Thursday, August 22, 2019

10 YouTuber Paling Kaya se-Jagat Raya

Ini 10 YouTuber Paling Kaya se-Jagat Raya

Purple Moon Promo memaparkan 10 YouTuber dengan penghasilan paling banyak

YouTube menjadi sarana hiburan, edukasi, serta penghasilan bagi sebagian besar orang. Saat ini masyarakat telah mengalihkan ketertarikannya terhadap dunia pertelevisian ke YouTube. Untuk itu, banyak orang yang mendulang rezeki menjadi artis YouTube alias YouTuber.

Belum lama ini, sebuah studi dari Purple Moon Promo memaparkan tentang 10 YouTuber dengan penghasilan paling banyak di seluruh dunia.

Menariknya, salah satu YouTuber asli Indonesia yang eksis dengan jargonnya “Ashiappp”, yakni Atta Halilintar masuk ke dalam daftar. Ia menempati posisi ke-8 sebagai YouTuber paling kaya raya dan penghasilannya yang tinggi di dunia.

Dalam sebuah riset studi yang dilakukan Purple Moon Promo, mereka melihat dan mencari 20 YouTuber yang mendapatkan penghasilan terbesar di dunia tak hanya melalui tayangan YouTube-nya, tapi juga melalui penjualan merchandise dan iklan.


Untuk lebih lengkapnya, berikut 10 besar YouTuber yang raup penghasilan paling besar di dunia tahun ini:

1. Pewdiepie: 6,5 juta poundsterling atau Rp 112,4 miliar per bulan
2. Dude Perfect: 2,8 juta poundsterling atau Rp 48,4 miliar per bulan
3. VanossGaming: 2,1 juta poundsterling atau Rp 36,3 miliar per bulan
4. DanTDM: 2,1 juta poundsterling atau Rp 36,3 miliar per bulan
5. JuegaGerman: 1,8 juta poundsterling atau Rp 31,1 miliar per bulan
6. Markiplier: 1,7 juta poundsterling atau Rp 29,4 miliar per bulan
7. Collins Key: 1,7 juta poundsterling atau Rp 29,4 miliar per bulan
8. Atta Halilintar: 1,3 juta poundsterling atau 22,4 miliar Rp per bulan
9. jacksepticeye: 1,3 juta poundsterling atau Rp 22,4 miliar per bulan
10. Smosh: 1,3 juta poundsterling atau Rp 22,4 miliar per bulan


Sumber :
https://republika.co.id/berita/pwn41i17000/ini-10-youtuber-paling-kaya-sejagat-raya
https://www.behance.net/search/projects/?search=PewDiePie

Wednesday, August 21, 2019

Syukuri Kegiatanmu

Ketika sibuk mencari nafkah, hindari mengeluh. Itu hanya mengurangi keberkahan rezeki dan mengundang murka Sang Pemberi Rezeki. Bayangkan Anda diberi kue oleh seseorang, tapi Anda berkeluh-kesah tiada henti tentang kue tadi. Tentu saja, si pemberi kue itu sakit hati. Apa mungkin kue Anda ditambahi? Mana mungkin ini terjadi!

Lagi pula, mengeluh juga melemahkan otak dan tubuh. Jadinya gampang sakit. Tak cukup sampai di situ, si pengeluh juga mengusir orang yang baik-baik (karena muak mendengar keluhannya) dan menghimpun orang yang jelek-jelek (si pengeluh lainnya, katanya sih curhat). Parahnya lagi, apa yang Anda keluhkan malah semakin menjadi-jadi. Memburuk.

Ingat, sibuk beraktivitas adalah fitrahnya manusia. Maka dari itu, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu.

Sekiranya Nabi Adam tidak mengambil buah khuldi, apa yang akan terjadi? Masihkah ia, istrinya, dan seluruh keturunannya tetap menghuni surga? Nggak juga. Cepat atau lambat, ia akan take off dari surga dan landing di bumi. Dari berbagai ayat kita mengetahui bahwa Nabi Adam akan berdinas di bumi sebagai khalifah. Sibuk beraktivitas. Sebagai pemimpin. Sebagai pemakmur.

Perhatikan baik-baik. Sewaktu berdiam di surga, Adam tidak beroleh gelar khalifah. Namun sewaktu menjalani aktivitas dan rutinitas di bumi, barulah ia beroleh gelar khalifah. Memang, hidup di bumi itu penuh perjuangan. Yah begitulah fitrah manusia selagi ia masih hidup. Berikhtiar. Berjuang.

Ibaratnya kapal, memang aman dan nyaman saat diam bersandar di dermaga, tapi BUKAN untuk itu kapal dibuat. Sebuah kapal sejati dirancang untuk membelah ombak bahkan, menerjang, badai. Berikhtiar. Berjuang. Right?

Sekali lagi, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu. Kalau boleh, sampaikan tulisan ini kepada tim Anda dan keluarga Anda. Niatkan untuk mengingatkan mereka.

Di Surah Ar-Rahman, kalimat 'nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan' diulang sampai 31 kali. Kenapa diulang berkali-kali? Ini seruan kepada manusia untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Janganlah mendustakan. Ini menurut Syaikh Amru Khalid.

Menurut Imam As-Suyuthi pula, pengulangan itu untuk memantapkan pemahaman manusia tentang bersyukur. Wong sudah diulang 31 kali saja, kita masih mengeluh, apalagi kalau nggak diulang? Akhirnya, bersyukurlah. Semoga hidup kita semakin berkah berlimpah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Monday, August 19, 2019

Mentor adalah Sumber Ilmu

Kalau Anda ingin pergi ke suatu destinasi dan Anda belum pernah sampai di destinasi tersebut, ada baiknya Anda didampingi oleh tour guide atau sejenisnya. Dengan adanya tour guide, resmi atau tidak resmi, kemungkinan besar Anda bisa mencapai destinasi itu dalam waktu yang lebih cepat.

Bukan itu saja, Anda pun akan diberitahu spot-spot terbaik (terindah) di destinasi tersebut. Misalnya pekan lalu, ketika saya berada di Cameron Highland bersama partner-partner, kami dijamu dan dipandu oleh pengusaha hebat Coach Nick bersama tim. Alhamdulillah, perjalanan yang sangat menyenangkan dan sangat berkesan.

Dalam bisnis, ini juga terjadi. Namanya mentor. Dia adalah sumber ilmu.

Masih soal mentor. Di seminar-seminar sering saya sampaikan bahwa Nabi Muhammad saja punya mentor. Ini beneran. Untuk urusan bisnis, yang menjadi mentor adalah pamannya. Untuk urusan agama, yang menjadi mentor adalah Malaikat Jibril.

Boleh dibilang, mentor adalah pihak yang bisa membimbing kita menuju impian kita, karena dia lebih dahulu mencapainya dan dia bisa mengajarkan cara-cara untuk mencapainya. Hm, apakah ini penting? Bukan saja penting, tapi sangat penting!

Ada orang yang bisa mencapai, namun tidak bisa mengajarkan. Sebaliknya, ada orang yang bisa mengajarkan, namun belum pernah mencapai. Ini dua hal yang berbeda. Dan kedua-duanya perlu. Kalau cuma salah satu, yah kurang optimal proses mentoring-nya.

Sekiranya kita harus mengorbankan waktu dan uang demi mendekati sang mentor, yah keluarkan saja. Saya pun begitu, dari dulu sampai sekarang. Hasil akhirnya, malah menghemat waktu dan uang saya. Karena saya tahu persis, coba-coba sendiri jauh lebih lama dan jauh lebih mahal.

Pada akhirnya, belajarlah. Cari ilmu. Cari mentor. Dengan menerapkan ilmu dari seorang mentor yang ahli dan bijak, mudah-mudahan nasib kita akan lebih baik. Ya, lebih baik.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Thursday, August 15, 2019

Jangan Sekedar Berbisnis

Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa salah satu bisnis saya adalah supplement. Tapi yang saya banggakan kali ini adalah distributor-distributornya, bukan produknya. Mereka ini adalah partner-partner saya.

Kenapa saya bangga sama mereka? Begini. Mereka ini sebenarnya adalah pesaing satu sama lain. Tapi hebatnya, mereka tidak pernah berpikir begitu. Sebaliknya, mereka malah saling bantu dan saling mendoakan, layaknya sahabat bahkan saudara. Inilah ekosistem yang terbangun selama ini.

Di mana-mana saya selalu bilang, "Bisnis yang masif manfaatnya dan positif ekosistemnya, layak diperjuangkan." Walaupun bisnis itu sesekali rugi, pertahankan. Ya, pertahankan. Apalagi kalau ternyata bisnis tersebut untung dan potensinya besar. Harus benar-benar dipertahankan serta diperjuangkan.

Saran saya, jangan sekedar berbisnis. Soal halal, itu sih sudah standar. Sebagai tambahan, cari bisnis yang ekosistemnya positif. Di mana lingkungan dalam bisnis itu membuat kita tambah dekat sama keluarga, tambah dekat sama agama, dan tambah peka terhadap sesama.

Indah tho? Sangat indah insya Allah.

Bisnis yang hanya bicara soal rupiah adalah bisnis yang murah, bahkan murahan. Kita orang beriman harus berpikir lebih daripada itu. Ada keberkahan. Ada ekosistem yang positif. Ada manfaat yang masif. Kalau sudah begini, insya Allah bisnisnya akan 'menjaga' kita. Selamat dunia akhirat.

Dalam perjalanan menuju Kuala Lumpur, saya sempat merenung, "Hidup adalah pilihan." _Maka, selagi bisa memilih, pilih bisnis yang bisa 'menjaga kita'._ Kalau belum dapat, yah cari. Proaktif. Jangan diam begitu saja. Siap? Semoga ujung-ujungnya hidup kita berkah berlimpah. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan.

Monday, August 12, 2019

Fokus, Rumus yang Simple

Sekarang adalah bulan ke-8 pada tahun ini. Itu artinya sekitar 2/3 dari target setahun, harusnya sudah tercapai pada bulan ini. Ya, harusnya sudah tercapai. Nah, ada baiknya masing-masing kita melakukan evaluasi.

Ingat, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.

Target, prestasi, dan produktif adalah kata-kata yang dipopulerkan oleh manusia-manusia modern. Sah-sah saja. Dan kita mau nggak mau harus welcome dengan kata-kata ini. Juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saran saya, untuk mencapai target, masing-masing kita hendaknya menajamkan kefokusan. Saat kita fokus, energi terkumpul di situ dan pastilah terjadi sesuatu. Sebaliknya, saat kita tidak fokus, energi terpecah ke berbagai arah. Jadinya yah lemah.

Saya bersyukur sekali, melalui komunitas bisnis yang saya rintis, alhamdulillah saya berhasil mengantarkan puluhan orang income-nya membaik. Benar-benar membaik. Puluhan juta sebulan.

Tentu, ini tidak terjadi pada semua partner. Biasanya hanya terjadi pada partner-partner yang fokus. Contohnya partner-partner saya seperti Iwan, Naning, Arda, Tanto, Dayat, dan Malina.

Serunya lagi, ketika Anda fokus, hasilnya akan membesar dan kesibukan Anda akan berkurang. Sebaliknya, ketika Anda tidak fokus, hasilnya akan mengecil dan kesibukan Anda akan bertambah.

Fokus ini rumus yang simple. Saking simple-nya, banyak orang yang tidak percaya. Saya harap Anda termasuk segelintir orang yang percaya pada rumus ini. Percayalah, kalau serius dan fokus, hasilnya pasti bagus. Ini adalah rumus.

Siap?

Tuesday, August 6, 2019

Ngumpulin Amal

Weekend yang lalu, saya seminar di tiga titik. Kedutaan Malaysia, Karawang, dan Bekasi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Sebenarnya kalau mau santai, saya cukup duduk-duduk saja di rumah. Nggak harus seminar.

Toh soal rezeki sudah ada dari sumber-sumber yang lain, alhamdulillah. Tapi ini soal kebermanfaatan dan amal jariyah. Kata guru saya, manusia diukur dari manfaatnya, bukan dari harta-bendanya.

Bagi saya pribadi, mungkin lebih tepat disebut, ngumpulin amal. Apalagi mengingat umur saya sudah 40 tahun lebih.

Sekitar 80% seminar saya konsepnya non-profit. Dalam artian, saya tidak dibayar. Kalaupun ada tiket yang dijual, itu untuk menutupi biaya operasional panitia dan sewa tempat. Kalau ada lebihnya? Yah buat sedekah.

Nggak dapat uang, tapi saya tetap bersemangat.

Kenapa?

Begini. Jarang orang tahu, ketika Anda mengajarkan ilmu bisnis dan ilmu penafkahan pada seseorang, insya Allah Anda akan memetik sesuatu yang sangat berharga, namanya pahala berlapis. Kok bisa?

Karena dengan ilmu bisnis itu, dia mampu menafkahi keluarga, memberi gizi terbaik untuk keluarga, memilih sekolah terbaik untuk anak, memilih rumahsakit terbaik untuk orangtua, membiayai umrah sekeluarga, bahkan membantu sesama.

Segala kebaikan itu, Anda punya andil. Dengan kata lain, Anda-lah yang menjadi wasilah dan perantara-nya. Pahala berlapis tuh. Saran saya, "Sedikit atau banyak, ajarkan ilmu bisnis kepada orang-orang di sekitar kita."

Akhir bulan nanti, saya bersama Diaz Adriani insya Allah akan mengadakan seminar 'Muhammad Sebagai Pedagang' di Pejaten. Berbagai rahasia dan tips bisnis dari Nabi Muhammad, insya Allah kami sampaikan di sini.

Teman-teman mungkin beda profesi dengan saya. Nggak masalah. Tapi soal kebermanfaatan dan amal jariyah, saya pikir ini concern semua orang, apapun profesinya apapun posisinya. Mari sama-sama kita ikhtiarkan.

Siap?

7 Orang Introvert yang Sukses

Biarpun Introvert, 7 Orang Ini Buktikan Mereka Bisa Sukses dan Punya Kekayaan Rp 1.050 T!

Banyak pihak menganggap bahwa orang sukses itu hanya berasal dari pribadi yang cenderung ekstrovert karena lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Nyatanya hal itu gak selalu benar lho, ada juga orang yang berkategori introvert yang sukses di dunia ini. Bahkan saking kayanya total harta yang dimiliki mencapai ribuan triliun rupiah.

Penasaran siapa dia?

Introvert atau orang yang sifatnya lebih condong ke perasaan serta pikiran dibandingkan bersosialisasi dengan orang lain atau dunia luar sering dipandang sebelah mata bagi sebagian orang.

Itu gak lepas dari kemampuan interaksi mereka yang masih dibawah daripada orang yang berkepribadian ekstrovert atau sebaliknya. Tapi yang perlu dicatat disini adalah mereka bukan berarti anti bersosialisasi lh ya. Hanya aja lebih sering berpikir dulu sebelum mengeluarkan kata-kata dari mulut.

Kalau kamu memiliki kepribadian yang introvert jangan minder dulu untuk berusaha, sebab ada 7 contoh orang sukses yang selama ini sering tampil di media sosial dan ternyata mereka punya kesamaan dengan kamu.


1. Barack Obama

Mengutip dari Career Addict, siapa sih yang gak kenal dengan Barack Obama? Presiden Amerika ke 44 sekaligus orang kulit pertama yang memimpin negeri Paman Sam ini ternyata adalah seorang yang introvert.

Pria yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1961 ini sempat menghabiskan masa kecilnya di daerah Menteng, Jakarta Pusat, selama beberapa waktu sebelum pindah ke Amerika Serikat.

Selama kariernya di politik ia berhasil mengumpulkan harta kekayaan sampau US$ 40 juta atau setara Rp 556 miliaran.


2. Marissa Mayer

Selanjutnya ada orang sukses Marissa Mayer yang sempat masuk dalam wanita paling berpengaruh di dunia pada tahun 2012 oleh majalah Forbes.

Marissa Mayer merupakan mantan CEO raksasa internet Yahoo! Pada tahun 2012 sampai 2017 lalu. Ia merupakan salah satu dari segelintir wanita yang berhasil memimpin sebuah perusahaan dunia.

Cuan yang berhasil dikumpulkan selama kariernya tercatat sekitar US$ 600 juta atau setara Rp 8,3 triliunan.


3. Larry Page

Ketiga ada Larry Page yang merupakan orang sukses yang mendirikan raksasa mesin pencari Google. Salah satu faktor mengapa ia jarang terekspos oleh media beberapa kalangan menganggap akibat sifat kepribadiannya yang introvert.
Mungkin karena sifatnya tersebut yang membuat kejeniusannya bisa mendirikan perusahaan sebesar Google, gak kebayang deh kalau dunia tanpa mesin pencari tersebut.

Total kekayaan Larry Page diperkirakan mencapai US$ 51,1 miliar atau setara Rp 711 triliunan.


4. Albert Einstein

Albert Einstein adalah seorang ilmuan dunia yang terkenal akan kepintarannya menemukan teori relativitas. Ia sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dibandingkan bersosialisasi dengan orang lain.

Karena kepribadiannya tersebut Einstein berhasil membantu dunia dalam memecahkan misteri yang sebelumnya belum diketahui masyarakat banyak.


5. Steve Wozniak

Kamu seorang pengguna gadget Apple? Maka orang sukses ini sangat berkontribusi atas barang yang kamu gunakan tersebut sehari-hari.

Sebab Steve Wozniak adalah salah satu dari pendiri Apple bersama dengan Steve Jobs yang udah meninggal pada tahun 2011 lalu dan Ronald Wayne. Sekarang Apple udah menjadi perusahaan dengan nilai valuasi terbesar di dunia bersaing ketat dengan Microsoft.

Kekayaan Steve Wozniak ditaksir mencapai angka US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliunan.


6. Steven Spielberg

Orang sukses keenam yang memiliki kepribadian introvert adalah Steven Spielberg. Di dunia Hollywood ia terkenal karena film-film yang diproduksi olehnya memiliki adegan ledakan yang khas.
Beberapa film seperti Transformer, Jurassic Park, Bumblebee dan The BFG berhasil menembus pasar Box Office dunia.

Dengan karya-karyanya tersebut Steven Spielberg berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai US$ 3,1 miliar atau ssetara Rp 43 triliunan.


7. Mark Zuckerberg

Terakhir ada nama Mark Zuckerberg yang berhasil menciptakan media sosial Facebook pada tahun 2004 lalu.  Gak banyak yang mengetahui bahwa ia adalah seorang yang introvert.

Kisah tentang kehidupannya sempat difilmkan dengan judul Social Network. Dengan hasil usahanya tersebut ia berhasil menjadi orang sukses dan masuk ke dalam jajaran orang terkaya dunia dengan total harta US$ 75,5 miliar atau setara Rp 1.050 triliunan.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/orang-sukses-yang-introvert-dan-kaya-raya/

Related Posts