Saturday, August 29, 2015

Tips Presentasi yang Efektif;

Sering kali peserta kelas Public Speaking bertanya, “Mas, bagaimana cara agar persentasi kita efektif?”. Saya menduga, proses belajar berbicara di depan umum (Public Speaking) pernah mengantarkan Anda dan saya tiba pada pertanyaan yang sama.

Ngomong-ngomong, Apakah Anda tau? Mengapa persentasi yang efektif itu penting? Ya saya sangat yakin Anda mengetahuinya.

Yakni, supaya tujuan dan pesan yang kita ingin sampaikan diterima oleh audiens. Karena, hakekat sesungguhnya dari sebuah komunikasi kan pendengar memahami (pendengar mengalami dan melakukan sebagaimana yang diharapkan oleh sipembicara) maksud yang dikomunikasikan oleh pembicara. Baik verbal maupun nonverbal. ”

Lalu, bagaimana cara berbicara efektif dan public speaking? Menurut saya ada 3 cara agar hasil persentasi (Public Speaking) kita menjadi Efektif;


Pertama, To The Point

Bapak Tantowi Yahya saat mengajar tema Talk Effectively and Effeciently berkata, “Jika Anda dapat mengkomunikasi ide Anda dalam 8 kata, lantas buat apa Anda menyampaikannya dengan 20 kata?”.

Maksudnya, cara berbicara efektif adalah kemampuan kita menyampaikan hal penting dan wajib. Bahasa lainnya, persentasi efektif mengutarakan pokok-pokok bahasan dari tema yang kita inginkan.

Tapi bukan berarti, selain dari inti utama ide yang kita sampaikan menjadi tidak penting. Tidak, bukan itu maksud saya. Yang perlu kita garis bawahi di sini, di luar tujuan utama persentasi, cukuplah ia sebagai penguat saja. Tak ubahnya bumbu penyedap dalam makanan. Kebanyakan malah menjadi tidak enak.

Sama halnya saat berbicara di depan umum (Public Speaking), sampaikan poin apa saja yang penting. Sehingga langsung tepat sasaran. Jadi, inti dari langkah pertama adalah to the point.


Kedua, Short

Setelah berbicara langsung ke tujuan (to the point), selanjutnya pastikan kita menyampaikan idea dengan singkat dan jelas. Jangan pernah takut ceramah, orasi, persentasi dan konteks Public Speaking lainnya, jika singkat maka akan dikomplain atau membuat penonton kecewa.

Steven Keague, penulis buku The Little Red Handbook of Public Speaking and Presenting, mengingatkan kepada siswa-siswa workshop public speaking juga pembaca buku dan tips public speaking di blognya, "Belum pernah ada audiens yang komplain atau keberatan terhadap persentasi/ceramah yang disampaikan dengan durasi singkat".

Mau bukti? Baiklah, silakan Anda membaca sampai tuntas, di akhir tulisan, saya berjanji akan memberi contoh kepada Anda, bahwa pesan yang singkat hampir tidak pernah dikomplain.


Ketiga, Verbal

Langkah ketiga ini barangkali mejadi ruh dari kedua langkah sebelumnya. Karena, secara logika, pembicaraan yang langsung ke tujuan biasanya cenderung singkat kalimatnya. Kalimat yang singkat tercipta dari pilihan kata yang tepat.

Jadi, verbal di sini, tatkala kita mempersiapkan materi sebelum melakukan Pulic Speaking, Anda dan saya benar-benar memastikan padanan kata-katanya tidak mubazir. Singkat tapi tepat sasaran. 2 menit penampilan Public Speaking kita mampu menggantikan puluhan ribu kata yang semestinya disampaikan 2 jam.

Sehingga, esensi Public Speaking terjadi seperti pernyataan mendiang om John F Kenedy, Presiden Amerika, “Public Speaking is the art of diluting a two minute idea with a two-hours vocabulary”.


Pembaca yang berbahagia. Sekarang, seandainya Anda diminta untuk menyampaikan tips berbicara efektif dalam public speaking dalam waktu 3 menit. Menurut Anda, akankah pendengar komplain Anda menyampaikan 3 point kesimpulan di atas?

Oh ya, saya mempunyai hutang contoh pidato pendek hampir tidak pernah dikomplain. Baiklah saya akan memberitahu dan bisa jadi mengingatkan Anda kembali akan pidato tersingkat sepanjang sejarah manusia hingga saat ini;

“Never, Ever Give Up!” Wiston Churchil Perdana Menteri Ingris.

Ciganjur 4 April 2015


Rahmadsyah Mind-Therapist


Sumber :
Milis The Managers