Saturday, August 29, 2015

Me-Focus Vs You-Focus

Tips Public Speaking

Teknik “Me-Focus” Vs “You-Focus” ini akan lebih cocok jika Anda mempraktekan saat presntasi bisnis. Presentasi bisnis yang saya maksud ada dua. Pertama, kita melakukan presentasi karena diundang ke perusahaan (tempat klien). Anda dan saya bukan sebagai tuan rumah, melainkan sebagai tamu.

Sementara yang kedua, kita melakukan presentasi di mana para audiens hadir atas undangan yang telah kita kirimkan kepada mereka. Entah pelaksanaannya di kantor (tempat kita sendiri), atau kita menyewa tempat tertentu. Semisal hotel, restoran atau ruang pertemuan lainnya. Jadi, di sini kitalah sebagai tuan rumahnya.


Apa itu Teknik Opening; Me-Focus Vs You-Focus.

Sebagaimana kita ketahui bersama. Saat kita membuat perencanaan melakukan Public Speaking, tentu kita menyusun langkah awal yang namanya pembukaan. Ragam cara teknik pembukaan public speaking. Seperti quote, pertanyaan atau cerita.

Sementara teknik Opening; Me-Focus dan You – Focus adalah, tatkala kita memulai perkataan sebagai awal pembicaraan kita, apa dan siapa lebih kita fokus yang menjadi topik pembahasannya. Bahasa lainnya, siapa yang lebih kita utamakan dan kita pentingkan. Apakah kita & organisasi, atau audiens dengan lembaganya?


Contoh Me-Focus.

Assalamu’alaikum wr.wb

Bapak dan ibu yang berbahagia. Perkenalkan saya Rahmadsyah, Training manager dari Public Speaking Institute. Selama 20 menit ke depan saya akan menyampaikan maksud kehadiran kami di sini, sebagaimana pembicaraan sebelumnya lewat telf dan email dengan bapak Yasmin.

Public Speaking Institute telah berdiri dari tahun 2005. Kantor cabang perwakilan kami sudah ada di Singapore, Malaysia, Medan, Makasar, Surabaya, dan Jakarta.

Public Speaking Institute hadir menjawab tantangan berdasarkan hasil survey Berhad Bicara Shd terhadap pimpinan dan karyawan di perusahaan terkemuka seperti Macrosofot, Arunia, Exsoon mobile dan beberapa perusahaan lainnya seperti yang kami tampilkan di slide ini.

Ternyata, dari 1000 koresponden yang menjabat sebagai pimpinan, 75,8% mengakui kendala takut (nervous) saat tampil di depan. Kemudian 5000 koresponden sebagai staff, 73% menyatakan sulit menjalankan intruksi pimpinan karena arahan (penyampaian) yang kurang jelas dan tidak sistematis.

Oleh sebab itulah, Public Speaking Institute memiliki Visi, Semua orang bisa berbicara di depan umum dengan percaya diri dan sistematis. Misi kami menyelenggarakan pelatihan baik in house training maupun publik. Mengeluarkan buletin Speak and be Rich. Serta, membuat klub public speaking sebagai latihan bersama. Baik buat alumni maupun umum.

Jasa kami bergerak di bidang pelatihan publik, inhouse dan private. Pelatihan publik rutin kami lakukan bulanan di beberapa kota. Sementara in house training, biasanya kami mendesain materi dan pelatihan bersadarkan kebutuhan persusahaan atau organisasi inginkan. Sementara private biasanya kami layani buat orang khusus tertentu, seperti top management, public figure atau pejabat daerah.

Dari tahun 2005 sampai sekarang, alhamdulillah kami telah di percaya oleh (slide ditampilkan nama lembaga yang telah berkerja sama). Bahkan  untuk program pelatihan calon manager baru, ada perusahaan mewajibkan program public speaking salah satu keterampilan yang harus calon manager miliki. Dan kami dipercaya untuk hal itu.

Sebagaimana yang dikatakan oleh bapak DR. Ainal Yaqin, M.Eng dirut Macrosofot . “Saya sangat puas hasil pelatihan yang dilakukan oleh Public Speaking Instiute, sehingga saya meminta seluruh manager mendapatkan pelatihan ini bersama Public Speaking Institute”.

Dan 3 bulan yang lalu, menurut majasah ASW, Public Speaking Institute merupakan provider training no 1 yang paling di cari untuk program pelatihan komunikasi dan public speaking di Indonesia.

Selanjutnya kami jelaskan tentang program public speaking di tempat kami......”


Pembaca yang budiman, perhatikan! cara pembukaan di atas fokus pembicaraannya adalah saya (orgranisasi). Kemudian baru menceritakan program / jasanya. Ini yang saya maksud dengan “Me – Focus”.

Sementara, “You-Focus” adalah kebalikannya.


Contoh “You-Focus”.

“Assalamu’alaikum wr.wb

Bapak-ibu yang berbahagia, Saya Rahmadsyah, Training Manager dari Public Speaking Institute. Kami mengucapkan terima kasih atas kerelaan Anda meluangkan waktu menghadiri undangan kami di sini. Oleh karena itu, saya berjanji, selesai pertemuan ini Anda pulang membawa informasi yang berharga bagi Anda.

Selama 30 menit ke depan, Anda akan tau tentang;

Mengapa public speaking penting? Apa pengaruhnya bagi karir dan finansial Anda?
Menurut survey Berhad Bicara Shd, 75,8 % para pimpinan mengalami kecemasaan saat tampil berbicara di depan. Pada kesempatan ini, saya akan beritahu Anda bagaimana cara agar Anda dapat mengatasinya sehingga Anda bisa tampil dengan rilek dan tenang saat public speaking.

Bagaimana cara agar yang Anda sampaikan, seperti intruksi atau arahan, dimengerti dan difahami oleh tim Anda? Bahkan pesan Anda terus teringat dalam pikiran mereka.

Bagaimana cara menampilkan karisma Anda saat Anda tampil di depan.
Terakhir, Anda tau langkah-langkah praktis, sederhana dan mudah Anda lakukan untuk mengatasi segala persoalan dan masalah yang menghalangi Anda tampil prima dan memukau audiens saat public speaking.

Sebelum saya menjelaskan 5 hal ini, izinkan saya mengenalkan Public Speaking Institute kepada hadirin sekalian, siapa kami dan apa yang kami lakukan untuk keberhasilan Anda dan bisnis Anda.

Public speaking institute telah berdiri.....”


Sampai di sini saya yakin, sekarang Anda tau, apa perbedaan antara opening “Me-Focus” dengan “You-Focus”. Ya, perbedaannya terletak pada fokus pembukaan presentasi kita. apakah fokusnya lebih ke diri kita sebagai presenter atau untuk kepentingan dan manfaat yang akan didapatkan oleh pendengar terlebih dahulu.

Lalu, kapan kita menggunakan opening “Me-Focus” dan “You-Focus”.

Menurut saya, ingat, menurut saya. Jawaban kapan menggunakan Me-Focus dan You-Focus erat kaitannya dengan pejelasan dua katagori Bisnis presentasi di atas. Kita menggunakan metode Me-Focus pada konteks bisnis presentasi pertama. Di mana kita datang ke klien, yang baru terjalin komunikasi perkenalan lewat telf atau email. Klien belum tau siapa kita? Apa kredibilitas dan kompenetsi yang kita miliki.

Sementara You-Focus pada katagori bisnis presentasi ke dua. Meskipun orang yang kita undang belum kenal dan tau apa jasa dan bagaimana kita melayani mereka. Akan tetapi di awal kita memberikan janji, di mana janji itu benar-benar mereka dapatkan informasinya.


Oleh :
Rahmadsyah Mind-Therapist
rahmadnlp@gmail.com


Sumber :
Milis : The Managers