Dari Muda Jadi Bankir, Orang Ini Kini Paling Kaya di Venezuela
Mungkin nama Juan Carlos Escotet masih jarang terdengar di Indonesia. Namun, di Venezuela, pria berusia 59 tahun tersebut merupakan orang terkaya kedua dengan kekayaan sebesar US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 53,2 triliun (kurs Rp 14.000). Ia juga merupakan orang terkaya ke-564 menurut Forbes. Kekayaannya ini ia peroleh dari bisnis perbankan.
Di usia 17 tahun dan masih menyandang status pelajar, Juan Carlos Escotet sudah bekerja sebagai kurir Bank Banco Union. Sejak itu, ia terus menggali ilmu untuk mendirikan bank-nya sendiri.
Pada tahun 1986, Escotet mendirikan perusahaan pengelola uang bernama Casa de Bolsa Escotet Valores. Pada tahun 2001, Escotet menggabungkan Casa de Bolsa Escotet Valores dengan Banco Union.
Lalu, setelah ia menyelesaikan pendidikan S-2 nya di Universitas Miami, Escotet mendirikan bank yang ia beri nama Banesco. Banesco sendiri bermarkas di Caracas, sebuah kota di Venezuela.
Banesco ini terus berkembang hingga menjadi 'kaisar' dalam dunia perbankan di Venezuela. Pada tahun 2012, Banesco membeli Bank Banco Etcheverria seharga US$ 90 juta atau setara Rp 1,2 triliun. Kemudian pada tahun 2013, Banco Etcheverria membeli bank Abanca, bank asal Spanyol seharga US$ 1,3 miliar atau setara Rp 18,3 triliun.
Escotet terus mengembangkan sayapnya di industri perbankan. Ia memiliki peran penting dalam industri perbankan Venezuela. Hingga saat ini, Banesco telah beroperasi di sejumlah negara, yakni Panama, Republik Dominika, Puerto Riko, Kolombia, dan Amerika Serikat.
Selain itu, ia juga memiliki perusahaan asuransi bernama Banesco Seguros, yang menyediakan asuransi yang cukup besar untuk masyarakat Venezuela.
Juan Carlos Escotet juga merupakan ayah dari 4 anak laki-laki. Keempat anaknya tersebut juga bekerja dalam Banesco. Di kesehariannya, ia gemar olah raga dan rekreasi.
Sumber :
https://finance.detik.com/sosok/d-4602002/dari-muda-jadi-bankir-orang-ini-kini-paling-kaya-di-venezuela
Thursday, June 27, 2019
Juan Carlos Escotet, Orang Paling Kaya di Venezuela
James Ratcliffe, Mantan Karyawan Jadi Orang Terkaya Inggris
Kisah James Ratcliffe, Mantan Karyawan Jadi Orang Terkaya Inggris
Sebagian orang Indonesia pasti belum pernah mendengar nama James Ratcliffe. Dia adalah pria berusia 66 tahun yang dinobatkan sebagai orang paling kaya di Inggris.
James Ratcliffe hingga saat ini seniliar US$ 14,3 miliar. Banyak yang menilai perjalanan James Ratcliffe sangat cepat dengan hanya sekitar 25 tahun setelah dia menyudahi sebagai karyawan di sebuah perusahaan.
Pria yang akrab disapa Jim Ratcliffe ini lahir pada 18 Oktober 1952 lahir dari keluarga yang biasa saja. Ayahnya bekerja di bidang konstruksi dan ibunya seorang administrator di sebuah kantor swasta.
Awal pertama kerja, Jim langsung dikontrak oleh ExxonMobil sambil kuliah mengambil master di London School of Business. Hingga usia 35, karirnya terbilang biasa saja. Sampai pada akhirnya dirinya mendapat telepon untuk bergabung ke perusahaan modal ventura.
Di perusahaan tersebut, dirinya mendapatkan gaji yang besar serta mendapatkan mobil BMW jenis terbaru. Lalu, pada tahun 1989 dia memutuskan untuk bekerja di Advent International, selama lima tahun bekerja perusahaan tersebut menjadi besar.
Pengalaman di Advent Internasional menjadi modal bagi dirinya untuk menjalankan bisnis sendiri. Tepat di usia 40 tahun, dirinya menjadi salah satu pendiri perusahaan bernama INSPEC. Sebuah perusahaan yang bisnisnya sangat sederhana.
Perusahaan itu membeli aset berkualitas dari perusahaan dengan modal utang. "Anda tidak dapat berasumsi bahwa mereka dengan bisnis yang buruk. Kami punya beberapa bisnis yang luar biasa," kata dia seperti yang dikutip dari Intelligent Fanatics, Jumat (28/6/2019).
Sampai pada akhirnya, INSPEC berhasil membeli perusahaan asal Amerika Serikat (AS) senilai US$ 11 juta dan langsung melantai di bursa saham dengan nilai US$ 164 juta. Pada tahun 1998, INSPEC dijual seharga US$ 1 miliar dan Jim mendirikan INEOS.
Selama menakhodai INEOS, tercatat Jim Ratcliffe sudah mengakuisisi 22 perusahaan. "Salah satu kunci dalam pengembangan kami adalah membuat orang berperilaku tidak seperti karyawan. Karena jika orang berperilaku seperti pemilik bisnis, maka tidak perlu diawasi karena mereka pada umumnya berusaha keras untuk berhasil dalam bisnis yang mereka kelola," ujar dia.
Sekarang James Ratcliffe terkenal sebagai pendiri dan pemilik saham mayoritas perusahaan petrokimia INEOS. Perusahaan yang dimilikinya itu menjadi perusahaan manufaktur terbesar ketiga di dunia dengan pendapatan US$ 60 miliar dan laba US$ 7 miliar, serta memiliki 15.000 karyawan.
Sumber :
https://finance.detik.com/sosok/d-4603403/kisah-james-ratcliffe-mantan-karyawan-jadi-orang-terkaya-inggris
Sebagian orang Indonesia pasti belum pernah mendengar nama James Ratcliffe. Dia adalah pria berusia 66 tahun yang dinobatkan sebagai orang paling kaya di Inggris.
James Ratcliffe hingga saat ini seniliar US$ 14,3 miliar. Banyak yang menilai perjalanan James Ratcliffe sangat cepat dengan hanya sekitar 25 tahun setelah dia menyudahi sebagai karyawan di sebuah perusahaan.
Pria yang akrab disapa Jim Ratcliffe ini lahir pada 18 Oktober 1952 lahir dari keluarga yang biasa saja. Ayahnya bekerja di bidang konstruksi dan ibunya seorang administrator di sebuah kantor swasta.
Awal pertama kerja, Jim langsung dikontrak oleh ExxonMobil sambil kuliah mengambil master di London School of Business. Hingga usia 35, karirnya terbilang biasa saja. Sampai pada akhirnya dirinya mendapat telepon untuk bergabung ke perusahaan modal ventura.
Di perusahaan tersebut, dirinya mendapatkan gaji yang besar serta mendapatkan mobil BMW jenis terbaru. Lalu, pada tahun 1989 dia memutuskan untuk bekerja di Advent International, selama lima tahun bekerja perusahaan tersebut menjadi besar.
Pengalaman di Advent Internasional menjadi modal bagi dirinya untuk menjalankan bisnis sendiri. Tepat di usia 40 tahun, dirinya menjadi salah satu pendiri perusahaan bernama INSPEC. Sebuah perusahaan yang bisnisnya sangat sederhana.
Perusahaan itu membeli aset berkualitas dari perusahaan dengan modal utang. "Anda tidak dapat berasumsi bahwa mereka dengan bisnis yang buruk. Kami punya beberapa bisnis yang luar biasa," kata dia seperti yang dikutip dari Intelligent Fanatics, Jumat (28/6/2019).
Sampai pada akhirnya, INSPEC berhasil membeli perusahaan asal Amerika Serikat (AS) senilai US$ 11 juta dan langsung melantai di bursa saham dengan nilai US$ 164 juta. Pada tahun 1998, INSPEC dijual seharga US$ 1 miliar dan Jim mendirikan INEOS.
Selama menakhodai INEOS, tercatat Jim Ratcliffe sudah mengakuisisi 22 perusahaan. "Salah satu kunci dalam pengembangan kami adalah membuat orang berperilaku tidak seperti karyawan. Karena jika orang berperilaku seperti pemilik bisnis, maka tidak perlu diawasi karena mereka pada umumnya berusaha keras untuk berhasil dalam bisnis yang mereka kelola," ujar dia.
Sekarang James Ratcliffe terkenal sebagai pendiri dan pemilik saham mayoritas perusahaan petrokimia INEOS. Perusahaan yang dimilikinya itu menjadi perusahaan manufaktur terbesar ketiga di dunia dengan pendapatan US$ 60 miliar dan laba US$ 7 miliar, serta memiliki 15.000 karyawan.
Sumber :
https://finance.detik.com/sosok/d-4603403/kisah-james-ratcliffe-mantan-karyawan-jadi-orang-terkaya-inggris
Wednesday, June 19, 2019
Tips dari Armand Hartono
Mau Sukses Usaha dan Karier? Ini 5 Nasihat dari Putra Orang Terkaya di RI
Familiar dengan nama Armand Hartono? Dia adalah putra orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono. Saat ini, Armand tengah menjabat sebagai Vice President BCA.
Sebagai anak dari konglomerat nomor satu di Tanah Air, Armand dikenal sangat sederhana dan low profile. Dia sama sekali gak pernah terlihat mengenakan pakaian mewah, dan kendaraan seharinya pun cuma Toyota Innova.
Pria yang gemar pakai batik itu pun dikabarkan selalu makan siang di kantin bersama karyawan. Gak heran sikapnya menuai banyak pujian dan apresiasi dari para karyawan BCA.
Selain hidup sederhana, Armand Hartono juga sangat inspiratif. Dia cukup sering memberikan kuliah umum dalam dunia bisnis atau karier di berbagai event besar.
Berikut adalah sedikit nasihat dari Armand Hartono yang bisa kamu jadikan pelajaran, baik untuk karier, kepemimpinan, maupun bisnis. Yuk simak ulasannya.
1. Pahami kenapa kamu harus kerja
Kalimat yang diucapkan Armand Hartono dalam gelaran GDP ICON 2018 ini sejatinya ditujukan agar kita bisa memahami bagaimana tantangan di masa depan. Seiring dengan berkembangnya waktu, maka business model dari sebuah perusahaan juga akan mengalami perkembangan dengan lebih cepat.
Lantas gimana kalau kita cuma kerja-kerja saja? Selama-lamanya ya bakal seperti itu.
Makanya, pahami dulu dong tentang apa yang kamu kerjakan. Cobalah untuk bisa memberikan kontribusi berlebih. Siapa tahu kariermu bisa terupgrade juga kan.
2. Belajar dari Kungfu Panda
Pernyataan itu disampaikan Armand Hartono ketika mengutip pernyataan Master Shifu dari film Kungfu Panda di GDP ICON 2018.
Jadi, kalau kita gak punya budaya belajar, maka dalam dua atau tiga tahun, perusahaan yang kamu pimpin akan stagnan. Hal itupun diaplikasikan olehnya untuk memimpin BCA.
Ya memang benar tentunya, mengerjakan suatu hal baru yang belum dicoba memang sulit. Kadang hal itu pun bisa bikin kita frustrasi.
Tapi sadar gak sih kalau itu adalah proses belajar. Jika kita akhirnya berhasil maka ilmu kita pun nambah bukan?
3. Kata Armand Hartono, jangan repot-repot berpikir untuk menciptakan sesuatu yang gak ada di dunia
Dalam kuliah umum yang dia sampaikan di ITB tahun 2018, Armand Hartono berbicara sedikit tentang inovasi.
Armand mengambil contoh munculnya Magic Band di Disneyland. Magic Band merupakan solusi untuk membeli karcis Disneyland dengan murah, tapi bayarnya per pakai. Data dari pengguna Magic Band bisa dianalisis. Alhasil, pihak Disneyland bisa mengetahui mainan mana yang memang laris dan sering dikunjungi.
4. Apapun yang kita ciptakan akan digantikan dengan barang teknologi baru
Bicara soal pengembangan produk, pernyataan Armand Hartono yang satu ini ini mungkin perlu kita cermati dengan baik. Ini kaitannya masih dengan inovasi.
Armand menyinggung bagaimana perilaku penikmat musik dulu sebelum munculnya layanan streaming musik. Mereka semua harus pergi ke toko kaset, dan bertanya ke petugas untuk membeli album yang mereka sukai. Mereka gak bisa nawar untuk mendengarkan satu lagu saja melainkan harus satu album.
Hari ini sudah ada Spotify, iTunes, dan lain sebagainya. Kalaupun ada membership paling cuma Rp 50 ribuan.
Inilah dunia yang selalu mengenal “suksesi.” Ketika ada pengganti yang lebih baik maka hal itu akan menggantikan produk lama.
5. Jangan pernah merasa besar, ikuti Mike Tyson
Menurut Armand Hartono, jangan pernah kita merasa besar, karena jika kita lupa diri kita bisa tergelincir seiring dengan berjalannya waktu. Coba lihat saja brand-brand seperti Polaroid, Kodak, Nokia, dan sebagainya.
Armand juga mengingatkan kita untuk ingat perkataan petinju Mike Tyson, “Semua orang boleh punya strategi sampai akhirnya dia terpukul dan selesailah semua.” Pada intinya, apapun strateginya siap-siap berubah jika memang sudah waktunya.
Itulah lima pesan Armand Hartono yang bisa berguna untuk bisnis dan kariermu saat ini. Semoga bermanfaat dan bisa membuatmu terus termotivasi ya.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/nasihat-armand-hartono/
Familiar dengan nama Armand Hartono? Dia adalah putra orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono. Saat ini, Armand tengah menjabat sebagai Vice President BCA.
Sebagai anak dari konglomerat nomor satu di Tanah Air, Armand dikenal sangat sederhana dan low profile. Dia sama sekali gak pernah terlihat mengenakan pakaian mewah, dan kendaraan seharinya pun cuma Toyota Innova.
Pria yang gemar pakai batik itu pun dikabarkan selalu makan siang di kantin bersama karyawan. Gak heran sikapnya menuai banyak pujian dan apresiasi dari para karyawan BCA.
Selain hidup sederhana, Armand Hartono juga sangat inspiratif. Dia cukup sering memberikan kuliah umum dalam dunia bisnis atau karier di berbagai event besar.
Berikut adalah sedikit nasihat dari Armand Hartono yang bisa kamu jadikan pelajaran, baik untuk karier, kepemimpinan, maupun bisnis. Yuk simak ulasannya.
1. Pahami kenapa kamu harus kerja
Kalimat yang diucapkan Armand Hartono dalam gelaran GDP ICON 2018 ini sejatinya ditujukan agar kita bisa memahami bagaimana tantangan di masa depan. Seiring dengan berkembangnya waktu, maka business model dari sebuah perusahaan juga akan mengalami perkembangan dengan lebih cepat.
Lantas gimana kalau kita cuma kerja-kerja saja? Selama-lamanya ya bakal seperti itu.
Makanya, pahami dulu dong tentang apa yang kamu kerjakan. Cobalah untuk bisa memberikan kontribusi berlebih. Siapa tahu kariermu bisa terupgrade juga kan.
2. Belajar dari Kungfu Panda
Pernyataan itu disampaikan Armand Hartono ketika mengutip pernyataan Master Shifu dari film Kungfu Panda di GDP ICON 2018.
Jadi, kalau kita gak punya budaya belajar, maka dalam dua atau tiga tahun, perusahaan yang kamu pimpin akan stagnan. Hal itupun diaplikasikan olehnya untuk memimpin BCA.
Ya memang benar tentunya, mengerjakan suatu hal baru yang belum dicoba memang sulit. Kadang hal itu pun bisa bikin kita frustrasi.
Tapi sadar gak sih kalau itu adalah proses belajar. Jika kita akhirnya berhasil maka ilmu kita pun nambah bukan?
3. Kata Armand Hartono, jangan repot-repot berpikir untuk menciptakan sesuatu yang gak ada di dunia
Dalam kuliah umum yang dia sampaikan di ITB tahun 2018, Armand Hartono berbicara sedikit tentang inovasi.
Armand mengambil contoh munculnya Magic Band di Disneyland. Magic Band merupakan solusi untuk membeli karcis Disneyland dengan murah, tapi bayarnya per pakai. Data dari pengguna Magic Band bisa dianalisis. Alhasil, pihak Disneyland bisa mengetahui mainan mana yang memang laris dan sering dikunjungi.
4. Apapun yang kita ciptakan akan digantikan dengan barang teknologi baru
Bicara soal pengembangan produk, pernyataan Armand Hartono yang satu ini ini mungkin perlu kita cermati dengan baik. Ini kaitannya masih dengan inovasi.
Armand menyinggung bagaimana perilaku penikmat musik dulu sebelum munculnya layanan streaming musik. Mereka semua harus pergi ke toko kaset, dan bertanya ke petugas untuk membeli album yang mereka sukai. Mereka gak bisa nawar untuk mendengarkan satu lagu saja melainkan harus satu album.
Hari ini sudah ada Spotify, iTunes, dan lain sebagainya. Kalaupun ada membership paling cuma Rp 50 ribuan.
Inilah dunia yang selalu mengenal “suksesi.” Ketika ada pengganti yang lebih baik maka hal itu akan menggantikan produk lama.
5. Jangan pernah merasa besar, ikuti Mike Tyson
Menurut Armand Hartono, jangan pernah kita merasa besar, karena jika kita lupa diri kita bisa tergelincir seiring dengan berjalannya waktu. Coba lihat saja brand-brand seperti Polaroid, Kodak, Nokia, dan sebagainya.
Armand juga mengingatkan kita untuk ingat perkataan petinju Mike Tyson, “Semua orang boleh punya strategi sampai akhirnya dia terpukul dan selesailah semua.” Pada intinya, apapun strateginya siap-siap berubah jika memang sudah waktunya.
Itulah lima pesan Armand Hartono yang bisa berguna untuk bisnis dan kariermu saat ini. Semoga bermanfaat dan bisa membuatmu terus termotivasi ya.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/nasihat-armand-hartono/
Tuesday, June 18, 2019
5 Generasi
5 generasi ini yaitu Generasi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y ( Millenial ), Generasi Z, dan Generasi Alpha. Teori Generasi ini diciptakan oleh William Strauss dan Neil Howe.
Setiap generasi memiliki perbedaan karakter dan pola pikir, tentunya guys akan mempengaruhi juga kinerja dalam kehidupan dari masing-masing generasi ini.
Trus Kenapa masing-masing generasi bisa memiliki perbedaan karakter dan pola pikir? Nanti dibawah guys ane jabarin tiap generasinya ya emoticon-Peace
Setiap generasi tentu mereka mengalami tantangannya masing-masing sesuai dengan zaman yang diikutinya. Menurut ane guys, yang paling terlihat adalah perkembangan teknologi dari zaman ke zaman. Bener gak guys?
MENGENAL 5 GENERASI DAN PERBEDAANNYA, KITA MASUK YANG MANA?
1. GENERASI BABY BOOMERS
The Baby Boomers
Generasi yang disebut Baby Boomers ini adalah yang mereka lahir pada tahun 1946 - 1965 guys. Generasi ini lahir setelah peperangan berakhir. Pada masa generasi ini banyak yang mulai mengatur ulang hidupnya.
Ledakan penduduk di generasi ini pun terjadi. Koq bisa meledak pada generasi ini ? Karena perekonomian membaik setelah perang dunia selesai guys. Kemakmuran pun tercapai di generasi ini. Gimana gak makmur guys, sepanjang hidupnya generasi ini cuma bekerja, bahkan kerja di sebuah perusahaan bisa sampai puluhan tahun.
Dikarenakan perekonomian dan kemakmuran tinggi pada generasi ini, mereka sering disebut sebagai generasi yang tangguh dan memiliki rasa cinta tanah air yang begitu tinggi. Gak heran kan guys, banyak pahlawan juga di generasi ini.
Karakter yang dibangun dan yang tercermin pada generasi ini adalah nilai disiplin yang tinggi, bekerja keras, dan mencintai keluarga. Generasi ini dikenal generasi yang tangguh dan sering juga disebut sebagai generasi yang punya motto hidup untuk bekerja bukan bekerja untuk hidup.
Salah satu poin positif dari generasi Baby Boomers yang mulai berkurang saat ini yaitu sedikitnya angka perceraian yang terjadi di generasi ini.
Komunikasi yang dijalankan pada generasi ini adalah surat menyurat guys. Belum ada pada masa ini teknologi kayak email, bahkan telepon pun jarang yang punya
2. GENERASI X
Generasi yang disebut Generasi X ini adalah mereka yang lahir antara tahun 1966 - 1976 guys. Nah guys, karena mereka dilahirkan oleh generasi Boomers dimana generasi itu adalah generasi pekerja keras, Generasi X ini sering disebut generasi mandiri. Kenapa? Karena sering ditinggal sendiri oleh orang tua mereka yang gila kerja. emoticon-Malu (S)
Generasi X ini mempunyai jiwa yang mandiri guys. Makanya sebagian besar mereka dari generasi X ini punya usaha sendiri sekarang. Malah mereka banyak yg jd pencetus banyak usaha.
Generasi X patut dicontoh sama generasi-generasi selanjutnya yang dimana kalau ditinggal orangtua bekerja, justru dijadikan kesempatan untuk berkreativitas yang positif.
Di generasi X ini mulai mengenal teknologi komputer. Udah mulai canggih nih di generasi X guys. emoticon-Ngakak (S) Generasi ini cenderung terbalik dengan generasi Baby Boomers, dimana generasi X klo bekerja di sebuah perusahaan hanya bertahan kurang dari 10 tahun.
Karakter di generasi ini menurut ane lebih bersifat mandiri, berjiwa pengusaha, dan mempunyai pikiran yang luas dan juga berpikir jauh ke depan.
3. GENERASI Y ( MILLENIAL )
Ini dia generasi ane guys, Generasi Y atau sering kita denger sebagai Generasi Millenial. Generasi Millenial ini lahir antara tahun 1977 - 1994.
Ada yang tau gak kenapa Generasi Y disebut generasi millenial ? Ya itu yang pake baju putih tolong jawab.
Disebut Generasi Millenial karena Generasi Y ini adalah era dimana teknologi udah semakin berkembang guys, kayak komputer udah ada dimana-mana, HP udah makin canggih, Informasi serba cepet pake internet dan pada umumnya generasi ini mulai masuk dunia kerja pada era millenium alias tahun 2000an.
Karena di generasi ini teknologi sudah makin berkembang, maka pola pikir dan karakternya juga sudah berbeda dari generasi sebelumnya.
Ane pernah baca dari forbes, kalau generasi millenial ini punya passion yang tinggi, ide-ide kreatif, inovatif dan punya rasa percaya diri yg tinggi sehingga bisa dijadikan sumber buat hidup di generasi millenial.
Generasi ini senang bekerja, berpetualang, dan semangat untuk ngelakuin hobby yg menjadi bagian terpenting untuk pertumbuhan dan pengembangan diri. Yah kayak ane gini lah guys.
Maka dari itu, Generasi Millenial ini menjadi tumpuan dunia saat ini untuk mengembangkan semuanya baik secara ilmu pengetahuan ataupun teknologi.
Gimana enggak inovatif guys, di generasi millenial ini bisa dapetin penghasilan hanya bermodalkan internet.
4. GENERASI Z
Generasi Z ini adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 - 2012. Generasi Z merupakan peralihan dari generasi Millenium dimana perkembangan teknologi sudah maju.
Generasi ini dikenal generasi pintar guys. Karena semakin mudahnya mencari informasi dengan cepat.
Tapi jeleknya di generasi ini cenderung mereka malas, dan pengen serba instan. Kenapa? Ya mungkin karena faktor teknologi yang semakin modern dan memudahkan generasi ini untuk mendapatkan sesuatu yang dipengennya.
Penelitian-penelitian di dunia menganalisa, klo mereka yg berada di generasi ini sebagian besar gak mau kerja, mereka sebagian besar ingin berwiraswasta. Menurut ane generasi Z ini akan seperti generasi X dimana semangat jiwa usaha lebih besar daripada jiwa bekerja. Karena pengen cepet dapet penghasilan yang besar.
GanSis yang berada di generasi ini, ane harap jangan malas dan pengen serba instan ya. Ikutilah pendahulu generasi kalian. Yang baiknya ikuti tapi yang jeleknya jangan ya.
Tapi ane iri sama generasi ini guys. Kenapa? Karena mereka masih pada muda.
5. GENERASI ALPHA
Ini dia generasi akhir saat ini, Generasi Alpha. Loh koq kenapa disebut generasi Alpha? Karena mereka merupakan penerus generasi Z nantinya. Klo di Alphabeth kan abis Z balik lagi ke A guys.
Generasi ini lahir antara tahun 2013 - sekarang. Generasi ini menurut ane bakalan jadi generasi yang paling pintar tapi anti sosial. Gimana enggak guys, anak bayi sekarang yang umur 1 tahun aja udah bisa maenin gadget. Nonton mereka sekarang bukan di TV lagi, tapi melalui internet.
Emak Bapaknya generasi ini sebagian besar lahir di generasi Millenial.
Gak kebayangkan GanSis klo generasi Alpha ini nantinya cuman kenal sama temen sekolah aja?
Ayo selamatkan Generasi Alpha ini supaya gak anti sosial nantinya. Jadikan Teknologi hanya sebagai penunjang informasi dan penunjang dalam hidup.
Sumber :
https://m.kaskus.co.id/thread/5c6ebcf7337f931cd307a45e/?utm_source=facebook&utm_medium=mkt&utm_campaign=ht--Feb-2019
Setiap generasi memiliki perbedaan karakter dan pola pikir, tentunya guys akan mempengaruhi juga kinerja dalam kehidupan dari masing-masing generasi ini.
Trus Kenapa masing-masing generasi bisa memiliki perbedaan karakter dan pola pikir? Nanti dibawah guys ane jabarin tiap generasinya ya emoticon-Peace
Setiap generasi tentu mereka mengalami tantangannya masing-masing sesuai dengan zaman yang diikutinya. Menurut ane guys, yang paling terlihat adalah perkembangan teknologi dari zaman ke zaman. Bener gak guys?
MENGENAL 5 GENERASI DAN PERBEDAANNYA, KITA MASUK YANG MANA?
1. GENERASI BABY BOOMERS
The Baby Boomers
Generasi yang disebut Baby Boomers ini adalah yang mereka lahir pada tahun 1946 - 1965 guys. Generasi ini lahir setelah peperangan berakhir. Pada masa generasi ini banyak yang mulai mengatur ulang hidupnya.
Ledakan penduduk di generasi ini pun terjadi. Koq bisa meledak pada generasi ini ? Karena perekonomian membaik setelah perang dunia selesai guys. Kemakmuran pun tercapai di generasi ini. Gimana gak makmur guys, sepanjang hidupnya generasi ini cuma bekerja, bahkan kerja di sebuah perusahaan bisa sampai puluhan tahun.
Dikarenakan perekonomian dan kemakmuran tinggi pada generasi ini, mereka sering disebut sebagai generasi yang tangguh dan memiliki rasa cinta tanah air yang begitu tinggi. Gak heran kan guys, banyak pahlawan juga di generasi ini.
Karakter yang dibangun dan yang tercermin pada generasi ini adalah nilai disiplin yang tinggi, bekerja keras, dan mencintai keluarga. Generasi ini dikenal generasi yang tangguh dan sering juga disebut sebagai generasi yang punya motto hidup untuk bekerja bukan bekerja untuk hidup.
Salah satu poin positif dari generasi Baby Boomers yang mulai berkurang saat ini yaitu sedikitnya angka perceraian yang terjadi di generasi ini.
Komunikasi yang dijalankan pada generasi ini adalah surat menyurat guys. Belum ada pada masa ini teknologi kayak email, bahkan telepon pun jarang yang punya
2. GENERASI X
Generasi yang disebut Generasi X ini adalah mereka yang lahir antara tahun 1966 - 1976 guys. Nah guys, karena mereka dilahirkan oleh generasi Boomers dimana generasi itu adalah generasi pekerja keras, Generasi X ini sering disebut generasi mandiri. Kenapa? Karena sering ditinggal sendiri oleh orang tua mereka yang gila kerja. emoticon-Malu (S)
Generasi X ini mempunyai jiwa yang mandiri guys. Makanya sebagian besar mereka dari generasi X ini punya usaha sendiri sekarang. Malah mereka banyak yg jd pencetus banyak usaha.
Generasi X patut dicontoh sama generasi-generasi selanjutnya yang dimana kalau ditinggal orangtua bekerja, justru dijadikan kesempatan untuk berkreativitas yang positif.
Di generasi X ini mulai mengenal teknologi komputer. Udah mulai canggih nih di generasi X guys. emoticon-Ngakak (S) Generasi ini cenderung terbalik dengan generasi Baby Boomers, dimana generasi X klo bekerja di sebuah perusahaan hanya bertahan kurang dari 10 tahun.
Karakter di generasi ini menurut ane lebih bersifat mandiri, berjiwa pengusaha, dan mempunyai pikiran yang luas dan juga berpikir jauh ke depan.
3. GENERASI Y ( MILLENIAL )
Ini dia generasi ane guys, Generasi Y atau sering kita denger sebagai Generasi Millenial. Generasi Millenial ini lahir antara tahun 1977 - 1994.
Ada yang tau gak kenapa Generasi Y disebut generasi millenial ? Ya itu yang pake baju putih tolong jawab.
Disebut Generasi Millenial karena Generasi Y ini adalah era dimana teknologi udah semakin berkembang guys, kayak komputer udah ada dimana-mana, HP udah makin canggih, Informasi serba cepet pake internet dan pada umumnya generasi ini mulai masuk dunia kerja pada era millenium alias tahun 2000an.
Karena di generasi ini teknologi sudah makin berkembang, maka pola pikir dan karakternya juga sudah berbeda dari generasi sebelumnya.
Ane pernah baca dari forbes, kalau generasi millenial ini punya passion yang tinggi, ide-ide kreatif, inovatif dan punya rasa percaya diri yg tinggi sehingga bisa dijadikan sumber buat hidup di generasi millenial.
Generasi ini senang bekerja, berpetualang, dan semangat untuk ngelakuin hobby yg menjadi bagian terpenting untuk pertumbuhan dan pengembangan diri. Yah kayak ane gini lah guys.
Maka dari itu, Generasi Millenial ini menjadi tumpuan dunia saat ini untuk mengembangkan semuanya baik secara ilmu pengetahuan ataupun teknologi.
Gimana enggak inovatif guys, di generasi millenial ini bisa dapetin penghasilan hanya bermodalkan internet.
4. GENERASI Z
Generasi Z ini adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 - 2012. Generasi Z merupakan peralihan dari generasi Millenium dimana perkembangan teknologi sudah maju.
Generasi ini dikenal generasi pintar guys. Karena semakin mudahnya mencari informasi dengan cepat.
Tapi jeleknya di generasi ini cenderung mereka malas, dan pengen serba instan. Kenapa? Ya mungkin karena faktor teknologi yang semakin modern dan memudahkan generasi ini untuk mendapatkan sesuatu yang dipengennya.
Penelitian-penelitian di dunia menganalisa, klo mereka yg berada di generasi ini sebagian besar gak mau kerja, mereka sebagian besar ingin berwiraswasta. Menurut ane generasi Z ini akan seperti generasi X dimana semangat jiwa usaha lebih besar daripada jiwa bekerja. Karena pengen cepet dapet penghasilan yang besar.
GanSis yang berada di generasi ini, ane harap jangan malas dan pengen serba instan ya. Ikutilah pendahulu generasi kalian. Yang baiknya ikuti tapi yang jeleknya jangan ya.
Tapi ane iri sama generasi ini guys. Kenapa? Karena mereka masih pada muda.
5. GENERASI ALPHA
Ini dia generasi akhir saat ini, Generasi Alpha. Loh koq kenapa disebut generasi Alpha? Karena mereka merupakan penerus generasi Z nantinya. Klo di Alphabeth kan abis Z balik lagi ke A guys.
Generasi ini lahir antara tahun 2013 - sekarang. Generasi ini menurut ane bakalan jadi generasi yang paling pintar tapi anti sosial. Gimana enggak guys, anak bayi sekarang yang umur 1 tahun aja udah bisa maenin gadget. Nonton mereka sekarang bukan di TV lagi, tapi melalui internet.
Emak Bapaknya generasi ini sebagian besar lahir di generasi Millenial.
Gak kebayangkan GanSis klo generasi Alpha ini nantinya cuman kenal sama temen sekolah aja?
Ayo selamatkan Generasi Alpha ini supaya gak anti sosial nantinya. Jadikan Teknologi hanya sebagai penunjang informasi dan penunjang dalam hidup.
Sumber :
https://m.kaskus.co.id/thread/5c6ebcf7337f931cd307a45e/?utm_source=facebook&utm_medium=mkt&utm_campaign=ht--Feb-2019
3 Ways to Improve Your Decision Making
by Walter Frick
To make a good decision, you need to have a sense of two things: how different choices change the likelihood of different outcomes and how desirable each of those outcomes is. In other words, as Ajay Agrawal, Joshua Gans, and Avi Goldfarb have written, decision making requires both prediction and judgment.
But how do you get better at either? We’ve published volumes on this subject —here are a few of my favorites — but there are three rules that stand out. Following them will improve your ability to predict the effects of your choices and assess their desirability.
Rule #1: Be less certain.
Nobel-prize-winning psychologist Daniel Kahneman has said that overconfidence is the bias he’d eliminate first if he had a magic wand. It’s ubiquitous, particularly among men, the wealthy, and even experts. Overconfidence is not a universal phenomenon — it depends on factors including culture and personality — but the chances are good that you’re more confident about each step of the decision-making process than you ought to be.
So, the first rule of decision making is to just be less certain — about everything. Think choice A will lead to outcome B? It’s probably a bit less likely than you believe. Think outcome B is preferable to outcome C? You’re probably too confident about that as well.
Once you accept that you’re overconfident, you can revisit the logic of your decision. What else would you think about if you were less sure that A would cause B, or that B is preferable to C? Have you prepared for a dramatically different outcome than your expected one?
You can also practice aligning your level of your confidence to the chance that you’re correct. Try out quizzes like this one or this one. You’ll realize that while it’s not possible to always be right, it’s totally possible to become less overconfident.
Rule #2: Ask “How often does that typically happen?”
Kahneman tells a story of a time when he was collaborating on a textbook and asked his coauthors to estimate the date on which they’d complete their first draft. Everyone, including Kahneman, said somewhere between 18 months and two and a half years. Then he asked one of those coauthors, who had been involved in countless textbook projects, how long it typically took. In fact, the collaborator answered, 40% of groups never finished the book, and he couldn’t think of a project that had finished within seven years. This was a textbook about rationality, and the coauthor had answered without thinking about previous cases. That person’s mistake, and the point of Kahneman’s story, is that they should have thought about how long similar projects typically take.
In general, research suggests, the best starting point for predictions — a key input into decision making — is to ask “How often does that typically happen?” If you are considering funding a startup, you might ask: What percentage of startups fail? (Or, what percentage succeed?) If your company is considering an acquisition, it should start by asking how often acquisitions enhance the acquirer’s value or otherwise further its goals.
This rule, known as the base rate, comes up a lot in the research on prediction, but it might be helpful for the judgment side of decision making, too. If you think outcome B is preferable to outcome C, you might ask: How often has that historically been the case? For instance, if you’re thinking about starting a company, and you’re weighing the possibility of spending years on a company that will fail against staying in your current job, you might ask: How often do entrepreneurs who fail end up wishing they’d stayed at their previous job?
The idea with both prediction and judgment is to get away from the “inside view,” where the specifics of the decision overwhelm your analysis. Instead, you want to take the “outside view,” where you start with similar cases before considering the specifics of your individual case.
Rule #3: Think probabilistically — and learn some basic probability.
The first two rules can be implemented right away; this one takes a bit of time. But it’s worth it. Research has shown that even relatively basic training in probability makes people better forecasters and helps them avoid certain cognitive biases.
If you’re not comfortable with probability, there’s no better investment to improve your decision making than spending even 30 minutes to an hour learning about it. You can start with Khan Academy’s introduction on coin flipping.
Improving your ability to think probabilistically will help you with the first two rules. You’ll be able to better express your uncertainty and to numerically think about “How often does this usually happen?” The three rules together are more powerful than any of them alone.
Even though these rules are all things you can start using relatively quickly, mastering them takes practice. In fact, after you use them for a little while, you may become overconfident about your ability to make decisions. Great decision makers don’t follow these rules only when facing a particularly difficult choice; they return to them all the time. They recognize that even seemingly easy decisions can be hard — and that they probably know less than they think.
Sumber :
https://hbr.org/2018/01/3-ways-to-improve-your-decision-making?utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_campaign=hbr&fbclid=IwAR2_N-Sg1lka0co4B1OXYpf9FdtVwUqtwQ45k9pdv_tqLVpcOsu45JAHHJY
To make a good decision, you need to have a sense of two things: how different choices change the likelihood of different outcomes and how desirable each of those outcomes is. In other words, as Ajay Agrawal, Joshua Gans, and Avi Goldfarb have written, decision making requires both prediction and judgment.
But how do you get better at either? We’ve published volumes on this subject —here are a few of my favorites — but there are three rules that stand out. Following them will improve your ability to predict the effects of your choices and assess their desirability.
Rule #1: Be less certain.
Nobel-prize-winning psychologist Daniel Kahneman has said that overconfidence is the bias he’d eliminate first if he had a magic wand. It’s ubiquitous, particularly among men, the wealthy, and even experts. Overconfidence is not a universal phenomenon — it depends on factors including culture and personality — but the chances are good that you’re more confident about each step of the decision-making process than you ought to be.
So, the first rule of decision making is to just be less certain — about everything. Think choice A will lead to outcome B? It’s probably a bit less likely than you believe. Think outcome B is preferable to outcome C? You’re probably too confident about that as well.
Once you accept that you’re overconfident, you can revisit the logic of your decision. What else would you think about if you were less sure that A would cause B, or that B is preferable to C? Have you prepared for a dramatically different outcome than your expected one?
You can also practice aligning your level of your confidence to the chance that you’re correct. Try out quizzes like this one or this one. You’ll realize that while it’s not possible to always be right, it’s totally possible to become less overconfident.
Rule #2: Ask “How often does that typically happen?”
Kahneman tells a story of a time when he was collaborating on a textbook and asked his coauthors to estimate the date on which they’d complete their first draft. Everyone, including Kahneman, said somewhere between 18 months and two and a half years. Then he asked one of those coauthors, who had been involved in countless textbook projects, how long it typically took. In fact, the collaborator answered, 40% of groups never finished the book, and he couldn’t think of a project that had finished within seven years. This was a textbook about rationality, and the coauthor had answered without thinking about previous cases. That person’s mistake, and the point of Kahneman’s story, is that they should have thought about how long similar projects typically take.
In general, research suggests, the best starting point for predictions — a key input into decision making — is to ask “How often does that typically happen?” If you are considering funding a startup, you might ask: What percentage of startups fail? (Or, what percentage succeed?) If your company is considering an acquisition, it should start by asking how often acquisitions enhance the acquirer’s value or otherwise further its goals.
This rule, known as the base rate, comes up a lot in the research on prediction, but it might be helpful for the judgment side of decision making, too. If you think outcome B is preferable to outcome C, you might ask: How often has that historically been the case? For instance, if you’re thinking about starting a company, and you’re weighing the possibility of spending years on a company that will fail against staying in your current job, you might ask: How often do entrepreneurs who fail end up wishing they’d stayed at their previous job?
The idea with both prediction and judgment is to get away from the “inside view,” where the specifics of the decision overwhelm your analysis. Instead, you want to take the “outside view,” where you start with similar cases before considering the specifics of your individual case.
Rule #3: Think probabilistically — and learn some basic probability.
The first two rules can be implemented right away; this one takes a bit of time. But it’s worth it. Research has shown that even relatively basic training in probability makes people better forecasters and helps them avoid certain cognitive biases.
If you’re not comfortable with probability, there’s no better investment to improve your decision making than spending even 30 minutes to an hour learning about it. You can start with Khan Academy’s introduction on coin flipping.
Improving your ability to think probabilistically will help you with the first two rules. You’ll be able to better express your uncertainty and to numerically think about “How often does this usually happen?” The three rules together are more powerful than any of them alone.
Even though these rules are all things you can start using relatively quickly, mastering them takes practice. In fact, after you use them for a little while, you may become overconfident about your ability to make decisions. Great decision makers don’t follow these rules only when facing a particularly difficult choice; they return to them all the time. They recognize that even seemingly easy decisions can be hard — and that they probably know less than they think.
Sumber :
https://hbr.org/2018/01/3-ways-to-improve-your-decision-making?utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_campaign=hbr&fbclid=IwAR2_N-Sg1lka0co4B1OXYpf9FdtVwUqtwQ45k9pdv_tqLVpcOsu45JAHHJY
Tuesday, May 14, 2019
Antara Captain Marvel, Wonder Woman dan Istri
Captain Marvel dan Wonder Woman, mana yang lebih kuat? Entahlah. Bagi saya, seorang istri atau seorang ibu, itu jauh lebih kuat. Dan lebih nyata tentunya.
Sekilas, wanita itu terlihat lemah. Namun tidak demikian adanya. Wanita itu sebenarnya kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Terbukti, tugas yang teramat berat seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui, diberikan kepada wanita.
Para pria, coba anda pasang tas ransel seberat 2 kg di perut anda selama 3 bulan. Berat? Banget! Nah, wanita yang hamil mengalami itu bahkan lebih dari itu. Betul apa betul?
Saya pun kenal seorang suami yang nggak sanggup mendampingi istrinya ketika melahirkan. Si suami mengaku bisa pingsan kalau dipaksa melihat istrinya melahirkan. Lha, melihatnya saja terasa berat, gimana si istri yang mengalami?
Melahirkan, siapa yang berani ngomong itu pekerjaan ringan?
Pak Harto pernah dianggap sebagai The Strongest Man in Asia. Pak Habibie disebut-disebut sebagai tokoh paling cerdas dan paling berprestasi di negeri ini. Namun lihat apa yang terjadi ketika sang istri meninggal. Mereka jadi begitu lemah. Mendadak lemah.
Begitu pula kakek saya. Saat nenek saya meninggal, berat badan kakek saya langsung merosot dan sakit-sakitan. Padahal nenek saya jauh lebih tua daripada kakek saya.
Kita pun sama-sama maklum, apa yang terjadi pada Nabi Muhammad ketika Khadijah meninggal. Seperti itulah peran seorang wanita. Ia tidak lemah. Sebaliknya, ia KUAT bahkan bisa MENGUATKAN suaminya.
Pada akhirnya, jangan anggap enteng wanita di sekitarmu. Entah itu istrimu atau ibumu. Saya menyebutnya Sepasang Bidadari.
Dikutip dari WA Grup : Forum Ippho Jkt 50
Sekilas, wanita itu terlihat lemah. Namun tidak demikian adanya. Wanita itu sebenarnya kuat bahkan bisa menguatkan suaminya. Terbukti, tugas yang teramat berat seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui, diberikan kepada wanita.
Para pria, coba anda pasang tas ransel seberat 2 kg di perut anda selama 3 bulan. Berat? Banget! Nah, wanita yang hamil mengalami itu bahkan lebih dari itu. Betul apa betul?
Saya pun kenal seorang suami yang nggak sanggup mendampingi istrinya ketika melahirkan. Si suami mengaku bisa pingsan kalau dipaksa melihat istrinya melahirkan. Lha, melihatnya saja terasa berat, gimana si istri yang mengalami?
Melahirkan, siapa yang berani ngomong itu pekerjaan ringan?
Pak Harto pernah dianggap sebagai The Strongest Man in Asia. Pak Habibie disebut-disebut sebagai tokoh paling cerdas dan paling berprestasi di negeri ini. Namun lihat apa yang terjadi ketika sang istri meninggal. Mereka jadi begitu lemah. Mendadak lemah.
Begitu pula kakek saya. Saat nenek saya meninggal, berat badan kakek saya langsung merosot dan sakit-sakitan. Padahal nenek saya jauh lebih tua daripada kakek saya.
Kita pun sama-sama maklum, apa yang terjadi pada Nabi Muhammad ketika Khadijah meninggal. Seperti itulah peran seorang wanita. Ia tidak lemah. Sebaliknya, ia KUAT bahkan bisa MENGUATKAN suaminya.
Pada akhirnya, jangan anggap enteng wanita di sekitarmu. Entah itu istrimu atau ibumu. Saya menyebutnya Sepasang Bidadari.
Dikutip dari WA Grup : Forum Ippho Jkt 50
Sunday, February 17, 2019
Tips Pemasaran Usaha Kecil
Tips Pemasaran Mudah Ini Bantu Kamu yang Punya Usaha Kecil
Semua orang pasti memiliki keinginan menjalankan usahanya sendiri, entah skala besar atau besar. Ketika membuka sebuah usaha, kamu juga harus menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Kalau hanya pas-pasan, kamu bisa kok membuka usaha modal kecil.
Banyak usaha yang bisa dijalankan dengan modal kecil. Caranya, dengan memanfaatkan teknologi internet.
Teknik pemasarannya pun dioptimalkan melalui media sosial. Jadi, kamu gak perlu deh membuka toko fisik untuk menjual produkmu, lebih irit kan!
Meski membuka usaha modal kecil, kamu pasti mau dong usahamu berkembang jadi besar. Berikut, tips-tips atau teknik marketing simpel yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan sayap usahamu seperti dikutip dari business.com:
1. Mengembangkan merek
Kamu harus mulai mengembangkan brand kamu, meskipun usahamu hanya kecil-kecilan saja. Misalnya perkenalkan identitas brand ke calon pembeli melalui Instagram atau Facebook.
Itu harus mengandung informasi terkait apa yang kamu jual, siapa kamu, apa tujuan usahamu, dan seperti apa persaingan bisnis kamu saat ini. Tunjukkan saja kelebihan-kelebihan yang ada di usahamu secara jujur.
Kamu juga perlu membuat sesuatu yang unik dan beda dari usaha-usaha sejenismu. Itu bertujuan untuk menarik calon pembeli, dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Pasalnya, merek tidak hanya soal logo dan tagline.
2. Membuat logo
Ketika brand kamu bagus, ada baiknya dibarengi dengan pembuatan logo usaha kamu yang bagus juga.
Pasalnya, bagaimanapun juga logo tersebut sangat menempel dengan identitas bisnis. Logo yang kamu buat harus menarik, dan mengandung makna filosofi yang bisa mewakili usahamu.
Kalau perlu, minta bantuan jasa desain freelancer yang paham soal logo. Minta mereka membuatkan lambang yang khas dengan warna menarik perhatian. Dijamin deh dengan logo, usaha modal kecil milikmu bisa menarik perhatian calon pembeli.
Coba saja perhatikan logo brand Apple, mereka simple dengan gambar apel tergigit, tapi memiliki brand value yang tinggi.
3. Membuat konten blog yang menarik
Kekuatan usaha modal kecil salah satunya ada di internet. Kamu bisa meningkatkan kepekaan orang-orang tentang usahamu sekaligus ajang promosi.
Salah satunya, menulis blog di situs-situs komunitas secara menarik dan kemudian menautkan dengan link usaha kamu.
Kalau di Indonesia, kamu bisa menulis di Kaskus dengan menuliskan sebuah thread menarik yang berhubungan dengan usaha yang tengah kamu jalani. Ini mungkin bisa jadi teknik pemasaran paling murah dan efektif.
4. Manfaatkan Facebook Ads
Untuk mengembangkan pasar usahamu, media sosial menjadi wadah yang paling efektif. Salah satunya, Facebook.
Pengguna Facebook di Indonesia, seperti dikutip dari kompas.com, saat ini telah mencapai 150 juta orang. Kamu bisa membuat akun untuk usaha kecilmu di Facebook. Dengan begitu, kamu bisa memamerkan produk-produk yang diperdagangkan di sana.
Nah, agar halaman usahamu mendapatkan banyak sorotan dari pengguna Facebook, gak ada salahnya menggunakan Facebook Ads.
Facebook Ads ini memungkinkan profil usahamu terpampang di halaman akun pengguna lainnya. Jadi kesempatan untuk mendapatkan pelanggan jadi lebih besar, sekaligus sarana promosi.
Tapi, kamu kudu bayar. Biayanya disesuaikan dengan jumlah klik dan jumlah pageview, jadi gak menentu deh!
5. Melakukan riset pasar
Kalau mau usahamu sukses, kamu harus rajin juga melakukan riset kecil-kecilan tentang pasar. Karena sejatinya tren pasar saat ini bisa berubah-ubah.
Tujuannya untuk memahami kepuasan pelanggan terhadap produkmu. Selain itu, kamu juga jadi punya bekal untuk menentukan kemana arah usahamu nantinya.
Setelah kamu mengetahui tren pasar, akan lebih mudah untuk menentukan strategi dan konten marketing ke depannya agar tetap bisa berkompetisi dengan usaha sejenis lainnya.
6. Menggaet pelanggan setia di media sosial
Gak cuma dari Facebook, kalau mau usahamu semakin mantap, manfaatkan segala platform media sosial. Ada banyak yang bisa kamu gunakan sebagai sarana promosi, dari Instagram hingga YouTube.
Tapi yang paling efektif saat ini sepertinya Instagram. Dengan platorm ini, anda dapat lebih mudah memamerkan produk-produk anda layaknya etalase foto.
Jadi, buat pelanggan juga gak bingung deh melihatnya. Sertakan caption dan informasi produk yang menarik serta jelas, biar pelanggan gak tanya dua kali.
Sarana ini terbukti sebagai sarana pemasaran paling efektif dan murah untuk usaha modal kecil. Kalau mau lebih mantap lagi, kamu bisa menggunakan Instagram Ads, biar produkmu nongol di feed pengguna lainnya, tapi berbayar.
7. Evaluasi
Jangan lupa, evaluasi itu juga menjadi salah satu teknik pemasaran ya. Kamu harus melakukan evaluasi rutin terhadap penjualan produk usahamu. Perhatikan apakah ada penurunan atau peningkatan.
Jika terjadi penurunan, maka kamu bisa mencari cara baru sebagai strategi pemasaranmu. Semuanya harus dilakukan secara rutin, misalnya penjualan selama sebulan, hal ini agar menjaga bisnis kamu sesuai dengan yang kamu harapkan.
Itu tadi tips pemasaran simpel yang bisa kamu terapkan saat menjalankan usaha modal kecil.
Karena mau apapun produk yang kamu miliki, penjualannya akan sangat bergantung pada cara kamu memasarkannya. Kalau memasarkannya ke tempat dan sasaran yang salah, ya otomatis gak laku.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/usaha-modal-kecil-dan-tips-pemasaran-yang-bisa-dilakukan/?utm_source=facebook&utm_medium=fp&utm_campaign=mon_testing&fbclid=IwAR2S4ltLsSQuJ9H8mKEEx2mgRIaDNs-uYR4zR3-d4e6Gqbi1Zxa5OVn2YOA
Semua orang pasti memiliki keinginan menjalankan usahanya sendiri, entah skala besar atau besar. Ketika membuka sebuah usaha, kamu juga harus menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Kalau hanya pas-pasan, kamu bisa kok membuka usaha modal kecil.
Banyak usaha yang bisa dijalankan dengan modal kecil. Caranya, dengan memanfaatkan teknologi internet.
Teknik pemasarannya pun dioptimalkan melalui media sosial. Jadi, kamu gak perlu deh membuka toko fisik untuk menjual produkmu, lebih irit kan!
Meski membuka usaha modal kecil, kamu pasti mau dong usahamu berkembang jadi besar. Berikut, tips-tips atau teknik marketing simpel yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan sayap usahamu seperti dikutip dari business.com:
1. Mengembangkan merek
Kamu harus mulai mengembangkan brand kamu, meskipun usahamu hanya kecil-kecilan saja. Misalnya perkenalkan identitas brand ke calon pembeli melalui Instagram atau Facebook.
Itu harus mengandung informasi terkait apa yang kamu jual, siapa kamu, apa tujuan usahamu, dan seperti apa persaingan bisnis kamu saat ini. Tunjukkan saja kelebihan-kelebihan yang ada di usahamu secara jujur.
Kamu juga perlu membuat sesuatu yang unik dan beda dari usaha-usaha sejenismu. Itu bertujuan untuk menarik calon pembeli, dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Pasalnya, merek tidak hanya soal logo dan tagline.
2. Membuat logo
Ketika brand kamu bagus, ada baiknya dibarengi dengan pembuatan logo usaha kamu yang bagus juga.
Pasalnya, bagaimanapun juga logo tersebut sangat menempel dengan identitas bisnis. Logo yang kamu buat harus menarik, dan mengandung makna filosofi yang bisa mewakili usahamu.
Kalau perlu, minta bantuan jasa desain freelancer yang paham soal logo. Minta mereka membuatkan lambang yang khas dengan warna menarik perhatian. Dijamin deh dengan logo, usaha modal kecil milikmu bisa menarik perhatian calon pembeli.
Coba saja perhatikan logo brand Apple, mereka simple dengan gambar apel tergigit, tapi memiliki brand value yang tinggi.
3. Membuat konten blog yang menarik
Kekuatan usaha modal kecil salah satunya ada di internet. Kamu bisa meningkatkan kepekaan orang-orang tentang usahamu sekaligus ajang promosi.
Salah satunya, menulis blog di situs-situs komunitas secara menarik dan kemudian menautkan dengan link usaha kamu.
Kalau di Indonesia, kamu bisa menulis di Kaskus dengan menuliskan sebuah thread menarik yang berhubungan dengan usaha yang tengah kamu jalani. Ini mungkin bisa jadi teknik pemasaran paling murah dan efektif.
4. Manfaatkan Facebook Ads
Untuk mengembangkan pasar usahamu, media sosial menjadi wadah yang paling efektif. Salah satunya, Facebook.
Pengguna Facebook di Indonesia, seperti dikutip dari kompas.com, saat ini telah mencapai 150 juta orang. Kamu bisa membuat akun untuk usaha kecilmu di Facebook. Dengan begitu, kamu bisa memamerkan produk-produk yang diperdagangkan di sana.
Nah, agar halaman usahamu mendapatkan banyak sorotan dari pengguna Facebook, gak ada salahnya menggunakan Facebook Ads.
Facebook Ads ini memungkinkan profil usahamu terpampang di halaman akun pengguna lainnya. Jadi kesempatan untuk mendapatkan pelanggan jadi lebih besar, sekaligus sarana promosi.
Tapi, kamu kudu bayar. Biayanya disesuaikan dengan jumlah klik dan jumlah pageview, jadi gak menentu deh!
5. Melakukan riset pasar
Kalau mau usahamu sukses, kamu harus rajin juga melakukan riset kecil-kecilan tentang pasar. Karena sejatinya tren pasar saat ini bisa berubah-ubah.
Tujuannya untuk memahami kepuasan pelanggan terhadap produkmu. Selain itu, kamu juga jadi punya bekal untuk menentukan kemana arah usahamu nantinya.
Setelah kamu mengetahui tren pasar, akan lebih mudah untuk menentukan strategi dan konten marketing ke depannya agar tetap bisa berkompetisi dengan usaha sejenis lainnya.
6. Menggaet pelanggan setia di media sosial
Gak cuma dari Facebook, kalau mau usahamu semakin mantap, manfaatkan segala platform media sosial. Ada banyak yang bisa kamu gunakan sebagai sarana promosi, dari Instagram hingga YouTube.
Tapi yang paling efektif saat ini sepertinya Instagram. Dengan platorm ini, anda dapat lebih mudah memamerkan produk-produk anda layaknya etalase foto.
Jadi, buat pelanggan juga gak bingung deh melihatnya. Sertakan caption dan informasi produk yang menarik serta jelas, biar pelanggan gak tanya dua kali.
Sarana ini terbukti sebagai sarana pemasaran paling efektif dan murah untuk usaha modal kecil. Kalau mau lebih mantap lagi, kamu bisa menggunakan Instagram Ads, biar produkmu nongol di feed pengguna lainnya, tapi berbayar.
7. Evaluasi
Jangan lupa, evaluasi itu juga menjadi salah satu teknik pemasaran ya. Kamu harus melakukan evaluasi rutin terhadap penjualan produk usahamu. Perhatikan apakah ada penurunan atau peningkatan.
Jika terjadi penurunan, maka kamu bisa mencari cara baru sebagai strategi pemasaranmu. Semuanya harus dilakukan secara rutin, misalnya penjualan selama sebulan, hal ini agar menjaga bisnis kamu sesuai dengan yang kamu harapkan.
Itu tadi tips pemasaran simpel yang bisa kamu terapkan saat menjalankan usaha modal kecil.
Karena mau apapun produk yang kamu miliki, penjualannya akan sangat bergantung pada cara kamu memasarkannya. Kalau memasarkannya ke tempat dan sasaran yang salah, ya otomatis gak laku.
Sumber :
https://www.moneysmart.id/usaha-modal-kecil-dan-tips-pemasaran-yang-bisa-dilakukan/?utm_source=facebook&utm_medium=fp&utm_campaign=mon_testing&fbclid=IwAR2S4ltLsSQuJ9H8mKEEx2mgRIaDNs-uYR4zR3-d4e6Gqbi1Zxa5OVn2YOA
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Memastikan Kapasitas Perusahaan Cukup untuk Memenuhi Permintaan Bukan Sekadar Menghitung Berapa Banyak yang Bisa Diproduksi, Tetapi Menentuk...
-
Jangan Langsung Mencari Orang yang Salah, Cari Mengapa Sistem Membiarkan Kesalahan Terjadi Ada satu kebiasaan yang sering terjadi ketika seb...
-
Mengapa MAPI Berani Membawa ACE Kembali Saat MR.DIY Sedang Merajalela? Beberapa tahun terakhir, hampir di setiap kota di Indonesia kita me...
-
Bagaimana Sebuah Bank Mengubah Nasib Inggris Menjadi Kekuatan Dunia? Ketika mendengar nama Bank of England, sebagian orang mungkin mengangga...
-
Eisenhower Matrix adalah alat manajemen waktu yang dirancang untuk membantu individu dan tim menentukan prioritas tugas berdasarkan tingkat ...