Berkenalan dengan COO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan
Pada suatu perusahaan, yang menjadi pucuk pimpinan adalah CEO. Namun, yang bertanggung jawab pada urusan operasional adalah seorang COO. Terdapat berbagai jabatan pada suatu perusahaan atau startup yang menduduki manajemen puncak.
Di antaranya CEO, COO, CFO, hingga CMO. Setiap jabatan memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Berada pada posisi tersebut, berarti memiliki kendali penuh terhadap kebijakan atau keputusan yang dijalankan di bidang yang dibawahi, tak terkecuali pada bidang operasional
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian dan peran COO dalam perusahaan, pada artikel kali ini Glints telah siapkan penjelasan singkatnya untukmu.
Yuk, simak bersama-sama!
Pengertian COO
Bersumber dari Investopedia, COO yang merupakan kependekan dari chief operating officer ini merupakan pimpinan yang bertanggung jawab pada pembuatan keputusan atau kebijakan yang berhubungan dengan tugas operasional perusahaan.
Tugas operasional perusahaan sendiri maksudnya aktivitas sehari-hari pada perusahaan, seperti memastikan produktivitas perusahaan, serta output dari kebijakan perusahaan. Bahkan, tak jarang COO juga turut andil dalam menentukan business plan perusahaan bersama dengan divisi terkait.
Sering kali COO disebut sebagai orang kedua setelah CEO. Di beberapa perusahaan, posisi ini bahkan disebut sebagai “executive vice president”. Di Indonesia sendiri, jika seorang CEO sering pula disebut sebagai direktur utama, COO sering kali disebut sebagai direktur.
Dikarenakan bertanggung jawab dengan keseharian perusahaan, wajar bila COO lebih dekat dengan karyawan di perusahaan. Tak jarang pula, seorang COO bertindak sebagai perantara untuk menyampaikan kebijakan pucuk pimpinan kepada seluruh jajarannya.
Masih dari sumber yang sama, seorang COO juga memegang peranan dalam perkembangan produk, riset, hingga marketing.
Tugas dan Wewenang COO
Pada dasarnya, tanggung jawab seorang COO adalah menentukan kebijakan untuk operasional perusahaan. Pada beberapa kasus, seorang COO dipilih sebagai pelengkap dari seorang CEO. Hal ini dikarenakan CEO berfokus tampil ke hadapan publik dan pemerintah, sedangkan fokus COO adalah urusan internal perusahaan.
Oleh karenanya, tak jarang seorang COO adalah mereka yang memiliki kemampuan teknis yang lebih dari seorang CEO.
Penyebabnya, agar segala kebijakan yang dibuat untuk karyawan tidak mempersulit teknis pengerjaan. Biasanya, seorang COO akan lebih sibuk saat proses pengembangan startup atau perusahaan.
Hal ini karena COO memiliki kewenangan memutuskan kebijakan operasional berdasarkan kondisi bisnis perusahaan. Namun, terdapat beberapa tugas dan wewenang khusus yang juga menjadi tanggung jawab seorang COO, di antaranya:
Dengan berbagai tugas dan kebijakan tersebut, seharusnya seorang COO adalah orang yang berpengalaman dan memiliki pemahaman mendalam tentang berjalannya suatu perusahaan. Meskipun begitu, apa yang dilakukan seorang COO haruslah berdasarkan koordinasi dengan pimpinan lain seperti CFO dan CMO agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menjalankan tugasnya.
Peran COO
Sebagai orang berada di level tinggi dalam struktur perusahaan, terdapat beberapa hal lain yang menjadi peran adanya COO dalam suatu perusahaan.
Menurut The Balance Careers, COO ditugaskan untuk peran-peran berikut:
mengeksekusi kebijakan pimpinan
melengkapi peran CEO dalam urusan teknis
mengembangkan calon pimpinan perusahaan
sebagai pengganti CEO untuk peran tertentu
Terlepas dari hal-hal di atas, peran COO secara umum bergantung dari skala perusahaan, hingga kebijakan sang CEO sendiri.
Sangat dimungkinkan, perusahaan berskala kecil tidak membutuhkan COO karena hal tersebut dapat ditangani oleh CEO secara langsung.
Kemampuan yang Harus Dimiliki
Apabila suatu perusahaan memang membutuhkan seorang COO, terdapat beberapa hal yang harus dimiliki oleh orang di posisi itu. Merangkum dari Harvard Business Review, beberapa kemampuan yang harus COO miliki adalah:
1. Kepemimpinan
Sebagai bagian dari pimpinan perusahaan, sudah barang tentu seorang COO harus memiliki jiwa kepemimpinan.
Namun, seorang COO harus bisa menyeimbangkan ego kepemimpinannya.
Bagaimanapun juga, ia bertanggung jawab kepada CEO, pimpinan tertinggi perusahaan. Selain itu, ia juga harus bisa memutuskan kebijakan yang harus dieksekusi oleh seluruh jajaran perusahaan sesuai dengan tugasnya masing-masing.
2. Strategic thinking
Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang COO adalah dapat menentukan strategi perusahaan ke depan berdasarkan kondisi perusahaan dan bisnis secara umum.
Bahkan, seorang COO juga dituntut untuk dapat menentukan kebijakan dengan segera ketika terjadi permasalahan teknis tertentu. Namun, keputusan yang diambil tetap harus sejalan dengan visi perusahaan.
3. People management
Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu tugas dari seorang COO adalah mengembangkan SDM karyawan. Hal lain yang juga menjadi tanggung jawabnya adalah memastikan kinerja perusahaan berjalan sesuai dengan strategi ke depan.
Oleh karena itu, seorang COO perlu memiliki kemampuan people management. Ini karena COO perlu mengetahui kemampuan karyawannya, sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Tak hanya itu, sebagai jembatan pimpinan dengan karyawan, COO juga harus pandai dalam menyampaikan kebijakan perusahaan. Selain ketiga hal di atas, seorang COO haruslah memiliki kemampuan teknis dan menyeluruh terhadap pengembangan produk, teknologi, riset, hingga marketing.
Hal ini karena seorang COO akan sangat erat dengan pengambilan keputusan dan kebijakan dari hal-hal tadi. Dengan memiliki kemampuan teknis dan menyeluruh terhadap hal-hal tersebut, kebijakan akan jadi lebih tepat sasaran.
Sumber :
https://glints.com/id/lowongan/coo-adalah/#.X0e1wnkzbIU
Thursday, August 27, 2020
Chief Executive Officer (CEO)
Apa Itu CEO? Bagaimana Tugas CEO Sebuah Perusahaan?
Dalam suatu perusahaan ada banyak sekali jabatan yang berpengaruh. Jabatan-jabatan tersebut merupakan jabatan yang penting dalam perusahaan. Ada jajaran direksi, komisaris, direktur, dan lainnya. Salah satu jabatan yang sering dikenal adalah CEO, singkatan dari Chief Executive Officer.
Apa Itu CEO?
CEO atau Chief Executive Officer adalah jabatan untuk jajaran eksekutif tertinggi dalam suatu perusahaan. Tugas dari CEO pun bertanggung jawab atas berjalannya perusahaan. Setiap keputusan diambil oleh CEO dan sebagai CEO juga harus berani mempertanggung jawabkan. Dalam Bahasa Indonesia, CEO juga bisa diartikan sebagai Direktur Utama.
Posisi CEO adalah posisi yang penting dalam perusahaan. Seorang CEO tidak hanya memberi perintah tentang berjalannya perusahaan, tetapi juga harus bisa memimpin perusahaan dengan baik. CEO adalah wajah dari perusahaan karena seorang Chief Executive Officer adalah orang yang memajukan suatu perusahaan.
Note: Ketika Anda akan menjadi CEO, Pahami terlebih dahulu 5 Tren Kepemimpinan 2020 hanya di artikel Talenta.
Tugas-Tugas CEO dalam Perusahaan
CEO memang posisi yang cukup banyak dikenal di dunia bisnis. Tugas-tugas dari CEO perusahaan diantaranya adalah:
1. Sebagai Pemimpin
Tugas utama seorang CEO adalah memimpin perusahaan. Dalam hal ini, CEO harus mampu bertanggung jawab atas perusahaan yang ia pimpin. Menjadi seorang pemimpin juga membuat seorang CEO menjadi visioner. Hal ini dikarenakan CEO harus mempertimbangkan semua langkah perusahaan di masa depan. Penting untuk CEO menjadi orang yang visioner agar perusahaan mampu berkembang dan menjadi yang terdepan. CEO juga harus mampu melakukan inovasi atau perubahan dalam perusahaan. Inovasi tersebut tidak hanya dalam perusahaan, tetapi juga produk yang dikembangkan oleh perusahaan agar perusahaan tidak tertinggal oleh kompetitor dan tetap mendapatkan target pasar yang tepat.
2. Sebagai Komunikator
CEO merupakan jabatan tertinggi di kalangan eksekutif perusahaan. Meskipun dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai direktur utama, tetapi ada juga perusahaan yang memiliki CEO dan Direktur Utama yang berbeda. Karena jabatannya yang tertinggi tersebut, CEO menjadi komunikator antara karyawan perusahaan dan jajaran direksi yang ada dalam perusahaan. CEO harus bisa menyampaikan aspirasi dari pekerja dan menyampaikan solusi yang terbaik agar keduanya bisa berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, seorang CEO juga adalah wajah dari perusahaan. Jadi CEO adalah komunikator antara perusahaan dan dunia luar. Hal ini membuat CEO harus bisa konsisten dengan keputusan yang diambil untuk perusahaan.
3. Sebagai Eksekutor
Eksekutor adalah orang yang berani mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. CEO perusahaan akan sangat membutuhkan jiwa eksekutor yang baik. Sebagai CEO, keahlian eksekutor akan sangat dibutuhkan karena suatu perusahaan harus cepat mengambil langkah dan mengeksekusi ide-ide yang ada demi kelancaran bisnis. Tidak hanya itu, sebagai eksekutor, CEO harus mampu untuk memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan.
4. Sebagai Pengelola
Tidak hanya memimpin, seorang CEO harus mampu menjadi pengelola perusahaan. Pengelolaan ini tentunya juga penting untuk berjalannya perusahaan. Pengelolaan yang dimaksud adalah mengelola bagaimana perusahaan mendapatkan pendanaan, material produksi, hingga ke proses pemasaran. Tentu saja akan ada tim divisi di perusahaan yang akan membantu CEO melaksanakan tugasnya. Tetapi seorang CEO akan jauh lebih baik ketika memiliki kontrol dan memahami setiap proses perusahaan dari hulu ke hilir.
Tips dan Cara Menjadi CEO Perusahaan
Ingin Menjadi CEO? Beginilah Caranya Menurut LinkedIn
1. Membangun Tim yang Solid
Sebuah tim yang solid tidak terjadi begitu saja, ada peran CEO yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, seorang CEO harus dapat menjadi jembatan penghubung antara para pegawai dengan dewan direksi dalam perusahaan.
2. Selalu Mewakili Perusahaan
Peran CEO menjadi sangat penting ketika berurusan dengan kualitas produk dan citra perusahaan yang diwakilinya. Dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah wajah dari suatu perusahaan, sehingga keberadaan CEO di publik akan sangat berpengaruh pada opini publik terhadap suatu produk atau perusahaan.
3. Mengalokasi Anggaran Belanja dengan Baik
Rencana investasi finansial suatu perusahaan harus melalui proses analisis dan evaluasi, sehingga distribusi anggaran belanja suatu proyek menjadi tepat sasaran. Proses tersebut merupakan tanggung jawab seorang CEO, sehingga risiko dan keuntungan perusahaan di masa depan menjadi tanggung jawab seorang Chief Executive Officer.
4. Membangun Budaya Kerja yang Positif
Kondisi lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan seorang CEO. Setiap pesan yang disampaikan CEO kepada karyawannya akan sangat bermakna dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan perusahaan. Selain itu, CEO juga harus mengetahui dan dan dapat meneliti apa yang sedang terjadi di perusahaan terkait masalah kepegawaian karena akan berpengaruh pada budaya kerja.
Karyawan akan lebih senang ketika seorang CEO benar-benar terlibat dalam proses perusahaan karena CEO adalah wajah dari perusahaan.
Sumber :
https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/apa-itu-ceo-bagaimana-tugas-ceo-sebuah-perusahaan/
Dalam suatu perusahaan ada banyak sekali jabatan yang berpengaruh. Jabatan-jabatan tersebut merupakan jabatan yang penting dalam perusahaan. Ada jajaran direksi, komisaris, direktur, dan lainnya. Salah satu jabatan yang sering dikenal adalah CEO, singkatan dari Chief Executive Officer.
Apa Itu CEO?
CEO atau Chief Executive Officer adalah jabatan untuk jajaran eksekutif tertinggi dalam suatu perusahaan. Tugas dari CEO pun bertanggung jawab atas berjalannya perusahaan. Setiap keputusan diambil oleh CEO dan sebagai CEO juga harus berani mempertanggung jawabkan. Dalam Bahasa Indonesia, CEO juga bisa diartikan sebagai Direktur Utama.
Posisi CEO adalah posisi yang penting dalam perusahaan. Seorang CEO tidak hanya memberi perintah tentang berjalannya perusahaan, tetapi juga harus bisa memimpin perusahaan dengan baik. CEO adalah wajah dari perusahaan karena seorang Chief Executive Officer adalah orang yang memajukan suatu perusahaan.
Note: Ketika Anda akan menjadi CEO, Pahami terlebih dahulu 5 Tren Kepemimpinan 2020 hanya di artikel Talenta.
Tugas-Tugas CEO dalam Perusahaan
CEO memang posisi yang cukup banyak dikenal di dunia bisnis. Tugas-tugas dari CEO perusahaan diantaranya adalah:
1. Sebagai Pemimpin
Tugas utama seorang CEO adalah memimpin perusahaan. Dalam hal ini, CEO harus mampu bertanggung jawab atas perusahaan yang ia pimpin. Menjadi seorang pemimpin juga membuat seorang CEO menjadi visioner. Hal ini dikarenakan CEO harus mempertimbangkan semua langkah perusahaan di masa depan. Penting untuk CEO menjadi orang yang visioner agar perusahaan mampu berkembang dan menjadi yang terdepan. CEO juga harus mampu melakukan inovasi atau perubahan dalam perusahaan. Inovasi tersebut tidak hanya dalam perusahaan, tetapi juga produk yang dikembangkan oleh perusahaan agar perusahaan tidak tertinggal oleh kompetitor dan tetap mendapatkan target pasar yang tepat.
2. Sebagai Komunikator
CEO merupakan jabatan tertinggi di kalangan eksekutif perusahaan. Meskipun dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai direktur utama, tetapi ada juga perusahaan yang memiliki CEO dan Direktur Utama yang berbeda. Karena jabatannya yang tertinggi tersebut, CEO menjadi komunikator antara karyawan perusahaan dan jajaran direksi yang ada dalam perusahaan. CEO harus bisa menyampaikan aspirasi dari pekerja dan menyampaikan solusi yang terbaik agar keduanya bisa berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, seorang CEO juga adalah wajah dari perusahaan. Jadi CEO adalah komunikator antara perusahaan dan dunia luar. Hal ini membuat CEO harus bisa konsisten dengan keputusan yang diambil untuk perusahaan.
3. Sebagai Eksekutor
Eksekutor adalah orang yang berani mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. CEO perusahaan akan sangat membutuhkan jiwa eksekutor yang baik. Sebagai CEO, keahlian eksekutor akan sangat dibutuhkan karena suatu perusahaan harus cepat mengambil langkah dan mengeksekusi ide-ide yang ada demi kelancaran bisnis. Tidak hanya itu, sebagai eksekutor, CEO harus mampu untuk memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan.
4. Sebagai Pengelola
Tidak hanya memimpin, seorang CEO harus mampu menjadi pengelola perusahaan. Pengelolaan ini tentunya juga penting untuk berjalannya perusahaan. Pengelolaan yang dimaksud adalah mengelola bagaimana perusahaan mendapatkan pendanaan, material produksi, hingga ke proses pemasaran. Tentu saja akan ada tim divisi di perusahaan yang akan membantu CEO melaksanakan tugasnya. Tetapi seorang CEO akan jauh lebih baik ketika memiliki kontrol dan memahami setiap proses perusahaan dari hulu ke hilir.
Tips dan Cara Menjadi CEO Perusahaan
Ingin Menjadi CEO? Beginilah Caranya Menurut LinkedIn
1. Membangun Tim yang Solid
Sebuah tim yang solid tidak terjadi begitu saja, ada peran CEO yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, seorang CEO harus dapat menjadi jembatan penghubung antara para pegawai dengan dewan direksi dalam perusahaan.
2. Selalu Mewakili Perusahaan
Peran CEO menjadi sangat penting ketika berurusan dengan kualitas produk dan citra perusahaan yang diwakilinya. Dapat dikatakan bahwa seorang CEO adalah wajah dari suatu perusahaan, sehingga keberadaan CEO di publik akan sangat berpengaruh pada opini publik terhadap suatu produk atau perusahaan.
3. Mengalokasi Anggaran Belanja dengan Baik
Rencana investasi finansial suatu perusahaan harus melalui proses analisis dan evaluasi, sehingga distribusi anggaran belanja suatu proyek menjadi tepat sasaran. Proses tersebut merupakan tanggung jawab seorang CEO, sehingga risiko dan keuntungan perusahaan di masa depan menjadi tanggung jawab seorang Chief Executive Officer.
4. Membangun Budaya Kerja yang Positif
Kondisi lingkungan kerja dalam suatu perusahaan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan seorang CEO. Setiap pesan yang disampaikan CEO kepada karyawannya akan sangat bermakna dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan perusahaan. Selain itu, CEO juga harus mengetahui dan dan dapat meneliti apa yang sedang terjadi di perusahaan terkait masalah kepegawaian karena akan berpengaruh pada budaya kerja.
Karyawan akan lebih senang ketika seorang CEO benar-benar terlibat dalam proses perusahaan karena CEO adalah wajah dari perusahaan.
Sumber :
https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/apa-itu-ceo-bagaimana-tugas-ceo-sebuah-perusahaan/
Monday, August 24, 2020
7 Roles
PLAY YOUR ROLES WELL
Todd Davis
September 2017
Leadership
Have you ever found that success in one area of your life comes at the expense of another area? If so, you may be feeling out of balance or even guilty. Or maybe you’ve neglected a role so long that it’s caused severe relationship damage. Almost everyone I know is challenged by balancing all the critical and important roles they play.
On a recent business trip to New York City, I was lucky enough to see a Broadway play one evening. In line for a ticket, I noticed a play review tacked on the window at will call. The critic had given the lead a 5-star rating: “She authentically embodies the most important qualities of the character.” It made me wonder, what if the important people in my life were to write a review of my performance in each role I play? How many stars would they give me?
Too often, it’s only at life’s meaningful milestones—birthdays, funerals, graduations, etc.—that we deeply reflect on our relationships and the impact our “performance” has on them. Below are three ways you can balance the roles you play and really focus on the relationships that matters most.
1. Identify Your Roles.
Choose the most important roles you play at work and home. Mine include father, son, executive, business coach, spouse, and volunteer. Focus on no more than 5-7 roles at any given time—the only thing that comes from working on too many at once is mediocrity and frustration.
2. Determine Your Contribution in Each Role.
Try not to think of your roles in terms of “to-do” lists. Roles are never just about what you do, but are ways through which you express who you are. If a critic were to write a review of your performance, how would they describe your character? Would your actions align with your values? Become your own critic and write a statement for each role describing how you want to be in that role and the contribution you want to make. For example,
Parent: I will create a place of unconditional love so my kids can express their full potential.
Leader: I will develop and prepare our company’s next generation of leaders.
Project Manager: I will be the person others come to when they want it done right.
Friend: I will listen patiently without judgment, be supportive, and forgive when needed.
3. Get Feedback.
Once you have written a statement for each role, identify 1-2 people you influence most when you’re in each role—people whom you trust and from whom you would feel comfortable getting feedback. Share your contribution statement with each one and ask, From your perspective, what am I doing well? Where am I getting stuck? What might I do more of or less of to earn a 5-star rating? Once you have everyone’s feedback, identify a few actions you will start today to Play Your Roles Well.
When you take a regular inventory of your roles to ensure you’re focused and that you’re making progress toward a meaningful contribution in each one, you will be rewarded with a greater sense of balance, purpose and fulfillment—and your relationships will strengthen as a result.
Sumber: https://www.franklincovey.com/blog/2017/9/29/play_your_roles_well.html#sthash.4khmpEuy.dpuf
Todd Davis
September 2017
Leadership
Have you ever found that success in one area of your life comes at the expense of another area? If so, you may be feeling out of balance or even guilty. Or maybe you’ve neglected a role so long that it’s caused severe relationship damage. Almost everyone I know is challenged by balancing all the critical and important roles they play.
On a recent business trip to New York City, I was lucky enough to see a Broadway play one evening. In line for a ticket, I noticed a play review tacked on the window at will call. The critic had given the lead a 5-star rating: “She authentically embodies the most important qualities of the character.” It made me wonder, what if the important people in my life were to write a review of my performance in each role I play? How many stars would they give me?
Too often, it’s only at life’s meaningful milestones—birthdays, funerals, graduations, etc.—that we deeply reflect on our relationships and the impact our “performance” has on them. Below are three ways you can balance the roles you play and really focus on the relationships that matters most.
1. Identify Your Roles.
Choose the most important roles you play at work and home. Mine include father, son, executive, business coach, spouse, and volunteer. Focus on no more than 5-7 roles at any given time—the only thing that comes from working on too many at once is mediocrity and frustration.
2. Determine Your Contribution in Each Role.
Try not to think of your roles in terms of “to-do” lists. Roles are never just about what you do, but are ways through which you express who you are. If a critic were to write a review of your performance, how would they describe your character? Would your actions align with your values? Become your own critic and write a statement for each role describing how you want to be in that role and the contribution you want to make. For example,
Parent: I will create a place of unconditional love so my kids can express their full potential.
Leader: I will develop and prepare our company’s next generation of leaders.
Project Manager: I will be the person others come to when they want it done right.
Friend: I will listen patiently without judgment, be supportive, and forgive when needed.
3. Get Feedback.
Once you have written a statement for each role, identify 1-2 people you influence most when you’re in each role—people whom you trust and from whom you would feel comfortable getting feedback. Share your contribution statement with each one and ask, From your perspective, what am I doing well? Where am I getting stuck? What might I do more of or less of to earn a 5-star rating? Once you have everyone’s feedback, identify a few actions you will start today to Play Your Roles Well.
When you take a regular inventory of your roles to ensure you’re focused and that you’re making progress toward a meaningful contribution in each one, you will be rewarded with a greater sense of balance, purpose and fulfillment—and your relationships will strengthen as a result.
Sumber: https://www.franklincovey.com/blog/2017/9/29/play_your_roles_well.html#sthash.4khmpEuy.dpuf
Tuesday, July 7, 2020
7 Tips Efektif Mengembangkan Bisnis Konsultan
Bisnis konsultan merupakan salah satu bisnis yang paling banyak dicari saat ini. Banyak perusahaan, dari berbagai industri, mengandalkan jasa konsultan untuk membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi atau membantu meningkatkan berbagai aspek dalam bisnis mereka, seperti penjualan, customer retention, keuntungan, branding, dan lain-lain.
Meskipun banyak dicari, namun memenangkan kompetisi dalam usaha jasa konsultan tidaklah mudah. Perusahaan-perusahaan akan selalu memilih jasa konsultan yang dapat diandalkan, memiliki reputasi yang baik, dan menawarkan nilai tambah. Jika Anda ingin menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan ini, maka Anda harus menjadikan bisnis Anda outstanding dibandingkan kompetitor Anda. Berikut ini adalah beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis konsultan Anda.
1. Kenali Klien Anda dengan Baik
Menjaga hubungan yang baik dengan klien adalah salah satu hal utama dalam bisnis konsultan. Sebelum Anda memberikan jasa konsultasi pada klien Anda, sebaiknya Anda benar-benar mengenali siapa mereka. Ketahui posisi apa yang mereka pegang di perusahaan dan pahami kebutuhan mereka secara detail.
Untuk memudahkan Anda menyimpan data klien seperti nama perusahaan, alamat, kontak, kebutuhan detail, agen yang bertanggung jawab menangani, dan lain-lain, pertimbangkan untuk menggunakan sistem CRM. Sistem ini juga membantu Anda melacak status prospek, menjadwalkan meeting, memberikan tugas kepada agen, menentukan kapan untuk follow up, membuat dan mengirim penawaran, dan masih banyak lagi.
Mengenal klien dengan baik akan memudahkan Anda memberikan solusi yang tepat bagi masalah mereka. Terlebih lagi, ini akan memberikan mereka kesan yang baik dan membuat mereka merasa dihormati oleh Anda.
2. Jual Hasil, Bukan Jasa Anda
Jika Anda menentukan harga per jam, maka Anda akan dipandang sebagai komoditas. Alih-alih menentukan harga per jam atau setiap kali pertemuan (seperti kebanyakan konsultan), mengapa Anda tidak menentukan harga berdasarkan hasil akhir?
Dengan cara tersebut, Anda justru bisa menentukan harga lebih tinggi, karena ada nilai tambah yang dapat Anda tawarkan kepada klien Anda. Ini juga dapat meningkatkan reputasi Anda, karena Anda akan dikenal sebagai konsultan yang menjual hasil nyata ketimbang jasa.
3. Tingkatkan Penilaian Baik dari Klien
Anda seharusnya tidak terlalu fokus pada keuntungan Anda. Tentu meraih keuntungan itu penting, namun mempertahankan hubungan yang baik dengan klien (dan menambah daftarnya) juga tidak kalah penting, jadi sebaiknya Anda fokus kepada hal ini. Penting untuk selalu memastikan kepuasan klien, karena ini akan berpengaruh pada reputasi bisnis konsultan Anda.
Untuk alasan praktis dan politis, banyak bisnis yang memutuskan untuk tetap menyewa konsultan yang sama secara berulang. Jadi, jangan ambil risiko yang dapat menyebabkan Anda kehilangan klien.
4. Ketahui Apa yang Kompetitor Anda Lakukan
Anda boleh puas dengan apa yang sudah Anda hasilkan saat ini, namun Anda tetap perlu waspada terhadap kompetitor Anda. Ketimbang fokus untuk mengalahkan kompetitor, Anda justru sebaiknya belajar dari mereka. Ketahui apa yang membuat bisnis konsultan mereka terus berkembang. Apa saja nilai tambah yang mereka berikan untuk klien? Apa saja strategi pemasaran yang mereka jalani?
Tidak ada salahnya untuk meniru apa yang kompetitor Anda lakukan. Anda mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik. Ketahui juga kekurangan yang dimiliki oleh kompetitor Anda (apa yang mereka tidak punya, namun Anda punya). Anda mungkin bisa menjadikan itu sebagai daya jual bisnis konsultan Anda.
5. Temukan Partner Bisnis yang Tepat
Tidak peduli betapa sukses bisnis Anda, Anda tetap membutuhkan seorang partner untuk mengembangkan usaha jasa konsultan Anda. Seorang partner yang andal dan terpercaya dapat membantu membangun branding bisnis Anda. Jika saat ini Anda belum menemukannya, maka cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan memperluas jaringan bisnis.
Anda dapat membuat partnership program dan memasarkannya secara digital. Izinkan orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program ini. Temui mereka secara langsung untuk mendiskusikan apa yang Anda dan calon partner Anda dapat lakukan untuk saling membantu membangun usaha masing-masing.
6. Buat Konten Menarik tentang Bisnis Konsultan Anda
Buat konten menarik yang berkaitan dengan usaha jasa konsultasi Anda tidak hanya di situs web, tetapi juga akun media sosial Anda. Lakukan ini secara berkala untuk engagement yang lebih efektif. Bila perlu, pasang iklan berbayar untuk konten Anda tersebut agar menjangkau lebih banyak prospek.
Anda dapat menyediakan tips bagi bisnis yang sedang mencari jasa konsultan atau jenis-jenis konten lainnya yang bersifat relevan dan shareable. Selain rajin memasang konten di situs web dan media sosial, pertimbangkan juga untuk mengirim newsletter secara teratur kepada pelanggan konten Anda. Sistem marketing automation dapat memudahkan Anda mengirim newsletter dan email campaign kepada prospek dan klien Anda serta menyediakan laporan analitik lengkap mengenai open rate, click rate, bounce rate, dan sebagainya.
7. Selenggarakan Seminar/Event Anda Sendiri
Menyelenggarakan acara seperti seminar dapat membantu bisnis Anda mendapatkan perhatian besar dari publik, tergantung bagaimana Anda menyajikan acara tersebut. Di sini lah Anda dapat secara langsung memperkenalkan bisnis konsultan Anda kepada calon klien Anda. Anda dapat mengundang peserta dalam jumlah banyak dan mengizinkan media untuk meliput acara tersebut untuk mendapatkan exposure yang lebih besar.
Sumber :
https://www.hashmicro.com/id/blog/7-tips-efektif-mengembangkan-bisnis-konsultan/
Meskipun banyak dicari, namun memenangkan kompetisi dalam usaha jasa konsultan tidaklah mudah. Perusahaan-perusahaan akan selalu memilih jasa konsultan yang dapat diandalkan, memiliki reputasi yang baik, dan menawarkan nilai tambah. Jika Anda ingin menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan ini, maka Anda harus menjadikan bisnis Anda outstanding dibandingkan kompetitor Anda. Berikut ini adalah beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis konsultan Anda.
1. Kenali Klien Anda dengan Baik
Menjaga hubungan yang baik dengan klien adalah salah satu hal utama dalam bisnis konsultan. Sebelum Anda memberikan jasa konsultasi pada klien Anda, sebaiknya Anda benar-benar mengenali siapa mereka. Ketahui posisi apa yang mereka pegang di perusahaan dan pahami kebutuhan mereka secara detail.
Untuk memudahkan Anda menyimpan data klien seperti nama perusahaan, alamat, kontak, kebutuhan detail, agen yang bertanggung jawab menangani, dan lain-lain, pertimbangkan untuk menggunakan sistem CRM. Sistem ini juga membantu Anda melacak status prospek, menjadwalkan meeting, memberikan tugas kepada agen, menentukan kapan untuk follow up, membuat dan mengirim penawaran, dan masih banyak lagi.
Mengenal klien dengan baik akan memudahkan Anda memberikan solusi yang tepat bagi masalah mereka. Terlebih lagi, ini akan memberikan mereka kesan yang baik dan membuat mereka merasa dihormati oleh Anda.
2. Jual Hasil, Bukan Jasa Anda
Jika Anda menentukan harga per jam, maka Anda akan dipandang sebagai komoditas. Alih-alih menentukan harga per jam atau setiap kali pertemuan (seperti kebanyakan konsultan), mengapa Anda tidak menentukan harga berdasarkan hasil akhir?
Dengan cara tersebut, Anda justru bisa menentukan harga lebih tinggi, karena ada nilai tambah yang dapat Anda tawarkan kepada klien Anda. Ini juga dapat meningkatkan reputasi Anda, karena Anda akan dikenal sebagai konsultan yang menjual hasil nyata ketimbang jasa.
3. Tingkatkan Penilaian Baik dari Klien
Anda seharusnya tidak terlalu fokus pada keuntungan Anda. Tentu meraih keuntungan itu penting, namun mempertahankan hubungan yang baik dengan klien (dan menambah daftarnya) juga tidak kalah penting, jadi sebaiknya Anda fokus kepada hal ini. Penting untuk selalu memastikan kepuasan klien, karena ini akan berpengaruh pada reputasi bisnis konsultan Anda.
Untuk alasan praktis dan politis, banyak bisnis yang memutuskan untuk tetap menyewa konsultan yang sama secara berulang. Jadi, jangan ambil risiko yang dapat menyebabkan Anda kehilangan klien.
4. Ketahui Apa yang Kompetitor Anda Lakukan
Anda boleh puas dengan apa yang sudah Anda hasilkan saat ini, namun Anda tetap perlu waspada terhadap kompetitor Anda. Ketimbang fokus untuk mengalahkan kompetitor, Anda justru sebaiknya belajar dari mereka. Ketahui apa yang membuat bisnis konsultan mereka terus berkembang. Apa saja nilai tambah yang mereka berikan untuk klien? Apa saja strategi pemasaran yang mereka jalani?
Tidak ada salahnya untuk meniru apa yang kompetitor Anda lakukan. Anda mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik. Ketahui juga kekurangan yang dimiliki oleh kompetitor Anda (apa yang mereka tidak punya, namun Anda punya). Anda mungkin bisa menjadikan itu sebagai daya jual bisnis konsultan Anda.
5. Temukan Partner Bisnis yang Tepat
Tidak peduli betapa sukses bisnis Anda, Anda tetap membutuhkan seorang partner untuk mengembangkan usaha jasa konsultan Anda. Seorang partner yang andal dan terpercaya dapat membantu membangun branding bisnis Anda. Jika saat ini Anda belum menemukannya, maka cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan memperluas jaringan bisnis.
Anda dapat membuat partnership program dan memasarkannya secara digital. Izinkan orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program ini. Temui mereka secara langsung untuk mendiskusikan apa yang Anda dan calon partner Anda dapat lakukan untuk saling membantu membangun usaha masing-masing.
6. Buat Konten Menarik tentang Bisnis Konsultan Anda
Buat konten menarik yang berkaitan dengan usaha jasa konsultasi Anda tidak hanya di situs web, tetapi juga akun media sosial Anda. Lakukan ini secara berkala untuk engagement yang lebih efektif. Bila perlu, pasang iklan berbayar untuk konten Anda tersebut agar menjangkau lebih banyak prospek.
Anda dapat menyediakan tips bagi bisnis yang sedang mencari jasa konsultan atau jenis-jenis konten lainnya yang bersifat relevan dan shareable. Selain rajin memasang konten di situs web dan media sosial, pertimbangkan juga untuk mengirim newsletter secara teratur kepada pelanggan konten Anda. Sistem marketing automation dapat memudahkan Anda mengirim newsletter dan email campaign kepada prospek dan klien Anda serta menyediakan laporan analitik lengkap mengenai open rate, click rate, bounce rate, dan sebagainya.
7. Selenggarakan Seminar/Event Anda Sendiri
Menyelenggarakan acara seperti seminar dapat membantu bisnis Anda mendapatkan perhatian besar dari publik, tergantung bagaimana Anda menyajikan acara tersebut. Di sini lah Anda dapat secara langsung memperkenalkan bisnis konsultan Anda kepada calon klien Anda. Anda dapat mengundang peserta dalam jumlah banyak dan mengizinkan media untuk meliput acara tersebut untuk mendapatkan exposure yang lebih besar.
Sumber :
https://www.hashmicro.com/id/blog/7-tips-efektif-mengembangkan-bisnis-konsultan/
Bagaimana Memulai Bisnis Konsultasi
Bagaimana Memulai Bisnis Konsultasi - Dengan Penghasilan Tinggi
Apakah Anda ingin tahu bagaimana memulai bisnis konsultasi? Bagi banyak profesional, jasa konsultasi terdengar seperti pilihan karir yang menarik. Ada banyak fleksibilitas dalam bekerja dan bisa jadi dengan gaji tinggi. Dalam beberapa kasus, ada juga banyak perjalanan yang terlibat.
Tapi apa artinya menjadi konsultan, dan bagaimana Anda tahu apakah itu tepat untuk Anda? Panduan ini memberikan gambaran umum tentang konsultasi, pro dan kontra, Pilihan jalur karier Anda sebagai konsultan, dan apa yang diperlukan untuk menjadi konsultan berpenghasilan tinggi.
Start a Consulting Business
Apa yang Konsultan Lakukan?
Umumnya, konsultan adalah penasihat yang dipekerjakan oleh bisnis sehingga mereka dapat mencapai tujuan tertentu. Karena apa yang berada dalam ranah "konsultan" tidak jelas, konsultan dapat membantu bisnis dalam hampir semua aspek operasi mereka, apakah itu efisiensi, keuntungan, atau penjualan.
Mereka bahkan dapat membantu dalam area yang kurang berorientasi bisnis seperti desain, moral, pengembangan pribadi karyawan, kreativitas, dan keragaman perusahaan. Besarnya peluang dibidang konsultasi mungkin adalah salah satu alasan mengapa ini adalah pilihan karir yang menarik bagi banyak profesional. Di Amerika Serikat, untuk konsultasi manajemen saja, ada lebih dari 700.000 pekerjaan, sebuah angka yang diproyeksikan tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada kebanyakan pekerjaan.
Meluncurkan bisnis konsultasi memiliki keuntungan yang adil. Konsultan sering memiliki otonomi untuk memilih proyek dan klien mereka sendiri, sehingga memungkinkan mereka mengatasi masalah dan tantangan yang mereka anggap paling menarik. Margin keuntungan juga bisa tinggi, karena Anda akan menyediakan keahlian yang tidak dimiliki klien Anda di rumah, ditambah biaya operasional bisa rendah jika Anda tidak memerlukan terlalu banyak staf tambahan atau peralatan.
Tapi ada beberapa biaya yang harus dibayar untuk keuntungan ini. Karena konsultasi bisa menarik begitu banyak orang, dan ini bisa sangat kompetitif. Ini akan membutuhkan banyak usaha untuk bisa menonjol dari konsultan lain dengan layanan serupa. Ini artinya akan sulit mendapatkan arus klien yang konsisten.
Selain itu, sama seperti bisnis lainnya yang anda memulai sendiri, pada awalnya Anda harus melakukan banyak kerja keras diluar dari pekerjaan itu sendiri. Bersiaplah untuk menjawab telepon, jadilah satu-satunya tenaga penjual, berikan dukungan klien, dan jadilah Kepala Pemasaran juga. Bersiaplah untuk menginvestasikan waktu berjam-jam, paling tidak selama awal bisnis konsultasi Anda.
Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi Konsultan
Ada beberapa persyaratan khusus untuk menjadi konsultan, tapi Anda akan melihat bahwa kebanyakan dari syarat tersebut bersifat informal atau dapat dicapai dengan beberapa pelatihan. Berikut adalah beberapa kualifikasi dan keterampilan yang Anda perlukan sebelum memulai:
Keahlian yang berharga. Karena Anda akan memanfaatkan keahlian Anda, pasti ada sesuatu di latar belakang dan pengalaman Anda yang membuktikan nilai yang akan Anda berikan. Misalnya, jika Anda ingin menjadi konsultan keragaman perusahaan, apakah Anda memiliki latar belakang sosiologi atau antropologi atau, paling tidak, apakah Anda memiliki pengalaman dalam program keragaman? Jika Anda berencana untuk bekerja sebagai konsultan penjualan, apakah Anda memimpin tim penjualan dan apakah Anda memiliki pengalaman dalam meningkatkan penjualaan hingga mencapai angka yang signifikan? Apakah Anda menulis buku tentang masalah yang klien anda miliki? Meskipun Anda tidak perlu memiliki gelar tertentu untuk sebagian besar pekerjaan konsultasi, Anda harus memiliki setidaknya beberapa bukti bahwa Anda memiliki keahlian untuk menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi klien Anda.
Pengetahuan tentang praktik bisnis. Bahkan jika Anda berencana untuk mengerjakan proyek yang tidak berdampak langsung pada operasi bisnis, memahami bagaimana bisnis tertentu bekerja memungkinkan Anda mengarahkan kebutuhan klien Anda dengan lebih seksama. Anda akan mengerti bagaimana berbagai departemen bekerja satu sama lain, bagaimana hierarki biasanya berinteraksi, dan memperkirakan potensi masalah yang akan mengganggu usaha Anda.
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebagian besar waktu Anda akan dihabiskan untuk berkomunikasi dengan klien Anda. Anda akan mengelola harapan mereka, membujuk mereka untuk menerima solusi Anda, dan berinteraksi dengan banyak individu dan departemen yang berbeda. Kesalahpahaman tunggal dapat menyebabkan banyak kerusakan, tidak hanya untuk proyek Anda, tapi juga untuk bisnis klien Anda. Karena itu, konsultan perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi mereka tergantung konteks dan mediumnya.
Soft skill. Keterampilan lainnya diperlukan untuk menjalankan bisnis konsultasi dan bekerja dengan klien Anda, termasuk negosiasi, kolaborasi, dan organisasi. Anda akan memanfaatkan keterampilan ini secara teratur sepanjang perjalanan karir Anda.
Sertifikasi yang relevan. Beberapa konsultan memerlukan kredensial formal, baik sebagai persyaratan atau cara opsional untuk membuktikan keahlian mereka. Misalnya, konsultan manajemen bisa mendapatkan kualifikasi Konsultan Manajemen Bersertifikat, jika memenuhi kriteria seperti memiliki setidaknya lima rekomendasi klien, gelar sarjana, dan lulus tes tertulis dan lisan tertentu. Sewaktu Anda merencanakan bisnis konsultasi Anda, buat catatan tentang kredensial formal yang akan Anda perlukan saat Anda memulai bisnis.
Cara Memulai Konsultasi
Sekarang setelah Anda lebih mengenal bagaimana bisnis konsultasi bekerja, inilah langkah-langkah yang Anda butuhkan untuk memulai begitu Anda memutuskan bahwa konsultasi adalah jalan yang tepat untuk Anda.
1. Pilih pangsa pasar yang sesuai untuk anda
Ketika Anda pertama kali mempertimbangkan untuk memulai bisnis konsultasi, Anda mungkin sudah memiliki beberapa target posisi dalam benak anda. Pangsa pasar ini akan menjadi industri tempat Anda bekerja, termasuk jenis layanan yang akan Anda tawarkan dan klien yang akan Anda miliki. Biasanya, sebaiknya mulai dengan layanan yang sudah Anda ketahui dan alami, sehingga Anda bisa mulai bekerja sesegera mungkin. Semakin banyak pengalaman yang Anda miliki di industri pilihan Anda, semakin cepat Anda bisa memulai.
Jika Anda memerlukan beberapa gagasan tambahan, berikut beberapa bidang konsultasi yang bisa Anda masuki:
Konsultasi manajemen
Penjualan
Teknologi informasi, web, dan komputer
Hubungan masyarakat dan pemasaran
Keuangan dan akuntansi
Sumber daya manusia
Bisnis intelijen dan data
Konsultan proses bisnis
Seperti untuk memilih target klien Anda, cobalah untuk membuat persona pembeli yang menggambarkan karakteristik pembuat keputusan yang Anda rencanakan untuk menjual layanan Anda. Dokumen ini akan mengarahkan langkah selanjutnya, karena ini akan memberi Anda gagasan bagus tentang siapa target klien Anda dan apa potensi kebutuhan mereka.
2. Rencanakan Penawaran dan Harga Penawaran Anda
Setelah memilih target industri, Anda dapat mempersempit layanan yang akan Anda berikan, jenis masalah yang ingin Anda selesaikan untuk klien, dan sasaran yang akan Anda bantu mereka capai. Anda kemudian dapat membuat penawaran layanan yang menguraikan jenis tugas atau proyek yang dapat Anda lakukan untuk klien target Anda.
Sedangkan untuk penetapan harga, lebih dari sekedar menghitung jumlah yang akan Anda bayar, Anda juga perlu mengetahui model yang akan digunakan, entah itu berdasarkan proyek, tugas, jam, pengikut, atau kombinasi dari lebih dari satu model biaya. Untuk mengetahui tingkat awal dan model yang dapat Anda gunakan, ada banyak sumber harga di sini di Envato Tuts+, yang memberi Anda kiat untuk mengusulkan dan menegosiasikan harga Anda.
3. Dapatkan Klien Pertama Anda
Berusaha memikirkan kebutuhan semua klien target pada langkah awal akan menjadi tidak efektif. Karena itu, pada awal karir konsultasi Anda, fokus hanya untuk mendapatkan dua atau tiga klien pertama Anda.
Dengan berfokus pada mendapatkan beberapa klien pertama, usaha dan waktu Anda akan diinvestasikan untuk menghasilkan penjualan dan membangun hubungan pertama Anda dengan pelanggan. Ini akan mencegah Anda dari terlalu banyak memiliki focus pekerjaan yang sering menjadi kecenderungan umum bagi pengusaha yang mencoba untuk mendapatkan usaha baru dari lapangan.
Sumber :
https://business.tutsplus.com/id/tutorials/how-to-start-a-consulting-business-with-high-earnings--cms-26523
Apakah Anda ingin tahu bagaimana memulai bisnis konsultasi? Bagi banyak profesional, jasa konsultasi terdengar seperti pilihan karir yang menarik. Ada banyak fleksibilitas dalam bekerja dan bisa jadi dengan gaji tinggi. Dalam beberapa kasus, ada juga banyak perjalanan yang terlibat.
Tapi apa artinya menjadi konsultan, dan bagaimana Anda tahu apakah itu tepat untuk Anda? Panduan ini memberikan gambaran umum tentang konsultasi, pro dan kontra, Pilihan jalur karier Anda sebagai konsultan, dan apa yang diperlukan untuk menjadi konsultan berpenghasilan tinggi.
Start a Consulting Business
Apa yang Konsultan Lakukan?
Umumnya, konsultan adalah penasihat yang dipekerjakan oleh bisnis sehingga mereka dapat mencapai tujuan tertentu. Karena apa yang berada dalam ranah "konsultan" tidak jelas, konsultan dapat membantu bisnis dalam hampir semua aspek operasi mereka, apakah itu efisiensi, keuntungan, atau penjualan.
Mereka bahkan dapat membantu dalam area yang kurang berorientasi bisnis seperti desain, moral, pengembangan pribadi karyawan, kreativitas, dan keragaman perusahaan. Besarnya peluang dibidang konsultasi mungkin adalah salah satu alasan mengapa ini adalah pilihan karir yang menarik bagi banyak profesional. Di Amerika Serikat, untuk konsultasi manajemen saja, ada lebih dari 700.000 pekerjaan, sebuah angka yang diproyeksikan tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada kebanyakan pekerjaan.
Meluncurkan bisnis konsultasi memiliki keuntungan yang adil. Konsultan sering memiliki otonomi untuk memilih proyek dan klien mereka sendiri, sehingga memungkinkan mereka mengatasi masalah dan tantangan yang mereka anggap paling menarik. Margin keuntungan juga bisa tinggi, karena Anda akan menyediakan keahlian yang tidak dimiliki klien Anda di rumah, ditambah biaya operasional bisa rendah jika Anda tidak memerlukan terlalu banyak staf tambahan atau peralatan.
Tapi ada beberapa biaya yang harus dibayar untuk keuntungan ini. Karena konsultasi bisa menarik begitu banyak orang, dan ini bisa sangat kompetitif. Ini akan membutuhkan banyak usaha untuk bisa menonjol dari konsultan lain dengan layanan serupa. Ini artinya akan sulit mendapatkan arus klien yang konsisten.
Selain itu, sama seperti bisnis lainnya yang anda memulai sendiri, pada awalnya Anda harus melakukan banyak kerja keras diluar dari pekerjaan itu sendiri. Bersiaplah untuk menjawab telepon, jadilah satu-satunya tenaga penjual, berikan dukungan klien, dan jadilah Kepala Pemasaran juga. Bersiaplah untuk menginvestasikan waktu berjam-jam, paling tidak selama awal bisnis konsultasi Anda.
Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi Konsultan
Ada beberapa persyaratan khusus untuk menjadi konsultan, tapi Anda akan melihat bahwa kebanyakan dari syarat tersebut bersifat informal atau dapat dicapai dengan beberapa pelatihan. Berikut adalah beberapa kualifikasi dan keterampilan yang Anda perlukan sebelum memulai:
Keahlian yang berharga. Karena Anda akan memanfaatkan keahlian Anda, pasti ada sesuatu di latar belakang dan pengalaman Anda yang membuktikan nilai yang akan Anda berikan. Misalnya, jika Anda ingin menjadi konsultan keragaman perusahaan, apakah Anda memiliki latar belakang sosiologi atau antropologi atau, paling tidak, apakah Anda memiliki pengalaman dalam program keragaman? Jika Anda berencana untuk bekerja sebagai konsultan penjualan, apakah Anda memimpin tim penjualan dan apakah Anda memiliki pengalaman dalam meningkatkan penjualaan hingga mencapai angka yang signifikan? Apakah Anda menulis buku tentang masalah yang klien anda miliki? Meskipun Anda tidak perlu memiliki gelar tertentu untuk sebagian besar pekerjaan konsultasi, Anda harus memiliki setidaknya beberapa bukti bahwa Anda memiliki keahlian untuk menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi klien Anda.
Pengetahuan tentang praktik bisnis. Bahkan jika Anda berencana untuk mengerjakan proyek yang tidak berdampak langsung pada operasi bisnis, memahami bagaimana bisnis tertentu bekerja memungkinkan Anda mengarahkan kebutuhan klien Anda dengan lebih seksama. Anda akan mengerti bagaimana berbagai departemen bekerja satu sama lain, bagaimana hierarki biasanya berinteraksi, dan memperkirakan potensi masalah yang akan mengganggu usaha Anda.
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebagian besar waktu Anda akan dihabiskan untuk berkomunikasi dengan klien Anda. Anda akan mengelola harapan mereka, membujuk mereka untuk menerima solusi Anda, dan berinteraksi dengan banyak individu dan departemen yang berbeda. Kesalahpahaman tunggal dapat menyebabkan banyak kerusakan, tidak hanya untuk proyek Anda, tapi juga untuk bisnis klien Anda. Karena itu, konsultan perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi mereka tergantung konteks dan mediumnya.
Soft skill. Keterampilan lainnya diperlukan untuk menjalankan bisnis konsultasi dan bekerja dengan klien Anda, termasuk negosiasi, kolaborasi, dan organisasi. Anda akan memanfaatkan keterampilan ini secara teratur sepanjang perjalanan karir Anda.
Sertifikasi yang relevan. Beberapa konsultan memerlukan kredensial formal, baik sebagai persyaratan atau cara opsional untuk membuktikan keahlian mereka. Misalnya, konsultan manajemen bisa mendapatkan kualifikasi Konsultan Manajemen Bersertifikat, jika memenuhi kriteria seperti memiliki setidaknya lima rekomendasi klien, gelar sarjana, dan lulus tes tertulis dan lisan tertentu. Sewaktu Anda merencanakan bisnis konsultasi Anda, buat catatan tentang kredensial formal yang akan Anda perlukan saat Anda memulai bisnis.
Cara Memulai Konsultasi
Sekarang setelah Anda lebih mengenal bagaimana bisnis konsultasi bekerja, inilah langkah-langkah yang Anda butuhkan untuk memulai begitu Anda memutuskan bahwa konsultasi adalah jalan yang tepat untuk Anda.
1. Pilih pangsa pasar yang sesuai untuk anda
Ketika Anda pertama kali mempertimbangkan untuk memulai bisnis konsultasi, Anda mungkin sudah memiliki beberapa target posisi dalam benak anda. Pangsa pasar ini akan menjadi industri tempat Anda bekerja, termasuk jenis layanan yang akan Anda tawarkan dan klien yang akan Anda miliki. Biasanya, sebaiknya mulai dengan layanan yang sudah Anda ketahui dan alami, sehingga Anda bisa mulai bekerja sesegera mungkin. Semakin banyak pengalaman yang Anda miliki di industri pilihan Anda, semakin cepat Anda bisa memulai.
Jika Anda memerlukan beberapa gagasan tambahan, berikut beberapa bidang konsultasi yang bisa Anda masuki:
Konsultasi manajemen
Penjualan
Teknologi informasi, web, dan komputer
Hubungan masyarakat dan pemasaran
Keuangan dan akuntansi
Sumber daya manusia
Bisnis intelijen dan data
Konsultan proses bisnis
Seperti untuk memilih target klien Anda, cobalah untuk membuat persona pembeli yang menggambarkan karakteristik pembuat keputusan yang Anda rencanakan untuk menjual layanan Anda. Dokumen ini akan mengarahkan langkah selanjutnya, karena ini akan memberi Anda gagasan bagus tentang siapa target klien Anda dan apa potensi kebutuhan mereka.
2. Rencanakan Penawaran dan Harga Penawaran Anda
Setelah memilih target industri, Anda dapat mempersempit layanan yang akan Anda berikan, jenis masalah yang ingin Anda selesaikan untuk klien, dan sasaran yang akan Anda bantu mereka capai. Anda kemudian dapat membuat penawaran layanan yang menguraikan jenis tugas atau proyek yang dapat Anda lakukan untuk klien target Anda.
Sedangkan untuk penetapan harga, lebih dari sekedar menghitung jumlah yang akan Anda bayar, Anda juga perlu mengetahui model yang akan digunakan, entah itu berdasarkan proyek, tugas, jam, pengikut, atau kombinasi dari lebih dari satu model biaya. Untuk mengetahui tingkat awal dan model yang dapat Anda gunakan, ada banyak sumber harga di sini di Envato Tuts+, yang memberi Anda kiat untuk mengusulkan dan menegosiasikan harga Anda.
3. Dapatkan Klien Pertama Anda
Berusaha memikirkan kebutuhan semua klien target pada langkah awal akan menjadi tidak efektif. Karena itu, pada awal karir konsultasi Anda, fokus hanya untuk mendapatkan dua atau tiga klien pertama Anda.
Dengan berfokus pada mendapatkan beberapa klien pertama, usaha dan waktu Anda akan diinvestasikan untuk menghasilkan penjualan dan membangun hubungan pertama Anda dengan pelanggan. Ini akan mencegah Anda dari terlalu banyak memiliki focus pekerjaan yang sering menjadi kecenderungan umum bagi pengusaha yang mencoba untuk mendapatkan usaha baru dari lapangan.
Sumber :
https://business.tutsplus.com/id/tutorials/how-to-start-a-consulting-business-with-high-earnings--cms-26523
Tips Menjalankan Bisnis Konsultan Bagi Pemula
Membuka bisnis konsultan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Lantas, apa sajakah tips yang perlu dilakukan dalam menjalankan bisnis konsultan, terutama bagi pemula?
Tips menjalankan bisnis konsultan nomor satu: lengkapi dulu ceklis berikut!
Sebagai konsultan, Anda akan menjadi pihak kepercayaan perusahaan atau individu untuk memberikan nasihat terkait bidang yang Anda kuasai. Agar dapat menjadi konsultan terpercaya, ada beberapa hal yang harus Anda pastikan terlebih dahulu.
1. Apakah saya memiliki sertifikasi dan lisensi yang dibutuhkan?
Sesuai profesi yang Anda geluti, Anda mungkin membutuhkan sertifikasi atau lisensi khusus. Pastikan bahwa Anda telah memiliki sertifikat dan lisensi yang dibutuhkan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kredibilitas Anda.
2. Apakah diri saya memenuhi syarat?
Jika Anda ingin menjadi konsultan suatu bidang, pastikan bahwa Anda berwawasan luas untuk bidang tersebut. Anda juga harus siap untuk senantiasa belajar agar wawasan Anda selalu up-to-date.
3. Apakah saya cukup terorganisir?
Konsultan yang baik adalah ia yang selalu terencana, memiliki manajemen waktu yang baik, serta terorganisir. Kedisiplinan dan keteraturan adalah hal terpenting yang harus Anda miliki.
4. Apakah saya siap memperluas network?
Networking adalah salah satu resep kelanggengan bisnis konsultan! Dengan memperluas network, akan semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan klien potensial.
5. Apakah saya memiliki tujuan yang jelas?
Memiliki tujuan yang jelas membantu Anda untuk merencanakan bisnis. Jika perencanaan Anda dalam menjalankan bisnis tidak cocok dengan waktu dan energi yang dibutuhkan, ada baiknya Anda berpikir lagi untuk maju.
Menentukan target market!
Pastikan bahwa Anda memiliki klien untuk bisnis Anda. Apakah Anda akan menyasar perusahaan-perusahaan besar? Atau… apakah Anda akan lebih menjangkau badan usaha yang lebih kecil?
Menjadikan rumah sebagai kantor, bila memungkinkan
Ketika baru menjalankan bisnis, ada kemungkinan Anda tidak membutuhkan penanaman modal yang besar, termasuk untuk hal tempat bisnis Anda. Sah-sah saja lho, menjadikan rumah sebagai kantor konsultan. Selain irit biaya, bisnis Anda pun dapat menjadi lebih fleksibel. Oh ya, Anda juga tidak perlu dihantui macet-macetan di jalan karena harus berpergian ke kantor!
Memiliki karyawan atau menggunakan jasa?
Seiring dengan berkembangnya bisnis, Anda akan membutuhkan bantuan pihak lain dalam melakukan pekerjaan. Untuk beberapa pekerjaan seperti kesekretariatan, Anda bisa saja menggunakan layanan jasa. Tanyakan rekan sesama konsultan agar Anda mendapatkan referensi terpercaya.
Memiliki karyawan ketimbang menggunakan jasa bantuan bisa jadi pilihan yang tepat. Ada beberapa keuntungannya.
Pertama, Anda bisa menghemat waktu dan uang karena Anda bisa fokus melakukan pekerjaan utama, sedangkan karyawan melakukan pekerjaan lainnya. Anda juga akan terbebas dari membayar jasa layanan, apalagi ternyata jasa tersebut tidak worth it!
Kedua, Anda tidak perlu resah ketika harus meninggalkan kantor untuk beberapa saat, karena ada karyawan yang siap meng-handle kantor. Ketiga, karyawan Anda dapat memberikan perspektif lain, yang tentunya sangat berguna ketika Anda perlu mengambil keputusan.
Menentukan tarif dengan tepat
Apakah Anda akan menerapkan tarif per jam, per proyek, atau bahkan per bulan (retainer fee)? Apapun macam tarif yang Anda tentukan, jangan sampai terlalu murah juga terlalu mahal! Anda bisa melakukan riset tarif lembaga konsultan lain untuk membuat perbandingan harga.
Tips menjalankan bisnis konsultan terakhir: Menyusun strategi marketing yang jitu
Sama seperti bisnis lainnya, Anda pun perlu memasarkan bisnis agar klien terus berdatangan. Perhatikanlah metode marketing yang Anda lakukan. Kreativitas sangat diperlukan dalam memasarkan bisnis Anda.
Selalu perkaya wawasan Anda!
Hal yang paling penting, selalu perkaya wawasan Anda! Menjalankan bisnis bisa menjadi sangat dinamis, tentunya Anda harus selalu siap. Anda bisa lho, membaca berbagai artikel menarik dari Mebiso sebagai referensi menjalankan bisnis.
Sumber :
https://mebiso.com/tips-menjalankan-bisnis-konsultan-bagi-pemula/
Tips menjalankan bisnis konsultan nomor satu: lengkapi dulu ceklis berikut!
Sebagai konsultan, Anda akan menjadi pihak kepercayaan perusahaan atau individu untuk memberikan nasihat terkait bidang yang Anda kuasai. Agar dapat menjadi konsultan terpercaya, ada beberapa hal yang harus Anda pastikan terlebih dahulu.
1. Apakah saya memiliki sertifikasi dan lisensi yang dibutuhkan?
Sesuai profesi yang Anda geluti, Anda mungkin membutuhkan sertifikasi atau lisensi khusus. Pastikan bahwa Anda telah memiliki sertifikat dan lisensi yang dibutuhkan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kredibilitas Anda.
2. Apakah diri saya memenuhi syarat?
Jika Anda ingin menjadi konsultan suatu bidang, pastikan bahwa Anda berwawasan luas untuk bidang tersebut. Anda juga harus siap untuk senantiasa belajar agar wawasan Anda selalu up-to-date.
3. Apakah saya cukup terorganisir?
Konsultan yang baik adalah ia yang selalu terencana, memiliki manajemen waktu yang baik, serta terorganisir. Kedisiplinan dan keteraturan adalah hal terpenting yang harus Anda miliki.
4. Apakah saya siap memperluas network?
Networking adalah salah satu resep kelanggengan bisnis konsultan! Dengan memperluas network, akan semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan klien potensial.
5. Apakah saya memiliki tujuan yang jelas?
Memiliki tujuan yang jelas membantu Anda untuk merencanakan bisnis. Jika perencanaan Anda dalam menjalankan bisnis tidak cocok dengan waktu dan energi yang dibutuhkan, ada baiknya Anda berpikir lagi untuk maju.
Menentukan target market!
Pastikan bahwa Anda memiliki klien untuk bisnis Anda. Apakah Anda akan menyasar perusahaan-perusahaan besar? Atau… apakah Anda akan lebih menjangkau badan usaha yang lebih kecil?
Menjadikan rumah sebagai kantor, bila memungkinkan
Ketika baru menjalankan bisnis, ada kemungkinan Anda tidak membutuhkan penanaman modal yang besar, termasuk untuk hal tempat bisnis Anda. Sah-sah saja lho, menjadikan rumah sebagai kantor konsultan. Selain irit biaya, bisnis Anda pun dapat menjadi lebih fleksibel. Oh ya, Anda juga tidak perlu dihantui macet-macetan di jalan karena harus berpergian ke kantor!
Memiliki karyawan atau menggunakan jasa?
Seiring dengan berkembangnya bisnis, Anda akan membutuhkan bantuan pihak lain dalam melakukan pekerjaan. Untuk beberapa pekerjaan seperti kesekretariatan, Anda bisa saja menggunakan layanan jasa. Tanyakan rekan sesama konsultan agar Anda mendapatkan referensi terpercaya.
Memiliki karyawan ketimbang menggunakan jasa bantuan bisa jadi pilihan yang tepat. Ada beberapa keuntungannya.
Pertama, Anda bisa menghemat waktu dan uang karena Anda bisa fokus melakukan pekerjaan utama, sedangkan karyawan melakukan pekerjaan lainnya. Anda juga akan terbebas dari membayar jasa layanan, apalagi ternyata jasa tersebut tidak worth it!
Kedua, Anda tidak perlu resah ketika harus meninggalkan kantor untuk beberapa saat, karena ada karyawan yang siap meng-handle kantor. Ketiga, karyawan Anda dapat memberikan perspektif lain, yang tentunya sangat berguna ketika Anda perlu mengambil keputusan.
Menentukan tarif dengan tepat
Apakah Anda akan menerapkan tarif per jam, per proyek, atau bahkan per bulan (retainer fee)? Apapun macam tarif yang Anda tentukan, jangan sampai terlalu murah juga terlalu mahal! Anda bisa melakukan riset tarif lembaga konsultan lain untuk membuat perbandingan harga.
Tips menjalankan bisnis konsultan terakhir: Menyusun strategi marketing yang jitu
Sama seperti bisnis lainnya, Anda pun perlu memasarkan bisnis agar klien terus berdatangan. Perhatikanlah metode marketing yang Anda lakukan. Kreativitas sangat diperlukan dalam memasarkan bisnis Anda.
Selalu perkaya wawasan Anda!
Hal yang paling penting, selalu perkaya wawasan Anda! Menjalankan bisnis bisa menjadi sangat dinamis, tentunya Anda harus selalu siap. Anda bisa lho, membaca berbagai artikel menarik dari Mebiso sebagai referensi menjalankan bisnis.
Sumber :
https://mebiso.com/tips-menjalankan-bisnis-konsultan-bagi-pemula/
Tips dan Strategi Marketing Instagram untuk Bisnis Jasa
Marketing bisnis jasa cukup menantang, terutama saat dilakukan pada platform visual seperti Instagram. Lantas, bagaimanakah tips dan strategi marketing Instagram untuk bisnis jasa?
Tips dan strategi marketing Instagram untuk bisnis jasa: susah-susah gampang!
Produk adalah hasil akhir yang ditawarkan oleh pelaku bisnis, sehingga lebih mudah untuk memasarkannya. Pelaku bisnis jasa kerap bingung, bagaimana caranya memasarkan jasa yang sejatinya tidak nyata bentuknya?
Bisnis produk dan bisnis jasa pada dasarnya memiliki tantangannya masing-masing dalam menyusun strategi. Semuanya bergantung pada kreativitas marketers, apakah bisa menciptakan konten yang mudah menarik customer?
Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan dalam memasarkan jasa Anda.
Tunjukkan keahlian Anda
Tunjukkan bahwa Anda sangat menguasai bidang yang Anda tekuni. Anda bisa melakukannya dengan membagikan saran yang berguna, misalnya berbagai tips, hacks, atau cara cepat melakukan sesuatu.
Sebagian orang ragu-ragu untuk berbagi hal yang mereka ketahui. Mereka berpikiran, orang-orang juga telah mengetahui apa yang ingin dibagikan.
Hey, ada orang-orang yang sama sekali tidak tahu-menahu dan sangat membutuhkan tips Anda, lho. Mereka ini dapat menjadi klien potensial Anda. Selain itu, sebagai seorang yang ahli, wawasan Anda tentunya lebih banyak dibandingkan mereka yang bukan.
Bagikan kisah inspiratif
Semua orang suka inspirasi! Konten-konten inspiratif seperti kisah sukses dapat meningkatkan postingan Anda to the next level.
Anda dapat berbagi kisah sukses Anda selama menjalankan bisnis atau kisah klien yang terbantu oleh jasa yang Anda tawarkan. Akan lebih mantap lagi jika Anda dapat memberikan gambar before dan after atau gambar sebelum dan sesudah pencapaian. Dijamin, kisah sukses Anda akan menarik perhatian orang banyak!
Bagikan kutipan penuh motivasi
Selain lewat kisah sukses, bagikan inspirasi untuk followers Anda melalui kutipan-kutipan atau quotes motivasional. Tips ini terhitung ampuh, terutama jika Anda ingin meningkatkan engagement dengan followers. Alasannya, quotes merupakan salah satu jenis konten yang tingkat engagement–nya tinggi, lho.
Ciptakan senyuman dengan candaan
Sense of humor is important! Anda dapat membuat konten-konten yang menarik perhatian dengan memberikan unsur humor. Anda dapat memposting gambar atau video yang lucu, bisa juga memberikan jokes atau candaan.
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pastikan jokes Anda juga dapat dipahami siapa saja, termasuk orang-orang di luar industri Anda. Selain itu jangan buat candaan jahat yang justru dapat menjerumuskan Anda!
Tunjukkan proses di balik bisnis
Perlihatkan proses-proses yang Anda jalankan. Misalnya saja, Anda dapat memperlihatkan hal-hal yang Anda lakukan ketika mendapatkan klien baru.
Sama halnya dengan kisah sukses, gambar before-after dapat menonjolkan kekuatan dari bisnis Anda, jika dibandingkan dengan bisnis lainnya di industri yang sama. Anda dapat menyisipkan video in-between atau video yang memperlihatkan loncatan dari before sampai after, untuk semakin menonjolkan nilai plus.
Solusi adalah kunci!
Pikir lebih luas: brand Anda dapat menawarkan lebih dari sekadar jasa. Pengguna medsos kerap mencari konten kaya manfaat yang dapat mereka terapkan di kehidupan.
Ini adalah peluang yang dapat Anda manfaatkan untuk mengembangkan brand. Jasa Anda dapat memberikan manfaat bagi lifestyle atau gaya hidup yang dibutuhkan para pengguna medsos. Padukan pesan-pesan inspiratif dengan gambar yang sesuai, Anda dapat menyusun konten yang ciamik.
Anda dapat mencontoh @jouska_id yang menawarkan jasa financial adviser atau penasihat finansial. Jouska kerap membuat konten tentang pendidikan finansial, sehingga siapapun yang mem-follow dapat bertambah wawasan dan kemampuannya dalam mengelola keuangan.
Sumber :
https://mebiso.com/tips-dan-strategi-marketing-instagram-untuk-bisnis-jasa/
Tips dan strategi marketing Instagram untuk bisnis jasa: susah-susah gampang!
Produk adalah hasil akhir yang ditawarkan oleh pelaku bisnis, sehingga lebih mudah untuk memasarkannya. Pelaku bisnis jasa kerap bingung, bagaimana caranya memasarkan jasa yang sejatinya tidak nyata bentuknya?
Bisnis produk dan bisnis jasa pada dasarnya memiliki tantangannya masing-masing dalam menyusun strategi. Semuanya bergantung pada kreativitas marketers, apakah bisa menciptakan konten yang mudah menarik customer?
Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan dalam memasarkan jasa Anda.
Tunjukkan keahlian Anda
Tunjukkan bahwa Anda sangat menguasai bidang yang Anda tekuni. Anda bisa melakukannya dengan membagikan saran yang berguna, misalnya berbagai tips, hacks, atau cara cepat melakukan sesuatu.
Sebagian orang ragu-ragu untuk berbagi hal yang mereka ketahui. Mereka berpikiran, orang-orang juga telah mengetahui apa yang ingin dibagikan.
Hey, ada orang-orang yang sama sekali tidak tahu-menahu dan sangat membutuhkan tips Anda, lho. Mereka ini dapat menjadi klien potensial Anda. Selain itu, sebagai seorang yang ahli, wawasan Anda tentunya lebih banyak dibandingkan mereka yang bukan.
Bagikan kisah inspiratif
Semua orang suka inspirasi! Konten-konten inspiratif seperti kisah sukses dapat meningkatkan postingan Anda to the next level.
Anda dapat berbagi kisah sukses Anda selama menjalankan bisnis atau kisah klien yang terbantu oleh jasa yang Anda tawarkan. Akan lebih mantap lagi jika Anda dapat memberikan gambar before dan after atau gambar sebelum dan sesudah pencapaian. Dijamin, kisah sukses Anda akan menarik perhatian orang banyak!
Bagikan kutipan penuh motivasi
Selain lewat kisah sukses, bagikan inspirasi untuk followers Anda melalui kutipan-kutipan atau quotes motivasional. Tips ini terhitung ampuh, terutama jika Anda ingin meningkatkan engagement dengan followers. Alasannya, quotes merupakan salah satu jenis konten yang tingkat engagement–nya tinggi, lho.
Ciptakan senyuman dengan candaan
Sense of humor is important! Anda dapat membuat konten-konten yang menarik perhatian dengan memberikan unsur humor. Anda dapat memposting gambar atau video yang lucu, bisa juga memberikan jokes atau candaan.
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pastikan jokes Anda juga dapat dipahami siapa saja, termasuk orang-orang di luar industri Anda. Selain itu jangan buat candaan jahat yang justru dapat menjerumuskan Anda!
Tunjukkan proses di balik bisnis
Perlihatkan proses-proses yang Anda jalankan. Misalnya saja, Anda dapat memperlihatkan hal-hal yang Anda lakukan ketika mendapatkan klien baru.
Sama halnya dengan kisah sukses, gambar before-after dapat menonjolkan kekuatan dari bisnis Anda, jika dibandingkan dengan bisnis lainnya di industri yang sama. Anda dapat menyisipkan video in-between atau video yang memperlihatkan loncatan dari before sampai after, untuk semakin menonjolkan nilai plus.
Solusi adalah kunci!
Pikir lebih luas: brand Anda dapat menawarkan lebih dari sekadar jasa. Pengguna medsos kerap mencari konten kaya manfaat yang dapat mereka terapkan di kehidupan.
Ini adalah peluang yang dapat Anda manfaatkan untuk mengembangkan brand. Jasa Anda dapat memberikan manfaat bagi lifestyle atau gaya hidup yang dibutuhkan para pengguna medsos. Padukan pesan-pesan inspiratif dengan gambar yang sesuai, Anda dapat menyusun konten yang ciamik.
Anda dapat mencontoh @jouska_id yang menawarkan jasa financial adviser atau penasihat finansial. Jouska kerap membuat konten tentang pendidikan finansial, sehingga siapapun yang mem-follow dapat bertambah wawasan dan kemampuannya dalam mengelola keuangan.
Sumber :
https://mebiso.com/tips-dan-strategi-marketing-instagram-untuk-bisnis-jasa/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Benarkah Hanya 3,5% Penduduk Bisa Mengubah Sebuah Negara? Pelajaran dari Erica Chenoweth tentang Kekuatan Gerakan Sipil Ada sebuah angka yan...
-
Pelajaran Psikologi Bisnis dari Lorong-Lorong Supermarket Pernahkah Anda menyadari sebuah pola yang hampir selalu sama ketika berbelanja di ...
-
Mengapa Tempat Kerja yang Rapi Belum Tentu Produktif? 5R Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tetapi Cara Membangun Budaya Improvement Ketika menden...
-
Mengapa Kita Tidak Harus Memperbaiki Semuanya Sekaligus? 80% Masalah Sering Kali Berasal dari Sebagian Kecil Penyebab Dalam dunia operasiona...
-
MANAGER adalah mereka yang berada di level middle management dan LEADER adalah mereka yang berada di posisi / hirarki puncak perusahaan...


