Sunday, October 11, 2020

Value Proposition Canvas

A Bridge to Connect Imaginary Idea and Real Product

Value proposition canvas terbagi menjadi dua bagian yaitu customer segment dan value proposition. Alex Osterwalder mendesign alat ini untuk membantu kamu membuat detil dari kedua hal tersebut secara sederhana, tetapi sangat bermanfaat sebagai jembatan ide yang ditawarkan untuk calon customer agar sesuai dan tepat.

Tujuan dari value proposition canvas adalah agar kamu bisa mendesain proposisi nilai yang bertujuan untuk meningkatkan nilai yang kamu tawarkan kepada customer dan membantu menyelesaikan permasalahan mereka.

Value propositon juga merupakan sebagai dasar untuk pembuatan business model canvas (BMC). Hasil dari value proposition canvas nanti akan dipakai di kolom value proposition pada business model canvas. Value ini menjadi dasar untuk menentukan hal-hal lain yang diperlukan dalam setiap elemen business model canvas. Jadi bisa dibilang value ini adalah jembatan pertama untuk menghubungkan ide yang sifatnya abstrak dengan produk (atau layanan) yang bersifat konkrit.

Value Proposition Canvas terdiri dari dua bagian yaitu Customer Profile dan Value Proposition. Dibawah akan dibahas satu per satu. Dalam customer profile ada elemen yaitu customer jobs, pains dan gains.


Customer job

Pertama mari analisa customer , lebih bagus lagi dengan membuat profil customer yaitu mulailah dengan mendeskripsikan apa yang sedang dikerjakan oleh target customer. Hal itu bisa berupa tugas yang sedang mereka kerjakan, masalah yang sedang mereka pecahkan atau kebutuhan yang sedang berusaha dicapai oleh mereka. Customer jobs dapat dikategorikan kedalam functional jobs, social jobs, emotional jobs, dan basic need jobs. Ingat kembali Jobs-to-be-done. (Konsep jobs-to-be-done telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya)


Customer pain. 

Mendeskripsikan emosi negatif, hal-hal yang tidak diinginkan, situasi yang tidak diinginkan dan resiko yang pernah dialami oleh customer sebelumnya sebelum, ketika dan setelah mengerjakan sesuatu.

Resapi beberapa pertanyaan dan jawaban di bawah ini :

  • Apa saja yang biasa dihindari customer? Misalnya : waktu lama, mahal.
  • Apa yang saja emosi negatif customer yang bisa muncul? Misalnya : frustrasi, menjengkelkan, mengganggu, memusingkan.
  • Apa saja solusi yang ada tapi buruk untuk customer ? Misalnya : feature yang kurang, performa, tidak berfungsi.
  • Apa kesulitan utama yang dihadapi customer? Misalnya : sangat sulit menggunakan mengakses layanan


Customer gains. 

Mendeskripsikan keuntungan yang diharapkan oleh customer. Termasuk keuntungan secara fungsional, emosional, emosi positif, dan hemat biaya.

Resapi beberapa pertanyaan dan jawaban di bawah ini :

  • Apa yang membuat pekerjaan customer menjadi lebih mudah? Misalnya : service lebih, harga murah
  • Apa yang dicari customer? Misalnya : desain yang bagus, garansi
  • Apa konsekuensi positif yang diinginkan customer? Misalnya : kelihatan keren, menaikkan gengsi, status
  • Apa yang diimpikan customer? Misalnya : tubuh langsing, percaya diri, badan berotot, juara kelas
  • Apa harapan/ekspektasi customer? Misalnya : kualitas, pelayanan ramah

Kemudian dalam value proposition canvas ini terdiri dari tiga elemen yaitu pain relievers, gain creators dan products & services.


Pain relievers di sisi value map berhubungan erat dengan pain di customer value. Pain reliever menghapus dan mengurangi pain, atau hal-hal negatif yang dialami oleh customer. Jika diibaratkan pain reliever ini adalah obat saat customer merasakan sakit.

Gain creators juga berhubungan erat dengan gain customer profile. Gain creator meningkatkan gain yang sudah didapatkan oleh customer. Jika diibaratkan pain reliever ini adalah vitamin untuk menjaga customer tetap sehat dan bugar.

Product & services merupakan gabungan dari pain reliever dan gain creator. Itulah yang akan disajikan pada customer. Apa produk dan service yang akan membantu customer secara fungsional, emosional, sosial atau membantu memenuhi kebutuhan dasar. Produk dan service ini harus tangible.

Dibawah ini dalah contoh value proposition canvas dalam penerapan bisnis kuliner (food and beverage), Meatbray “100 US BEEF” yang terletak di Galaxy Food City Bekasi.

https://www.instagram.com/meatbray/

Value proposition dari Meatbray hotplate dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen diantaranya : kebutuhan untuk ‘makan diluar’ yang didasari konsumen mempunyai kebiasaan hang-out bersama keluarga atau teman terdekat (functional jobs). Konsumen juga biasanya mencari tempat makan yang enak (emotional jobs) dan sasaran konsumen Meatbray 100% US BEEF khusus bagi mereka yang mengkonsumsi daging sapi (functional jobs). Dalam industri food and beverage yang sudah ada terdapat beberapa titik kesakitan yang menyebabkan konsumen merasa ‘sakit’. Diantaranya, harga yang mahal, kualitas daging yang buruk, hanya bisa makan ditempat, dan waktu penyajian yang lama. Konsumen juga akan lebih senang apabila harga yang terjangkau, waktu penyajian yang cepat, banyak tambahan saus dan bisa menerima pembayaran dengan uang elektronik.

Berdasarkan analisis diatas, maka pain reliever atau obat dari semua ‘kesakitan’ konsumen itu menginginkan paling tidak harga tidak terlalu mahal, kualitas daging yang baik, bisa dibawa pulang dan waktu penyajian yang cepat. Adapun gain creator yaitu daging yang impor yang berasal dari US, banyak variasi saus, menerima pembayaran dari multi channel dan jaminan 7-menit waktu penyajian.

Apabila value proposition ini direalisasikan dengan baik saat proses bisnis berlangsung, maka sedikit demi sedikit branding akan terbentuk sehingga bisnis kamu akan mempunyai nilai yang khas. Nilai tersebut akan membedakan bisnis kamu dengan pesaing.


Sumber :

https://medium.com/@lubis.asepridwan/value-proposition-canvas-a-bridge-to-connect-imaginary-idea-and-real-product-a58b1d8faa99

No comments:

Post a Comment

Related Posts