pundi uang.

Biar motor tersebut makin bermanfaat, daftarkan saja diri kamu menjadi mitra ojek online. Kamu bisa melakoni pekerjaan sampingan ini saat berangkat kerja atau pulang kerja dan saat hari libur tiba.

Lumayan banget lho pendapatan dari ngojek online! Paling enggak sehari kamu bisa mendapatkan uang tambahan Rp 100 ribu.

Tapi saat berangkat dan pulang kerja, pastikan kamu mengambil penumpang yang satu arah dengan tujuan kamu. Misalnya saat berangkat kerja, cari penumpang yang searah sama kantor, kemudian saat pulang kerja, cari yang searah ke rumah kamu.


4. Membuka stan makanan saat hari libur
Kamu seorang buruh yang sibuk bekerja Senin sampai Jumat, pagi sampai malam, tapi memiliki keahlian memasak yang mumpuni? Gak ada salahnya untuk membuka stan makanan di area sekitar rumahmu saat Weekend.

Pekerjaan sampingan ini bisa kamu lakukan misalnya di depan rumah, atau di area-area bebas kendaraan atau CFD. Kalau di rumah kamu bisa berjualan nasi uduk, atau gado-gado atau masakan apapun yang kamu kuasai.

Untuk mendapatkan pembeli yang banyak, bisa juga kamu berjualan di spot-spot wisata atau area bebas kendaraan bermotor. Lumayan kan hanya dengan berjualan beberapa jam kamu sudah bisa mendapatkan pendapatan tambahan dalam jumlah yang besar.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-sampingan-untuk-buruh/

Pekerjaan Part Time Cocok untuk Milenial

Gak Perlu Pusing Cari Uang Tambahan, 5 Pekerjaan Part Time ini Cocok Banget Buat Milenial!

Pekerjaan part time menjadi salah satu cara yang banyak dilakoni untuk mendapatkan uang tambahan. Selain gak harus ke kantor setiap hari dari pagi sampai sore, uang yang didapatkan dari part time juga lumayan.

Apalagi tak bisa dipungkiri kalau para generasi milenial doyan membeli barang yang lagi up to date hingga nongkrong di cafe kekinian. Makanya gak heran kalau banyak dari mereka yang uangnya udah habis sebelum gajian.

Karena itu, kali ini MoneySmart.id ingin memberikan beberapa rekomendasi pekerjaan part time yang cocok buat para milenial untuk menambah uang bulanan.

Apa saja? Berikut ini adalah lima diantaranya.


1. Editor
Tak hanya freelance sebagai penulis, tapi banyak sekali website yang juga mencari freelancer untuk editor. Cara agar bisa mendapatkan pekerjaan yang satu ini pun cukup mudah.

Kamu hanya perlu pergi ke situs yang banyak memberikan informasi untuk para pencari kerja freelance. Nah, sebaiknya kamu memilih untuk mengedit tulisan yang temanya memang kamu sukai agar hasilnya lebih maksimal. Kamu hanya perlu mengecek kesalahan ejaan dan penulisan kata serta membuat tulisan menjadi lebih menarik.

Kamu bisa mengantongi uang puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk satu artikel yang sudah edit. Misalnya saja Rp 50 artikel per artikel. Kalau dalam satu bulan kamu bisa mengedit 20 artikel, lumayan kan dapat uang tambahan Rp 1 juta.


2. Content writer
Masih dalam dunia tulis menulis, kamu juga bisa mendapatkan uang tambahan sebagai penulis lepas alias freelance writer.

Apalagi, saat ini udah banyak sekali situs yang mau membayar hasil tulisanmu seperti UC News, Getcraft, Babe dan lain sebagainya.

Imbal balik atau fee yang kamu dapatkan pun lumayan banget lho. Apalagi kalau namamu sudah terkenal, tulisanmu bisa dihargai jutaan rupiah per artikelnya. Asik banget kan?


3. Desainer grafis
Pekerjaan part time lainnya yang bisa kamu lakukan adalah sebagai desainer grafis. Pekerjaan yang satu ini memang cocok banget buat kamu yang memang berkecimpung di industri kreatif.

Agar semakin banyak yang tahu dan tawaran kerja sampingan mengalir deras, kamu bisa memajang karyamu di akun sosial media seperti Instagram.

Jika karyamu bagus dan menarik, dijamin deh pasti banyak yang meminta bantuan kamu. Apalagi, pekerjaan sebagai desainer grafis bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan laptop dan kreativitas tentunya.


4. Social media buzzer
Punya banyak waktu untuk bermain sosial media? Kenapa tidak menjadikan kebiasaan tersebut untuk menghasilkan uang? Salah satunya sebagai sosial media buzzer.

Terlebih lagi di era yang serba digital seperti saat ini, sudah hampir semua usaha menggunakan social media untuk promosi.

Nah, yang terpenting dari social media buzzer adalah hanya perlu konsisten dan disiplin serta memahami betul seperti apa promosi yang diinginkan klien.


5. Kerja part time jadi dropshipper
Sumber uang tambahan lainnya bisa jadi pilihan yaitu menjadi dropshipper. Untuk jenis kerja sampingan yang satu ini bahkan tanpa membutuhkan modal.

Kamu hanya perlu memasarkan produk tanpa harus mengeluarkan modal untuk pembelian produk. Jadi, tugasmu hanya mempromosikan produk jualan orang lain lewat toko online maupun social media. Jika ada yang ingin membeli, maka supplier akan mengirimkan produk yang dipesan dan kamu mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dijual.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-part-time/

Pekerjaan Freelance Upah Tinggi

Dibayar Rp 1,6 jutaan per Jam, Ini 7 Pekerjaan Freelance Upah Tertinggi yang Bisa Dicoba

Menemukan pekerjaan freelance yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari kita emang bukan perkara yang mudah. Apalagi melihat status kita yang gak dianggap sebagai pegawai tetap. Namun ternyata ada beberapa profesi yang menawarkan upah sampai jutaan rupiah per jam lho.

Habis lulus kuliah kamu mungkin pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan yang bisa bikin hati sama dompet senang. Atau bahkan sempat terbesit untuk segera berhenti bekerja untuk mendapatkan kantor yang baru.

Perlu waktu emang untuk mendapatkan semua keinginan tersebut. Sembari menunggu salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjadi seorang pekerja lepas.

Selain memiliki waktu yang lebih leluasa kamu juga gak terikat sama kontrak apapun yang mewajibkan bekerja dalam periode tertentu. Sayangnya di Indonesia sendiri sebagian masyarakat masih memandang jalan ini bukan menjadi pilihan karena upah yang kecil.

Eits… jangan salah kaprah karena 7 pekerjaan freelance berikut ini ternyata punya upah yang gak sedikit lho. Penasaran apa aja, yuk kita simak daftarnya di bawah ini.


7. Rekrutmen HRD – Rp 650 ribuan per jam
Mengutip dari Career Addict, menyeleksi puluhan hingga ratusan pelamar kerja bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu diperlukan tenaga bantuan yang bisa berasal dari pihak eksternal perusahaan.

Untuk kamu yang kuliahnya di jurusan psikologi atau manajemen bisa nih mencoba pekerjaan freelance yang satu ini karena jobdesknya lumayan berkaitan sama ilmu yang didapat selama ngampus. Itung-itung nambah pengalaman di CV juga!

Bayarannya juga lumayan banget sekitar US$ 46 atau setara Rp 650 ribuan per jamnya.


6. Copywriter – Rp 663 ribuan per jam
Nah untuk kamu yang hobi nulis bisa nih menyalurkan kegemarannya dengan menjadi seorang copywriter. Kerjaan jadi terasa gak berat karena dijalanin sesuai passion kamu.

Para lulusan jurnalistik, sastra atau apapun itu yang merasa bisa melakukan aktivitas menulis boleh banget melamar sebagai pekerja lepasnya. Siapa tahu kamu yang punya mimpi menjadi seorang reporter bisa terwujud setelah lepas kontrak.

Gajinya juga terhitung besar lho sekitar US$ 47 atau senilai Rp 663 ribuan per jam. Bisa dibayangkan berapa juta tuh yang bisa masuk ke rekening kamu setiap bulan.


5. SEO Specialist – Rp 706 ribuan per jam
Masuk ke posisi 5 ada SEO Specialist nih guys! Di zaman yang mengutamakan akses internet seperti sekarang ini promosi lewat mesin pencari menjadi sebuah kebutuhan yang gak bisa dihindari.

Untuk menempati posisi teratas dalam sebuah kata pencarian di Google contohnya perlu racikan dari seorang SEO Specialist. Gak membutuhkan jurusan tertentu untuk bisa tembus di posisi ini, tetapi keterampilan menggunakan komputer bisa jadi modal yang bagus buat kamu.

Uang yang bisa kamu kantongin per jamnya sekitar US$ 50 atau sebesar Rp 706 ribuan.


4. Cyber Security – Rp 706 ribuan
Maraknya serangan hacker terhadap sebuah situs membuat sumber daya manusia yang bisa mengatasinya semakin meningkat. Salah satu pekerjaan freelance tersebut adalah Cyber Security.

Fresh graduate atau mahasiswa sistem komputer yang udah masuk semester akhir bisa mencari pengalaman di perusahaan yang membuka lowongan Cyber Security.

Pundi-pundi uang yang bisa kamu dapatkan sama seperti SEO Specialist yakni sekitar US$ 50 atau Rp 706 ribuan per jamnya.


3. Pengisi suara – Rp 734 ribuan per jam
Urutan ketiga pekerjaan freelance dengan gaji terbesar adalah pengisi suara. Mungkin sebagian dari kamu gak mengira posisi ini menawarkan upah yang boleh juga.

Layaknya SEO Specialist, seorang pengisi suara gak membutuhkan gelar khusus sebagai syarat. Asal mempunyai warna suara yang sesuai sama kebutuhan maka kamu bisa mengisi kursi tersebut.

Jika kamu lolos upah yang di berikan per jamnya sekitar US$ 52 atau setara Rp 734 ribuan.


2. Web developer – Rp 847 ribuan per jam
Duduk di urutan kedua ada web developer.  Keahlian yang khusus di bidang komputer menjadikannya dibutuhkan oleh hampir semua perusahaan komersial hari ini.

Anak-anak dari jurusan Sistem Informasi tentu yang menjadi target utama para HRD korporasi. Untuk bayarannya sendiri tergolong besar mencapai US$ 60 atau Rp 847 ribuan per jam.


1. Legal Service Expert Rp 1,6 jutaan
Pekerjaan freelance dengan upah paling besar disabet sama Legal Service Expert. Buat kamu yang punya keahlian di bidang hukum serta perizinan bisa banget nih mencoba posisi ini.

Bayarannya terbilang lumayan jauh jika dibandingkan dengan 6 daftar sebelumnya yakni sampai dengan US$ 120 atau Rp 1,6 jutaan per jam.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-freelance-dengan-upah-tertinggi/

Related Posts