Saturday, November 8, 2014

5 Tips Kreatif untuk Para Penulis


Apakah Anda menjadikan penulis sebagai profesi tetap Anda? Atau mungkin Anda masih berencana untuk membangun karier sebagai seorang penulis? Kegiatan menulis, bisa menjadi sebuah mimpi buruk yang menghantui kita dengan berbagai macam cara. Wah, apakah menulis itu kegiatan yang 'menyeramkan'?

“There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed.” ― Ernest Hemingway 

Ada sejumlah tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kreativitas Anda sebagai penulis. Dan di bawah ini ada lima tips kreatif yang bisa Anda ikuti jika Anda ingin membuat kegiatan menulis jadi terasa lebih menyenangkan. Atau mungkin Anda sedang mengalami kebosanan bekerja sebagai penulis?

Lima tips di bawah ini juga mungkin bisa membantu Anda.

Menulis di Bloknot (Notepad)
Jika selama ini Anda menggunakan buku tulis (notebook), cobalah beralih menggunakan bloknot (notepad). Menulis di bloknot dengan halaman-halaman yang harus dibuka secara vertikal--bukan horizontal atau menyamping seperti buku tulis, bisa membantu Anda untuk menulis atau membuat draft lebih efektif. Kenapa? Karena penggunaan bloknot bisa mengurangi gangguan dari halaman sebelumnya karena halaman sebelumnya telah kita balik ke belakang.

Jangan Mengedit Saat Menulis
Saat membuat tulisan pertama atau draft tulisan pertama, jangan melakukan proses penyuntingan. Anda tulis dulu, selesaikan sampai tamat, baru nanti diedit. Mengedit bersamaan ketika menulis akan membuat Anda kehilangan banyak hal penting yang perlu dituliskan.

Mendengarkan Musik yang Sesuai dengan "Suasana" Tulisan Anda
Pilihlah musik yang memiliki suasana yang sama dengan tulisan yang Anda buat. Disarankan untuk mendengarkan musik tanpa lirik atau kata, agar Anda tidak merasa terganggu. Tapi itu semua kembali pada Anda sendiri, tergantung kemampuan Anda untuk fokus atau membagi perhatian Anda ketika menulis sambil mendengarkan musik. Mendengarkan musik bisa membantu Anda untuk menyesuaikan suasana hati Anda ketika menyelesaikan sebuah tulisan.

Berhentilah Berjanji
"Oke, nanti aku akan menulis." "Nanti malam sebelum tidur aku baru akan menulis." "Besok saja aku menulis, ya, besok saja sekalian." Ladies, berhentilah untuk sekadar berjanji untuk menulis. Lakukan saja. Tulis saja apa yang ada di pikiran Anda saat ini. Untuk Anda yang bekerja sebagai penulis yang selalu dibayangi tenggat waktu, Anda tak bisa terus-terusan memanjakan diri Anda untuk menunda-nunda.

Memakai Baju yang Paling Nyaman
Memakai baju yang tidak memberikan kenyamanan hanya akan membuat Anda semakin ogah-ogahan saat menulis. Pilih dan kenakan baju yang paling nyaman saat menulis.

“Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”― Louis L'Amour 

Menulis bisa menjadi sebuah aktivitas atau pekerjaan yang begitu personal. Cara menulis yang dilakukan orang lain bisa berbeda dari cara menulis orang yang lain.


Sumber :
http://www.vemale.com

Karir dengan Passion Make Up

4 Jenis Pekerjaan Menjanjikan Bagi Anda Yang Suka Makeup

Bekerja sesuai passion akan membuat kita serasa tidak sedang bekerja. Apalagi sebagai wanita, ada berbagai hobi dan rutinitas yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian.

Salah satunya adalah kecantikan di bidang makeup. Beberapa orang dilahirkan dengan ketelatenan untuk menggunakan berbagai properti kecantikan meski mereka tidak melakukan studi dalam bidang tersebut. Nah, kalau Anda adalah penggemar makeup, ada beberapa jenis pekerjaan yang menjanjikan dan sesuai dengan passion Anda ini.

Makeup Profesional
Anda bisa menjadi makeup artist atau membuka jasa rias kecil-kecilan dengan skill Anda mengaplikasikan makeup. Pekerjaan ini bisa diraih lewat kursus maupun mendalami di sekolah kecantikan. Agar lebih mumpuni, pelajari jenis kualitas makeup dan teknik yang bisa diaplikasikan.

Beauty Blogger
Saat ini, menjadi seorang beauty blogger adalah salah satu hobi yang menghasilkan dan menyenangkan. Selain bisa sharing berbagai ide dan trik seru, Anda juga bisa mendapat berbagai benefit. Misalnya mendapat endorse dari brand tertentu, undangan untuk beauty event, dan bila nama Anda sudah akrab di telinga para pembaca, maka Anda bisa mengembangkan hobi ini menjadi bisnis seperti online shop.

Online Shop Kecantikan
Nah, Anda bisa mencoba merintis bisnis ini juga lho Ladies. Karena kebanyakan kosmetik akan dijual dengan harga lebih terjangkau. Bisnis ini cukup menjanjikan. Apalagi sekarang buka hanya kosmetik lokal, bahkan kosmetik import pun banyak diminati.

Beauty Consultant
Jeli melihat kosmetik? Manfaatkan bakat Anda untuk menjadi konsultan kecantikan bagi banyak wanita. Apalagi saat ada produk baru. Anjurkan untuk menggunakan kosmetik yang aman dan terjamin. Beberapa wanita juga masih bingung akan fungsi suatu kosmetik, jadi pekerjaan ini cukup menarik untuk dikerjakan secara personal maupun dalam sistem perusahaan.


Sumber :
http://www.vemale.com

Tips Sukses Karir

Kalau Mau Sukses Berkarier, Hindari 10 Kesalahan Ini!

Ingin sampai di puncak tangga karier? Perlu usaha dong! Dan satu lagi yang penting: tetap melakukan segala sesuatunya dengan penuh perhitungan dan pertimbangan. Dunia karier bisa sangat berbeda dari apa yang selama ini kita bayangkan. Ada hal-hal baru dan juga tantangan-tantangan yang tak kalah beratnya.

“Happiness does not come from a job. It comes from knowing what you truly value, and behaving in a way that’s consistent with those beliefs.”― Mike Rowe 

Ada 10 kesalahan dalam berkarier yang perlu kita hindari jika ingin sukses. Untuk lebih jelasnya, simak uraiannya di bawah ini.

Hanya Bersosialisasi dengan Orang-Orang di Dalam Kantor
Temukan peluang baru dengan memperluas jejaring pertemanan. Jika hanya bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di dalam kantor, kita bisa kehilangan banyak kesempatan baru di luar sana.

Terlalu Memikirkan Gaji
Kepuasan dalam bekerja itu penting. Dan itu tak bisa diukur hanya berdasarkan pada gaji atau upah yang didapat. Peluang untuk belajar hal-hal baru bisa lebih berharga dibandingkan gaji yang didapatkan.

Takut Gagal
Lakukan sesuatu, beranilah untuk gagal, lalu belajarlah dari kegagalan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Bill Gates, “Success is a lousy teacher. It seduces smart people into thinking they can’t lose.”

Membeli Properti di Awal Karier
Jika Anda belum benar-benar mantap dengan jalur karier yang Anda pilih, sebaiknya jangan terburu-buru membeli properti di awal perjalanan karier Anda.

Menghindari Tantangan
Jangan takut untuk menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Bisa jadi dengan menerima tantangan tersebut, Anda bisa semakin mengenali kelebihan dan kelemahan diri Anda.

Mengabaikan Masukan
Banyak sekali pebisnis yang membuat keputusan yang salah ketika merilis produk atau bisnis barunya karena mengabaikan masukan dari para pelanggannya. Tak memperhatikan kebutuhan pelanggan juga menjadi salah satu penyebab gagalnya seseorang yang ingin berkarier sebagai pebisnis atau wirausahawan.

Terlalu Fokus pada Kesuksesan Sendiri
Penelitian yang dilakukan oleh James Citrin dan Richard Smith menunjukkan bahwa para wirausahawan sukses itu justru empat kali lipat lebih banyak membantu rekannya dibandingkan wirausahawan yang tidak sukses. Ternyata ketika kita membantu rekan kita dan tak hanya fokus pada kesuksesan sendiri, kita pada dasarnya sedang membangun ikatan silaturahim yang nantinya pasti akan berguna suatu saat nanti.

Menghindari Kerja Keras
Selain disiplin diri dan kepercayaan diri, faktor apa yang menentukan kesuksesan seseorang? Jawabannya adalah kerja keras.

“The price of success is hard work, dedication to the job at hand, and the determination that whether we win or lose, we have applied the best of ourselves to the task at hand.” —Vince Lombardi

Takut Melakukan Perubahan
Mungkin lingkungan kerja Anda terlalu ketat dan Anda merasa tak bisa mencapai puncak tangga karier. Tapi jika Anda ingin berhasil, lakukan perubahan. Jangan terkalahkan oleh rasa rendah diri atau hanya karena alasan bosan.

Mengesampingkan Kecerdasan Emosi
Mengatur tim dan memimpin perusahaan akan sangat sulit jika tak memiliki kecerdasan emosi yang baik. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kesuksesan seseorang itu tergantung pada 25 persen kemampuan dan kecerdasan sementara sisanya dipengaruhi oleh keterampilan dan empati orang tersebut--yang merupakan inti dari kecerdasan emosi.


Sumber:
http://www.vemale.com

Agar Bahagia di Tempat Kerja Meski Tidak Suka

5 Langkah Agar Bahagia di Tempat Kerja Meski Tak Menyukai Pekerjaannya


Hal-hal yang terjadi di dunia kerja atau tempat kerja seringkali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Ladies, apakah saat ini Anda merasa kurang bahagia di tempat kerja Anda karena tidak menyukai pekerjaan yang Anda harus lakukan? Pada saat tertentu, kita pasti pernah berada dalam posisi dilema, antara harus mempertahankan pekerjaan yang kita miliki dengan risiko tak bahagia atau melepaskan pekerjaan yang dimiliki saat ini dengan risiko siap menganggur entah sampai kapan.

Menemukan kebahagiaan di tempat kerja meskipun kita tak menyukai pekerjaannya sangat mungkin untuk dilakukan. Caranya? Ikuti saja langkah-langkahnya di bawah ini.

Ambil Jeda Beberapa Saat Sebelum Memulai Pekerjaan
Sebelum mulai melakukan pekerjaan, ambil jeda waktu beberapa saat. Tenangkan pikiran Anda. Dengarkan suara-suara di sekitar Anda. Kenali emosi dan reaksi tubuh Anda. Pada dasarnya, kita bisa melatih diri kita sendiri untuk merasa lebih bahagia. Temukan arti dan makna dari pekerjaan yang Anda lakukan. Carilah manfaat besar yang sekiranya bisa Anda dapatkan dengan menyelesaikan pekerjaan Anda.

“Find a job you enjoy doing, and you will never have to work a day in your life.”― Mark Twain 

Buka Hati dan Pikiran
Kerja untuk hidup atau hidup untuk kerja? Atau mungkin Anda punya definisi lain tentang bekerja? Saatnya buka lagi hati dan pikiran Anda. Kenali lagi diri Anda, runtut kembali perjalanan karier Anda. Pasti ada sesuatu yang penting dari usaha dan pekerjaan yang Anda lakukan saat ini.

Temukan Tempat yang Paling Nyaman di Kantor
Saat Anda butuh menenangkan diri dan menjernihkan pikiran, temukan satu tempat yang paling nyaman di kantor Anda. Jadikan tempat itu sebagai oase yang akan membantu Anda untuk tetap bisa menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Ketika Anda stuck dengan pekerjaan yang Anda lakukan, Anda bisa 'mengasingkan' diri sejenak di tempat favorit Anda.

Temukan Komitmen dan Dedikasi dari Dalam Diri
Pekerjaan akan terasa semakin berat dan tak menyenangkan ketika Anda sudah kehilangan komitmen dan dedikasi diri. Coba ciptakan lagi komitmen dari dalam diri Anda. Bangun lagi semangat untuk terus melakukan yang terbaik ketika bekerja.

“I love my career. It is a career. A difficult one that takes many hours and total dedication to my craft. It is also what I was born to do--tell stories and entertain.”― Michelle M. Pillow 

Ciptakan Kebiasaan Positif yang Baru
Undang rasa bahagia itu dengan kebiasaan positif yang baru dan yang dilakukan setiap hari. Jika selama ini Anda sudah kehilangan semangat untuk bekerja karena membenci pekerjaan yang Anda lakukan, ciptakan satu saja kebiasaan positif yang baru. Misalnya saja dengan berangkat lebih pagi atau membuat bank ide yang akan menjadi wadah untuk menampung semua ide atau gagasan yang kita miliki setiap harinya.

Apabila rasa bahagia itu sudah benar-benar hilang, Anda bisa coba untuk mencari pekerjaan lain. Pekerjaan yang Anda yakini bisa memberikan makna untuk diri Anda. Tapi tentu saja dengan melakukan sejumlah pertimbangan matang.


Sumber :
http://www.vemale.com

Karir yang bukan Pekerja Kantoran


Bekerja tidak harus di kantor. Kita juga bisa memanfaatkan hobi dan kemampuan yang kita miliki untuk menghasilkan uang. Selain tidak perlu ke kantor, kita bahkan tidak dituntut dengan disiplin waktu. Yang dibutuhkan hanya, kita mampu memberikan yang terbaik.

Terutama bagi seorang wanita dan mereka yang sudah menikah. Pekerjaan seperti ini tidak menyita waktu sehingga Anda masih memiliki banyak waktu untuk mengurus rumah tangga. Nah Ladies, berikut ini jenis pekerjaan yang tidak nampak seperti orang kantoran, dilansir dari womanitely.com.

Chef
Memasak tidak hanya sekedar hobi. Dan memasak bukan hanya tuntutan bagi wanita. Bagi Anda yang jago dalam mengolah masakan, Anda bisa menjadikan peluang bisnis dengan kemampuan Anda ini. Toh, sudah banyak orang-orang yang sukses dalam bidang kulinari.

Designer
Begitu juga dengan para designer. Para insan kreatif ini terlihat santai, namun tangan mereka bisa menghasilkan karya yang sangat cantik. Dan tentu, hasil karya mereka memiliki nilai harga yang tinggi pula.

Penulis
Bagi Anda yang suka mengolah kata, hobi menulis juga bisa menjadi sumber uang lho. Menghabiskan waktu luang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Pekerjaan seperti ini tidak membuat otak Anda jenuh dengan hitungan atau laporan keuangan seperti kebanyakan profesi lainnya.

Personal shopper
Belakangan ini, online shop marak digemari karena memberikan kemudahan bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu luang. Hal ini tentu menjadi peluang bisnis besar bagi Anda yang suka dengan dunia online. Seperti membuka online shop yang menyediakan item fashion.

Wedding planner
Bergabung dengan wedding planner atau wedding organizer tidak menuntut Anda untuk ke kantor atau bahkan harus menggunakan pakaian formal. Anda hanya membutuhkan ide kreatif untuk merencanakan sebuah konsep acara pernikahan yang meriah dan romantis.


Sumber :
http://www.vemale.com

Friday, October 10, 2014

Tips Kuliah Sambil Bekerja


Mendapatkan tambahan uang saku di saat-saat masih studi adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Keuntungan yang didapat tidak hanya finansial tetapi juga pengalaman. Namun juga perlu diingat jika memiliki pekerjaan sampingan di saat menjalankan studi juga memiliki resiko yang tinggi.

Salah satu akibatnya ialah tidak sedikit mahasiswa yang lebih tergiur dengan pendapatan kerja sampingan sehingga justru menjadikan kuliahnya sebagai pekerjaan sampingan. Karena studi telah menjadi nomor dua maka tidak sedikit pula yang justru tidak berhasil menyelesaikan studinya atau bahkan memutuskan untuk keluar. Sesuatu hal yang sungguh sangat disayangkan.

Berikut ini tips supaya pekerjaan sampingan tidak mengganggu studi.

1. Selalu fokus dengan tujuan awal

Doktrin pikiran kita jika kuliah adalah tujuan utama. Selama tujuan dipegang teguh maka tidak akan ada masalah yang signifikan yang timbul akibat pekerjaan sampingan. Pekerjaan sampingan akan menjadi sebuah faktor yang mendorong motivasi untuk segera menyelesaikan studi lebih cepat.

2. Pengaturan waktu yang baik

Biasakan untuk memiliki pengaturan (time management) yang baik untuk mengatur kapan harus bekerja dan studi. Berikan proporsi yang seimbang antara bekerja dan belajar, akan lebih baik jika proporsi diberikan lebih banyak untuk belajar.

3. Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmu

Pilihlah pekerjaan yang seirama dengan bidang ilmu karena pengalaman bekerja selama kuliah akan memberikan dampak yang positif di saat melamar pekerjaan kelak.

4. Selalu berinteraksi dengan lingkungan kampus

Jangan putuskan komunikasi dengan lingkungan kampus meskipun memiliki tambahan kesibukan pekerjaan tambahan di luar. Komunikasi dengan lingkungan kampus secara psikologis akan mampu menjadi alat untuk menyadarkan diri jika masih berstatus mahasiswa. Selalu update dengan perkembangan kampus supaya tidak menjadi korban akibat tertinggal informasi yang penting berkaitan dengan perkuliahan.


Sumber :
http://tipsdansolusi.com

Saturday, October 4, 2014

Korelasi IPK di Dunia Kerja

Pada Akhirnya, IPK Hanyalah Angka di Selembar Kertas?


Selain sebagai ukuran kinerja seorang mahasiswa di kampus, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kerap dianggap sebagai faktor penting saat melamar pekerjaan karena dapat menjadi ukuran kinerja seseorang ketika bekerja. Benarkah? Ternyata tidak juga. Tidak percaya? Berikut ini 6 alasan IPK tinggi bukan segalanya saat bekerja.

1. IPK tidak menjamin pekerjaan
Pandangan umum yang menyatakan bahwa rajin belajar dan IPK tinggi akan menjamin diraihnya pekerjaan impian nyatanya tidak selalu tepat. Tidak semua lulusan dengan IPK tinggi memperoleh pekerjaan seperti impiannya, justru terkadang mereka yang lulus dengan IPK pas-pasan­-lah yang meraih pekerjaan impian.

2. Memiliki IPK tinggi tidak menjamin keterampilan berkomunikasi interpersonal yang baik
IPK mungkin menjadi alasan kita mendapat panggilan wawancara, namun bukan pekerjaan. Saat wawancara, kemampuan komunikasi interpersonal-lah yang menjadi penentu. Sayangnya, IPK tidak berkorelasi positif dengan kemampuan komunikasi interpersonal seseorang.

3. IPK tidak menentukan seberapa pintar seseorang
Alasan IPK tinggi bukan segalanya saat bekerja adalah karena bukan kepintaran yang membuat kita mampu menjawab soal ujian (yang menjadi faktor penentu IPK), namun kemampuan mengingat pelajaranlah yang menjadi penentunya. Kenyataan pahitnya, kebanyakan dari kita melupakan 95% apa yang kita pelajari.

4. Mempertahankan IPK tinggi berarti mengorbankan waktu bersosialisasi
Setuju atau tidak, jika kita ingin mendapat IPK tinggi, maka kita perlu rajin belajar, apalagi menjelang ujian. Sayangnya, kondisi ini memaksa kita untuk mengurangi waktu berkumpul bersama teman-teman. Bukankah saat ini networking  lebih penting dibandingkan IPK kala melamar kerja.

5. Pengusaha tidak bertanya tentang IPK kita
Bos kita tidak peduli seberapa tinggi IPK kita, melainkan seberapa baik kita di tempat kerja. Tunjukkan padanya apa yang dapat kita kerjakan di atas meja, bukan berapa tinggi IPK yang kita peroleh saat kuliah.

6.  Faktor lain di luar IPK
Jangan mengabaikan IPK, tetapi ada banyak hal lain yang sama pentingnya dengan IPK. Jadi, pastikan kita tidak kehilangan mereka hanya karena kita ingin “angka yang baik pada selembar kertas” yang mungkin tidak akan peduli kepada kita setelah 10 tahun.


Sumber :
http://female.kompas.com

Related Posts