Thursday, February 19, 2026

Hukum Parkinson

Pekerjaan Akan Mengembang Mengisi Waktu yang Tersedia

Pernah merasa tugas yang sebenarnya bisa selesai dalam dua jam malah menghabiskan dua hari hanya karena tenggat waktunya memang dua hari? Atau laporan yang bisa dirampungkan dalam satu sore justru baru selesai mendekati deadline? Fenomena ini dijelaskan oleh Hukum Parkinson, sebuah prinsip manajemen waktu yang menyatakan bahwa pekerjaan akan mengembang untuk mengisi seluruh waktu yang tersedia untuk penyelesaiannya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh C. Northcote Parkinson pada tahun 1955 melalui esainya di The Economist. Awalnya ia mengamati birokrasi pemerintahan Inggris, tetapi prinsipnya ternyata relevan untuk hampir semua aspek kehidupan modern.

Secara sederhana, ketika kita diberi waktu yang panjang untuk menyelesaikan suatu tugas, otak kita secara tidak sadar menyesuaikan ritme kerja agar sesuai dengan durasi tersebut. Bukan karena tugasnya sulit, melainkan karena ruang waktu yang longgar menciptakan ilusi bahwa kita masih punya banyak kesempatan. Akibatnya muncul penundaan, penyempurnaan yang berlebihan, atau distraksi yang tidak perlu. Sebaliknya, ketika waktu terbatas dan jelas, fokus meningkat, keputusan dibuat lebih cepat, dan prioritas menjadi lebih tajam.

Dalam dunia kerja, Hukum Parkinson sering terlihat dalam proyek-proyek yang molor tanpa alasan teknis yang signifikan. Rapat yang dijadwalkan satu jam hampir pasti akan menghabiskan satu jam penuh, meskipun inti pembahasan sebenarnya bisa selesai dalam tiga puluh menit. Anggaran yang besar cenderung dihabiskan seluruhnya meskipun tidak semuanya benar-benar dibutuhkan. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya waktu, tetapi juga sumber daya lain seperti uang dan tenaga, dapat “mengembang” mengikuti batas yang tersedia.

Studi menunjukkan bahwa ketika diberi tugas, kita memikirkan banyaknya waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tugas daripada jumlah waktu yang sebenarnya dibutuhkan. Karena pola pikir ini, waktu terbuang dan alur kerja menjadi tidak efisien. Hal inilah yang seringkali membuat kita sebagai manusia cenderung menghabiskan seluruh waktu yang diberikan untuk menyelesaikan suatu tugas, meskipun sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama. 

Fenomena ini berkaitan erat dengan psikologi manusia terhadap tekanan dan urgensi. Tanpa tekanan waktu, motivasi cenderung menurun karena tidak ada dorongan eksternal yang memaksa kita bergerak cepat. Deadline yang jelas dan realistis menciptakan batasan yang justru meningkatkan efisiensi. Otak manusia bekerja lebih optimal ketika memiliki target waktu yang spesifik, karena fokus diarahkan pada penyelesaian, bukan pada kemungkinan tanpa batas.

Dalam konteks manajemen waktu, Hukum Parkinson memberi wawasan tentang pentingnya mengatur tenggat waktu yang realistis dan membatasi waktu yang dialokasikan untuk setiap tugas. Dengan memahami bahwa pekerjaan akan meluas sesuai dengan waktu yang tersedia, seseorang dapat menggunakan prinsip ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Namun, penting untuk memahami bahwa Hukum Parkinson bukan ajakan untuk selalu bekerja dalam tekanan ekstrem atau membuat deadline yang tidak masuk akal. Tekanan berlebihan justru dapat menurunkan kualitas hasil dan meningkatkan stres. Inti dari prinsip ini adalah kesadaran bahwa pengelolaan waktu yang terlalu longgar sering kali merugikan produktivitas. Dengan menetapkan batas waktu yang lebih ketat namun tetap realistis, kita bisa memaksa diri untuk lebih fokus dan menghindari pemborosan energi.

Sebuah perusahaan mengumumkan bahwa mereka bekerja selama 4 hari seminggu dan 8 jam sehari selama musim kemarau. 

Ternyata ini adalah bagian dari eksperimen mereka untuk membuat karyawannya menjadi lebih produktif. Perusahaan ini telah menerapkan strategi ini selama 14 tahun, jadi ini membuktikan bahwa strategi ini berhasil. 

Jam kerja resmi yang lebih sedikit akan membuat karyawan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Ketika Anda memiliki lebih sedikit jam kerja, Anda biasanya menggunakannya dengan lebih bijak.

Dalam kehidupan pribadi, hukum ini juga terasa relevan. Tugas rumah tangga, belajar, hingga olahraga sering tertunda karena kita merasa “masih ada waktu”. Tetapi ketika kita memberi batas waktu yang tegas—misalnya menyelesaikan laporan dalam dua jam atau membersihkan rumah dalam tiga puluh menit—hasilnya sering kali tetap memadai tanpa harus mengorbankan kualitas secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa banyak pekerjaan sebenarnya tidak membutuhkan waktu selama yang kita kira.

Jika pekerjaan akan mengembang untuk mengisi waktu yang tersedia, solusi logisnya adalah memberikan waktu yang lebih sedikit.

Nasihat ini sederhana, intuitif, dan menjadi dasar dari sistem produktivitas yang tak terhitung jumlahnya. Namun, nasihat ini gagal membedakan antara dua jenis pekerjaan yang sangat berbeda: eksekusi mekanis dan pemecahan masalah yang kompleks.

Hukum Parkinson mengajarkan bahwa batasan bukanlah musuh produktivitas, melainkan alat untuk meningkatkannya. Waktu yang tidak dibatasi cenderung disia-siakan, sementara waktu yang terstruktur mendorong efisiensi dan ketegasan dalam bertindak. Dalam dunia yang penuh distraksi dan fleksibilitas berlebihan, kemampuan menetapkan batas waktu secara sadar menjadi keterampilan penting. Pada akhirnya, bukan seberapa banyak waktu yang kita miliki yang menentukan hasil, melainkan bagaimana kita mengaturnya.

Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dengan hukum parkinson agar produktivitas pribadi tidak menurun tapi semakin meningkat dan inilah yang bisa kita lakukan untuk mengalahkannya.

Tenggat waktu atau batas waktu merupakan istilah untuk menentukan batas akhir dalam melakukan suatu kegiatan termasuk pekerjaan demi tercapainya tujuan sesuai target dan dapat memanfaatkan waktu secara efektif. Penting sekali bagi kita memberikan tenggat waktu bagi diri sendiri supaya tidak menambah beban pekerjaan yang semakin menumpuk.


Sumber :

https://asana.com/id/resources/parkinsons-law

https://www.zoho.com/blog/id/general/hukum-parkinson-strategi-efektif-untuk-produktivitas-yang-tinggi.html

https://clickup.com/id/blog/545470/hukum-parkinson

https://www.belajarsampaimati.com/2026/01/apa-itu-hukum-parkinson-atau-parkinson.html

https://olret.viva.co.id/life/9551-cara-agar-tidak-terjebak-hukum-parkinson

No comments:

Post a Comment

Related Posts