Sunday, December 17, 2017

How to be a Global Executive

Namanya Ryan, sudah enam tahun bekerja, baru saja lulus S-2 dari sebuah universitas top di Indonesia. Setelah membaca artikel-artikel saya secara regular di Facebook, dia memberanikan diri untuk mengirim message dan bertanya ke saya.
" Pak Pam, saya baru saja lulus S-2. Saya kuliah malam dan week end sambil bekerja di sebuah perusahaan multinasional company. Saya sudah bekerja selama 6 tahun di perusahaan itu, dan Alhamdulillah sudah mendapatkan 2 kali promosi. Saya juga sudah mendapatkan beberapa tawaran pekerjaan yang lebih menarik di perusahaan lain. But that's not what I want! Saya ingin menjadi executive di dunia global. Saya ingin bekerja di luar negeri dan dihargai seperti expatriate yang pergi ke Indonesia.
Tetapi saya sudah beberapa kali mencoba internal opportunity. Dan bahkan sudah beberapa kali wawancara ke luar negeri. Tetapi selalu saja gagal. Apakah yang salah dengan saya? Apakah saya memang cuma kualitas lokal? Saya hampir putus asa. Apakah yang perlu diperbaiki dari saya?
Bagaimana saya menjadi seorang executive yang dihargai di dunia global?"

Ryan seharusnya tidak berputus asa, karena Ryan punya banyak modal dan diffetentiators. Tetapi memang banyak talent talent Indonesia yang seperti Ryan. Bagus banget di local market, tetapi susah diadu dan  berkompetisi di global market. Sayang kan?

Saya pernah menjadi Head of Talenf Management di sebuah perusahaan international di wilayah Asia Pacific. Dan waktu itu saya mengamati trend di Beberapa negara di Asia. Ada talent yang berkelas "local" seperti Ryan, ada talent yang berkelas "global" dan bisa diadu.

Waktu itu saya mengamati ada 7 karakter yang dimiliki oleh para talent yang berkelas global.
Hari ini saya akan share observasi saya dan mudah-mudahan bisa menjadi pemacu bagi kita semua untuk memperbaiki diri.


Kita bahas satu persatu yuk ....

1. Eager to Learn

Kembangkan kebiasaan anda untuk belajar. Saya menyebutnya 3-dimensional-learning:
 Terus belajar mempertajam bidang yang anda tekuni agar anda semakin expert
 Mempelajari bidang lain di perusahaan anda agar anda mengerti context bisnis perusahaan
 Mempelajari industry lain untuk lebih mempersiapkan masa depan anda

Di sinilah talent talent kita harus meningkatkan diri, masih banyak yang hanya menguasai bidang keilmuannya saja. Masih banyak orang Finance yang hanya mengerti Finance, orang HR hanya mengerti HR dan orang Sales hanya mengerti Sales. Padahal talent talent global sudah mengerti context big picture yang membuat wawasan lebih luas dan mengambil keputusan dengan lebih baik.


2. Action Oriented

Banyak talent talent yang membaca buku tebal tebal dan membuat presentasi puluhan slides dan merasa menjadi expert. Banyak konsultan yang membuat konsep yang canggih tanpa pernah merasakan rumitnya implementasi.
Global talents understand the strategy and will be very action oriented. Mereka sangat mengerti apa yang diperlukan dalam implementasi konsep tersebut.
Dan mereka sangat memikirkan detail konsep tersebut agar implementasinya berjalan dengan baik. That's the difference !


3. Teamwork

Sementara di beberapa perusahaan lokal, banyak yang politik-politikan, banyak yang jegal menjegal dalam karier, dan banyak yang mengandalkan seorang "backingan" untuk berkarier, di dunia global, anda akan sendirian, you are on your own, and the only thing that you can rely on is your competences and your teamwork. Maka penting sekali dari awal career untuk membentuk karakter sebagai team player dan menjadi team worker yang baik, yang mengutamakan kepentingan team di atas kepentingan pribadi


4. Mind the culture differences

Global talents mengerti aspek budaya yang berbeda beda dari setiap negara dan setiap suku bangsa. Mereka tidak merasa bahwa budaya mereka yang paling baik atau paling benar. Tetapi mereka open mind dan mau belajar dari budaya lain, dari suku bangsa lain dan dari negara lain. Sehingga kalau mereka mau influence others mereka selalu mencoba mengerti audience mereka (dengan memperhatikan culture difference itu) dan itu membuat mereka menjadi influencer yang lebih baik.


5. Opportunity builder

Global talents juga jago mencari dan menemukan opportunity di tengah tengah challenge yang mereka hadapi. Mereka tahu challenge yang mereka hadapi sangat besar. Tetapi mereka juga mengerti bahwa kalau mereka mampu menyelesaikan masalah itu, performance record mereka akan bagus dan berarti promosi akan datang atau minimal market value mereka akan naik.
Lain dengan talent talent yang cuma bisa mengeluh dan komplain pada saat dikasih challenge yang lebih besar.
Remember, smille when you face a big challenge, there will be a great opportunity behind ...


6. Resiliance

Challenge yang kita hadapi makin lama makin besar. Dan seringkali untuk menyelesaikan masalah itu kita harus gagal, gagal dan gagal berkali kali. Kita perlu talent talent yang tahan banting dan tidak mudah menyerah.
Kita perlu talent talent yang berkemauan keras, berhasrat kuat, persistence dan perserverance menghadapi segala tantangan itu sampai akhirnya mencapai keberhasilan.


7. Executive Presence

Last but not least, executive presence. Bagaimana membuat orang lain respect kepada anda , dengan ...
 How you look (your appearance)
 How you speak (your communication skills)
 How you behave (your integrity, your competence and your performance)

It start from the appearance. Penampilan harus bagus, communication skills harus bagus, performance dan ability yo deliver harus bagus.
Banyak  yang suka nyinyir bahwa ada global talent yang cuma jago ngomong dan penampilannya bagus, well kalau performance nya gak bagus , gak mungkin mereka bisa survive sekian lama.

So, in the end of the day being global talent berarti selalu mempunyai open mind dan selalu belajar dari mana saja dan dari siapa saja.

Ingat, kalau kita ingin menjadi talent selevel dengan global executive, mari mulai kita kembangkan kebiasaan kebiasaan di bawah ini ....

1. Eager to Learn
2. Action Oriented
3. Teamwork
4. Mind the culture differences
5. Opportunity builder
6. Resiliance
7. Executive Presence

Mau gampang diingat, ketujuh kebiasaan itu bisa disingkat EAT MORE ... Eager-to-learn, Action-oriented, Teamwork, Mind-the-culture, Opportubity-builder, Resiliance and Executive-presence.

Selamat mencoba !


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto