Wednesday, August 18, 2021

Tips Memilih Jurusan Kuliah

Ini Tips bagi yang Masih Bingung Memilih Jurusan Kuliah

Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:05 WIB


Banyak calon mahasiswa yang bingung saat menentukan jurusan kuliahnya. Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?

Berbagai pertanyaan tentang memilih jurusan kuliah yang cocok pasti terlintas oleh pelajar yang baru tamat sekolah dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan .

Tidak hanya jumlah perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai ribuan di Indonesia namun beragam jurusan kuliah yang ada pun pasti membuat bingung untuk memilih mana yang cocok untuk ditetapkan sebagai tempat berlabuh.

Dikutip dari instagram Direktorat Dikti Vokasi dan Profesi di @diktivokasi, Jumat (21/5), diktivokasi menulis, “Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?” “Ada berapa sebenarnya jurusan kuliah yang ada?” “Bagaimana cara menentukan jurusan kuliah yang tepat?” dan berbagai pertanyaan lain tentang jurusan / prodi kuliah yang bisa bikin galau.

Pertanyaan - pertanyaan di atas mungkin sering terlintas di benak para Gen Z yang akan masuk kuliah. Jika kalian masih bingung, simak tips memilih jurusan kuliah yang cocok dan pas untuk masa depan kalian dibawah ini.


1. Pahami minat dan bakat.

Ketika dihadapkan pada sekian daftar jurusan kuliah yang harus dipilih, baik dari ortu ataupun pilihan diri sendiri, kita membutuhkan alasan tepat untuk memilih.

Cara memilih jurusan kuliah tentu berbeda dari cara kita memilih menu makanan atau tema ponsel yang jika ketika kita bosen bisa langsung berganti tema. Tapi bagaimana dengan jurusan kuliah?

Itulah sebabnya kita perlu tahu apa minat dan bakat yang kita miliki. Pengetahuan inilah yang dapat membantu kita menentukan jurusan kuliah.

Pemahaman yang baik akan diri sendiri inilah yang dapat membuat kita bertahan menghadapi berbagai tantangan saat belajar tentang ilmu dan skills baru di bangku kuliah nanti.


2. Lakukan riset jurusan-jurusan kuliah yang dipilih.

Cara menentukan jurusan kuliah yang satu ini dapat membantu sobat yang benar-benar ngeblank ingin kuliah di jurusan apa. Yes, do your own research, Sobat Pintar. Ketahui sebanyak-banyaknya jurusan kuliah yang ada.

Pelajari masing-masing bidang ilmunya, prospek alumninya dan hal-hal lain yang dirasa penting untuk diketahui.

Study and compare-sandingkan, bandingkan daftar jurusan kuliah yang ada padamu.

Learn all facts. Langkah-langkah ini bisa membantumu menjatuhkan pilihan jurusan kuliah. Cara inipun bisa diterapkan saat kita punya sebaris daftar jurusan kuliah untuk dipilih, entah itu pilihan sendiri atau rekomendasi ortu.


3. Konsultasi dengan orang dekat berpengalaman/profesional di dunia kerja.

Diskusikan berbagai pilihan jurusan kuliah yang ada saat ini dengan ahlinya. Misalnya psikolog pendidikan. Atau diskusi dengan seseorang yang dekat denganmu juga dapat mengurai benag kusut di kepala, sobat.

Mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas dapat memberi kita sudut pandang dan pengetahuan baru yang fresh.

Lebih baik lagi bila kita dapat mengombinasikan dua cara memilih jurusan kuliah ini bersamaan. Gunakan hasil riset sebagai bahan diskusi. Bukankah hasilnya akan lebih baik?


4. Pahami keuntungan dan konsekuensi pilihan.

Bear in mind, nothing's perfect. Begitu juga dengan jurusan kuliah. Bisa jadi jurusan kuliah A sesuai dengan minatmu tapi prospek kerjanya terbilang kurang menarik.

Atau sebaliknya, ada jurusan kuliah B yang bidang ilmunya kurang menarik tapi kemampuanmu cukup baik disitu.

Sebaik apapun pilihan yang ocoba kita ambil, tetap akan ada kekurangan disitu. That's why, mengetahui konsekuensi dari pilihan jurusan kuliah yang diambil itu penting. Jangan cuma dilihat sisi positif atau keuntungannya saja ya sobat.


Sumber :

https://edukasi.sindonews.com/read/434382/211/ini-tips-bagi-yang-masih-bingung-memilih-jurusan-kuliah-1621659915

Monday, July 5, 2021

Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Pernah Kena PHK, Sandiaga Uno Bagikan Kiat Mulai Bisnis

Senin, 05 Jul 2021 14:02 WIB


Sandiaga Uno dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia politik hingga menjadi Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif saat ini. Namun, siapa sangka Sandi juga pernah dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memulai usahanya tersebut mulai dari nol.

"Saya juga pernah di-PHK. Saat itu tahun 1997, di saat dunia memang sedang dilanda krisis yang sangat dalam. Saya bekerja di sebuah perusahaan di luar negeri, terpaksa harus kembali ke Indonesia dengan kondisi bekal di dompet yang semakin tipis. Saya termotivasi untuk tetap bangkit atas semangat yang diberikan istri saya," ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Lalu apa yang dilakukan Sandi setibanya di Indonesia? Memulai usaha dari nol. Dalam webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong di Jakarta, Sandi mengungkapkan keahlian dan hobi yang sangat disenanginya saat itu adalah mengutak-atik laporan keuangan perusahaan.

Maka usahanya adalah menjadi konsultan keuangan. Saat itu, 3 bulan lamanya, Sandi menawarkan jasa ke berbagai perusahaan, tetapi hanya berbuah penolakan, bahkan banyak yang tidak ingin menemuinya.

"Baru pada bulan ke-4, saya mendapatkan konsumen pertama saya. Saya sangat bersyukur saat itu. Saya memulainya bersama teman-teman dekat saya. Dan sekarang dari seorang yang di-PHK, saya dapat membangun bisnis yang menghidupi 30.000 orang. BNI termasuk yang membantu saya di saat- saat yang berat itu karena memberi pekerjaan. Saya patut berterima kasih pada BNI," ujarnya.

Lebih lanjut Sandi bercerita dari kepedihan menjadi korban PHK dan kemudian bangkit itu, ia memberikan saran bagi setiap warga +62 yang menjadi korban PHK atau sedang berjuang memulai usaha. Pertama, cara memilih usaha yang cocok. Kedua, bagaimana mendapatkan modal. Ketiga, bagaimana agar menjadi pengusaha sukses. Keempat, kapan memulai usaha. Kelima, bagaimana menghadapi kegagalan atau kegalauan.

Pertama, untuk menjawab cara memilih usaha, Sandi berpesan carilah usaha yang sesuai dengan yang dicintainya. Love what you do, and do what you love. Dia memulai usaha dari mengulik-ulik laporan keuangan, maka usaha yang dirintisnya adalah jasa konsultan keuangan

Menurut Sandi, jika kamu menyukai jahit menjahit, maka mulailah usaha fesyen. Kalau suka masak, mulailah usaha kuliner. Untuk yang hobi keindahan, mungkin bisa memulai usaha salon.

"Menjadi salon itu besar peluangnya. Bayangkan, orang yang berambut pendek, ingin rambutnya Panjang, tetapi yang rambutnya panjang ingin rambut pendek. Orang yang alisnya tebal, ingin ditipisin, yang alisnya tipis, ingin alisnya tebal," ujarnya.

Kedua, bagaimana mendapatkan modal? Kuncinya adalah jaringan, sehingga terhubung dengan sumber pembiayaan. Bank seperti BNI adalah sumber modal yang baik.

Ketiga, bagaimana menjaga agar bisnis tetap berjalan dan berlanjut menjadi pengusaha sukses? Sandi tegas agar pengusaha wajib menjalankan silaturahmi atau memperkuat networking atau menjadi relationship. Ini penting karena Allah berjanji siapa saja yang menjaga silaturahmi maka akan diperpanjang umurnya dan diperbanyak rezekinya.

"Ini artinya, jadi pengusaha itu tidak boleh baper (bawa-bawa perasaan), suka iri, senang melihat orang susah, dan susah saat melihat orang senang. Tapi senanglah saat melihat orang senang atau sukses. Jangan lupa, nilai luhur bangsa Indonesia ini adalah gotong royong, inilah kekuatan kita," tuturnya.

Keempat, kapan memulai usaha? Saat paling tepat memulai usaha adalah ketika sedang krisis. Kalaupun gagal, sikapi dengan positif karena kegagalan itu tidak akan membuat mati seseorang, namun kekuatan untuk menapaki tangga kesuksesan dengan lebih mantap.

"Saya ingin tegaskan. Tidak ada sukses yang instan. Saya 20 tahun mengalami pasang surut. Tidak mungkin selalu di atas. Kuncinya, ketika sedang di atas, kita wajib bersyukur. Kalau kita lihat ke bawah, berikan empati. Nah, ketika sedang di bawah, kita bersabar, agar termotivasi. Untuk Melompat Lebih Tinggi kita harus mengerti bahwa tidak ada yang instans," katanya.

Kelima, lalu bagaimana menyikapi kegagalan? Pertama, rutin berolahraga, karena dengan olahraga rutin akan keluar zat yang dinamakan endorphin. Ketika zat ini keluar, maka akan memotivasi jiwa secara otomatis.

Kedua, membaca buku yang inspiratif dan bercerita cerita sukses kehidupan tokoh, bisa diperoleh dari toko buku, tetapi sangat bisa diperoleh dengan mudah di media-media sosial dengan mudah. Ketiga, bergabung dengan komunitas yang memberi semangat satu sama lain, saling menguatkan setiap saat.

"Saat ini saja, saya masih suka galau. Namun ingat 3 langkah tadi. Yang terpenting lagi adalah teman-temanlah yang memberikan semangat pada kita. Ingat 3G. Gercep atau Gerak Cepat; Geber atau Gerak Bersama, tidak bisa sendiri-sendiri; dan Gaspol atau Garap semua potensi," ujarnya.

"Jangan banyakin ghibah, Guys, tetapi cari teman yang selalu memberi motivasi agar bisa melompat lebih tinggi. Jiwa pemenang itu ada di dalam diri kita semua, karena di balik kesulitan akan selalu ada jalan keluar. Kegagalan tidak akan membunuh seseorang, tetapi menjadi jalan meniti anak tangga," ujarnya.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5631456/pernah-kena-phk-sandiaga-uno-bagikan-kiat-mulai-bisnis

Friday, June 25, 2021

Memilih Pekerjaan Sesuai Jurusan Atau Hobi

Moment kelulusan mungkin menjadi sebuah moment yang membahagiakan sekaligus mencemaskan karena disamping bahagia karena telah menyelesaikan kuliah dan sekaligus cemas karena harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan Yutia. Dari yang disampaikan bahwa ternyata jurusan yang dipilih bukan dari diri Yutia, namun merupakan kemauan orang tua. Ketika Yutia memutuskan menerima pilihan orang tua tersebut tentunya sudah menyadari akan konsekuensi pilihan pekerjaan yang mungkin didapatkan jika nantinya akan bekerja. Itu normalnya jika pekerjaan yang dipilih Yutia sesuai dengan jurusan kuliah.


Bekerja itu berbeda dengan hobi, jika bekerja adalah sebuah aktivitas yang dijalani dimana kita melakukan aktivitas yang diganti atau diberikan imbalan baik itu gaji atau lainnya. Sedangkan hobi adalah aktivitas yang dilakukan kala senggang, bisa mendapatkan imbalan ataupun mengeluarkan uang untuk menjalaninya. Even ada yang berawal dari hobi menjadi sebuah pekerjaan.

Nama  : Yutia

Alamat Email :yuxxxxxxri@ymail.com

Saya perempuan ber umur 22 tahun. Lulusan S1 jurusan teknik sipil. Dan alhamdulillah sbgai lulusan terbaik. Saya memilih jurusan ini juga atas kemauan orang tua saya. Dan saya menjalankan dengan sangat baik. Tapi says gemar bersosialisasi dengan orang2. Saya seorang pembawa acara. Dikenal dengan master of ceremony. Saya menyukai dunia MC dan ini saya jdikan sbgai hobi. Sekarang, saya mengalami kebingungan memilih pekerjaan. Apakah tetap dijalur teknik atau saya ber alih pilihan, mohon saran dan masukannya. Sekian. Wasslm


Jawaban

Yutia, selamat sebagai lulusan terbaik S1 Jurusan Teknik Sipil di Univeritas. Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan, tentunya memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Pendidikan, dalam hal ini jika Yulia S1 adalah disesuaikan dengan jurusan dan tentunya selama belajar selama kuliah S1 salah satu tujuannya adalah memenuhi kompetensi teknis. Kompetensi teknis jika di dalam kuliah, diterjemahkan sebagai mata kuliah, mata kuliah inilah yang akan membentuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang lulusan universitas. Pekerjaan salah satunya membutuhkan kompetensi teknis, dan biasanya spesifik. Misalnya Pekerjaan Civil Engineering, dimungkinkan salah satu syaratnya adalah lulusan S1 Teknis Sipil. Perusahaan berasumsi orang yang telah lulus S1 Teknik Sipil memiliki kompetensi untuk mengisi posisi sebagai Civil Engineering. Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apakah Yulia kompetensi yang sudah di kembangkan selama 4 atau 5 tahun tidak digunakan untuk mencari pekerjaan?


Probabilitas melamar pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, tentunya lebih tinggi diterima dibandingkan dengan melamar tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Hobi Yutia, sebagai seorang MC, tidaklah mengapa dikembangkan dan dapat dilakukan disela-sela libur bekerja. Berbeda lagi jika Yutia merasa berkompeten untuk menjadi seorang MC, dan pekerjaan MC lebih sesuai menurut Yutia, tidak salahnya untuk mengembangkan hobi menjadi sebuah pekerjaan. Atau justru alternatif ketiga, yakni menjalani double job, dimana main jobnya adalah seorang Civil Engineer dan Side Job nya adalah menjadi seorang MC. Jadi tidak ada yang di korbankan atau dimatikan potensinya untuk mendapatkan penghasilan untuk Yutia.


Sumber :

https://www.psikoma.com/memilih-pekerjaan-sesuai-jurusan-atau-hobi/

Tuesday, June 22, 2021

Do Introverts or Extroverts Make Better Entrepreneurs?

You can divide almost every person into one of two categories: introverted or extroverted. Here's how the distinction translates to business.


June 18, 2021 6 min read

We have over 7.7 billion people on the face of this planet, and no two individuals are exactly the same. Physically, emotionally and intelligently, we are each a singular creation with differences that impact how we look, think, feel and act. And just as people can be male or female and short or tall, they can be introverted or extroverted. 

While one isn’t necessarily better than the other, it’s helpful to understand how each impacts an entrepreneur’s successes and failures.


\What does it mean to be called an introvert? 

Most people are acutely aware of whether or not they’re introverts. If you're an introvert, you'd likely rather spend a Friday night relaxing in your apartment by yourself (or with a couple of good friends) than attend a big party or event with a bunch of people. In addition, you sit on information and process it for a long time before speaking. You have good thoughts and ideas, but tend to listen to others first and speak second.

It's extremely important to understand differences between introversion and shyness. While introverts can be shy (and vice versa) these are two distinct ideas. 


Pros and cons of being an introverted entrepreneur

Most of the successful entrepreneurs across the world today are introverts. That’s because introversion yields a number of distinct benefits. Introverts typically listen more than they speak, which is great for gathering feedback and understanding customers. Moreover, entrepreneurs on the introverted side of the personality spectrum tend to be more independent and comfortable working alone, which is usually necessary in the early days of building a business.

But there are also plenty of negatives associated with introversion in entrepreneurial pursuits. Introverts typically have much smaller personal and professional networks, which limit opportunities. Additionally, introverts have a harder time putting themselves out there, which is an absolute necessity when launching a business and growing a brand.


How to make the most of your introverted personality

Want to thrive as an introverted entrepreneur? It’s important that you work with your personality to harness your strengths and overcome your weaknesses. 


Choose the right type of business

Begin by selecting the right kind of business or industry to get into. Don’t start a business that requires you to go out and speak to big audiences on a daily basis. You want a business venture that allows you to be creative and independent.


Make complementary hires

You can only go so far as an introvert on your own. That’s why it’s important to make complementary hires to offset your own weaknesses. In all likelihood, this means you’ll hire extroverts and people with big personalities and people skills.


What does it mean to be called an extrovert? 

On the other end of the personality spectrum, you have extroverts. Extroverts thrive off other people's energies and love person-to-person interactions. If you're an extrovert, you likely genuinely enjoy spending time with others and look forward to the social engagements on your calendar. You’re also fine with spontaneous meetups and random plans that materialize out of thin air; they provide meaning and energy that you need in order to thrive. And you almost always prefer to work on a team, versus alone. This gives you a chance to bounce around ideas.

It’s important to note that extroversion and confidence don’t always go hand in hand. Extroverts often are more confident than introverts, but it’s sometimes just a façade. Plenty of extroverts still have low self-esteem. This can be worked through in a healthy manner. 


Pros and cons of being an extroverted entrepreneur

Extroverts bring a lot of strengths to the table as entrepreneurs. They often have a magnetic charisma, and investors, clients and business partners gravitate towards people they like and trust. Extroverts have an easy time building these relationships, which ultimately benefit the bottom line. By and large, extroverts find it easier to experience positive emotions. This can be helpful when a startup is experiencing the bumps and bruises of early-stage growth.

Extroverts also face some unique challenges with entrepreneurship. Extroverts can be easily distracted, like puppies: They see something they like and they go after it. Then before they get there, they’re intrigued by something totally different, so they get up and chase after that thing. This creates a pendulum effect, where nothing gets done efficiently or effectively. Shallow insights are another potential pitfall. Because extroverts tend to speak and do more than they listen, they have a harder time understanding who their audience is. 


How to make the most of your extroverted personality 

If you’re an extroverted entrepreneur, you have to be strategic with how you manage your personality.         


Wait before saying “Yes”

Even though your natural inclination is to go, go, go, it’s imperative that you don’t immediately commit to every opportunity that comes across your desk.

The best thing you can do is wait before saying yes.     


Hire people who are analytical

Because you’re a big-picture kind of person who likes to be hands-on and interactive, you probably don’t pay enough attention to the details. This is why it’s helpful to hire people who are more analytical and detail-oriented.          


Let other people lead meetings

As a business owner or startup founder, you’re the one calling the shots — and you should be! But it’s not always healthy for an extrovert to constantly talk, preach and lead without stepping back and observing what’s happening around him or her. One way you can be more observant is to let other people lead important meetings.  


No matter how hard you may try, an introvert can’t force himself or herself to become an extrovert. Likewise, an extrovert will find it nearly impossible to transform into an introvert. You have no say over the structure of your brain and how you perceive the world around you. The key is to play the hand you’re dealt so that you can thrive as an entrepreneur in an unpredictable environment.


Sumber :

https://www.entrepreneur.com/article/374407?fbclid=IwAR0evLCEHkoYLDuxWLm0PuaU6zpeo7UkzIrZ_Y120Dyl7-GYx6FzdK3kulI

Monday, May 31, 2021

Shahid Khan, Tukang Cuci Piring yang Jadi Miliarder Dunia

Lompatan Shahid Khan, dari Tukang Cuci Piring Jadi Miliarder Dunia

Siapa sangka mantan pencuci piring bisa jadi kaya raya bahkan miliuner? Hal ini nyatanya terjadi para seorang pengusaha asal Pakistan bernama Shahid Khan.

Pria berusia 70 ini bahkan masuk ke jajaran miliuner urutan ke-66 versi Forbes dengan total kekayaan sekitar US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 111 triliun.

Mengutip successtory, Senin (25/8/2021), Shahid Khan lahir 18 Juli 1950 di Pakistan. Saat ini, dia bersama istri dan anaknya tinggal di Naples, Florida. Sejak kecil dirinya memiliki mimpi menjadi seorang arsitek. Untuk mewujudkan mimpinya itu, ia nekad merantai ke Negeri Paman Sam di usia 16 tahun.

Setibanya di Amerika, Shahid bekerja sebagai pencuci piring di salah satu restoran dengan bayaran US$ 1,20 per jam. Berkat kerja kerasnya, Shahid Khan akhirnya berhasil menyelesaikan gelar B,sc jurusan teknis industri dari University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC) pada 1971. Shahid Khan pun akhirnya menjadi warga negara AS pada tahun 1991.

Ketika masih duduk di bangku kuliah, Khan sudah mulai mewujudkan mimpinya yang ingin menjadi orang sukses. Karir pertamanya dengan Flex-N-Gate. Setelah lulus kuliah, dirinya terpilih menjadi Direktur Teknis di perusahaan tersebut. Dia merupakan pelopor pembuatan bumper mobil untuk truk pick-up dan bengkel perbaikan.

Sukses menjadi pengusaha bumper mobil dan bengkel, Shahid Khan tak langsung berpuas diri. Ia kemudian berupaya membuat kekayaan yang dimiliki tumbuh dengan menanam saham di dunia olahraga.

Pertama kali, pria berkumis tebal ini berusaha untuk memiliki tim NFL pada tahun 2020. Kesepakatan untuk mengakuisisi 60% St Louis Rams sempat dibuat. Namun, pemegang saham minoritas Stan Kroenke membatalkan perjanjian tersebut karena terbentur oleh klausul.

Akan tetapi, Khan tidak menyerah begitu saja, dirinya kemudian membeli Jacksonville Jaguar, salah satu tim American Football pada tahun 2011.

Dirinya pun semakin kecanduan dengan menanam saham di dunia olahraga. Pasalnya, sekitar dua tahun setelah memberi tim football, dirinya membeli klub sepak bola Fulham yang berbasis di Inggris.

Kemudian, Shahid Khan membeli Flex-N-Gate pada tahun 1980 dan hanya dalam waktu 9 tahun menjadikan perusahaan itu sebagai satu-satunya pemasok suku cadang Toyota di AS.

Shahid Khan menikah dengan kekasihnya sejak kuliah, yaitu Ann Khan pada tahun 1977. Kini dirinya sudah menikah selama 31 tahun dan dikaruniai dua anak yaitu Tony dan Shanna.


Sumber :

https://finance.detik.com/sosok/d-5581422/lompatan-shahid-khan-dari-tukang-cuci-piring-jadi-miliarder-dunia

Thursday, May 27, 2021

Mindset Shift for Organization Transformation

Banyak pemimpin bisnis memiliki persepsi bahwa seseorang dapat memperoleh keuntungan atau mencapai keberlanjutan (sustainability), tetapi tidak keduanya. Ini mungkin berakar pada doktrin Friedman yang menyatakan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Hal ini telah membuat sebagian besar dunia terpecah, baik karena percaya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar, atau mereka yang setuju dengan Friedman dan merasa tujuan sosial sebaiknya diserahkan kepada politik. 

Bisnis yang berkelanjutan (sustainable businesses) mendefinisikan ulang ekosistem perusahaan dengan merancang ulang model untuk menciptakan nilai jangka panjang dan mempertimbangkan cara operasinya di lingkungan ekologi, sosial dan ekonomi. Keberlanjutan dibangun dengan asumsi bahwa mengembangkan strategi seperti itu akan memupuk umur panjang.

Tujuan dari transformasi ini adalah untuk memungkinkan organisasi untuk secara kolektif mendefinisikan dan mengukur konstruksi perilaku baru yang memungkinkan organisasi untuk "memeriksa dan beradaptasi": menemukan keseimbangan antara hal-hal berlawanan berikut yang memungkinkannya merespons dengan mendesak. "

Bisnis berjuang untuk mengimbangi laju perubahan dan gangguan yang cepat. Untuk mengikuti perubahan tersebut, bisnis mencoba melakukan diversifikasi ke area yang lebih baru, membangun produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pasar baru dan berinovasi. Organisasi dalam perjalanan transformasinya tidak dapat hanya mengandalkan inovasi teknologi karena inovasi adalah hasil dari sesuatu yang lebih dalam - inovasi adalah hasil dari pola pikir, konstruksi perilaku, kepemimpinan, dan budaya.

Banyak organisasi tradisional besar dan pemimpin mereka yang terkenal sukses telah memulai misi ambisius untuk "menciptakan, mengoperasikan, dan memperdagangkan" bisnis baru untuk bersaing dengan para pengganggu dalam ekonomi yang terus berubah. Organisasi-organisasi ini membangun dana ventura perusahaan, membuat akselerator atau inkubator internal, bermitra dengan atau menjalankan laboratorium inovasi, dan mempekerjakan nama-nama besar dari Silicon Valley dengan harapan mereka akan memercikkan debu ajaib pada perusahaan dan merebut kembali kejayaan yang pernah mereka raih.

John Kotter menulis makalah penting tentang "Memimpin Perubahan" pada tahun 1996. Dia menyoroti bahwa hanya 30% inisiatif perubahan yang benar-benar berhasil. Hampir 20 tahun setelahnya dan ribuan makalah dan buku kemudian, angka keberhasilan program perubahan tidak banyak meningkat.

Paling banter, inisiatif perubahan seperti itu menghasilkan tenaga kerja yang tidak puas dan kebingungan yang tidak perlu. Paling buruk inisiatif ini tidak diimplementasikan dengan baik dan menghasilkan keputusan strategis yang buruk yang dapat menghapus unit bisnis. Either way, kita ditinggalkan dengan bisnis transformasi organisasi yang belum selesai.

Ada banyak faktor yang membuat bisnis sukses, dan kepemimpinan yang hebat tentu salah satunya. Dan para pemimpin dari berbagai organisasi selalu bertujuan untuk berinovasi agar selalu menjadi yang terdepan dalam tren dan menciptakan gangguan di pasar, baik itu melalui teknologi, produk, atau layanan baru. Meskipun ini penting untuk bisnis yang kompetitif, para pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan teknologi dan perkembangan baru. Untuk menciptakan organisasi yang gesit dan termotivasi, mereka harus terlebih dahulu membangun pola pikir yang efektif. 

Berikut adalah lima perubahan pola pikir yang diperlukan oleh para pemimpin, seperti yang diuraikan oleh Aaron Sachs dan Anupam Kundu di blog ThoughtWorks dalam postingan berjudul The Unfinished Business of Organizational Transformation.


1. From profit to purpose

Dari laba ke tujuan - Fokus pada masalah apa yang organisasi dapat selesaikan untuk pelanggan, dan apakah mereka benar-benar melakukan (tidak hanya berbicara). Pola pikir ini tidak hanya memungkinkan perusahaan untuk mendefinisikan dan memahami ukuran kesuksesan yang berguna, tetapi juga untuk mengajukan pertanyaan yang lebih dalam: apakah kita memberikan nilai? Apakah kita berkontribusi pada dunia?


2. From hierarchies to networks

Dari hierarki ke jaringan - Memecah hierarki tradisional dan membangun jaringan tempat kerja memungkinkan anggota tim untuk berkolaborasi yang mengarah pada inovasi. Ketika karyawan merasa dihargai dan berguna, mereka cenderung termotivasi dan mudah beradaptasi yang pada gilirannya menghasilkan kesuksesan bagi seluruh organisasi.


3. From controlling to empowering 

Dari mengontrol hingga memberdayakan - Ketika karyawan merasa diberdayakan untuk membuat keputusan, memberikan umpan balik, dan mengambil tindakan dalam organisasi, mereka cenderung menciptakan nilai. Ketika pemimpin berinvestasi pada anggota timnya melalui pelatihan, pembelajaran berkelanjutan atau program pengembangan karir, karyawan mulai merasa diberdayakan dan organisasi akan berkembang dengan inovasi sebagai hasilnya.


4. From planning to experimentation 

Dari perencanaan hingga eksperimen - Eksperimen sering kali merupakan celah antara peluang dan kesuksesan, dan merupakan tanggung jawab pimpinan untuk mengambil risiko tersebut dan mendorong tim untuk menguji ide-ide baru. Inovasi sebagian besar merupakan hasil eksperimen. Tanpa itu, organisasi tidak dapat maju atau berubah dan bisnis mereka tertinggal.


5. From privacy to transparency 

Dari privasi ke transparansi - Sejalan dengan membuka komunikasi dan menghancurkan hierarki tradisional, pemimpin harus transparan dengan karyawannya agar dapat bergerak maju. Terkadang hal ini tidak nyaman, tetapi organisasi yang responsif adalah organisasi yang dapat beradaptasi dan berputar berdasarkan data dan umpan balik (negatif atau positif).


Sumber :

https://satgana.com/2020/11/30/working-at-the-intersection-of-sustainability-and-profitability/

https://qaspire.com/2015/11/23/mindset-shifts-for-organizational-transformation/

https://www.thoughtworks.com/insights/blog/unfinished-business-organizational-transformation

https://coreaxis.com/insights/blog/five-mindset-shifts-help-leaders-transform-organization

Thursday, April 29, 2021

Profesi yang Cocok untuk Introvert

10 Profesi dengan Gaji Tinggi dan Tingkat Stres Rendah untuk Introvert

Jakarta - Di setiap bidang atau pekerjaan pasti ada orang yang berkepribadian ekstrovert atau introvert. Meski begitu, ada beberapa profesi yang bukannya lebih cocok tapi dinilai bisa membuat introvert lebih berkembang. Seperti diketahui, umumnya introvert lebih suka bersikap tenang dan mengamati dari pada langsung mengekspresikan diri. Berdasarkan ciri khasnya, berikut 10 profesi terbaik dengan gaji tinggi dan tingkat stres rendah untuk introvert.


1. Peneliti

Banyak karier di dunia sains yang cocok untuk introvert, termasuk peneliti. Dalam pekerjaan ini, introvert akan banyak bekerja sendiri yang membuat mereka lebih nyaman. Dikenal suka menggali dan peduli dengan detail, introvert juga bakal menikmati profesinya yang banyak mengeksplor hal-hal baru.


2. Insinyur

Insinyur memang banyak macamnya. Kamu yang merasa punya kepribadian introvert dalam mempertimbangkan diri untuk terjun ke dunia teknik kimia, mesin, sipil, dan lain-lain. Kebanyakan profesi insinyur membutuhkan dedikasi dan konsentrasi tanpa terlalu banyak sosialisasi.


3. Web Developer

Web developer umumnya hanya membutuhkan komputer dan internet untuk bekerja. Kamu yang punya ketertarikan di bidang komputer dan seorang introvert cocok mempertimbangkan karier ini karena tak perlu banyak interaksi. Banyak introvert merasa lebih fokus bekerja ketika tidak banyak kebisingan di sekitar mereka.


4. Graphic Designer

Pekerjaan independen lain yang cocok untuk seorang introvert adalah graphic designer. Terutama kamu yang jago dalam storytelling secara visual, bekerja dengan imajinasi sendiri tentu lebih menyenangkan. Umumnya kamu tetap akan berkonsultasi dengan klien atau rekan sehingga tak terlalu merasa sendirian.


5. Freelancer

Berdasarkan studi, introvert cocok menjadi pemimpin atau pengusaha yang menciptakan jalan karier sendiri. Hal tersebut bisa dimulai dengan menjadi pekerja freelance yang tidak terikat dengan bos atau rekan. Hal itu tentu akan membuat mereka lebih nyaman karena punya kebebasan dan fleksibilitas, termasuk untuk bekerja dari rumah.


6. Penulis

Kamu yang punya ketertarikan menulis sekaligus keinginan untuk bekerja di rumah mungkin cocok dengan profesi satu ini. Penulis juga biasanya hanya perlu sumber dan pemikirannya sendiri untuk mengelola pekerjaan. Tak jarang mereka bahkan harus menyendiri di satu tempat agar bisa berkonsentrasi dengan maksimal.


7. Admin Media Sosial

Seiring dengan popularitas media sosial dan selebgram, pekerjaan sebagai admin juga semakin dibutuhkan. Apalagi hampir semua brand atau perusahaan kini memerlukan presentasi mereka di dunia online. Pekerjaan ini tepat buat kamu yang jago bermain dengan estetika visual juga kata-kata.


8. Dokter Hewan/Gigi

Dibandingkan jenis dokter lain, dokter hewan dan gigi adalah yang paling cocok untuk seorang introvert karena kebanyakan interaksi berlangsung 'one on one' dengan pasien. Kedua pekerjaan ini juga butuh pemecahan masalah dan pemikiran analitis yang disukai introvert.


9. Terapis

Tak hanya suka sendiri, introvert juga dikenal dengan pemikiran mereka yang dalam, mendengarkan dengan empati, hingga bisa membantu orang menyadari diri mereka sendiri. Kemampuan tersebut membuat introvert cocok jadi terapis terkait kesehatan mental.


10. Koki pribadi

Koki bisa menjadi profesi yang membuat kewalahan secara fisik dan mental. Untuk introvert yang lebih suka ketenangan, profesi sebagai koki pribadi rasanya bisa membuat mereka lebih berkembang. Pekerjaan itu dapat mendorong kamu menyalurkan kemampuan masak tanpa merasakan 'panas' dapur restoran.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/worklife/d-5539001/10-profesi-dengan-gaji-tinggi-dan-tingkat-stres-rendah-untuk-introvert

Related Posts