THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS
Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.
Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.
Sang CEO pun murka,”Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”
Sang millennial menjawab,”Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”
(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).
CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda.
Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).
Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,”Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily. Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.
Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu).
Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).
They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.
Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.
Mereka kreatif, mereka cerdas , dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.
Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.
Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.
Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka,
mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan
mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.
Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.
“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.
Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.
Pertanyaannya ,”Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?
Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa berlari cepat sekali.
Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu.
Saya bertanya ke Nadia,”How do you do it?”
Nadia bilang,”Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”
Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu, Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa.
Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy, Nadia akan mengajaknya bermain.
Saya bertanya,”But how do you understand their feeling?” Nadia menjawab,”Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!
Pertanyaan saya ke anda...
⁃ Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?
⁃ Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?
Banyak sekali leader yang bilang ke saya,”People is our No.1 asset. People development is my priority”
Terus saya bertanya,”Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?”
Dan mereka tersenyum malu.
Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).
Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?
Lakukan beberapa hal di bawah ini ...
a) SPEND TIME WITH THEM
Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka. Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan,
You did it for your customer, why you would not do it for your talents?
b) LISTEN TO THEM
Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior. But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti;
“Hobby anda apa?”
“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”
“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”
Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain.
Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemhdian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka.
c) UNDERSTAND THEM
Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan.
Dan buatlah analisa dan kesimpulan:
⁃ apakah sebenarnya yang penting bagi mereka
⁃ apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka
⁃ suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan
⁃ apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?
d) HELP THEM
Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.
⁃ Pinjemin buku anda
⁃ Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang
⁃ Coaching mereka
⁃ Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka
⁃ Berikan mereka project dan assignmeng yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari
e) WORK WITH THEM
Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai
mereka hanya disuruh-suruh.
Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide-ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas, use and experiment their ideas.
f) LEARN FROM THEM
Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:
⁃ Fintech
⁃ Digital marketing
⁃ Data analytic
⁃ Artificial Intelligences
⁃ Cognitive flexibility
⁃ Gamification
⁃ ...etc
Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belakar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).
Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:
* Spend time with them
* Listen to them
* Understand them
* Help them
* Work with them
* Learn from them
Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Monday, August 5, 2019
The Ceo Who Failed To Understand The Millennials
Monday, July 29, 2019
Pekerjaan Sampingan untuk Buruh
Gaji Pas-pasan, 4 Pekerjaan Sampingan Ini Bisa Dongkrak Kesejahteraan Buruh
Pekerjaan sampingan menjadi salah satu cara menambah pendapatan, termasuk bagi kaum buruh yang bergaji pas-pasan. Banyak referensi pekerjaan sampingan yang bisa kamu jadikan pilihan sebagai sumber penambah pundi-pundi uang.
Para serikat pekerja menyebutkan, kesejahteraan buruh di Indonesia masih jauh dari rata-rata. Gaji yang mereka dapatkan pun gak gede-gede amat, padahal beban kerjanya berat.
Pantas saja kalau mereka setiap tahunnya menuntut kesejahteraan, kenaikan upah, hingga kepastian jaminan sosial.
Tapi, bukan berarti para buruh gak bisa maju dan sejahtera. Kalau mereka mau, mereka bisa kok mengambil pekerjaan sampingan. Bisa dilakukan di sela-sela bekerja, atau saat jam pulang. Apa saja?
1. Jualan pulsa
Salah satu pekerjaan sampingan yang gak membutuhkan modal besar yaitu, berjualan pulsa. Modal yang dikeluarkan gak terlalu banyak udah gitu gak memerlukan banyak tenaga lagi untuk menjalankan kerja satu ini.
Selain itu, pulsa merupakan kebutuhan terpenting yang dicari oleh banyak orang. Setiap orang pasti memerlukan pulsa entah itu pulsa utama atau paket data untuk internet.
Karena pulsa merupakan komponen terpenting untuk tetap bisa berkomunikasi jarak jauh dengan orang-orang terdekat. Jadi, kamu jangan takut gak dapat pelanggan.
Cara untuk menjadi penjual pulsa juga gak sulit kok, intinya sih kamu harus memiliki ponsel, setelah itu mendaftarkan diri ke agen-agen pulsa terdekat. Modalnya gak bakalan sampai Rp 1 jutaan kok.
Meski keuntungannya gak besar-besar banget, kamu bisa menentukan sendiri harga jualnya. Tapi, harus disesuaikan dengan batas wajar atau harga pasaran, biar kamu juga gak kehilangan pelanggan.
Di lingkungan buruh apalagi di pabrik-pabrik, pasti kan banyak banget tuh pekerjanya. Nah, kamu beri tahu saja ke mereka kalau kamu jualan pulsa.
2. Jual camilan ringan
Selanjutnya, kamu bisa berjualan makanan-makanan ringan. Makanannya bisa berupa kripik-kripik ringan atau jajanan pasar yang banyak macamnya. Kamu bisa membelinya di pasar saat pagi hari sebelum berangkat ke tempat kerja.
Jangan beli terlalu banyak, takutnya nanti tidak habis, jadi mubazir dan buang-buang uang. Belilah dalam jumlah secukupnya, yang penting laku dan habis meski keuntungannya gak seberapa.
Kamu bisa menentukan harga jual sendiri, kalau harganya murah, bisa naikkan menjadi dua kali lipat. Misalnya, kamu menjual kacang yang dipasar mungkin harganya Rp 500 perak, kamu bisa menjualnya Rp 1.000.
Seandainya ada kue-kue basah seperti klepon, apem, dadar guling yang di pasar dijual per buahnya Rp 1.000 bisa kamu jual Rp 2.000 atau Rp 3.000 dapat dua. Pintar-pintar kamu saja memainkan harga dan mengkalkulasikan modalnya.
Pekerjaan sampingan ini gak membutuhkan tenaga berat kok. Taruh saja daganganmu di spot ramai tempat kerjamu, misal di pantry, lalu cantumkan harga masing-masingnya dan siapkan box atau kaleng kosong untuk para pembeli menaruh uangnya, praktis kan!
Tapi, kekurangannya dengan sistem seperti itu, kamu berpotensi mengalami kerugian di awal. Karena pasti ada saja deh yang belum bayar atau lupa bayar.
3. Ojek online
Ojek online juga bisa menjadi pilihan untuk pekerjaan sampingan para buruh. Mayoritas pekerja memiliki kendaraan roda dua pribadi, gak ada salahnya dimanfaatkan menambah pundi-pundi uang.
Biar motor tersebut makin bermanfaat, daftarkan saja diri kamu menjadi mitra ojek online. Kamu bisa melakoni pekerjaan sampingan ini saat berangkat kerja atau pulang kerja dan saat hari libur tiba.
Lumayan banget lho pendapatan dari ngojek online! Paling enggak sehari kamu bisa mendapatkan uang tambahan Rp 100 ribu.
Tapi saat berangkat dan pulang kerja, pastikan kamu mengambil penumpang yang satu arah dengan tujuan kamu. Misalnya saat berangkat kerja, cari penumpang yang searah sama kantor, kemudian saat pulang kerja, cari yang searah ke rumah kamu.
4. Membuka stan makanan saat hari libur
Kamu seorang buruh yang sibuk bekerja Senin sampai Jumat, pagi sampai malam, tapi memiliki keahlian memasak yang mumpuni? Gak ada salahnya untuk membuka stan makanan di area sekitar rumahmu saat Weekend.
Pekerjaan sampingan ini bisa kamu lakukan misalnya di depan rumah, atau di area-area bebas kendaraan atau CFD. Kalau di rumah kamu bisa berjualan nasi uduk, atau gado-gado atau masakan apapun yang kamu kuasai.
Untuk mendapatkan pembeli yang banyak, bisa juga kamu berjualan di spot-spot wisata atau area bebas kendaraan bermotor. Lumayan kan hanya dengan berjualan beberapa jam kamu sudah bisa mendapatkan pendapatan tambahan dalam jumlah yang besar.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-sampingan-untuk-buruh/
Pekerjaan sampingan menjadi salah satu cara menambah pendapatan, termasuk bagi kaum buruh yang bergaji pas-pasan. Banyak referensi pekerjaan sampingan yang bisa kamu jadikan pilihan sebagai sumber penambah pundi-pundi uang.
Para serikat pekerja menyebutkan, kesejahteraan buruh di Indonesia masih jauh dari rata-rata. Gaji yang mereka dapatkan pun gak gede-gede amat, padahal beban kerjanya berat.
Pantas saja kalau mereka setiap tahunnya menuntut kesejahteraan, kenaikan upah, hingga kepastian jaminan sosial.
Tapi, bukan berarti para buruh gak bisa maju dan sejahtera. Kalau mereka mau, mereka bisa kok mengambil pekerjaan sampingan. Bisa dilakukan di sela-sela bekerja, atau saat jam pulang. Apa saja?
1. Jualan pulsa
Salah satu pekerjaan sampingan yang gak membutuhkan modal besar yaitu, berjualan pulsa. Modal yang dikeluarkan gak terlalu banyak udah gitu gak memerlukan banyak tenaga lagi untuk menjalankan kerja satu ini.
Selain itu, pulsa merupakan kebutuhan terpenting yang dicari oleh banyak orang. Setiap orang pasti memerlukan pulsa entah itu pulsa utama atau paket data untuk internet.
Karena pulsa merupakan komponen terpenting untuk tetap bisa berkomunikasi jarak jauh dengan orang-orang terdekat. Jadi, kamu jangan takut gak dapat pelanggan.
Cara untuk menjadi penjual pulsa juga gak sulit kok, intinya sih kamu harus memiliki ponsel, setelah itu mendaftarkan diri ke agen-agen pulsa terdekat. Modalnya gak bakalan sampai Rp 1 jutaan kok.
Meski keuntungannya gak besar-besar banget, kamu bisa menentukan sendiri harga jualnya. Tapi, harus disesuaikan dengan batas wajar atau harga pasaran, biar kamu juga gak kehilangan pelanggan.
Di lingkungan buruh apalagi di pabrik-pabrik, pasti kan banyak banget tuh pekerjanya. Nah, kamu beri tahu saja ke mereka kalau kamu jualan pulsa.
2. Jual camilan ringan
Selanjutnya, kamu bisa berjualan makanan-makanan ringan. Makanannya bisa berupa kripik-kripik ringan atau jajanan pasar yang banyak macamnya. Kamu bisa membelinya di pasar saat pagi hari sebelum berangkat ke tempat kerja.
Jangan beli terlalu banyak, takutnya nanti tidak habis, jadi mubazir dan buang-buang uang. Belilah dalam jumlah secukupnya, yang penting laku dan habis meski keuntungannya gak seberapa.
Kamu bisa menentukan harga jual sendiri, kalau harganya murah, bisa naikkan menjadi dua kali lipat. Misalnya, kamu menjual kacang yang dipasar mungkin harganya Rp 500 perak, kamu bisa menjualnya Rp 1.000.
Seandainya ada kue-kue basah seperti klepon, apem, dadar guling yang di pasar dijual per buahnya Rp 1.000 bisa kamu jual Rp 2.000 atau Rp 3.000 dapat dua. Pintar-pintar kamu saja memainkan harga dan mengkalkulasikan modalnya.
Pekerjaan sampingan ini gak membutuhkan tenaga berat kok. Taruh saja daganganmu di spot ramai tempat kerjamu, misal di pantry, lalu cantumkan harga masing-masingnya dan siapkan box atau kaleng kosong untuk para pembeli menaruh uangnya, praktis kan!
Tapi, kekurangannya dengan sistem seperti itu, kamu berpotensi mengalami kerugian di awal. Karena pasti ada saja deh yang belum bayar atau lupa bayar.
3. Ojek online
Ojek online juga bisa menjadi pilihan untuk pekerjaan sampingan para buruh. Mayoritas pekerja memiliki kendaraan roda dua pribadi, gak ada salahnya dimanfaatkan menambah pundi-pundi uang.
Biar motor tersebut makin bermanfaat, daftarkan saja diri kamu menjadi mitra ojek online. Kamu bisa melakoni pekerjaan sampingan ini saat berangkat kerja atau pulang kerja dan saat hari libur tiba.
Lumayan banget lho pendapatan dari ngojek online! Paling enggak sehari kamu bisa mendapatkan uang tambahan Rp 100 ribu.
Tapi saat berangkat dan pulang kerja, pastikan kamu mengambil penumpang yang satu arah dengan tujuan kamu. Misalnya saat berangkat kerja, cari penumpang yang searah sama kantor, kemudian saat pulang kerja, cari yang searah ke rumah kamu.
4. Membuka stan makanan saat hari libur
Kamu seorang buruh yang sibuk bekerja Senin sampai Jumat, pagi sampai malam, tapi memiliki keahlian memasak yang mumpuni? Gak ada salahnya untuk membuka stan makanan di area sekitar rumahmu saat Weekend.
Pekerjaan sampingan ini bisa kamu lakukan misalnya di depan rumah, atau di area-area bebas kendaraan atau CFD. Kalau di rumah kamu bisa berjualan nasi uduk, atau gado-gado atau masakan apapun yang kamu kuasai.
Untuk mendapatkan pembeli yang banyak, bisa juga kamu berjualan di spot-spot wisata atau area bebas kendaraan bermotor. Lumayan kan hanya dengan berjualan beberapa jam kamu sudah bisa mendapatkan pendapatan tambahan dalam jumlah yang besar.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-sampingan-untuk-buruh/
Pekerjaan Part Time Cocok untuk Milenial
Gak Perlu Pusing Cari Uang Tambahan, 5 Pekerjaan Part Time ini Cocok Banget Buat Milenial!
Pekerjaan part time menjadi salah satu cara yang banyak dilakoni untuk mendapatkan uang tambahan. Selain gak harus ke kantor setiap hari dari pagi sampai sore, uang yang didapatkan dari part time juga lumayan.
Apalagi tak bisa dipungkiri kalau para generasi milenial doyan membeli barang yang lagi up to date hingga nongkrong di cafe kekinian. Makanya gak heran kalau banyak dari mereka yang uangnya udah habis sebelum gajian.
Karena itu, kali ini MoneySmart.id ingin memberikan beberapa rekomendasi pekerjaan part time yang cocok buat para milenial untuk menambah uang bulanan.
Apa saja? Berikut ini adalah lima diantaranya.
1. Editor
Tak hanya freelance sebagai penulis, tapi banyak sekali website yang juga mencari freelancer untuk editor. Cara agar bisa mendapatkan pekerjaan yang satu ini pun cukup mudah.
Kamu hanya perlu pergi ke situs yang banyak memberikan informasi untuk para pencari kerja freelance. Nah, sebaiknya kamu memilih untuk mengedit tulisan yang temanya memang kamu sukai agar hasilnya lebih maksimal. Kamu hanya perlu mengecek kesalahan ejaan dan penulisan kata serta membuat tulisan menjadi lebih menarik.
Kamu bisa mengantongi uang puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk satu artikel yang sudah edit. Misalnya saja Rp 50 artikel per artikel. Kalau dalam satu bulan kamu bisa mengedit 20 artikel, lumayan kan dapat uang tambahan Rp 1 juta.
2. Content writer
Masih dalam dunia tulis menulis, kamu juga bisa mendapatkan uang tambahan sebagai penulis lepas alias freelance writer.
Apalagi, saat ini udah banyak sekali situs yang mau membayar hasil tulisanmu seperti UC News, Getcraft, Babe dan lain sebagainya.
Imbal balik atau fee yang kamu dapatkan pun lumayan banget lho. Apalagi kalau namamu sudah terkenal, tulisanmu bisa dihargai jutaan rupiah per artikelnya. Asik banget kan?
3. Desainer grafis
Pekerjaan part time lainnya yang bisa kamu lakukan adalah sebagai desainer grafis. Pekerjaan yang satu ini memang cocok banget buat kamu yang memang berkecimpung di industri kreatif.
Agar semakin banyak yang tahu dan tawaran kerja sampingan mengalir deras, kamu bisa memajang karyamu di akun sosial media seperti Instagram.
Jika karyamu bagus dan menarik, dijamin deh pasti banyak yang meminta bantuan kamu. Apalagi, pekerjaan sebagai desainer grafis bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan laptop dan kreativitas tentunya.
4. Social media buzzer
Punya banyak waktu untuk bermain sosial media? Kenapa tidak menjadikan kebiasaan tersebut untuk menghasilkan uang? Salah satunya sebagai sosial media buzzer.
Terlebih lagi di era yang serba digital seperti saat ini, sudah hampir semua usaha menggunakan social media untuk promosi.
Nah, yang terpenting dari social media buzzer adalah hanya perlu konsisten dan disiplin serta memahami betul seperti apa promosi yang diinginkan klien.
5. Kerja part time jadi dropshipper
Sumber uang tambahan lainnya bisa jadi pilihan yaitu menjadi dropshipper. Untuk jenis kerja sampingan yang satu ini bahkan tanpa membutuhkan modal.
Kamu hanya perlu memasarkan produk tanpa harus mengeluarkan modal untuk pembelian produk. Jadi, tugasmu hanya mempromosikan produk jualan orang lain lewat toko online maupun social media. Jika ada yang ingin membeli, maka supplier akan mengirimkan produk yang dipesan dan kamu mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dijual.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-part-time/
Pekerjaan part time menjadi salah satu cara yang banyak dilakoni untuk mendapatkan uang tambahan. Selain gak harus ke kantor setiap hari dari pagi sampai sore, uang yang didapatkan dari part time juga lumayan.
Apalagi tak bisa dipungkiri kalau para generasi milenial doyan membeli barang yang lagi up to date hingga nongkrong di cafe kekinian. Makanya gak heran kalau banyak dari mereka yang uangnya udah habis sebelum gajian.
Karena itu, kali ini MoneySmart.id ingin memberikan beberapa rekomendasi pekerjaan part time yang cocok buat para milenial untuk menambah uang bulanan.
Apa saja? Berikut ini adalah lima diantaranya.
1. Editor
Tak hanya freelance sebagai penulis, tapi banyak sekali website yang juga mencari freelancer untuk editor. Cara agar bisa mendapatkan pekerjaan yang satu ini pun cukup mudah.
Kamu hanya perlu pergi ke situs yang banyak memberikan informasi untuk para pencari kerja freelance. Nah, sebaiknya kamu memilih untuk mengedit tulisan yang temanya memang kamu sukai agar hasilnya lebih maksimal. Kamu hanya perlu mengecek kesalahan ejaan dan penulisan kata serta membuat tulisan menjadi lebih menarik.
Kamu bisa mengantongi uang puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk satu artikel yang sudah edit. Misalnya saja Rp 50 artikel per artikel. Kalau dalam satu bulan kamu bisa mengedit 20 artikel, lumayan kan dapat uang tambahan Rp 1 juta.
2. Content writer
Masih dalam dunia tulis menulis, kamu juga bisa mendapatkan uang tambahan sebagai penulis lepas alias freelance writer.
Apalagi, saat ini udah banyak sekali situs yang mau membayar hasil tulisanmu seperti UC News, Getcraft, Babe dan lain sebagainya.
Imbal balik atau fee yang kamu dapatkan pun lumayan banget lho. Apalagi kalau namamu sudah terkenal, tulisanmu bisa dihargai jutaan rupiah per artikelnya. Asik banget kan?
3. Desainer grafis
Pekerjaan part time lainnya yang bisa kamu lakukan adalah sebagai desainer grafis. Pekerjaan yang satu ini memang cocok banget buat kamu yang memang berkecimpung di industri kreatif.
Agar semakin banyak yang tahu dan tawaran kerja sampingan mengalir deras, kamu bisa memajang karyamu di akun sosial media seperti Instagram.
Jika karyamu bagus dan menarik, dijamin deh pasti banyak yang meminta bantuan kamu. Apalagi, pekerjaan sebagai desainer grafis bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan laptop dan kreativitas tentunya.
4. Social media buzzer
Punya banyak waktu untuk bermain sosial media? Kenapa tidak menjadikan kebiasaan tersebut untuk menghasilkan uang? Salah satunya sebagai sosial media buzzer.
Terlebih lagi di era yang serba digital seperti saat ini, sudah hampir semua usaha menggunakan social media untuk promosi.
Nah, yang terpenting dari social media buzzer adalah hanya perlu konsisten dan disiplin serta memahami betul seperti apa promosi yang diinginkan klien.
5. Kerja part time jadi dropshipper
Sumber uang tambahan lainnya bisa jadi pilihan yaitu menjadi dropshipper. Untuk jenis kerja sampingan yang satu ini bahkan tanpa membutuhkan modal.
Kamu hanya perlu memasarkan produk tanpa harus mengeluarkan modal untuk pembelian produk. Jadi, tugasmu hanya mempromosikan produk jualan orang lain lewat toko online maupun social media. Jika ada yang ingin membeli, maka supplier akan mengirimkan produk yang dipesan dan kamu mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dijual.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-part-time/
Pekerjaan Freelance Upah Tinggi
Dibayar Rp 1,6 jutaan per Jam, Ini 7 Pekerjaan Freelance Upah Tertinggi yang Bisa Dicoba
Menemukan pekerjaan freelance yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari kita emang bukan perkara yang mudah. Apalagi melihat status kita yang gak dianggap sebagai pegawai tetap. Namun ternyata ada beberapa profesi yang menawarkan upah sampai jutaan rupiah per jam lho.
Habis lulus kuliah kamu mungkin pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan yang bisa bikin hati sama dompet senang. Atau bahkan sempat terbesit untuk segera berhenti bekerja untuk mendapatkan kantor yang baru.
Perlu waktu emang untuk mendapatkan semua keinginan tersebut. Sembari menunggu salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjadi seorang pekerja lepas.
Selain memiliki waktu yang lebih leluasa kamu juga gak terikat sama kontrak apapun yang mewajibkan bekerja dalam periode tertentu. Sayangnya di Indonesia sendiri sebagian masyarakat masih memandang jalan ini bukan menjadi pilihan karena upah yang kecil.
Eits… jangan salah kaprah karena 7 pekerjaan freelance berikut ini ternyata punya upah yang gak sedikit lho. Penasaran apa aja, yuk kita simak daftarnya di bawah ini.
7. Rekrutmen HRD – Rp 650 ribuan per jam
Mengutip dari Career Addict, menyeleksi puluhan hingga ratusan pelamar kerja bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu diperlukan tenaga bantuan yang bisa berasal dari pihak eksternal perusahaan.
Untuk kamu yang kuliahnya di jurusan psikologi atau manajemen bisa nih mencoba pekerjaan freelance yang satu ini karena jobdesknya lumayan berkaitan sama ilmu yang didapat selama ngampus. Itung-itung nambah pengalaman di CV juga!
Bayarannya juga lumayan banget sekitar US$ 46 atau setara Rp 650 ribuan per jamnya.
6. Copywriter – Rp 663 ribuan per jam
Nah untuk kamu yang hobi nulis bisa nih menyalurkan kegemarannya dengan menjadi seorang copywriter. Kerjaan jadi terasa gak berat karena dijalanin sesuai passion kamu.
Para lulusan jurnalistik, sastra atau apapun itu yang merasa bisa melakukan aktivitas menulis boleh banget melamar sebagai pekerja lepasnya. Siapa tahu kamu yang punya mimpi menjadi seorang reporter bisa terwujud setelah lepas kontrak.
Gajinya juga terhitung besar lho sekitar US$ 47 atau senilai Rp 663 ribuan per jam. Bisa dibayangkan berapa juta tuh yang bisa masuk ke rekening kamu setiap bulan.
5. SEO Specialist – Rp 706 ribuan per jam
Masuk ke posisi 5 ada SEO Specialist nih guys! Di zaman yang mengutamakan akses internet seperti sekarang ini promosi lewat mesin pencari menjadi sebuah kebutuhan yang gak bisa dihindari.
Untuk menempati posisi teratas dalam sebuah kata pencarian di Google contohnya perlu racikan dari seorang SEO Specialist. Gak membutuhkan jurusan tertentu untuk bisa tembus di posisi ini, tetapi keterampilan menggunakan komputer bisa jadi modal yang bagus buat kamu.
Uang yang bisa kamu kantongin per jamnya sekitar US$ 50 atau sebesar Rp 706 ribuan.
4. Cyber Security – Rp 706 ribuan
Maraknya serangan hacker terhadap sebuah situs membuat sumber daya manusia yang bisa mengatasinya semakin meningkat. Salah satu pekerjaan freelance tersebut adalah Cyber Security.
Fresh graduate atau mahasiswa sistem komputer yang udah masuk semester akhir bisa mencari pengalaman di perusahaan yang membuka lowongan Cyber Security.
Pundi-pundi uang yang bisa kamu dapatkan sama seperti SEO Specialist yakni sekitar US$ 50 atau Rp 706 ribuan per jamnya.
3. Pengisi suara – Rp 734 ribuan per jam
Urutan ketiga pekerjaan freelance dengan gaji terbesar adalah pengisi suara. Mungkin sebagian dari kamu gak mengira posisi ini menawarkan upah yang boleh juga.
Layaknya SEO Specialist, seorang pengisi suara gak membutuhkan gelar khusus sebagai syarat. Asal mempunyai warna suara yang sesuai sama kebutuhan maka kamu bisa mengisi kursi tersebut.
Jika kamu lolos upah yang di berikan per jamnya sekitar US$ 52 atau setara Rp 734 ribuan.
2. Web developer – Rp 847 ribuan per jam
Duduk di urutan kedua ada web developer. Keahlian yang khusus di bidang komputer menjadikannya dibutuhkan oleh hampir semua perusahaan komersial hari ini.
Anak-anak dari jurusan Sistem Informasi tentu yang menjadi target utama para HRD korporasi. Untuk bayarannya sendiri tergolong besar mencapai US$ 60 atau Rp 847 ribuan per jam.
1. Legal Service Expert Rp 1,6 jutaan
Pekerjaan freelance dengan upah paling besar disabet sama Legal Service Expert. Buat kamu yang punya keahlian di bidang hukum serta perizinan bisa banget nih mencoba posisi ini.
Bayarannya terbilang lumayan jauh jika dibandingkan dengan 6 daftar sebelumnya yakni sampai dengan US$ 120 atau Rp 1,6 jutaan per jam.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-freelance-dengan-upah-tertinggi/
Menemukan pekerjaan freelance yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari kita emang bukan perkara yang mudah. Apalagi melihat status kita yang gak dianggap sebagai pegawai tetap. Namun ternyata ada beberapa profesi yang menawarkan upah sampai jutaan rupiah per jam lho.
Habis lulus kuliah kamu mungkin pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan yang bisa bikin hati sama dompet senang. Atau bahkan sempat terbesit untuk segera berhenti bekerja untuk mendapatkan kantor yang baru.
Perlu waktu emang untuk mendapatkan semua keinginan tersebut. Sembari menunggu salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjadi seorang pekerja lepas.
Selain memiliki waktu yang lebih leluasa kamu juga gak terikat sama kontrak apapun yang mewajibkan bekerja dalam periode tertentu. Sayangnya di Indonesia sendiri sebagian masyarakat masih memandang jalan ini bukan menjadi pilihan karena upah yang kecil.
Eits… jangan salah kaprah karena 7 pekerjaan freelance berikut ini ternyata punya upah yang gak sedikit lho. Penasaran apa aja, yuk kita simak daftarnya di bawah ini.
7. Rekrutmen HRD – Rp 650 ribuan per jam
Mengutip dari Career Addict, menyeleksi puluhan hingga ratusan pelamar kerja bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu diperlukan tenaga bantuan yang bisa berasal dari pihak eksternal perusahaan.
Untuk kamu yang kuliahnya di jurusan psikologi atau manajemen bisa nih mencoba pekerjaan freelance yang satu ini karena jobdesknya lumayan berkaitan sama ilmu yang didapat selama ngampus. Itung-itung nambah pengalaman di CV juga!
Bayarannya juga lumayan banget sekitar US$ 46 atau setara Rp 650 ribuan per jamnya.
6. Copywriter – Rp 663 ribuan per jam
Nah untuk kamu yang hobi nulis bisa nih menyalurkan kegemarannya dengan menjadi seorang copywriter. Kerjaan jadi terasa gak berat karena dijalanin sesuai passion kamu.
Para lulusan jurnalistik, sastra atau apapun itu yang merasa bisa melakukan aktivitas menulis boleh banget melamar sebagai pekerja lepasnya. Siapa tahu kamu yang punya mimpi menjadi seorang reporter bisa terwujud setelah lepas kontrak.
Gajinya juga terhitung besar lho sekitar US$ 47 atau senilai Rp 663 ribuan per jam. Bisa dibayangkan berapa juta tuh yang bisa masuk ke rekening kamu setiap bulan.
5. SEO Specialist – Rp 706 ribuan per jam
Masuk ke posisi 5 ada SEO Specialist nih guys! Di zaman yang mengutamakan akses internet seperti sekarang ini promosi lewat mesin pencari menjadi sebuah kebutuhan yang gak bisa dihindari.
Untuk menempati posisi teratas dalam sebuah kata pencarian di Google contohnya perlu racikan dari seorang SEO Specialist. Gak membutuhkan jurusan tertentu untuk bisa tembus di posisi ini, tetapi keterampilan menggunakan komputer bisa jadi modal yang bagus buat kamu.
Uang yang bisa kamu kantongin per jamnya sekitar US$ 50 atau sebesar Rp 706 ribuan.
4. Cyber Security – Rp 706 ribuan
Maraknya serangan hacker terhadap sebuah situs membuat sumber daya manusia yang bisa mengatasinya semakin meningkat. Salah satu pekerjaan freelance tersebut adalah Cyber Security.
Fresh graduate atau mahasiswa sistem komputer yang udah masuk semester akhir bisa mencari pengalaman di perusahaan yang membuka lowongan Cyber Security.
Pundi-pundi uang yang bisa kamu dapatkan sama seperti SEO Specialist yakni sekitar US$ 50 atau Rp 706 ribuan per jamnya.
3. Pengisi suara – Rp 734 ribuan per jam
Urutan ketiga pekerjaan freelance dengan gaji terbesar adalah pengisi suara. Mungkin sebagian dari kamu gak mengira posisi ini menawarkan upah yang boleh juga.
Layaknya SEO Specialist, seorang pengisi suara gak membutuhkan gelar khusus sebagai syarat. Asal mempunyai warna suara yang sesuai sama kebutuhan maka kamu bisa mengisi kursi tersebut.
Jika kamu lolos upah yang di berikan per jamnya sekitar US$ 52 atau setara Rp 734 ribuan.
2. Web developer – Rp 847 ribuan per jam
Duduk di urutan kedua ada web developer. Keahlian yang khusus di bidang komputer menjadikannya dibutuhkan oleh hampir semua perusahaan komersial hari ini.
Anak-anak dari jurusan Sistem Informasi tentu yang menjadi target utama para HRD korporasi. Untuk bayarannya sendiri tergolong besar mencapai US$ 60 atau Rp 847 ribuan per jam.
1. Legal Service Expert Rp 1,6 jutaan
Pekerjaan freelance dengan upah paling besar disabet sama Legal Service Expert. Buat kamu yang punya keahlian di bidang hukum serta perizinan bisa banget nih mencoba posisi ini.
Bayarannya terbilang lumayan jauh jika dibandingkan dengan 6 daftar sebelumnya yakni sampai dengan US$ 120 atau Rp 1,6 jutaan per jam.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/pekerjaan-freelance-dengan-upah-tertinggi/
Sunday, July 28, 2019
Pertimbangan HRD Terima Fresh Graduate
Tak Hanya Nama Kampus, Ini Pertimbangan HRD Terima Fresh Graduate
Divisi sumber daya manusia umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar atau fresh graduate. Divisi sumber daya manusia atau SDM atau Human Resources Department umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar ataufresh graduate. Chairman sekaligus founder komunitas praktisi SDM Future HR, Audi Lumbantotuan, mengatakan perusahaan biasanya menimbang seberapa siap pelamar beradaptasi dalam lingkungan kerja.
“Perusahaan melihat seberapa cepat kandidat siap kerja. Perusahaan umumnya kepingin mencari kandidat yang secepat mungkin bisa langsung adaptasi,” ujar Audi kala dihubungi pada Sabtu, 27 Juli 2019.
Menurut Audi, untuk menggelar program rekrutmen, perusahan mesti menganggarkan biaya tambahan. Selain itu, perusahaan bakal menyediakan waktu khusus untuk mengajari karyawan lulusan anyarnya cara bekerja dan mengenal lingkungan. Karena itu, perusahaan bakal menyaring kandidat yang cepat menguasai pekerjaan dan mumpuni.
Dalam proses seleksi, kandidat yang pernah terlibat aktif dalam organisasi akan memperoleh poin tambah. Sebab, dengan latar belakang tersebut, kandidat diduga telah memiliki kemampuan komunikasi dan bekerja tim. Selain itu, pengalaman pernah bekerja paruh waktu turut menjadi pertimbangan positif.
Audi mengatakan, HRD umumnya tak akan terlampau mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif atau IPK kandidat untuk seleksi tahap akhir. “Saya harus jujur bahwa IPK itu kadang hanya dipakai sebagai faktor seleksi administrasi,” ujarnya.
Seleksi dokumen melalui IPK umumnya merupakan cara efektif untuk memilih kandidat yang bakal lolos ke tahap selanjutnya dengan cepat. Karena itu, ia mengatakan IPK bukan jaminan. Tak sampai di situ, universitas pun kerap bukan menjadi pertimbangan diterima atau tidaknya kandidat oleh perusahaan.
Pertimbangan universitas atau latar belakang sekolah biasanya hanya diterapkan untuk profesi khusus, semisal pelayaran atau kantor perpajakan yang acap menyerok kandidat dari lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN.
Adapun dalam proses rekrutmen, kandidat lulusan anyar disilakan untuk negosiasi gaji. Di Indonesia, untuk mayoritas sektor, ia mengungkapkan gaji yang ditawarkan rata-rata Rp 5 hingga 10 juta.
Sebelumnya, viral kabar seorang lulusan sarjana satu atau S-1 perguruan tinggi negeri menolak gaji Rp 8 juta. Ia menolak lantaran besaran gaji itu dianggap tak sepadan dengan nama besar universitasnya. Kabar soal penolakan gaji Rp 8 juta itu sempat menjadi trending topik di Twitter. Tagar terkait topik ini muncul seusai sebuah tangkapan layar instastory seseorang yang mengaku fresh graduate lulusan Universitas Indonesia beredar.
Lulusan anyar itu menyebutkan baru saja menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan lokal yang menawarinya gaji Rp 8 juta. Dalam Instastory itu, penulis mengklaim sebagai lulusan UI, yang semestinya tidak hanya digaji Rp 8 juta.
Juru bicara Universitas Indonesia, Egia Etha Tarigan, sebelumnya mengatakan identitas dari pemilik status Instagram yang membuat heboh itu masih belum diketahui. Namun, ia berpendapat, bila penulis Instastory yang menolak gaji Rp 8 juta itu benar alumni UI, ia menganggap sikap tersebut tidak bijaksana.
Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Tak+Hanya+Nama+Kampus+Ini+Pertimbangan+HRD+Terima+Fresh+Graduate-RYRYOM
Divisi sumber daya manusia umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar atau fresh graduate. Divisi sumber daya manusia atau SDM atau Human Resources Department umumnya mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat pekerja lulusan anyar ataufresh graduate. Chairman sekaligus founder komunitas praktisi SDM Future HR, Audi Lumbantotuan, mengatakan perusahaan biasanya menimbang seberapa siap pelamar beradaptasi dalam lingkungan kerja.
“Perusahaan melihat seberapa cepat kandidat siap kerja. Perusahaan umumnya kepingin mencari kandidat yang secepat mungkin bisa langsung adaptasi,” ujar Audi kala dihubungi pada Sabtu, 27 Juli 2019.
Menurut Audi, untuk menggelar program rekrutmen, perusahan mesti menganggarkan biaya tambahan. Selain itu, perusahaan bakal menyediakan waktu khusus untuk mengajari karyawan lulusan anyarnya cara bekerja dan mengenal lingkungan. Karena itu, perusahaan bakal menyaring kandidat yang cepat menguasai pekerjaan dan mumpuni.
Dalam proses seleksi, kandidat yang pernah terlibat aktif dalam organisasi akan memperoleh poin tambah. Sebab, dengan latar belakang tersebut, kandidat diduga telah memiliki kemampuan komunikasi dan bekerja tim. Selain itu, pengalaman pernah bekerja paruh waktu turut menjadi pertimbangan positif.
Audi mengatakan, HRD umumnya tak akan terlampau mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif atau IPK kandidat untuk seleksi tahap akhir. “Saya harus jujur bahwa IPK itu kadang hanya dipakai sebagai faktor seleksi administrasi,” ujarnya.
Seleksi dokumen melalui IPK umumnya merupakan cara efektif untuk memilih kandidat yang bakal lolos ke tahap selanjutnya dengan cepat. Karena itu, ia mengatakan IPK bukan jaminan. Tak sampai di situ, universitas pun kerap bukan menjadi pertimbangan diterima atau tidaknya kandidat oleh perusahaan.
Pertimbangan universitas atau latar belakang sekolah biasanya hanya diterapkan untuk profesi khusus, semisal pelayaran atau kantor perpajakan yang acap menyerok kandidat dari lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN.
Adapun dalam proses rekrutmen, kandidat lulusan anyar disilakan untuk negosiasi gaji. Di Indonesia, untuk mayoritas sektor, ia mengungkapkan gaji yang ditawarkan rata-rata Rp 5 hingga 10 juta.
Sebelumnya, viral kabar seorang lulusan sarjana satu atau S-1 perguruan tinggi negeri menolak gaji Rp 8 juta. Ia menolak lantaran besaran gaji itu dianggap tak sepadan dengan nama besar universitasnya. Kabar soal penolakan gaji Rp 8 juta itu sempat menjadi trending topik di Twitter. Tagar terkait topik ini muncul seusai sebuah tangkapan layar instastory seseorang yang mengaku fresh graduate lulusan Universitas Indonesia beredar.
Lulusan anyar itu menyebutkan baru saja menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan lokal yang menawarinya gaji Rp 8 juta. Dalam Instastory itu, penulis mengklaim sebagai lulusan UI, yang semestinya tidak hanya digaji Rp 8 juta.
Juru bicara Universitas Indonesia, Egia Etha Tarigan, sebelumnya mengatakan identitas dari pemilik status Instagram yang membuat heboh itu masih belum diketahui. Namun, ia berpendapat, bila penulis Instastory yang menolak gaji Rp 8 juta itu benar alumni UI, ia menganggap sikap tersebut tidak bijaksana.
Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Tak+Hanya+Nama+Kampus+Ini+Pertimbangan+HRD+Terima+Fresh+Graduate-RYRYOM
Thursday, July 25, 2019
Jajal selagi Legal dan Halal
Hampir semua barang, kalau kita tawarkan, bisa terjual. Ya, bisa terjual. Namun, tentu saja kita menolak untuk menjual barang yang tidak legal dan tidak halal. Kita hanya mau menjual barang yang legal dan halal.
Pesan saya buat pemula, "Selagi legal dan halal, yah jajal." Akan tetapi, cukupkah sekedar legal dan halal saja? Ternyata nggak juga. Alangkah baiknya kalau kita menjual sesuatu yang sarat manfaat. Bukan sekedar manfaat.
Sebagai orang beriman, ketika berbisnis kita menginginkan nilai tambah, selain uang. Izin ya, saya jelaskan soal ini lebih lanjut. Sebut saja, kita mau keselamatan. Kita mau keberkahan. Kita mau pahala. Betul apa betul?
Karena itu, ditegaskan kembali, "Cobalah menjual barang yang sarat manfaat." Bukan sekedar manfaat. Dengan kata lain, halal saja tidak cukup. Legal saja tidak cukup.
Semoga Anda sukses dengan bisnis Anda.
Mudah-mudahan berkah berlimpah!
Pesan saya buat pemula, "Selagi legal dan halal, yah jajal." Akan tetapi, cukupkah sekedar legal dan halal saja? Ternyata nggak juga. Alangkah baiknya kalau kita menjual sesuatu yang sarat manfaat. Bukan sekedar manfaat.
Sebagai orang beriman, ketika berbisnis kita menginginkan nilai tambah, selain uang. Izin ya, saya jelaskan soal ini lebih lanjut. Sebut saja, kita mau keselamatan. Kita mau keberkahan. Kita mau pahala. Betul apa betul?
Karena itu, ditegaskan kembali, "Cobalah menjual barang yang sarat manfaat." Bukan sekedar manfaat. Dengan kata lain, halal saja tidak cukup. Legal saja tidak cukup.
Semoga Anda sukses dengan bisnis Anda.
Mudah-mudahan berkah berlimpah!
Monday, July 22, 2019
Hidup Sederhana
Weekend kemarin saya ngumpul sama mitra-mitra saya. Kita ngumpul di Jakarta dan Surabaya, alhamdulillah. Di hadapan mereka saya bicara soal harta dan penafkahan. Menurut saya, saat mencari nafkah, ada semacam gas dan rem.
Dunia, termasuk harta, boleh dinikmati. Yang penting, jangan berlebih-lebihan dan jangan bermegah-megahan. Pesan saya, "Jangan tabu dengan harta. Jangan pula lebay sama harta." Kurang-lebih begitu.
Jika Anda punya uang Rp 1 triliun, bukan berarti setelah bersedekah sebesar 60%, Anda bebas menggunakan sekitar 40% seenaknya. Uang sebesar Rp 400 miliar, ini jumlah yang nggak main-main. Harus ada pertanggung-jawaban. Kepantasan. Kewajaran.
Boleh-boleh saja menikmati dunia. Tapi, sekali lagi, dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak berlebih-lebihan dan tidak bermegah-megahan. Lihatlah sejarah. Kurang kaya apa Umar dan Usman di zamannya? Tapi mereka memilih untuk hidup sederhana.
Contoh, Anda membeli Volvo seharga hampir Rp 750 juta dengan tujuan keamanan pribadi dan keluarga. Itu sah-sah saja. Seorang kepala negara memakai sedan anti peluru seharga puluhan miliar dengan tujuan keamanan negara. Sama, itu pun sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi.
Tapi kalau Anda memesan mobil khusus berinterior emas atau mengoleksi belasan mobil (koleksi pribadi ya, bukan untuk bisnis), kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan. Israf. Sayangnya, kita masih menyaksikan fenomena semacam ini di sejumlah keluarga kaya.
Contoh lain. Anda membeli handphone berbasis satelit seharga 20-an juta dengan tujuan kemudahan kerja di hutan atau di pertambangan, itu sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi. Tapi kalau Anda membeli handphone berlapis emas, kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan.
Satu hal yang saya kagumi dari mitra-mitra saya adalah kesederhanaan mereka.
Soal uang, mereka punya. Nah, kalau barang-barang branded, mereka nggak terlalu suka. Tapi kalau untuk sedekah dan umrah, mereka tidak segan-segan mengurangi saldonya. Paling banter, sesekali mereka jalan-jalan ke luar kota. Menikmati dunia bersama keluarga.
Demikianlah. Boleh menikmati dunia. Tapi, dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak bermegah-megahan. Tetap sederhana, itu lebih baik. Anda setuju? Saya harap begitu.
Dunia, termasuk harta, boleh dinikmati. Yang penting, jangan berlebih-lebihan dan jangan bermegah-megahan. Pesan saya, "Jangan tabu dengan harta. Jangan pula lebay sama harta." Kurang-lebih begitu.
Jika Anda punya uang Rp 1 triliun, bukan berarti setelah bersedekah sebesar 60%, Anda bebas menggunakan sekitar 40% seenaknya. Uang sebesar Rp 400 miliar, ini jumlah yang nggak main-main. Harus ada pertanggung-jawaban. Kepantasan. Kewajaran.
Boleh-boleh saja menikmati dunia. Tapi, sekali lagi, dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak berlebih-lebihan dan tidak bermegah-megahan. Lihatlah sejarah. Kurang kaya apa Umar dan Usman di zamannya? Tapi mereka memilih untuk hidup sederhana.
Contoh, Anda membeli Volvo seharga hampir Rp 750 juta dengan tujuan keamanan pribadi dan keluarga. Itu sah-sah saja. Seorang kepala negara memakai sedan anti peluru seharga puluhan miliar dengan tujuan keamanan negara. Sama, itu pun sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi.
Tapi kalau Anda memesan mobil khusus berinterior emas atau mengoleksi belasan mobil (koleksi pribadi ya, bukan untuk bisnis), kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan. Israf. Sayangnya, kita masih menyaksikan fenomena semacam ini di sejumlah keluarga kaya.
Contoh lain. Anda membeli handphone berbasis satelit seharga 20-an juta dengan tujuan kemudahan kerja di hutan atau di pertambangan, itu sah-sah saja. Soal fungsi tho, bukan soal emosi. Tapi kalau Anda membeli handphone berlapis emas, kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan.
Satu hal yang saya kagumi dari mitra-mitra saya adalah kesederhanaan mereka.
Soal uang, mereka punya. Nah, kalau barang-barang branded, mereka nggak terlalu suka. Tapi kalau untuk sedekah dan umrah, mereka tidak segan-segan mengurangi saldonya. Paling banter, sesekali mereka jalan-jalan ke luar kota. Menikmati dunia bersama keluarga.
Demikianlah. Boleh menikmati dunia. Tapi, dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak bermegah-megahan. Tetap sederhana, itu lebih baik. Anda setuju? Saya harap begitu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Memastikan Kapasitas Perusahaan Cukup untuk Memenuhi Permintaan Bukan Sekadar Menghitung Berapa Banyak yang Bisa Diproduksi, Tetapi Menentuk...
-
Jangan Langsung Mencari Orang yang Salah, Cari Mengapa Sistem Membiarkan Kesalahan Terjadi Ada satu kebiasaan yang sering terjadi ketika seb...
-
Mengapa MAPI Berani Membawa ACE Kembali Saat MR.DIY Sedang Merajalela? Beberapa tahun terakhir, hampir di setiap kota di Indonesia kita me...
-
Bagaimana Sebuah Bank Mengubah Nasib Inggris Menjadi Kekuatan Dunia? Ketika mendengar nama Bank of England, sebagian orang mungkin mengangga...
-
Eisenhower Matrix adalah alat manajemen waktu yang dirancang untuk membantu individu dan tim menentukan prioritas tugas berdasarkan tingkat ...

